PERANCANGAN ENVIRONTMENTAL GRAPHIC
DESIGN AREA MUSEUM DALAM MUSEUM SEPULUH
NOPEMBER SURABAYA
Dwipa Ramandhita• Mendukung Tujuan dari Gerakan
Nasional Cinta Museum (GNCM) yang bertujuan untuk menaikkan jumlah pengunjung serta meningkatkan kesadaran, apresiasi dan kepedulian terutama generasi muda pada warisan budaya bangsa yang dipelajari di
museum.
• Efektivitas sistem informasi dan sistem
wayfinding Museum sepuluh
nopember yang kurang. Secara umum, Hal ini juga dapat mengurangi suasana yang ingin dibangun oleh Museum sepuluh nopember sebagai museum pendidikan yang modern.
• Pusat Pengelolaan Data dan Sistem Jaringan, Depbudpar 2009
• Sabtu, 06 Februari 2010 , Jawa Pos
• Banyak pengunjung yang mengunjungi monumen tugu pahlawan, namun tidak banyak yang mengetahui
museumnya. Karena museum berada di belakang monumen tugu pahlawan dan berada 10 meter dibawah tanah.
• Dalam rencana kerja dinas kebudayaan dan pariwisata
pemerintah surabaya tahun 2011, disebutkan bahwa upaya
mengoptimalkan beberapa obyek wisata di kawasan tersebut perlu ditingkatkan terutama infrastruktur, penambahan sarana prasarana (papan informasi, koleksi museum terutama di museum 10 nopember).
• Hasil wawancara, Moch. Sutopo, SE, Kepala Museum Sepuluh Nopember Surabaya, 7 maret 2011, Surabaya
• Renja dinas kebudayaan dan pariwisata tahun 2011
• Meningkatnya jumlah pengunjung museum, khususnya dari tahun 2006, membuat peremajaan branding
museum dibutuhkan untuk
meningkatkan pelayanan museum Sistem grafis lingkungan dapat
memberi solusi yang menjaga elemen-elemen grafis lingkungan dalam
Museum sepuluh nopember tetap terpadu, dan efektif bagi pengunjung.
• Adanya kerusakan dan tidak
terawatnya interior museum, secara umum menjadikan bangunan yang dibangun pada masa reformasi ini mengurangi suasana modern yang ingin dibangun oleh Museum Sepuluh Nopember.
• Pengunjung meminta perubahan, baik dari segi tampilan, maupun dari
koleksinya dengan sebuah roh yang baru, sehingga para pengunjung tidak bosan untuk datang berkali-kali ke museum sepuluh nopember.
• Hasil kuisioner dari pengunjung Museum 10 Nopember.
• Hasil wawancara, Moch. Sutopo, SE, Kepala Museum Sepuluh Nopember Surabaya, 7 maret 2011, Surabaya
Batasan Masalah
• Dalam perancangan ini tidak akan dibahas mengenai perancangan branding selain perancangan
Environtmental graphic design
museum sepuluh nopember Surabaya area museum dalam.
• Perancangan hanya membahas
informasi berupa pengenalan koleksi yang ada pada museum, tidak
termasuk diantaranya informasi yang bersifat mempromosikan museum
• Aspek Environtmental graphic design
berupa Information graphic design
museum, wayfinding system dan
Rumusan Masalah
• Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah: “Bagaimana merancang Environtmental Graphic Design pada area museum dalam, museum sepuluh nopember surabaya untuk dapat memberikan kembali suasana peristiwa heroik perang sepuluh nopember tanpa merubah bentukan modern yang ingin
diciptakan museum sepuluh nopember?”
Tujuan Penelitian
• Memberikan tampilan museum yang lebih modern namun tetap
memberikan nuansa kepahlawanan, sehingga dapat memiliki keunikan sendiri dan dapat menarik minat para pengunjung untuk lebih dalam lagi mempelajari sejarah tentang sepuluh nopember
• Menanamkan kepada masyarakat akan pentingnya sebuah museum melalui Informasi yang diberikan akan koleksi Museum Sepuluh Nopember
Museum sepuluh nopember surabaya merupakan
museum perjuangan peristiwa sepuluh nopember yang berada pada bagian belakang dari lingkungan UPTD monumen tugu pahlawan & Museum sepuluh
nopember surabaya. Museum yang terletak pada 10 meter dibawah tanah tersebut semakin membuat masyarakat umum tidak mengetahui akan keberadaan museum tersebut.
