• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dr. Munawar Rahmat, M.Pd. NIP: SEKOLAH PASCASARJANA UPI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Dr. Munawar Rahmat, M.Pd. NIP: SEKOLAH PASCASARJANA UPI"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

(1)

HUKUM SEJARAH

HUKUM SEJARAH

perspektif AL

perspektif AL--QURAN

QURAN

Dr. Munawar Rahmat, M.Pd.

NIP: 19580128.198612.1.001

SEKOLAH PASCASARJANA UPI

07 November 2013

14 Oktober 2014

(2)

Kisah

Kisah--kisah dlm Al

kisah dlm Al--Quran

Quran

sbg

sbg

Hukum Sejarah

Hukum Sejarah

1/2

1/2

Kami

menceritakan

kepadamu

kisah

yang

paling

baik

dengan

mewahyukan Al-Quran ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum

(Kami mewahyukan)nya termasuk orang-orang yang belum mengetahui.

(Kami mewahyukan)nya termasuk orang-orang yang belum mengetahui.

(Qs. 12/Yusuf: 3)

Dan semua

kisah dari Rasul-rasul

Kami ceritakan kepadamu, yakni

kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini

telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi

orang-orang yang beriman. (Qs. 11/Hud: 120)

(3)

Kisah

Kisah--kisah dlm Al

kisah dlm Al--Quran

Quran

sbg

sbg

Hukum Sejarah

Hukum Sejarah

2/2

2/2

Negeri-negeri (yang telah Kami binasakan) itu

Kami ceritakan

Negeri-negeri (yang telah Kami binasakan) itu

Kami ceritakan

sebagian dari berita-beritanya kepadamu

. Dan sungguh telah

datang kepada mereka Rasul-rasul (yang Kami utus kepada)

mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata; maka

(tetapi) mereka tidak beriman kepada apa (Rasul) yang

(memang sejak) dahulunya mereka telah mendustakannya.

Demikianlah Allah mengunci mata hati orang-orang kafir.

(4)

Substansi Kisah

Substansi Kisah--kisah

kisah dlm

dlm Al

Al--Quran

Quran

1/4

1/4

Pertama, Kisah Qurani berkaitan dengan ajaran agama yang paling

fundamental. Tuhan adalah Zat Yang Maha Ghaib (Qs. 3/Ali Imran ayat 179), yang tidak mungkin menampakkan DiriNya di muka bumi. Tuhan Yang Maha Mulia (Al-Karim, Dzul Jalali wal Ikrom) berkehendak kemuliaanNya itu tidak dimonopoliNya Sendiri tapi disebarkan pula kepada makhluk-makhlukNya dari bangsa Jin dan bangsa Manusia. Tapi untuk menjadi mulia bangsa Jin dan bangsa Manusia. Tapi untuk menjadi mulia makhluk-makhlukNya itu harus beribadah kepadaNya. Karena itulah dalam firmanNya Allah menegaskan Wama kholaqtul jinna wal insa illa liya`budun = Tidak semata-mata Kami Ciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka semua beribadah [menyembahKu] (Qs. Adz-Dzariyat ayat 56). Karena itu pulalah maka Allah membimbing makhlukNya agar dapat beribadah kepadaNya. Tapi karena Dia Al-Ghaib, tidak mungkin membimbing secara langsung kepada makhluk-makhlukNya, maka Dia lalu mengadakan KhalifahNya (wakilNya) atau RasulNya di muka bumi.

(5)

Substansi Kisah

Substansi Kisah--kisah

kisah dlm

dlm Al

Al--Quran

Quran

2/4

2/4

...

KhalifahNya itu diajari Allah Al-Asma (Ilmu Agama yang benar), yang sebelumnya tidak diajarkanNya kepada para MalaikatNya. Karena dibekali

Al-Asma inilah maka para Malaikat yang semula protes mempertanyakan

kelayakan Khalifah dari bangsa Manusia, akhirnya mereka semua rela sujud (tunduk, taat) kepada Nabi Adam (sebagai Khalifah/Rasul). Sebaliknya, Iblis dari bangsa Jin tetap menolak untuk sujud kepada Nabi Adam karena ia dari bangsa Jin tetap menolak untuk sujud kepada Nabi Adam karena ia sombong dan merasa dirinya lebih baik. Akibatnya Iblis divonis sesat oleh Allah. Karena itulah ia kemudian bersumpah akan menyesatkan seluruh manusia dengan cara menciptakan pandangan yang baik, kecuali hamba-hambaNya yang ikhlas (Qs. 15/Al-Hijr ayat 39-40). Prediksi Iblis dibenarkan oleh Allah, bahwa mayoritas manusia mengikuti jejak Iblis (Qs. 34/Saba` ayat 20). Oleh karena itulah kisah penciptaan Nabi Adam sebagai Khalifah fil ardhi cukup dominan dalam Al-Quran, yakni dalam Qs. 2/Al-Baqarah ayat 30-34, Qs. 15/Al-Hijr ayat 28-40, Qs. Qs. 7/Al-A`raf ayat 11-18, Qs. 38/Shad ayat 71-83, 17/Al-Isra ayat 61-62, dan Qs. 18/Al-Kahfi ayat 50.

