II. . JJuudduul l PPeerrccoobbaaaann : Penentuan Zat Organik : Penentuan Zat Organik II
II. . TTaangnggagal l PePercrcobobaaaann : 11 Maret 2015: 11 Maret 2015 II
III. I. TTuujuajuan n PePercrcobaobaanan : Untuk mengetahui zat organik dalam air : Untuk mengetahui zat organik dalam air IV
IV. . DaDasasar r TTeeororii Ai
Air r adadalalah ah kkebebuututuhahan n ddasasar ar babaggi i kkehehididuupapan n ddi i mumuka ka bbumumi, i, tatak k terkeuali bagi manusia! "etiap
terkeuali bagi manusia! "etiap penggunaan air untuk suatu kebutuhan, diperlukanpenggunaan air untuk suatu kebutuhan, diperlukan s#arat$s#arat kualitas air sesuai peruntukann#a! "alah satu s#arat #ang penting s#arat$s#arat kualitas air sesuai peruntukann#a! "alah satu s#arat #ang penting ada
adalah lah ukuukuran ran banban#a#akn#kn#a a zat zat orgorganianik k #a#ang ng terdterdapat apat daladalam m airair! ! OleOleh h karkarenaena it
itu u pepenenentntuauan n zazat t ororgaganinik k dadalam lam aiair r memen%n%adadi i salsalah ah satsatu u paparamrameteter er pepentntiningg dalam penentuan kualitas air! &an#akn#a zat organik dalam air men%adi salah satu dalam penentuan kualitas air! &an#akn#a zat organik dalam air men%adi salah satu ukuran seberapa %auh tingkat penemaran pada suatu perairan '(ebrian, 200)*! ukuran seberapa %auh tingkat penemaran pada suatu perairan '(ebrian, 200)*! Penentuan kandungan zat organik dalam air biasan#a dilakukan dengan mengukur Penentuan kandungan zat organik dalam air biasan#a dilakukan dengan mengukur keb
kebutuutuhan han oksoksigeigen n daldalam am air air untuntuk uk menmendegdegradradasi asi zat zat ororganganik, ik, baibaik k dendengangan bantuan
bantuan mikroorganisme, mikroorganisme, zat zat kimia kimia dan dan ara ara lainn#a! lainn#a! "aat "aat ini ini telah telah ada ada duadua met
metode ode stastandandar r daldalam am penpengukgukurauran n kebkebutuutuhan han oksoksigeigen n di di airair, , #ai#aitutu Biological Biological Oxygen Demand
Oxygen Demand '&O'&O+* +* dandan Chemical Oxygen Demand Chemical Oxygen Demand 'O+*'O+*! ! -edua metode-edua metode tersebut berhubungan dengan kebutuhan oksigen untuk mendegradasi zat organik tersebut berhubungan dengan kebutuhan oksigen untuk mendegradasi zat organik #ang ada pada ontoh air! Pada metoda &O+ digunakan proses oksidasi melalui #ang ada pada ontoh air! Pada metoda &O+ digunakan proses oksidasi melalui bantuan
bantuan mikroorganisme! mikroorganisme! "edangkan "edangkan pada pada mmetetoodda a OO++, , proses proses oksidasi oksidasi zatzat orga
organik nik dalam dalam sampel sampel mengmenggunakgunakan an pereakspereaksii kimia, seperti dikromat, sebagaikimia, seperti dikromat, sebagai oksidatorn#a '(ebrian, 200)*!
