• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perkembangan Individu dari aspek emosi docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Perkembangan Individu dari aspek emosi docx"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PEMBAHASAN A. APAKAH PERKEMBANGAN ITU

Kalau kita teliti buku-buku yang membicarakan masalah ini ,maka akan ternyata , bahwa ja waban para ahli terhadap pertanyaan “apakah perkembangan itu “ adalah bermacam-macam sekali. Akan tetapi betapun juga perbedan-bedannya pendapat para ahli tersebut, namun samuanya mengakui bahwa pekembangan itu adalah suatu perubahan ;perubahan kea rah yang lebih maju, lebih dewasa. Secara teknis. Perubahan tersebut biasanya disebut proses. Jadi pada garis besarnya para ahli sependapat, bahwa perkembanagan itu adalah suatu proses. Tetapi apabila persoalan kita lanjutkan dengan mempersoalkan proses apa maka disini kita dapatkan lagi bermacam-macam jawaban, yang pada pokoknya berpangkal kepada pendirian masing-masing ahli. Pendapat atau konsepsi yang bermacam-macam itu pada pokoknya kita golongkan-golongkan kita menjadi tiga golongan, yaitu :

(1) Konsepsi-konsepsi para ahli yang mengikuti aliran asosiasi

(2) Konsepsi-konsepsi para ahli yang mengikuti Gestlat dan Non-Gestalt, dan (3) Konsepsi-konsepsi para ahli yang mengikuti aliran sosiologisme .

1. Aliran Asosiasi

Para ahli yang mengikuti aliran asosiasi berpendapat, bahwa pada hakekatnya perkembangan itu adalah proses asosiasi. Bagi ahli yang mengikuti aliran ini yang primer adalah bagian-bagian, bagian-bagian ada lebih dulu, sedangkan

keseluruhan ada lebih kemudahan. Bagian-bagian itu terkait satu sama sama lain menjadi suatu keseluruhan oleh asusiasi. Jadi misalnya bagian terbentuknya pengertian lonceng pada anak , mungkin aan diterangkan demikian : anak-anak itu mendengar suara lonceng lalu memperoleh kesan pendengeran bagai mana tentang lonceng; selanjutnya mungkin anak-anak itu melihat lonceng tersebut lalu mendapat kesan pengelihatan ( mengenai warna dan bentuk ) ; selanjutnya mungkin anak itu mempunyai kesan meraba jika sekiranya dia

mempunyai kesempatan untuk meraba lonceng tersebut. Jadi gambaran mengenai lonceng itu makin lama makin lengkap ; kesan-kesan secara asosiatif terhubung satu sama lain.

Salah seorang tokoh aliran asosiasi yang terkenal adalah John Locke berpendapat bahwa pada permulaanya jiwa anak itu adalah bersih semisal

(2)

atau empiri. Dalam hal ini Locke membedakan adanya dua macam pengalaman, yaitu :

a) Pengalaman luar, yaitu pengalaman yang diperoleh dengan melalui panca indra, yang menimbulkan “sensations” dan

b) Pengalaman dalam, yaitu pengalaman mengenai keadaan dan kegiaatan batin sendiri, yang menimbulkan reflexions

Kedua macam pesan itu, yaitu sensations dn reflexions ,erupakan pengertian yang sederhana, yang kemudian dengan asosiasi membentuk pengertian yang kompleks

Aliran asosiasi tersebut setidak-tidaknya dalam bentuknya seperti yang dikemukakan diatas itu, kini tinggal ada dalam sejarah, akan tetapi pengaruhnya dalam lapangan pendidikan dan pengajaran belum lama di tinggalkan orang. Metode mengajar membaca dan menulis sintetis, metode menggambar secara sintetis, belum lama kit tinggalkan, atau malah mungkin masih ada yang mengikuti ; metode-metode tersebut dasar piskologisnya adalah piskologi asosiasi.

2. Piskologi Gastelt

Pengikut-pengikut aliran piskologi Gestalt mengemukakan konsepsi yang berlawanan dengankonsepsi yang dikemukakan oleh para ahli yang mengikuti aliran asosiasi. Bagi para ahli yang menhgikuti aliran Gestlt, perkembangan itu adalah proses diferiansasi . dalam proses diferensiasi itu yang primer adalah keseluruhan, sedangkan bagian-bagian adalah sekunder; bagian-bagian hanya mempunyai arti sebagai bagian daripad keseluruhan dalam hubungan fungsional dengan bagian-bagian yang lain; keseluruhan ada terlebih dahulu baru disusul oleh bagian-bagiannya . kalau kita ketemu dengan seorang teman misalnya, dari kejahuan yang kita saksikan terlebih dahulu bukanlah bajunya yang baru atau vuipenya yang bagus, atau dahinya yang terluka, melainkan justru teman kita itu sebagai keseluruhan, sebagai Gestlt; baru kemudian menyusul kita

saksikanadanya hal-hal khusus tertentu, seperti misalnya bajunya yang baru, vulpen yang bagus, dahinya yang terluka, dan sebagainya.

