HUKUM SEJARAH
HUKUM SEJARAH
perspektif AL
perspektif AL--QURAN
QURAN
Dr. Munawar Rahmat, M.Pd.
NIP: 19580128.198612.1.001
SEKOLAH PASCASARJANA UPI
07 November 2013
14 Oktober 2014
Kisah
Kisah--kisah dlm Al
kisah dlm Al--Quran
Quran
sbg
sbg
Hukum Sejarah
Hukum Sejarah
–
–
1/2
1/2
Kami
menceritakan
kepadamu
kisah
yang
paling
baik
dengan
mewahyukan Al-Quran ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum
(Kami mewahyukan)nya termasuk orang-orang yang belum mengetahui.
(Kami mewahyukan)nya termasuk orang-orang yang belum mengetahui.
(Qs. 12/Yusuf: 3)
Dan semua
kisah dari Rasul-rasul
Kami ceritakan kepadamu, yakni
kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini
telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi
orang-orang yang beriman. (Qs. 11/Hud: 120)
Kisah
Kisah--kisah dlm Al
kisah dlm Al--Quran
Quran
sbg
sbg
Hukum Sejarah
Hukum Sejarah
–
–
2/2
2/2
Negeri-negeri (yang telah Kami binasakan) itu
Kami ceritakan
Negeri-negeri (yang telah Kami binasakan) itu
Kami ceritakan
sebagian dari berita-beritanya kepadamu
. Dan sungguh telah
datang kepada mereka Rasul-rasul (yang Kami utus kepada)
mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata; maka
(tetapi) mereka tidak beriman kepada apa (Rasul) yang
(memang sejak) dahulunya mereka telah mendustakannya.
Demikianlah Allah mengunci mata hati orang-orang kafir.
Substansi Kisah
Substansi Kisah--kisah
kisah dlm
dlm Al
Al--Quran
Quran
–
–
1/4
1/4
Pertama, Kisah Qurani berkaitan dengan ajaran agama yang paling
fundamental. Tuhan adalah Zat Yang Maha Ghaib (Qs. 3/Ali Imran ayat 179), yang tidak mungkin menampakkan DiriNya di muka bumi. Tuhan Yang Maha Mulia (Al-Karim, Dzul Jalali wal Ikrom) berkehendak kemuliaanNya itu tidak dimonopoliNya Sendiri tapi disebarkan pula kepada makhluk-makhlukNya dari bangsa Jin dan bangsa Manusia. Tapi untuk menjadi mulia bangsa Jin dan bangsa Manusia. Tapi untuk menjadi mulia makhluk-makhlukNya itu harus beribadah kepadaNya. Karena itulah dalam firmanNya Allah menegaskan Wama kholaqtul jinna wal insa illa liya`budun = Tidak semata-mata Kami Ciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka semua beribadah [menyembahKu] (Qs. Adz-Dzariyat ayat 56). Karena itu pulalah maka Allah membimbing makhlukNya agar dapat beribadah kepadaNya. Tapi karena Dia Al-Ghaib, tidak mungkin membimbing secara langsung kepada makhluk-makhlukNya, maka Dia lalu mengadakan KhalifahNya (wakilNya) atau RasulNya di muka bumi.
Substansi Kisah
Substansi Kisah--kisah
kisah dlm
dlm Al
Al--Quran
Quran
–
–
2/4
2/4
...
KhalifahNya itu diajari Allah Al-Asma (Ilmu Agama yang benar), yang sebelumnya tidak diajarkanNya kepada para MalaikatNya. Karena dibekali
Al-Asma inilah maka para Malaikat yang semula protes mempertanyakan
kelayakan Khalifah dari bangsa Manusia, akhirnya mereka semua rela sujud (tunduk, taat) kepada Nabi Adam (sebagai Khalifah/Rasul). Sebaliknya, Iblis dari bangsa Jin tetap menolak untuk sujud kepada Nabi Adam karena ia dari bangsa Jin tetap menolak untuk sujud kepada Nabi Adam karena ia sombong dan merasa dirinya lebih baik. Akibatnya Iblis divonis sesat oleh Allah. Karena itulah ia kemudian bersumpah akan menyesatkan seluruh manusia dengan cara menciptakan pandangan yang baik, kecuali hamba-hambaNya yang ikhlas (Qs. 15/Al-Hijr ayat 39-40). Prediksi Iblis dibenarkan oleh Allah, bahwa mayoritas manusia mengikuti jejak Iblis (Qs. 34/Saba` ayat 20). Oleh karena itulah kisah penciptaan Nabi Adam sebagai Khalifah fil ardhi cukup dominan dalam Al-Quran, yakni dalam Qs. 2/Al-Baqarah ayat 30-34, Qs. 15/Al-Hijr ayat 28-40, Qs. Qs. 7/Al-A`raf ayat 11-18, Qs. 38/Shad ayat 71-83, 17/Al-Isra ayat 61-62, dan Qs. 18/Al-Kahfi ayat 50.
