23
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Pendekatan Penelitian
Pendekatan atau metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Menurut Sugiyono, metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positifisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu. Pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif atau statistic, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2013).
Filsafat positivisme memandang realitas/gejala/fenomena yang dapat diklarifikasikan, relatif tetap, konkrit, teramati, terukur dan hubungan gejala bersifat sebab akibat. Proses penelitian bersifat deduktif, dimana untuk menjawab rumusan masalah digunakan konsep atau teori, sehingga dapat dirumuskan hipotesis. Data yang telah terkumpul akan dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan statistik deskriptif atau inferensial, sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang dirumuskan terbukti atau tidak (Sugiyono, 2013: 8).
Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi, dan statistik inferensial adalah ketika penelitian dilakukan untuk membuat kesimpulan yang berlaku untuk populasi (Sugiyono, 2013: 147).
Dalam penelitian kuantitatif/ positivisik, dilandasi pada suatu asumsi bahwa suatu gejala itu dapat diklarifikasikan, dan hubungan gejala bersifat kausal (sebab akibat), maka penelitian dapat dilakukan dengan memfokuskan kepada beberapa variabel saja. Pola hubungan antara variabel yang akan diteliti tersebut selanjutnya disebut sebagai paradigma penelitian. Sehingga paradigma penelitian dapat diartikan sebagai pola pikir yang menunjukkan hubungan antar variabel yang akan diteliti dan mencerminkan jenis dan jumlah rumusan masalah yang perlu dijawab melalui penelitian (Sugiyono, 2013).
Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini adalah paradigma sederhana, karena pada penelitian ini terdiri atas variabel independen (media online) dan dependent (kebutuhan
informasi) yang dimana melalui variabel tersebut akan dijadikan sebagai pola pikir untuk menunjukkan hubungan antar variabel yang akan diteliti
r
Gambar 3.1: Paradigma sederhana (Sumber: Sugiyono)
3.2 Tipe/ Jenis Penelitian
Tipe jenis penelitian pada penelitian ini adalah jenis eksplanatif. Peneliti menghubungkan atau mencari sebab akibat antara dua atau lebih konsep (variabel) yang akan diteliti. Peneliti membutuhkan definisi konsep, kerangka konseptual dan kerangka teori.Peneliti perlu melakukan kegiatan berteori untuk menghasilakan dugaan awal (hipotesis) antara variabel satu dengan lainnya.Variabel adalah konsep yang bisa diukur.Kegiatan berteori ini ada dalam kerangka teori. Sering juga disebut pula sebagai jenis riset korelasional dan komparatif (Kriyantono, 2010: 69).
3.3 Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan dalam pendekatan kuantitatif adalah metode survey.Metode survey merupakan realisasi pernyataan-pernyataan atau pertanyaan-pertanyaan yang di konstruksi melalui skala likert.Survei merupakan tipe pendekatan dalam penelitian yang ditujukan pada sejumlah besar individu atau kelompok.Dalam survei, fokus perhatian hanya ditujukan pada beberapa variabel saja.Dengan metode survei, peneliti dapat menggambarkan karakteristik tertentu dari suatu populasi, apakah berkenaan dengan sikap, tingkah laku, atau aspek sosial lainnya. Ciri khas dari metode ini adalah data dikumpulkan dari responden yang banyak jumlahnya dengan menggunakan kuesioner (Elvinaro, 2011: 50).
Survey yang dilakukan adalah survey ekspalanatif. Jenis survey ini digunakan bila periset ingin mengetahui mengapa situasi atau kondisi tertentu terjadi atau apa yang mempengaruhi terjadinya sesuatu. Periset tidak sekadar menggambarkan terjadinya fenomena tapi telah
mencoba menjelaskan mengapa fenomena itu terjadi dan apa pengaruhnya. Dengan kata lain, periset ingin menjelaskan hubungan antara dua atau lebih variable (Kriyantono, 2010: 60).
