BAB II
PEMBAHASAN
A. Kosmologi Ilmu Pengtahuan
Istilah kosmologi berasal dari kata yunani kosmos yang dipakai oleh Pythagoras untuk melukiskanketeraturan dan harmoni pergerakan benda-benda langit. Istilah ini dipakai lagi pada pembagian filsafat cristian wolff. Kosmologi adalah ilmu alam semesta tentang kosmos atau universe. Istilah universe ditunjukan kepada segenap yang ada yang
terciptamulai dari atom, molekul, batu, metal, gas, Tumbuhan dan segala yang ada lainnya. Dalam pengunaan modern para ilmuan mengeukakan kosmologi adalah cabang ilmu pengetahuan yang berupaya memahami struktur ruang waktu dan komposisi alam semesta skala besar dengan menggunakan metode ilmu pengetahuan alam.
B. Teori Terbentuknya Alam Semesta Menurut Ilmu Pengetahuan
Alam semesta adalah Menurut KBBI kata ‘ALAM’ memiliki arti segala yang ada di langit dan
di bumi, sedangkan ‘SEMESTA’ berarti seluruh; segenap; semuanya: semua yang ada dialam tidak dapat lepas dari takdirnya masing-masing berlaku untuk seluruh dunia universal. Menurut orang babilonia sekitar tahun 700-600 mengatakan bahwa alam semesta merupakan suatu ruangan atau selungkup dimana bumi yang datar sebagai lantainya.
Manusia berusaha memahami alam semesta ini dari zaman dahulu bahkan sampai sekarang. Pada jaman kejayaan Yunani, orang percaya bahwa Bumi merupakan pusat dari alam semesta ini ( Geosentrisme ). Namun, berkat pengamatan dan pemikiran yang lebih tajam, pandangan itu berubah sejak Zaman abad pertengahan yang dipelopori oleh Copernicus menjadi Heliosentrik, yaitu matahari menjadi pusat beredarnya bumi dan planet-planet lain. Pengertian alam semesta itu sendiri mencakup tentang Mikrokosmos dan Makrokosmos. Mikrokosmos ialah benda-benda yang mempunyai ukuran yang sangat kecil, misalnya atom, elektron, sel, amoeba, dan sebagainya.Sedangkan makrokosmos ialah benda-benda yang mempunyai ukuran yang sangat besar, misalnya bintang, planet ataupun galaksi. Dengan diperolehnya berbagai pesan dan beraneka ragam cahaya dari benda-benda langit yang sampai di bumi.
Pada tanun 1665 ilmuan bangsa inggris Robert Hooke dengan dengan mengunakan mikroskop yang masih sederhana. Pada tahun1869 friedrick miescher seorang ahli biokimia berhasil memisahkan suatu zat dari inti sel. Zat ini sekarang para ilmuan dinamakan asam deoksiri bonykleat atau di singkat DNA yang merupakan mata rantai antara zat bernyawa dan tak beranyawa. Pada tahun 1950 maurice wikins seorang ahli biofisika mulai meneliti rahasia kehidupan yang menyangkut perbanyakan diri atau berkembang dengan bantuan kristalografi sinar X untuk menyikap struktur DNA.
Pada tahun 1953 James Watson seorang ahli biologi dan Francis Crick seorang ahli fisika dapat membuktikan bahwa struktur DNA bukan sederhana melainkan pilin rangkap yang dapat terbelah menjadi dua.
Mempelajari microkosmos benar-benar menakjubkan dalam ukuran yang sangat kecil berorde angestrum bukan merupakan suatu yang aneh. Sama dengan makrokosmos dengan ukuran yang sangat besar Berorde milyars juga bukan sesuatu yang jarang.
b. Makrokosmos
Setelah Galilie 1564-1642 menemukan teleskop makin banyak benda langit dikemukakan. Tetapi bukan berarti para ilmuan sebelumnya mengamati gerak-gerik tata surya. Keindahan benda langit sangat menarik perhatian.banyak teori yang ditemukan para ilmuan tentang terbentuknya tata surya.
