• Tidak ada hasil yang ditemukan

Akhlak Perawat Muslim

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Akhlak Perawat Muslim"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

Akhlak Perawat Muslim

Akhlak Perawat Muslim

 A

 A..FUNGSI TENAGA KESEHATAN MUSLIMFUNGSI TENAGA KESEHATAN MUSLIM

Tenaga kesehatan Muslim adalah unsur utama dalam kegiatan Rumah Sakit terutama dalam Tenaga kesehatan Muslim adalah unsur utama dalam kegiatan Rumah Sakit terutama dalam perawatan dan pertolongan pasien, merekalah yang paling dekat kepada pasien dan pengunjung perawatan dan pertolongan pasien, merekalah yang paling dekat kepada pasien dan pengunjung Rumah Sakit.

Rumah Sakit.

Tenaga kesehatan Muslim

Tenaga kesehatan Muslim bertugas merawat dan menolong pasien baik yang bertugas merawat dan menolong pasien baik yang

menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan, yang ringan maupun yang berat. menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan, yang ringan maupun yang berat. Tenaga kesehatan Muslim

Tenaga kesehatan Muslim, tidak boleh melepaskan diri dari tugas dan kewajibannya, tidak boleh melepaskan diri dari tugas dan kewajibannya menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam.

menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam. Dengan kata lain,Dengan kata lain, Tenaga kesehatanTenaga kesehatan Muslim

Muslim tidak terlepas dari tugas dan kewajiban melaksanakan Da’wah Islamiyah sesuaitidak terlepas dari tugas dan kewajiban melaksanakan Da’wah Islamiyah sesuai dengan kemampuannya di dalam bidangnya masing-masing.

dengan kemampuannya di dalam bidangnya masing-masing. Jadi fungsi

Jadi fungsi Tenaga kesehatan MuslimTenaga kesehatan Muslim pada garis besarnya ada dua, yaitu : pada garis besarnya ada dua, yaitu : 1.

1.Sebagai tenaga para medis, yaitu melaksanakan tugas yang berhubungan dengan perawatan /Sebagai tenaga para medis, yaitu melaksanakan tugas yang berhubungan dengan perawatan / pertolongan pasien.

pertolongan pasien.

2. Sebagai Da’i (mubaligh), yaitu mengingatkan, menasehati, dan memberi tuntunan 2. Sebagai Da’i (mubaligh), yaitu mengingatkan, menasehati, dan memberi tuntunan tentang ajaran Islam kepada

tentang ajaran Islam kepada pasien serta memberikan contoh mengamalkannya (Rolepasien serta memberikan contoh mengamalkannya (Role Model) sehingga diharapkan agar orang-orang yang sedang dan pernah dirawat di Model) sehingga diharapkan agar orang-orang yang sedang dan pernah dirawat di rumah sakit akan bertambah taqwanya kepada Allah SWT.

rumah sakit akan bertambah taqwanya kepada Allah SWT.

Dan setelah sembuh dari penyakitnya, akan meningkat amal ibadahnya bagi orang-orang yang Dan setelah sembuh dari penyakitnya, akan meningkat amal ibadahnya bagi orang-orang yang sudah memeluk agama Islam. Sedangkan bagi yang belum beragama Islam (non muslim) akan sudah memeluk agama Islam. Sedangkan bagi yang belum beragama Islam (non muslim) akan tertarik pada agama Islam, minimal akan menimbulkan perasaan simpatik kepada ajaran Agama tertarik pada agama Islam, minimal akan menimbulkan perasaan simpatik kepada ajaran Agama Islam.

Islam.

Dan bagi orang yang sampai ajalnya, semoga hayatnya berakhir dengan kebaikan (khusnul Dan bagi orang yang sampai ajalnya, semoga hayatnya berakhir dengan kebaikan (khusnul khotimah). Begitu pula bayi-bayi yang dilahirkan dibawah pertolongan bidan-bidan Muslim, akan khotimah). Begitu pula bayi-bayi yang dilahirkan dibawah pertolongan bidan-bidan Muslim, akan menemui suasana ke-Islaman yang disambut dengan kalimah thoyyibah mengagungkan

menemui suasana ke-Islaman yang disambut dengan kalimah thoyyibah mengagungkan kebenaran dan keagungan Allah SWT.

kebenaran dan keagungan Allah SWT. B.