Seorang anak kecil yang di rumahnya ad seekor kucing yang dinamai

“Melati”;mula-mula akan menyebut semua kucing yang dijumpainya ---mungkin juga bahkan harimau di kebun binatang ---dengan nama “Melati”, baru kemudian dia dapat bahwa tidak semua kucing itu namanya “Melati” ; ada kucing yang mempunyai nama-nama lain, seperti “Menir”, “Mawar”, “Pahing”, dan

(3)

“Memo” ( bemo): baru kemudian dia mengetahui bahwa mobil itu ada yang namanya bemo,jeep,truck,sedan, dan sebagainya

Juga pengenalan anak kepada duni luar merupakan proses difrensasi. Mula-mula anak merasa satu dengan dunia sekitarnya, baru kemudian ada difrensasi : dia merasa (mengetahui)dirinya sebagai sesuatu yang berbeda dari dunia sekitarnya. Lebih jauh dia dapat membedakan bahwa duni sekitarnya itu terdiri dari manusi dan bukan manusia, dan selanjutnya manusia-manusi itu berbagi-bagi pula , ada ibu dan bukan ibu,; dan bukan ibu itu ada yang namanya ayah ,

kakek,nenek, paman,mbok Yem, dan sebagainya.selanjutnya aliran Neo-Gastlt yang bentuk nyatanya salah satu adalah aliran piskologis medan (yang dirintis oleh krut lewis) terhadap proses difrensasi itu maish menambahkan lagi proses stratifikasi. Struktur pribadi digambarkan sebagai terdiri dari lapisan-laoisan (strata) ; lapisan-lapisan itu makin lama makin bertambah. Anak kecil pisiknya mula-mula hanya terdiri dari satu lapis; apa yang dinampakkan keluar itu pulalah adanya didalm: tidak ada hal yang disembunyikan. Karna itu lah anak kecil tidak akan berdusta dengan sengaja, jika sekiranya dia berdusta, maka dia adalah dusta khayal. Makin bertambah dewasa dia, maka lapisan-lapisan akan terbentuk dan bertambah,. Demikianlah pada kita orang dewasa , isi btin kita dapat di

gambarkan sebagai lapisan-lapisan : lapisan paling luar gampang terpengaruh dari luar dan dinyatakan keluar, lapisan paling dalam adalah hal yang paling bersifat pribadi, mungkin dipandang hal yang palingbersifat “top secret”, hal yang tidak akan dinyatakan kepada setip orang, melaikan hanya akan dinyatakan kepada seseorang(atau orang-orang) tertentu ; juga halini merupakan hal yang paling di pertahankan dan paling sukar untuk dipengaruhi dari luar.

Banyak ahli pisklogi mempertentangkan aliran asesiasi dan aliran piskologi Gestlt itu sebagai piskologi lama pertentangan denan piskologi modern. Pada waktu ini konsepsi Gstalt dan Non-Gestalt itu di terima oleh sebagian besar ahli, walaupun denan variasi yang sedikit berbeda-beda antara yang satu dari yang lain. 3. Aliran Sosiologisnya

(4)

sosiologi, piskologi dan fisafat.Karya utamanya dalam piskologi perkembangan adalah : “Mental Development in the Child and the Race” .(1895).

Pengaruh Baldwin terutama karena hipotensisnya tentang “Circular reaction”. Dengan berpangkal kepada kesajajaran pada otogesesis dan phyogenesis Baldwin menerangkan perkembangan sebagai proses sosialisasi dalam bentuk imitasi yang berlangsung dengan adaptasi dan seleksi . adaptasi ini dan seleksi ini berlangsung atas dasaar hokum efek (law of effect). Juga tingkah laku pribadi diterangkan sebagai imitasi. Kebiasaan adalah imitasi terhadap diri sendiri, sedangkan adaptasi adalah peniruan terhadap orang lain. Oleh efeknya tingkah laku atau aktifitas dapat di bangunkan atau dipertahankan; oleh efeknya sendiri itu aktifitas mendapatkan faedah atau prestasi yang lebih tinggi. Dalam hal yang demikian inilah terkadang daya kreasi, sehingga manusia menemukan dan menggunakaan alat-alat ini timbul dari pada peniruan diri sendiri. Dengan meniru “aku”-nya sianak adalah pemancaran kembali “aku” yang lain yang menjadi obyek menirunya. Selanjutnya Baldwin berpendapat, bahwa setidak-tidaknya ada dua macam, yaitu ;

a) Nondeliberate imitation, dan b) Deliberate imitation.

