• Tidak ada hasil yang ditemukan

Novel Ketika Indonesia Menaklukan Dunia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Novel Ketika Indonesia Menaklukan Dunia"

Copied!
173
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Wonder Forward

a.k.a

Nafta S. Meika

KETIKA INDONESIA

MENAKLUKKAN DUNIA

Novel eRepublik

(3)

KETIKA INDONESIA MENAKLUKKAN DUNIA Penyunting

Nugelobudug Illustrasi & Desain Sampul

Aban Nesta Layout Intan Sari

ISBN … Cetakan I, Mei 2010

Copyright © 2010 by Wonder Forward Hak Cipta oleh Penerbit Republik eIndonesia

Buku ini diperuntukkan:

Untuk kang n3m0, panutanku, sesama penggila eRepublik, Untuk semua warga eIndonesia,

Untuk semua kebahagiaan dan pengalaman tak terlupakan… Sungguh terlalu banyak hal yang ingin saya ungkapkan mengenai pengalaman saya yang tak ternilai dalam permainan ini. Aspek dan dimensinya begitu banyak namun di saat yang sama juga sangat sederhana dan gemilang.

Namun ruang yang tersedia untuk pengungkapan ribuan hal ini hanya sedikit. Saya telah berupaya sedahsyat mungkin memasukkan apa yang paling penting dan esensial, dan sisanya bisa anda coba dan alami sendiri, menjadi petualangan dan kisah hidup anda sendiri, saat anda bergabung dengan kami. Saya berterima kasih atas hadirnya game ini dalam kehidupan saya. Saya dikaruniai tidak hanya pengalaman yang berharga, namun juga memperoleh keluarga dan komunitas yang indah dan hangat, teman-teman dari dalam dan luar negeri, juga rasa terima kasih saya diperuntukkan untuk Kang Bolodewo, aban, Bima, wizzie_don, Ond3l, Suhuku Phortoz, Donagung, Mamih Sandygee, Kang Nicosianipar, Mimihitam, Nugelobudug, Masila, sukm, rekan-rekan di PReI (Partai Republik eIndonesia) serta segenap warga negara eIndonesia serta sekutu-sekutu eIndonesia di luar negeri yang nama-namanya susah dieja dan susah banget di-list.

Akhir kata, hidup eIndonesia.

Jayalah Indonesia, tanah airku tercinta.

(4)

Semua peristiwa dalam buku ini dijabarkan sesuai kenyataan sebenarnya di New World, ranah eRepublik.

Ada pun penyampaian, nama, tokoh, organisasi, serta peristiwa yang kebetulan persis sama dengan kejadian di Real Life, hanyalah kebetulan belaka dari adanya masyarakat dan interaksi antar-manusia.

Seorang Gamer juga rakyat Indonesia! 6

BAB 1 W00t The Hell!?: “eIndonesia Bisa Ngejajah Australia?!?” 10 BAB 2 Welcome to New World: Hari Pertama Lahir 15

BAB 3 Kisah Manusia Pertama eIndonesia 18

BAB 4 Kai Pang Mode ON: Lalu Aku Mengemis… 21

BAB 5 Sebuah Negara, Komunitas, dan Keluarga dalam IRC 25 BAB 6 Mystery of Chat: Mengapa Chat Demikian Menggoda? 30 BAB 7 Growth Spurt: Masa Gila Membaca x DDB 34

BAB 8 Party, Let’s Party!: PReI… Partai Pilihanku. 38

BAB 9 The Addiction Starts: Lima Tahapan Siklus Bermain Game Online 43

BAB 10 A Career Starts: Koran Crow Guardians 47

BAB 11 The Voiceless Screaming: PTO Singapore dan Kang Masila 53 BAB 12 Pilihlah Jalan Hidupmu! 60

BAB 13 Bangkitnya Bangsa Magyar 66 BAB 14 Operasi Sabrina 70

BAB 15 D-Day: Pertempuran Dua Raksasa di West Siberia 75 BAB 16 Alliances and Religion: PEACEgc, ATLANTIS, EDEN, dan Dioisme 81

(5)

BAB 17 The Wheel of Politics: Pengalaman di eSenayan 84 BAB 18 Kalo Gagak Jadi Menteri Komunikasi 90

BAB 19 Rektor Universitas Newbie 94

BAB 20 Wander Must Die: Bom di Tubuh Sapi… 100 BAB 21 Legenda Pitung Part I: Invasi eIndonesia 103

BAB 22 Legenda Pitung Part II: Kol. Zaney Vs Kopassus ABeRI 109 BAB 23 Legenda Pitung Part III: Gebrakan Terakhir Zaney 114 BAB 24 The Day the IRC Stood Still: Pertempuran West Siberia II 120 BAB 25 Bencana dan Serangan Balik eRumania! 123

BAB 26 Final Battle of World War III: Pertempuran WSR III 128 BAB 27 Balas Dendam eVampir! 136

BAB 28 Kebangkitan Bangsa eSerbia, Battle of Vojvodina 141 BAB 29 Gathering Nasional eRepublik Indonesia 145

BAB 30 Idiosyncracy:Memetakan Budaya Warga eIndonesia 151 BAB 31 Pearl Harbor II: Menuju ke eHawaii 154

BAB 32 Kembang Api di Hollywood 164

BAB 33 Renungan: Nasionalisme di Tapal Batas Dunia Maya 168 BAB 34 Ending: Sebuah Negeri Pemenang: 173

BAB 35 Wellness Box Terakhir: Hening di Suatu Pagi. 183

Seorang Gamer Juga Rakyat Indonesia!

Jika Sauron membagikan cincin bagi penghuni dunia kita, tentu ia akan membagikan ini:

Meditasi untuk para biarawan dan orang suci Perhiasan dan perhatian bagi para wanita Game, game, dan game bagi para lelaki

Zaman agaknya sudah berubah.

Demikian juga para penghuni dunia ini.

Waktu kecil, mainanku lompat petak, petak umpet, lompat tali, lompat karung, kasti, gobag sodor (atau nama kerennya: galaksian), atau kadang-kadang jika terpaksa: bekel dan congklak. Ketika mulai beranjak besar, permainanku pun berubah. Mengikuti selera internasional dan tuntutan kurikulum seperti: sepakbola, bola voli, basket, kasti, dan lari keliling lapangan.

Sayangnya, aku ternyata dilahirkan bukan untuk menggeluti hal-hal yang bisa membawaku ke kejurnas atau Olimpiade. Aku dan kaumku mayoritas mufakat bahwa kami dilahirkan untuk menikmati himpunan game digital alias video game

beranggotakan gimbot bin game boy, Atari bapaknya Nintendo, lalu Sega hingga Playstation. Namun golongan permainan ini hanyalah game dengan interaksi terbatas. Paling hanya satu hingga delapan pemain yang bisa memainkan satu game berbarengan. Yang lainnya hanya nonton melihat. Lawan pun seringkali hanya komputer saja. Kurang terjadi dinamika dan kurang seru.

(6)

Multi-player Game Online menghantam ke Nusantara. Pada saat mulai, kuliah dan internet murah sudah mulai mewabah di Indonesia. Kami, para gamer, mendapat cakrawala baru permainan yang setahap lagi lebih tinggi ini. Pas zaman kuda gigit disket dulu ada Nexia: The Kingdom of the Wind. Lalu menyusul zaman keemasan Ragnarok, Tantra, Runescape, dll. Aku dulu mengira dulu game-game ini udah paling keren. Aku salah, karena sampai terhuyung-huyung takjub sendiri aku kala melihat kecanggihan Lineage II dan WoW (World of Warcraft). Beruntung aku tidak memainkan dua yang terakhir, jika tidak niscaya saya bisa makin ketagihan.

Saya akhirnya bisa keluar dari jenis permainan MMORPG ini karena jenuh, bosan, serta harus bayar1. Alasan terakhir sih

yang paling dahsyat, tapi aku melihat komunitas permainan mulai semakin tidak sehat, ramai, melelahkan, menyebalkan, dan sumpek. Apa yang dulu hangat kini jadi hambar. Yang dulu kekeluargaan beralih jadi iklim benci dan dendam serta kecurigaan.

Aku kemudian beralih ke game strategi komputer.

Sayangnya, ada dilema besar dalam mendoyani game strategi PC. Dilema yang menimpa semua penggemar game strategi termasuk pencipta game yang akan dibahas dalam buku ini. Apakah dilema itu? Begini, anda datang ke toko game lalu membeli Civilization, Age of the Empire, atau Total War terbaru. Game-game strategi mutakhir. Pokoknya top top

markotop dah! Lalu anda mulai memainkan permainan tadi selama lima menit, sepuluh, lima belas… dan kemudian saat anda sadarkan diri dan melihat jam: sudah jam 3 pagi! Waarrghhhh! Enam jam (atau lebih) telah berlalu, matahari udah keburu terbit lagi, malam sudah berlalu, dan pekerjaan anda tidak ada yang selesai, plus kekasih anda siap-siap menjatuhkan palu atau SP. Jika kegandrungan anda mulai kronis bukan tidak mungkin jatuh itu vonis talak dengan tuduhan merusak keharmonisan rumah tangga. Lantas orang yang anda kasihi segera menghilang tanpa jejak, ke lain hati, ke lain rumah. Inilah masalah keharmonisan perkawinan antara waktu luang dengan kesukaan terhadap game dengan hubungan sosial yang tak kunjung terpecahkan.

Akibatnya, dari game PC aku beralih ke game browser online. Permainan yang lebih sederhana, praktis, tidak memerlukan banyak waktu download, dan yang terpenting gratis. I love gratis. Namun setelah kecanduan di dalamnya, dan lagi-lagi memerlukan banyak waktu luang (sialan, aku jatuh dari lubang ke lubang yang sama), akhirnya malah terbentur pada masalah kedua yang sama-tak-terpecahkan-nya! Belum lagi bisa memecahkan masalah pertama yang bisa membuat anda menjadi pengasingan sosial, berpotensi merusak prestasi dan kehidupan RL, kini tambah lagi masalah No.2.

Masalah No.2 dalam game strategi online seperti Travian, Ikariam, Evony, Romance of Three Kingdom Online, sampai game perang galaksi macam Astroempires, Ogames, dll. ini baru bisa kelihatan kalau kita sendiri sudah terjun langsung di dalamnya.

