Laporan Pendahuluan Bronkopneumonia
Laporan Pendahuluan Bronkopneumonia
NANDA NIC NOC
NANDA NIC NOC
LAPORAN PENDAHULUAN BRONCHOPNEUMONIA LAPORAN PENDAHULUAN BRONCHOPNEUMONIA
KONSEP MEDIS KONSEP MEDIS
A.
A. PENGERTIANPENGERTIAN
Bronchopneumoni adalah salah satu jenis pneumonia yang mempunyai pola penyebaran
Bronchopneumoni adalah salah satu jenis pneumonia yang mempunyai pola penyebaran
berbercak,
berbercak, teratur teratur dalam dalam satu satu atau atau lebih lebih area area terlokalisasi terlokalisasi di di dalam dalam bronchi bronchi dan dan meluas meluas keke
parenkim paru yang berdekatan di sekitarnya. (Smeltzer & Suzanne C,
parenkim paru yang berdekatan di sekitarnya. (Smeltzer & Suzanne C, 2002 : 572)2002 : 572)
Menurut Whaley & Wong, Bronchopneumonia adalah bronkiolus terminal yang
Menurut Whaley & Wong, Bronchopneumonia adalah bronkiolus terminal yang
tersumbat oleh eksudat, kemudian menjadi bagian yang terkonsolidasi atau membentuk
tersumbat oleh eksudat, kemudian menjadi bagian yang terkonsolidasi atau membentuk
gabungan di dekat lobulus, disebut juga pneumonia lobaris.
gabungan di dekat lobulus, disebut juga pneumonia lobaris.
Bronchopneumonia adalah suatu peradangan paru yang biasanya menyerang di
Bronchopneumonia adalah suatu peradangan paru yang biasanya menyerang di bronkeolibronkeoli
terminal. Bronkeoli terminal tersumbat oleh eksudat mokopurulen yang membentuk
terminal. Bronkeoli terminal tersumbat oleh eksudat mokopurulen yang membentuk
bercak- barcak
barcak konsolidasi konsolidasi di di lobuli lobuli yang yang berdekatan. berdekatan. Penyakit Penyakit ini ini sering sering bersifat bersifat sekunder, sekunder, menyertaimenyertai
infeksi saluran pernafasan atas, demam infeksi yang spesifik dan penyakit yang melemahkan
infeksi saluran pernafasan atas, demam infeksi yang spesifik dan penyakit yang melemahkan
daya tahan tubuh.(Sudigdiodi dan Imam Supardi, 1998)
daya tahan tubuh.(Sudigdiodi dan Imam Supardi, 1998)
Kesimpulannya bronchopneumonia adalah jenis infeksi paru yang disebabkan oleh agen
Kesimpulannya bronchopneumonia adalah jenis infeksi paru yang disebabkan oleh agen
infeksius dan terdapat di daerah bronkus dan
infeksius dan terdapat di daerah bronkus dan sekitar alveoli.sekitar alveoli.
B.
B. ETIOLOGIETIOLOGI
Secara umun individu yang terserang bronchopneumonia diakibatkan oleh adanya
Secara umun individu yang terserang bronchopneumonia diakibatkan oleh adanya
penurunan mekanisme pertahanan tubuh terhadap virulensi organisme patogen. Orang yang
penurunan mekanisme pertahanan tubuh terhadap virulensi organisme patogen. Orang yang
normal dan sehat mempunyai mekanisme pertahanan tubuh terhadap organ pernafasan yang
normal dan sehat mempunyai mekanisme pertahanan tubuh terhadap organ pernafasan yang
terdiri atas : reflek glotis dan batuk, adanya lapisan mukus, gerakan silia yang menggerakkan
terdiri atas : reflek glotis dan batuk, adanya lapisan mukus, gerakan silia yang menggerakkan
kuman keluar dari organ, dan
kuman keluar dari organ, dan sekresi humoral setempatsekresi humoral setempat..
Timbulnya bronchopneumonia disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, protozoa,
Timbulnya bronchopneumonia disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, protozoa,
mikobakteri, mikoplasma, dan riketsia. (Sandra M. Nettiria, 2001 : 6
mikobakteri, mikoplasma, dan riketsia. (Sandra M. Nettiria, 2001 : 682) antara lain:82) antara lain:
1.
1. Bakteri Bakteri : : Streptococcus, Streptococcus, Staphylococcus, Staphylococcus, H. H. Influenzae, Influenzae, Klebsiella.Klebsiella.
2.
3.
3. Jamur Jamur : : Aspergillus Aspergillus spesies, spesies, Candida Candida albicansalbicans
4.
4. Aspirasi makanan, sekr Aspirasi makanan, sekresi orofaringeal atau isi lambung ke esi orofaringeal atau isi lambung ke dalam paru-parudalam paru-paru
5.
5. Terjadi karena kongesti paru yang lama.Terjadi karena kongesti paru yang lama.
C.
C. PATHOFISIOLOGIPATHOFISIOLOGI
Bronchopneumonia selalu didahului oleh infeksi saluran nafas bagian atas yang
Bronchopneumonia selalu didahului oleh infeksi saluran nafas bagian atas yang
disebabkan oleh bakteri staphylococcus, Haemophillus influenzae atau karena aspirasi makanan
disebabkan oleh bakteri staphylococcus, Haemophillus influenzae atau karena aspirasi makanan
dan minuman.
dan minuman.
Dari saluran pernafasan kemudian sebagian kuman tersebut masukl ke saluran
Dari saluran pernafasan kemudian sebagian kuman tersebut masukl ke saluran
pernafasan bagian bawah dan menyebabkan terjadinya infeksi kuman di tempat tersebut,
pernafasan bagian bawah dan menyebabkan terjadinya infeksi kuman di tempat tersebut,
sebagian lagi masuk ke pembuluh darah dan menginfeksi saluran pernafasan dengan ganbaran
sebagian lagi masuk ke pembuluh darah dan menginfeksi saluran pernafasan dengan ganbaran
sebagai berikut:
sebagai berikut:
1.
1. Infeksi saluran nafas bagian bawah menyebabkan tiga hal, yaitu dilatasi pembuluh darah alveoli,Infeksi saluran nafas bagian bawah menyebabkan tiga hal, yaitu dilatasi pembuluh darah alveoli,
peningkatan suhu, dan edema antara kapiler dan
peningkatan suhu, dan edema antara kapiler dan alveoli.alveoli.
2.
2. Ekspansi kuman melalui pembuluh darah kemudian masuk ke dalam saluran pencernaan danEkspansi kuman melalui pembuluh darah kemudian masuk ke dalam saluran pencernaan dan
menginfeksinya mengakibatkan terjadinya peningkatan flora normal dalam usus, peristaltik
menginfeksinya mengakibatkan terjadinya peningkatan flora normal dalam usus, peristaltik
meningkat akibat usus mengalami malabsorbsi dan kemudian terjadilah diare yang beresiko
meningkat akibat usus mengalami malabsorbsi dan kemudian terjadilah diare yang beresiko
terhadap gangguan keseimbangan cairan dan
terhadap gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit.elektrolit.