oksidatorn#a '(ebrian, 200)*! Z
Zat at ororggananik ik adadalalah ah zazat t ##anang g papadda a umumumumn#n#a a mmereruupapakkan an babagigianan da
dari ri bibinanatantang g atatau au tutumbmbuhuh$t$tumumbubuhahan n dedengngan an kokompmpononen en ututamaman#an#a a adadalalahah karbon, protein, dan lemak! Zat organik ini mudah sekali mengalami pembusukan karbon, protein, dan lemak! Zat organik ini mudah sekali mengalami pembusukan ol
oleh eh babaktkteri eri dedengngan an memengnggugunanakakan n okoksigsigen en teterlarlarurut t '"'"M- M- .e.egegeri ri / / -i-imimiaa Madiu
Madiun, n, 200)200)*! *! imbimbah ah orgaorganik adalah nik adalah sisa atau sisa atau buangbuanganan dari dari berbagberbagai ai aktiitaktiitasas man
manusia usia sepseperti erti rumrumah ah tantanggagga, , indindustrustri, i, pempemukiukimanman, , petpeternernakaakan, n, perpertantanianian dan perikanan #ang berupa bahan organik #ang biasan#a tersusun oleh karbon, dan perikanan #ang berupa bahan organik #ang biasan#a tersusun oleh karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen, osor, sulur dan mineral lainn#a 'Polprasert,13)3 hidrogen, oksigen, nitrogen, osor, sulur dan mineral lainn#a 'Polprasert,13)3 da
dalalam "Mm "M- .e- .egegeri / -ri / -imimia Mia Madadiuiun, 2n, 20000)*)*! ! imbimbah ah orgaorganik nik #ang #ang masumasuk k ke ke daldalamam perairan
perairan dalam dalam bentuk bentuk padatan#ang padatan#ang terendap, terendap, koloid, koloid, tersuspensi tersuspensi dan dan terlarut!terlarut! Pada umumn#a, #ang dalam bentuk padatan akan langsung mengendap menu%u Pada umumn#a, #ang dalam bentuk padatan akan langsung mengendap menu%u dasar perairan! "edangkan bentuk lainn#a berada di badan air, baik di bagian #ang dasar perairan! "edangkan bentuk lainn#a berada di badan air, baik di bagian #ang ae
dimanaatkan oleh auna perairan lain, seperti ikan, kepiting, bentos dan lainn#a, maka akan segera dimanaatkan oleh mikroba baik mikroba aerobik 'mikroba #ang hidupn#a memerlukan oksigen*, mikroba anaerobik 'mikroba #ang hidupn#a tidak memerlukan oksigen*, maupun mikroba akultati 'mikroba #ang dapat hidup pada perairan aerobik dan anaerobik* '4alim, 200*! Makin ban#ak limbah organik #ang masuk dan tinggal pada lapisan aerobik, maka akan makin besar pula kebutuhan oksigen bagi mikroba #ang mendekomposisi, bahkan %ika
keperluan oksigen bagi mikroba #ang ada melebihi konsentrasi oksigen terlarut maka oksigen terlarut bisa men%adi nol dan mikroba aerobpun akan musnah digantikan oleh mikroba anaerob dan akultati #ang untuk aktiitas hidupn#a tidak memerlukan oksigen '"M- .egeri / -imia Madiun, 200)*!
Adan#a zat organik dalam air menun%ukan bah6a air tersebut telah teremar oleh kotoran manusia, he6an, atau oleh sumber lain! Zat organik merupakan bahan makanan bakteri atau mikroorganisme lainn#a! Makin tinggi kandungan zat organik didalam air, maka semakin %elas bah6a air tersebut telah teremar '-urnia6an, 2003*! Zat organik ini mudah sekali mengalami pembusukan oleh bakteri dengan menggunakan oksigen terlarut! +i dalam sistem air, tanah #ang belum terkontaminasi sen#a6a organik #ang dominan adalah sen#a6a humus 'humi substanes*! "en#a6a tersebut merupakan hasil dekomposisi tumbuhan dan he6an seara biologis dan tidak memiliki struktur #ang baku '4alim, 200*! Oleh karena itulah mengapa pengidentiikasiann#a memerlukan serangkaian proses #ang ukup pan%ang! Ada tiga kelompok sen#a6a humus, #aitu:
1! Asam ul7ik 'ul7i aid*, merupakan sen#a6a #ang terlarut di dalam air 2! Asam humik 'humi aid*, sen#a6a #ang tidak larut di dalam air pada p4
rendah
/!