Nondeliberate imitation misalnya terjadi kalau anak meniru gerakan-gerakan, sikap orang dewasa. Deliberate imitation terjadi kalau misalnya anak-anak bermain “Peranan social”, yaitu misalnya menjadi ibu, penjual kacang, menjadi kondektur, menjadi penumpang kereta api, dan sebagainya.

Proses peniruan ini terjadi pada tiga taraf, yaitu :

1) taraf yang pertama yang di sebut taraf proyektif (projective stage); pada taraf ini anak mendapatkan kesan mengenai model (obyek) yang ditiru. 2) taraf yang kedua disebut taraf subyektif (subjective stage) ;pada taraf ini

anak cenderung untuk meniru gerak-gerakkan, atau sikap model atau obyeknya.

3) Taraf ketiga disebutnya taraf ejective stage, pada taraf ini anak sudah menguasai apa yang ditirunya

Banyak para ahli yang terpengar oleh pendapat Baldwin tersebut antara lain Stern, Bechterev, koffka.

B. FAKTOR-FAKTOR APAKAH YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN

ITU?

Persoalan mengenai factor-faktor yang mempengarui perkembangan tersebut dapat di golongkan menjadi tiga golongan

(5)

(2) Pendapat ahli-ahli yang mengikuti aliran Empirisme (3) Pendapat ahli-ahli yang mengikuti aliran Konvergensi 1. Nativisme

Para ahli yang mengikuti aliran Nativisme berpendapat bahwa perkembangan individu itu semata-mata ditentukan oleh factor-faktor yang dibawa sejak lahir, jadi perkembangan individu itu semata-mata tergantung kepada dasar. Tokoh utama aliran ini ialah Schopenhauer, dalam artinya yang terbatas juga dapat digolongkan dalam golongan ini adalah Plato, Descartes, Lombroso dan pengikut-pengikutnya yang lain. Para ahli yang mengikuti pendirian ini biasanya

mempetahankan kebenaran konsepsi ini dengan menunjukan berbagai kesamaan atau kemiripan antara orang tua dan anak-anaknya. Misalnya seorang ayah ahli musik maka kemungkinanya adalah besar bahwa anaknya juga akan menjadi ahli music

2. Empirisme

Para ahli yang mengikuti pendirian Empirisme mempunyai pendapat yang

langsung bertentang dengan pendapat atau aliran Nativisme. Kalau pengikut aliran Nativisme berpendapat bahwa perkembangan itu semata-mata tergantung pada factor-faktor dasar, maka pengikut aliran Empirisme berpendapat bahwa perkembangan itu semata-mataterkandung pada factor lingkungan,sedangkan dasar tidak memainkan peran apapun.tokoh utama dalam aliran ini ialah John Locke, yang pendapatnya telah diuraikan dimuka, selanjutnya aliran ini sangat besar pengaruhnya di Amerika Serikat, dimana banyak para ahli yang walaupun tidak secara eksplisit menolak peranan dasar itu, namun karena dasar itu sukar untuk di tentukan, maka praktis yang dibicarakan hanyalah lingkungan, dan sebagai konsekuensinya juga hanyalah lingkungan yang masuk percaturan 3. Konvergensi

Faham Konvergensi ini berpendapat bahwasanya didalam perkembangan individu itu baik dasar atau pembawaan lingkungan memainkan peranan penting. Bakat sebagai kemungkinan telah ada didalam masing-masing individu, akan tetapi bakat yang sudah tersedia itu perlu menemukan lingkungan yang sesuai supayadapat berkembang

(6)

a. Justru karena anak itu adalah makhluk hidup (makhluk biologis) maka dia berkembang.

b. Bahwa anak itu pada waktu masih sangat muda adalah sangat tidak bedaya, dan adalah suatu keniscayaan bahwa dia perlu berkembang enjadi lebih berdaya.

c. Bahwa kecuali kebutuhan-kebutuhan biologis anak memerlukan adanya perasaan aman, karena itu perlu adanya pertolongan atau perlindungan dari orang yang mendidik.

d. Bahwa di dalam perkembangan anak tidak pasif menerima pengaruh dari luar semata-emta,melainkan ia juga aktif mencari dan menemukan.

