• Tidak ada hasil yang ditemukan

Materi Administrasi Kepegawaian Negara

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Materi Administrasi Kepegawaian Negara"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

Sistem Penggajian PNS

Lina Miftahul Jannah

[email protected] Materi Administrasi Kepegawaian Negara

(2)

Kompensasi merupakan seluruh

imbalan/balas jasa (

reward

) yang

diterima karyawan atas dasar hasil

kerja karyawan tersebut terhadap

organisasi.

Kompensasi merupakan seluruh

imbalan/balas jasa (

reward

) yang

diterima karyawan atas dasar hasil

kerja karyawan tersebut terhadap

organisasi.

kompensasi langsung: berupa balas jasa

yang diberikan berkaitan langsung dengan

pekerjaan yang dilakukan oleh pegawai,

seperti gaji, insentif, bonus, dan tunjangan

jabatan.

kompensasi tidak langsung: diberikan

dengan berdasarkan kepada kebijakan

organisasi untuk meningkatkan

kesejahteraan pegawai dan tidak berkaitan

dengan pekerjaan yang dilakukan oleh

pegawai tersebut, misalnya tunjangan hari

raya.

(3)
(4)

Perbandingan penggajian publik

dan privat

At the low end of the scale, state and local governments paid better than private

industry.

At the low end of the scale, state and local governments paid better than private

industry.

Among white collar jobs, the private sector usually paid better.

Among white collar jobs, the private sector usually paid better.

State and local government pay lagged far behind that for professional and

administrative jobs. Pay patterns were mixed for technical, clerical, and blue-collar

employees.

State and local government pay lagged far behind that for professional and

administrative jobs. Pay patterns were mixed for technical, clerical, and blue-collar

employees.

Occupations with workers in lower-paying jobs were better paid in government. Occupations with workers in higher-paying jobs were more likely to be paid in the private sector.

(5)
(6)
(7)

Konsep Dasar: Gaji di

PNS

Gaji adalah balas jasa atau penghargaan atas prestasi kerja, yang harus dapat memenuhi

kebutuhan hidup bersama keluarganya secara layak, sehingga ia dapat memusatkan

perhatiannya dan kegiatannya untuk

melaksanakan tugas yg dipercayakan kepadanya

Skala penggajian yang baik dan mampu memacu prestasi kerja adalah yang memiliki rasio 120

antara gaji terendah dan gaji tertinggi

(8)

8 No Peraturan TMT

Gaji Pokok

Terenda

h Tertinggi Rasio

1. PGP 1948 1-5-1948 45 750 1:16 2. PGPN 1955

1-10-1955

135 2700 1:20

3. PGPN 1961 1-1-1961 200 4000 1:20 4 PGPS 1968 1-1-1968 400 10000 1:25 5. PGPS 1977 1-4-1977 12.000 120.000 1:10 6. PP 15/1985 1-4-1985 33.200 265.600 1:8 7. PP 51/1992 1-4-1992 51.000 399.200 1:7,8 8. PP 15/1993 1-4-1993 78.000 537.600 1:6,9 9. PP 6/1997 1-4-1997 135.000 722.000 1:5,3 10. PP 26/2001 1-1-2001 500.000 1.500.00

0 1:3 … 2003,2005,2007,2008,2009,2010,2011

18. PP 15/2012 1-1-2011 1.260.00

0 4.603.700 1: 3,34 19 PP 22/2013 1-1-2013 1.323.00

0

5.002.00

(9)

Pola Dasar Perhitungan Gaji Yang

Cukup

Fleksibel

Hendaknya

Mencerminkan 5 (Lima) Hal Pokok,

Yaitu:

Upah/gaji harus mencerminkan nilai pekerjaan/tugas

Upah/gaji harus mencerminkan nilai pekerjaan/tugas

Kenaikan gaji hendaknya sebanding dengan peningkatan produktivitas kerja

Kenaikan gaji hendaknya sebanding dengan peningkatan produktivitas kerja

Peningkatan gaji hendaknya diperhitungkan dengan keuntungan negara dan penampilan individu PNS

Peningkatan gaji hendaknya diperhitungkan dengan keuntungan negara dan penampilan individu PNS

Peningkatan gaji tidak diberikan dalam basis yang permanen

Peningkatan gaji tidak diberikan dalam basis yang permanen

Adanya ukuran yang stabil dari penghasilan kerja.