Environmental graphic design atau grafis lingkungan merupakan penataan sebuah lingkungan dengan tujuan menyediakan informasi yang dibutuhkan pengunjung, memberikan informasi koleksi kepada pengunjung, membangun suasana lokasi, dan mempermudah pengunjung melakukan aktivitas di sebuah lokasi.
• Penurunan Jumlah wisatawan Museum Nasional, ditahun 2009.
• Museum Sepuluh Nopember Ditunjuk Oleh KemenBudPar untuk masuk kedalam 7 museum yang mengikuti program GNCM 2010-2014 diharapkan dapat menaikkan kunjungan wisata museum nasional.
• Adanya kerusakan dan tidak terawatnya interior museum, secara umum menjadikan bangunan yang dibangun pada masa reformasi ini mengurangi
suasana modern yang ingin dibangun oleh Museum Sepuluh Nopember.
• Pengoptimalan infrastruktur, penambahan sarana prasarana (papan informasi, koleksi museum
terutama di museum 10 nopember). Dari Renja Pemkot tahun 2011
Demografis
• Laki-laki dan perempuan
• 15-25 tahun
• Pengeluaran per bulan < Rp.150.000 Geografis Surabaya Psikografis Kelas Sosial Menengah Gaya Hidup
Cenderung memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, konsumtif dan keinginan berkumpul dengan teman .
Berupa desain lingkungan museum sepuluh nopember surabaya areal museum dalam dengan bentukan modern dan pesan yang edukatif
Produk
Segmentasi
• Penyuka tempat wisata budaya, terutama wisata sejarah
• Para siswa yang sering melaksanakan study tour
• Gemar mengisi waktu dengan mempelajari sejarah
Positioning
Dengan adanya environmental graphic design ini diharapkan mampu
memberikan informasi yang tepat mengenai koleksi Museum Sepuluh Nopember serta menciptakan suasana modern yang nantinya dapat menjadi daya tarik pengunjung terhadap
Museum sepuluh nopember ini. Selain itu, environmental graphic design ini juga merupakan salah satu bentuk pendidikan non formal bagi masyarakat surabaya, dan Indonesia pada umumnya.
Museum sepuluh nopember merupakan salah satu museum perjuangan yang membahas seputar peristiwa sepuluh
nopember, sehingga koleksi yang ada pada museum tersebut harus berhubungan
dengan peristiwa sepuluh nopember
Unique Selling Point
Kebutuhan pengunjung akan informasi yang dapat menambah wawasan mereka, sehingga secara tidak langsung mereka dapat melakukan pembelajaran sejarah dengan cara pendidikan non formal. karena informasi yang ada pada museum sepuluh nopember saat ini kurang dapat memenuhi kebutuhan akan informasi koleksi.
Gaya bahasa yang digunakan
adalah bahasa indonesia yang
mudah dipahami, tidak terlalu
singkat, namun mudah dicerna
untuk target segmen.
Menggunakan bahasa Indonesia
baku
Fenomena
•
Nasional
•
penurunan jumlah pengunjung museum dalam sekala
nasional menjadikan kemenbudpar menginginkan
kesadaran masyarakat untuk dapat mengunjungi
museum
•
Intern
•
Kenaikan jumlah pengunjung museum pada museum
sepuluh nopember menjadikan keinginan akan
kebutuhan berbenah dan memperbaiki diri agar dapat
terus menaikkan jumlah kenaikan pengunjung
Problematik
• Pengelolah baru yang dimulai pada tahun 2006 lebih aktif mempromosikan museum melalui event – event pada peringatan hari nasional, disamping itu program museum keliling menjadikan sekolah sekolah yang ada di surabaya semakin tertarik untuk mengunjungi museum sepuluh nopember surabaya
• Upaya mengoptimalkan beberapa obyek wisata di kawasan museum sepuluh nopember perlu ditingkatkan terutama infrastruktur, penambahan sarana prasarana (papan informasi dan penunjuk arah , koleksi museum terutama di museum 10 nopember)
• Pengertian bahwa Branding Fisik menekankan pada penggalian persepsi mengenai keberadaan museum melalui aset-aset fisik yang dimiliki, baik yang berhubungan dengan arsitektural maupun elemen-elemen di dalamnya untuk menunjukkan eksistensinya. Museum sepuluh nopember sudah melalui tahap revitalisasi yang mana belum dioptimalkan dengan baik sehingga memerlukan eksistensi
pendayagunaan fungsi bangunan untuk memberikan kenyamanan untuk mengunjungi Museum sepuluh nopember
Rumusan Masalah
•
Bagaimana merancang branding fisik berupa
Environtmental graphic design pada area
museum dalam museum sepuluh nopember
surabaya sehingga dapat memberikan kembali
suasana peristiwa heroisme perang 10
What to say
•
Environtmental Graphic design yang dapat
memberikan suasana heroisme tentang
pertempuran sepuluh nopember, namun
masih tetap dalam pembentukan karakter
museum yang modern.