4umin, tidak larut di dalam air pada semua p4 '-risma, 200)*!Permanganometri merupakan metode titrasi dengan menggunakan kalium permanganat, #ang merupakan oksidator kuat sebagai titran! 8itrasi ini didasarkan atas titrasi reduksi dan oksidasi atau redoks! -alium permanganat telah digunakan sebagai pengoksida seara meluas lebih dari 100 tahun! 9eagensia ini mudah diperoleh, murah, dan tidak memerlukan indikator keuali bila digunakan larutan #ang sangat ener! Permanganat beraksi seara beraneka, karena mangan dapat memiliki keadaan oksidasi 2, /, ;, <, dan '+a# = Under6ood, 1333*! Asam
sulat adalah asam #ang paling sesuai, karena tidak bereaksi terhadap permanganat dalam larutan ener! +engan asam klorida dan sedikit permanganat
dapat terpakai dalam pembentukan klor, ada kemungkinan ter%adi reaksi : 2MnO;$ 10l$ 1<4 2Mn
2 5l
2 )42O
Pereaksi kalium permanganat bukan merupakan larutan baku primer dan karenan#a perlu dibakukan terlebih dahulu! Pada perobaan ini untuk membakukan kalium permanganat ini dapat digunakan natrium oksalat #ang merupakan standar primer #ang baik untuk permanganat dalam larutan asam '&asset, 133;*! -alium permanganat '-MnO;* telah lama dipakai sebagai oksidator pada penentuan konsumsi oksigen untuk mengoksidasi bahan organik, #ang dikenal sebagai parameter nilai permanganat atau sering disebut sebagai kandungan bahan organik total atau 8OM '8otal Organik Matter*! Akan tetapi, kemampuan oksidasi oleh permanganat sangat ber7ariasi, tergantung pada sen#a6a$sen#a6a #ang terkandung dalam air!
Penentuan nilai oksigen #ang dikonsumsi dengan metode permanganat selalu memberikan hasil #ang lebih keil dari nilai &O+ '&iologial O>#gen +emand*! -ondisi ini menun%ukkan bah6a permanganat tidak ukup mengoksidasi bahan organik seara sempurna '?endi, 200/*! Untuk mengatasi kelemahan permanganat ini, digunakan oksidator #ang lain, misaln#a kalium dikromat dan kalium iodat! 8ern#ata kalium dikromat dianggap sebagai oksidator #ang paling baik untuk digunakan pada penentuan nilai O+ 'hemial o>#gen demand*, karena dapat mengoksidasi berbagai %enis bahan organik '?endi, 200/*! &erdasarkan kesempurnaan proses oksidasi bahan organik, pada penentuan nilai permanganat atau kandungan bahan organik total '8OM*, &O+ dan O+, berturut$turut persentase bahan organik #ang dioksidasi adalah 25@, 0@ dan 3)@! &erdasarkan kemampuan oksidasi ini, penentuan nilai O+ dianggap paling baik dalam menggambarkan keberadaan bahan organik, baik #ang dapat didekomposisi seara biologis 'biodegradable* maupun #ang sukar didekomposisi seara biologis 'non biodegradable* '?endi, 200/*! .ilai permanganat adalah %umlah miligram kalium permanganat #ang dibutuhkan untuk mengoksidasi organik dalam 1000 m air pada kondisi mendidih, larutan induk kalium permanganat, -MnO; adalah larutan #ang mempun#ai normalitas kalium permanganat, -MnO; 0,1 . #ang digunakan untuk membuat larutan baku dengan
50 mL Aquades
Dimasukkan erlenmeyer
Dimasukkan batu didih
Dipanaskan sampai suhu 60o C
2,5 mL H2SO !"
