• Tidak ada hasil yang ditemukan

PESAN PERSUASI PT. VICTORY INTERNATIONAL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PESAN PERSUASI PT. VICTORY INTERNATIONAL"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

JURNAL SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Ilmu Komunikasi pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dengan Minat Utama

Manajemen Komunikasi

Oleh:

VIORETTA FORINDAH GUNAWAN NIM. 105120201111027

JURUSAN ILMU KOMUNIKASI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG

(2)

PESAN PERSUASI PT. VICTORY INTERNATIONAL FUTURES CABANG MATOS PADA KEGIATAN CONTACTING

Oleh:

Vioretta Forindah Gunawan

Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya

Dsn. Tamansari, Pungging–Mojokerto

Email: [email protected]

ABSTRAK

PT. Victory International Futures cabang Matos merupakan perusahaan pialang yang melakukan kegiatan contacting bertujuan untuk mendapatkan calon konsumen dengan menciptakan probability appointment yang tinggi. Kegiatan

contacting dilakukan oleh pegawai pada jabatan Financial Planner dengan menelepon calon konsumen yang terdapat dalam name list. Kegiatan contacting

berkaitan dengan usaha mempersuasi calon konsumen membuat appointment. Konsep teoretis yang digunakan meliputi komunikasi pemasaran outbound telemarketing, teknik komunikasi persuasi Larson, dan teori logika desain pesan

O’Keefe. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui pesan persuasi dalam

kegiatan contacting pada PT. Victory International Futures cabang Matos dalam usaha mencari calon konsumen.

Metodologi penelitian yang digunakan adalah kualitatif jenis deskriptif dengan paradigma penelitian konstruktivis. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi nonpartisipatif, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kualitatif Seiddel. Teknik keabsahan data yang digunakan adalah analisis triangulasi metode.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan persuasi disampaikan oleh

marketer PT. Victory International Futures cabang Matos melalui pembedaan calon konsumen menjadi calon konsumen baru dan calon konsumen lama agar komunikasi persuasi yang dilakukan efektif. Selain itu ada aspek etika yang perlu diperhatikan oleh marketer dalam menyampaikan pesan persuasi kepada calon konsumen.

Saran untuk penelitian selanjutnya adalah mengembangkan penelitian dengan berfokus pada calon konsumen atau melakukan conversation analysis. Selain itu dapat dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengukur efektifitas penggunaan teknik komunikasi persuasi Larson dan tipe logika dalam teori logika desain pesan. Penelitian ini hanya berfokus pada kegiatan contacting, maka untuk penelitian selanjutnya dapat dilakukan pada semua proses pemasaran PT. Victory International Futures cabang Matos mulai dari listing hingga agreement atau

closing.

(3)

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Lily Wijaya selaku

Coordinating Chairperson Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) menyatakan bahwa pada tahun 2013

“Hasil survei untuk industri jasa

keuangan di pasar modal di

Indonesia, indeks literasi keuangan

yang “not literated” (pemahaman,

keyakinan, dan keterampilan) cukup besar yakni 94 persen dari total

jumlah penduduk Indonesia” (dalam

Burhani, 2013, paragraf 9). Hal

tersebut menunjukkan bahwa

pemahaman masyarakat, keyakinan, serta keterampilan dalam memilih serta menggunakan industri jasa keuangan di Indonesia masih sangat rendah dan jumlahnya cukup banyak.

Berdasarkan data tersebut

sebenarnya Indonesia memiliki potensi cukup besar pada berbagai jenis sektor industri jasa keuangan dengan layanan bisnis investasi melalui pasar modal.

Salah satu sektor industri jasa keuangan yang menyediakan jasa layanan bisnis investasi pada pasar modal adalah perusahaan pialang. Perusahaan pialang dapat menjadi salah satu alternatif pilihan bagi masyarakat kalangan menengah ke

atas untuk menginvestasikan

uangnya guna memberikan

keuntungan. “Broker atau perusahaan pialang adalah pihak yang melaksanakan / eksekusi baik

pembelian maupun penjualan saham. Pialang bekerja berdasarkan amanat investor baik untuk kegiatan beli maupun jual. Perusahaan pialang mendapat komisi dari aktivitasnya

berdasarkan negosiasi dengan

investor” (Hermuningsih, 2012,

h.265).