(6)

Substansi Kisah

Substansi Kisah--kisah

kisah dlm

dlm Al

Al--Quran

Quran

3/4

3/4

Kisah berikutnya yang sangat dominan adalah penolakan umat manusia kepada para Nabi/Rasul, persis seperti iblis yang menolak sujud kepada Nabi Adam. Setiap kali Allah mendatangkan Nabi/Rasul, masyarakat manusia selalu beramai-ramai memusuhinya (Qs. 14/Ibrahim ayat 13; Qs. 2/Al-Baqarah ayat 87; Qs. 6/Al-An`am ayat 112). Nabi Nuh ditolak oleh kaumnya (Qs. 71/Nuh ayat 21-28). Nabi Hud ditolak oleh kaumnya (Qs. 7/Al-A`raf ayat 65-72). ayat 21-28). Nabi Hud ditolak oleh kaumnya (Qs. 7/Al-A`raf ayat 65-72). Demikian juga Rasul lainnya. Nabi Muhammad, sebagaimana Rasul-Rasul sebelumnya didustakan dan diolok-olok (Qs. 6/Al-An`am ayat 33-34, Qs. 22/Al-Hajj ayat 42-44, Qs. 13/Ar-Ra`d ayat 32, Qs. 15/Al-Hijr ayat 11). Manusia malah mengikuti ajaran leluhur (Qs. 43/Az-Zuhruf ayat 23; Qs. 34/Saba` ayat 34; Qs. 13/Ar-Ra`d ayat 43; Qs. 22/Al-Hajj ayat 42-44; Qs. 7/Al-A`raf ayat 65-66; Qs. 23/Al-Mu`minun ayat 24). Mereka malah kaget dengan datangnya lagi Rasul (Qs. 7/Al-A`raf ayat 69; Qs. 38/Shad ayat 4; Qs. 72/Al-Jin ayat 7; Qs. 35/Fathir ayat 42). Manusia sebagaimana Iblis memandang rendah Rasul-Rasul (Qs. 14/Ibrahim ayat 10; Qs. 23/Al-Mu’minun ayat 32-33).

(7)

Substansi Kisah

Substansi Kisah--kisah

kisah dlm

dlm Al

Al--Quran

Quran

4/4

4/4

Kisah berikutnya lagi yang dominan adalah perjuangan memurnikan

tauhid, menghindari syirik, dan jihad menundukkan nafsu dan syahwat

,

dengan tokoh teladan para Nabi/Rasul dan orang-orang saleh. Ada yang

dengan tokoh teladan para Nabi/Rasul dan orang-orang saleh. Ada yang

dipaparkan dalam sebuah surat, seperti dalam Surat Yusuf, Surat Yunus,

Surat Nuh, Surat Hud, Surat Ibrahim, Surat Al-Kahfi, Surat Maryam,

Surat Al-Anbiya, dan Surat Luqman; ada juga yang dikisahkan dalam

penggalan-penggalan surat-surat yang penjang maupun dalam surat-surat

yang pendek. Tokoh yang dikisahkan ada seorang Nabi/Rasul atau orang

saleh ada juga beberapa Nabi/Rasul dan orang-orang saleh.

(8)

Hukum Sejarah 1,

Hukum Sejarah 1, NABI

NABI/

/RASUL

RASUL --

1/10

1/10

selalu diOLOK

selalu diOLOK--OLOK, diINGKARi, diUSIR, diDUSTAkan, diBUNUH

OLOK, diINGKARi, diUSIR, diDUSTAkan, diBUNUH

Dan demikianlah

Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh

, yakni

syetan-syetan (dari bangsa) manusia dan jin, sebagian mereka

membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang indah-indah

(

pandangan yang tidak sejalan dengan Rasul

) untuk menipu (manusia).

Jika Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya,

maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.