(Soeparman, 1991)
PATHWAY PATHWAY
Bakteri Stafilokokus aureus
Bakteri Stafilokokus aureus
Bakteri Haemofilus influezae
Penderita akit berat yang dirawat di RSPenderita akit berat yang dirawat di RS
Penderita yang mengalami supresiPenderita yang mengalami supresi
sistem pertahanan tubuh
sistem pertahanan tubuh
D.
D. MANIFESTASMANIFESTASI I KLINISKLINIS
Bronchopneumonia biasanya didahului oleh suatu infeksi di saluran pernafasan bagian atas
Bronchopneumonia biasanya didahului oleh suatu infeksi di saluran pernafasan bagian atas
selama beberapa hari. Pada tahap awal, penderita bronchopneumonia mengalami tanda dan
selama beberapa hari. Pada tahap awal, penderita bronchopneumonia mengalami tanda dan
gejala yang khas seperti menggigil, demam, nyeri dada pleuritis, batuk produktif, Takipnea,
gejala yang khas seperti menggigil, demam, nyeri dada pleuritis, batuk produktif, Takipnea,
bunyi nafas di atas area yang menglami konsol
bunyi nafas di atas area yang menglami konsolidasi, krekels dan ronchiidasi, krekels dan ronchi
(Barbara C. long, 1996 :435)
(Barbara C. long, 1996 :435)
E.
E. PEMERIKSAAN PENUNJANGPEMERIKSAAN PENUNJANG
Untuk dapat menegakkan diagnosa keperawatan dapat digunakan cara:
Untuk dapat menegakkan diagnosa keperawatan dapat digunakan cara:
eriksaan Laboratorium
eriksaan Laboratorium
Pemeriksaan darahPemeriksaan darah
Pada kasus bronchopneumonia oleh bakteri akan terjadi leukositosis (meningkatnya jumlah
Pada kasus bronchopneumonia oleh bakteri akan terjadi leukositosis (meningkatnya jumlah
neutrofil). (Sandra M. Nettina, 2001 : 684)
neutrofil). (Sandra M. Nettina, 2001 : 684)
Pemeriksaan sputumPemeriksaan sputum
Bahan pemeriksaan yang terbaik diperoleh dari batuk yang spontan dan dalam. Digunakan
Bahan pemeriksaan yang terbaik diperoleh dari batuk yang spontan dan dalam. Digunakan
untuk pemeriksaan mikroskopis dan untuk kultur serta tes sensitifitas untuk mendeteksi agen
untuk pemeriksaan mikroskopis dan untuk kultur serta tes sensitifitas untuk mendeteksi agen
infeksius. (Barbara C, Long, 1996 : 435)
infeksius. (Barbara C, Long, 1996 : 435)
Analisa Analisa gas gas darah darah untuk untuk mengevaluasi mengevaluasi status status oksigenasi oksigenasi dan dan status status asam asam basa. basa. (Sandra (Sandra M.M.
Nettina, 2001 : 684)
Nettina, 2001 : 684)
Kultur darah untuk mendeteksi bakteremiaKultur darah untuk mendeteksi bakteremia
Sampel darah, sputum, dan urin untuk tes imunologi untuk mendeteksi antigen mikroba.Sampel darah, sputum, dan urin untuk tes imunologi untuk mendeteksi antigen mikroba.
(Sandra M. Nettina, 2001 : 684)
(Sandra M. Nettina, 2001 : 684)
2.
2. Pemeriksaan RadiologiPemeriksaan Radiologi
Rontgenogram ThoraksRontgenogram Thoraks
Menunjukkan konsolidasi lobar yang seringkali dijumpai pada infeksi pneumokokal atau
Menunjukkan konsolidasi lobar yang seringkali dijumpai pada infeksi pneumokokal atau
klebsiella. Infiltrat multiple seringkali dijumpai pada infeksi stafilokokus dan haemofilus.
klebsiella. Infiltrat multiple seringkali dijumpai pada infeksi stafilokokus dan haemofilus.
(Barbara C, Long, 1996 : 435)
(Barbara C, Long, 1996 : 435)
Laringoskopi/ bronkoskopi untuk menentukan apakah jalan nafas tersumbat oleh benda padat.Laringoskopi/ bronkoskopi untuk menentukan apakah jalan nafas tersumbat oleh benda padat.
(Sandra M, Nettina, 2001)
(Sandra M, Nettina, 2001)
F.
F. KOMPLIKASIKOMPLIKASI a.
a. Atelektasis Atelektasis :Pengembangan paru yang tidak s:Pengembangan paru yang tidak sempurna.empurna.
b.
b. Emfisema Emfisema : : Terdapatnya Terdapatnya pus pus pada pada rongga rongga pleura.pleura.
c.
d.
d. Infeksi sistomikInfeksi sistomik
e.
e. Endokarditis Endokarditis :peradangan :peradangan pada pada endokardium.endokardium.
f.
f. Meningitis Meningitis : : Peradangan Peradangan pada pada selaput selaput otak.otak.
G.
G. PENATALAKSANAANPENATALAKSANAAN a.
a. Antibiotic seperti ; penisilin, eritr Antibiotic seperti ; penisilin, eritromicin, kindomisin, dan sefalosforin.omicin, kindomisin, dan sefalosforin.
b.
b. Terapi oksigen (OTerapi oksigen (O22))
c.
c. Nebulizer, untuk mengNebulizer, untuk mengencerkandahak yang kental dan pembencerkandahak yang kental dan pemberian erian bronkodilator.bronkodilator.
d.
d. Istirahat yang cukupIstirahat yang cukup
e.
e. Kemoterafi untuk mikoplasma pneumonia dapat diberikan eritromicin 4x 500 mg/ hari atauKemoterafi untuk mikoplasma pneumonia dapat diberikan eritromicin 4x 500 mg/ hari atau
tetrasiklin 3-4 x 500mg/ hari.
tetrasiklin 3-4 x 500mg/ hari.
KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN. KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN.
1.
1. PENGKAJIAN KEPERAWATAN.PENGKAJIAN KEPERAWATAN. 1)
1) Identitas.Identitas.
2)
2) Riwayat Keperawatan.Riwayat Keperawatan.
a.
a. Keluhan utama.Keluhan utama.
klien sangat gelisah, dispnea, pernapasan cepat dan dangkal, diserai pernapasan cuping
klien sangat gelisah, dispnea, pernapasan cepat dan dangkal, diserai pernapasan cuping hidupng,hidupng,
serta sianosis sekitar hidung dan mulut. Kadang disertai muntah dan diare.atau diare, tinja
serta sianosis sekitar hidung dan mulut. Kadang disertai muntah dan diare.atau diare, tinja
berdarah dengan atau tanpa len
berdarah dengan atau tanpa lendir, anoreksia dan muntah.dir, anoreksia dan muntah.
b.
b. Riwayat penyakit sekarang.Riwayat penyakit sekarang.