Hal yang demikian tentu

berpengaruh pada kegiatan

komunikasi pemasaran perusahaan pialang dalam memasarkan produk investasi dan mendapatkan calon konsumen. Salah satu perusahaan pialang yang menawarkan produk bisnis investasi di Indonesia, khususnya di kota Malang adalah PT. Victory International Futures

cabang Matos. PT. Victory

International Futures cabang Matos

sebagai perusahaan pialang

melakukan kegiatan contacting untuk mendapatkan calon konsumen dan

menciptakan probability

appointment yang tinggi antara

marketer PT. Victory International Futures cabang Matos dengan calon konsumen. Marketer PT. Victory International Futures cabang Matos

melakukan kegiatan contacting

sebagai kegiatan komunikasi

pemasaran langsung atau direct marketing kepada calon konsumen melalui telemarketing.

Perlunya kemampuan

(4)

appointment karena calon konsumen tidak memiliki informasi cukup dan

kemudian diberikan penawaran

mengenai produk investasi yang dilakukan melalui media telepon.

Menurut Mar’at (dalam Tarigan,

2012, h.2) menjelaskan bahwa komunikasi persuasi adalah kegiatan penyampaian suatu informasi atau masalah kepada pihak lain dengan cara membujuk. Dalam konteks kegiatan contacting penyampaian pesan persuasi dilakukan oleh

marketer khususnya untuk membujuk calon konsumen membuat

appointment serta membujuk calon konsumen yang menolak membuat

appointment.

Aspek pesan persuasi dalam konsep komunikasi persuasi menjadi aspek penting yang dibahas dalam penelitian ini mengingat kegiatan

contacting hanya dilakukan melalui media telepon. Penelitian ini menganalisis aspek pesan persuasi mengenai rancangan pesan persuasi, teknis penyampaian pesan persuasi, serta aspek etis dalam kegiatan

contacting.

Oleh karena itu alasan peneliti untuk membahas mengenai kegiatan contacting lebih dalam

karena kegiatan contacting

merupakan salah satu tahap penting ketika mencari calon konsumen pada PT. Victory International Futures cabang Matos. Kegiatan contacting

dilakukan sebagai kegiatan

komunikasi pemasaran yang

menggunakan media telepon untuk mengontak calon konsumen sasaran kalangan menengah ke atas. Selain itu adanya stigma negatif mengenai perusahaan pialang yang diblow up

oleh media massa dan hasil studi yang menunjukkan bahwa pengaruh penggunaan outbound telemarketing

hanya berdampak sedikit pada

komunikasi pemasaran suatu

perusahaan. Ada pula analisis mengenai aspek etis yang penting untuk dibahas dari penyampaian pesan persuasi marketer kepada calon konsumen. Jadi peneliti melakukan penelitian mengenai

pesan persuasi PT. Victory

International Futures cabang Matos

dalam kegiatan contacting

menggunakan paradigma

konstruktivis dan menggunakan metodologi penelitian kualitatif

dengan purpose of research

descriptive.

1.2Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dari topik penelitian yang diangkat

oleh peneliti adalah “Bagaimana

pesan persuasi PT. Victory

International Futures cabang Matos pada kegiatan contacting?”

1.3Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pesan persuasi PT. Victory International Futures cabang Matos pada kegiatan contacting

(5)

konsumen, serta mengkritisi aspek etis pada penerapan kegiatan

contacting. Penelitian ini juga

bertujuan untuk memperluas

penelitian mengenai komunikasi persuasi, khususnya pada aspek pesan persuasi pada kegiatan

contacting (outbound telemarketing)

yang menggunakan metodologi

kualitatif deskriptif dalam ranah ilmu komunikasi, karena kebanyakan penelitian mengenai telemarketing

dan komunikasi persuasi

menggunakan metodologi penelitian kuantitatif berdasarkan jurnal penelitian yang memuat mengenai

telemarketing.

TINJAUAN TEORETIS

Menurut Simon Cooke

(dalam Geetika, Tiwari, & Gupta,

2012, h.98) “Outbound telemarketing

adalah pemasaran telepon yang dilakukan untuk prospect atau memungkinkan marketer mencari

konsumen yang ada. Beberapa

aplikasi outbound telemarketing

meliputi telepon penjualan,

pembentukan janji, dan lain

sebagainya”.