Pada awal abad 20 salah satu teori menyatakan bahwa planet-planet terbentuk dari sebagian matahari yang terlempar keluar disebabkan karena bintang lain yang bergerak mendekati matahari. Sehingga terjadi gaya tarik bergerak mendekati matahari , gaya tarik dari bintangmenyebabkan sebagian bahan matahari terlempar keluar dan membentuk planet. Teori kondensasi dikemukakan oleh Gerald P Kuiper dan CF Van Wiszacker mengatakan mula-mula ada kabut gas dan debu atau nebula, karena mendingin lalu menyusut berputar lama makin cepat lalu membentu bulat pipih seperti cakram. Kebanyakan bahan berada di tengah dan membentuk matahari sedangkan bahan yang keluar membentuk planet-planet. Jika tata surya tersebut sesuai dengan teori ini tentu di alam semesta ini terdapat dialam tata surya.
C. Teori Terbentuknya Alam Semesta
a. Teori Keadaan Tetap (Steady–state Theory)
semesta, dimana pun dan bilamanapun selalu sama. Berdasarkan prinsip tersebutlah alam semesta terjadi pada suatu saat tertentu dimasa yang telah lalu sampai sekarang. Segala sesuatu di alam semesta ini selalu tetap sama walaupun galaksi-galaksi saling bergerak menjauhi satu sama lain. Teori ini ditunjang oleh kenyataan, bahwa galaksi baru mempunyai jumlah yang sebanding dengan galaksi lama.Dengan kata lain bahwa tiap-tiap galaksi yang terbentuk, tumbuh, menjadi tua, dan akhirnya mati, jadi, teori ini beranggapan bahwa alam semesta itu tak terhingga besarnya dan tak terhingga tuanya ( Tanpa awal dan tanpa akhir )
b. Teori Ledakan Besar (Big Bang Theory)
Teori ledakan ini bertolak dari asumsi adanya suatu massa yang sangat besar dan mempunyai berat jenis yang juga sangat besar. Kemudian massa tersebut meledak dengan hebat karena adanya reaksi inti (George Lemaitre, 1930). Massa itu kemudian berserak mengembang dengan sangat cepatnya menjauhi pusat ledakan. Setelah berjuta-juta tahun, massa yang berserak itu membentuk kelompok-kelompok galaksi yang ada sekarang. Mereka harus bergerak menjauhi titik pusatnya. Teori ini didukung oleh kenyataan dari pengamatan bahwa galaksi-galaksi itu memang bergerak menjauhi titik pusat yang sama. Selain itu, teori ini didukung oleh pakar astronomi Arno Penzias dan Robert Wilson yang menemukan radiasi gelombang mikro.
D. Teori Terbentuknya Galaksi a. Galaksi
Ada satu Hipotesis (dugaan sementara yang harus teruji kebenarannya sehingga ia menjadi teori), yaitu hipotesis Fowler (1957), menurutnya 12 ribu tahun yang lalu, galaksi kita tidak seperti keadaan seperti sekarang ini, ia masih berupa kabut gas hidrogen yang sangat besar yang berada di ruang angkasayang bergerak perlahan melakukan rotasi sehingga keseluruhannya berbentuk bulat, karena gaya beratnya maka ia mengadakan kontraksi dan kondensasi sambil terus berputar pada sumbunya. Saat kontraksi massa bagian luar banyak yang tertinggal. Bagian yang berkisar (berputar) lambat dan mempunyai berat jenis yang besar akan membentuk bintang-bintang. Dengan cara yang sama bagian luar yang tertinggal juga mengadakan kondensasi sehingga terbentuklah planet. Demikian juga planet membentuk satelit bulan. Galaksi, tempat matahari kita berinduk diberi nama MILKY WAY atau BIMA SAKTI.
