• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembangunan Di Bidang Sosial Budaya Untu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pembangunan Di Bidang Sosial Budaya Untu"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Pembangunan Di Bidang Sosial Budaya Untuk Indonesia Yang Lebih Baik Adapun program sektoral yang menjadi domain pembangunan sosial budaya, antara lain: peningkatan pelayanan pendidikan dan kesehatan yang merata dan bermutu; perbaikan gizi masyarakat, terutama gizi anak-anak; penyediaan pangan, air bersih, dan sanitasi pengendalian pertumbuhan penduduk; pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender; serta pengembangan kebudayaan.

Melalui pembangunan yang menyeluruh, pemerintah bermaksud menghasilkan manusia-manusia Indonesia unggul yang memiliki kecerdasan intelektual, yang ditempuh melalui perbaikan kualitas pendidikan, kesehatan, dan gizi; dan pada akhirnya juga memiliki sikap mental dan karakter yang tangguh, serta berperilaku positif dan konstruktif

Sasaran ketiga adalah meningkatnya kualitas manusia yang secara menyeluruh tercermin dari membaiknya angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta meningkatnya pemahaman dan pengamalan ajaran-ajaran agama. Secara lebih rinci, sasaran meliputi: 1. Meningkatnya akses masyarakat terhadap pendidikan dan meningkatnya mutu pendidikan yang antara lain ditandai oleh: menurunnya jumlah penduduk yang buta huruf; meningkatnya secara nyata persentase penduduk yang dapat menyelesaikan program wajib belajar 9 tahun; berkembangnya pendidikan kejuruan yang ditandai dengan meningkatnya jumlah tenaga terampil; meningkatnya kualitas dan relevansi pendidikan yang ditandai oleh: (a) meningkatnya proporsi pendidik formal dan non formal yang memiliki kualifikasi minimun dan sertifikasi sesuai dengan jenjang kewenangan mengajar; (b) meningkatnya kualitas hasil belajar yang diukur dengan meningkatnya persentase siswa yang lulus evaluasi hasil belajar; dan (c) meningkatnya hasil penelitian, pengembangan dan penciptaan ilmu pengetahuan dan teknologi oleh perguruan tinggi dan lembaga litbang serta penyebarluasan dan penerapannya pada masyarakat. 2. Meningkatnya akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan masyarakat yang ditandai oleh meningkatnya angka harapan hidup,

(2)

meningkatnya akses masyarakat terhadap pelayanan sosial dasar melalui institusi dan lembaga sosial; dan (f) terjaminnya bantuan sosial bagi korban bencana alam dan sosial. 4. Terkendalinya pertumbuhan penduduk dan meningkatnya keluarga kecil berkualitas yang ditandai dengan: (a) menurunnya laju pertumbuhan penduduk menjadi 1,14 persen; tingkat fertilitas total menjadi 2,2 per perempuan; persentase pasangan usia subur yang tidak terlayani (unmetneed) menjadi 6 persen; (b) meningkatnya peserta KB laki-laki menjadi 4,5 persen; pemakaian alat kontrasepsi yang efektif dan efisien; usia perkawinan pertama menjadi 21 tahun; (c) meningkatnya

partisipasi keluarga dalam pembinaan tumbuh-kembang anak; (d) meningkatnya jumlah

Keluarga Pra-Sejahtera dan Keluarga Sejahtera-I yang aktif dalam usaha ekonomi produktif; dan (e) meningkatnya jumlah institusi masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan keluarga berencana dan kesehatan reproduksi; tertatanya Bagian I.1 – 17 pembangunan kependudukan yang ditandai dengan: (a) meningkatnya keserasian kebijakan kependudukan dalam rangka peningkatan kualitas, pengendalian pertumbuhan dan kuantitas, pengarahan mobilitas dan persebaran penduduk yang serasi dengan daya dukung alam dan daya tampung lingkungan, baik di tingkat nasional maupun daerah; dan (b) meningkatnya cakupan jumlah kabupaten dan kota dalam pelaksanaan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan; serta meningkatnya

partisipasi pemuda dan budaya olahraga yang ditandai dengan: (a) meningkatnya keserasian berbagai kebijakan pemuda di tingkat nasional dan daerah; (b) meningkatnya kualitas dan partisipasi pemuda di berbagai bidang pembangunan; (c) meningkatnya keserasian berbagai kebijakan olahraga di tingkat nasional dan daerah; (d) meningkatnya kesehatan jasmani masyarakat dan prestasi olahraga; dan (e) tersedianya sarana dan prasarana olahraga bagi masyarakat sesuai dengan olahraga unggulan daerah. 5. Meningkatnya pemahaman,

penghayatan, dan pengamalan ajaran agama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara serta meningkatnya kepedulian dan kesadaran masyarakat dalam memenuhi

