Tugas Kelompok
Fungsi Bahasa Indonesia
Mata Kuliah : Bahasa Indonesia 2 Dosen Pengampu : Yogi Purnama, M.Pd.
Disusun Oleh: Kelompok 2 1. Muhammad Faizal 201312500277 2. Galuh Anggraini 201312500304 3. Almanika S. Manik 201312500272 4. Nanda Mulyani 201312500317 R6C
PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI
Jl. Nangka No. 58C (Jl. TB. Simatupang) Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan Telp. (021)78835283 – 7818718 Fax. (021) 78835283
Website: http://www.unindra.ac.id E-mail: [email protected] Jakarta
i
Kata Pengantar
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hidayahnya kepada kami, sehingga kami dapat membuat dan
menyelesaikan makalah “Fungsi Bahasa Indonesia.” Dalam makalah ini tim
penulis mencoba menyajikan materi-materi yang bersangkutan dengan fungsi Bahasa Indonesia. Adapun makalah Fungsi Bahasa Indonesia ini telah kami usahakan semaksimal mungkin dan makalah ini disusun berdasarkan apa yang diperoleh dari berbagai sumber, sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini.
Penulis juga menyadari sepenuhnya bahwa dalam makalah ini terdapat berbagai kekurangan baik dari segi penyusunan bahasanya maupun segi lainnya. Oleh karena itu, diharapkan adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan dimasa yang akan datang, mengingat tidak ada yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Penulis memohon maaf apabila terdapat salah penulisan penulisan kata-kata yang kurang berkenan.
Akhir kata tim penulis mengucapkan banyak terima kasih.
Jakarta, 18 Maret 2016
ii
Daftar Isi
Kata Pengantar………... i
Daftar Isi……… ii
BAB I Pendahuluan
A. Latar Belakang Masalah……… 1
B. Rumusan Masalah………. 2
C. Tujuan……… 3
BAB II Pembahasan
A. Fungsi Bahasa……… 4
B. Jenis – Jenis Fungsi Bahasa
1. Fungsi Bahasa menurut Sumiati Budiman……… 5 2. Fungsi Bahasa Secara Umum……….. 5 3. Fungsi Bahasa Secara Khusus………. 13 BAB III Penutup
A. Simpulan……… 14
B. Saran……….. 14
1
BAB I
Pendahuluan
A. Latar Belakang Masalah
Bahasa adalah alat komunikasi bagi manusia, baik secara lisan maupun tertulis. Hal ini merupakan fungsi dasar bahasa yang tidak dihubungkan dengan status dan nila-nilai sosial. Setelah dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari yang didalamnya selalu ada nilai-nilai dan status bahasa tidak dapat ditinggalkan. Bahasa mempunyai fungsi-fungsi tertentu yang digunakan berdasarkan kebutuhan seseorang, karena dengan menggunakan bahasa seseorang juga dapat mengekspresikan dirinya, fungsi bahasa sangat beragam. Bahasa yang digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi, selain itu bahasa juga digunakan sebagai alat untuk mengadakan integrasi dan beradaptasi sosial dalam lingkungan atau situasi tertentu dan sebagai alat untuk melakukan kontrol sosial.
2
Hal ini mengingat bahasa Indonesia merupakan alat mengungkapkan diri baik secara lisan maupun tertulis, dari segi rasa, karsa, dan cipta serta pikir, baik secara etis, estetis, maupun secara logis. Warga negara Indonesia yang mahir berbahasa Indonesia lah yang akan dapat menjadi warga negara yang mampu memenuhi kewajibannya di mana pun mereka berada di wilayah tanah air dan dengan siapa pun mereka bergaul di wilayah NKRI. Oleh sebab itu, kemahiran berbahasa Indonesia menjadi bagian dari kepribadian Indonesia. Kemahiran berbahasa Indonesia bagi mahasiswa Indonesia tercermin dalam tata pikir, tata ucap, tata tulis, dan tata laku berbahasa Indonesia dalam konteks ilmiah dan akademis.
