Gambaran Perilaku Seksual Remaja Retardasi Mental di Sekolah Luar Biasa (Slb) Negeri Semarang
Teks penuh
Dokumen terkait
Berdasarkan hal tersebut subyek yang digunakan dalam penelitian ini dua orang anak laki-laki yang mengalami retardasi mental dimana subyek tersebut berperilaku
a. Pemberdayaan remaja penyandang disabilitas dalam pembinaan mental dan pelatihan keterampilan di Sekolah Luar Biasa Sukarame suatu program kegiatan belajar
Retardasi mental adalah gangguan yang ditandai dengan fungsi intelektual yang berfungsi di bawah rata-rata (IQ kira-kira 70 atau lebih. rendah) yang bermula sebelum
Kesimpulan dalam penelitian ini, remaja retardasi mental juga mengalami perkembangan seksual, namun belum adanya edukasi seksualitas yang diberikan dan masalah seksualitas yang
Hasil dari penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami mengalami retardasi mental ringan 16 (55,2 %), dan hampir setengah responden mengalami
Sebenarnya keluarga yang mempunyai anak retardasi mental sudah dapat menerima keberadaannya dikeluarganya, tetapi keluarga melakukan penolakan dengan cara-cara dan
Peneliti menyadari bahwa dalam pelaksanaan penelitian terdapat keterbatasan yaitu, peneliti hanya meneliti kemampuan sosialisasi anak retardasi mental usia sekolah,
Hal inilah yang menyebabkan anak retardasi mental memerlukan perhatian yang lebih dibandingkan dengan anak-anak normal lain, sehingga anak masih membutuhkan pola asuh dari orang tua