Jika hal-halyang dikemukakan di atas itu dapat disebut azaz,maka ada empat azas dalam perkembangan itu, yaitu :

a. Azas biologis,

b. Azas ketidak-berdayaan c. Azas keamanan, dan d. Azas eksplorasi.

Kenyataan yang pertama adalah bahwa anak itu adalh makhluk hidup, maka dia berkembangan. Jika sekiranya dia itubukanlah makhluk hidup, maka perkembangan itu tidak mungkin akan terjadi. Kecuali itu supaya perkembangan anak berlangsung dalam rangka normal, maka keadaan biologisnya juga harus normal. Anak yang keadaan biologisnya cacat akan menunjukan kelainan-kelainan dalam perkembangan mereka. Kecuali diperlukan adanya keadaan bilogis yang normal, maka keutuhan-kebutuhan biologis juga harus dipenuhi secara nomal. Terutama pada anak-anak yang masih muda dipenuhinya secra normal kebutuhan-kebutuhan biologis itu merupakan hal yang mutlak; anak yang kekurangan makanan misalnya akan penyakitan, dan ha ini akan mengakibatkan lebih lambatnya perkembangannya.

(7)

ini, maka peranan instink dalam kehidupan manusia tidak sepenting itu. Kalu hewan hidup pada dunia yang tertutup, maka manusia hidup di dunia yang terbuka.

Kenyataan yang ketiga adalah bahwa karena tidak berdaya itu manusia yang sangat muda itu sangat mebutuhkan pertolongan. Pemenuhan kebutuhan biologis saja belumlah akan mencukupi bagi anak manusia. Anak yang telah terpenuhi kebutuhan-kebutuhan biologisnya masih membutuhkan yang lain, yaitu rasa terlindungi,rasa aman, yang diterimanya dari pendidik. Inti daripada perlindungan ini iah kasih saying orang tua.Kurangnya kasih saying ini dapat mengganggu perkembangan perasaan. Itulah sebabnya anak-anak sukar (problem child),misalnya karena percaraian orang tua,adanya orang tua tiri,diasuh oleh orang pengganti, dan sebagainya. Dalam rumah tangga yang demikian itu rasa aman yang sangat dibutuhkan oleh anak itu tiadak ada atau kurang sekali.

Dalam pada itu perlu diingat,bahwa pemberian perlindungan atau raa kasih saying itu juga tidak boleh ecara berlebih-lebihan,justru demi kepentingan dan kesejahteraan sang anak ; sebab perlindungan yang diberikan secara berlebih-lebihan akan berakibat anak didik selalu menggantungkan diri kepada pendidik dan tidak berani berdiri diatas kedua kaki sendiri.

Selanjutnya mengenai azas eksplorasi dapat dikemukakan hal berikut. Secara fenomelogis perkembangan itu dapat digambarkan sebagai eksplorasi atau penjelajah anak di dalam dunianya. Eksplorai ini dilakukan oleh si anak dengan berbagai cra : mula-mula sekali terutama dengan fungsi-fungsi jamaniah (mulut,tangan, kaki, dan sebagainya), kemnudian setelah anak bertambah umurnya maka eksplorasi itu teutama dlaksanakannya denga fungsi-fungsi kejiwaan(angan-angan, fantasi, fikiran dan sebagainya). Di dalam eksplorasi ini anak menemukan berbagai hal,seperti :

- Sifat-sifat benda

- Sifat-sifat manusia lain, - Sifat-sifatnya sendiri, - Bahasa,

- Dan sebagainy.

(8)

eksplorasi ini berate beertentangan dengan kepeningan si anak.Eksplorasi akan belangsung dengan baik kalu kebutuhan-kebutuhan biologis dan kebutuhan akan rasa aman itu terpenuhi dengan baik,serta mendapat kesempatan.

Adalah kewajiban para pendidik (terutama orang tua) untuk memberikan kesempatan kepada anak untuk melakukan eksplorasi.