Sehingga Bahasa Indonesia masuk kedalam kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian mahasiswa, yang kelak sebagai insan terpelajar akan terjun ke dalam kancah kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai pemimpin dalam lingkunganya masing-masing. Mahasiswa diharapkan kelak dapat menyebarkan pemikiran dan ilmunya, mereka diberi kesempatan melahirkan karya tulis ilmiah dalam berbagai bentuk dan menyajikannya dalam forum ilmiah. Mahasiswa peserta kuliah perlu disadarkan akan kenyataan ini dan ditimbulkan kebanggaannya terhadap bahasa nasional kita. Mahasiswa juga disadarkan akan fungsi Bahasa Indonesia sebagai bahasa lingua franca yang berpotensi untuk mempersatukan seluruh bangsa.
B. Rumusan Masalah
3
C. Tujuan
1. Mahasiswa diharapkan dapat memahami fungsi Bahasa Indonesia.
4
BAB II
Pembahasan
A. Fungsi Bahasa
Bahasa merupakan alat komunikasi sosial yang berupa sistem simbol bunyi yang dihasilkan dari ucapan manusia. Manusia sebagai makhluk sosial membutuhkan sarana untuk berinteraksi dengan manusia lainnya di masyarakat. Untuk kepentingan interaksi sosial itu, maka dibutuhkan suatu wahana komunikasi yang disebut bahasa. Setiap masyrakat tentunya memiliki bahasa.
Fungsi umum Bahasa Indonesia adalah sebagai alat komunikasi dan sosial. Pada dasarnya Bahasa sudah menyatu dalam kehidupan manusia. Manusia sebagai makhluk sosial membutuhkan bahasa untuk berkomunikasi, ide, keinginan, dan gagasan dapat disampaikan lewat bahasa.
B. Jenis – Jenis Fungsi Bahasa
5
1. Fungsi Bahasa menurut Sumiati Budiman
Sumiati Budiman (1987:1) mengemukakan bahwa fungsi bahasa dapat
dibedakan:
a) Fungsi Praktis. Bahasa digunakan sebagai komunikasi dan interakis antar anggota masyarakat dalam pergaulan hidup sehari-hari.
b) Fungsi Kultural. Bahasa digunakan sebagai alat untuk menyimpan, menyebarkan dan mengembangkan kebudayaan.
c) Fungsi Artistik. Bahasa digunakan sebagai alat untuk menyampaikan rasa estetis (keindahan) manusia melalui seni sastra.
d) Fungsi Edukatif. Bahasa digunakan sebagai alat menyampaikan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
e) Fungsi Politis. Bahasa digunakan sebagai alat untuk mempusatkan bangsa dan untuk menyelenggarakan administrasio pemerintahan.
2. Fungsi Bahasa Indonesia Secara Umum
Dalam literatur bahasa, dirumuskannya fungsi bahasa secara umum bagi setiap
orang adalah:
a) Bahasa sebagai Sarana Komunikasi
6
perkembangan pengetahuan, keterampilan, pemikiran, dan sikap yang hendak dikomunikasikannya.
Fungsi komunikasi juga berkaitan dengan ekspresi diri, karena komunikasi tidak akan terwujud tanpa dimulai dengan ekspresi diri. Komunikasi merupakan akibat yang lebih jauh dari ekspresi, yaitu komunikasi tidak akan sempurna jika ekspresi diri tidak diterima oleh orang lain. Oleh karena itu, komunikasi akan tercapai dengan baik pula bila ekspresi berterima, dengan kata lain, komunikasi berprasyarat pada ekspresi diri yang disampaikan.
Contoh: kata makro hanya dipahami oleh orang-orang dan tingkat pendidikan tertentu, namun kata besar atau luas lebih mudah dimengerti oleh masyarakat umum. Kata griya, misalnya, lebih sulit dipahami dibandingkan kata rumah atau wisma. Dengan kata lain, kata besar, luas, rumah, wisma, dianggap lebih komunikatif karena bersifat lebih umum. Sebaliknya, kata-kata griya atau makro akan memberi nuansa lain pada bahasa kita, misalnya, nuansa keilmuan, nuansa intelektualitas, atau nuansa tradisional.