Dititrasi den#an $%nO sampai larutan ber&arna merah 'ambu
5 mL Asam Oksalat 0,0("
)olume $%nO
kadar #ang lebih rendah sedangkan larutan baku kalium permanganat, -MnO; adalah larutan induk kalium permanganat, -MnO; 0,1 . #ang dienerkan dengan air suling sampai normalitas 0,01 . '". 0<$<3)3!22$200;, 200;*! Penentuan zat organik dengan ara oksidasi dapat dilakukan dalam suasana asam atau basa!
a! Metode asam untuk air #ang mengandung ion l B /00 ppm!
b! Metode basa untuk air #ang mengandung ion l C /00 ppm '"odik, 2003*! Zat organik dalam air dapat dihitung dengan rumus:
mg KMnO4
L
=
[
(
10+
a)
b−
(
10×c)
]
×31,6×1000d
+imana, a: m -MnO; 0,01 . pada titrasi
b: normalitas -MnO;
: normalitas asam oksalat d: m sampel #ang digunakan
V. Alat Dan Bahan
Alat$Alat:$ ?rlenme#er 250 m '/ buah* $ Delas kimia 250 m '2 buah* $ "tati dan -lem '1 set*
$ Pipet tetes 'seukupn#a* $ Delas ukur '1 buah* $ -ompor listrik '1 buah* $ "top6ath '1 buah* $ abu ukur 250 m $ Pipet gondok '1 buah*
VI. Prosedur Percobaan
1! "tandarisasi -MnO; dengan Asam Oksalat
&ahan$&ahan:$ Air limbah 'sampel* $ arutan -MnO;0,01 .
$ arutan Asam oksalat 0,01 . $ arutan 42"O; ) .
50 mL Sampel
Dimasukkan erlenmeyer 250 mL
Hin##a timbul &arna merah muda
*eberapa tetes $%nO 0,0("
Dimasukkan batu didih
Dipanaskan di atas penan#as air hin##a mendidih
5 mL H2SO !"
)olume $%nO
5 mL Asam Oksalat 0,0("
Dititrasi kelebihan asam oksalat den#an larutan standar $%nO sampai larutan ber&arna merah
5 mL $%nO 0,0( "
Didihkan la#i selama (0 menit
2! Penentuan -adar Zat Organik50 mL Aquades
Dimasukkan erlenmeyer
Dimasukkan batu didih
Dipanaskan sampai suhu 60o C 2,5 mL H2SO !"
Dititrasi den#an $%nO sampai larutan ber&arna merah 'ambu 5 mL Asam Oksalat 0,0("
)olume $%nO VII. Hasil Pengamatan
VIII. IX. N o . P e r c .
X. Prosedur Percobaan XI . Hasil Peng amatan XII. Dugaan/ea!si XIII. "esim #ula n
1! XIV. "tandarisasi -MnO; dengan Asam Oksalat XV. XVI. XVII. XVIII. XIX. XX. XXI. XXII. XXIII. XXIV. XXV. XXVI. XXVII.
•AEuades : lar tak ber6arna •42"O;: lar tak ber6arna •Asam oksalat : lar tak
ber6arna
•-MnO; : lar merah muda ' *
XXXII.
•AEuades 42"O; : lar tak ber6arna
•"etelah ditambah asam oksalat : lar tak ber6arna •"etelah dititrasi dengan
-MnO;: lar merah muda •Folume titrasi 1! ;,3 m 2! ;,< m • edu!si: 10e$ 2MnO;$ 1<4 2Mn2 )42O XXXVII. $!sidasi: 52O;2$ 10O2 )42O 10e$ XXXVIII. 2MnO;$ 1<4 52O;2$ 2Mn2 10O2 )42O XXXIX.
•+iperoleh nilai rata$rata normalitas -MnO; #aitu 0,010/.!
50 mL Sampel
Dimasukkan erlenmeyer 250 mL
Hin##a timbul &arna merah muda *eberapa tetes $%nO 0,0("
Dimasukkan batu didih
Dipanaskan di atas penan#as air hin##a mendidih 5 mL H2SO !"
