PENYEBAB SISWA/I X IPS 1 YANG DUDUK DIBELAKANG
TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR
Di Susun Oleh :
Raden Aliefah Oktaviana
Nisn : 0010506154
PEMERINTAH KABUPATEN BOGOR
SMA NEGERI 1 CIGOMBONG
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam proses pembelajaran bahwa penguasaan pengetahuan dan keterampilan hidup yang dibutuhkan siswa dalam menghadapi kehidupan rill adalah merupakan tujuan pendidikan. Tetapi dalam proses pembelajaran dalam kelas bagaiamana siswa dapat menguasai dan memahami bahan ajar secara tuntas masih merupakan masalah yang sulit. Hal tersebut dikarenakan bahwa dalam satu kelas para siswa adalah merupakan makhluk sosial yang mempunyai latar belakang yang berbeda. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari aspek kecerdasan, pisikologis, biologis. Posisi menentukan prestasi. Sering kita dengar statement ini di lingkungan akademik. Lebih-lebih jika musim ujian sekolah dan tidak ada ketentuan tempat duduk, berebutlah siswa untuk memilih duduk di bangku belakang. Hal ini disebabkan oleh anggapan siswa bahwa bangku belakang adalah posisi paling aman dan nyaman untuk mencontek. Apalagi jika pengawas dalam kelas sibuk dengan handphone-nya dan enggan berkeliling. Rupanya, posisi duduk merupakan pilihan yang melambangkan karakter seseorang. Apabila kita mengamati dalam suatu acara misalnya, maka yang mendapat fasilitas VIP dan duduk di deretan terdepan adalah orang-orang dengan keistimewaan tetentu. Bisa jadi karena jabatan atau peran sosial. Bila kita sambungkan fenomena ini ke dalam kelas, maka siswa-siswi yang duduk di deretan terdepan adalah siswa-siswi VIP karena memiliki mental yang berani dan percaya diri.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang menyebabkan murid yang duduk dibelakang terganggu konsentrasi belajarnya?
2. Akibat konsentrasinya terganggu dampak apa yang timbul terhadap prestasi belajar mereka?
C. Tujuan
1. Untuk memberitahu pembaca apa yang menjadi penyebab murid yang duduk di belakang terganggu konsentrasi belajarnya sehingga berdampak buruk akan prestasi belajar mereka, 2 hal yang saling berkegantungan ini perlu diketahui pembaca agar bisa menjadi sebuah pelajaran untuk dirinya sendiri ataupun kerabatnya.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Proses belajar tentunya tidak lepas dari ranah dunia pendidikan, salah satunya sekolah, sehingga kontribusi terhadap pengoptimalan prestasi belajar siswa di tempat tersebut sangat besar. Gaya belajar adalah salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian. Gaya belajar menentukan bagaimana dia bisa menyerap sesuatu melalui inderanya diantara panca inderanya, indera mana lebih berkembang pada saat proses belajar tersebut berlangsung. Belajar menurut Slameto (dalam Djamarah, 2002)) adalah proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksinya dengan lingkungan.
Winkel (Sunarto. 2012) mengemukakan bahwa prestasi belajar mrupakan bukti keberhasilan yang telah dicapai oleh seseorang.Setiap indvidu berharap bahwa setiap kegiatan yang dilakukan menghasilkan suatu prestasi. Prestasi belajar adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kmampuan siswa dalam melakukan kegiatan belajarnya sesuai dengan bobot yang dicapainya, bobot yang dimaksud dalam hal ini adalah nilai siswa yang dapat dilihat atau dinyatakan dalam bentuk raport.