(10)

10

Tidak ada penjelasan tentang istilah gaji

yang adil dan layak serta menjamin kesejahteraan PNS

Dalam UU 43/199: gaji yang adil dan layak

adalah bahwa gaji Pegawai Negeri harus mampu memenuhi kebutuhan hidup

keluarganya, sehingga Pegawai Negeri yang bersangkutan dapat memusatkan perhatian, pikiran, dan tenaganya hanya untuk melaksanakan tugas yang

dipercayakan kepadanya.

Pemerintah wajib membayar gaji yang

adil dan layak kepada PNS serta

menjamin kesejahteraan PNS.

Pemerintah wajib membayar gaji yang

adil dan layak kepada PNS serta

menjamin kesejahteraan PNS.

Gaji dibayarkan sesuai dengan beban

kerja, tanggungjawab, dan resiko

pekerjaan.

Gaji dibayarkan sesuai dengan beban

kerja, tanggungjawab, dan resiko

pekerjaan.

(11)

11

• Yang dimaksud dengan “secara bertahap”

bahwa proses perubahan sistem penggajian yang semula berbasis pangkat golongan dan masa kerja menuju ke sistem berbasis pada harga jabatan sehingga memerlukan kesiapan menyusun peta jabatan dan analisis harga

jabatannya secara menyeluruh sehingga dibutuhkan waktu yang cukup.

Pelaksanaannya pembayaran gaji dilakukan secara bertahap

Pelaksanaannya pembayaran gaji dilakukan secara bertahap

Gaji PNS yang bekerja pada pemerintah pusat dibebankan pada APBN

Gaji PNS yang bekerja pada pemerintah pusat dibebankan pada APBN

Gaji PNS yang bekerja pada pemerintahan daerah dibebankan pada APBD

Gaji PNS yang bekerja pada pemerintahan daerah dibebankan pada APBD

(12)

12

Pemerintah wajib membayar gaji yang adil dan layak kepada PPPK.

Pemerintah wajib membayar gaji yang adil dan layak kepada PPPK.

Gaji diberikan berdasarkan beban kerja, tanggung jawab jabatan, dan resiko pekerjaan.

Gaji diberikan berdasarkan beban kerja, tanggung jawab jabatan, dan resiko pekerjaan.

Gaji dibebankan pada APBN untuk PPPK di Instansi Pusat dan APBD untuk PPPK di Instansi Daerah.

Gaji dibebankan pada APBN untuk PPPK di Instansi Pusat dan APBD untuk PPPK di Instansi Daerah.

Selain gaji PPPK dapat menerima tunjangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selain gaji PPPK dapat menerima tunjangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

(13)

Sistim penggajian

13

SISTEM SKALA TUNGGAL SISTEM SKALA TUNGGAL

• sistim penggajian yang memberikan gaji yang

sama kepada pegawai yang berpangkat sama dengan tidak atau kurang memperhatikan sifat pekerjaan yang dilakukan dan beratnya

tanggungjawab yang dipikul dalam melaksanakan pekerjaan itu. 

SISTEM SKALA GANDA SISTEM SKALA GANDA

• sistim penggajian yang menentukan besarnya gaji

yang bukan saja didasarkan pada pangkat, tetapi juga didasarkan pada sifat pekerjaan yang

dilakukan, prestasi kerja yang dicapai, dan beratnya tanggungjawab yang dipikul dalam melaksanakan pekerjaan itu.

(14)

14

No.

Keuntungan

Kerugian

1.

Tunggal

Sederhana

Cukup dengan

satu peraturan

Dirasa tidak adil

karena faktor

resiko bahaya,

kesibukan dan

lain-lain tidak

menjadikan

pertimbangan

2. Ganda

Memberikan

motivasi bagi

Pegawai Negeri

Sipil yang

memikul

tanggung

jawab yang

berat, resiko

dan lain-lain

Menimbulkan

ketidakadilan pada

saat pensiun bagi

pegawai yang

memiliki pangkat

pendidikan yang

sama tetapi berbeda

dengan sifat

(15)

15

sistem penggajian ini masih menyisakan beberapa

permasalahan karena besaran gaji yang diberikan

dirasakan kurang memenuhi unsur kehidupan

layak, gaji PNS kurang kompetitif dan tidak

memenuhi prinsip “equity”.

UU 43/99 jo PP 6/2000 : menetapkan

penggajian

berdasarkan

gabungan skala tunggal dan skala

ganda

, yaitu: pegawai yang berpangkat sama diberi

gaji pokok yang sama, disamping itu diberikan

tunjangan kepada pegawai yang melakukan pekerjaan

tertentu yang sifatnya memerlukan pemusatan

(16)

SelAIN GAJI,

apa yang diperoleh PNS?

tunjangan jabatan

struktural:

Peraturan Presiden

Nomor 26 Tahun

2007 yang

besarannya

bervariasi mulai dari

Rp. 360.000,- (untuk

eselon VA) hingga Rp.