Bronkopneumonia biasanya didahului oleh infeksi saluran pernapasan bagian atas selama
Bronkopneumonia biasanya didahului oleh infeksi saluran pernapasan bagian atas selama
beberapa
beberapa hari. hari. Suhu Suhu tubuh tubuh dapat dapat naik naik sangat sangat mendadak mendadak sampai sampai 39-4039-40ooC dan kadang disertaiC dan kadang disertai
kejang karena demam yang tinggi.
kejang karena demam yang tinggi.
c.
c. Riwayat penyakit dahulu.Riwayat penyakit dahulu.
Pernah menderita penyakit infeksi yang menyebabkan sistem imun menurun.
Pernah menderita penyakit infeksi yang menyebabkan sistem imun menurun.
d.
d. Riwayat kesehatan keluarga.Riwayat kesehatan keluarga.
Anggota
Anggota keluarga keluarga lain lain yang yang menderita menderita penyakit penyakit infeksi infeksi saluran saluran pernapasan pernapasan dapat dapat menularkanmenularkan
kepada anggota keluarga yang lainnya.
kepada anggota keluarga yang lainnya.
e.
e. Riwayat kesehatan lingkungan.Riwayat kesehatan lingkungan.
Menurut Wilson dan Thompson, 1990 pneumonia sering terjadi pada musim hujan dan awal
Menurut Wilson dan Thompson, 1990 pneumonia sering terjadi pada musim hujan dan awal
musim semi. Selain itu pemeliharaan ksehatan dan kebersihan lingkungan yang kurang juga bisa
musim semi. Selain itu pemeliharaan ksehatan dan kebersihan lingkungan yang kurang juga bisa
menyebabkan anak menderita sakit. Lingkungan pabrik atau banyak asap dan debu ataupun
menyebabkan anak menderita sakit. Lingkungan pabrik atau banyak asap dan debu ataupun
lingkungan dengan anggota keluarga
lingkungan dengan anggota keluarga perokok.perokok.
f.
f. Imunisasi.Imunisasi.
Anak
Anak yang yang tidak tidak mendapatkan mendapatkan imunisasi imunisasi beresiko beresiko tinggi tinggi untuk untuk mendapat mendapat penyakit penyakit infeksiinfeksi
saluran pernapasan atas atau bawah karena system pertahanan tubuh yang tidak cukup kuat
saluran pernapasan atas atau bawah karena system pertahanan tubuh yang tidak cukup kuat
untuk melawan infeksi
untuk melawan infeksi sekunder.sekunder.
g.
g. Riwayat pertumbuhan dan Riwayat pertumbuhan dan perkembangan.perkembangan.
h.
h. Nutrisi.Nutrisi.
Riwayat gizi buruk atau meteorismus (malnutrisi energi protein = MEP).
Riwayat gizi buruk atau meteorismus (malnutrisi energi protein = MEP).
3)
3) Pemeriksaan persistem.Pemeriksaan persistem.
a.
a. Sistem kardiovaskuler.Sistem kardiovaskuler.
Takikardi, iritability.
Takikardi, iritability.
b.
Sesak napas, retraksi dada, melaporkan klien sulit bernapas, pernapasan cuping hdidung, ronki,
Sesak napas, retraksi dada, melaporkan klien sulit bernapas, pernapasan cuping hdidung, ronki,
wheezing, takipnea, batuk
wheezing, takipnea, batuk produktif atau produktif atau non non produktif, pergerakan dada produktif, pergerakan dada asimetris, pernapasanasimetris, pernapasan
tidak teratur/ireguler, kemungkinan friction rub, perkusi redup pada daerah terjadinya
tidak teratur/ireguler, kemungkinan friction rub, perkusi redup pada daerah terjadinya
konsolidasi, ada sputum/sekret. Orang tua cemas dengan keadaan anaknya yang bertambah
konsolidasi, ada sputum/sekret. Orang tua cemas dengan keadaan anaknya yang bertambah
sesak dan pilek.
sesak dan pilek.
c.
c. Sistem pencernaan.Sistem pencernaan.
klien malas minum atau makan, muntah, berat badan menurun, lemah. Pada orang tua yang
klien malas minum atau makan, muntah, berat badan menurun, lemah. Pada orang tua yang
dengan tipe keluarga anak pertama, mungkin belum memahami tentang tujuan dan cara
dengan tipe keluarga anak pertama, mungkin belum memahami tentang tujuan dan cara
pemberian makanan/cairan personde.
pemberian makanan/cairan personde.
d.
d. Sistem eliminasi.Sistem eliminasi.
klien menderita diare, atau dehidrasi,
klien menderita diare, atau dehidrasi,
e.
e. Sistem saraf.Sistem saraf.
Demam, kejang, sakit kepala yang ditandai dengan menangis terus pada anak-anak atau malas
Demam, kejang, sakit kepala yang ditandai dengan menangis terus pada anak-anak atau malas
minum, ubun-ubun cekung.
minum, ubun-ubun cekung.
f.
f. Sistem Sistem lokomotor/mlokomotor/muskuloskeletal.uskuloskeletal.
Tonus otot menurun, lemah secara umum,
Tonus otot menurun, lemah secara umum,
g.
g. Sistem endokrin.Sistem endokrin.
Tidak ada kelainan.
Tidak ada kelainan.
h.
h. Sistem integumen.Sistem integumen.
Turgor kulit menurun, membran mukosa kering, sianosis, pucat, akral
Turgor kulit menurun, membran mukosa kering, sianosis, pucat, akral
hangat, kulit kering, .
hangat, kulit kering, .
i.
i. Sistem penginderaan.Sistem penginderaan.
Tidak ada kelainan.
Tidak ada kelainan.
4)
4) Pemeriksaan diagnostik dan hasil.Pemeriksaan diagnostik dan hasil.
Secara laboratorik ditemukan lekositosis, biasanya 15.000 - 40.000 / m
Secara laboratorik ditemukan lekositosis, biasanya 15.000 - 40.000 / m dengan pergeseran ke dengan pergeseran ke
kiri. LED meninggi. Pengambilan sekret secara broncoskopi dan
kiri. LED meninggi. Pengambilan sekret secara broncoskopi dan fungsi paru-paru untuk preparatfungsi paru-paru untuk preparat
langsung; biakan dan test resistensi dapat menentukan/mencari etiologinya. Tetapi cara ini
langsung; biakan dan test resistensi dapat menentukan/mencari etiologinya. Tetapi cara ini tidaktidak
rutin dilakukan karena sukar. Pada punksi misalnya dapat terjadi salah tusuk dan memasukkan
rutin dilakukan karena sukar. Pada punksi misalnya dapat terjadi salah tusuk dan memasukkan
kuman dari luar. Foto roentgen (chest x
kuman dari luar. Foto roentgen (chest x ray) dilakukan untuk melihat :ray) dilakukan untuk melihat :
Komplikasi seperti empiema, atelektasis, perikarditis, pleuritis, dan OMA.Komplikasi seperti empiema, atelektasis, perikarditis, pleuritis, dan OMA.