Dari hasil pengamatan selanjutnya, ternyata di alam semesta terdapat beribu-ribu galaksi dengan berbagai bentuk dan ukuran yakni :
a. Galaksi Elips
Galaksi Elips merupakan galaksi yang sudah tua, terbentuk dari bintang-bintang yang sudah tua, lebih redup dibandingkan tipe spiral dengan banyak bintang merah besar, pambentukan bintang baru sudah berhenti.
b. Galaksi Spiral
Galaksi Spiral berbentuk spiral amat besar dengan inti di tengah (nukleus)dan lengan spiral dan cakram (disk). Pada lengan ini terkonsentrasi debu dan gas (nebulae) dimana terdapat pembentukan bintang aktif, bila dilihat dari samping, galaksi ini tampak seperti elips berlengan dan dikelilingi atmosfer bercahaya, serta terdapat lingkaran-lingkaran kumpulan beribu-ribu bintang yang disebut Globular Cluster. Jumlah galaksi ini kurang lebih 80% dari galaksi yang ada. Salah satu contoh galaksi spiral adalah galaksi Canes Venatici.
c. Galaksi Tak Beraturan
Galaksi Tak Beraturan terdiri dari bermiliar-miliar bintang muda berwarna putih kebiruan dan bintang raksasa biru yang sangat panas. Diantara bintang-bintang tersebut bertebaran gas dan debu luar angkasa. Banyaknya galaksi berbentuk tak beraturan ialah 3%
d. Bima Sakti
Induk dari matahari kita ialah galaksi Bima Sakti atau Milky Way karena berdasarkan pengamatan Galaksi Bima Sakti bila dilihat dari atas berwujud seperti spiral raksasa yang berputar. Dari samping terlihat seperti elips yang sangat besar. Bintang-bintang bertebaran dalam lengan spiral diantaranya matahari kita. Jaraknya 30.000 tahun cahaya dari pusat galaksi atau 20.000 tahun cahaya dari ujung atau pinggir galaksi. Galaksi Bima Sakti bergaris tengah 100.000 tahun cahaya. Makin ke tengah tebaran bintang makin merapat dan diperkirakan pusat galaksi merupakan bola bintang raksasa sehingga galaksi ini berbentuk bulat pipih seperti kue cucur.
E. Teori Tentang Terbentuknya Tata Surya
Terdiri dari benda-benda seperti meteor-meteor, planet, satelit, komet-komet, debu dan gas antar planet yang beredar mengelilingi matahari sebagai pusatnya. Banyak teori yang dikemukakan tentang terbentuknya tata surya namun dari beberapa teori tersebut belum ada satu pun yang diterima oleh semua pihak, teori-teori tersebut diantaranya
Dikemukakan oleh Kant dan Laplace (1796) yang meyakini terbentuknya tata surya merupakan kondensasi awan panas atau kabut gas yang sangat panas yang sebagian terpisah dan merupakan cicin yang mengelilingi pusat. Pusatnya itu menjadi sebuah bintang atau matahari. Bagian yang mengelilingi pusat tersebut berkondensasi membentuk suatu formula yang serupa dengan terbentuknya matahari tadi setelah mendingin benda ini akan menjadi planet-planet seperti bumi dengan benda-benda yang mengelilinginya.
b) Hipotesis planettesimal
Dikemukakan oleh Chamberlain dan Moulton. Hipotesis ini bertitik tolak dari pemikiran yang sama dengan teori Nebular yang menyatakan bahwa system tata surya terbentuk dari kabut gas yang sangat besar, berkondensasi, perbedaannya ialah terletak pada asumsi bahwa terbentuknya planet-planet itu tidak harus dari satu badan, tetapi diasumsikan adanya bintang besar lain yang kebetulan sedang lewat di dekat bintang yang merupakan bagian dari tata surya kita. Kabut gas dari bintang lain itu sebagian terpengaruh oleh daya tarik matahari kita dan setelah mendingin terbentuklah benda-benda yang disebut Planettesemal. Planettesemal merupakan benda-benda kecil yang padat. Teori ini merupakan jawaban dari pertanyaan mengapa ada satelit-satelit pada Jupiter maupun saturnus yang orbitnya berlawanan rotasi planet itu.
c) Teori Tidal atau teori pasang surut
Dikemukakan oleh James dan Harold Jeffreys (1919). Menurutnya planet merupakan pecikan dari matahari yang disebut Tidal. Tidal yang besar akan menjadi planet baru disebabkan karena bergerak mendekatnya dua matahari, hal ini jarang sekali terjadi. Seperti dalam teori diatas bahwa dua bintang yang saling mendekat akan membentuk planet yang baru.