)olume $%nO
5 mL Asam Oksalat 0,0("
Dititrasi kelebihan asam oksalat den#an larutan standar $%nO sampai larutan ber&arna merah 'ambu 5 mL $%nO 0,0( "
Didihkan la#i selama (0 menit XXVIII. XXIX. XXX. XXXI. /! 5 m XXXIII. XXXIV. XXXV. XXXVI. 2! X%. Penentuan -adar Zat Organik
X%I.
•"ampel : lar ber6arna abu$ abu
•"etelah dienerkan 2,5 m 250 m : lar tak b er6arna X%II.
•"ampel 5 tetes -MnO; 0,01. : lar merah muda •"etelah 2,5 m 42"O;). :
lar tak ber6arna
•"etelah 5 m m -MnO; 0,01. : lar merah muda ' *
•"etelah asam oksalat 0,01. : lar tak ber6arna
•"etelah dititrasi : lar merah muda •Folume titrasi : 1! 1,1 m 2! 1 m /! 1,1 m X%III. • "tandar ". konsentrasi zat organik dalam air bersih sebesar 10 mgG! X%IV. • edu!si: 10e$ 2MnO;$ 1<4 2Mn2 )42O X%V. $!sida si: 52O;2$ 10O2 )42O 10e$ X%VI. 2MnO;$ 1<4 52O;2$ 2Mn2 10O2 )42O X%VII. • +iperoleh rata$rata kadar zat organik dalam sampel #aitu ))/,35/ mgG!
50 mL Sampel
Dimasukkan erlenmeyer 250 mL
Hin##a timbul &arna merah muda *eberapa tetes $%nO 0,0("
Dimasukkan batu didih
Dipanaskan di atas penan#as air hin##a mendidih 5 mL H2SO !"
)olume $%nO
5 mL Asam Oksalat 0,0("
Dititrasi kelebihan asam oksalat den#an larutan standar $%nO sampai larutan ber&arna merah 'ambu 5 mL $%nO 0,0( "
Didihkan la#i selama (0 menit
XXVIII. XXIX. XXX. XXXI. /! 5 m XXXIII. XXXIV. XXXV. XXXVI. 2! X%. Penentuan -adar Zat Organik
X%I.
•"ampel : lar ber6arna abu$ abu
•"etelah dienerkan 2,5 m 250 m : lar tak b er6arna X%II.
•"ampel 5 tetes -MnO; 0,01. : lar merah muda •"etelah 2,5 m 42"O;). :
lar tak ber6arna
•"etelah 5 m m -MnO; 0,01. : lar merah muda ' *
•"etelah asam oksalat 0,01. : lar tak ber6arna
•"etelah dititrasi : lar merah muda •Folume titrasi : 1! 1,1 m 2! 1 m /! 1,1 m X%III. • "tandar ". konsentrasi zat organik dalam air bersih sebesar 10 mgG! X%IV. • edu!si: 10e$ 2MnO;$ 1<4 2Mn2 )4 2O X%V. $!sida si: 52O;2$ 10O2 )42O 10e$ X%VI. 2MnO;$ 1<4 5 2O;2$ 2Mn2 10O 2 )42O X%VII. • +iperoleh rata$rata kadar zat organik dalam sampel #aitu ))/,35/ mgG!