3.4 Variabel Penelitian
Menurut Hatch dan Farhady, secara teoritis variabel dapat didefinisikan sebagai atribut seseorang, obyek, yang mempunyai “variasi” antara satu orang dengan yang lain atau suatu obyek dengan obyek lainnya. Menurut Kerlinger variabel adalah konstruk atau sifat yang akan dipelajari dan dapat dikatakan sebagai suatu sifat yang diambil dari suatu nilai yang berbeda. Menurut Kidder menyatakan bahwa variabel adalah suatu kualitas dimana peneliti mempelajari dan menarik kesimpulan darinya (Sugiyono, 2013: 38).
Berdasarkan beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2013: 38).
Terdapat bermacam- macam variabel, menurut hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain. Namun dalam penelitian ini hanya menggunakan dua macam variabel saja yaitu variabel independent dan variabel dependent (Sugiyono, 2013: 39).
A. Variabel Indepedent
Variabel ini sering disebut sebagai variabel bebas yaitu, variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). Pada penelitian ini yang menjadi variabel Independent yaitu karakteristik websiteokezone.com atau yang diberi nama dengan variabel “X”.
B. Variabel Dependent
Variabel ini sering disebut sebaga variabel terikat yaitu, variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Pada penelitian ini yang menjadi variabel dependent yaitu kepuasankebutuhan informasi atau yang diberi nama dengan variabel “Y”.
3.5 Populasi Dan Sampel
3.5.1 Populasi
Populasi adalah semua bagian atau anggota dari objek yang akan diamati. Populasi ditentukan oleh topik dan tujuan survei yang dilakukan.Populasi dapat berupa orang, benda, objek, peristiwa, atau apapun yang menjadi objek dari survey (Elvinaro, 2011: 170).
Populasi adalah konsep yang abstrak. Karena itu, populasi harus didefinisikan secara jelas agar anggota dari populasi dapat ditemukan secara cermat. Populasi yang ditentukan dan didefinisikan ini disebut sebagai populasi sasaran (Eriyanto, 2011: 109). Sasaran populasi dari penelitian ini adalah mahasiswa yang aktif mengikuti magang atau kerja praktek jurusan marketing komunikasi semester 8 Binus University yang berjumlah 413 orang.
Pengguna okezone.com terdiri dari berbagai profesi mulai dari pelajar, ibu rumah tangga, karyawan, politisi, pengusaha dan professional. Namun bagi pelajar sebuah informasi sangatlah diperlukan dalam membantu menyelesaikan tugas, terlebih pada mahasiswa marketing communication yang menjalani kegiatan kerja praktek pada semester 8, media online okezone.com dapat dijadikan sebagai sumber referensi mahasiswa/I dalam mencari informasi yang dibutuhkan dalam proses pembuatan laporan magang maupun laporan skripsi, selain itu Binus University memiliki populasi yang melek teknologi hal ini dapat dilihat dari tagline dari binus “World Class University” sehingga khalyak memiliki pandangan terhadap binus yang memiliki kelebihan dibidang teknologi, oleh karena itu dalam penelitian ini mengambil populasi pada mahasiswa marketing communicationsemester 8.
3.5.2 Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan penelitian tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu maka peneliti dapat menggunakan sampel itu, dan kesimpulannya akan dapat diberlakukan untuk populasi. Untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus dapat terwakili (Sugiyono, 2013).
Untuk menentukan sample maka terdapat prosedur pemilihan sample yangdisebut dengan teknik sampling. Dalam riset komunikasi dikenal dua jenis teknik sampling, yaitu sample probabilitas dan sample nonprobabilitas. Dalam penelitian ini teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu sample nonprobabilitas, yaitu sample yang dipilih berdasarkan pertimbangan- pertimbangan tertentu dari periset (Kriyantono, 2006: 154).
Dalam penelitian initeknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu sample probabilitas. Sample probabilitas adalah sampel yang ditarik berdasarkan probabilitas dimana setiap unsur populasi mempunyai kemungkinan yang sama untuk dipilih melalui perhitungan secara sistematis.
Rancangan sampling probabilitas yang digunakan adalah sampling random sederhana. Disini setiap anggota populasi mempunyai peluang yang sama untuk dipilih menjadi sampel. Melalui teknik ini pengetahuan yang detail terhadap populasi tidak terlalu penting, representative kelompok dengan mudah dicapai, dan kemungkinan kesalahan pengklarifikasian dapat dieliminasi.Dalam penelitian ini, sampelnya adalah mahasiwa Binus University khususnya mahasiswa yang aktif mengikuti magang atau kerja praktek jurusan marketing komunikasi semester 8.