Luas daerah paru yang Luas daerah paru yang terkena.terkena.
Evaluasi pengobatanEvaluasi pengobatan
Pada bronchopnemonia bercak-bercak infiltrat ditemukan pada salah satu atau
Pada bronchopnemonia bercak-bercak infiltrat ditemukan pada salah satu atau beberapa lobur.beberapa lobur.
Pada pemeriksaan ABGs ditemukan PaO
Pada pemeriksaan ABGs ditemukan PaO22 < 0 mmHg. < 0 mmHg.
2.
2. DIAGNOSA KEPERAWATANDIAGNOSA KEPERAWATAN 1.
1. Ketidakefektifan bersihan jalan nafas berhubungan dengan peningkatan produksi sputumKetidakefektifan bersihan jalan nafas berhubungan dengan peningkatan produksi sputum
ditandai dengan adanya
ditandai dengan adanya ronchi, dan ketidakefektifan batuk.ronchi, dan ketidakefektifan batuk.
2.
2. Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan proses infeksi pada jaringan paruGangguan pertukaran gas berhubungan dengan proses infeksi pada jaringan paru
(perubahan membrane alveoli) ditandai dengan sianosis, PaO
(perubahan membrane alveoli) ditandai dengan sianosis, PaO22 menurun, sesak nafas. menurun, sesak nafas.
3.
3. Hipertermi berhubungan dengan inflamasi terhadap infeksi saluran nafas ditandai denganHipertermi berhubungan dengan inflamasi terhadap infeksi saluran nafas ditandai dengan
peningkatan suhu tubuh, mengigil, akral teraba panas.
4.
4. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan peningkatanKetidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan peningkatan
metabolisme sekunder terhadap demam dan proses infeksi ditandai dengan nafsu makan
metabolisme sekunder terhadap demam dan proses infeksi ditandai dengan nafsu makan
menurun, BB turun, mual dan muntah, turgor kulit tidak
menurun, BB turun, mual dan muntah, turgor kulit tidak elastis.elastis.
5.
5. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai OIntoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai O22 dengan dengan
kebutuhan oksigen ditandai dengan tidak mampu berpartisipasi dalam kegiatan sehari-hari
kebutuhan oksigen ditandai dengan tidak mampu berpartisipasi dalam kegiatan sehari-hari
sesuai kemampuan tanpa bantuan.
sesuai kemampuan tanpa bantuan.
6.
6. Resiko defisit volume cairan berhubungan dengan peningkatan suhu tubuh,kehilanganResiko defisit volume cairan berhubungan dengan peningkatan suhu tubuh,kehilangan
cairan karena berkeringat banyak, muntah atau di
cairan karena berkeringat banyak, muntah atau diare.are.
7.
7. Resiko infeksi berhubungan dengan resiko terpajan bakteri patogenResiko infeksi berhubungan dengan resiko terpajan bakteri patogen
3. RENCANA KEPERAWATAN 3. RENCANA KEPERAWATAN NO NO DIAGNOSADIAGNOSA KEPERAWATAN KEPERAWATAN NOC
NOC NICNIC
1
1 Bersihan Jalan NafasBersihan Jalan Nafastidaktidak
efektif
efektif berhubungan berhubungan dengan: dengan: Infeksi, disfungsi Infeksi, disfungsi neuromuskular, neuromuskular, hiperplasia dinding hiperplasia dinding bronkus,
bronkus, alergi alergi jalanjalan nafas, asma, trauma nafas, asma, trauma
Obstruksi jalan nafas : Obstruksi jalan nafas :
NOC: NOC: Respiratory status : Respiratory status : Ventilation Ventilation
Respiratory status : Airway Respiratory status : Airway patency
patency
Aspiration Control Aspiration Control
etelah dilakukan tindakan etelah dilakukan tindakan keperawatan selama keperawatan selama …………..pasien …………..pasien menunjukkan keefektifan menunjukkan keefektifan
Pastikan kebutuhan oral / tracheal Pastikan kebutuhan oral / tracheal suctioning. suctioning. Berikan O2 Berikan O2 ……l/mnt,……l/mnt, metode……… metode………
Anjurkan pasien untuk istirahat Anjurkan pasien untuk istirahat dan napas dalam
dan napas dalam
Posisikan pasien untuk Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi
memaksimalkan ventilasi
Lakukan fisioterapi dada jika perlu Lakukan fisioterapi dada jika perlu Keluarkan sekret dengan batuk Keluarkan sekret dengan batuk
spasme jalan nafas, spasme jalan nafas, sekresi tertahan, sekresi tertahan, banyakny
banyaknya a mukus,mukus, adanya jalan nafas adanya jalan nafas buatan,
buatan, sekresi sekresi bronkus,bronkus, adanya eksudat di adanya eksudat di alveolus, adanya benda alveolus, adanya benda asing di jalan nafas. asing di jalan nafas. S: S: Dispneu Dispneu O: O:
Penurunan suara nafas Penurunan suara nafas Orthopneu
Orthopneu Cyanosis Cyanosis
Kelainan suara nafas Kelainan suara nafas (rales, wheezing)
(rales, wheezing) Kesulitan berbicara Kesulitan berbicara Batuk, tidak efekotif Batuk, tidak efekotif atau tidak ada
atau tidak ada Produksi sputum Produksi sputum Gelisah Gelisah Perubahan frekuensi Perubahan frekuensi dan irama nafas
dan irama nafas
jalan
jalan nafas nafas dibuktikandibuktikan dengan kriteria hasil :
dengan kriteria hasil :
Mendemonstrasikan batuk Mendemonstrasikan batuk efektif dan suara nafas yang efektif dan suara nafas yang bersih,
bersih, tidak tidak ada ada sianosissianosis dan dyspneu (mampu dan dyspneu (mampu mengeluarkan sputum, mengeluarkan sputum, bernafas
bernafas dengan dengan mudah,mudah, tidak ada pursed lips)
tidak ada pursed lips)
Menunjukkan jalan nafas Menunjukkan jalan nafas yang paten (klien tidak yang paten (klien tidak merasa tercekik, irama merasa tercekik, irama nafas, frekuensi pernafasan nafas, frekuensi pernafasan dalam rentang normal, tidak dalam rentang normal, tidak ada suara nafas abnormal) ada suara nafas abnormal)
Mampu Mampu
mengidentifikasikan dan mengidentifikasikan dan mencegah faktor yang mencegah faktor yang penyebab.
penyebab.