X%VIII. Analisis Dan Pembahasan
&. 'tandarisasi "(n$) dengan Asam $!salat
X%IX. Mula$mula 50 m aEuades dimasukkan ke dalam erlenme#er kemudian ditambahkan 2,5 m 42"O; #ang berupa larutan tidak ber6arna untuk memberi suasana asam dan agar lebih mudah dalam mengamati titik akhir titrasin#a! -emudian beberapa butir batu didih dimasukkan! Penambahan batu didih ini berungsi untuk memperepat proses pemanasan! "etelah itu dipanaskan pada suhu <00 untuk memperepat reaksi karena reaksi reduksi on MnO;$ men%adi ion Mn2 dalam suasana asam berlangsung lamban! alu ditambahkan 5 m asam oksalat #ang berupa larutan tidak ber6arna untuk mereduksi sisa -MnO; berlebih dalam larutan! arutan asam oksalat merupakan standar #ang baik untuk standarisasi permanganat dalam suasana asam! "etelah itu dititrasi dengan -MnO; #ang berupa larutan ber6arna merah muda '* sampai ber6arna merah %ambu! (ungsi larutan -MnO; sebagai oksidator untuk mengoksidasi zat organik sekaligus sebagai indikator perubahan 6arna! &erikut reaksi #ang ter%adi
%. 9eduksi: 10e$ 2MnO;$ 1<4
2Mn
2 )42O 2$
X%VIII. Analisis Dan Pembahasan
&. 'tandarisasi "(n$) dengan Asam $!salat
X%IX. Mula$mula 50 m aEuades dimasukkan ke dalam erlenme#er
kemudian ditambahkan 2,5 m 42"O; #ang berupa larutan tidak ber6arna
untuk memberi suasana asam dan agar lebih mudah dalam mengamati titik akhir titrasin#a! -emudian beberapa butir batu didih dimasukkan! Penambahan batu didih ini berungsi untuk memperepat proses pemanasan! "etelah itu dipanaskan pada suhu <00 untuk memperepat reaksi karena reaksi reduksi
on MnO;$ men%adi ion Mn2 dalam suasana asam berlangsung lamban! alu
ditambahkan 5 m asam oksalat #ang berupa larutan tidak ber6arna untuk mereduksi sisa -MnO; berlebih dalam larutan! arutan asam oksalat
merupakan standar #ang baik untuk standarisasi permanganat dalam suasana asam! "etelah itu dititrasi dengan -MnO; #ang berupa larutan ber6arna merah
muda '* sampai ber6arna merah %ambu! (ungsi larutan -MnO; sebagai
oksidator untuk mengoksidasi zat organik sekaligus sebagai indikator perubahan 6arna! &erikut reaksi #ang ter%adi
%. 9eduksi: 10e$ 2MnO
;$ 1<4 2Mn
2 )4 2O
%I. Oksidasi: 52O;2$ 10O2 )42O 10e
$
%II. 2MnO;$ 1<4 52O;2$ 2Mn
2 10O
2 )42O
%III. +ari hasil titrasi diperoleh 7olume titran seban#ak ;,3 m ;,< m
5 m! +ari hasil perhitungan diperoleh nilai normalitas -MnO; rata$rata
sebesar 0,010/.!
*. Penentuan !adar +at organi!
%IV. Perobaan ini bertu%uan untuk menentukan kadar zat organik dalam sampel seara permanganometri! Permanganometri merupakan metode titrasi dengan menggunakan kalium permanganat #ang merupakan oksidator kuat sebagai titran! Mula$mula 50 m sampel air #ang berupa larutan ber6arna keabu$abuan dimasukkan ke dalam erlennme#er 250 m kemudian ditambahkan lima tetes -MnO; 0,01. #ang berupa larutan ber6arna merah
muda '* dan dihasilkan 6arna merah muda, dimana zat organik di dalam sampel akan dioksidasi oleh -MnO; #ang merupakan oksidator kuat sekaligus
bertindak sebagai indikator! -emudian ditambahkan 2,5 m 42"O; ). #ang
berupa larutan tak ber6arna untuk memberi suasana asam dan agar lebih mudah dalam mengamati titik akhir titrasin#a! "etelah penambahan 42"O;
menandakan semakin berkurangn#a %umlah -MnO;! on MnO;$ akan berubah
men%adi ion Mn2 dalam suasana asam! .amun reaksi tersebut ber%alan lambat
sehingga perlu dilakukan pemanasan untuk memperepat reaksi! "ebelumn#a beberapa butir batu didih dimasukkan ke dalam erlenme#er terlebih dahulu baru kemudian dipanaskan! Penambahan batu didih ini berungsi untuk
memperepat proses pemanasan! "etelah itu ditambahkan 5 m -MnO; 0,01.