(3)

pelayanan pendidikan kepada warga masyarakat yang tidak mungkin terpenuhi kebutuhan pendidikannya melalui jalur formal; menurunkan kesenjangan partisipasi pendidikan antarkelompok masyarakat dengan memberikan akses yang lebih besar kepada kelompok

masyarakat yang selama ini kurang dapat terjangkau oleh layanan pendidikan seperti masyarakat miskin, masyarakat yang tinggal di wilayah perdesaan, terpencil dan kepulauan, masyarakat di daerah konflik, serta masyarakat penyandang cacat termasuk melalui penyelenggaraan

pendidikan alternatif dan pendidikan khusus; mengembangkan kurikulum yang disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta perkembangan global, regional, nasional dan lokal; mengembangkan pendidikan kewarganegaraan, pendidikan multikultural, dan pendidikan budi pekerti termasuk pengembangan wawasan kesenian, kebudayaan, dan

lingkungan hidup; menyediakan pendidik dan tenaga kependidikan serta menyediakan sarana dan prasarana pendidikan dalam jumlah dan kualitas yang memadai; meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan hukum bagi pendidik; mengembangkan teknologi informasi dan komunikasi di bidang pendidikan; mengembangkan sistem evaluasi, akreditasi dan sertifikasi termasuk sistem pengujian dan penilaian pendidikan; menyempurnakan manajemen pendidikan dengan

meningkatkan otonomi dan desentralisasi pengelolaan pendidikan; meningkatkan peran serta masyarakat dalam pembangunan pendidikan; menata sistem pembiayaan pendidikan yang berprinsip adil, efisien, efektif, transparan dan akuntabel termasuk penerapan pembiayaan pendidikan berbasis jumlah siswa (student-based financing) dan peningkatan anggaran

(4)

penyandang masalah kesejahteraan sosial; dan (3) meningkatkan pemberdayaan terhadap fakir miskin, penyandang cacat dan kelompok rentan sosial lainnya. 4. PEMBANGUNAN

KEPENDUDUKAN, DAN KELUARGA KECIL BERKUALITAS SERTA PEMUDA DAN OLAHRAGA dengan kebijakan yang diarahkan untuk: (1) mengendalikan pertumbuhan penduduk serta meningkatkan keluarga kecil berkualitas dengan: (a) mengendalikan tingkat kelahiran penduduk; (b) meningkatkan pemberdayaan dan ketahanan keluarga; (c) meningkatkan kualitas kesehatan reproduksi remaja serta pendewasaan usia perkawinan; (d) memperkuat kelembagaan dan jaringan KB; (2) menata pembangunan kependudukan dengan: (a) menata kebijakan persebaran dan mobilitas penduduk secara seimbang; dan (b) menata kebijakan

administrasi kependudukan; serta (3) meningkatkan partisipasi pemuda dalam pembangunan dan menumbuhkan budaya olahraga dengan: (a) mewujudkan keserasian kebijakan pemuda di berbagai bidang pembangunan; (b) meningkatkan peran serta pemuda dalam pembangunan sosial, politik, ekonomi, budaya dan agama; (c) meningkatkan potensi pemuda dalam

kepeloporan dan kepemimpinan dalam pembangunan; (d) melindungi generasi muda dari bahaya penyalahgunaan NAPZA, minuman keras, penyebaran penyakit HIV/AIDS, dan penyakit menular seksual di kalangan pemuda; (e) mengembangkan kebijakan dan manajemen olahraga; serta (f) membina dan memasyarakatkan olahraga. 5. PENINGKATAN KUALITAS