Segmentasi
•
Demografis
–
Laki-laki dan perempuan
–
15-25 tahun
–
Pengeluaran per bulan < Rp.150.000
•
Geografi
–
Surabaya, sekitar area museum.
•
Psikografis
–
Kelas Sosial Menengah
•
Gaya Hidup
–
Cenderung memiliki rasa ingin tahu yang tinggi
–
konsumtif
AIO
•
Suka jalan jalan dengan teman
•
Menghabiskan waktu dengan teman sebaya
•
Tertarik dengan konsep konsep yang abstrak
•
Tertarik pada sesosok tokoh idola yang popular
•
Orang Tua Merupakan Sumber yang penting
dalam pembentukan nilai nilai dan tujuan
•
Mempertanyakan kebenaran dan akar akar
Consumer Needs
•
Kebutuhan pengunjung akan informasi yang
dapat menambah wawasan mereka, sehingga
secara tidak langsung mereka dapat
melakukan pembelajaran sejarah dengan cara
pendidikan non formal. karena informasi yang
ada pada museum sepuluh nopember saat ini
kurang dapat memenuhi kebutuhan akan
USP
•
Museum sepuluh nopember merupakan salah
satu museum perjuangan yang membahas
seputar peristiwa sepuluh nopember saja,
sehingga koleksi yang ada pada museum
tersebut harus berhubungan dengan peristiwa
sepuluh nopember.
“Playback”
Balik ke tempat atau ke keadaan semula, berjalana ke masa lalu, memutar kembali.
“History”
Asal-usul (keturunan) silsilah; 2 kejadian dan peristiwa yg benar-benar terjadi pd masa lampau; riwayat;
tambo: cerita --; 3 pengetahuan atau uraian tt peristiwa dan kejadian yg benar-benar terjadi dl masa lampau; ilmu sejarah
“Battle”
berkelahi; berjuang; berperang. Yandianto
Makna Denotatif
Makna Konotatif
Menghadirkan sebuah edukasi akan sejarah yang disampaikan melalui EGD dengan materi yang ada sesuai data sejarah dan dikemas dengan media baru yang lebih modern, serta tampilan visual yang lebih menarik tetapi tetap menonjolkan suasana perjuangan kepahlawanan pada masa lampau, sehingga pengunjung dapat merasakan sebuah pengalaman mengenai peperangan dalam peristiwa sejarah tersebut .
Dalam perancangan ini dibagi menjadi 3 Sub ruang lingkup pengerjaan EGD, yakni :
• Information Graphic
• Wayfinding System
• E-Kiosk Interactive
Penggunaan warna lebih mengarahkan pada warna yang mampu menciptakan kesan modern bagi para pengunjung. Dalam hal ini diperlukan warna yang bersifat elegant serta profesional yang dapat
mempengaruhi pola pikir pengunjung dengan kesan kekinian.
Dari hasil wawancara dengan pengelolah, didapatkan warna yang menciri khaskan museum sepuluh
nopember adalah warna putih tulang, sebagai simbol kepahlawanan yang di agungkan
Frutiger adalah font yang diberi nama yang sama dengan nama pengarangnya, yakni Adrian Frutiger. Font ini dibuat pada tahun 1976.
Konsep Frutiger membuat font ini adalah untuk
menciptakan sebuah font sans serif dengan rasionalitas dan kebersihan dari gaya font Univers, tetapi dengan aspek organik dan proporsional dari font gaya Gill Sans. Hasilnya adalah sebuah font Frutiger yang khas dan terbaca.