(9)

Hukum Sejarah 1,

Hukum Sejarah 1, NABI

NABI/

/RASUL

RASUL --

2/10

2/10

selalu diOLOK

selalu diOLOK--OLOK, diINGKARi, diUSIR, diDUSTAkan, diBUNUH

OLOK, diINGKARi, diUSIR, diDUSTAkan, diBUNUH

Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al-Kitab (Taurat) kepada

Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan

rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mukjizat)

kepada Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul

Qudus.

Apakah setiap datang kepadamu seorang Rasul membawa

sesuatu (agama/ajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu

menyombongkan diri?

Maka beberapa orang (di antara Rasul-rasul itu)

kamu

dustakan

dan beberapa orang (yang lain) kamu

bunuh

!

(10)

Hukum Sejarah 1,

Hukum Sejarah 1, NABI

NABI/

/RASUL

RASUL --

3/10

3/10

selalu diOLOK

selalu diOLOK--OLOK, diINGKARi, diUSIR, diDUSTAkan, diBUNUH

OLOK, diINGKARi, diUSIR, diDUSTAkan, diBUNUH

Kemudian Kami utus (kepada umat-umat itu) Rasul-rasul Kami

berturut-turut. (Tapi)

tiap-tiap seorang Rasul datang kepada

umatnya, umat itu mendustakannya

; maka Kami perikutkan

sebagian mereka dengan sebagian yang lain. Dan Kami jadikan

mereka buah tutur, maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang

tidak beriman.

(11)

Hukum Sejarah 1,

Hukum Sejarah 1, NABI

NABI/

/RASUL

RASUL --

4/10

4/10

selalu diOLOK

selalu diOLOK--OLOK, diINGKARi, diUSIR, diDUSTAkan, diBUNUH

OLOK, diINGKARi, diUSIR, diDUSTAkan, diBUNUH

Ada 40 ayat yang menjelaskan bahwa setiap Rasul selalu

dibunuh dan/atau didustakan!

(12)

Hukum Sejarah 1,

Hukum Sejarah 1, NABI

NABI/

/RASUL

RASUL --

5/10

5/10

selalu diOLOK

selalu diOLOK--OLOK, diINGKARi, diUSIR, diDUSTAkan, diBUNUH

OLOK, diINGKARi, diUSIR, diDUSTAkan, diBUNUH

Bahkan yang sebenarnya, mereka mendustakan apa yang

mereka belum mengetahuinya dengan sempurna, padahal

belum datang kepada mereka penjelasannya. Demikianlah

orang-orang yang sebelum mereka telah

mendustakan

(Rasul-rasul); maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang

yang zalim itu.

(Qs. 10/Yunus: 39)

(13)

Hukum Sejarah 1,

Hukum Sejarah 1, NABI

NABI/

/RASUL

RASUL --

6/10

6/10

selalu diOLOK

selalu diOLOK--OLOK, diINGKARi, diUSIR, diDUSTAkan, diBUNUH

OLOK, diINGKARi, diUSIR, diDUSTAkan, diBUNUH

dan

jika kamu mendustakan (Rasul),

maka umat yang

sebelum kamu juga telah mendustakan (Rasul-rasul);

dan kewajiban Rasul itu tidak lain hanyalah

menyampaikan (agama Allah) dengan

seterang-terangnya!

(14)

Hukum Sejarah 1,

Hukum Sejarah 1, NABI

NABI/

/RASUL

RASUL --

7/10

7/10

selalu diOLOK

selalu diOLOK--OLOK, diINGKARi, diUSIR, diDUSTAkan, diBUNUH

OLOK, diINGKARi, diUSIR, diDUSTAkan, diBUNUH

MANUSIA MENGOLOK-OLOK RASUL & AL-QURAN:

Katakanlah: "Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling

merugi perbuatannya?" Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan

dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap)

perjumpaan dengan Dia; maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan

suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat. Demikianlah balasan mereka itu neraka Jahannam, disebabkan kekafiran mereka dan disebabkan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan Rasul-rasul-Ku sebagai olok-olok. (Qs. 18/al-Kahfi: 103-106)

(15)

Hukum Sejarah 1,

Hukum Sejarah 1, NABI

NABI/

/RASUL

RASUL --

8/10

8/10

selalu diOLOK

selalu diOLOK--OLOK, diINGKARi, diUSIR, diDUSTAkan, diBUNUH

OLOK, diINGKARi, diUSIR, diDUSTAkan, diBUNUH

Dan demikianlah, Kami tidak mengutus sebelum kamu (hai

Nabi/Rasul) seorang

An-Nazhir

(Sang Pemberi Peringatan,

=Rasul) dalam suatu negeri, melainkan orang-orang yang hidup

mewah di negeri itu berkata: "Sesungguhnya kami mendapati

bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya

(16)