5.500.000,- (untuk

eselon IA).

tunjangan jabatan

struktural:

Peraturan Presiden

Nomor 26 Tahun

2007 yang

besarannya

bervariasi mulai dari

Rp. 360.000,- (untuk

eselon VA) hingga Rp.

5.500.000,- (untuk

eselon IA).

tunjangan fungsional:

diberikan tunjangan

yang diterima diatur

secara tersendiri dan

besarnya

berbeda-beda sesuai dengan

jenjang dan jenis

jabatan

masing-masing

• tunjangan fungsional

umum

• Tunjangan fungsional

tertentu

tunjangan fungsional:

diberikan tunjangan

yang diterima diatur

secara tersendiri dan

besarnya

berbeda-beda sesuai dengan

jenjang dan jenis

jabatan

masing-masing

• tunjangan fungsional

umum

• Tunjangan fungsional

(17)

SelAIN GAJI,

apa yang diperoleh PNS?

Tambahan Penghasilan Pegawai

(TPP)/Tunjangan Kinerja:

disesuaikan pada kelas jabatan (grade) dari masing-masing pegawai, yang

dirinci dari grade 1-17

Tambahan Penghasilan Pegawai

(TPP)/Tunjangan Kinerja:

disesuaikan pada kelas jabatan (grade) dari masing-masing pegawai, yang

dirinci dari grade 1-17

tunjangan lainnya:

• tunjangan beras Rp. Rp. 69.760,- per kepala

(seorang aparatur dengan dua anak akan

memperoleh uang sebesar Rp. 279.040,-) Peraturan Dirjen Perbendaharaan Nomor PER-33/PB/2013

• tunjangan gaji ke tiga belas- PP No 48 Tahun 2013

sebesar penghasilan sebulan yang diterima pada bulan Juni

• Tunjangan kemahalan (Papua, Daerah Pelosok atau

Pulau Terpencil, dan Daerah Konfik)

tunjangan lainnya:

• tunjangan beras Rp. Rp. 69.760,- per kepala

(seorang aparatur dengan dua anak akan

memperoleh uang sebesar Rp. 279.040,-) Peraturan Dirjen Perbendaharaan Nomor PER-33/PB/2013

• tunjangan gaji ke tiga belas- PP No 48 Tahun 2013

sebesar penghasilan sebulan yang diterima pada bulan Juni

• Tunjangan kemahalan (Papua, Daerah Pelosok atau

(18)

Tunjangan

Isteri (5%) Anak (2%), sampai usia 18 th, max 2

JABATAN: kedudukan yang menunjukan tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak seorang PNS dalam rangka susunan

suatu organisasi

JABATAN: kedudukan yang menunjukan tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak seorang PNS dalam rangka susunan

suatu organisasi

Jabatan Struktural : kedudukan yang menunjukan tugas,

tanggung jawab, wewenang, dan hal seorang PNS dalam rangka memimpin suatu satuan

organisasi negara. Jabatan Fungsional :

kedudukan yang menunjukkan tugas dan tanggung jawab, wewenang, dan hak seorang

PNS dalam suatu satuan organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya

didasarkan pada

(19)

Tunjangan

PNS yang sakit karena Dinas mengalami

kecelakaan sehingga sakit dan cacat, yang bersangkutan mendapatkan pengobatan,

perawatan, dan atau rehabilitasi dengan biaya negara

PNS yang cacat karena dinas dan tidak bisa

bekerja lagi pada semua jabatan diberikan tunjangan cacat sehingga dapat hidup layak.

Kecelakaan karena Dinas (suatu peristiwa mendadak yang tidak dikehendaki yang mengakibatkan PNS sakit, cacat

Dalam dan karena menjalankan tugas

Dalam keadaan lain yang ada hubungan dengan dinas

(20)

Penetapan Gaji Pokok

Bagi CPNSdiberikan gaji pokok sebesar 80 % dari GP;

Bagi PNS penuh diberikan 100 % dari GP, berdasarkan golongan ruang yang

ditetapkan untuk pangkat tertentu sesuai dengan masa kerja yang dimiliki PNS.

(21)

Kenaikan Pangkat

21

Berkala

Berkala

diberikan kepada

PNS

yg memenuhi

syarat tertentu,

yaitu memenuhi

masa kerja

golongan yang

ditentukan untuk

kenaikan gaji

berkala dan

penilaian DP3

rata-rata cukup. 