C. BAGAIMANAKAH SIFAT-SIFAT ANAK-ANAK PADA MASA-MASA TERTENTU DALAM PERKEMBANGAN TERSEBUT ?

Anak-anak didik kita selama perkembanganya itu tidak mempunyai kehidupan yang statis,melainkan dinamis, dan pendidikan yang diberikan pada mereka haruslah disesuaikan dengan keadaan kejiwaan anak-anak didik kita pada masa tertentu dalam perkembangan mereka itu.

Sudah barang tentu tidak ada orang yang akan menyangkal,bahwa

perkembangan itu hal yang kontinu; akan tetapi untuk dapat lebih mudah memahami dan mempersoalkannya biasanya orang menggambarkan perkembangan itu dalam fase-fase atau periode-periode tertentu. Masalah periodisasi ini biasanya juga masalah yang banyak diperbincangkan para ahli; pendapat mereka mengenai dasar-dasar mengapa perlu dilakukan periodisasi itu juga bermacam-macam, akan tetapi umumnya para ahli sependapat bahwa periodisasi itu dasarnya lebih bersifat teknis dari pada konsepsional.

Pendapat para ahli mengenai periodisasi itu sendiri juga bermacam-macam. Pendapat yang bermacam-macam itu dapat pula digolong-golongkan menjadi tiga macam, yaitu :

(1) Periodisasi-periodisasi yang berdasar biologis, (2) Periodisasi-periodisasi yang bedasar didaktis, dan (3) Periodisasi-periodisasi yang berdasar psikologis. 1. Periodisasi-periodisasi yang Berdasar Biologis

Sekelompok ahli dalam membuat periodisasi itu mendasarkan diri pada keadaan atau proses biologis tertentu. Di antara pendapat-pendapat yang demikian itu misalnya adalah (a) pendapat Aristoteles, 9b) pendapat Kretschmer, (c) pendapat Freud, (d) pendapat Montessori, dan (e) pendapat Buhler.

(a) Pendapat Aristoteles

(9)

Fase I dari 0 ; 0 sampai 7 ; 0 : masa anak kecil,masa bermain ;

Fase II dari 7 ; 0 sampai 14 ; 0 :masa anak,masa belajar atau masa sekolah rendah; Fase III dari 14 ; 0 sampai 21 ; 0 : masa remaja atau pubertas : masa peralihan dari anak menjadi orang dewasa.

Peridisasi ini didasarkan atas segala dalam perkembangan jasmani. Hal ini mudah ditunjukkan : antara fase I dan fase II dibatasi oleh pergantian gigi, antara fase II dan fase III ditandai oleh mulai bekerjanya perlengkapan kelamin (misalnya kelenjar).

(b) Pendapat Kretschmer

Krestchmer mengmukakan bahwa dari lahir sampai dewasa anak melewati empat fase, yaitu :

Fase I dari 0 ; 0 sampai kira-kira 3 ; 0 disebut Fullungsperiode I; pada masa ini anak kelihatan pendek gemuk;

Fase II dari kira-kira 3 ; 0 sampai kira-kira 7 ; 0 disebut sterckungsperiode II; pada masa ini kelihatan langsing (Jawa : nduduti).

Fase III dari kira-kira 7 ; 0 sampai ira-kira 13 ;0 disebut Fullungsperiode II; pada masa ini anak kembali kelihatan pendek gemuk.

Fase IV dari kira-kira 13 ; 0 sampai kira-kira 20 ;0 disebut Sterckungsperiode II; pada masa ini anak kembali kelihatan langsing.

Kehidupan kejiwaan anak-anak pada masa tersebut juga menunjukan sifat-sifat yang khas. Pada periode-periode fullung anak menunjukakan sifat-sifat jiwa yang mirip dengan orang yang berhabitus piknis, jadi seperti orang yang cyclothym : jiwanya terbuka, mudah bergaul, mudah didekati, dan sebagainya. Pada periode-periode sterckung anak menunjukkan sifat-sifat jiwa yang mirip dengan orang yang berhabitus leptosm, jadi seperti orang yang schizothyme : jiwa tertutup, sukar bergaul, sukar didekati, dan sebagainya.

(c) Pendapat Sigmund Freud

(10)

Tiap fase dari lahir sampai umur 5 ditentukan atas dasar cara-cara reaksi bagian tubuh tertentu.