Hukum Sejarah 1,

Hukum Sejarah 1, NABI

NABI/

/RASUL

RASUL --

9/10

9/10

selalu diOLOK

selalu diOLOK--OLOK, diINGKARi, diUSIR, diDUSTAkan, diBUNUH

OLOK, diINGKARi, diUSIR, diDUSTAkan, diBUNUH

Dan Kami tidak mengutus kepada suatu negeri seorang

An-Nadzir

(Rasul) pun, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu

(Rasul) pun, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu

berkata: "Sesungguhnya

kami mengingkari

apa yang kamu diutus untuk

menyampaikannya". (Qs. 34/Saba`: 34)

dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang

Mundzir

(Pemberi

peringatan, Rasul) dari kalangan mereka (sendiri); dan orang-orang kafir

berkata: “(Orang) ini adalah

seorang ahli sihir yang banyak berdusta".

(Qs. 38/Shod: 4)

(17)

Hukum Sejarah 1,

Hukum Sejarah 1, NABI

NABI/

/RASUL

RASUL --

10/10

10/10

selalu diOLOK

selalu diOLOK--OLOK, diINGKARi, diUSIR, diDUSTAkan, diBUNUH

OLOK, diINGKARi, diUSIR, diDUSTAkan, diBUNUH

Dan orang-orang kafir (orang-orang yang mengingkari Rasul)

berkata kepada Rasul-rasul mereka: "Kami sungguh-sungguh

akan mengusir kamu

dari negeri kami atau kamu kembali

kepada agama kami!" Maka Tuhan mewahyukan kepada

mereka (kepada para Rasul): "Kami pasti akan

membinasakan orang-orang yang zalim itu!”

(18)

Hukum Sejarah 2,

Hukum Sejarah 2, Pengikut

Pengikut RASUL

RASUL bangga

bangga

memecah

memecah belah

belah agama

agama

–– 1/81/8

Wahai Rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik dan kerjakanlah Wahai Rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amal saleh! Sesungguhnya AKU Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Sesungguhnya (agama Tauhid) ini adalah agama kamu semua, agama yang satu, dan AKU adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-KU.

Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan

agama mereka

terpecah belah

menjadi beberapa golongan.

Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada

pada sisi mereka (masing-masing).

(19)

Hukum Sejarah 2,

Hukum Sejarah 2, Pengikut

Pengikut RASUL

RASUL bangga

bangga

memecah

memecah belah

belah agama

agama

–– 2/82/8

Maka hadapkanlah wajahmu kepada Agama yang Lurus. Fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut Fitrah itu. Tidak ada perubahan dalam Ciptaan Allah. (Itulah) Agama yang Lurus. Tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui (Agama yang Lurus). (Kamu harus mencari Agama yang Lurus, yakni) dengan kembali bertaubat kepada-Nya; dan bertakwalah kepada-Nya; serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah; yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan.

Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.

(20)

Hukum Sejarah 2,

Hukum Sejarah 2, Pengikut

Pengikut RASUL

RASUL bangga

bangga

memecah

memecah belah

belah agama

agama

–– 3/83/8

Sebelum mereka, kaum Nuh dan

golongan-golongan yang

Sebelum mereka, kaum Nuh dan

golongan-golongan yang

bersekutu

sesudah mereka telah mendustakan (Rasul-rasul);

dan

tiap-tiap umat telah merencanakan makar terhadap Rasul

(yang diutus kepada) mereka untuk menawannya; dan mereka

membantah (terhadap Rasul) dengan (argumentasi) yang batil

untuk melenyapkan kebenaran dengan yang batil itu. Karena

itu AKU azab mereka; maka betapa (pedihnya) azab-KU?

(Qs.

40/Al-Mu`min: 5)

(21)

Hukum Sejarah 2,

Hukum Sejarah 2, Pengikut

Pengikut RASUL

RASUL bangga

bangga

memecah

memecah belah

belah agama

agama

–– 4/84/8

(22)

Hukum Sejarah 2,

Hukum Sejarah 2, Pengikut

Pengikut RASUL

RASUL bangga

bangga

memecah

memecah belah

belah agama

agama

–– 5/85/8

(23)

Hukum Sejarah 2,

Hukum Sejarah 2, Pengikut

Pengikut RASUL

RASUL bangga

bangga

memecah

memecah belah

belah agama

agama

–– 6/86/8

(24)