Saturasi O2 dalam batas Saturasi O2 dalam batas normal
normal
Foto thorak dalam batas Foto thorak dalam batas norma
norma
atau suction atau suction
Auskultasi suara nafas, catat Auskultasi suara nafas, catat adanya suara tambahan
adanya suara tambahan Berikan bronkodilator : Berikan bronkodilator : ……… ……… ………. ………. ……… ………
Monitor status hemodinamik Monitor status hemodinamik Berikan pelembab udara Kassa Berikan pelembab udara Kassa basah NaC
basah NaCl Lembabl Lembab Berikan antibiotik : Berikan antibiotik : ………. ………. ………. ……….
Atur intake untuk cairan Atur intake untuk cairan mengoptimalkan keseimbangan. mengoptimalkan keseimbangan. Monitor respirasi dan status O2 Monitor respirasi dan status O2 Pertahankan hidrasi yang adekuat Pertahankan hidrasi yang adekuat untuk mengencerkan sekret
untuk mengencerkan sekret
Jelaskan pada pasien dan keluarga Jelaskan pada pasien dan keluarga tentang
tentang penggunaan penggunaan peralatan peralatan :: O2, Suction, Inhalasi.
O2, Suction, Inhalasi.
2
2 Gangguan PertukaranGangguan Pertukarangasgas
Berhubungan dengan : Berhubungan dengan : -ketidakseimbangan -ketidakseimbangan perfusi ventilas perfusi ventilasii -perubahan membran -perubahan membran kapiler-alveolar kapiler-alveolar DS: DS:
- sakit kepala ketika - sakit kepala ketika bangun bangun - Dyspnoe - Dyspnoe - Gangguan penglihatan - Gangguan penglihatan DO: DO: - Penurunan CO2 - Penurunan CO2 - Takikardi - Takikardi - Hiperkapnia - Hiperkapnia - Keletihan - Keletihan - Iritabilitas - Iritabilitas - Hypoxia - Hypoxia - kebingungan - kebingungan - sianosis - sianosis -warna kulit
-warna kulit abnormalabnormal (pucat, kehitaman) (pucat, kehitaman) - Hipoksemia - Hipoksemia - hiperkarbia - hiperkarbia - AGD abnormal - AGD abnormal - pH arteri abnormal - pH arteri abnormal -frekuensi dan -frekuensi dan kedalaman nafas kedalaman nafas abnormal abnormal NOC: NOC:
Respiratory Status : Gas Respiratory Status : Gas exchange
exchange
Keseimbangan asam Basa, Keseimbangan asam Basa, Elektrolit Elektrolit Respiratory Status : Respiratory Status : ventilation ventilation
Vital Sign Status Vital Sign Status
Setelah dilakukan tindakan Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama keperawatan selama ….…. Gangguan pertukaran Gangguan pertukaran pasien
pasien teratasi teratasi dengandengan kriteria hasi:
kriteria hasi:
Mendemonstrasikan Mendemonstrasikan peningkatan
peningkatan ventilasi ventilasi dandan oksigenasi yang adekuat oksigenasi yang adekuat
Memelihara kebersihan Memelihara kebersihan paru
paru paru paru dan dan bebas bebas daridari tanda tanda distress tanda tanda distress pernafasan
pernafasan
Mendemonstrasikan batuk Mendemonstrasikan batuk efektif dan suara nafas yang efektif dan suara nafas yang bersih,
bersih, tidak tidak ada ada sianosissianosis dan dyspneu (mampu dan dyspneu (mampu mengeluarkan sputum, mengeluarkan sputum, mampu bernafas dengan mampu bernafas dengan mudah, tidak ada pursed mudah, tidak ada pursed lips)
lips)
Tanda tanda vital dalam Tanda tanda vital dalam rentang normal
rentang normal
AGD dalam batas normal AGD dalam batas normal
NIC : NIC :
Posisikan pasien untuk Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi
memaksimalkan ventilasi Pasang mayo bila perlu Pasang mayo bila perlu
Lakukan fisioterapi dada jika Lakukan fisioterapi dada jika perlu
perlu
Keluarkan sekret dengan batuk Keluarkan sekret dengan batuk atau suction
atau suction
Auskultasi suara nafas, catat Auskultasi suara nafas, catat adanya suara tambahan
adanya suara tambahan Berikan bronkodilator ; Berikan bronkodilator ; --……….………. --……….……….
Barikan pelembab udara Barikan pelembab udara
Atur intake untuk cairan Atur intake untuk cairan mengoptimalkan keseimbangan. mengoptimalkan keseimbangan. Monitor respirasi dan status O2 Monitor respirasi dan status O2 Catat pergerakan dada,amati Catat pergerakan dada,amati kesimetrisan, penggunaan otot kesimetrisan, penggunaan otot tambahan, retraksi otot tambahan, retraksi otot supraclavic
supraclavicular ular dan intercostaldan intercostal Monitor suara nafas, seperti Monitor suara nafas, seperti dengkur
dengkur
Monitor pola nafas : bradipena, Monitor pola nafas : bradipena, takipenia, kussmaul, takipenia, kussmaul, hiperventilasi, cheyne stokes, biot hiperventilasi, cheyne stokes, biot Auskultasi suara nafas, catat area Auskultasi suara nafas, catat area penurunan /
penurunan / tidak tidak adanya ventilasiadanya ventilasi dan suara tambahan
dan suara tambahan
Monitor TTV, AGD, elektrolit Monitor TTV, AGD, elektrolit dan ststus mental
Status neurologis dalam Status neurologis dalam batas norm
batas normalal
Observasi sianosis khususnya Observasi sianosis khususnya membran mukosa
membran mukosa
Jelaskan pada pasien dan keluarga Jelaskan pada pasien dan keluarga tentang persiapan tindakan dan tentang persiapan tindakan dan tujuan penggunaan alat tambahan tujuan penggunaan alat tambahan (O2, Suction, Inhalasi)
(O2, Suction, Inhalasi)
Auskultasi bunyi jantung, jumlah, Auskultasi bunyi jantung, jumlah, irama dan denyut jantung
irama dan denyut jantung
3
3 Berhubungan dengan :HipertermiaHipertermiaBerhubungan dengan :
penyakit/ traum penyakit/ traumaa peningkatan peningkatan metabolisme metabolisme
aktivitas yang berlebih aktivitas yang berlebih dehidrasi
dehidrasi DO/DS: DO/DS:
kenaikan suhu tubuh kenaikan suhu tubuh diatas rentang normal diatas rentang normal
serangan atau konvulsi serangan atau konvulsi (kejang) (kejang) kulit kemerahan kulit kemerahan pertambaha pertambahan RR n RR takikardi takikardi