B. AKHLAK TENAGA KESEHAT AKHLAK TENAGA KESEHATAN MUSLIMAN MUSLIM

Mengingat fungsi Tenaga kesehatan Muslim seperti tersebut diatas, maka Tenaga kesehatan Mengingat fungsi Tenaga kesehatan Muslim seperti tersebut diatas, maka Tenaga kesehatan Muslim wajib memiliki akhlak yang meliputi dua fungsi, ialah :

Muslim wajib memiliki akhlak yang meliputi dua fungsi, ialah : 1.

1. Akhlak sebagai insan pengabdi kemanusiaan untuk mencari keridlo’an Allah SW Akhlak sebagai insan pengabdi kemanusiaan untuk mencari keridlo’an Allah SWT.T. 2.

2. Akhlak yang wajib bagi seorang da’i Akhlak yang wajib bagi seorang da’i (mubaligh).(mubaligh).

Kedua faktor tersebut akan tersimpul didalam suatu rumusan dalam rangkaian akhlak yang wajib Kedua faktor tersebut akan tersimpul didalam suatu rumusan dalam rangkaian akhlak yang wajib bagi Tenaga kesehatan Muslim seperti dibawah ini :

bagi Tenaga kesehatan Muslim seperti dibawah ini :

1. Melaksanakan tugas dengan tulus ikhlas karena Allah semata : 1. Melaksanakan tugas dengan tulus ikhlas karena Allah semata : a.

a.Merawat pasien hendaklah diniati untuk pengabdian (ibadah).Merawat pasien hendaklah diniati untuk pengabdian (ibadah). 2)2) b.

b.Benar-benar dengan niat yang ikhlas untuk beramal. Karena amal yang diterima AllahBenar-benar dengan niat yang ikhlas untuk beramal. Karena amal yang diterima Allah hanyalah amal yang didasarkan pada keikhlasan .

(2)

c. Tidak mengharapkan balasan atau pujian baik dari pasien maupun orang lain.4) d. Selalu optimis akan berhasil dalam tugasnya dengan baik. 5)

2. Tenaga kesehatan Muslim harus bersifat penyantun :

a. Orang yang penyantun ialah yang halus perasaanya, lekas dapat merasakan kesukaran orang lain (empaty), dan bisa bersikap menyesuaikan diri bila dia berhadapan dengan orang yang ditimpa musibah, serta cepat memberikan pertolongan, karena mengerti kebutuhan orang lain yang dihadapinya. 6)

b. Tenaga kesehatan Muslim harus yakin bahwa rahmat Allah selalu dekat kepada orang yang berbuat santun. 7)

c. Tutur katanya lemah lembut kepada siapa saja terutama kepada pasien, rela dan cepat memaafkan kesalahan orang lain. Karena memberi maaf kepada orang lain adalah lebih utama dari pada memberi shodaqoh atau harta benda padanya.

d. Hanya orang penyantunlah yang disantuni pula oleh Allah yang Maha Penyantun. 8)

3. Ramah tamah berdasarkan ukhuwah (persaudaraan) dalam pergaulan, kapan dan dimana ia berada terutama terhadap pasien dan orang-orang yang dho’if (lemah/miskin) : 10)

a. Ketahuilah bahwa bermuka manis kepada orang yang sedang menderita sakit adalah merupakan sebagian dari pada pengobatan. 11)

b. Dan ketahuilah bahwa yang bisa meringankan penderitaan orang sakit, bukanlah harta benda akan tetapi wajah yang berseri-seri dan budi pekerti yang baik. 12)

4. Tenaga kesehatan Muslim harus sabar dan tidak cepat marah :

a. Penyabar dan pemaaf adalah salah satu dari budi pekerti yang luhur, yang sangat penting dipelihara.13)

b. Walaupun semua pasien membutuhkan pertolongan dan kasih sayang, tetapi tidak semua pasien menunjukkan kasih sayang atau menjengkelkan. Akan tetapi melayaninya dengan sabar adalah perbuatan yang terpuji disisi Allah. 14)

c. Sebaik-baik senjata Tenaga kesehatan Muslim adalah sabar dan berdo’a. 15)