Substansi Kisah
Substansi Kisah--kisah
kisah dlm
dlm Al
Al--Quran
Quran
–
–
3/4
3/4
Kisah berikutnya yang sangat dominan adalah penolakan umat manusia kepada para Nabi/Rasul, persis seperti iblis yang menolak sujud kepada Nabi Adam. Setiap kali Allah mendatangkan Nabi/Rasul, masyarakat manusia selalu beramai-ramai memusuhinya (Qs. 14/Ibrahim ayat 13; Qs. 2/Al-Baqarah ayat 87; Qs. 6/Al-An`am ayat 112). Nabi Nuh ditolak oleh kaumnya (Qs. 71/Nuh ayat 21-28). Nabi Hud ditolak oleh kaumnya (Qs. 7/Al-A`raf ayat 65-72). ayat 21-28). Nabi Hud ditolak oleh kaumnya (Qs. 7/Al-A`raf ayat 65-72). Demikian juga Rasul lainnya. Nabi Muhammad, sebagaimana Rasul-Rasul sebelumnya didustakan dan diolok-olok (Qs. 6/Al-An`am ayat 33-34, Qs. 22/Al-Hajj ayat 42-44, Qs. 13/Ar-Ra`d ayat 32, Qs. 15/Al-Hijr ayat 11). Manusia malah mengikuti ajaran leluhur (Qs. 43/Az-Zuhruf ayat 23; Qs. 34/Saba` ayat 34; Qs. 13/Ar-Ra`d ayat 43; Qs. 22/Al-Hajj ayat 42-44; Qs. 7/Al-A`raf ayat 65-66; Qs. 23/Al-Mu`minun ayat 24). Mereka malah kaget dengan datangnya lagi Rasul (Qs. 7/Al-A`raf ayat 69; Qs. 38/Shad ayat 4; Qs. 72/Al-Jin ayat 7; Qs. 35/Fathir ayat 42). Manusia sebagaimana Iblis memandang rendah Rasul-Rasul (Qs. 14/Ibrahim ayat 10; Qs. 23/Al-Mu’minun ayat 32-33).
Substansi Kisah
Substansi Kisah--kisah
kisah dlm
dlm Al
Al--Quran
Quran
–
–
4/4
4/4
Kisah berikutnya lagi yang dominan adalah perjuangan memurnikan
tauhid, menghindari syirik, dan jihad menundukkan nafsu dan syahwat
,
dengan tokoh teladan para Nabi/Rasul dan orang-orang saleh. Ada yang
dengan tokoh teladan para Nabi/Rasul dan orang-orang saleh. Ada yang
dipaparkan dalam sebuah surat, seperti dalam Surat Yusuf, Surat Yunus,
Surat Nuh, Surat Hud, Surat Ibrahim, Surat Al-Kahfi, Surat Maryam,
Surat Al-Anbiya, dan Surat Luqman; ada juga yang dikisahkan dalam
penggalan-penggalan surat-surat yang penjang maupun dalam surat-surat
yang pendek. Tokoh yang dikisahkan ada seorang Nabi/Rasul atau orang
saleh ada juga beberapa Nabi/Rasul dan orang-orang saleh.
Hukum Sejarah 1,
Hukum Sejarah 1, NABI
NABI/
/RASUL
RASUL --
1/10
1/10
selalu diOLOK
selalu diOLOK--OLOK, diINGKARi, diUSIR, diDUSTAkan, diBUNUH
OLOK, diINGKARi, diUSIR, diDUSTAkan, diBUNUH
Dan demikianlah
Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh
, yakni
syetan-syetan (dari bangsa) manusia dan jin, sebagian mereka
membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang indah-indah
(
pandangan yang tidak sejalan dengan Rasul
) untuk menipu (manusia).
Jika Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya,
maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.