Dalam game-game seperti ini anda ditugaskan membangun sebuah desa, kota, pulau, hingga koloni luar angkasa. Waktu

1 Ajegile aja saya disuruh beli voucher dan bersaing dengan para pemakai bot! Beruntung saya bukan anak-anak SMP atau remaja tanggung yang jadi korban permainan ini hanya karena mereka belum mengenal nilai uang dan bersaing dalam komunitas yang makin lama makin tidak sehat.

(7)

yang anda habiskan untuk membangun desa secara real time pada awal permainan membuat anda tidak bisa (atau jadi malas) pergi ke mana-mana. Anda juga harus terus menerus mengawasi dan waswas akan serbuan dari desa atau planet tetangga. Buat gamer yang punya banyak waktu luang tentu ini bukan masalah, mereka malah makin getol. Makin sering online diberi imbalan makin bergengsi dan keren. Namun kegetolan kadang tak berguna ketika terbentur pada masalah kedua: perbedaan kekuatan antara pemain yang telah lama bermain dengan anda.

Perbedaan kekuatan ini begitu besar sehingga semua aspek yang telah anda bangun dengan membutuhkan waktu sedemikian lama dalam permainan Travian (bisa sampai berbulan-bulan) maupun Astroempire (Enam bulan kujabani membangun terus dengan rajin, sampai punya 10.000.000 unit kapal perang, serta bayar ke perusahaan gamenya 20 Euro setahun buat dapat account unlimited!) bisa hancur dalam hitungan detik saja jika diganyang kekuatan yang jauh lebih besar2.

Itu terjadi padaku berkali-kali. Membuatku patah arang bukan main. Sekalipun kita mendedikasikan sepenuh waktu kita, selalu yang lebih perkasa setiap saat bisa menghancurkan kita. Bahkan terkadang, ironisnya… mereka bisa menyate kita tanpa adanya korban sedikit pun jatuh di pihak mereka. Lalu mereka akan datang dan menyatroni desa dan koloni mereka terus menerus, jam demi jam, menjajah kita tanpa ampun. Istilahnya: kita di-“farming”—dijadikan sekedar panenan atau diperas berkala oleh mereka.

Aku jadi muak dengan permainan macam ini. Lama aku berhenti main game online. Aku kembali ke game-game dunia nyata. Aku tertarik dengan kontrak bridge dan Tarot yang sampai sekarang masih kugandrungi. Sampai suatu saat, teman main bridgeku Chiruu (id eRepnya, bukan nama aslinya) memperkenalkanku dengan game yang menurutnya keren. Namanya Cybernations. Sebuah game di mana kita bisa menciptakan negara kita sendiri dan mengurus ekonomi, militer, serta politiknya.

Oke. Sounds good. Siapa yang gak kepengen memerintah negara sendiri?

Namun, setelah memainkannya selama dua minggu aku langsung kecewa setengah mati. Lagi-lagi... gameplay-nya terlalu rumit, dan untuk sekedar bisa masuk dan diakui dalam suatu persekutuan (guild atau geng), aku harus mengikuti ujian sampai dua kali. Ujian beneran! Bener-bener kayak kita harus duduk di kelas dan bener-bener harus menjawab 30 soal-soal rumit, setelah belajar dua hari penuh hanya untuk bisa diterima masuk ke dalam sebuah kelompok. Lalu, setelah mampus-mampusan lulus pun, sama pula akhirnya dengan game sebelumnya. Aku hanya jadi sapi perah oleh yang mereka kaya dan kuat bukan main.

Dalam semua permainan tadi, aku melihat pada hakekatnya semua orang sesungguhnya hanya sendirian belaka. Mereka selalu terpuruk dan takut dengan yang lebih kuat, lebih tua, dan lebih perkasa. Tidak ada keadilan berpendapat selain melewati tatanan senioritas guild, gang, klan yang kaku. Semangat main yang ada di sana hanya mengganyang sumber daya sebanyak-banyaknya, berburu mangsa atau panenan secara terkoordinir bagaikan kawanan serigala atau hiu, mengejar ranking, begitu

2 Sebenarnya cuma berlangsung 3 menit, dalam kasus waktu aku main Astroempires. Dalam sekejab muncul 30 juta unit kapal perang, dan setelah pertempuran 10 detik, seluruh unitku lenyap jadi sampah dan puing galaksi. Lalu 2 menit kemudian puing galaksi itu disedot lawan buat jadi fulusnya. Aku lenyap berkalang “debu galaksi”.

(8)

terus… Tiada akhir. Kering dan dingin dan keji dan tamak, itulah simpulanku.

Aku perih melihatnya. Karena pada dasarnya konsep bernegara ini masih menarik perhatianku, maka aku segera mencari game pengganti yang bertema sama. Bergentayanganlah diriku di wikipedia, dan di halaman wikipedia mengenai cybernations, aku menemukan game yang disebut eRepublik3. Dari namanya

saja saya sudah tahu ini game buatan orang Eropa Timur, karena tulisan Republik-nya pakai “k” bukan “c”.

Aku sontak dan seketika terpesona pada game ini. eRepublik adalah game berlatarkan peta bumi dan negara-negara yang ada di dunia nyata kita (atau singkatnya kami sebut RL— Real Life). Melalui simulasi bernegara dan bermasyarakat, kita menjadi salah seorang warga negara yang bisa turut berpartisipasi untuk “rewrite the history”. Menulis ulang sejarah dunia!

Kita bisa membuat pengaruh kita terasa di bidang ekonomi (dengan menjadi pekerja atau pengusaha), politik (menjadi anggota partai sampai ketua partai, anggota DPR sampai Presiden), ABeRI (berperang, menaikkan pangkat, menjadi komandan, hingga panglima ABeRI, bahkan ikut wamil), sampai bikin menjadi raja media (punya koran sendiri)! Wow, angan-anganku langsung melambung tinggi. Rasa nasionalismeku pun membuncah. Sehebat apa ya Indonesia di

4 Semua anak di Indonesia lahir punya cita-cita jadi Presiden. Tapi berapa banyak yang bisa jadi Presiden negara? eRepublik mungkin ajang latihan sekaligus pemenuh cita-cita abadi ini.

5 Ini pun tidak melalui fitur. Melainkan komunikasi sosial antar pemain via chat

atau artikel.

dalam game ini? Kalau aku lahir di sana, cita-citaku mau jadi apa ya? Apa mau jadi Presiden?4

Kemudian, dua dilema abadi game Online dan PC tadi pun sirna diterpa konsep jenius game ini. Alexis Bonte, pencipta game ini, sengaja menciptakan sebuah game simulasi yang hanya perlu dimainkan 15 menit atau beberapa klik saja sehari, kecuali jika anda ingin aktif membaca berita atau terlibat dalam perpolitikan5. Jadi tidak ada masalah dengan banyak

waktu yang ludes terbakar game. Lalu, tidak ada bahaya bahwa

citizen atau warga negara anda bisa dihantam atau dibunuh mentah-mentah, semena-mena, atau diserang saat kita tidak online oleh yang lebih kuat. Semua penduduk, baik lama dan baru, kuat dan lemah, memberikan kontribusi kepada negara sesuai jatah dan kemampuannya dalam bidang militer, media, ekonomi, serta tentu saja sosial-dan-politik.

Perbedaan kemampuan tiap citizen hanya ada di kepiawaian pribadi kita dalam berkomunikasi, bersosialisasi, bersimulasi ekonomi, dan politik, yang lebih menentukan keberhasilan karir kita sebagai warga negara dalam eRepublik. Id yang lebih lama mungkin punya kekuatan, pangkat, serta kemampuan skill job lebih tinggi. Namun hal-hal seperti itu pudar diterpa kilau kemampuan kepemimpinan, diplomasi, sosial, ekonomi, administrasi, politik. Kemampuan-kemampuan yang

dilatarbelakangi pengetahuan mengenai sejarah, geografi,

kultur negara, serta mekanika game inilah yang membuat kita bisa memiliki kontribusi tertinggi terhadap kejayaan bangsa.

3 www.erepublik.com, game kewarganegaraan dan sosial yang dibuat oleh Alexis Bonte, usahawan dari Rumania. Game ini adalah tema sentral bahasan buku ini. Jika anda mau bergabung dalam game ini, silakan refer ke invitation link ini: http://www.erepublik.com/en/referrer/Wonder+Forward buat bergabung. Keuntungan sistem invitasi ini adalah: jika anda mencapai level tertentu saya juga mendapatkan bonus gold. Sebagai imbalannya, bimbingan dan berbagai hadiah dari saya tentu akan dibaktikan untuk perkembangan anda.

(9)

6 Untuk membedakannya dari Indonesia (yakni negeri kita di RL).

Bagiku game ini adalah game yang sangat adil bagi semua pemain, baik pemain lama maupun pemain baru. Seperti

halnya game-game zaman sekarang, semua fitur dan ringkasan

informasi game eRepublik ini pun tersedia dalam eRepublik. wiki. Maka aku pun membuka-buka informasi tentang negaraku, eIndonesia6.

Dan aku tercengang dahsyat…

Aku ingat hari itu tanggal 31 Januari 2009…

BAB 1

W00t The Hell!?: “eIndonesia Bisa Ngejajah

Australia?!?”

Wilayah eIndonesia di puncak kekuasaannya:

eIndonesia dari Barat hingga Timur Bukan lagi Sabang sampai Merauke

Tapi Pampas (Buenos Aires) sampai Texas (Dallas). Dari Utara sampai Selatan

Bukan Pulau Roti dan Pulau Weh

Tapi West Siberia sampai Tasmania, Hobart.

Oke. Kalian udah baca khan penggalan di atas? Kaget? Sama. Awalnya aku juga tidak percaya.

Gilak, gimana aje gila Astaga Sparta mungkin?!!!

Sampai punggungku menggeletar dijalari listrik, dan jari-jemariku jadi dingin. Bulu kudukku meremang. Hebat amat eIndonesia! Tapi demikianlah kenyataannya.

Pada tanggal 31 Januari 2009, aku masuk ke dalam eRepublik. Aku sontak dan seketika terpesona pada game ini. eRepublik

(10)

adalah game berlatarkan peta bumi dan negara-negara yang ada di dunia nyata kita (atau singkatnya kami sebut RL—Real Life). Melalui simulasi bernegara dan bermasyarakat, kita menjadi salah seorang warga negara yang bisa turut berpartisipasi untuk “rewrite the history”. Menulis ulang sejarah dunia!