Komunikasi persuasi

berkaitan pada banyak bidang, salah satunya adalah bidang pemasaran.

Menurut Mar’at (dalam Tarigan,

2012, h.2) secara spesifik

menjelaskan bahwa komunikasi

persuasi adalah kegiatan

penyampaian suatu informasi atau masalah kepada pihak lain dengan

cara membujuk. Lebih spesifik

apabila dihubungkan dengan

komunikasi pemasaran yaitu

“Persuasi adalah esensi dari komunikasi pemasaran” (Shimp,

2007, h.227). Salah satu hal dalam komunikasi persuasi adalah teknik komunikasi persuasi.

Secara umum pengertian

teknik berkomunikasi adalah cara atau seni penyampaian suatu pesan yang dilakukan seorang komunikator

sedemikian rupa, sehingga

menimbulkan dampak tertentu pada komunikan (Effendy, 2004, h.6).

Teknik komunikasi persuasi

merupakan salah satu aspek dalam

komunikasi persuasi menurut

Fieldman (1998) (dalam Totonavo, 2013, h.7). Teknik komunikasi persuasi Larson (2010) dapat digunakan berkali–kali dan dapat digunakan dalam sales short courses.

(6)

menjadi berbeda (Littlejohn & Foss, 2012, h.188).

Tidak kalah penting perlu diperhatikan aspek etika dalam kegiatan contacting. “Etika sebagai

bagian dari sebuah disiplin ilmu berhubungan dengan kajian secara kritis tentang adat kebiasaan, nilai– nilai, dan norma perilaku manusia yang dianggap baik atau tidak baik” (Yushita, Tanpa Tahun, h.1). Teori

hak menjelaskan bahwa suatu

tindakan atau perbuatan dianggap baik bila perbuatan atau tindakan

tersebut sesuai dengan HAM.

Menurut Bentens (2007) (dalam Yushita, Tanpa Tahun, h.4) teori hak

merupakan suatu aspek dari

deontologi (teori kewajiban) karena hak tidak dapat dipisahkan dengan kewajiban. Bila suatu tindakan merupakan hak bagi seseorang, maka sebenarnya tindakan yang sama merupakan kewajiban bagi orang lain.

Teori hak sebenarnya

didasarkan atas asumsi bahwa manusia mempunyai martabat dan semua manusia mempunyai martabat yang sama. Hak asasi manusia didasarkan atas beberapa sumber otoritas, salah satunya yaitu hak moral atau kemanusiaan (moral,

human right), dihubungkan dengan pribadi manusia secara individu, atau dalam beberapa kasus dihubungkan dengan kelompok bukan dengan masyarakat dalam arti luas. Hak moral berkaitan dengan kepentingan

individu sepanjang kepentingan individu itu tidak melanggar hak–hak orang lain (Yushita, Tanpa Tahun, h.4).

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif. Bogdan & Taylor (dalam Moleong, 2007, h.4) mendefinisikan metodologi kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata–kata tertulis atau lisan dari orang–orang dan perilaku yang dapat diamati. Berdasarkan definisi tersebut, maka penelitian yang menggunakan metodologi kualitatif lebih mengarah pada penjabaran kata–kata berdasarkan temuan data di lapangan oleh peneliti.

3.2 Metode Pengumpulan Data

“Metode pengumpulan data

adalah teknik atau cara–cara yang dapat digunakan peneliti untuk

mengumpulkan data” (Kriyantono,

2012, h.95). Penelitian yang menggunakan metodologi kualitatif berusaha untuk mendapatkan data yang bersifat mendalam, serta data yang didapat harus sesuai dengan fakta ketika dilakukannya penelitian di lapangan. Adapun penelitian ini menggunakan metode pengumpulan

data wawancara mendalam,

(7)

PEMBAHASAN

Gambar 1

Skema Hasil Analisis Data Berdasarkan Kategori Kegiatan Contacting pada PT. Victory International