dan dihasilkan larutan ber6arna merah muda! (ungsi penambahan larutan -MnO;adalah sebagai oksidator dan indikator! alu dididihkan lagi selama 10
menit untuk memperepat reaksi! -emudian ditambahkan 5 m asam oksalat 0,01. #ang berupa larutan tak ber6arna dan dihasilkan larutan tak ber6arna! (ungsi dari penambahan asam oksalat adalah untuk mereduksi sisa -MnO;
#ang sebelumn#a telah digunakan untuk mereduksi zat organik! -emudian kelebihan asam oksalat dititrasi dengan larutan standar -MnO; sampai
ber6arna merah %ambu! &erikut reaksi #ang ter%adi seara keseluruhan %V. 9eduksi: 10e$ 2MnO
;$ 1<4 2Mn
2 )4 2O
%VI. Oksidasi: 52O;2$ 10O2 )42O 10e
$
%VII. 2MnO;$ 1<4 52O;2$ 2Mn
2 10O 2
)42O
%VIII. +ari hasil titrasi diperoleh 7olume titran seban#ak 1,1 m 1 m 1,1 m! +ari data tersebut dapat dihitung kadar zat organik dalam sampel #akni sebesar ))/,35/ mgG! Menurut peraturan menteri kesehatan .omor: ;1<GMen-esGPerGHG1330 tentang s#arat$s#arat dan penga6asan kualitas air men#atakan bah6a untuk parameter zat organik '-MnO;* kadar maksimum
#ang diperbolehkan #aitu 10 mgG! +engan demikian sampel air tersebut bukan merupakan air bersih karena kandungan zat organik dalam sampel
sangat tinggi dan melebihi standar baku mutu #ang diperbolehkan! %IX. %X. %XI. %XII. %XIII. %XIV. "esim#ulan
%XV. -adar zat organik dalam sampel sebesar ))/,35/ mgG! +engan demikian sampel air tersebut bukan merupakan air bersih dan tidak la#ak konsumsi karena kandungan zat organik dalam sampel #ang sangat tinggi dan melebihi standar baku mutu #ang diperbolehkan #akni sebesar 10 mgG!
%XVI.
%XVII. Da,tar Pusta!a
%XVIII. Adi! 2012! Laporan Penetapan Bilangan Permanganat ! http:GG666!aademia!edu! +iakses tanggal ) Maret 2015!
%XIX.man, M! "! Laporan Praktikum Laboratorium Lingkungan! http:GGid!sribd!omGdoG;<3/)<)Gap$praktikum$10$Zat$OrganikIsribd! +iakses tanggal 15 Maret 2015!
%XX. -hopkar! 1330! Konsep Dasar Kimia Analitik ! Jakarta: U Press!
%XXI.8im +osen -imia ingkungan! 2015! Penuntun Praktikum Kimia Lingkungan! "uraba#a: U.?"A Press!
%XXII. %A(PIAN P-HITNAN %XXIII.
&. 'tandarisasi "(n$) dengan Asam $!salat
a0 Volume titrasi 1 )23 m%
%XXIV. Asam Oksalat K -MnO;
%XXV. F1!.1 K F2!.2 %XXVI. 5 m > 0,01. K ;,3 m > .2 %XXVII.0,05 K ;,3.2 %XXVIII. .2 K 0,05 4,9 %XXIX. .2 K 0,0102 . %XXX. b0 Volume titrasi 1 )24 m%
%XXXI. Asam Oksalat K -MnO;
%XXXII. F1!.1 K F2!.2 %XXXIII. 5 m > 0,01. K ;,< m > .2 %XXXIV.0,05 K ;,<.2 %XXXV. .2 K 0,05 4,6 %XXXVI. .2 K 0,010) . %XXXVII. c0 Volume titrasi 1 5 m%
%XXXVIII. Asam Oksalat K -MnO;
%XXXIX. F1!.1 K F2!.2 X6. 5 m > 0,01. K 5 m > .2 X6I. 0,05 K 5.2 X6II. .2 K 0,05 5 X6III. .2 K 0,01 .