b) Bahasa sebagai Sarana Adaptasi Dan Integrasi Sosial
7
demikian, bahasa merupakan suatu kekuatan yang berkolerasi dengan kekuatan orang lain dalam integritas sosial. Misalnya: integritas kerja dalam suatu institusi, integritas keluarga, integritas berbangsa dan bernegara, dan lain-lain. Integritas tersebut menimbulkan berbagai konsekuensi, misalnya harus beradaptasi dalam integritas tersebut sehingga tidak menimbulkan konflik, perpecahan, atau permusuhan. c) Bahasa sebagai Sarana Kontrol Sosial
Fungsi bahasa sebagai kontrol sosial untuk mengendalikan komunikasi agar orang yang terlibat dalam komunikasi dapat saling memahami. Masing-masing mengamati ucapan, perilaku, dan simbol-simbol lain yang menunjukan arah komunikasi. Perilaku dan tindakan itu berkembang ke arah positif dalam masyarakat. Hal positif itu terlihat melalui kontribusi dan masukan yang positif. Bahkan, kritikan yang tajam dapat menerima dengan hati yang lapang jika kata-kata dan sikap baik memberikan kesan yang tulus tanpa prasangka. Dengan kontrol sosial, Bahasa mempunyai relasi dengan proses sosial suatu masyarakat seperti keahlian bicara, penerus tradisi atau kebudayaan, pengidentifikasi diri, dan penanam rasa keterlibatan (sense of belonging) pada masyarakat bahasanya.
8
layanan sosial merupakan salah satu wujud penerapan bahasa sebagai alat kontrol sosial. Semua itu merupakan kegiatan berbahasa yang memberikan kepada kita cara untuk memperoleh pandangan baru, sikap baru, perilaku dan tindakan yang baik. Di samping itu, kita belajar untuk menyimak dan mendengarkan pandangan orang lain mengenai suatu hal. d) Bahasa sebagai Sarana Ekspresi Diri
Orang tidak memiliki pemahaman tanpa pengungkapan. Bahasa sebagai ekspresi (pengungkapan) diri atas pemahaman dirinya dapat dilakukan dari tingkatan yang paling sederhana sampai dengan tingkat yang kompleks atau tingkat kesulitan yang amat tinggi. Selain itu, fungsi pertama ini, pernyataan ekspresi diri menyatakan sesuatu yang disampaikan oleh penulis atau pembicara sebagai eksistensi diri dengan maksud 1) Menarik perhatian orang lain (persuasive dan provokatif), 2) Membebaskan diri dari semua tekanan dalam diri seperti emosi, 3) Melatih diri untuk menyampaikan suatu ide dengan baik, 4) Menunjukkan keberanian (convidence) menyampaikan ide.
9
tulisan itu dipahami orang lain atau tidak. Akan tetapi, pada saat kita menulis surat kepada orang lain, kita mulai berfikir kepada surat itu akan ditunjukkan. Kita akan memilih cara berbahasa yang berbeda kepada orang yang kita hormati dibandingkan dengan cara berbahasa kita kepada teman kita.
e) Bahasa sebagai Sarana Memahami Diri
Dalam membangun karakter, seseorang harus dapat memahami dan mengidentifikasi kondisi dirinya terlebih dahulu. Ia harus menyebutkan potensinya, kelemahannya, kekuatannya, bakatnya, kecerdasannya, intelektualnya, kemauannya, tempramentnya, dan sebagainya.
f) Bahasa sebagai Sarana Memahami Orang Lain
Untuk menjamin efektivitas komunikasi, seseorang perlu memahami orang lain, seperti dalam memahami dirinya. Dengan pemahaman terhadap seseorang, pemakai bahasa dapat mengenali berbagai hal mencakup kondisi pribadinya: potensi biologis, intelektual, emosional, kecerdasan, karakter, paradigma yang melandasi pemikirannya, tipologi dasar tempramentnya (sanguinis, melankolis, kholeris, plagmatis), bakatnya, kemampuan kreativitasnya, kemampuan inovasinya, motivasi pengembangan dirinya, dan lain-lain.
g) Bahasa sebagai Sarana Mengamati Lingkungan
10
lingkungannya sehingga memperoleh kreativitas baru yang menguntungkan, baik bagi dirinya maupun masyarakatnya.
h) Bahasa sebagai Sarana Berpikir Logis
Untuk mengembangkan profesi, keahlian akademis, dan kemampuan intelektual, seseorang harus mampu berfikir logis. Kemampuan berpikir logis memungkinkan seseorang dapat berpikir induktif, deduktif, sebab-akibat, atau kronologis sehingga dapat menyusun konsep atau pemikiran secara jelas, utuh, runtut, dan konseptual. Melalui proses berpikir logis, seseorang dapat menentukan tindakan tepat yang harus dilakukan. Proses berpikir logis merupakan hal yang abstrak. Untuk itu, diperlukan bahasa yang efektif, sistematis, dan ketepatan makna sehingga mampu melambangkan konsep yang abstrak tersebut menjadi konkret.