Kulit teraba panas/ Kulit teraba panas/ hangat hangat NOC: NOC: Thermoregulasi Thermoregulasi
Setelah dilakukan tindakan Setelah dilakukan tindakan keperawatan keperawatan selama………..pasien selama………..pasien menunjukkan : menunjukkan :
Suhu tubuh dalam batas Suhu tubuh dalam batas normal dengan kreiteria normal dengan kreiteria hasil:
hasil: Suhu 36
Suhu 36 – – 37C 37C Nadi dan RR da Nadi dan RR dalamlam rentang normal rentang normal
Tidak ada perubahan warna Tidak ada perubahan warna kulit dan tidak ada pusing, kulit dan tidak ada pusing, merasa nyaman
merasa nyaman
NIC : NIC :
Monitor suhu sesering mungkin Monitor suhu sesering mungkin Monitor warna dan suhu kulit Monitor warna dan suhu kulit Monitor tekanan darah, nadi dan Monitor tekanan darah, nadi dan RR
RR
Monitor penurunan tingkat Monitor penurunan tingkat kesadaran
kesadaran
Monitor WBC, Hb, dan Hct Monitor WBC, Hb, dan Hct Monitor intake dan output Monitor intake dan output Berikan anti piretik: Berikan anti piretik: Kelola Kelola Antibiotik:……….. Antibiotik:……….. Selimuti pasien Selimuti pasien
Berikan cairan intravena Berikan cairan intravena
Kompres pasien pada lipat paha Kompres pasien pada lipat paha dan aksila
dan aksila
Tingkatkan sirkulasi udara Tingkatkan sirkulasi udara
Tingkatkan intake cairan dan Tingkatkan intake cairan dan nutrisi
nutrisi
Monitor TD, nadi, suhu, dan RR Monitor TD, nadi, suhu, dan RR Catat adanya fluktuasi tekanan Catat adanya fluktuasi tekanan darah
darah
Monitor hidrasi seperti turgor Monitor hidrasi seperti turgor kulit, kelembaban membran kulit, kelembaban membran mukosa)
mukosa)
4
4 KetidakseimbanganKetidakseimbangannutrisi kurang darinutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh kebutuhan tubuh Berhubungan dengan : Berhubungan dengan : Ketidakmampuan untuk Ketidakmampuan untuk memasukkan atau memasukkan atau mencerna nutrisi oleh mencerna nutrisi oleh karena faktor biologis, karena faktor biologis, psikologis atau psikologis atau ekonomi. ekonomi. DS: DS: Nyeri abdom Nyeri abdomenen Muntah Muntah Kejang perut Kejang perut
Rasa penuh tiba-tiba Rasa penuh tiba-tiba setelah makan setelah makan DO: DO: Diare Diare NOC: NOC: a.
a. Nutritional status Nutritional status:: Adequacy of nutrient Adequacy of nutrient b.
b. Nutritional Status Nutritional Status : food: food and Fluid Intake
and Fluid Intake c.
c. Weight ControlWeight Control
Setelah dilakukan tindakan Setelah dilakukan tindakan keperawatan
keperawatan selam
selama….nutrisi kuranga….nutrisi kurang teratasi dengan indikator: teratasi dengan indikator:
Albumin serum Albumin serum Pre albumin serum Pre albumin serum Hematokrit
Hematokrit Hemoglobin Hemoglobin
Total iron binding capacity Total iron binding capacity Jumlah limfosit
Jumlah limfosit
Kaji adanya alergi makanan Kaji adanya alergi makanan
Kolaborasi dengan ahli gizi untuk Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan menentukan jumlah kalori dan nutrisi yang dibutuhkan pasien nutrisi yang dibutuhkan pasien
Yakinkan diet yang dimakan Yakinkan diet yang dimakan mengandung tinggi serat untuk mengandung tinggi serat untuk mencegah konstipasi
mencegah konstipasi
Ajarkan pasien bagaimana Ajarkan pasien bagaimana membuat catatan makanan harian. membuat catatan makanan harian. Monitor adanya penurunan BB Monitor adanya penurunan BB dan gula darah
dan gula darah
Monitor lingkungan selama makan Monitor lingkungan selama makan Jadwalkan
Jadwalkan pengobatan pengobatan dandan tindakan tidak selama jam makan tindakan tidak selama jam makan
Monitor turgor kulit Monitor turgor kulit
Monitor kekeringan, rambut Monitor kekeringan, rambut kusam, total protein, Hb dan kadar kusam, total protein, Hb dan kadar Ht
Rontok rambut yang Rontok rambut yang berlebih
berlebih
Kurang nafsu makan Kurang nafsu makan Bising usus berlebih Bising usus berlebih Konjungtiva pucat Konjungtiva pucat Denyut nadi lemah Denyut nadi lemah
Monitor mual dan muntah Monitor mual dan muntah
Monitor pucat, kemerahan, dan Monitor pucat, kemerahan, dan kekeringan jaringan konjungtiva kekeringan jaringan konjungtiva
Monitor intake nuntrisi Monitor intake nuntrisi
Informasikan pada klien dan Informasikan pada klien dan keluarga tentang manfaat nutrisi keluarga tentang manfaat nutrisi
Kolaborasi dengan dokter tentang Kolaborasi dengan dokter tentang kebutuhan suplemen makanan kebutuhan suplemen makanan seperti NGT/ TPN sehingga intake seperti NGT/ TPN sehingga intake cairan yang adekuat dapat cairan yang adekuat dapat dipertahankan.
dipertahankan.
Atur posisi semi fowler atau Atur posisi semi fowler atau fowler tinggi selama makan
fowler tinggi selama makan Kelola pemberan anti
Kelola pemberan anti emetik:...emetik:... Anjurkan banyak minum
Anjurkan banyak minum Pertahank
Pertahankan terapi IV an terapi IV lineline
Catat adanya edema, hiperemik, Catat adanya edema, hiperemik, hipertonik papila lidah dan cavitas hipertonik papila lidah dan cavitas oval
oval
5
5 Berhubungan dengan :Intoleransi aktivitasIntoleransi aktivitasBerhubungan dengan :
Tirah Baring atau Tirah Baring atau imobilisasi imobilisasi Kelemahan menyeluruh Kelemahan menyeluruh Ketidakseimbangan Ketidakseimbangan antara suplei oksigen antara suplei oksigen dengan kebutuhan
dengan kebutuhan
Gaya hidup yang Gaya hidup yang dipertahankan. dipertahankan. DS: DS: Melaporkan secara Melaporkan secara verbal adanya kelelahan verbal adanya kelelahan atau kelemahan.
atau kelemahan.