.ormalitas -MnO; rata$rata K0,0102
+
0,0108+
0,01 3X6IV. K727&78 N
X6V. X6VI.
*. Penentuan 9at $rgani!
a) Volume titrasi 1 &2& m%
X6VII.
mg -MnO;G K[(
10+
a)
b−(
10 xc)
]
x31,6 x1000 dX6VIII.
K[
(
10+
1,1mL)
0,0103 N−(
10 x0,01 N)
]
x31,6 x1000 50mLX6IX.
K(
0,11433−
0,1)
x31,6 x1000 506.
K(
0,01433)
x31,6 x1000 50 6I. K 3,05<5< mgG6II. (aktor pengeneran K 3,05<5< > 100
6III. K 305,<5< mgG 6IV.
b) Volume titrasi 1 & m%
6V.
mg -MnO;G K[
(
10+
a)
b−(
10 xc)
]
x31,6 x1000 d6VI.
K[
(
10+
1mL)
0,0103 N−(
10 x0,01 N)
]
x31,6 x1000 50mL6VII.
K(
0,1133−
0,1)
x31,6 x1000 506VIII.
K(
0,0133)
x31,6 x1000 50 6IX. K ),;05< mgG 6X. (aktor pengeneran K ),;05< > 100 6XI. K )0;,5< mgG CXII.c) Volume titrasi 1 &2& m%
6XIII.
mg -MnO;G K[
(
10+
a)
b−(
10 xc)
]
x31,6 x1000 d6XIV.
K[(
10+
1,1mL)
0,0103 N−(
10 x0,01 N)
]
x31,6 x1000 50mL6XV.
K(
0,11433−
0,1)
x31,6 x1000 506XVI.
K(
0,01433)
x31,6 x1000 50 6XVII. K 3,05<5< mgG6XVIII. (aktor pengeneran K 3,05<5< > 100
6XIX. K 305,<5< mgG
CXX.
mg -MnO;G rata$rata K905,656mg
/
L+
804,56mg/
L+
9 05,656mg/
L6XXI. K ::8235;8 mg/%
6XXIII. %A(PIAN A(BA &. 'tandarisasi "(n$) dengan asam o!salat
6XXIV. AE uad es 42 "O; 6XXV. 6XXVI. 6XXVII. 6XXVIII. 6XXIX. 6XXX. 6XXXI. 6XXXII. 6XXXIII. 6XXXIV. +ip an ask an pada suhu <00
6XXXV. 6XXXVI.
6XXXVII. "etelah
ditambahkan asam oksalat
6XXXVIII. 6XXXIX. 6X%.
6X%I. "etela
h
dititrasi dengan -MnO;
6X%II. 6X%III.
6X%IV."etelah dititrasi dengan
-MnO;
6X%V. 6X%VI.
6X%VII. "etelah dititrasi dengan -MnO;
*. Penentuan !adar +at organi!
6X%VIII. "a mpel setelah dienerkan 100> 6X%IX. 6%. 6%I. ar utan sampel pengeneran 100>
6%II. "a mpel 5 tetes -MnO; 6%III. 6%IV. 6%V. "am pel 5 tetes -MnO; 42"O; 6%VI. 6%VII. 6%VIII. "et elah ditambahkan 5 m -MnO; 6%IX. 6%X. 6%XI. " aat
6%XII. 6%XIII.
6%XIV. "etelah ditambahkan asam oksalat
6%XV. 6%XVI.
6%XVII. "etelah dititrasi dengan -MnO;
6%XVIII. 6%XIX.
6%XX. "etelah dititrasi dengan -MnO;
6%XXI. 6%XXII.
6%XXIII. "etelah dititrasi dengan -MnO; 6%XXIV. 6%XXV. 6%XXVI. 6%XXVII. 6%XXVIII. CLXXIX.