Kita bisa membuat pengaruh kita terasa di bidang ekonomi (dengan menjadi pekerja atau pengusaha), politik (menjadi anggota partai sampai ketua partai, anggota DPR sampai Presiden), ABeRI (berperang, menaikkan pangkat, menjadi komandan, hingga panglima ABeRI, bahkan ikut wamil), sampai bikin menjadi raja media (punya koran sendiri)! Wow, angan-anganku langsung melambung tinggi. Rasa nasionalismeku pun membuncah. Sehebat apa ya Indonesia di dalam game ini? Kalau aku lahir di sana, cita-citaku mau jadi apa ya? Apa mau jadi Presiden?7

Dan aku tercengang dahsyat saat melihat informasi mengenai eIndonesia…

Negara eIndonesia8 dalam eRepublik adalah salah satu negeri

Adidaya (superpower) dalam game ini. Sebuah Imperium tua yang sangat disegani dan dihormati. Kalau kita ambil perumpamaan Real Life-nya9, kita adalah negara Superpower

seperti Amerika Serikat. Kita pernah menjadi negeri terkuat di dunia. Jabatan negeri terkuat ini terus bergeser dari negara ke

7 Semua anak di Indonesia lahir punya cita-cita jadi Presiden. Tapi berapa banyak yang bisa jadi Presiden negara? eRepublik mungkin ajang latihan sekaligus pemenuh cita-cita abadi ini.

8 Demi membedakan negara maya ini dengan negara kita di dunia nyata, mari bersepakat menyebut negara Indonesia dalam eRepublik sebagai eIndonesia (singkatannya: eI), demikian juga dengan negara lainnya.

9 RL = Real Life atau Kehidupan Nyata. Sering juga disebut IRL (In Real Life) = dalam kehidupan nyata.

negara, dari imperium ke imperium. Pada awal permainan, imperium ePakistan dianggap sebagai yang terkuat di dunia. Wilayah jajahannya meliputi ePakistan dan seluruh eRRC. Lalu dari ePakistan, era eNorwegia dimulai dengan wilayah jajahannya yang meliputi eRusia hingga eJerman.

Saat saya lahir, eRumania adalah negeri Adidaya terkuat di eRepublik sekaligus musuh utama bangsa eIndonesia. Lalu sesudah eIndonesia, enam bulan kemudian, giliran eHungaria menjadi negeri terkuat di dunia. Namun perkara wilayah jajahan dan pelanglang buana terhebat, cuma eIndonesia yang pernah menguasai wilayah jajahan di 5 benua (Australia, Asia, Amerika, Eropa, Afrika).

* * *

Permulaan sejarah kejayaan eIndonesi ditandai dengan penguasaan benua eAustralia. Percaya atau tidak, fakta bahwa bangsa eIndonesia bisa menjajah benua Kangguru ini hanyalah berita basi.

Sudah lebih dari setahun yang lalu, pada bulan 13 April 2008, eIndonesia menyerbu eAustralia dan berhasil menguasai negeri koala pada tanggal 18 April 2008! Pada tanggal 15 April, pasukan eIndonesia berhasil menaklukkan wilayah Queensland (beribukota di Brisbane), Northern Territory (beribukota di Darwin) dan Western Australia (beribukota di Perth).

Pada tanggal 16 April, South Australia (beribukota di Adelaide) direbut. Pada tanggal 17 April New South Wales (Ibukota Australia, Canberra) dan Victoria (beribukota di Melbourne) ditaklukkan. Dalam pertempuran terakhir di Tasmania (beribukota di Hobart) berakhir pada tanggal 18 April 2008. Dengan ini eIndonesia

(11)

berhasil menguasai seluruh wilayah Australia.

Dalam pertempuran di Queensland, muncul pahlawan dari pihak Australia bernama Zaney, yang berhasil mengalahkan 60 orang prajurit eIndonesia seorang diri sebelum akhirnya melarikan diri. Atas prestasinya yang luar biasa, laskar eIndonesia menjulukinya sebagai si Pitung10.

Terhenyak aku menyaksikan catatan sejarah ini. Setelah menenangkan diri sejenak, aku melihat ada keganjilan lainnya pada bentangan peta eIndonesia. Separuh eSouth Africa alias eAfsel, negerinya Nelson Mandela ternyata juga kita kuasai! Setelah ditilik dalam catatan sejarah, proses menguasainya pun cukup luar biasa. Dikutip di sana bahwa warga eIndonesia, beberapa beberapa hari menjelang pemilu legislatif (DPR) ramai-ramai hijrah ke eAfrika Selatan, mendirikan Partai, mengajukan caleg dari eIndonesia, dan berhasil menumbangkan jumlah suara penduduk Afrika Selatan sendiri! Lalu, dalam pemilu presiden, mereka bahkan bisa menggolkan calon presiden asal eIndonesia bernama mamangbakso. “Mamangbakso? Presiden asal eIndonesia berkuasa di Afrika Selatan?! Becanda awak ini!” Kata seorang teman sambil menyikut saya. Tapi sungguh, saya tidak bercanda! Namun kala proses take-over itu terjadi, seluruh dunia mengecam eIndonesia. Mereka mengatakan bahwa taktik laskar eIndonesia adalah curang bukan main. Mendengar itu, eIndonesia memilih tidak mengganyang eAfsel dengan cara mudah, demi memulihkan nama baik di kalangan internasional.

Pak Presiden mamangbakso bisa saja kongkalikong dengan pemerintah eRI karena memegang semua tombol pemerintahan eAfrika Selatan. Namun setelah dua bulan upaya membangun eAfrika Selatan gagal karena isu take-over

berkepanjangan, maka akhirnya tanggal 11 Juni 2008, laskar eIndonesia menyerbu eAfrika Selatan dalam perang dahsyat melawan hampir seluruh dunia yang mendukung eAfrika Selatan. Perang satu bulan lebih berkecamuk, hingga pada tanggal 23 Juli 2008, pasukan eIndonesia merebut kemenangan di Western Cape, Northern Cape, serta KwaZulu-Natal. Separuh eAfsel takluk sudah.

eIndonesia setuju menghentikan perang dengan pihak eAfrika Selatan karena mereka tidak mempermasalahkan wilayah yang telah direbut eIndonesia selama eIndonesia tidak bermaksud memusnahkan eAfrika Selatan dari muka bumi. Hal ini kemudian disetujui pemerintah dengan menandatangani perjanjian damai dengan eAfrika Selatan sehingga perang Intan resmi dinyatakan selesai. Bangsa eIndonesia beristirahat dan bersiap untuk menyambut tantangan mahabesar berikutnya.

Para pemimpin dan pendiri negara eIndonesia memiliki Visi Selatan, yaitu menguasai dunia lewat Jalur Selatan. Rencana ini diwujudkan dengan lewat provinsi Western Cape, yang berbatasan dengan akses menuju benua Amerika yakni negeri Tango dan tanah kelahiran Maradona: eArgentina! Usai perang eIndonesia vs eAfrika Selatan, Presiden eBrazil yang gerah melihat sepak terjang eIndonesia mengirimkan surat rahasia kepada Presiden eIndonesia yang isinya:

“Siapakah sasaranmu berikutnya? Kami atau eArgentina?”

* * * 10 Lihat Bab 21, 22, dan 23.

(12)

Setelah eAfsel takluk pada bulan Oktober 2008, presiden eIndonesia memencet tombol perang melawan eArgentina. Seru benar api pertempuran menyala di seantero negeri eTango. eArgentina pun tumbang dalam pertempuran epik yang melibatkan serangan gabungan eIndonesia dan eBrazil dari dua front.

Setelah dua bulan perjuangan, dataran utama sekaligus ibukota negeri eArgentina yakni Pampas direbut. Buenos Aires pun dikibari bendera merah putih. Berikutnya, provinsi Patagonia direbut. Provinsi Cuyo yang mungil kini menjadi wilayah terakhir eArgentina, dan jelas sekali akan segera bisa dirampas—Evita tentu akan terancam jadi WNI dan eArgentina punah sementara dari muka bumi.

Namun orang-orang Argentina kemudian menyerah tanpa syarat. Negeri kita bersedia menerima tawaran bendera putih itu. Beberapa bulan kemudian, bangsa eIndonesia dengan bijaksana dan murah hati memberikan kembali wilayah kita ke eArgentina dengan syarat mereka menjadi sekutu kita dalam aliansi PEACEgc. Lalu, jajahan kita, eAustralia pun kita berikan kemerdekaan di sebagian wilayah mereka dan mereka pun menjadi sekutu.

* * *

Aku terhenyak. Memberikan kemerdekaan… kayak Penjajah Inggris saja dulu yang memberi kemerdekaan kepada Malaysia11 dan India12 di RL. Sama-sama negeri Kepulauan,

sama-sama menakjubkan gebrakannya, Imperium Inggris Raya dan eIndonesia.

11 Kelak pecah menjadi Malaysia dan Singapura.

12 Pecah menjadi Bangladesh, Pakistan, dan India 13 Nama jagoan fiksi dalam buku novel karangan saya, Tanril (Akoer, 2008). Kalau ini diibaratkan tim sepakbola, kemampuan dan keganasan negara eIndonesia kita bisa diumpamakan seperti Tim Brazil yang telah lima kali menjuarai Piala Dunia. Kita telah menciptakan sejarah dan rekor tersendiri. Satu-satunya negeri yang membentang sepanjang garis khatulistiwa, berada di 4 benua, berbatasan dengan 3 samudera. Kemegahan Imperium kita melebihi Kerajaan Majapahit dan bahkan setara dengan Kerajaan Inggris Raya pada puncak masa keemasannya.

Sejak aku membaca mengenai hal ini, aku sudah keburu senang dengan game ini bahkan sebelum mulai memainkannya. Hati kecil ini meluap-luap, dipenuhi semangat patriotisme. Bangga benar rasanya hingga aku memutuskan bahwa aku harus bermain game ini. Aku pun harus berjuang demi makin membesarkan nama eIndonesia!