F. Terbentuknya Alam Semesta Menurut Agama Buddha
literatur Buddhisme memberikan gambaran dan penjelasan yang terperinci mengenai kosmos dikarenakan hal ini memainkan peranan dalam perjuangan mencapai Kebebasan.
a. Penyusun Alam Semesta
Alam semesta memiliki luas yang tidak terkira dan apa yang ada di dalamnya pun tidak terhitung jumlahnya. Namun semua yang terkandung di dalam alam semesta memiliki dasar penyusun yang sama. Dalam Buddhisme ada tiga komponen yang menyusun hakekat alam semesta yaitu Citta, Cetasika, dan Rupa. Rupa secara mudah dapat dikatakan sebagai materi atau jasmani (sebutan untuk makhluk). Sedangkan Citta dan Cetasika sebenarnya merupakan bagian dari Nama atau secara mudah dapat disebut batin. Nama secara rinci terdiri dari unsur perasaan (Vedana), pencerapan (Sanna), bentuk-bentuk pikiran (Sankhara), ketiganya termasuk dalam kelompok Cetasika, dan kesadaran (Vinnan) yaitu Citta.
Berikut ini definisi dari komponen penyusun hakikat alam semesta menurut Abhidhammatthasangaha. Secara harfiah rupa berarti 'yang berubah'. Rupa (bentuk) adalah keadaan yang dapat bercerai atau berubah padam dengan kedinginan dan kepanasan. Contoh sifat Rupa yang selalu berubah yaitu kulit Anda yang berubah menjadi kemerah-merahan dan meradang pada kondisi suhu yang sangat panas. Secara keseluruhan, ada 28 jenis Rupa.
Citta dapat dijelaskan sebagai keadaan yang mengetahui obyek atau keadaan yang menerima, mengingat, berpikir, dan mengetahui obyek. Secara singkat Citta dapat diartikan sebagai kesadaran/pikiran. Setiap saat kita sadar akan berbagai obyek. Di sini ‘kesadaran’ bukan berarti pemahaman secara pengetahuan ataupun melalui kebijaksanaan melainkan kemampuan untuk menangkap obyek melalui organ indera. Ketika melihat suatu obyek tampak timbullah kesadaran penglihatan. Ketika mendengar suatu suara timbullah kesadaran suara.
b. Sistem Dunia
Dalam paham Theravada kita memiliki sebuah sistem dunia tunggal (single-world system) dan sebuah sistem dunia yang beragam (multiple-world system). Dalam sistem dunia tunggal alam semesta merupakan sebuah piringan datar yang disebut cakkavala, dengan alam-alam surga (dewa) dan alam-alam brahma yang ada di atas piringan, dan alam-alam rendah (neraka) di bawahnya. Istilah cakkavala dari bahasa Pali yaitu cakka (Sansekerta: cakra) yang berarti bidang yang menyerupai bola atau roda. Istilah ini dimaksudkan untuk menggambarkan galaksi yang berbentuk pipih dan spiral.
Di tengah cakkavala terdapat Gunung Meru setinggi enam puluh ribu yojana. Setengah dari gunung ini terbenam dalam air dan hanya bagian atasnya yang terlihat. Ada enam gunung lainnya yang mengelilingi cakkavala dan saling berhubungan. Ruang di antara gunung-gunung tersebut ditempati oleh berbagai jenis samudera. Salah satunya dinamakan Samudera Agung (Mahasamudra), di mana terdapat empat buah benua, yang terletak di utara (Uttarakuru), selatan (Jambudipa), timur (Pubbavideha), dan barat (Aparayojana). Manusia menempati benua di Jambudipa.
Di puncak Gunung Yugandhara dengan ketinggian setengah dari Gunung Meru, terletak alam dewa Catumaharajika sedangkan di puncak Gunung Meru terletak surga Tavatimsa tempat tinggal Sakka raja para dewa. Empat alam dewa yang lebih tinggi yaitu Yama, Tusita, Nimmanarati, dan Paranimmitavasavatti terletak di angkasa, terpisah dari bumi (Jambudipa). Berbagai jenis alam surgawi melayang-layang di atas cakkavala tersusun dalam tiga tingkatan alam yaitu alam di mana makhluk-makhluknya masih senang dengan nafsu indera dan terikat dengan panca indera (kama-loka) alam kehidupan tempat tinggal para brahma yang memiliki wujud/bentuk (rupa-loka) dan alam kehidupan para brahma yang tidak memiliki wujud/bentuk (arupa-loka). Alam berasal alam rendah terletak di bawah pulau Jambudipa.