Hukum Sejarah 1,
Hukum Sejarah 1, NABI
NABI/
/RASUL
RASUL --
2/10
2/10
selalu diOLOK
selalu diOLOK--OLOK, diINGKARi, diUSIR, diDUSTAkan, diBUNUH
OLOK, diINGKARi, diUSIR, diDUSTAkan, diBUNUH
Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al-Kitab (Taurat) kepada
Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan
rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mukjizat)
kepada Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul
Qudus.
Apakah setiap datang kepadamu seorang Rasul membawa
sesuatu (agama/ajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu
menyombongkan diri?
Maka beberapa orang (di antara Rasul-rasul itu)
kamu
dustakan
dan beberapa orang (yang lain) kamu
bunuh
!
Hukum Sejarah 1,
Hukum Sejarah 1, NABI
NABI/
/RASUL
RASUL --
3/10
3/10
selalu diOLOK
selalu diOLOK--OLOK, diINGKARi, diUSIR, diDUSTAkan, diBUNUH
OLOK, diINGKARi, diUSIR, diDUSTAkan, diBUNUH
Kemudian Kami utus (kepada umat-umat itu) Rasul-rasul Kami
berturut-turut. (Tapi)
tiap-tiap seorang Rasul datang kepada
umatnya, umat itu mendustakannya
; maka Kami perikutkan
sebagian mereka dengan sebagian yang lain. Dan Kami jadikan
mereka buah tutur, maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang
tidak beriman.
Hukum Sejarah 1,
Hukum Sejarah 1, NABI
NABI/
/RASUL
RASUL --
4/10
4/10
selalu diOLOK
selalu diOLOK--OLOK, diINGKARi, diUSIR, diDUSTAkan, diBUNUH
OLOK, diINGKARi, diUSIR, diDUSTAkan, diBUNUH
Ada 40 ayat yang menjelaskan bahwa setiap Rasul selalu
dibunuh dan/atau didustakan!
Hukum Sejarah 1,
Hukum Sejarah 1, NABI
NABI/
/RASUL
RASUL --
5/10
5/10
selalu diOLOK
selalu diOLOK--OLOK, diINGKARi, diUSIR, diDUSTAkan, diBUNUH
OLOK, diINGKARi, diUSIR, diDUSTAkan, diBUNUH
Bahkan yang sebenarnya, mereka mendustakan apa yang
mereka belum mengetahuinya dengan sempurna, padahal
belum datang kepada mereka penjelasannya. Demikianlah
orang-orang yang sebelum mereka telah
mendustakan
(Rasul-rasul); maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang
yang zalim itu.
(Qs. 10/Yunus: 39)
Hukum Sejarah 1,
Hukum Sejarah 1, NABI
NABI/
/RASUL
RASUL --
6/10
6/10
selalu diOLOK
selalu diOLOK--OLOK, diINGKARi, diUSIR, diDUSTAkan, diBUNUH
OLOK, diINGKARi, diUSIR, diDUSTAkan, diBUNUH
dan
jika kamu mendustakan (Rasul),
maka umat yang
sebelum kamu juga telah mendustakan (Rasul-rasul);
dan kewajiban Rasul itu tidak lain hanyalah
menyampaikan (agama Allah) dengan
seterang-terangnya!
Hukum Sejarah 1,
Hukum Sejarah 1, NABI
NABI/
/RASUL
RASUL --
7/10
7/10
selalu diOLOK
selalu diOLOK--OLOK, diINGKARi, diUSIR, diDUSTAkan, diBUNUH
OLOK, diINGKARi, diUSIR, diDUSTAkan, diBUNUH
MANUSIA MENGOLOK-OLOK RASUL & AL-QURAN:
Katakanlah: "Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling
merugi perbuatannya?" Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan
dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap)
perjumpaan dengan Dia; maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan
suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat. Demikianlah balasan mereka itu neraka Jahannam, disebabkan kekafiran mereka dan disebabkan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan Rasul-rasul-Ku sebagai olok-olok. (Qs. 18/al-Kahfi: 103-106)
Hukum Sejarah 1,
Hukum Sejarah 1, NABI
NABI/
/RASUL
RASUL --
8/10
8/10
selalu diOLOK
selalu diOLOK--OLOK, diINGKARi, diUSIR, diDUSTAkan, diBUNUH
OLOK, diINGKARi, diUSIR, diDUSTAkan, diBUNUH
Dan demikianlah, Kami tidak mengutus sebelum kamu (hai
Nabi/Rasul) seorang
An-Nazhir
(Sang Pemberi Peringatan,
=Rasul) dalam suatu negeri, melainkan orang-orang yang hidup
mewah di negeri itu berkata: "Sesungguhnya kami mendapati
bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya
Hukum Sejarah 1,
Hukum Sejarah 1, NABI
NABI/
/RASUL
RASUL --
9/10
9/10
selalu diOLOK
selalu diOLOK--OLOK, diINGKARi, diUSIR, diDUSTAkan, diBUNUH
OLOK, diINGKARi, diUSIR, diDUSTAkan, diBUNUH
Dan Kami tidak mengutus kepada suatu negeri seorang
An-Nadzir
(Rasul) pun, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu
(Rasul) pun, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu
berkata: "Sesungguhnya
kami mengingkari
apa yang kamu diutus untuk
menyampaikannya". (Qs. 34/Saba`: 34)
dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang
Mundzir
(Pemberi
peringatan, Rasul) dari kalangan mereka (sendiri); dan orang-orang kafir
berkata: “(Orang) ini adalah
seorang ahli sihir yang banyak berdusta".