i) Bahasa sebagai Sarana Membangun Kecerdasan
11
kecerdasan logistematis, terkait dengan angka dan logika seperti
akutansi, programmer komputer, teknik, dan lain-lain; 3) kecerdasan spasial, terkait dengan tata ruang seperti arsitektur, fotografer, pelukis
dan lain-lain; 4) kecerdasan musikal, terkait dengan pengolahan nada dan irama menjadi karya musik yang dapat berfungsi untuk berbagai kepentingan, misalnya terapi, membangkitkan semangat jantung, menghibur, dan lain-lain; 5) kecerdasan kinestetik-jasmani, terkait dengan kreativitas dan prestasi keolahragaan; 6) kecerdasan antarpribadi, terkait dengan kemampuan untuk bekerja sama dengan
orang lain, memimpin, bernegosiasi, dan lain-lain; 7) kecerdasan intrapribadi, terkait dengan kemampuan mengendalikan daya pikir dan
emosinya dalam mengakses berbagai informasi dan potensi yang bermanfaat bagi pengembangan dirinya.
j) Bahasa sebagai Sarana Membangun Karakter
Kecerdasan merupakan bagian dari karakter manusia. Kemampuan berbahasa yang efektif, logis, sistemati, lugas, jelas, dan mudah dipahami dapat membangun karakter yang diinginkan oleh kita sebagai pengguna bahasa. Semua itu dapat dilihat dari penyusunan karya ilmiah yang kita buat.
k) Bahasa sebagai Sarana Mengembangkan Kreativitas Baru
12
bentuk gambar didalam otak dan akan dituangkan dalam bentuk bahasa baik lisan maupun tulisan.
l) Bahasa sebagai Sarana Mengembangkan Profesi
Dari semua fungsi bahasa yang disebutkan sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan bahwa, akhir dari memiliki kemampuan bahasa akan mengembangkan profesi seseorang karena bahasanya. Semakin baik seseorang berbahasa maka akan semakin baik ia mampu berkomunikasi dengan orang lain. Kemampuan berbahasa yang baik tidak hanya akan membantu seseorang mampu berkreativitas, tetapi juga akan membuat kariernya berkembang menjadi lebih baik lagi.
3. Fungsi Bahasa Indonesia Secara Khusus Fungsi bahasa secara khusus :
a) Mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari.
Manusia adalah makhluk sosial yang tak terlepas dari hubungan komunikasi dengan makhluk sosialnya. Komunikasi yang berlangsung dapat menggunakan bahasa formal dan non formal.
b) Mewujudkan Seni (Sastra).
13
c) Mempelajari bahasa-bahasa kuno.
Dengan mempelajari bahasa kuno, akan dapat mengetahui peristiwa atau kejadian dimasa lampau. Untuk mengantisipasi kejadian yang mungkin atau dapat terjadi kembali dimasa yang akan datang, atau hanya sekedar memenuhi rasa keingintahuan tentang latar belakang dari suatu hal. Misalnya untuk mengetahui asal dari suatu budaya yang dapat ditelusuri melalui naskah kuno atau penemuan prasasti-prasasti. d) Mengeksploitasi IPTEK.
14
BAB III
Penutup
A. Simpulan
Bahasa Indonesia adalah hasil pertumbuhan dan perkembangan bahasa Melayu, yang kemudian terus berkembang dan mengalami perubahan sehingga menjadi bahasa Indonesia yang kita gunakan sekarang. Fungsi Bahasa pada dasarnya adalah sebagai alat komunikasi dengan sesama makhluk sosial lainnya. Dalam hal ini, Bahasa Indonesia sendiri memiliki beberapa fungsi yang terbagi menjadi 2 fungsi, yaitu fungsi umum dan khusus. Selain itu pula, salah satu tokoh sastrawan Indonesia Sumiati Budiman juga menambahkan beberapa fungsi tambahan bahasa yang dibedakan berdasarkan tujuannya.
B. Saran
15
Daftar Pustaka
Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi. 2013. Buku Modul Kuliah Bahasa Indonesia. Jakarta: Kemendikbud.
A., Alek dan Achmad H.P. 2010. Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Kencana Penanda Media Group.