Adapun fase-fase tersebut adalah (1) Fase oral 0 sampai 1 (2) Fase anal 1 sampai 3 (3) Fase falis 3 sampai 5

(4) Fase latent 5 sampai 12 atau 13 (5) Fase pubertas 12 atau 13 sampai 20 (6) Fase genital

2. Periodesasi-periodesasi yang berdasar Didaktis

Dasar Didaktis yang digunkan oleh para ahli disini ada beberapa kemungkinan (a) Pendapat Comenius

Salah satu konsepsi dalam golongan ini yang sangat terkenal ialah konsepsi yang dikemukakan oleh Comenius. Telah terkenal konsepsinya tentang macam-macam sekolah yang disesuaikan dengan perkembangan jiwa anak, yaitu:

(1) Scola maternal (sekolah ibu) umur 0-6

(2) Scola Vernacula (sekolah bahasa ibu) umur 6-12 (3) Scola latina (sekolah latin) umur 12-18

(4) Akademia (akedemi) umur 18-24

Untuk masing-masing sekolah itu harus diberikan bahan pelajaran yang sesuai dengan perkembangan jiwa anak dan pula harus dipergunakan cara-cara mendidik yang juga harus sesuai dengan perkembangan jiwa anak. b) Pendapat J.J. Rousseau

Rousseau dengan karyanya “Emile eu du peducation”,juga

mengemukakan periodesasi atas dasar didaktis itu. Buku tersebut terdiri atas lima jilid.

1) 0 - 2 adalah masa asuhan

2) 2 - 12 adalah masa pendidikan jasmani dan latihan panca indra 3) 12 - 15 adalah periode pendidikan akal

4) 15 - 20 adalah periode pembentukan watak dan pendidikan agama. 3. Periode yang berdasar psikologis

Tokoh utama pendapat yang semata mata mendasarkan diri kepada keadaan psikologis ini adalah Oswald Kroh.

(11)

sekiranya dapat di gambarkan sebagai proses evolusi maka pada masa kegoncangan itu evolusi tersebut berubah menjadi revolusi.

Keadaan ini dialami hampir oleh seluruh anak, karena itulah maka dapat dipakai sebagai pedoman. Oleh Kroh masa kegoncangan ini disebut

“Trotzperiode”. Selama perkembanganya anak mengalami dua kali “trotzperiode” itu, yaitu:

a) Dalam tahun ketiga, kadang-kadang hingga pada permulaan tahun keempat

b) Pada permulaan masa pubertas pada anak laki-laki pada tahun ketiga belas Kedua Trotzperiode inilah yang membatasi antara fase yang satu dengan yang lain, jadi dengan demikian lalu kita dapatkan adanya tiga fase perkembangan, yaitu

a) Dari lahir sampai masa trotz pertama, yang biasanya disebut masa anak anak awal

b) Dari masa trotz pertama sampai masa trotz kedua, yang biasanya disebut masa keserasian bersekolah

c) Dari masatrotz kedua sampai akhir remaja, yang biasanya disebut masa kematangan . unsur beberapa tepatnya berakhirnya masa remaja itu tidak dapat dikatakan dengan pasti tetapiumumnya dapat diterima sebagai ancar-ancar pada umur 21

Setelah dikemukakan sederet pendapat pendapat itu, lalu timbullah persoalan pendapat manakah yang paling tepat.pendapat mana yang paling tepat, sukar dikatakan. Masing-masing pendapat yang telah dikemukakan itu ada segi lemahnya. Pada hemat penulis, atas dasar pertimbangan praktis, dalam hal ini sebaiknya kita ambil pendirian yang eklektik. Mana yang dapt kita pergunakan dengan baik untuk memahami dan menjelaskan kehidupan psikis anak-anakdidik kita yang masih dalam masa perkembanganya itulah yang kita ambil. Kiranya jelas sekali bahwasanya untuk masa-masa dimana anak masih sangat muda pandangan biologis sangat kena, tetapi pandangan ini tidak lagi tepat untuk menjelaskan masa setelah anak melewati Trotzalter, dan sebagainya. Pendapat yang nadanya demikian ini, yang karenanya dapat kita pakai sebagai rangka pembicaraan, adalah pendapat kohnstamm. Kohntamm mengemukakan periodesasi sebagai berikut

a. Umur 0 sampai kira-kira 2 masa vital b. Umur 2 sampai kira-kira 7 masa estetis

(12)

Nampak disini terdapat kemiripan dengan periodesasi Aristoteles (biologis) dan Comenius (didaktis)

Disamping apa yang telah dikemukakan di atas, yang semuanya

mempersoalkan periode extra uterin (periode diluar kandungan), sejumlah ahli menaruh perhatian juga kepada periode intra uterin(didalam kandungan). Memang ada perlunya kita membicarakan periode intra uterin.