(Qs. 38/Shod: 4)
Hukum Sejarah 1,
Hukum Sejarah 1, NABI
NABI/
/RASUL
RASUL --
10/10
10/10
selalu diOLOK
selalu diOLOK--OLOK, diINGKARi, diUSIR, diDUSTAkan, diBUNUH
OLOK, diINGKARi, diUSIR, diDUSTAkan, diBUNUH
Dan orang-orang kafir (orang-orang yang mengingkari Rasul)
berkata kepada Rasul-rasul mereka: "Kami sungguh-sungguh
akan mengusir kamu
dari negeri kami atau kamu kembali
kepada agama kami!" Maka Tuhan mewahyukan kepada
mereka (kepada para Rasul): "Kami pasti akan
membinasakan orang-orang yang zalim itu!”
Hukum Sejarah 2,
Hukum Sejarah 2, Pengikut
Pengikut RASUL
RASUL bangga
bangga
memecah
memecah belah
belah agama
agama
–– 1/81/8Wahai Rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik dan kerjakanlah Wahai Rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amal saleh! Sesungguhnya AKU Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Sesungguhnya (agama Tauhid) ini adalah agama kamu semua, agama yang satu, dan AKU adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-KU.
Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan
agama mereka
terpecah belah
menjadi beberapa golongan.
Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada
pada sisi mereka (masing-masing).
Hukum Sejarah 2,
Hukum Sejarah 2, Pengikut
Pengikut RASUL
RASUL bangga
bangga
memecah
memecah belah
belah agama
agama
–– 2/82/8Maka hadapkanlah wajahmu kepada Agama yang Lurus. Fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut Fitrah itu. Tidak ada perubahan dalam Ciptaan Allah. (Itulah) Agama yang Lurus. Tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui (Agama yang Lurus). (Kamu harus mencari Agama yang Lurus, yakni) dengan kembali bertaubat kepada-Nya; dan bertakwalah kepada-Nya; serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah; yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan.
Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.
Hukum Sejarah 2,
Hukum Sejarah 2, Pengikut
Pengikut RASUL
RASUL bangga
bangga
memecah
memecah belah
belah agama
agama
–– 3/83/8Sebelum mereka, kaum Nuh dan
golongan-golongan yang
Sebelum mereka, kaum Nuh dan
golongan-golongan yang
bersekutu
sesudah mereka telah mendustakan (Rasul-rasul);
dan
tiap-tiap umat telah merencanakan makar terhadap Rasul
(yang diutus kepada) mereka untuk menawannya; dan mereka
membantah (terhadap Rasul) dengan (argumentasi) yang batil
untuk melenyapkan kebenaran dengan yang batil itu. Karena
itu AKU azab mereka; maka betapa (pedihnya) azab-KU?
(Qs.