Masing-masing dari satu milyar dunia besar tersebut terdapat satu cakkavala dengan tujuh gunung yang melingkar konsentris dengan sebuah matahari dan sebuah bulan. Keseluruhan sistem dunia ini bertahan selama satu mahakalpa (sekitar satu milyar tahun) dan kemudian hancur, dan setelah itu kembali terbentuk.
Hal ini diterangkan oleh Sang Buddha sebagai jawaban atas pertanyaan Bhikkhu Ananda dalam Anguttara Nikaya sebagai berikut :
"Ananda apakah kau pernah mendengar tentang seribu culanika lokadhatu (tata kecil) ?.... Ananda, sejauh matahari dan bulan berotasi pada garis orbitnya, dan sejauh pancaran sinar matahari dan bulan di angkasa, sejauh itulah luas seribu tata surya. Di dalam seribu tata surya terdapat seribu matahari, seribu bulan, seribu Sineru, seribu Jambudipa, seribu Aparayojana, seribu Uttarakuru, seribu Pubbavidehana ... Inilah, Ananda, yang dinamakan seribu tata surya kecil (sahassi culanika lokadhatu). Ananda, seribu kali sahassi culanika lokadhatu dinamakan "dvisahassi majjhimanika lokadhatu". Ananda, seribu kali dvisahassi majjhimanika lokadhatu dinamakan "tisahassi mahasahassi lokadhatu". Ananda, bilamana Sang Tathagata mau, maka ia dapat memperdengarkan suara-Nya sampai terdengar di tisahassi mahasahassi lokadhatu, ataupun melebihi itu lagi."
Sesuai dengan kutipan di atas dalam sebuah Dvisahassi Majjhimanika lokadhatu terdapat 1.000 x 1.000 = 1.000.000 tata surya. Sedangkan dalam Tisahassi Mahasahassi lokadhatu terdapat 1.000.000 x 1.000 = 1.000.000.000 tata surya. Alam semesta bukan hanya terbatas pada satu milyar tata surya saja, tetapi masih melampauinya lagi.
bahwa alam semesta ini diam dan kaku adanya. Teori ini pun banyak ditentang oleh para ilmuwan. Teks Buddhis juga menyebutkan jenis makhluk makhluk yang sangat berbeda dengan manusia yang mendiami dunia ini seperti yang dikenali oleh orang awam. Disebutkan juga bahwa ada berbagai macam makhluk (makhluk-makhluk deva dan brahma) yang mengunjungi dunia ini (bumi). Hal ini secara tidak langsung telah menjelaskan pertanyaan tentang adanya kehidupan di planet (alam) lain dan tentang adanya alien yang mengunjungi bumi ini dari dunia extra-terrestrial.
c. Hukum Tertib Kosmis/Tertib Semesta 1. Utu Niyama
Hukum fisik anorganik (physical laws). Mengatur fenomena musiman dari angin dan hujan, perubahan musim, temperatur, energi dan sebagainya.
2. Bijja Niyama
Hukum biji-bijian atau fisik organik (biological laws). Mengatur proses pertumbuhan tanaman dari biji-bijian, pertumbuhan sel dan pembentukan janin. 3. Citta Niyama
Hukum pikiran (psychic laws). Mengatur proses kesadaran, kekuatan pikiran, telepati, mata dewa, telinga dewa, kemampuan mengingat kehidupan lampau, meramal dan sebagainya
4. Dhamma niyama
Hukum realita (the general laws of cause and effect). Mengatur gejala alam yang tidak diatur oleh hukum lain contohnya yang terjadi pada saat kelahiran terakhir Bodhisatta, parinibbana-Nya Buddha, dan sebagainya. d. Terbentuknya Bumi Dan Manusia Menurut Aganna Sutta