Adanya dyspneu atau Adanya dyspneu atau ketidaknyamanan saat ketidaknyamanan saat beraktivitas. beraktivitas. DO : DO :
Respon abnormal dari Respon abnormal dari tekanan darah atau nadi tekanan darah atau nadi terhadap aktifitas terhadap aktifitas Perubahan ECG : Perubahan ECG : aritmia, iskemia aritmia, iskemia NOC : NOC :
Self Care : ADLs Self Care : ADLs Toleransi aktivitas Toleransi aktivitas Konservasi eneergi Konservasi eneergi
Setelah dilakukan tindakan Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama …. keperawatan selama …. Pasien bertoleransi terhadap Pasien bertoleransi terhadap aktivitas dengan
aktivitas denganKriteriaKriteria Hasil :
Hasil :
Berpartisipasi dalam Berpartisipasi dalam aktivitas fisik tanpa disertai aktivitas fisik tanpa disertai peningkatan
peningkatan tekanan tekanan darah,darah, nadi dan RR
nadi dan RR
Mampu melakukan Mampu melakukan aktivitas sehari hari (ADLs) aktivitas sehari hari (ADLs) secara mandiri secara mandiri Keseimbangan aktivitas Keseimbangan aktivitas dan istirahat dan istirahat IC : IC :
Observasi adanya pembatasan Observasi adanya pembatasan klien dalam melakukan aktivitas klien dalam melakukan aktivitas
Kaji adanya faktor yang Kaji adanya faktor yang menyebabkan kelelahan
menyebabkan kelelahan Monitor nutrisi
Monitor nutrisi dan sumdan sumber energiber energi yang adekuat
yang adekuat
Monitor pasien akan adanya Monitor pasien akan adanya kelelahan fisik dan emosi secara kelelahan fisik dan emosi secara berlebihan
berlebihan
Monitor respon kardivaskuler Monitor respon kardivaskuler terhadap aktivitas (takikardi, terhadap aktivitas (takikardi, disritmia, sesak nafas, diaporesis, disritmia, sesak nafas, diaporesis, pucat, peruba
pucat, perubahan hemodinahan hemodinamik)mik) Monitor pola tidur dan lamanya Monitor pola tidur dan lamanya tidur/istirahat pasien
tidur/istirahat pasien
Kolaborasikan dengan Tenaga Kolaborasikan dengan Tenaga Rehabilitasi Medik dalam Rehabilitasi Medik dalam merencanakan progran terapi yang merencanakan progran terapi yang tepat.
tepat.
Bantu klien untuk Bantu klien untuk mengidentifikasi aktivitas yang mengidentifikasi aktivitas yang mampu dilakukan
mampu dilakukan
Bantu untuk memilih aktivitas Bantu untuk memilih aktivitas konsisten yang sesuai dengan konsisten yang sesuai dengan kemampuan fisik, psikologi dan kemampuan fisik, psikologi dan sosial
sosial
Bantu untuk mengidentifikasi dan Bantu untuk mengidentifikasi dan mendapatkan sumber yang mendapatkan sumber yang diperlukan untuk aktivitas yang diperlukan untuk aktivitas yang diinginkan
diinginkan
Bantu untuk mendpatkan alat Bantu untuk mendpatkan alat bantuan
bantuan aktivitas aktivitas seperti seperti kursikursi roda, krek
Bantu
Bantu untuk untuk mengidentifikasimengidentifikasi aktivitas yang disukai
aktivitas yang disukai
Bantu klien untuk membuat Bantu klien untuk membuat jadwal latihan d
jadwal latihan diwaktu luangiwaktu luang
Bantu pasien/keluarga untuk Bantu pasien/keluarga untuk mengidentifikasi kekurangan mengidentifikasi kekurangan dalam beraktivitas
dalam beraktivitas
Sediakan penguatan positif bagi Sediakan penguatan positif bagi yang aktif beraktivitas
yang aktif beraktivitas
Bantu pasien untuk Bantu pasien untuk mengembangkan motivasi diri dan mengembangkan motivasi diri dan penguatan
penguatan
Monitor respon fisik, emosi, sosial Monitor respon fisik, emosi, sosial dan spiritual
dan spiritual
6
6 Berhubungan dengan:Defisit Volume CairanDefisit Volume CairanBerhubungan dengan:
Kehilangan volume Kehilangan volume cairan secara aktif cairan secara aktif
Kegagalan mekanisme Kegagalan mekanisme pengaturan pengaturan DS : DS : Haus Haus DO: DO: Penurunan turgor Penurunan turgor kulit/lidah kulit/lidah Membran mukosa/kulit Membran mukosa/kulit kering kering Peningkatan denyut Peningkatan denyut nadi, penurunan tekanan nadi, penurunan tekanan darah, penurunan darah, penurunan volume/tekanan nadi volume/tekanan nadi Pengisian vena Pengisian vena menurun menurun Perubahan status Perubahan status mental mental Konsentrasi urine Konsentrasi urine meningkat meningkat Temperatur tubuh Temperatur tubuh meningkat meningkat
Kehilangan berat badan Kehilangan berat badan secara tiba-tiba
secara tiba-tiba
Penurunan urine output Penurunan urine output HMT meningkat HMT meningkat Kelemahan Kelemahan NOC: NOC: Fluid balance Fluid balance Hydration Hydration Nutritional
Nutritional Status Status : : FoodFood and Fluid Intake
and Fluid Intake
Setelah dilakukan tindakan Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama….. keperawatan selama….. defisit volume cairan defisit volume cairan teratasi dengan kriteria teratasi dengan kriteria hasil:
hasil:
Mempertahankan urine Mempertahankan urine output sesuai dengan usia output sesuai dengan usia dan BB, BJ urine normal, dan BB, BJ urine normal,
Tekanan darah, nadi, suhu Tekanan darah, nadi, suhu tubuh dalam batas normal tubuh dalam batas normal
Tidak ada tanda tanda Tidak ada tanda tanda dehidrasi, Elastisitas turgor dehidrasi, Elastisitas turgor kulit baik, membran kulit baik, membran mukosa lembab, tidak ada mukosa lembab, tidak ada rasa haus yang berlebihan rasa haus yang berlebihan
Orientasi terhadap waktu Orientasi terhadap waktu dan tempat baik
dan tempat baik
Jumlah dan irama Jumlah dan irama pernapasan
pernapasan dalam dalam batasbatas normal normal Elektrolit, Hb, Hmt dalam Elektrolit, Hb, Hmt dalam batas norm batas normalal pH
pH urin urin dalam dalam batasbatas normal
normal
Intake oral dan intravena Intake oral dan intravena adekuat
adekuat
IC : IC :
Pertahankan catatan intake dan Pertahankan catatan intake dan output yang akurat
output yang akurat