Demi kejayaan dan harumnya nama Indonesia di dunia nyata pula! Bagaikan kesetrum rasanya melihat risalah sejarah yang dipenuhi nama-nama asing dan ajaib, tapi hormat dan segan, karena mereka adalah bapak dan ibu pendiri bangsa eIndonesia ini, lalu penerus-penerusnya yang berhasil mengelola bangsa ini hingga mencapai tahapan mutakhir seperti ini.

Maka aku segera mendaftar masuk menjadi warga negara. Dalam mendaftar saya pertama mencoba mendaftar dengan menggunakan yahoo mail, akan tetapi invitasi dari pihak eRepublik untuk mengaktifkan akun warganegara tidak kunjung tiba, meski saya sudah menunggu selama tiga hari. Habis kesabaran, aku langsung mencoba memakai gmail dan langsung bisa masuk.

(13)

Maka, melalui berbagai kesulitan… akhirnya id warga negara saya: wander howard13 lahir di eRepublik pada tanggal 2 Februari 2009...

Aku hanyalah gamer,

Buta politik dan bahkan jijik akan politik. Di RL kenyataan sungguh memilukan, Korupsi di mana-mana,

Kepedulian pun nyaris nol.

PPKn diajarkan gencar, namun moral dan semangat nasionalisme Terus memudar bagaikan salju bertemu sinar mentari.

Generasiku adalah generasi yang berupaya mencari kesenangan Pelepas jemu dari membanting tulang di kenyataan yang berdebu Tak nyana suatu hari

Di kala pengembaraan kami dari satu bunga ke lain bunga Laksana lebah menemukan sumber madu abadi,

Kami bertemu dengan permainan ini.

Di sini kami belajar cara untuk menjadi warga negara sejati. Apa itu makna hidup berjuang demi negara.

Apa arti cinta tanah air yang sejati itu. Bahu membahu kami putra-putri eIndonesia Bersumpah dengan satu bahasa,

Bersumpah dengan satu persatuan,

Melebarkan pengaruh eIndonesia ke seantero dunia. Dan tak diperlukan pendidikan 12 tahun terus menerus: PPKN, PSPB, Tata Negara dan Kewarganegaraan,

Serta ratusan teori yang mengawang-awang belaka tak ada gunanya. Yang diperlukan adalah praktik langsung, bernegara, dan berbangsa yang riil. Berdemokrasi, berpendapat, dan memajukan bangsa!

Bergabung bersama kami di negeri eIndonesia, di ranah Dunia Baru.

www.erepublik.com.

BAB 2

Welcome to New World: Hari Pertama Lahir

Hari kelahiran adalah hari air mata Derita dan bahagia mulai dirasa Napas ditarik dan tangisan meraung

Seakan meramalkan bahwa hidup ini bakal ‘hingar bingar’ tapi ‘fun”

Hari Pertama

Pada hari aku lahir di Jawa, eIndonesia, saya hanya dibekali dengan uang 5 IDR14 dan wellness 5015. Wellness

adalah semacam indikator kesehatan dalam permainan ini sekaligus indikator produktivitas dan kesanggupan menjalankan kegiatan lainnya. Semakin tinggi wellness anda, semakin produktif anda dalam bekerja, dan semakin banyak seorang warga bisa bertempur, dan semakin baik hasil pertempurannya. Wellness juga digunakan untuk bekerja dan berlatih. Kekuatan otot saya pun hanya bernilai 1, dan saya hanyalah seorang prajurit berpangkat private tanpa pengalaman bertempur.

Saya tidak punya gold (mata uang internasional) sedikit pun dan inventori saya kosong. Agak suram sih, namun semua orang yang lahir di dunia ini tidak membawa apa-apa.

14 IDR adalah mata uang eIndonesia dalam eRepublik. Mata uang internasional dalam eRepublik adalah gold atau emas, yang bisa ditukarkan dari atau ke semua mata uang lainnya. Nilai tukar IDR ke gold adalah 25-40 IDR/gold. 15 Wellness adalah nilai kebugaran (dengan range 0-100). Poin kebugaran ini

menentukan produktivitas, stamina melakukan berbagai macam kegiatan dari bekerja hingga berperang. Lihat Bab Tutorial mengenai cara menambah Wellness dan kegunaannya.

(14)

Hal pertama yang kulakukan, sesuai anjuran game ini adalah memasang gambar avatar id saya. Begitu avatar dipasang pertama kali, kita mendapat poin Experience tambahan, kemudian melamar kerja, masuk kerja, kemudian berlatih strength dalam ketentaraan. Dalam sehari para pemain baru sudah melesat menjadi Level 3.

Tidak lupa aku membeli makanan. Dalam permainan ini, kita hanya bisa bekerja, berlatih, dan makan 1 kali sehari. Makanan pun dimakan otomatis setiap pergantian hari eRepublik yaitu pada pukul 15.00 (bisa berubah bergantung

Daylight Saving Time16). Saat awal main, setiap kali bekerja atau

berlatih masih ada modul Trivia. Yaitu kita harus menjawab

lima pertanyaan mengenai geografi, seni, budaya, dan

pengetahuan umum dunia dan Indonesia agar mendapatkan bonus nilai. Tapi modul ini menuai kecaman dari para pemain yang tidak hobi ikut kuis serba-serbi, apalagi kuis dunia New World tapi kok pertanyaannya soal dunia IRL. Akibatnya modul laknat ini telah punah dicabut.

Kebingungan Newbie

Lalu di sudut kiri ada kotak surat dan pemberitahuan. Pada saat pertama kali masuk aku mendapatkan surat ucapan selamat telah menjadi warga, lalu pemberitahuan dari Presiden kepada semua warga baru. Mereka mengatakan bahwa seharusnya aku aktif di Chatroom atau IRC tempat pemain Indonesia berkumpul. Pesan itu berasal dari Pak Presiden Bolodewo. Kata beliau, saya juga harus

16 Bergantung dari lamanya siang hari, beberapa negara eropa dan amerika mengatur penghematan listrik dengan memajukan atau memundurkan jam. Program ini disebut Daylight Saving Time.

menghubungi menteri sosial guna mendapatkan panduan lebih lanjut. Aku mencoba menghubungi MenSos tapi tidak ada balasan.

Aku tidak tahu harus ke mana. Tidak punya apa-apa, tidak tahu apa-apa, dan hanya bisa membaca Koran-koran yang isinya tidak kumengerti. Aku pergi ke pasar dan kulihat harga barang mahal semua. Kulihat gajiku dan kubandingkan dengan harga rumah… Wew… Rumah termurah harganya 200 rupiah (IDR) sedangkan gajiku cuma 1.5 IDR, Makanan termurah saja (Nasi Padang) sudah 0.6 IDR. Gila! Kapan bisa kebelinya?! Mulai deh pikiran Wander Howard jadi liar.

Bisa gak ya ngerampok bank di sini?

Jika memakai statistik Bank Dunia di IRL, wander howard jelas termasuk penduduk miskin melarat. Sebagian dari pendapatannya sudah habis untuk biaya makan belaka, belum lagi ia tidak memiliki rumah (alias gelandangan); dengan kesehatan setengah sakit; duit di kantong pun hanya pemberian subsidi dari negara. Sudah beruntung bukan pengangguran.

Neraka Minggu Pertama

Tapi itulah jalan keras yang harus dilalui semua pemain pada awalnya. Terutama 1 minggu pertama. Menurut panduan, para pemain baru bisa ikut berperang pada saat mencapai level 5. Lalu, sedikit berita penghibur. Jika sudah mencapai Level 6, kita akan mendapat bonus 5 gold. Apa itu gold? Gold adalah mata uang internasional dalam permainan ini dan sangat berharga. Satu keping gold saat aku lahir dihargai sama dengan 37 IDR. Dengan bonus itu saja aku bisa membeli rumah sangat sederhana sekali (Quality 1 adalah

(15)

yang terendah, Quality 5 yang tertinggi). Lalu level 7 baru bisa join partai dan mencoblos dalam pemilihan umum, serta memiliki surat kabar.

Perjalanan 7 hari pertama itu memang membosankan. Hanya sekedar klik work dan klik train saja. Menantikan bisa cepat-cepat sampai ke level 5, di mana kita bisa berperang. Masih jauh dari impianku untuk punya perusahaan sendiri… Pada saat saya mulai bermain pun, module perang sedang diperbaiki oleh Mimin17. Jadi aktivitas yang bisa kita lakukan

setelah bekerja dan berlatih setiap hari hanya membaca koran dan menambah ilmu pengetahuan via wiki.

Add as Friend: Chiruu, Tatimu, Hypnoman

Rival is very important Tapi sahabat sekaligus rival

Is better than anything in a competition

Aku beruntung memiliki teman main bareng yang join juga dalam permainan ini. Yang pertama adalah Tatimu, teman satu kampus, yang ternyata sudah join duluan unggul 7 hari dari kami, sebelum aku.

Lalu Chiruu (yang ternyata ikutan muak sama CyberNations dan berhasil kuajak ke sini), dan Hypnoman masuk. Kami bersaing dalam segala hal mulai dari: Keunggulan menjawab Trivia, keunggulan tempat kerja, wellness, keunggulan duit dan harta. Sekepeng pun kami ributkan. Saling ngetawain.

17 Panggilan mesra ala Indonesia untuk Admin game.

Akibatnya 7 hari neraka yang membosankan jadinya tidak terasa berlalu. Sebenarnya sangat menyenangkan punya banyak rekan-rekan yang bisa diajak bersama main ini. Hal ini memacu kita buat lebih kaya, lebih kuat, lebih tinggi.

Wealthius, fortius, altius. Yang penting di antara kami dulu siapa yang lebih kaya, kuat, dan tinggi. Itu menjadi persaingan kecil yang menarik dan menyemangati.

Kami awalnya tidak peduli dengan perbandingan melawan pemain-pemain yang lebih tua dan jelas jauh lebih kaya ketimbang kami. Kecuekan itu muncul lebih karena: setiap citizen pun bisa menyumbangkan sesuatu bagi negara dalam perang.

Para pemain terkuat tidak bisa menekan citizen yang lemah karena dalam perang karena module perangnya memakai sistem poin bersama. Semua pemain, baik yang paling kuat atau lemah, berjuang bersama-sama menggempur atau menambal poin “Tembok” di sebuah negara. Tidak ada

lagi fitur perang antar pemain, sehingga tidak ada risiko kita

ditumpas atau diganyang pemain besar. Kita semua berjasa karena semua orang bisa menyumbangkan poin damage; meski semakin tinggi strength dan rank kita, semakin besar

damage kita.