KEHIDUPAN BERAGAMA dengan kebijakan yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, pemahaman agama dan kehidupan beragama; serta peningkatan kerukunan intern dan antarumat beragama. Sasaran keempat adalah membaiknya mutu lingkungan hidup dan

pengelolaan sumber daya alam yang mengarah pada pengarusutamaan (mainstreaming) prinsip pembangunan berkelanjutan di seluruh sektor dan bidang pembangunan. Untuk mencapai sasaran tersebut, prioritas pembangunan diletakkan pada PERBAIKAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM DAN PELESTARIAN MUTU LINGKUNGAN HIDUP dengan kebijakan yang diarahkan untuk: (1) mengelola sumber daya alam untuk dimanfaatkan secara efisien, adil, dan berkelanjutan yang didukung dengan kelembagaan yang handal dan penegakan hukum yang tegas, (2) mencegah terjadinya kerusakan sumber daya alam dan lingkungan hidup yang lebih parah, sehingga laju kerusakan dan pencemaran semakin menurun; (3) memulihkan kondisi sumber daya alam dan lingkungan hidup yang rusak; (4) mempertahankan sumber daya alam dan lingkungan hidup yang masih dalam kondisi baik untuk dimanfaatkan secara

(5)

lingkungan hidup. Sasaran kelima adalah membaiknya infrastruktur yang ditunjukkan oleh meningkatnya kuantitas dan kualitas berbagai sarana penunjang pembangunan. Untuk mencapai sasaran tersebut, prioritas diberikan pada PERCEPATAN PEMBANGUNAN

INFRASTRUKTUR. Upaya ini dilakukan awalnya pada perbaikan infrastruktur yang rusak untuk memulihkan mengembalikan kinerja pelayanan dengan titik berat pada perbaikan infrastruktur Bagian I.1 – 19 pertanian dan perdesaan, infrastruktur ekonomi strategis, dan di daerah konflik. Upaya selanjutnya adalah perluasan kapasitas infrastruktur dengan fokus pembangunan infrastruktur baru yang diarahkan pada infrastruktur di daerah terpencil dan tertinggal, infrastruktur yang melayani masyarakat miskin, dan infrastruktur yang

menghubungkan dan atau melayani antardaerah. Partisipasi swasta didorong terutama untuk wilayah yang potensi pertumbuhan ekonominya besar untuk menjamin tingkat pengembalian (return) yang wajar. Disamping itu swasta akan didorong untuk melakukan pelayanan

infrastruktur atas nama pemerintah, dalam bentuk universal service obligation (USO) atau public service obligation (PSO). Penyempurnaan mekanisme PSO dititikberatkan pada pelayanan yang dilakukan oleh BUMN dan membuka kesempatan PSO untuk pelaku non BUMN/BUMD. Untuk menunjang transparansi dan akuntabilitas pelayanan, standar pelayanan minimum (SPM) di bidang infrastruktur akan diluncurkan sebagai benchmark kualitas pelayanan pemerintah. Dari sisi pemerintah, alokasi pembiayaan infratruktur diupayakan agar tidak menurun. Adapun untuk mendorong partisipasi swasta prioritas diletakkan untuk menciptakan dana investasi infrastruktur yang mampu memfasilitasi dan mempercepat realisasi investasi swasta di bidang infrastruktur. Dalam lima tahun mendatang, pembangunan sumber daya air diutamakan pada upaya konservasi guna mewujudkan keberlanjutan kapasitas pasok sumber daya air. Pendayagunaan sumber daya air diarahkan pada pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari terutama di wilayah rawan defisit air, wilayah tertinggal, dan wilayah strategis. Selain itu, pendayagunaan juga diarahkan untuk pemenuhan kebutuhan air irigasi pertanian rakyat dalam rangka mendukung program ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Penyediaan air irigasi dilakukan melalui peningkatan fungsi jaringan irigasi, rehabilitasi, dan peningkatan kinerja operasi dan

pemeliharaan dengan mempertimbangkan ketersediaan air dan kesiapan petani, terutama pada daerah lumbung padi nasional. Pengendalian daya rusak air terutama dalam hal penanggulangan banjir dilakukan dengan menyeimbangkan pendekatan konstruksi dan non-konstruksi.