5. Tenaga kesehatan Muslim harus tenang dan tidak tergopoh-gopoh :

a. Jiwa orang akan sangat membutuhkan ketenangan dan ketentraman, jauh dari pada suara-suara yang keras, gerakan-gerakan yang hiruk-pikuk dan gaduh. Karena tugas Tenaga

kesehatan Muslim membutuhkan ketenangan dan perhatian yang sungguh-sungguh.16) b. Orang yang melaksanakan pekerjaan dengan tenang dan berhati-hati, Allah akan memudahkan pekerjan itu baginya dan akan terhindar dari berbagai kesukaran dan kekeliruan. 17)

6. Tenaga kesehatan Muslim harus cepat, cermat, teliti dan lincah : 18)

(3)

Muslim hendaklah senantiasa teliti dan berhati-hati dalam menunaikan tugasnya.

b. Apabila menghadapi sesuatu persoalan yang meragukan atau kurang jelas maka lebih baik ditanyakan lebih dahulu kepada orang yang lebih tahu (ahlinya). Sebab pekerjaan yang dilakukan dengan ragu-ragu lebih besar kemungkinannya akan menimbulkan bahaya. 19)

7. Tenaga kesehatan Muslim harus tunduk, patuh dan disiplin : 20)

a. Tenaga kesehatan Muslim harus patuh pada petunjuk atasannya baik lisan maupun tulisan. b. Tenaga kesehatan Muslim harus disiplin dalam menunaikan tugasnya agar bisa terlaksana dengan tertib dan teratur.

c. Mematuhi dan melaksanakan petunjuk atasan tanpa membantah sekalipun kurang menyenangkan, selama tidak menyalahi norma agama Islam, norma-norma kemanusiaan maupun etika profesi dari tenaga kesehatan berbagai bidang ilmu.

8. Tenaga kesehatan Muslim harus selalu bersih dan menjaga kebersihan, rapih, baik jasmani maupun rohani :

a. Rohani atau jiwa Tenaga kesehatan Muslim hendaknya selalu bersih dan suci dari sifat-sifat : hasad (dengki), sentimen, takabbur (sombong) dan lain-lain sifat yang tidak baik. Sebab hanya dari jiwa yang bersih dan sucilah akan memancarkan sifat-sifat yang terpuji, sikap yang baik dan ucapan yang menyenangkan. 21)

b. Tubuh dan pakaian Tenaga kesehatan Muslim harus selalu bersih, rapih, sederhana dan tidak berlebihan dalam bermake up atau memakai perhiasan.22)

9. Tenaga kesehatan Muslim harus kuat menyimpan rahasia :

a. Penyakit itu adalah salah satu ‘aib (noda) bagi orang yang sakit. Ada beberapa macam penyakit yang merupakan ‘aib, hal ini sangat dirahasiakan oleh pasien. Agama Islam tidak membenarkan seseorang membuka ‘aib orang lain. Oleh sebab itu seorang Tenaga kesehatan Muslim tidak boleh membuka ‘aib pasien kepada orang lain. 24)

b. Orang yang suka mebicarakan ‘aib orang lain, Allah SWT. mengancamnya dengan siksaan yang sangat pedih, baik di dunia maupun di akherat kelak. 25)

10. Tenaga kesehatan Muslim harus bersifat jujur dan bertanggung jawab atas segala tindakannya :

a. Berbahagialah orang yang dapat memelihara amanat dan menepati janjinya. 26)

b. Tugas dan kewajiban yang dibebankan kepada Tenaga kesehatan Muslim adalah amanat yang wajib dilaksanakan. 27)

c. Jujur, dapat dipercaya, suka berterus terang, selalu menepati janji, adalah sifat yang terpuji dan harus dimiliki oleh Tenaga kesehatan Muslim. 28)

(4)

diamalkan disegala waktu dan tempat. Tidak terbatas hanya pada saat dia melaksanakan tugas, karena akhlak tersebut merupakan sebagian dari akhlak pribadi muslim.

Ahlak secara etimologi berasal dari kata khuluq dan jama’nya akhlaq yang berarti budi pekerti, etika, moral. Pengertin etimologi tersebut  berimplikasi bahwa akhlak mempunyai kaitan dengan tuhan pencipta yang menciptakan sifat batin manusia luar dan dalam, sehingga tuntutan akhlak harus dari kholiq yang mengisyaratkan adanya akhlak dari ketetapan manusia  bersama, sehingga dalam kehidupan manusia harus berkhlak baik menurut

ukuran Allah dan ukuran manusia.