Futures Cabang Matos sebagai Bentuk Kegiatan Komunikasi Pemasaran

(Sumber gambar: Data diolah dan diinterpretasikan oleh peneliti)

Kegiatan contacting adalah kegiatan komunikasi pemasaran PT. Victory International Futures cabang

Matos. Kegiatan contacting

merupakan aplikasi dari outbound telemarketing. Marketer PT. Victory International Futures cabang Matos menelepon calon konsumen yang terdapat dalam name list dengan tujuan untuk membuat appointment

atau janji bertemu dengan calon konsumen. Dengan kata lain kegiatan

contacting dilakukan sebagai salah satu cara untuk memasarkan produk investasi di PT. Victory International Futures cabang Matos yang tersedia melalui media telepon. Kegiatan

contacting merupakan salah satu kegiatan komunikasi pemasaran yang

cukup penting dalam proses

pemasaran yang dilakukan oleh PT. Victory International Futures cabang

Matos. Kegiatan contacting

menentukan calon konsumen mana saja yang akan di–prospect, hingga mereka bersedia untuk closing

berdasarkan proses pemasaran yang

dilakukan oleh PT. Victory

International Futures cabang Matos. Untuk dapat melakukan kegiatan

prospecting kepada calon konsumen, marketer harus berhasil membuat

appointment dengan calon konsumen melalui kegiatan contacting.

Sedangkan bila ditinjau dari teori logika desain pesan untuk menghadapi semua calon konsumen Logika yang digunakan adalah logika konvensional karena terpusat

pada cara dan kemampuan

mempersuasi masing–masing

individu marketer PT. Victory International Futures cabang Matos dalam usaha untuk membentuk kesan pertama yang baik dan mengarahkan

calon konsumen membuat

appointment. Pilihan meliputi waktu, jam, hari, dan tempat yang diberikan pun terpusat pada keinginan atau sesuai jadwal yang dimiliki oleh masingmasing individu marketer. Hal tersebut dilakukan agar marketer

dapat menyesuaikan waktu bertemu sesuai dengan waktu yang marketer

miliki dengan keinginan calon

konsumen untuk bertemu atau

melakukan prospecting.

Teknis penyampaian pesan persuasi berdasarkan data hasil Kegiatan Contacting Digunakan untuk promosi penjualan produk investasi

dan menciptakan

probability appointment

yang tinggi

Marketer PT. Victory International Futures cabang

(8)

penelitian menunjukkan bahwa untuk menghadapi semua calon konsumen,

marketer berusaha membentuk kesan pertama yang baik dan mengarahkan

calon konsumen membuat

appointment dengan memberikan pilihan meliputi waktu, jam, hari, dan tempat untuk bertemu. Hal

tersebut secara teknis

mengisyaratkan adanya dominasi

marketer untuk mengatur jalannya

percakapan dalam kegiatan

contacting. Marketer berusaha mengatur agar calon konsumen melakukan sesuai dengan yang diharapkan marketer, yaitu calon konsumen mau untuk membuat

appointment.

Setelah itu tidak kalah penting untuk dibahas mengenai aspek etis dalam kegiatan contacting. Berdasarkan hasil studi penelitian terdahulu mengenai telemarketing

dinyatakan bahwa pada penggunaan

telemarketing calon konsumen yang di–contact biasanya “They may be

happy to receive such calls or may be annoyed, inconvenienced, or even psychologically harmed by numerous hang-up calls during the day”

(Geetika, Tiwari, & Gupta, 2012, h.97). Hasil jurnal tersebut memperkuat hasil yang ditemukan oleh peneliti yang menunjukkan

bahwa ada beberapa upaya

penyampaian pesan persuasi yang

tidak sesuai dengan etika

komunikasi, sehingga kebanyakan calon konsumen yang di–contact

merasa tidak nyaman / terganggu.

Upaya mempersuasi yang tidak sesuai dengan etika komunikasi tersebut dikemukakan sebagai kritik atas penyampaian pesan persuasi yang dilakukan oleh marketer PT. Victory International Futures cabang Matos pada kegiatan contacting

adalah adanya tindakan atau upaya yang mengarah pada cara yang memaksa calon konsumen untuk

membuat appointment dengan

memberikan pilihan tertutup kepada calon konsumen yang di–contact.