40/Al-Mu`min: 5)
Hukum Sejarah 2,
Hukum Sejarah 2, Pengikut
Pengikut RASUL
RASUL bangga
bangga
memecah
memecah belah
belah agama
agama
–– 4/84/8Hukum Sejarah 2,
Hukum Sejarah 2, Pengikut
Pengikut RASUL
RASUL bangga
bangga
memecah
memecah belah
belah agama
agama
–– 5/85/8Hukum Sejarah 2,
Hukum Sejarah 2, Pengikut
Pengikut RASUL
RASUL bangga
bangga
memecah
memecah belah
belah agama
agama
–– 6/86/8Hukum Sejarah 2,
Hukum Sejarah 2, Pengikut
Pengikut RASUL
RASUL bangga
bangga
memecah
memecah belah
belah agama
agama
–– 7/87/8Hukum Sejarah 2,
Hukum Sejarah 2, Pengikut
Pengikut RASUL
RASUL bangga
bangga
memecah
memecah belah
belah agama
agama
–– 8/88/8(ABUDAUD - 3991) : Irbadh berkata, "Suatu ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam shalat bersama kami, beliau lantas menghadap ke arah kami dan memberikan sebuah nasihat yang sangat menyentuh yang membuat mata menangis dan hati bergetar. Lalu seseorang berkata, "Wahai Rasulullah, seakan-akan ini adalah nasihat untuk perpisahan! Lalu apa yang engkau washiatkan kepada kami?" Beliau mengatakan: "Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah, senantiasa taat dan mendengar meskipun yang memerintah adalah seorang budak Habsyi yang hitam. Sesungguhnya orang-orang yang hidup setelahku akan melihat perselisihan yang banyak. Oleh karena itu hendaklah kalian berpegang dengan Sunnahku dan Sunnah Khulafaur Rasyidin al-Mahdiyin. Berpegang teguhlah dengannya dan gigitlah dengan gigi geraham. Jauhilah oleh kalian perkara-perkara baru (dalam urusan agama), sebab setiap perkara yang baru adalah bid'ah, dan setaip bid'ah adalah sesat." Diriwayatkan juga oleh Tirmidzi (Hadits 2600), Ibnu Majah (Hadits 42), Ahmad (Hadits 16521-16522), dan Darimi (Hadits 95)
Pengikut
Pengikut Nabi Muhammad SAW
Nabi Muhammad SAW
memecah
memecah belah
belah agama
agama
(Hanya 1 dari 73 golongan yang selamat)
(Hanya 1 dari 73 golongan yang selamat)
Jika kita hitung secara kasar, berapa banyakkah orang yang sesat, dan berapa banyak pula orang yang selamat, dapat dihitung seperti berikut:
1. Penduduk bumi saat ini sekitar 8 milyar manusia, 1 milyar di antaranya beragama
Islam. Katakanlah yang 7 milyar sesat. Artinya tinggal tersisa 1 milyar (yakni yang beragama Islam);
2. Tapi kita tahu yang beragama Islam itu kebanyakan Islam KTP (tidak mengamalkan Rukun Islam). Hitung saja: Islam KTP separohnya (500 juta) dan Islam yang mengamalkan Rukun Islam separohnya (500 juta). Artinya, tinggal 500 juta lagi yang tersisa (yakni umat Nabi Muhammad SAW);
3. Jika makna 73 itu adalah 73 (bukan jumlah lain), umat Nabi SAW yang selamat hanyalah 1 dari 73 golongan. Sebagai ilustrasi, jika masing-masing golongan mempunyai jumlah pengikut yang sama banyaknya, maka golongan yang selamat itu hanyalah sekitar 1/73 x 500 juta = sekitar 6,8 juta orang. (Betapa sedikitnya?!)
Implikasinya, kita harus bersungguh-sungguh dalam beragama: merendahkan diri di hadapan Allah, rendah hati di hadapan manusia, tidak puas dengan keberagamaan sekarang, memohon pengampunan Allah, memohon dibukakan pintu HIDAYAH, dst
Hukum Sejarah 3:
Hukum Sejarah 3:
4 Pola berAGAMA
4 Pola berAGAMA
Agama orangtua, mayoritas, tokoh idola, pikiran sendiri
Agama orangtua, mayoritas, tokoh idola, pikiran sendiri
Pola 1: Mengikuti keberagamaan orangtua -
1/2Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul". Mereka menjawab: "Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak
mengikuti Rasul". Mereka menjawab: "Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya". (Qs. 5/Al-Maidah ayat 104)
Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku (yakni itba` kepada Rasul atau Ulil Amri), kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (Qs. 31/ Luqman: 15)
Hukum Sejarah 3:
Hukum Sejarah 3:
4 Pola berAGAMA
4 Pola berAGAMA
Agama orangtua, mayoritas, tokoh idola, pikiran sendiri
Agama orangtua, mayoritas, tokoh idola, pikiran sendiri
Pola 1: Mengikuti keberagamaan orangtua -
2/3Bahkan mereka berkata: "Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama, dan sesungguhnya kami orang-orang yang mendapat petunjuk dengan (mengikuti) jejak mereka." Dan demikianlah, Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang mundzir (Pemberi Peringatan, Rasul) pun dalam suatu negeri, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: "Sesungguhnya Kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka". (Rasul itu) berkata: "Apakah (kamu akan mengikutinya juga) sekalipun aku membawa untukmu (agama) yang lebih (nyata) memberi petunjuk daripada apa yang kamu dapati bapak-bapakmu menganutnya?" Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami mengingkari agama yang kamu diutus untuk menyampaikannya.”