(6)

keterlibatan semua pemangku kepentingan, serta menggali dan mengembangkan modal sosial.. Dalam pada itu pembangunan transportasi diprioritaskan antara lain untuk: memperbaiki kondisi kualitas parasarana dan sarana terutama menghilangkan backlog pemeliharaan dan rehabilitasi, seperti prasarana dan angkutan jalan, prasarana dan sarana kereta api, angkutan sungai, danau, dan penyeberangan, angkutan laut dan udara; memperbaiki pelayanan sesuai dengan standar pelayanan yang memenuhi ketentuan-ketentuan standar internasional; mendukung pemerataan dan keadilan pelayanan transportasi baik antar wilayah maupun antar golongan masyarakat, melalui pembangunan transportasi terpadu yang berbasis pengembangan wilayah, terutama dengan membangun jaringan pelayanan prasarana dan sarana serta subsidi pelayanan transportasi pada daerah-daerah yang terpencil, perbatasan dan daerah yang masih kurang maju, maupun mengembangkan transportasi perkotaan yang terjangkau dan berkelanjutan. Sementara itu pembangunan perumahan diprioritaskan pada upaya untuk meningkatkan jumlah penduduk yang memiliki dan mendiami rumah layak huni melalui peningkatan akses kapital untuk melakukan pembangunan dan perbaikan rumah, terutama bagi masyarakat berpendapatan rendah dan sektor informal; mengembangkan pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) bagi

masyarakat berpendapatan rendah, baik yang dibiayai oleh pemerintah maupun swasta; serta mengurangi luasan kawasan kumuh di kawasan perkotaan, desa nelayan, dan desa eks transmigran. Bagian I.1 – 20 Pembangunan air minum dan penyehatan lingkungan diarahkan pada upaya untuk meningkatkan cakupan pelayanan air minum perpipaan dan sanitasi dasar secara nasional yang berkualitas, efisien, dengan harga terjangkau oleh semua lapisan

(7)

tenaga listrik terutama untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik nasional khususnya di daerah krisis listrik; meningkatkan efisiensi sistem kelistrikan nasional di sisi pembangkitan, transmisi, distribusi dan manajemen pengelolaan serta di sisi konsumen; mengembangkan listrik perdesaan dalam rangka mengembangkan sosial ekonomi wilayah perdesaan terutama wilayahwilayah yang memiliki potensi ekonomi produktif dan memiliki potensi energi setempat. Pembangunan pos dan telematika diprioritaskan untuk meningkatkan efisiensi melalui restrukturisasi

penyelenggaraan pos dan telematika yang meliputi penyehatan dan peningkatan kinerja BUMN penyelenggara pos dan penyiaran, serta penciptaan kompetisi yang setara dan berimbang (level playing field) pada penyelenggaraan telekomunikasi; meningkatkan akses penyediaan serta layanan pos dan telematika di daerah USD/PSO; dan meningkatkan kemampuan masyarakat dan industri dalam negeri dalam pemanfaatan dan pengembangan teknologi informasi dan

komunikasi beserta aplikasinya. Dalam rangka meningkatkan efektivitas pelaksanaan

pembangunan untuk mencapai sasaransasaran pembangunan dibutuhkan ketersediaan data dan informasi yang akurat Dalam kaitan itu dilaksanakan program penyempurnaan dan

Referensi

Dokumen terkait

Dawud, Ahmad ibn Hanbal dalam Musnad Ahmad , dan lain sebagainya. Pada mulanya Hadis kategori ini memiliki kelemahan berupa periwayat yang kurang d}abit}, sehingga

Sedangkan tentang pembiayaan dari dana cadangan untuk membiayai kegiatan yang dananya tidak bisa dibiayai dalam satu tahun anggaran, Pemerintah Kabupaten Jombang

Hal ini sesuai dengan penelitian sebelumnya, tetapi hasil pe- nelitian ini lebih rendah dari Youssef et al, (2013) yang menunjukkan bahwa penambahan sinbiotik sebagai

1) Observasi dan wawancara dengan kelompok tani NUJU TANI di Desa Curut Kecamatan Penawangan Kabupaten Grobogan tentang penggunaan pestisida oleh petani, meliputi jenis dan

Info Box berfungsi untuk menampilkan elemen-elemen peng- gambaran yang sedang terpilih pada ToolBox maupun untuk memilih metode konstruksi (penggambaran), pengubahan metode geometri,

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah sesuai dengan Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 84 tahun 2016 melaksanakan fungsi

Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan dampak kebijakan kebudayaan yang sudah diterapkan terhadap komunitas seni dan tradisi budaya Banyuwangi, khusunya Using,

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2014 tentang Statuta Universitas Airlangga Pasal 59 disebutkan Program Pascasarjana berubah nama menjadi Sekolah Pascasarjana