Pemberian choice tertutup

mengisyaratkan adanya upaya

memaksa calon konsumen untuk menyetujui pilihan waktu yang diberikan oleh marketer. Pemberian

choice tertutup menjadi tidak beretika ketika ada calon konsumen sedang tidak ingin membuat janji, namun tetap diberikan pilihan untuk bertemu. Apabila ditinjau dari segi teori hak menurut Bertens (2007) (dalam Yushita, Tanpa Tahun, h.4) ada hak moral yang dilanggar oleh

marketer PT. Victory International Futures cabang Matos. Hak moral

berkaitan dengan kepentingan

individu sepanjang kepentingan individu itu tidak melanggar hak–hak orang lain.

PENUTUP

5.1 Simpulan

Berdasarkan pembahasan

(9)

sebelumnya, secara garis besar peneliti dapat menyimpulkan sebagai berikut:

1. Penyampaian pesan persuasi dalam kegiatan contacting

oleh marketer PT. Victory International Futures cabang

Matos dapat dijelaskan

melalui teknik komunikasi

persuasi Larson untuk

menjelaskan mengenai teknis

atau cara marketer

mempersuasi dan untuk

menjelaskan pesan persuasi yang digunakan marketer

dapat dijelaskan

menggunakan tipe logika dalam teori logika desain pesan. Penggunaan teknik dan logika pesan disesuaikan dengan kategorisasi calon konsumen yang di–contact,

sehingga tujuan utama

kegiatan contacting yaitu agar calon konsumen yang di–contact mau untuk

membuat appointment

tercapai.

2. Pesan persuasi yang

disampaikan kepada calon konsumen yang di–contact

dibedakan atau

dikategorisasikan sesuai

dengan latar belakang

pengalaman calon konsumen pada perusahaan pialang. Hal tersebut dilakukan agar penyampaian pesan persuasi yang dilakukan efektif dan

sesuai dengan pengajuan keberatan atau penolakan

calon konsumen ketika

dibujuk untuk membuat

appointment.

3. Aspek etis dalam

penyampaian pesan persuasi pada kegiatan contacting

menunjukkan bahwa ada

upaya persuasi yang menjadi

tidak beretika ketika

diterapkan pada kegiatan

contacting. Pemberian choice

tertutup bila ditinjau dari

aspek etis komunikasi

menjadi tidak beretika,

karena sifatnya yang

memaksa calon konsumen untuk membuat appointment.

5.2 Saran

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dan simpulan yang telah dirumuskan, maka peneliti dapat memberikan saran sebagai berikut:

5.2.1 Saran Praktis

1. PT. Victory International

Futures cabang Matos

sebaiknya lebih

memperhatikan marketer

dalam mencari data calon konsumen untuk name list

yang akan di–contact, agar komunikasi persuasi yang dilakukan efektif sesuai

(10)

pengalaman calon konsumen mengenai bisnis investasi melalui perusahaan pialang, misalnya dapat dilakukan dengan menambahkan kolom pada name list mengenai latar belakang pengalaman calon

konsumen pada bisnis

investasi “tahu/tidak”.

2. PT. Victory International

Futures cabang Matos dapat memberikan pelatihan yang

lebih spesifik kepada

marketer–nya, misalnya

mengenai komunikasi

persuasi yang dilakukan berdasarkan latar belakang calon konsumen mengenai

perusahaan pialang dan

melakukannya secara etis.

Sehingga marketer

menguasai cara untuk

mengatasi penolakan dari

calon konsumennya

berdasarkan latar belakang

pengalamannya pada

perusahaan pialang, agar performa marketer ketika melakukan upaya persuasi

kepada calon konsumen

melalui kegiatan contacting

lebih baik dan probability appointment yang terbentuk akan lebih tinggi.

5.2.2 Saran Akademis

1. Penelitian ini hanya berfokus pada sudut pandang marketer

PT. Victory International

Futures cabang Matos

sebagai komunikator yang

menyampaikan pesan

persuasi, untuk penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan memfokuskan pula pada komunikan atau dari

sudut pandang calon

konsumen sebagai pihak yang terpersuasi dan melakukan

conversation analysis.