Hukum Sejarah 2,

Hukum Sejarah 2, Pengikut

Pengikut RASUL

RASUL bangga

bangga

memecah

memecah belah

belah agama

agama

–– 7/87/8

(25)

Hukum Sejarah 2,

Hukum Sejarah 2, Pengikut

Pengikut RASUL

RASUL bangga

bangga

memecah

memecah belah

belah agama

agama

–– 8/88/8

(ABUDAUD - 3991) : Irbadh berkata, "Suatu ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam shalat bersama kami, beliau lantas menghadap ke arah kami dan memberikan sebuah nasihat yang sangat menyentuh yang membuat mata menangis dan hati bergetar. Lalu seseorang berkata, "Wahai Rasulullah, seakan-akan ini adalah nasihat untuk perpisahan! Lalu apa yang engkau washiatkan kepada kami?" Beliau mengatakan: "Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah, senantiasa taat dan mendengar meskipun yang memerintah adalah seorang budak Habsyi yang hitam. Sesungguhnya orang-orang yang hidup setelahku akan melihat perselisihan yang banyak. Oleh karena itu hendaklah kalian berpegang dengan Sunnahku dan Sunnah Khulafaur Rasyidin al-Mahdiyin. Berpegang teguhlah dengannya dan gigitlah dengan gigi geraham. Jauhilah oleh kalian perkara-perkara baru (dalam urusan agama), sebab setiap perkara yang baru adalah bid'ah, dan setaip bid'ah adalah sesat." Diriwayatkan juga oleh Tirmidzi (Hadits 2600), Ibnu Majah (Hadits 42), Ahmad (Hadits 16521-16522), dan Darimi (Hadits 95)

(26)

Pengikut

Pengikut Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad SAW

memecah

memecah belah

belah agama

agama

(Hanya 1 dari 73 golongan yang selamat)

(Hanya 1 dari 73 golongan yang selamat)

Jika kita hitung secara kasar, berapa banyakkah orang yang sesat, dan berapa banyak pula orang yang selamat, dapat dihitung seperti berikut:

1. Penduduk bumi saat ini sekitar 8 milyar manusia, 1 milyar di antaranya beragama

Islam. Katakanlah yang 7 milyar sesat. Artinya tinggal tersisa 1 milyar (yakni yang beragama Islam);

2. Tapi kita tahu yang beragama Islam itu kebanyakan Islam KTP (tidak mengamalkan Rukun Islam). Hitung saja: Islam KTP separohnya (500 juta) dan Islam yang mengamalkan Rukun Islam separohnya (500 juta). Artinya, tinggal 500 juta lagi yang tersisa (yakni umat Nabi Muhammad SAW);

3. Jika makna 73 itu adalah 73 (bukan jumlah lain), umat Nabi SAW yang selamat hanyalah 1 dari 73 golongan. Sebagai ilustrasi, jika masing-masing golongan mempunyai jumlah pengikut yang sama banyaknya, maka golongan yang selamat itu hanyalah sekitar 1/73 x 500 juta = sekitar 6,8 juta orang. (Betapa sedikitnya?!)

Implikasinya, kita harus bersungguh-sungguh dalam beragama: merendahkan diri di hadapan Allah, rendah hati di hadapan manusia, tidak puas dengan keberagamaan sekarang, memohon pengampunan Allah, memohon dibukakan pintu HIDAYAH, dst

(27)

Hukum Sejarah 3:

Hukum Sejarah 3:

4 Pola berAGAMA

4 Pola berAGAMA

Agama orangtua, mayoritas, tokoh idola, pikiran sendiri

Agama orangtua, mayoritas, tokoh idola, pikiran sendiri

Pola 1: Mengikuti keberagamaan orangtua -

1/2

Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul". Mereka menjawab: "Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak

mengikuti Rasul". Mereka menjawab: "Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya". (Qs. 5/Al-Maidah ayat 104)

Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku (yakni itba` kepada Rasul atau Ulil Amri), kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (Qs. 31/ Luqman: 15)

(28)

Hukum Sejarah 3:

Hukum Sejarah 3:

4 Pola berAGAMA

4 Pola berAGAMA

Agama orangtua, mayoritas, tokoh idola, pikiran sendiri

Agama orangtua, mayoritas, tokoh idola, pikiran sendiri

Pola 1: Mengikuti keberagamaan orangtua -

2/3

Bahkan mereka berkata: "Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama, dan sesungguhnya kami orang-orang yang mendapat petunjuk dengan (mengikuti) jejak mereka." Dan demikianlah, Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang mundzir (Pemberi Peringatan, Rasul) pun dalam suatu negeri, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: "Sesungguhnya Kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka". (Rasul itu) berkata: "Apakah (kamu akan mengikutinya juga) sekalipun aku membawa untukmu (agama) yang lebih (nyata) memberi petunjuk daripada apa yang kamu dapati bapak-bapakmu menganutnya?" Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami mengingkari agama yang kamu diutus untuk menyampaikannya.”