Dalam bidang ekonomi pun tekanan ekonomi terhadap pemain kecil minimal karena ada intervensi pemerintah dan persaingan pasar dari ratusan perusahaan baik lokal maupun asing. Kita sebagai pekerja juga bisa pindah kerja sesuka kita jika perusahaan tempat kita bekerja sedang tidak punya uang untuk menggaji kita atau sedang tidak memiliki stok bahan (khusus perusahaan manufaktur).

(16)

BAB 3

Kisah Manusia Pertama eIndonesia

The first of them (sons of Dio) was Isnuwardana, the courageous and the brave. He was well respected, and headed south. He formed the greatest of all nations, Indonesia, where life was happy for years and through time, went everywhere in the world, including the current USA,

Canada and all of the east Asian and American continents.

— Bab Dua, Kitab Kejadian Agama Dioisme18

Saya akan beralih sedikit ke sejarah. Mumpung kita sedang membicarakan hari kelahiran saya. Kali ini kita bicara tentang hari lahirnya Bangsa eIndonesia.

Pada tanggal 22 November 2007, negeri eIndonesia akhirnya resmi lahir di New World saat seorang putra Indonesia menyanggupi sebuah undangan misterius menuju sebuah negeri antah berantah: New World.

“Congratulations! Following your request, you have been selected to become one of the first citizens in Erepublik beta…you’ll have the opportunity to be part of the biggest online historical experiment. You can start here by creating your Erepublik beta account: ...”

Ia tertegun dalam hati, bimbang sesaat.

“Sesungguhnya, saya tak pernah menaruh minat dalam game online, begitu pula email ini tampak sedikit mencurigakan. Tetapi malam itu, karena saya tidak ada kerjaan, saya mengkliknya, dan sebuah dunia baru terbuka.”

Kembali ke pokok bahasan. Apa yang harus kulakukan biar unggul dari mereka? Bahkan dari Tatimu yang sudah main duluan? Seharusnya ada cara…

Aku harus berinteraksi dengan pemain lain, yang punya

resource lebih…

Ya… Aku akan mengemis….

(17)

“Pemandangan tampak luar biasa ketika saya memasuki ranah baru ini, saya memilih eIndonesia sebagai negaraku. Selagi saya mengakrabkan diri saya dengan roda-gigi permainan ini, ada perasaan yang berbisik dalam hatiku: ini akan menjadi sesuatu yang besar di masa depan,” tulis pemilik id Isnuwardana dalam koran Berita Sehat miliknya.

Isnuwardhana, Nabi Adam eIndonesia, saat eRepublik lahir memilih masuk dan menjadi penduduk pertama di eIndonesia. Ia dikenal dengan nick Volron dalam forum e-Samarinda19.

Dari sana, ia mulai getol merekrut para pemain lainnya untuk menemaninya membangun sebuah negeri baru ini. Saat ia memasuki Dunia Baru ini, ia tak akan pernah menyangka, akan menjadi Bapak bangsa yang akan menjadi Kekaisaran Penguasa eDunia ini.

Apalagi beberapa hari setelahnya, saat ia dengan pilu menggembok kantor sekaligus pembangun rumah sakit miliknya yang bernama Yayasan Sehat. Ia mendirikan perusahaan penghasil RS itu karena terinspirasi profesi RL-nya sebagai dokter sekaligus dosen di bidang medis. Namun kenyataan pahit akibat kurangnya pengalaman segera menghampirinya.

19 http://www.e-samarinda.com/forum/index.php?showtopic=4021 (Prasasti bersejarah aktivitas Adam eIndonesia)

“Entah tiba-tiba ada invitasi di mail yahoo ku tentang eRepublik.com (www. erepublik.com) Kayaknya sih semacam situs jaringan sosial juga, tapi dengan dasar permainan (online). Permainannya itu, kita disuruh mengatur sebuah negara beneran. Jadi aku coba daftar, jadi warga negara Indonesia dan milih region Kalimantan (hebatnya capital citynya udah diset Samarinda, hehe). Mau coba ngembangin ... tapi ternyata aku satu-satunya penduduk Indonesia, weh. Padahal sudah investasi bikin rumah sakit, ngga ada employeenya. Ya udah, sementara ini ikut militer aja dulu, ningkatin kekuatan. Mau bikin partai politik juga belom bisa ... Kalau ada yang berminat meningkatkan populasi Indonesia ... aku masih ada 3 invitasi lagi Mau?”

Dalam negeri yang maha luas, namun penduduknya bisa dihitung dengan jumlah jari dalam satu tangan, kebutuhan paling utama dan pokok buat menunjang hidup bukanlah Rumah Sakit. Yang paling dibutuhkan untuk mempertahankan kesehatan adalah makanan. Nasi atau Roti.

Membangun sebuah rumah sakit pun memerlukan banyak pekerja, biaya, serta waktu yang lama. Maka saat ia dengan berat hati memberhentikan sementara produksi Yayasan Sehat miliknya, ia segera berangkat bekerja di perusahaan roti milik sahabatnya. Namun tak pernah dalam hatinya surut tekad bahwa ia akan menjadi penghasil rumah sakit pertama di eIndonesia.

Karena memakmurkan bangsa dan negara memerlukan kekuatan eksekutif dan legistlatif, maka Isnuwardhana dan teman-temannya bersama-sama membangun partai politik pertama di eIndonesia bernama Narcissist (NCS). Saat temannya, sulistiowidodo hendak bergabung dengan NCS, Isnuwardhana berkata.

“Mas, lebih baik mendirikan partai baru.” “Kenapa?”

“Begini. Dalam suatu negara, gak bagus kalau hanya ada satu partai. Nanti kalau terlalu semena-mena tidak ada mekanisme pengawasan dan kendalinya.”

Maka Sulistiowidodo mendirikan partai kedua di eIndonesia bernama Amazing Great Indonesia Party (AGIP). Lalu presiden pertama eIndonesia adalah srikandi bernama ayoe_f_r. Ia menjadi presiden perempuan pertama dan satu-satunya di eIndonesia.

(18)

Pada masa itu, menurut legenda, belum ada perang. Seluruh dunia dipenuhi Adam-adam dan Hawa-hawa. Seluruh dunia bertumbuh, kadang tidak saling mengenal atau mencampuri urusan masing-masing. Namun seluruh dunia berpacu. Berpacu untuk tumbuh dan menjadi mandiri lalu kuat.

Namun pada bulan April, 5 bulan setelah eRepublik mulai, Isnuwardana akhirnya menjadi presiden eIndonesia. Ia juga adalah tokoh yang melancarkan perang dan berhasil menguasai benua eAustralia.

Seperti yang kalian semua ketahui, ini adalah awal mula Republik eIndonesia. Ya, kita dua hari terlambat ketimbang yang lain. Ini mungkin yang membuat kita istimewa. Namun, negara maya ini perlahan menjadi sesuatu yang sungguh besar. Ini adalah permainan terlama yang pernah saya mainkan. Namun bukan hanya soal itu: melainkan hubungan antar manusianya. Persahabatan, rivalitas, kerjasama, persaingan, saling percaya, dan begitu banyak hal yang dipelajari lainnya, bahkan aku sendiri tidak pernah bertemu langsung dengan orang-orang ini. Mungkin dengan kemerdekaan eAustralia yang baru diumumkan, kita bisa belajar untuk memercayai. Untuk semua orang di eRepublik yang saya kenal, terima kasih.

Selamat kepada eRepublik.

Happy birthday eRepublik Indonesia.

Masih banyak sejarah yang harus kita tuliskan.

—Isnuwardana saat perayaan 1 tahun eRepublik dan pemberian kemerdekaan kepada eAustralia.

BAB 4

Kai Pang Mode ON:

Lalu Aku Mengemis…

Mengemis itu idealisme jika dikerjakan demi cita-cita Mengemis baru rendah jika demi sekedar mengemis Mengemis itu adalah seni…

Pengemis buruk rupa pun bisa jadi telur Phoenix perkasa nan cantik rupawan

Itulah sebabnya Konfusius (abis minum Anggur Kolesom) berkata: “Jangan remehkan pengemis… eh salah, generasi muda…” Seorang generasi muda…

Bisa menjadi jendral, pemimpin, atau penyelamat di masa depan…

Satu-satunya cara yang syah bagi kaum bayi baru yang miskin, tak kenal takut dan malu, muka badak, untuk menjadi kaya dalam waktu singkat adalah:

Mengemis.

Kay Pang. Buluk Topan Mangkok Jalanan.

Why? Kenapa harus mengikuti rute fakir dan anak jalanan ini? Ada lebih dari 1001 alasan buat menebalkan muka ini.

Misalnya…

Alasan 1001: Kami nubie. Yang lebih kaya bagi-bagi harta donk. Alasan 1002: Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh

negara dan para GM (pengusaha) wkwkwkkwk… … hingga:

(19)

Alasan 1012: Kami aset berharga untuk vote tanpa di-ban dalam sepuluh hari, kami memerlukan gaji buat bisa nyontreng. Saling bantu napa?

Alasan 1013: Lihat kutipan Konfusius di atas. We’re precious… MY precious…!

Berbekal kepolosan yang hanya dimiliki kaum newbie, kemanjaan yang hanya dimiliki mereka yang belum pernah bekerja keras, dan ke-tidak-tahu-malu-an mereka yang malas bekerja, maka ku-PM Pak Presiden Bolodewo, plus Presiden yang baru terpilih bulan februari: kang aban, dan entah siapa lagi…. Dengan tidak tahu malu minta sumbangan 5 IDR saja. Bayangkan bahkan aku bangga meminta-minta saja tadi! Lalu aku menunggu dengan cuek, persis kaya pengemis profesional. Datang sukur gak datang ya uwes…

Ternyata respon yang datang itu mengubah hidupku. Kang Bolodewo memberikan 5 IDR lalu menyuntik wellness dengan gift hingga wellness saya bertambah 10! Wuih betapa baik hatinya! Lalu, menyusul kang Aban memberi 5 IDR pula.