1. Masa intra uterin

Permulaan hidup anak di dalam kandungan dimulai saat pembuahan, yaitu saat ovum dibuahi oleh spermatozoon. Suatu hal yang sering kali menarik perhatian ialah adanya perbedaan yang sangat menyolok antara mahkluk yang baru mulai kehidupanya dalam kandungan itu dengan mahkluk yang baru mulai kehidupanya diluar kandungan. Bagaimanakah kiranya mahkluk yang mula-mula hanya satu sel itu dalam waktu yang demikian singkat telah menjadi mahkluk yang beratnya kira-kira 3kg. dengan tangan dan kaki dan segala perlengkapan yang lain?

Perkembangan pada masa kandungan ini terutama bersifat pematangan. Sel-sel tertentu karna dasarnya pada suatu saat berkembang menjadi organ-organ tertentu

2. Masa vital

a. Masa ini dimulai dengan kelahiran si anak. Ada beberapa hal yang perlu dikemukakan dalam hubungan dengan soal kelahiran anak ini.

1) Pertama-tama adalah soal apakah anak itu lahir ataukah dilahirkan. Kelihatanya kedua istilah itu sama saja, akan tetapi sebenarnya mengandung perbedaan ma’na, yang mungkin perbedaan itu besar artinya. Kalau dikatakan bahwa anak itu lahir, maka dalam proses kelahiran, anak itu aktif, sedang kalu dikatakan anak itu di lahirkan ,maka dalam proses kelahiran anak itu pasif, didalam keadaan yang normal kiranya istilah lahir lebih tepat dari pada dilahirkan.

2) Soal yang kedua ialah kenyataan bahwa anak yang baru lahir itu senantiasa menangis. Kena apakah anak pada waktu lahir itu menangis? Keterangan mengenai hal itu bermacam-macam

(13)

merupakan protes jiwa manusia terhadap belenggu kejasmanian.

b) Beberapa ahli psikoanalisis, antara lain Freud, Ranke, Erbernfeld memberikan keterangan bahwasanya

menurut pendapat mereka tangis itu merupakan ekspresi ketakutan dan keinginan akan regresi. Pada waktu anak masih dalam kandungan, ia berada didalam keadaan yang serba sempurna, serba aman, tempat yang lembut, suhu yang sesuai dengan keadaanya. Ketika ia datang pertama kali di dunia sekaligus digrebek oleh keadaan yang tidak enak, sehingga kelahiran ini merupakan pengalaman yang traumatis yang mula-mula merupakan malapetaka yang sangat berbeda dari keadaan didalam kandungan. Maka karena itulah didalam jiwa seseorang itu terdapat dorongan regresi.

c) Sis Heyster memberi interpretasi tangis pada waktu kelahiran itu scara psikologis,yaitu sebagai pertanda mulanya adanya kesadaran pada anak. Kiranya pendapat ini memang tidak dapat dipungkiri.

d) disamping dapat diberikan interprestasi secara

psikologis itu tngis pada waktu kelahiran itu juga dapat diterangkan dari segi biologis. Dari segi ini tangis merupakan pertanda mulai berfungsinya paru-paru dan dan karenanya juga organ-organ yang lain, yang karenanya juga merupakan pertanda tentang adanya kehidupan. Karena itulah kalau ada bayi yang lahir tidak segera menangis lalu dirangsang dengan macam-macam cara supaya menangis, seperti misalnya dipukul pelan-pelan (jawah: di cablek), dikipasi/dimasukkan udara kedalam paru-parunya dengan ditiupkan lewat pembuluh dan sebagainya.

(14)

kamabing, dan sebagainya.akan tetapi sebagaimana telah dikatakan di muka ketidak berdayaan ini tidak berarti

inferioritas manusia terhadap hewan, tetapi justru karenanaya, justru karena pada waktu lahir sangat tidak berdaya, karena kemungkinannya untuk berkembang yang sangat luas. b. kemajuan-kemajuan pada tahun pertama dan kedua

pada tahun yang pertama ini penyelidikan para ahli untuk sebagian besar masih terbatas ke padada perkembanagan fungsi-fungsijasmaniah, dan menafsirkan perkembangan kejiwaanya atas dasar fungsi atau perkembangan jasmaniah . geshell (1948)

memberikan rata-rata kecakapan atau kemajuan anak-anak itu sebagai berikut :

penguasan badan

o.1 : mengamati alt permainanya, misalnya kelentang

0.2: memutar kepala, dapat meluruskan kepala, walaupun dengan agak susah payah

0.3: menarik-narik pakaian atau selimut

0.4: dapat meluruskan kepala, jika di angkat ke atas pada kedua tangannya

0.5 :memperhatikan sesuatu sebentarlamanya : mengamati alat permainannya yang dippegang