Istimewa

Istimewa

diberikan kepada

PNS

yang DP3 nya

ber nilai “amat

baik”, sehingga

perlu dijadikan

teladan, dengan

memajukan saat

(22)

Bagaimana dengan gaji pejabat negara (PP No 34 tahun 2007) 2004-2011, per bulan dalam Rp

Jabatan PokokGaji Tunjangan Jabatan(

Presiden 30.240.000 32.500.000 Wakil Presiden 20.160.000 22.000.000 Ketua DPR 5.040.000 18.900.000 Wakil Ketua DPR 4.620.000 15.600.000 Ketua MA 5.040.000 18.900.000 Wakil Ketua MA 4.620.000 15.600.000 Ketua BPK 5.040.000 15.600.000 Wakil Ketua BPK 4.620.000 15.600.000 Ketua Muda MA 4.410.000 10.100.000 Anggota DPR sbg

Ketua Komisi/Badan 4.200.000 9.700.000 Anggota DPR sbg

Wakil Ketua Komisi/ Badan

4.200.000 9.700.000

Anggota DPR sbg Anggota

Komisi/Badan 4.200.000 9.700.000

Jabatan Pokok(Gaji n JabatanTunjanga

Anggota MA 4.200.000 9.700.000 Anggota BPK 4.200.000 9.700.000 Menteri Negara 5.040.000 13.608.000

Jaksa Agung 5.040.000 13.608.00 0 Panglima TNI 5.040.000 13.608.000 Pejabat lain setara

Menteri 5.040.000

13.608.00 0 Kepala Daerah

Provinsi 3.000.000 5.400.000 Wakil Kepala

Daerah Provinsi 2.400.000 4.320.000 Kepala Daerah

Kabupaten /Kota 2.100.000 3.780.000 Wakil Kepala

(23)

Penerima Pensiunan

Pensiunan Pegawai Negeri;

Pensiunan Pejabat Negara;

Penerima pensiun Janda/Duda/Anak dari penerima Penslun

Penerima pensiun Orang Tua dari Pegawai Negeri Sipil yang tewas.

(24)

Penerima Tunjangan

Penerlma Tunjangan Veteran;

Penerlma Tunjangan Kehormatan Anggota Komite Naslonal Indonesia Pusat;

Penerlma Tunjangan Penghargaan Perintis Pergerakan Kebangsaan / Kemerdekaan ;

Penerlma Tunjan$an Janda/Duda dari Penerima TunJangan

Penerima Tunjangan Bekas Tentara Kontnkllik Nederland Indoneslsch Leger/Koninklgk Marlne (KNIL/KM);

Penerlrna Tunjangan Anak Yatim/Piatu Anggota TNr/PoLRI;

Penerima Tunjangan Anggota TNI/POLRI bagi yang diberhentikan dengan hormat yang masa dinas

keprajuritannya 5-<15 tahun

Penerima Tunjangan bersifat pensiun TNI/POLRI bagi yang dlberhentikan dengan hormat yang masa dinas kepraJuritannya 15-<20 tahun;

Penerlma TunJangan Orang T\ra bagi Anggota TNI/POLRI yang gugur; dan

(25)

Referensi

Dokumen terkait

Undian berhadiah ini merupakan salah satu bentuk usaha KJKS Ar-Rahmah Gringsing untuk menekan jumlah pembiayaan macet/bermasalah. Karena KJKS Ar-Rahmah Gringsing

Kegiatan ini memungkinkan huru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang bermuara pada peningkatan kualitas pendidikan nasional (Widayati, 2008). Penelitian tindakan

membujur pegunungan Meratus Utara dari barat ke timur yang juga menjadi.. batas wilayah Provinsi

Laba yang diperoleh koperasi sering disebut sisa hasil usha (SHU), laba tersebut akan dikembalikan ayau dibagikan kepada anggota sebanding dengan jasa-jasanya. Akan

1) Revaluasi atau penilaian kembali aktiva tetap adalah penyesuaian terhadap harga perolehan aktiva tetap berwujud. 2) Aktiva tetap perlu di revaluasi pada saat adanya

Selanjutnya peneliti merancang RPP yang mengacu pada format dari Permendikbud 103 dimana di dalam RPP tersebut digunakan model Discovery Learning yang terdiri dari (

Berdasarkan hasil dari pencarian pengetahuan pemodelan data mining , dengan melakukan evaluasi dan validasi dari pola awal yang terbentuk seperti yang ditunjukkan grafik

Hasil pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Layata dan Setiawan (2014) menunjukkan bahwa variabel kewajiban moral, kualitas pelayanan, pemeriksaan pajak, sanksi