Dalam sekejab aku tambah kaya dan sehat. Top dah!

Tapi ada satu pesan Kang Bolodewo yang menghenyakkanku. “… datanglah ke IRC, chatroom pusat komando kita.”

Aku tergelitik penasaran. Apaan itu IRC? Aku jarang sekali chat. Lagipula, bukankah MIRC itu jadul? Barang yang sudah ketinggalan zaman?

Beberapa hari pun berlalu. Aku tidak ke IRC. Namun aku seringkali mengganggu Kang aban (Pak Pres) dengan berbagai pertanyaan nubie gak penting, tapi selalu mendapat respon yang positif dan sabar. Aku makin kagum dengan kepribadian para pejabat di sini. Mana ada Presiden negara yang tega ngebalasin surat-surat dari rakyat jelata gembel macem saya? Waduh, saya jadi malu.

Apa salahnya aku bergabung ke IRC? Pikirku.

Rasanya ingin juga mengenal para pembesar yang bisa membuat eIndonesia menjadi negara adidaya ini. Perasaan positif makin membuncah dalam dadaku. Berbagai alasan penghalang pun mulai sirna.

Ada satu alasan lagi yang mendorongku masuk ke dalam IRC. Sebelumnya aku sebagai warga Indonesia telah dihimbau untuk mendaftarkan diri (mendapat KTP) di forum erepublik

Indonesia. Proses ini tidak ada kaitannya dengan fitur dalam

eRepublik sendiri tapi amat penting.

Mengapa perlu mendaftar KTP? Agar bisa dikenal sebagai warga negara eIndonesia yang sejati. Bukannya susupan dari luar atau elemen-elemen subversif lainnya. Kemudian setelah di”masking” atau diberikan KTP, kita boleh mendaftar di divisi ABeRI kita yang termashyur itu.

KTP belum kunjung didapat-dapat, apalagi masuk ABeRI…. Maka aku menginstal program MiRC dan masuk ke server rizon.net, channel #erepindo.

(20)

Namun akhir-akhir ini, mengemis pun mulai dicibiri para pemain lama. Terlebih para newbie kini ditangani oleh Departemen Sosial eIndonesia dalam program mentoring mereka yang profesional. Permintaan ngemis dilayani dengan pendidikan, pemberian subsidi senjata, serta suntikan gift buat menambah wellness. Namun kadang, ada juga para pemula yang demikian mandirinya hingga mereka tidak pernah meminta bimbingan atau penjelasan. Mendadak saja mereka sudah menguasai permainan ini, bahkan menyalib para pemain lama dalam hal kemakmuran.

Di ujung spektrum lainnya, ada para pemain yang tak henti-hentinya bertanya. Untuk para pemain yang luar biasa getol menimba ilmu, juga buat mentor yang aje gile sabarnya, saya persembahkan lelucon ini.

Diem dan Makan Roti Q1-mu20!!!

Di negaraku, tingkat rasa apresiasi dan sayang terhadap perkembangan para pemain baru sudah mencapai puncaknya. Sudah jadi ujar-ujar umum bahwa kami sampai harus menyemir sepatu newbie, harus mengantarkan makanan buatnya (kalo bukannya menurunkan hujan roti dan mentega buat si newbie), dan mengajari mereka pelajaran yang bagus dan mendalam (bukan ’memberi pelajaran’ dalam artian pake rotan). Malah bukannya ngajarin, para mentor yang kena rentetan pertanyaan gokil hingga ngaco yang persis seperti pertanyaan ala Zen. Jadi ceritanya, suatu hari aku melihat sepasang mentor dan junior ini sedang menunggu waktu mereka untuk mulai makan

20 Barang konsumsi dalam permainan eRepublik dibagi menjadi 5 Q atau kualitas. Mulai dari Kualitas 1 sampai 5. Roti atau food kualitas satu adalah makanan paling murah dan memiliki efek penyembuh wellness terendah.

(hampir menjelang 00.00 waktu eRep). Mereka berdua benar-benar lapar. Si mentor depsos benar-benar-benar-benar mendambakan roti dan steak karena lapar, sedangkan si murid yang dibimbingnya lapar pengetahuan dan perhatian.

Jadi, pas jam tepat berdenting menunjukkan lewat pukul 00:00, dan si murid terus mengusik pembimbingnya dengan banjir pertanyaan. Akhirnya, pembimbing ini murka dan meraung, “DIEM DAN MAKAN ROTI Q1-MU!!”

Ck…ck… Kalau kalian melihat pasangan macam ini di negeriku, kalian akan dicambuk, dirotan, lalu dioles pake garam dan madu, dibanjiri lebah dan aneka macam siksaan ala dinasti Qing dan Ming. Tapi bagiku sendiri, aku sulit untuk tidak bersimpati dengan pembimbing itu.

Bukannya apa, kadang-kadang para newbie yang bener-bener ngeselin dan gak berenti-berenti nanya (kalo ketemu) perlu diajarin buat tahu adat.

Aku akan menceritakan pengalamanku sendiri dengan seorang

newbie edan.

Newbie yang sedang kubimbing ini memang luar biasa brilyan. Ia seperti spons, bia menahan pengetahuan lima kali lipat berat tubuhnya. Namun ia terus mengusikku dengan pertanyaan, dan karena waktu itu aku sejenis menteri pendayagunaan pemain baru (LIHAT ”Universitas Newbie”) aku harus menjawab pertanyaannya dengan sopan.

Ia bertanya kepadaku, “Mengapa eIndonesia berperang lawan eAmerika Serikat?”

(21)

Kujawab dengan tegas, ”Karena mereka adalah musuh!” “Mengapa mereka musuh?” Ia bertanya dengan mata bundar mengiba ilmu kayak mata Bambi si rusa cilik.

“Karena mereka beraliansi dengan ATLANTIS, blok negara-negara musuh kita. Mereka pernah berusaha menyerbu negara-negara sahabat kita di masa silam!” Aku menyebutkan korban eUSA seperti operasi French Toast yang nyaris menghancurkan seluruh wilayah Perancis, Invasi ke Portugal, lalu operasi Taco Bell yang menyerbu Mexico, dll.

“Mengapa eUSA menyerang negara-negara ini?”

“Eh… Sejujurnya saya gak tau pasti. Mungkin buat seneng-seneng... Mungkin buat menaikkan laju perekonomian… Mungkin juga karena mereka bosen...”

“Mengapa mereka bosen?”

Aku mulai dongkol, “Karena game eRep ini fiturnya gak begitu

banyak… Selain kisruh politik, ya negara didorong buat kisruh

militer. Belum lagi mekanisme gamenya, serta fitur ideologi…” Aku dipotong singkat, “Mengapa eRep gak ngasih banyak fitur?“

“Sebab mereka permainan browser!”

“Kenapa permainan browser online gak banyak fiturnya?” Desaknya.

“Karena mereka bisa dimainin gratis!” “Kenapa mereka gratis?”

“Sebab kalo mereka GAK gratis, saya gak bakal mainin ini game!” “Mengapa kakang gak mau maen kalo gak gratis?”

“Karena gua gak punya duit!” “Mengapa kakak gak punya duit?”

“Karena saya gak banyak perhatiin kerja ama sekolah saya...” Saya tak sadar mulai curcol dan jadi down.

“Mengapa gak perhatiin kerja ama sekolah?”

“Karena… Idup gua kosong… Aku kecanduan internet… Ah seandainya aku bisa memutar lagi waktu sebelum aku kenal game ini...”

“Mengapa kakak idupnya kosong?”

“...” Aku tak mampu menjawabnya. Terus terang, aku terpukau. Itu kayak pertanyaan yang gak bisa dijawab kaya: Apakah Alam Semesta ini ada ujungnya? Bagaimana mekanisme kehidupan pertama bisa sampe muncul?

Pertanyaan yang maha ilahi begitu.

Iya… Mengapa idup saya kosong?!

Keheningan menggantung terus, sampai si murid agaknya mulai teralih perhatiannya, melewati momen pencerahan dan kebingunganku dengan cueknya. Selagi aku masih berjuang, bergelut batin, antara derita hidupku dan kewajibanku dalam eRep....

(22)

“Mengapa kakak tadi bilang gak gitu yakin tentang alasan mengapa eUSA nyerang negara-negara sekutu kita?”

Murka deh aku.

“DIEM DAN MAKAN ROTI Q1-MU!!” Tantangan saya kepada para gamer:

Saya tantang anda semua yang mengaku gamer. Bisakah anda menceritakan mengenai kehidupan karakter game anda, apa pun game itu, kepada orang luar non-gamer di dunia luar sana, tanpa membuat mereka bosan? Tanpa menggunakan berbagai istilah aneh dan bahasa ajaib? Bisakah anda menceritakan kisah hidup karakter anda bagaikan kisah hidup nan nyata? Cobalah.

Saya adalah elf level 82 di Azeroth? Cupu. Saya main Ragnarok jadi Asinan? Guild saya juara satu benua? Pangya saya nomor satu? Saya juara CS? Payah. Semua orang menguap mendengar cuap-cuap anda saat menceritakan lakon anda. Tapi kalau anda berkata, saya pernah berjuang menjadi anggota DPR eIndonesia mewakili provinsi West Siberia. Lalu menjadi gubernur Adelaide, provinsi eIndonesia. Seorang ABeRI berpangkat Jendral, pernah berperang lintas benua. Seorang menteri pertahanan dan juga anggota divisi Elite yang setara dengan Kopassus, tambah anda.

Coba perhatikan reaksi lawan bicara anda. Ia pasti tengah membandingkan geografi yang ia pelajari di sekolah dengan ucapan anda. Membandingkan aneka jabatan RL yang ia ketahui. Ia pasti ternganga. Malang memang lawan bicara anda, namun kini minatnya entah kenapa tak bisa lepas dari anda. Sihir eRepublik. Efek mistis negeri eIndonesia.

21 Room ruang tamu dan portal negara eIndonesia. Lalu dari sana ada channel #erepindo-talk (room inti pemain eIndonesia), lalu ruang kelas dan mentoring: #pwb, #kelasnubi, #mentornubi; dan room buat koordinasi militer: #barak, #aberi, #indotank; hingga room partai: #prei, #ids, #prm, #pks, #ncs, #pkei; dan room buat sidang paripurna #ruangkongres. Belum lagi room luar negeri ^.^

22 Lol = laughing out loud = jargon chat yang berarti tertawa keras-keras. BAB 5

Sebuah Negara, Komunitas, dan Keluarga dalam IRC

The heart of our community lies there

Even though you may visit us only few minutes per day Your eFamily is always waiting for you here… In Rizon Server, #erepindo!