Akhlak islami dapat diartikan sebagai akhlak yang berdasarkan ajaran islam atau akhlak yang bersifat islami. Kata islam yang berada di belakang kata akhlak dalam menempati sebagai sifat. Dengan demikian akhlak islami adalah perbuatan yang dilakukan dengan mudah, disengaja, mendarah daging, dan sebenarnya yang didasarkan pada agama islam.

Akhlak merupakan perilaku yang dibangun berbasis hati nurani. Meski ada yang mengklasifikasikan menjadi akhlak mulia dan akhlak tercela, tapi  pada lazimnya akhlak adalah suatu sebutan bagi perilaku terpuji yang berakar dari Iman. Menurut Imam Ghazali, akhlak yang mulia mempunyai empat  perkara yaitu bijaksana, memelihara diri dari sesuatu yang tidak baik,

keberanian (menundukkan hawa nafsu) dan bersifat adil. Etika, moral, budi  pekerti, meskipun pada dasarnya adalah kebiasaan, adat-istiadat masyarakat,

tapi di kalangan umat beragama, perilaku yang terbiasa, dapat disesuaikan dan di jiwai oleh akhlak yang di ajarkan agama. Karena itu banyak kita temui etika, moral, dan budi pekerti yang saling mengisi dengan ajaran akhlak yang dibimbing oleh agama. Motivasi terpenting dan terkuat bagi manusia terutama bagi para pelaku moral dan berakhlak adalah agama. Secara

(5)

substansial, etika, moral dan akhlak memang sama, yakni ajaran tentang kebaikan dan keburukan, menyangkut perikehidupan manusia dalam hubungannya dengan Tuhan, sesama manusia dan alam dalam arti luas. Yang membedakan satu dengan yang lainnya adalah ukuran kebaikan dan

(6)

keburukan itu sendiri. Etika atau moral adalah ajaran yang berbicara tentang  baik dan buruk dan yang menjadi ukuran baik dan buruknya itu adalah akal karena memang moral adalah bagian dari filsafat. Sedangkan akhlak yang secara kebahasaan berarti budi pekerti, perangai atau disebut juga sikap hidup adalah ajaran yang bicara tentang baik dan buruk yang ukurannya adalah wahyu Tuhan.

Secara terminologis akhlak adalah ilmu yang menentukan batas antara yang baik dan yang buruk, terpuji atau tercela, menyangkut  perkataan dan perbuatan manusia lahir batin. Dalam kehidupan manusia ada perbuatan yang dilaksanakan dengan kehendak dan ada pula  perbuatan yang dilaksanakan tanpa kehendak. Perbuatan yang dilaksanakan dengan kesadaran dan dengan kehendak disebut perbuatan budi pekerti. Moral adalah ajaran baik dan buruk yang ukurannya adalah tradisi yang  berlaku di suatu masyarakat. Seseorang di anggap bermoral kalau sikap hidupnya sesuai dengan tradisi yang berlaku di masyarakat tempat ia berada, dan sebaliknya seseorang di anggap tidak bermoral jika sikap hidupnya tidak sesuai dengan tradisi yang berlaku di masyarakat tersebut. Moral membicarakan persoalan yang betul atau salah, apa yang perlu dilakukan dan ditinggalkan atas sebab-sebab tertentu dan dalam keadaan tertentu. Pertimbangan moral bergantung kepada suasana atau keadaan yang membentuk individu. Misalnya sistem sosial, kelas sosial dan kepercayaan yang dianuti.

(7)

Menurut ajaran Islam pada dasarnya, manusia adalah makhluk yang  bermoral dan berakhlak . Dalam arti mempunyai potensi untuk menjadi makhluk yang bermoral yang hidupnya penuh dengan nilai-nilai atau norma-norma. Suci tidaknya hati manusia tergantung mana yang paling dominan dalam hatinya, jika nafsu syahwaniah dan gadhabiyah yang mendominasi dirinya, maka yang muncul adalah akhlak yang buruk (akhlak al-mazmumah), tetapi jika nafsu “al-nafs al-nathiqah” yang mendominasi hatinya, maka akhlak al-kharimah-lah yang akan muncul dari dirinya.