Hukum Sejarah 3:
Hukum Sejarah 3:
4 Pola berAGAMA
4 Pola berAGAMA
Agama orangtua, mayoritas, tokoh idola, pikiran sendiri
Agama orangtua, mayoritas, tokoh idola, pikiran sendiri
Pola 1: Mengikuti keberagamaan orangtua -
3/3
(BUKHARI – 1270, 4402) : Abu Hurairah radliallahu 'anhu
yang menceritakan bahwa Nabi Shallallahu'alaihiwasallam
bersabda: "Tidak ada seorang anak pun yang terlahir kecuali
dia dilahirkan dalam keadaan fithrah; maka kemudian
kedua
orang tuanyalah yang akan menjadikan anak itu menjadi
Yahudi, Nashrani atau Majusi
...”
Hukum Sejarah 3:
Hukum Sejarah 3:
4 Pola berAGAMA
4 Pola berAGAMA
Agama orangtua, mayoritas, tokoh idola, pikiran sendiri
Agama orangtua, mayoritas, tokoh idola, pikiran sendiri
Pola 2: Mengikuti keberagamaan mayoritas
Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah). (Tetaplah atas) fitrah Allah yang telah Menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan dalam Ciptaan Allah. Itulah agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui – Agama yang Lurus itu (Qs. 30/Ar-Rum: 30)
Dan jika kamu mengikuti (keberagamaan dari) kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah). (Qs. 6/Al-An`am: 116)
Hukum Sejarah 3:
Hukum Sejarah 3:
4 Pola berAGAMA
4 Pola berAGAMA
Agama orangtua, mayoritas, tokoh idola, pikiran sendiri
Agama orangtua, mayoritas, tokoh idola, pikiran sendiri
Pola 3: Mengikuti keberagamaan Tokoh Idola -
1/2
Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang
kehidupan dunia (pandangan yang tidak sejalan dengan
Tuhan)
menarik hatimu
, dan dipersaksikannya kepada Allah
(atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penantang
yang paling keras.
(Qs. 2/Al-Baqarah ayat 204)
Hukum Sejarah 3:
Hukum Sejarah 3:
4 Pola berAGAMA
4 Pola berAGAMA
Agama orangtua, mayoritas, tokoh idola, pikiran sendiri
Agama orangtua, mayoritas, tokoh idola, pikiran sendiri
Pola 3: Mengikuti keberagamaan Tokoh Idola -
2/2Dan (hati-hatilah nanti suatu) hari (di akhirat) orang yang zalim (=beragama yang sesat) menggigit dua tangannya (saking menyesalnya), seraya berkata: "Aduhai kiranya (dulu ketika di dunia) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul". Kecelakaan besarlah bagiku, kiranya aku (dulu ketika di dunia) tidak menjadikan si fulan sebagai kholil (tokoh idola). Sesungguhnya dia (sang kholil itu) telah menyesatkan aku dari Adz-Dzikro ketika Adz-Dzikro itu telah datang kepadaku; dan adalah syetan (=sang tokok idola itu) tidak mau menolong manusia. Berkatalah Rasul: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Quran ini sesuatu yang tidak diacuhkan. (Qs. 25/Al-Furqan: 27-30)
Hukum Sejarah 3:
Hukum Sejarah 3:
4 Pola berAGAMA
4 Pola berAGAMA
Agama orangtua, mayoritas, tokoh idola, pikiran sendiri
Agama orangtua, mayoritas, tokoh idola, pikiran sendiri
Pola 4:
Mengikuti keberagamaan berdasarkan pemikiran
-
1/2Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti (Agama yang Lurus)
kecuali persangkaan saja
. Sesungguhnya persangkaan itu
tidak sedikit pun berguna untuk mencapai kebenaran.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka
kerjakan. (
Qs. 10/Yunus: 36)
Hukum Sejarah 3:
Hukum Sejarah 3:
4 Pola berAGAMA
4 Pola berAGAMA
Agama orangtua, mayoritas, tokoh idola, pikiran sendiri
Agama orangtua, mayoritas, tokoh idola, pikiran sendiri
Pola 4: Mengikuti keberagamaan berdasarkan pemikiran
- 2/2Katakanlah: "Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?" Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan di dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu orang-orang yang telah Maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia, kan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada Hari Kiamat. Demikianlah balasan mereka itu neraka Jahannam, disebabkan kekafiran mereka dan disebabkan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan Rasul-rasul-Ku sebagai olok-olok. (Qs. 18/al-Kahfi ayat 13-16)