(29)

Hukum Sejarah 3:

Hukum Sejarah 3:

4 Pola berAGAMA

4 Pola berAGAMA

Agama orangtua, mayoritas, tokoh idola, pikiran sendiri

Agama orangtua, mayoritas, tokoh idola, pikiran sendiri

Pola 1: Mengikuti keberagamaan orangtua -

3/3

(BUKHARI – 1270, 4402) : Abu Hurairah radliallahu 'anhu

yang menceritakan bahwa Nabi Shallallahu'alaihiwasallam

bersabda: "Tidak ada seorang anak pun yang terlahir kecuali

dia dilahirkan dalam keadaan fithrah; maka kemudian

kedua

orang tuanyalah yang akan menjadikan anak itu menjadi

Yahudi, Nashrani atau Majusi

...”

(30)

Hukum Sejarah 3:

Hukum Sejarah 3:

4 Pola berAGAMA

4 Pola berAGAMA

Agama orangtua, mayoritas, tokoh idola, pikiran sendiri

Agama orangtua, mayoritas, tokoh idola, pikiran sendiri

Pola 2: Mengikuti keberagamaan mayoritas

Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah). (Tetaplah atas) fitrah Allah yang telah Menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan dalam Ciptaan Allah. Itulah agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui – Agama yang Lurus itu (Qs. 30/Ar-Rum: 30)

Dan jika kamu mengikuti (keberagamaan dari) kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah). (Qs. 6/Al-An`am: 116)

(31)

Hukum Sejarah 3:

Hukum Sejarah 3:

4 Pola berAGAMA

4 Pola berAGAMA

Agama orangtua, mayoritas, tokoh idola, pikiran sendiri

Agama orangtua, mayoritas, tokoh idola, pikiran sendiri

Pola 3: Mengikuti keberagamaan Tokoh Idola -

1/2

Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang

kehidupan dunia (pandangan yang tidak sejalan dengan

Tuhan)

menarik hatimu

, dan dipersaksikannya kepada Allah

(atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penantang

yang paling keras.

(Qs. 2/Al-Baqarah ayat 204)

(32)

Hukum Sejarah 3:

Hukum Sejarah 3:

4 Pola berAGAMA

4 Pola berAGAMA

Agama orangtua, mayoritas, tokoh idola, pikiran sendiri

Agama orangtua, mayoritas, tokoh idola, pikiran sendiri

Pola 3: Mengikuti keberagamaan Tokoh Idola -

2/2

Dan (hati-hatilah nanti suatu) hari (di akhirat) orang yang zalim (=beragama yang sesat) menggigit dua tangannya (saking menyesalnya), seraya berkata: "Aduhai kiranya (dulu ketika di dunia) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul". Kecelakaan besarlah bagiku, kiranya aku (dulu ketika di dunia) tidak menjadikan si fulan sebagai kholil (tokoh idola). Sesungguhnya dia (sang kholil itu) telah menyesatkan aku dari Adz-Dzikro ketika Adz-Dzikro itu telah datang kepadaku; dan adalah syetan (=sang tokok idola itu) tidak mau menolong manusia. Berkatalah Rasul: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Quran ini sesuatu yang tidak diacuhkan. (Qs. 25/Al-Furqan: 27-30)

(33)

Hukum Sejarah 3:

Hukum Sejarah 3:

4 Pola berAGAMA

4 Pola berAGAMA

Agama orangtua, mayoritas, tokoh idola, pikiran sendiri

Agama orangtua, mayoritas, tokoh idola, pikiran sendiri

Pola 4:

Mengikuti keberagamaan berdasarkan pemikiran

-

1/2

Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti (Agama yang Lurus)

kecuali persangkaan saja

. Sesungguhnya persangkaan itu

tidak sedikit pun berguna untuk mencapai kebenaran.

Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka

kerjakan. (

Qs. 10/Yunus: 36)

(34)

Hukum Sejarah 3:

Hukum Sejarah 3:

4 Pola berAGAMA

4 Pola berAGAMA

Agama orangtua, mayoritas, tokoh idola, pikiran sendiri

Agama orangtua, mayoritas, tokoh idola, pikiran sendiri

Pola 4: Mengikuti keberagamaan berdasarkan pemikiran

- 2/2

Katakanlah: "Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?" Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan di dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu orang-orang yang telah Maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia, kan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada Hari Kiamat. Demikianlah balasan mereka itu neraka Jahannam, disebabkan kekafiran mereka dan disebabkan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan Rasul-rasul-Ku sebagai olok-olok. (Qs. 18/al-Kahfi ayat 13-16)

(35)

Hukum Sejarah 3:

Hukum Sejarah 3:

4 Pola berAGAMA

4 Pola berAGAMA

Agama orangtua, mayoritas, tokoh idola, pikiran sendiri

Agama orangtua, mayoritas, tokoh idola, pikiran sendiri

Pola 4: Mengikuti keberagamaan berdasarkan pemikiran

3/4

(BUKHARI - 6763): Telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Talid telah menceritakan kepadaku Ibn Wahb telah menceritakan kepadaku Abdurrahman bin Syuraikh dan lainnya dari Abul Aswad dari 'Urwah, ia berkata, " Abdullah bin Amru mendatangi kami dan kudengar ia berkata, 'Aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Allah tidak mencabut Al-Ilmu setelah Dia berikan kepada kalian secara spontanitas (sekaligus), namun Allah mencabutnya dari mereka dengan cara mewafatkan Ulama yang sekaligus tercabut keilmuan mereka, sehingga yang tertinggal hanyalah manusia-manusia bodoh (bodoh menurut Allah/Rasul). Mereka dimintai fatwa, lalu mereka memberikan fatwa berdasarkan pikiran mereka sendiri (bukan berdasarkan Al-Ilmu dari lisan Rasul/Ulama Pewaris Nabi). Mereka sesat dan menyesatkan.”

(36)

Hukum Sejarah 3:

Hukum Sejarah 3:

4 Pola berAGAMA

4 Pola berAGAMA

Agama orangtua, mayoritas, tokoh idola, pikiran sendiri

Agama orangtua, mayoritas, tokoh idola, pikiran sendiri

Pola 4: Mengikuti keberagamaan berdasarkan pemikiran

4/4

(MUSLIM - 4828): Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id telah menceritakan kepada kami Jarir dari Hisyam bin 'Urwah dari bapaknya; aku mendengar 'Abdullah bin 'Amr bin Al 'Ash berkata: Saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

“Allah Azza wa Jalla menghapuskan Al-Ilmu tidak dengan cara mencabutnya secara langsung dari hati umat manusia. Tetapi Allah menghapuskan Al-Ilmu dengan mewafatkan Ulama (Pewaris Nabi), hingga tidak ada seorang ulama pun yang akan tersisa. Kemudian mereka akan mengangkat para pemimpin yang bodoh (bodoh menurut Allah/Rasul). Apabila mereka, para pemimpin bodoh itu dimintai fatwa, maka mereka akan berfatwa tanpa ilmu (dari lisan Rasul/Ulama Pewaris Nabi) hingga mereka tersesat dan menyesatkan.”

(37)

Hukum Sejarah 4, Orang yang beriman sedikit

Hukum Sejarah 4, Orang yang beriman sedikit

kebanyakan musyrik

kebanyakan musyrik

–– 1/71/7

Dan kebanyakan dari mereka tidak beriman kepada

Allah, melainkan musyrik.

(Qs. 12/Yusuf : 106)

Allah, melainkan musyrik.

(Qs. 12/Yusuf : 106)

Bagaimanakah kamu (sampai) menjadi kafir padahal

ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu dan Rasul-Nya pun

berada di tengah-tengah kamu?

(Qs. 3/Ali Imran: 101)

(38)

Hukum Sejarah 4, Orang yang beriman sedikit

Hukum Sejarah 4, Orang yang beriman sedikit

kebanyakan musyrik

kebanyakan musyrik

–– 2/72/7

Jika mereka tetap berpaling, maka sesungguhnya kewajiban

yang

dibebankan

atasmu

(hai

Nabi/Rasul)

hanyalah

menyampaikan

dengan

terang.

(Sebenarnya)

mereka

mengetahui

nikmat

Allah,

(tetapi)

kemudian

mereka

mengingkarinya; dan

kebanyakan mereka adalah orang-orang

(39)

Hukum Sejarah 4, Orang yang beriman sedikit

Hukum Sejarah 4, Orang yang beriman sedikit

kebanyakan musyrik

kebanyakan musyrik

–– 3/73/7

Apakah (sama orang-orang kafir dengan) orang-orang yang mempunyai

bukti yang nyata dari Tuhannya dan diikuti pula oleh seorang saksi dari

Allah, dan (padahal) sebelumnya (sebelum Al-Quran) telah ada Kitab

Musa yang menjadi pedoman dan rahmat? Mereka itu beriman

kepadanya! Dan barangsiapa di antara mereka dan sekutu-sekutunya

kafir kepada Al-Quran, maka nerakalah tempat yang diancamkan bagi

orang itu. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu terhadap Al-Quran itu.