Monitor status hidrasi ( Monitor status hidrasi ( kelembaban membran mukosa, kelembaban membran mukosa, nadi adekuat, tekanan darah nadi adekuat, tekanan darah ortostatik ), jika diperlukan
ortostatik ), jika diperlukan
Monitor hasil lab yang sesuai Monitor hasil lab yang sesuai dengan retensi cairan (BUN , Hmt dengan retensi cairan (BUN , Hmt , osmolalitas urin, albumin, total , osmolalitas urin, albumin, total protein )
protein )
Monitor vital sign setiap 15menit Monitor vital sign setiap 15menit –
– 1 jam 1 jam
Kolaborasi pemberian cairan IV Kolaborasi pemberian cairan IV Monitor status nutrisi
Monitor status nutrisi Berikan cairan oral Berikan cairan oral
Berikan penggantian nasogatrik Berikan penggantian nasogatrik sesuai output (50
sesuai output (50 – – 100cc/jam) 100cc/jam) Dorong keluarga untuk membantu Dorong keluarga untuk membantu pasien ma
pasien makankan
Kolaborasi dokter jika tanda Kolaborasi dokter jika tanda cairan berlebih muncul meburuk cairan berlebih muncul meburuk
Atur kemungkinan tranfusi Atur kemungkinan tranfusi Persiapan untuk tranfusi Persiapan untuk tranfusi Pasang kateter jika perlu Pasang kateter jika perlu
Monitor intake dan urin output Monitor intake dan urin output setiap 8 jam
setiap 8 jam
7
7 Risiko infeksiRisiko infeksi
Faktor-fak
Faktor-faktor risiko tor risiko :: Prosedur Infasif Prosedur Infasif
Kerusakan jaringan dan Kerusakan jaringan dan peningkatan
peningkatan paparanpaparan
NOC : NOC : Immune Status Immune Status Knowledge : Infection Knowledge : Infection control control Risk control Risk control
Setelah dilakukan tindakan Setelah dilakukan tindakan
NIC : NIC :
Pertahanka
Pertahankan tn teknik aseptif eknik aseptif Batasi pengunjung bila perlu Batasi pengunjung bila perlu Cuci tangan setiap sebelum dan Cuci tangan setiap sebelum dan sesudah tindakan keperawatan sesudah tindakan keperawatan
Gunakan baju, sarung tangan Gunakan baju, sarung tangan
lingkungan lingkungan Malnutrisi Malnutrisi Peningkatan paparan Peningkatan paparan lingkungan patogen lingkungan patogen Imonusupresi Imonusupresi Tidak adekuat Tidak adekuat pertahanan
pertahanan sekundersekunder (penurunan Hb, (penurunan Hb, Leukopenia, penekanan Leukopenia, penekanan respon inflamasi) respon inflamasi) Penyak
Penyakit it kronik kronik Imunosupresi Imunosupresi Malnutrisi Malnutrisi
Pertahan primer tidak Pertahan primer tidak adekuat (kerusakan adekuat (kerusakan kulit, trauma jaringan, kulit, trauma jaringan, gangguan peristaltik) gangguan peristaltik)
keperawatan selama…… keperawatan selama…… pasien
pasien tidak tidak mengamengalamilami infeksi dengan kriteria infeksi dengan kriteria hasil:
hasil:
Klien bebas dari tanda dan Klien bebas dari tanda dan gejala infeksi
gejala infeksi
Menunjukkan kemampuan Menunjukkan kemampuan untuk mencegah timbulnya untuk mencegah timbulnya infeksi
infeksi
Jumlah leukosit dalam Jumlah leukosit dalam batas norm batas normalal Menunjukkan perilaku Menunjukkan perilaku hidup sehat hidup sehat Status imun, Status imun, gastrointestinal, gastrointestinal,
genitourinaria dalam batas genitourinaria dalam batas normal
normal
sebagai alat pelindung sebagai alat pelindung
Ganti letak IV perifer dan dressing Ganti letak IV perifer dan dressing sesuai dengan petunjuk umum sesuai dengan petunjuk umum
Gunakan kateter intermiten untuk Gunakan kateter intermiten untuk menurunkan infeksi kandung menurunkan infeksi kandung kencing
kencing
Tingkatkan intake nutrisi Tingkatkan intake nutrisi
Berikan terapi Berikan terapi antibiotik:... antibiotik:...
Monitor tanda dan gejala infeksi Monitor tanda dan gejala infeksi sistemik dan lokal
sistemik dan lokal Pertahanka
Pertahankan teknik in teknik isolasi k/psolasi k/p Inspeksi kulit dan membran Inspeksi kulit dan membran mukosa terhadap kemerahan, mukosa terhadap kemerahan, panas, draina
panas, drainasese Monitor adanya luka Monitor adanya luka Dorong masukan cairan Dorong masukan cairan Dorong istirahat
Dorong istirahat
Ajarkan pasien dan keluarga tanda Ajarkan pasien dan keluarga tanda dan gejala infeksi
dan gejala infeksi
Kaji suhu badan pada pasien Kaji suhu badan pada pasien neutropenia setiap 4 jam
neutropenia setiap 4 jam
DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA
Smeltzer, Suzanne.2002.
Smeltzer, Suzanne.2002. Buku Ajar Keperawata Buku Ajar Keperawatan Medikal bedahn Medikal bedah.Vol 1.Jakarta : EGC.Vol 1.Jakarta : EGC
Zul Dahlan .2000.
Zul Dahlan .2000. Ilmu Penyakit Dalam Edi Ilmu Penyakit Dalam Edisi III si III . Jakarta : . Jakarta : Balai penerbit FBalai penerbit FK ULK UL
Rcevers,Chalene. J et all.2000.
Rcevers,Chalene. J et all.2000. Keperawatan medica Keperawatan medical Bedahl Bedah. Jakarta: Salemba Medika. Jakarta: Salemba Medika
Doenges, Marilynn E. (1999). Rencana
Doenges, Marilynn E. (1999). Rencana Asuhan Keperawatan :Pedoman Untuk Perencanaan danAsuhan Keperawatan :Pedoman Untuk Perencanaan dan
Pendokumentasian Perawatan Pasien. Jakarta :EGC
Pendokumentasian Perawatan Pasien. Jakarta :EGC
Nettina, Sandra M. (1996).
Nettina, Sandra M. (1996). Pedoman Praktik Keperawatan. Jakarta :EGCPedoman Praktik Keperawatan. Jakarta :EGC
Long, B. C.(1996). Perawatan Madikal Bedah. Jilid 2. Bandung :Yayasan Ikatan Alumni
Long, B. C.(1996). Perawatan Madikal Bedah. Jilid 2. Bandung :Yayasan Ikatan Alumni
Pendidikan Keperawatan
Pendidikan Keperawatan
Soeparma, Sarwono Waspadji. (1991). Ilmu Penyakit Dalam. Ji
Soeparma, Sarwono Waspadji. (1991). Ilmu Penyakit Dalam. Jilid II. Jakarta :Balai lid II. Jakarta :Balai PenerbitPenerbit
FKUI
Sylvia A. Price, Lorraine Mc Carty Wilson. (1995). Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses
Sylvia A. Price, Lorraine Mc Carty Wilson. (1995). Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses
Penyakit. Jakarta :EGC