Terngiang sekali lagi pesan Pak Presiden Bolodewo saat pertama kali saya lahir.

“Semua pemain yang demikian cinta pada negerinya, peduli akan kemajuan eIndonesia dihimbau masuk ke Posko eIndonesia dalam MiRC, rizon server, #erepindo.21

Saya bukan penggemar Chat. Saya punya mental block bahwa pengguna Chat IRC itu jadul, kuno, plus ketinggalan zaman. Tapi karena tempat itu adalah tempat mangkal dan belajar bagi semua yang kepengen aktif dan serius main eRep maka saya pun ke sana.

Awalnya ketika nyampe ke sana, saya pusing dan bingung setengah mampus.

Saya melihat berbagai nama yang bertebaran aneh-aneh semua dan tidak dikenal. Dari aban sampai zeith, dari Blink-az

(23)

sampai x-files, dari cats_city sampai wizzie_don, dari den_bagus

sampai voxyus, bahkan ada juga nama kayak Soeharto_Jr. Nama-nama yang jelas bukan kayak nama orang eIndonesia. Bahkan boleh tuh buat ngasih bahan tambahan di Buku Khasanah Nama Bayi Indonesia. (nama saya juga wander_ howard di irc. lol22.)

Terus terang saya langsung vertigo. Apalagi saat mereka suka bicara hal-hal yang saya tidak mengerti, pake istilah dan jargon erep yang jelas saya blenk! Tapi semua orang yang ada di sana ramah dan baik. Sopan dan santun. Wong orang Indonesia asli! Mereka penuh senyum (sekaligus suka mementung). Meski memang gaya bicara dan karakter mereka sangat bervariasi. Mulai dari yang maho (LIHAT “Fenomena Maho dan eCinta”) sampai yang straight dan selibat, dari yang saraf-nya masih normal sampai terang-terangan gendeng, dari para businessman sampai lintah darat, dari para pejabat ABeRI (divisi apa lu? Mana ‘Siap Pak!’nya?!), anggota DPR atau kongres (menurut ane tidak begitu Pak, interupsi!), pak presiden serta menteri, para sesepuh, dokter beneran maupun dukun, aktivis parpol maupun gerombolan residivis-intelektual yang visioner. Tapi 80% dr mereka orangnya oke-oke kok.

Sebagian besar dari mereka di RL adalah siswa SMP, SMA, mahasiswa, karyawan, hingga pengusaha. Banyak yang telah berkeluarga meski sebagian besar masih bujangan atau belum menikah. Sebaran di wilayah domisili RL mereka meliputi Medan hingga Papua; Manado hingga Kalimantan; Jawa hingga Bali. Jadi jangan ngeri dan merasa kecil hati. Lalu, ada juga bule RL (orang asing betulan) yang memilih bekerja dan tinggal di negeri eIndonesia, tapi mereka biasanya hanya hinggap di serambi chatroom eIndonesia.

Sungguh dunia kecil yang penuh warna. Saat itu bahkan saya belum tahu itu adalah komunitas yang sangat solid.

Saya lalu diajak masuk ABeRI, masuk ke #erepindo-talk setelah di-masking, lalu masuk ke barak-barak militer. Tapi itu cerita lalu dan prosedur zaman sekarang mungkin sudah berubah karena forum eRepublik Indonesia sudah jarang dipakai.

Metode-metode (Sesat) Untuk Mengakrabkan Diri

Mari kitaz mulaiz bicarakan halz-halz paling pentingz aza: Gimana cara akrab sama mereka? Sama para pemain-pemain yang udah pada main 1 tahunan lebih? Yang ngomongnya aja udah pake singkatan sama istilah aneh? Gampang!

Berikut ini cara mulai dari yang paling cupu sampai paling ultimat. Cara paling Besi sampai Elite yakni:

1) SKSD. 2) Ngemis.

3) Sok cupu (merendahkan diri dan rela di-“injak, pentung, bakar, setrika, bacok” pokoknya belajar debus deh).

4) Baca koran dan membuat topic percakapan dari tema yang kita baca (plus ngibul dan muji dikit).

5) Ikut maki-maki pas lagi ada isu hangat.

6) Join partai atau subkomunitas ‘khusus’ seperti #lendir misalnya.

7) Login awal sebagai cewek, bernama cewek, dan mengaku sebagai cewek, dan golongan yang emang cewek. Cara terakhir adalah kunci gerbang kesuksesan yang tak pernah gagal.

(24)

SKSD (Sok Kenal Sok Dekat).

Diperkirakan hanya 16% penduduk bangsa eIndonesia yang memiliki sifat Sangunis bin SKSD. Tapi tips awal SKSD yang mutakhir adalah daya pengamatan yang canggih. Amati mereka lagi bicara apa, lalu timbrungi aja meski kalian baru 5% ngerti. Jangan nimbrungin channel yang salah seperti channel negara laen ato rapat negara. Kalian bisa diusir dengan pengki dan sapu plus tendangan di pantat. Ikuti panduan ini dan niscaya dalam beberapa waktu saja kalian bisa akrab.

Ngemis.

Cara cupu ini efektif memicu emosi. Baik sebel maupun demen. Tapi ngemis seperti yang mungkin sudah dibilang sudah-sudah, ternyata adalah seni tersendiri. Bergantung betapa indahnya kita mengarang kisah sedih dan menderas air mata, kita bisa dapat teman plus sumbangan.

Dalam pengertian lain, saya akan mengisahkan bagaimana saya bisa dapat rumah dengan kombinasi cara ini dan cara 4) baca koran lalu muji. Mengemis pada dasarnya sah-sah saja, tidak ada yang perlu merasa malu, mengingat dalam game ini tidak ada yang pernah mengingatkan kita untuk beramal-derma. Jadi KITA-lah yang harus menjadi lahan amal dan derma, membangkitkan semangat dan iman insani, menyucikan hati dan pikiran, sambil kita meraup IDR dan berbagai barang-barang dengan hati ikhlas diberi. Sudut pandang mengemis secara legal itu harus diterapkan bagi setiap pengemis, kalau tidak, ngemisnya tidak PeDe, cupu, dan hanya mengundang sinisan dan cemooh. Pengemis memang harus tahan cemooh, tapi tidak mencemoohi dirinya sendiri, itu rule #1. Rule #2: Pantang menyerah, praktikkan 7 habits steven covey dalam mengemis. Proaktif, mulai dengan tujuan tunai dan materi dalam benakmu, jangan

menunda, dahulukan prioritas, lalu think win-win. Ulangi lagi sampai jadi pengemis handal.

Sok Cupu

Ekspresi merendahkan hati (dan diri) sampai harus rela diinjak-injak, dipentungi, dijambreti, dibacok-bacok, makan beling, segala macam debus, adalah hal yang biasa ditemui di IRC. Kok Barbar? Vulgar? Ya… sebenarnya mereka melakukan praktik penyiksaan ala Tom and Jerry seperti itu karena menandakan sayang. Jadi kalau kalian pernah diinjak, dipentung, ditendang, ditampar pake ikan tuna, itu tanda udah ada orang mengakui eksistensi kalian. Sebelum itu kalian memang musti rendah hati dan sopan. Toh pada saat sudah dikenal kalian sulit nyombong karena kalian senantiasa di-/me injak-injak kamu. Kalau kalian dijadikan ajang debus, langsung balas, karena biasanya tambah seru. Itu menambah keakraban. Kalo gak mau balas, ngindar aja, tapi pake kata-kata keren. Misalnya:

<<wander_howard: injak-injak kamu.

<<kamu: gak kena: ilmu meringankan tubuh lv. 20 eRep. <<wander_howard: lemparin granat dan bom.

<<kamu: smash granat dan bom ala Rafael Nadal, balik ke howard dan BOOM!

Gampang kan jadi akrab ala debus dan silat eWiro Sableng… Baca koran, sarikan info penting, lalu strike a conversation. Hal tersulit di IRC adalah join dalam percakapan yang kita gak mengerti. Sebab pengetahuan kita memang masih berjenjang jauh dari para pemain lama. Jadi kita bisa menarget beberapa makhluk khusus yang namanya telah kita kenal dari membaca sekilas koran-koran dan melakukan chat pribadi dengan mereka. Saya akan mengutip pengalaman pribadi saya

(25)

sendiri. Pertama kali masuk IRC, saya sungguh celingukan tak terbilang. Tapi saat melihat target bernama renago, saya langsung melancarkan jurus tepa tepu tipu saya.

”Kang Renago… yang menteri luar negeri!! Waw… aduhai pak menteri… hebat!

Renago manggut-manggut, menukas basah dan basi. “Ah, biasa ajah… ngapain panggil menteri… saya orang biasa… blablabla….”

Lalu setelah mulai akrab dan membicarakan soal sepercik isu eIndonesia, sepercik eRep, sepercik curhat, saya segera memulai jurus Partai Pengemis saya: “Kok saya miskin ya kk? (selalu panggil orang kakak, bang, (jura)gan, itu menunjukkan kerendahan hati dan keluhuran budi bangsa kita!)

“Gimana ya cara ningkatin wellness (pura-pura bego)…” Kontan kang Renago menjelaskan dengan sabar, sementara saya terus mendengarkan, menyerap semua informasi, lalu menghentak, “Tapi susah dapat banyak duit… mahal sekali rumah… Gelandangan neh ane.”

Habis sabar Renago, “Halah… sini mana link (erep) elu.” Kalo kalian gak kasih link di saat begini, kalian BEGOK-GOK-GOK!

Saya jelas langsung copas link profile saya pake semangat ’45, ’69, dan

’98. Pake muka mupeng karena tentu saya segera diberikan sesuatu. Kang Renago berkata penuh derma dan amal dan bakti dan

kasihan: “Liat aja. Udah gw transfer.”

Saya pun kembali ke layar eRep saya dan melihat duit saya nambah 5 IDR… dan ditransfer satu Rumah Q1!! Saya langsung loncat-loncat! Duh senangnya!