Sesungguhnya

(Al-Quran)

itu

benar-benar dari

Tuhanmu,

tetapi

kebanyakan manusia tidak beriman.

(Qs. 11/Hud: 17)

(40)

Hukum Sejarah 4, Orang yang beriman sedikit

Hukum Sejarah 4, Orang yang beriman sedikit

kebanyakan musyrik

kebanyakan musyrik

–– 4/74/7

Dan (ingatlah suatu) hari (di akhirat, yang di waktu itu) Allah

mengumpulkan mereka semuanya (Malaikat, Jin, Manusia) kemudian

Allah berfirman kepada malaikat: "Apakah mereka ini dahulu (ketika di

dunia) menyembah kamu?"

Malaikat-malaikat itu menjawab: "Maha

Suci Engkau. Engkaulah pelindung kami, bukan mereka: bahkan mereka

telah menyembah jin;

kebanyakan mereka (manusia) beriman kepada

(41)

Hukum Sejarah 4, Orang yang beriman sedikit

Hukum Sejarah 4, Orang yang beriman sedikit

kebanyakan musyrik

kebanyakan musyrik

–– 5/75/7

Dan (ingatlah) hari (di akhirat) di waktu Allah menghimpunkan mereka semuanya (jin dan manusia), (dan Allah berfirman): "Hai bangsa jin, sesungguhnya kamu telah

banyak (menyesatkan) manusia", lalu berkatalah kawan-kawan mereka dari bangsa

manusia: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya sebahagian daripada kami telah dapat kesenangan dari sebahagian (yang lain, yakni dari bangsa jin) dan kami telah sampai kepada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami". Allah berfirman: "Neraka

itulah tempat diam kamu, sedang kamu kekal di dalamnya, kecuali kalau Allah

menghendaki (yang lain)". Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. (Qs. 6/Al-An`am: 128)

(42)

Hukum Sejarah 4, Orang yang beriman sedikit

Hukum Sejarah 4, Orang yang beriman sedikit

kebanyakan musyrik

kebanyakan musyrik

–– 6/76/7

Dan (alangkah ngerinya) jika kamu (dapat) melihat ketika mereka (orang yang merasa beriman, padahal kafir) terperanjat ketakutan (pada saat kematiannya), maka mereka tidak dapat melepaskan diri dan mereka ditangkap dari tempat yang dekat (untuk disiksa di tempat sesat); dan (ketika merasakan sakitnya siksaan) mereka berkata (mengadu kepada Allah), "Kami beriman kepadaNya“ (tapi mengapa kami disiksa? Tuhan menyanggah): Bagaimanakah mereka dapat mencapai (keimanan kepada

DiriNya Yang Al-Ghaib) dari tempat yang jauh itu. Dan sejatinya mereka itu kafir

sebelum itu (ketika di dunia); dan mereka (hanya) menduga-duga tentang (Ada dan

(43)

Hukum Sejarah 4, Orang yang beriman sedikit

Hukum Sejarah 4, Orang yang beriman sedikit

kebanyakan musyrik

kebanyakan musyrik

–– 7/77/7

ISLAM itu ASING (dianggap menyimpang)

(MUSLIM – 208): Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin

Abbad dan Ibnu Abu Umar semuanya dari Marwan al-Fazari, Ibnu

Abbad berkata, telah menceritakan kepada kami Marwan dari Yazid

-yaitu Ibnu Kaisan - dari Abu Hazim dari Abu Hurairah dia berkata,

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Islam muncul dalam

keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka

beruntunglah orang-orang yang terasing.“

Diriwayatkan juga oleh

Tirmidzi (Hadits 2554) dan Ibnu Majah (Hadits 3976)

(44)

ILUSTRASI TUHAN di dalam HAMBA

ILUSTRASI TUHAN di dalam HAMBA

HAMBA di dalam TUHAN

HAMBA di dalam TUHAN

Keterangan Gambar:

Manusia selalu dalam liputan Tuhan, persis seperti ikan dalam samudera: Hidup, bernafas, makan, tidur, hingga matinya pun dalam samudera

Referensi

Dokumen terkait