0.6: membalik badan dari menelungkup ke letak menelentang

07: dapat menggerakkan badan ke mulka jika mendapat bantuan dapt menegakkan kepala sambil berbaring pada perutnya

0.8: dapat duduk beberapa menit

0.9: jika berbaring pada punggungnya dia dapat menggulingkan badannya sehingga dia berbaringpada perutnya dapat duduk dengan sedikit bantuan

10.0 : dapat duduk tanpa bantuan dan mulai merangkak 12,0 : merangkak dan dapat melangkah jika diberi bantuan Pergaulannya dengan benda-benda :

01: memandang termangu-mangu, kemudian memandang ke pintu atau jendela

02 : jika disentuh, kepalan tangan segera terbuka 03: dapat sebentar menggenggam sesuatu

04: dapat memegang alat permainan atau sendok

05: menggerakkan tangan ke mulutnya :mencoba menjangkau benda-benda yang ada didekatnya atau didekatkan kepadanya

(15)

07: memindahkan benda menjangkau benda-benda walaupun tak tercapai olehnya

08: dapat sekaligus memegang dua buah benda

09:dapat membunyikan lonceng tangan merapatkan ibu jari dan telunjuk waktu menjemput sesuatu

10,0: bermain, misalnya dengan bola atau balok

12,0: dapat membuka kotak, menyelidiki mainan melemparkan atau menggulingkan bola.

Pergaulannya dengan manusia 01: tersenyum, memandang orang

03: menjawab dengan tertawa, mengeluarkan pelbagai bunyi,”mengenal ibu”

04: menangis atau menunjukkan perasaan tak suka kalau hubungan diputuskan

05 :mengikuti orang yang berjalan hilir mudik

06: reaksinya terhadap muka yang ramah dan yang marah berlainan 07:aktif mencari hubungan, misalnya dengan mengeluarkan berbagai-berbagi bunyi

08: bermain sembunyi-sembunyi dapat mengatakan “mam” atau “papa”

10;0: mencoba menarik perhatian orang dewasa

12;0:mengerti akan isyarat-isyarat yang sederhana (misalnya melambaikan tangan, menunjuk).

Freud menamakan masa tahun pertama dalam kehidupan anak itu sebagai masa oral, karena mulut dipandang sebagai sumber

keenakan dan ketidakenakan. Pendapat yang demikian itu mungkin beraalasan kepada kenataan , bahwa pada masa ini mulut mamainkan peranan terpenting.kenyataan ini pada hemat penulis harus diberi interpretasi lain. Bahwa anak memasukkan ke mulut apa saja yang dijumpai itu tidaklah karena mulut merupakan sumber kenikmatan utama akan tetapi pada waktu itu mulut merupakan alat utama untuk melakukan eksplorasi dan belajar.

Pada tahun kedua anak telah belajar berjalan, dan dengan dapat berjalan itu anak mulai belajar pula menguasai ruang. Mula-mula “urraum”,selanjutnya “nahraum”,dan kemudian “fernraum”.juga pada tahun ke dua ini biasanya terjadi pembiasaan tahu akan kebersihan (toilet training)

(16)

Kiranya jelas sekali bahwa pada masa vital ini kebutuhan vital(biologis) merupakan hal yang terpenting. Kebutuhan-kebutuhan biologis itu harus dipenuhi secara layak, supaya anak dapat berkembang secara normal, dapat melakukan eksplorai msecara wajar. Dalam hubungan dengan hal ini, masalah yang banyak dipersoalkan orang adalah :pemberian makan kepada anak dan bottle feeding.

Mengenai masalah pemberian makan (air susu) kepada anak pada umumnya orang beranggapan bahwa cara yang sebaik-baiknya ialah dengan memberikan makan pada waktu –waktu tertentu (misalnya jam 06.00,09.00,12.00,15.00,18.00,21.00,24.00 dengab jangka waktu rata-rata 10 menit). Nilai pendidikan yang dapat dipetik dari cara ini ialah anak “dilatih hidup secara teratur”

Akan tetapi menmgingat bahwa anak-anak itu mempunyai perbedaan-perbedaan individual sedang pedoman di atas itu bersifat umum, maka perlulah pedoman tersebut di terima dengan hati-hati.

Referensi

Dokumen terkait