2. Bagi akademisi lain yang

ingin melakukan penelitian sejenis dapat melakukan penelitian pada seluruh proses kegiatan pemasaran mulai dari listing hingga

agreement atau closing yang dilakukan oleh PT. Victory International Futures cabang

Matos dan perusahaan

pialang lain di Indonesia,

sehingga tidak hanya

berfokus dalam kegiatan

contacting pada PT. Victory International Futures cabang Matos saja, namun juga dapat dilakukan untuk meneliti tentang aspek etisnya pada seluruh perusahaan pialang di Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA

Burhani, R. (2013, Desember).

(11)

a/406083/fasilitas-online- trading-tingkatkan-jumlah-nasabah.

Effendy, O. U. (2004). Dinamika Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Geetika., Tiwari, D., & Gupta, P. (2012). A study of Indian consumers’ perception on telemarketing. International Journal of e-education, business, management, and e-Learning, 2 (2), 97–102. Hermuningsih, S. (2012). Pengantar

pasar modal Indonesia.

Yogyakarta: UPP STIM

YKPN.

Kriyantono, R. (2012). Teknik praktis riset komunikasi disertai contoh praktis riset media, public relations, advertising, komunikasi organisasi, komunikasi pemasaran. (Edisi Pertama). Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Larson, C. U. (2010). Persuasion: Reception and responsibility.

(Edisi ke–12). Boston:

Wadsworth, Cengage

Learning.

Littlejohn, S. W., & Foss, K. A. (2012). Teori komunikasi. (Edisi ke–9). (Mohammad Yusuf Hamdani, terjemahan). Jakarta: Salemba Humanika. Lulofs, R. S. (1991). Chapter five

“The tools of persuasion: Message function and structure” dalam “Persuasion: Contexts, people, and messages” (h.107–137). Boston: Allyn & Bacon. Shimp, T. A. (2007). Periklanan

promosi. (Edisi ke–5 Jilid 1).

(Revyani Sjahrial,

terjemahan). Jakarta: Penerbit Erlangga.

Tarigan, E. & Nurjanah. (2012).

Komunikasi persuasi account officer dalam menyalurkan kredit kepada calon debitur (Studi pada PT. BPR Mitra Rakyat Riau). (Skripsi Sarjana, Universitas Riau, 2012).

Diakses dari

http://repository.unri.ac.id/xml ui/handle/123456789/104/bro wse?value=Komunikasi+Persu asif+Account+Officer&type=s ubject.

Yushita, A. N. (Tanpa Tahun). Teori etika. Universitas Negeri Yogyakarta. Diakses dari Staff

UNY online

Gambar

Gambar 1  Skema Hasil Analisis Data Berdasarkan Kategori

Referensi

Dokumen terkait

dengan lingkungan dan bisnis sebagai upaya strategis dalam membangun lingkungan bisnis yang efektif. 690) bahwa dalam upaya membangun organisasi bisnis yang sehat,

Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel-variabel dalam iklan media televisi ( message, media & measurement ) terhadap ekuitas merek Susu Cair Indomilk

Tabel 2 menunjukkan bahwa hubungan antara dukungan keluarga dengan tindakan penderita TB Paru melakukan kontrol ulang secara rutin diperoleh hasil bahwa sebanyak 22

Dapat dilihat bahwa, proses pirolisis kayu cemara dengan menggunakan katalis 3% dan 5% b/b, yield bio-oil terbesar dari masing-masing variasi didapat pada pengembanan

Pengelolaan zakat di Indonesia mulai memasuki dimensi baru dalam pengaturannya. Setelah berlaku selama 12 tahun, akhirnya pada tanggal 27 Oktober 2011, melalui Rapat

Bahan organik yang berupa pupuk organik dapat berfungsi sebagai buffer (penyangga) dan penahan lengas. Kualitas pupuk organik ditentukan oleh komposisi bahan dasar

Yang menjadi objek kajian dalam penelitian ini adalah metafora yang terdapat dalam lirik lagu ERK, kemudian diklasifikasikan berdasarkan bentuk, jenis, dan fungsi

Az eddigiek alapján látható, hogy a területi t ő ke elméleti megközelítéseiben a társadalmi tőke elemeknek nevezett tényezők - és az azzal nehezen