Kegiatan medis dirumah sakit merupakan manifestasi dari fungsi manusia sebagai khalifah dan hamba Allah dalam melaksanakan tugas kemanusiaannya, menolong manusia lain yang mempunyai masalah kesehatan dan memenuhi kebutuhan dasarnya baik aktual maupun potensial. Permasalahan klien (pasien) dengan segala keunikannya tersebut harus dihadapi dengan pendekatan silaturrahmi (interpersonal ) dengan sebaik- baiknya didasari dengan iman, ilmu dan amal yang berakhlak islami.

Tenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam  bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan/atau keterampilan melalui  pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan. 9 Profesi tenaga kesehatan atau tenaga medis bagi umat Islam diyakini suatu profesi yang bernilai ibadah, mengabdi kepada manusia dan kemanusiaan (humanistik ), mendahulukan kepentingan kesehatan dari individu, keluarga, kelompok dan

9

Depkes, Undang Undang No 36 bab 1pasal 1Tentang Tenaga kesehatan, Jakarta: CV Medika Jaya, 2009, 32.

(8)

masyarakat di atas kepentingan sendiri dengan menggunakan pendekatan holistik. Dengan demikian paradigma pelayanan kesehatan Islam memiliki komponen utama, yaitu; manusia-kemanusiaan, lingkungan, sehat-kesehatan, medis dan keperawatan. Islam juga mengajarkan tentang pelayanan kesehatan yang memberikan pelayanan komprehensif baik bio-psiko-sosio-kultural maupun spritual yang ditujukan kepada individu maupun masyarakat.

1.

Kajian Teori

a. Teori Akhlak

13

Ulung Pribadi, Nilai nilai agama dan pelayanan publik , Yogyakarta: PPS Universitas Muhammadiyah, 2012.

(9)

Menurut Prof. KH. Farid Ma’ruf yang dikutip Abdul Mujib mengartikan akhlak ini sebagai Kehendak jiwa manusia yang menimbulkan perbuatan dengan mudah karena kebiasaan, tanpa memerlukan pertimbangan pikiran terlebih dahulu.14

Ahlak secara etimologi berasal dari kata khuluq dan jama’nya akhlaq yang berarti budi pekerti, etika, moral. Pengertin etimologi tersebut berimplikasi bahwa akhlak mempunyai kaitan dengan tuhan  pencipta yang menciptakan sifat batin manusia luar dan dalam, sehingga tuntutan akhlak harus dari kholiq yang mengisyaratkan adanya akhlak dari ketetapan manusia bersama, sehingga dalam kehidupan manusia harus berkhlak yang baik menurut ukuran Allah dan ukuran manusia.15

Akhlak juga merupakan mutiara hidup yang membedakan makhluk manusia dengan makhluk lainnya. Setiap orang tidak lagi peduli soal  baik atau buruk, soal halal dan haram. Karena yang berperan dan  berfungsi pada diri masing-masing manusia adalah elemen syahwat (nafsu) nya yang telah dapat mengalahkan elemen akal pikiran, oleh karena itu Imam Al-Ghazali dalam kitabnya “Mukasyafatul Qulub” yang dikutib Abdul Mujib menyebutkan bahwa Allah menciptakan manusia (anak Adam) lengkap dengan elemen akal dan syahwat (nafsu). Maka barang siapa yang nafsunya mengalahkan akalnya, hewan melata lebih baik dari pada manusia itu. Sebaliknya bila manusia

14

Abdul Mudjib, Dimensi-dimensi Studi Islam,Surabaya:. Karya Abditama, 1994, 243.

15

(10)

dengan akalnya dapat mengalahkan nafsunya, maka dia derajatnya di atas malaikat.16

Sedangkan Akhlak islami dapat diartikan sebagai akhlak yang  berdasarkan ajaran islam atau akhlak yang bersifat islami. Kata islam

yang berada di belakang kata akhlak dalam hal menempati sebagai sifat. Dengan demikian akhlak islami adalah perbuatan yang dilakukan dengan mudah, disengaja, mendarah daging, dan sebenarnya yang didasarkan pada islam. 17Dilihat dari segi sifatnya yang universal, maka

akhlak islami juga bersifat universal.

Dasar-dasar penerapan nilai akhlak Islami yang dijelaskan oleh Aunur Rahim Faqih antara lain sebagai berikut :18

Artinya:Sesungguhnya engkau (Muhammad) adalah orang yang berakhlak mulia. (Surat Al-Qolam (68);4)

Dalam Surat Al Ahzab 21 :

. . .