Saya saat itu masih gak tahu itu rumah bedeng Renago yang udah lama doi tinggalkan, jadi pas kebetulan muncul newbie bermuka badak, maka langsung aja dihibahkan aja ke pengemis gak tau diri ini….

Coba aja saudara-saudari? Lumayan kan.

Jangan berharap dapat rumah… Tapi siapa tahu? :P Join Partai dan subkomunitas.

Bergabung dengan komunitas Partai Politik. Sebelum anda mencapai level saat anda benar-benar bisa join Partai secara

fitur, anda tetap bisa bertanya-tanya banyak mengenai Partai.

Bahkan anda bisa window-shopping, milih-milih Partai, dan pertanyaan mengenai politik biasanya bisa mendekatkan anda dengan senior. Apalagi dengan petinggi partai, sehingga jalan politik anda kelak terbuka (jika anda aktif dan terbukti). Atau bisa juga join subkomunitas seperti para pemain Mouse Hunt atau Ghost Trapper yang juga main eRepublik, Managerzone, Football Identity, atau… ikut subkomunitas #lendir yang seronok.

Login, join IRC, chat, ngaku, dan emang CEWEK!

DISCLAIMER: DICARI CEWEK PEMAIN EREP BENERAN! Bukan rakitan! Pasang avatar cakep! Join IRC! Niscaya tanpa mengemis, kedip-kedipin bulu mata, ada yang menghadiahi Rumah kualiti 2 : setara ama Rumah tipe 48 di Pancoran, terus

(26)

BAB 6

Mystery of Chat: Mengapa Chat Demikian

Menggoda?

Karena ini adalah game online, tempat kita duduk di depan layar dan keyboard kita masing-masing (dalam bentuk komputer, netbook, atau hape23) jelas cara berkomunikasi yang efektif

adalah melalui chat atau ketik-mengetik pesan. Berpuluh ribu pesan saling dipertukarkan dengan intensif mulai dari obrolan biasa, becandaan, curcol malam buta, hingga koordinasi prajurit perang, pembagian senjata, perdagangan, hingga rapat koordinasi kabinet dan DPR, maupun aliansi antar negara dan benua.

Pada zaman dahulu kala, saat eIndonesia masih muda belia, para warganya saling bertukar informasi dengan menggunakan forum eRepublik Indonesia. Sedangkan para aktivis partai masing-masing rapat dan ngobrol nongkrong lewat conference

Yahoo Messenger atau MSN.

Namun forum tidak bisa mengakomodasi pertukaran informasi yang demikian cepat dan urgen, sedangkan Yahoo Messenger dan MSN ternyata sering ngelag, crash, dan hang

ketika jumlah partisipan chat bersama mencapai lebih dari empat puluh orang.

Alih-alih, dilirik-lah IRC24 sebagai teknologi sederhana

yang bisa dijangkau banyak orang, cepat, ringan,bisa

23 Bukan hape, nama salah satu Field Marshal dan tanker elit di eIndonesia. 24 Akses menuju server Rizon dan #erepindo ini bisa memakai banyak program

misalnya: MiRC, Mibbit (www.mibbit.com/chat), ChatZilla (add-on Firefox), Xchat, dan banyak lagi.

diguyuri hadiah-hadiah, dibuai dan dipeluk-peluk. Waspada! Jangan diam aja disuitin para hyena! Bakar dan setrum aja siapa yang berani peyuk-peyuk, meluk-meluk, muluk-muluk, gluk-gluk (minum miras maksudnya), apalagi olok-olok. Niscaya in less than 2 months anda dilamar lewat gubahan lagu dan puisi, berakhir di resepsi nikah di IRC. Mengenai pernikahan kita bahas nanti…

Pasca-Akrab...

Kalau kalian bisa mendapat guyuran sedekah, ya syukur. Lalu setelah menerima guyuran dana mulailah mandiri. Saat kalian mandiri, suatu hari nanti kalian akan didekati nubie baru yang meminta belas kasih kalian, balaslah karena karma kalian untuk membalas jasa pendana kalian telah berbuah. Saatnya membalas jasa dengan jasa, kebajikan dengan kebaikan 2x lipat, bahkan membalas kejahatan dengan kebaikan, demi eIndonesia raya! Tapi kalau tidak mendapatkan, jangan kecil hati. Karena sesungguhnya sedekah itu cuma pemanis buatan. Gula dan madu sejati permainan ini adalah keluarga yang kalian dapatkan dalam ruang ajaib di IRC itu, dalam forum, yang membuat kalian merasa betah tinggal dan berumahtangga di eIndonesia, betah melalui suka dan duka bersama, betah mengejar impian kalian berpolitik, bermiliter, berekonomi, berbudaya, dengan bantuan dan gotong royong kita semua; bahkan membuat kalian rela berkorban jiwa dan raga demi membangun kejayaan dan keluhuran negeri kita. Semua kemungkinan, posibilitas, yang jumlahnya tidak terbatas ada di sini. Jalur menuju kehormatan, keluhuran, bahkan uang, pangkat, jabatan, mau pun kekeluargaan dalam barak-barak, kelas-kelas, talk, main uno atau tebak kata bersama, semuanya menjadi satu: di #erepindo, server Rizon. Rumahnya para pemain eRep eIndonesia.

(27)

mengakomodasi banyak orang (termasuk juga hubungan dengan pihak luar negeri), dan juga bisa mengakomodasi keperluan privasi atau kerahasiaan jika diperlukan. Maka

chatroom-chatroom eRepublik bermunculan, terutama paling banyak di server Rizon dan Mibbit.

Fitur dalam permainan eRepublik sendiri tidak mendukung

fungsi chat interaktif ini hingga awal tahun 2010, saat fitur

chat diluncurkan. Sebelumnya, para pemain bertukar pikiran lewat shout, artikel media, forum, dan mengirim surat via PM (private message). Namun saat peluncuran eRepublik chat

terjadi, banyak pemain Indonesia masih jauh lebih menyukai chat di IRC, karena erepublik chat berat buat dibuka, jadi lama menunggunya ketimbang chatnya. Penyebab kedua para pemain masih lebih menyukai chat IRC adalah karena mereka sudah keburu cinta dengan rumah kedua mereka di server

Rizon ini.

The Chatroom Phenomenon!

Ada fenomena aneh bahwa negara ini diatur oleh orang-orang di balik nick-nick aneh ini, serta rasa percaya yang anehnya luar biasa tinggi.

Kami hampir tidak pernah saling bertemu muka dengan para pemain eRepublik lain. Kalau pun pernah bertemu, itu pun mungkin sesekali dalam setahun dan hanya sedikit yang bertemu (para pemain aktif saja). Jadi bagi orang awam, agaknya aneh kalau mendengar kami menyebut IRC ini sebagai tempat perkumpulan Bangsa dan Komunitas ini sebagai Keluarga kami. Lucu menyebut sesuatu sebagai tempat bernaung, bersambung rasa, jika interaksinya hanya lewat deretan ketikan kata, dengan orang-orang yang id-nya

aneh-aneh dan gak karuan; yang kalau kita paranoid-thinking

pasti mengira mereka semua cewek mengaku cowok, cowok mengaku cewek, para penculik yang beroperasi di IRC (bukan

facebooker), namun itulah fenomena yang terjadi.

Interaksi manusia dalam wujud apa pun nyatanya sungguh memungkinkan munculnya ikatan emosional. Orang bisa saling suka bahkan hanya lewat chat dan SMS. Banyak orang memiliki pasangan kencan yang didapat lewat chat. Bahkan statistik tertentu mengklaim bahwa dalam tahun 2025, satu dari sepuluh pernikahan RL bermula dari pertemuan di ranah maya.

Sama pula dengan yang terjadi dalam permainan aneh ini. Mendengarkan orang-orang bicara mengenai kehidupan mereka di eRepublik, mengenang masa lalu, membicarakan rencana bisnis, rencana kabinet, debat kongres, debat ekonomi, pergerakan pasukan ABeRI dan pembagian logistik, melihat orang-orang menumpahkan keluh kesah di malam hari, saling bercanda dan nongkrong di siang dan sore hari, atau bicara dengan bule-bule luar negeri dari negara-negara antik dengan bahasa dan zona waktu mereka sendiri: Brazil (Portugis), Argentina (Spanyol), Hungaria (Magyar), Perancis (Francaise), Serbia (Serbia), Rusia (Aksara cyrillic atau Rusia), bahkan Cina (Huruf Kanji Simplified Han), Amerika, Rumania, Spanyol, dan banyak lagi (ada 60 negara di eRepublik, pilih aja mau

chat pake bahasa apa). Semuanya menimbulkan efek magis yang makin menarik kita.

Tanpa terasa setelah beberapa lama kita nongkrong di chat, waktu sudah berlalu demikian cepat. Kita seperti disedot

Referensi

Dokumen terkait

Salah satu permasalahan yang di hadapi oleh Satuan polisi lalu lintas (Satlantas) Polres Rembang sebagai penegak hukum yang terlibat langsung di lapangan adalah meningkatnya

Sebagai suatu sistem program yang dibuat bagi pekerja maupun pengusaha, kesehatan dan keselamatan kerja atau K3 diharapkan dapat menjadi upaya preventif  terhadap

United Motors Centre Cabang Surabaya untuk mengetahui langsung mengenai keadaan dan proses yang berhubungan dengan penerimaan kas atas jasa service mobil.. Wawancara

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan Islam yang ditanamkan oleh orang tua pada siswa tunagrahita SMPLB Negeri Salatiga, untuk mengetahui

dengan autoklaf dapat dilakukan karena salah satu komponen dari media adalah air dengan autoklaf dapat dilakukan karena salah satu komponen dari media adalah air serta media

Oleh karena itu pemanfaatan komputer sangat diperlukan karena dengan teknolo- gi sistem informasi yang terintegrasi maka pemetaan (mapping) suatu daerah dapat menjadi satu

1.Kedudukan Keraton Surakarta Berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 tahun 1950 Tentang pembentukan Provinsi Jawa tengah tidak lagi menjadi daerah istimewa dan keraton

(2004 dalam Larivie`re, Aksoy, Cooil, dan Keiningham, 2011: 47-48) juga mengamati bahwa, &#34;Dibandingkan dengan konsumen yang tidak puas yang bisa beralih dalam