Dari hasil kuesoner visual terhadap
pengunjung, bagaimana jenis ilustrasi pada papan informasi koleksi museum yang mampu memberikan informasi yang dapat
mengedukasi dan memberikan wawasan
adalah ilustrasi dengan menggunakan ilustrasi berupa gambar
Dari hasil kuesioner tersebut, maka gambar yang dipilih adalah gaya gambar realis
Pada sebuah Environtmental Graphic Design, faktor material mempunyai peranan penting
dalam mencegah kerusakan ,terutama kerusakan yang disebabkan oleh alam berkaitan dengan suhu dan kelembaban.
Pemilihan Alternatif Desain
bersama Stakeholder
• Soetopo (Ketua UPTD Monumen Tugu Pahlawan dan Museum Sepuluh Nopember Surabaya)
• Dra. Wiwiek Widayati (Kepala Dinas Kebudayaan dan
Pariwisata Kota Surabaya)
• Agus “Kucing” (Dosen DKV UK Petra)
Kesimpulan pertemuan
dengan Stake Holder
Dra. Wiwiek Widayati
•
Bentukan lebih disederhanakan
•
Menggunakan bahan yang
mengkilat (akrilik)
Agus “Kucing”
•
Mengurangi warna warna kuat
•
Lebih diperhatikan Ergo visual
penulisan konten agar
Zoninga area memiliki fungsi untuk menentukan area yang merupakan jenis koleksi yang berbeda, sehingga audiens akan dapat dengan mudah membedakan antara kelompok koleksi satu dengan lainnya. Tidak hanya sebagai pembeda pada koleksi, zoning area juga dapat
membedakan area untuk ruangan dan tempat tertentu, misalnya fasilitas umum, koleksi
tertentu, patung, dan sebagainya.
Dalam zoning area ini dapat dibagi menjadi 7 zona
Zona 1 merupakan zona dimana berisikan slogan slogan yang biasa digunakan pada perang sepuluh nopember. Slogan slogan ini bertujuan supaya pengunjung yang datang dapat mulai terbakar semangatnya ketika membaca slogan slogan tersebut, sehingga ketika memasuki area museum dalam, pengunjung memiliki mood untuk mempelajari sejarah yang ada didalamnya.
Zona 1
Zona 2 merupakan zona dimana berisikan fenomena fenomena yang terjadi ketika perang
perjuangan untuk
mempertahankan kemerdekaan, di zona ini terdapat fakta fakta
tentang perang pada masa itu, sehingga masyarakat dapat mulai membuka wawasannya mengenai pertempuran seperti apa yang terjadi, sebelum memasuki ruang bung tomo dan auditorium yang mulai menjelaskan tokoh dan peristiwa sejarah lebih detail
Zona 2
Zona 3 merupakan zona dimana berisikan barang barang yang
berhubungan dengan peninggalan bung tomo. Didalam ruang ini diharapkan para pengujung dapat merasakan semangat yang di luap kan oleh bung tomo, sehingga masyarakat dapat meneladani semangat juang bung tomo yang berapi api. Di dalam ruang ini juga terdapat pothographic spot yang bertujuan untuk memberikan kenang kenangan terhadap
pengunjung untuk berpose sebagai orator layaknya bung tomo
Zona 3
Zona 4 merupakan zona dimana pengunjung dapat menikmati film yang ditampilkan dengan suasana ruangan yang dihiasi foto kota surabaya tempoe doeloe. Tujuan dari ruangan ini adalah agar
pengunjung dapat rileks sejenak dan menikmati film pendek yang diputar.
Zona 4
Zona 5 merupakan zona dimana berisikan koleksi koleksi senjata yang digunakan pada masa perang 10 nopember. Pada info board terdapat perbedaan antara produk senjata sekutu, jepang, jerman dan sebagainya. Pada area ini juga
terdapat skala ukuran tentara jepang, sekutu, dan BKR/TKR
Zona 5
Zona 6&7 merupakan zona favorit pengunjung menurut pengelola, karena dioramaini dapat
berinteraksi langsung kepada pengunjung. Photo info board berfungsi sebagai pemberi informasi siapaa saja dan bagaimana peristiwa tersebut terjadi, sehingga pengunjung dapat mengetahui bagaimana kondisi dan siapa saja yang
berpengaruh pada saat itu. Dalam zona ini akan diceritakan masa sebelum perang sepuluh
nopember terjadi