Artinya: “Sungguh bagi kamu pada diri Rasulullah itu terdapat suri tauladan yangbaik...” 

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori, Rasulullah bersabda :

.

(11)

    16

Abdul Mudjib, Dimensi-dimensi Studi Islam, Hal 247.

17

Aunur Rahim Faqih, Ibadah dan Akhlak dalam Islam, Yogyakarta: UII Press Indonesia, 1998, 86

18

Aunur Rahim Faqih, Ibadah dan Akhlak dalam Islam Yogyakarta: UII Press Indonesia, 1998, 91-93

(12)

Artinya: “Sesungguhnya saya diutus hanyalah untuk menyempurnakan ahklak yang mulia”.19

Dari uraian diatas, maka dapat diuraikan bahwa penerapan nilai akhlak islami tidak semata-mata kehendak pribadi yang tanpa dasar, akan tetapi semua tindakan nilai akhlak islami memiliki dasar dan tuntunan yang jelas dalam agama. Islam mengajarkan agar kita senatiasa bertindak yang islami, diantaranya: lemah lembut, kasih sayang, jujur, adil, bijaksana dan saling menghormati. Tindakan islami merupakan cerminan dari iman seseorang dalam pengimplementasian khablum minallah dan khablum minannas.

 b. Akhlak sebagai nilai pendidikan Islam

Pendidikan Islam sangat memperhatikan penataan individual dan

sosial yang membawa umatnya kepada penghambaan dan

 pengaplikasian ajaran Islam secara komprehensif. Agar umatnya memikul amanat yang dikehendaki Allah, pendidikan Islam harus dimaknai secara rinci, maka sumber rujukan ajaranya harus bersumber dari yang utama, yaitu Al Qur’an dan Hadits.

Pendidikan Islam memiliki makna yang sangat luas dan mendalam, didalamnya dibahas akhlak kepada sesama muslim khususnya dan kepada semua mahluk pada umumnya. Hal ini dapat dijadikan pedoman agar terjadi kehidupan yang selaras, harmonis, tentram dan damai. Sebagai mahkluk sosial, manusia tentunya tidak ingin merasa terganggu

19

Hadist Bukhori, Tentang Akhlak , Lidwa Pustaka i-Sofware-Kitab 9 Imam Hadist, No.273.

(13)

oleh manusia lainya. Oleh sebab itu, disinilah arti pentingnya  bagaimana memahami agar hak (kekuatan diri) tidak terganggu

sehingga tercipta kehidupan yang harmonis. c. Kegiatan Pelayanan Kesehatan Islami

Pelayanan kesehatan Islami adalah segala bentuk kegiatan asuhan medik dan asuhan keperawatan yang dibingkai dengan kaidah-kaidah Islam. Islam telah mengajarkan praktek hubungan sosial dan kepedulian terhadap sesama dalam suatu ajaran khusus, yakni akhlaq, yang diamalkan/dipraktekkan harus mengandung unsur aqidah dan syari’ah.20

Profesi dokter dan keperawatan bagi umat Islam diyakini suatu  profesi yang bernilai ibadah, mengabdi kepada manusia dan kemanusiaan (humanistik), mendahulukan kepentingan kesehatan dari individu, keluarga, kelompok dan masyarakat di atas kepentingan sendiri dengan menggunakan pendekatan holistik. Dengan demikian  paradigma pelayanan kesehatan Islam memiliki komponen utama,

yaitu; manusia-kemanusiaan, lingkungan, sehat-kesehatan, medis dan keperawatan. Islam telah mengajarkan tentang pelayanan kesehatan yang memberikan pelayanan komprehensif baik bio-psiko-sosio-kultural maupun spritual yang ditujukan kepada individu maupun masyarakat.