Hukum Sejarah 3:
Hukum Sejarah 3:
4 Pola berAGAMA
4 Pola berAGAMA
Agama orangtua, mayoritas, tokoh idola, pikiran sendiri
Agama orangtua, mayoritas, tokoh idola, pikiran sendiri
Pola 4: Mengikuti keberagamaan berdasarkan pemikiran
– 3/4(BUKHARI - 6763): Telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Talid telah menceritakan kepadaku Ibn Wahb telah menceritakan kepadaku Abdurrahman bin Syuraikh dan lainnya dari Abul Aswad dari 'Urwah, ia berkata, " Abdullah bin Amru mendatangi kami dan kudengar ia berkata, 'Aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Allah tidak mencabut Al-Ilmu setelah Dia berikan kepada kalian secara spontanitas (sekaligus), namun Allah mencabutnya dari mereka dengan cara mewafatkan Ulama yang sekaligus tercabut keilmuan mereka, sehingga yang tertinggal hanyalah manusia-manusia bodoh (bodoh menurut Allah/Rasul). Mereka dimintai fatwa, lalu mereka memberikan fatwa berdasarkan pikiran mereka sendiri (bukan berdasarkan Al-Ilmu dari lisan Rasul/Ulama Pewaris Nabi). Mereka sesat dan menyesatkan.”
Hukum Sejarah 3:
Hukum Sejarah 3:
4 Pola berAGAMA
4 Pola berAGAMA
Agama orangtua, mayoritas, tokoh idola, pikiran sendiri
Agama orangtua, mayoritas, tokoh idola, pikiran sendiri
Pola 4: Mengikuti keberagamaan berdasarkan pemikiran
– 4/4(MUSLIM - 4828): Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id telah menceritakan kepada kami Jarir dari Hisyam bin 'Urwah dari bapaknya; aku mendengar 'Abdullah bin 'Amr bin Al 'Ash berkata: Saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
“Allah Azza wa Jalla menghapuskan Al-Ilmu tidak dengan cara mencabutnya secara langsung dari hati umat manusia. Tetapi Allah menghapuskan Al-Ilmu dengan mewafatkan Ulama (Pewaris Nabi), hingga tidak ada seorang ulama pun yang akan tersisa. Kemudian mereka akan mengangkat para pemimpin yang bodoh (bodoh menurut Allah/Rasul). Apabila mereka, para pemimpin bodoh itu dimintai fatwa, maka mereka akan berfatwa tanpa ilmu (dari lisan Rasul/Ulama Pewaris Nabi) hingga mereka tersesat dan menyesatkan.”
Hukum Sejarah 4, Orang yang beriman sedikit
Hukum Sejarah 4, Orang yang beriman sedikit
kebanyakan musyrik
kebanyakan musyrik
–– 1/71/7Dan kebanyakan dari mereka tidak beriman kepada
Allah, melainkan musyrik.
(Qs. 12/Yusuf : 106)Allah, melainkan musyrik.
(Qs. 12/Yusuf : 106)Bagaimanakah kamu (sampai) menjadi kafir padahal
ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu dan Rasul-Nya pun
berada di tengah-tengah kamu?
(Qs. 3/Ali Imran: 101)Hukum Sejarah 4, Orang yang beriman sedikit
Hukum Sejarah 4, Orang yang beriman sedikit
kebanyakan musyrik
kebanyakan musyrik
–– 2/72/7Jika mereka tetap berpaling, maka sesungguhnya kewajiban
yang
dibebankan
atasmu
(hai
Nabi/Rasul)
hanyalah
menyampaikan
dengan
terang.
(Sebenarnya)
mereka
mengetahui
nikmat
Allah,
(tetapi)
kemudian
mereka
mengingkarinya; dan
kebanyakan mereka adalah orang-orang
Hukum Sejarah 4, Orang yang beriman sedikit
Hukum Sejarah 4, Orang yang beriman sedikit
kebanyakan musyrik
kebanyakan musyrik
–– 3/73/7Apakah (sama orang-orang kafir dengan) orang-orang yang mempunyai
bukti yang nyata dari Tuhannya dan diikuti pula oleh seorang saksi dari
Allah, dan (padahal) sebelumnya (sebelum Al-Quran) telah ada Kitab
Musa yang menjadi pedoman dan rahmat? Mereka itu beriman
kepadanya! Dan barangsiapa di antara mereka dan sekutu-sekutunya
kafir kepada Al-Quran, maka nerakalah tempat yang diancamkan bagi
orang itu. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu terhadap Al-Quran itu.