20Rusdi Lamsudin, Nuansa Pelayanan Kesehatan yang Islami di Rumah Sakit Islam, Suara

(14)

Kegiatan medis dan keperawatan dalam Islam merupakan manifestasi dari fungsi manusia sebagai khalifah dan hamba Allah dalam melaksanakan kemanusiaannya, menolong manusia lain yang mempunyai masalah kesehatan dan memenuhi kebutuhan dasarnya baik aktual maupun potensial. Permasalahan klien (pasien) dengan segala keunikannya tersebut harus dihadapi dengan pendekatan silaturrahmi (interpersonal) dengan sebaik-baiknya didasari dengan iman, ilmu dan amal. Untuk dapat memberikan asuhan medik dan asuhan keperawatan kepada pasien, dokter dan perawat dituntut memiliki ketrampilan intelektual, interpersonal, tehnikal serta memiliki kemampuan  berdakwah amar ma’ruf nahi mungkar.21

Melaksanakan pelayanan kesehatan profesional yang Islami terhadap individu, keluarga, kelompok maupun masyarakat dengan  berpedoman kepada kaidah-kaidah Islam, medik dan keperawatan yang

mencakup: (1) menerapkan konsep, teori dan prinsip dalam keilmuan yang terkait dengan asuhan medik dan asuhan keperawatan dengan mengutamakan pedoman pada Al-Qur’an dan Hadits, (2) melaksanakan asuhan medik dan asuhan keperawatan dengan menggunakan  pendekatan Islami melalui kegiatan kegiatan pengkajian yang

 berdasarkan bukti (evidence-based healthcare), (3)

mempertanggungjawabkan atas segala tindakan dan perbuatan yang  berdasarkan bukti (evidence-based healthcare), (4) berlaku jujur, ikhlas

21

(15)

dalam memberikan pertolongan kepada pasien baik secara individu,

keluarga, kelompok maupun masyarakat dan semata-mata

mengharapkan ridho Allah, (5) bekerjasama dengan tenaga kesehatan lainnya untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan menyelesaikan masalah pelayanan kesehatan yang berorientasi pada asuhan medik dan asuhan keperawatan yang berdasarkan bukti (evidence-based healthcare).

Dokter dan perawat muslim harus menyadari dan menginsyafi  bahwa mengobati orang sakit karena Allah, adalah suatu amal yang

amat tinggi nilainya. Dengan demikian, mereka telah melaksanakan dakwah Islam, bahwa Allah-lah yang telah menurunkan penyakit dan Dia pulalah yang menurunkan obatnya. Dokter dan perawat hanya dapat mengenali jenis penyakit dan mengobati dan merawat pasien, namun hanya Allah jualah yang menyembuhkan. Dokter dan perawat muslim harus menghilangkan angggapan bahwa dialah yang menyembuhkan pasiennya. Dengan demikian para dokter dan perawat muslim harus menyadari mereka adalah khalifah Allah dalam  pelayanan kesehatan.

Beberapa bentuk layanan kesehatan yang islami dapat berwujud: 1). Niat yang Ikhlas, bahwa segala sesuatu diniatkan hanyalah kepada Allah semata, sehingga dengan keikhlasan yang bersih hanya kepada Allah akan memberikan barier (benteng) bagi pekerjaan kita agar tetap konsisten dalam garis-garis yang ditetapkan agama dan profesi.

(16)

2). Pekerjaan yang rapih, senantiasa berorientasi kepada kualitas yang tinggi karena merasakan segala sesuatu berada dalam pengawasan Allah SWT. 3). Penyelesaian hasil yang baik, artinya setelah berbuat maksimal atas segala aktivitas, maka secara sunatullah melahirkan pekerjaan yang  baik atau memiliki kualitas yang tinggi. Sehingga “ikhsan dalam

melaksanakan asuhan keperawatan adalah menentukan mutu pelayanan.22

Referensi

Dokumen terkait

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung untuk memenuhi salah satu persyaratan menyelesaikan Program Sarjana Strata Satu Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah.

Diajukan Kepada Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan dalam Menyelesaikan Program Strata. Satu (S1)

Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan program studi Ilmu Pendidikan Agama Islam pada

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam menyelesaikan Program Sarjana Strata Satu Pendidikan Guru Madrasah

Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Strata Satu Sarjana Pendididkan Agama Islam

Iman dengan pengertian membenarkan ( يدصتلا ) adalah membenarkan berita yang datangnya dari Allah dan Rasul-Nya. Dalam salah satu hadist shahih diceritakan

b. Ulama sebagai seorang pendidik. Ulama merupakan pendidik bagi remaja sekaligus panutan bagi remaja. Salah satu peran ulama sebagai pemuka agama Islam yang patut

Salah satu bentuk dilaksanakannya khiyar ‘aib dalam proses jual beli online adalah ketika pedagang membuat pernyataan apabila terdapat kecacatan tanpa sepengatahuan