Sesungguhnya
(Al-Quran)
itu
benar-benar dari
Tuhanmu,
tetapi
kebanyakan manusia tidak beriman.
(Qs. 11/Hud: 17)Hukum Sejarah 4, Orang yang beriman sedikit
Hukum Sejarah 4, Orang yang beriman sedikit
kebanyakan musyrik
kebanyakan musyrik
–– 4/74/7Dan (ingatlah suatu) hari (di akhirat, yang di waktu itu) Allah
mengumpulkan mereka semuanya (Malaikat, Jin, Manusia) kemudian
Allah berfirman kepada malaikat: "Apakah mereka ini dahulu (ketika di
dunia) menyembah kamu?"
Malaikat-malaikat itu menjawab: "Maha
Suci Engkau. Engkaulah pelindung kami, bukan mereka: bahkan mereka
telah menyembah jin;
kebanyakan mereka (manusia) beriman kepada
Hukum Sejarah 4, Orang yang beriman sedikit
Hukum Sejarah 4, Orang yang beriman sedikit
kebanyakan musyrik
kebanyakan musyrik
–– 5/75/7Dan (ingatlah) hari (di akhirat) di waktu Allah menghimpunkan mereka semuanya (jin dan manusia), (dan Allah berfirman): "Hai bangsa jin, sesungguhnya kamu telah
banyak (menyesatkan) manusia", lalu berkatalah kawan-kawan mereka dari bangsa
manusia: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya sebahagian daripada kami telah dapat kesenangan dari sebahagian (yang lain, yakni dari bangsa jin) dan kami telah sampai kepada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami". Allah berfirman: "Neraka
itulah tempat diam kamu, sedang kamu kekal di dalamnya, kecuali kalau Allah
menghendaki (yang lain)". Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. (Qs. 6/Al-An`am: 128)
Hukum Sejarah 4, Orang yang beriman sedikit
Hukum Sejarah 4, Orang yang beriman sedikit
kebanyakan musyrik
kebanyakan musyrik
–– 6/76/7Dan (alangkah ngerinya) jika kamu (dapat) melihat ketika mereka (orang yang merasa beriman, padahal kafir) terperanjat ketakutan (pada saat kematiannya), maka mereka tidak dapat melepaskan diri dan mereka ditangkap dari tempat yang dekat (untuk disiksa di tempat sesat); dan (ketika merasakan sakitnya siksaan) mereka berkata (mengadu kepada Allah), "Kami beriman kepadaNya“ (tapi mengapa kami disiksa? Tuhan menyanggah): Bagaimanakah mereka dapat mencapai (keimanan kepada
DiriNya Yang Al-Ghaib) dari tempat yang jauh itu. Dan sejatinya mereka itu kafir
sebelum itu (ketika di dunia); dan mereka (hanya) menduga-duga tentang (Ada dan
Hukum Sejarah 4, Orang yang beriman sedikit
Hukum Sejarah 4, Orang yang beriman sedikit
kebanyakan musyrik
kebanyakan musyrik
–– 7/77/7ISLAM itu ASING (dianggap menyimpang)
(MUSLIM – 208): Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin
Abbad dan Ibnu Abu Umar semuanya dari Marwan al-Fazari, Ibnu
Abbad berkata, telah menceritakan kepada kami Marwan dari Yazid
-yaitu Ibnu Kaisan - dari Abu Hazim dari Abu Hurairah dia berkata,
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Islam muncul dalam
keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka
beruntunglah orang-orang yang terasing.“
Diriwayatkan juga oleh
Tirmidzi (Hadits 2554) dan Ibnu Majah (Hadits 3976)
ILUSTRASI TUHAN di dalam HAMBA
ILUSTRASI TUHAN di dalam HAMBA
HAMBA di dalam TUHAN
HAMBA di dalam TUHAN
Keterangan Gambar:
Manusia selalu dalam liputan Tuhan, persis seperti ikan dalam samudera: Hidup, bernafas, makan, tidur, hingga matinya pun dalam samudera