Untuk menentukan ukuran sampel dari populasi yang diketahui jumlahnya, pengambilan sample dalam peneltian ini menggunakan rumus slovin. Rumusnya yaitu:
n = N
1 + Ne2
Keterangan:
n = ukuran sampel
N = ukuran populasi
e = kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang dapat di tolerir, yaitu sebesar 10 %. Batas kesalahan yang ditolerir ini bagi setiap populasi tidak sama. Ada yang 1%, 2%, 3%, 4%, 5% atau 10% (Umar, 2002:134). Berdasarkan rumus diatas, dapat dilakukan perhitungan untuk mencari sampel yaitu :
n = 413
1 + 413 (0,1)2
n= 413
5.13
n = 80.50682 dibulatkan menjadi 81
Berdasarkan hasil penghitungan jumlah sampel yang didapat adalah 81 responden.
3.6 Teknik Pengumpulan Data, Jenis dan Sumber Data 3.6.1 Teknik Pengumpulan Data
Untuk mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan, maka penulis menggunakan teknik pengumpulan data, yang terdiri dari :
1. Studi Kepustakaan (Library Research)
Penelitian dilakukan dengan cara membaca, mencatat, mempelajari buku-buku dan referensi seperti jurnal, internet yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Studi kepustakaan ini dilakukan untuk mendapatkan informasi yang bersifat teoritis, tentunya mengenai masalah yang akan diteliti sehingga penelitian mempunyai landasan yang kuat dari penelitian yang dilakukan.
2. Riset lapangan (Field Research)
Penelitian yang dilakukan pada perusahaan yang menjadi objek penelitian (data primer) riset lapangan dapat dilakukan dengan teknik :
a) Kuesioner (angket)
Merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan bukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang diharapkan responden. Kuesioner berisi pertanyaan umum mengenai pertanyaan pokok yang menyangkut tema dan masalah yang diteliti.Penulis memberikan
kuesioner kepada pengguna media online okezone.com di Binus University khususnya Mahasiswa marketing komunikasi semester 8.
3.6.2 Jenis dan Sumber Data
A. Data Primer
Yaitu data yang berasal dari peneliti dan dikumpulkan untuk memberikan informasi yang relevan dengan proyek penelitian khusus. Oleh karena itu maka cara yang digunakan adalah kuestioner, yang penyebarannya akan dilakukan pada mahasiswa marcomm Binus University.
B. Data Sekunder
Yaitu data yang dikumpulkan untuk tujuan lain yang kemudian digunakan dalam sebuah proyek penelitian. Data sekunder yang digunakan terdiri dari berbagai buku, Jurnal serta data yang diperoleh dari internet.
3.7Metode Pengumpulan Data
A. Kuesioner (angket)
Kuesioner merupakan instrument utama dalam riset survey.Kuesioner adalah daftar pertanyaan-pertanyaan yang harus diisi oleh responden.Tujuan penyebaran angket adalah mencari informasi yang lengkap mengenai suatu masalah dari responden tanpa merasa khawatir bila responden memberikan jawaban yang tidak sesuai dengan kenyataan dalam pengisian daftar pertanyaan (Kriyantono, 2010: 97). Jenis kuesioner atau angket yang digunakan yaitu jenis angket tertutup. Suatu angket tertutup adalah dimana responden telah diberikan alternatif jawaban oleh peneliti. Responden memilih jawaban yang menurutnya sesuai dengan realitas yang dialaminya. Jumlah pertanyaan kuesioner pada penelitian ini berjumlah 27 pertanyaan.
B. Skala Ordinal (Likert)
Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala likert.Menurut Schiffman dan Kanuk (2007: 26), skala likert meruapak suatu metode yang digunakan untuk mengukur
sikap yang menyatakan setuju atau ketidak setujuan terhadap obyek penelitian. Penelitian menggunakan skala 1 sampai 5 yang meliputi:
Tabel 3.1 Skala Likert
Jawaban Skor
Sangat Setuju (SS) 5
Setuju (S) 4
Netral (N) 3
Tidak Setuju (TS) 2
Sangat Tidak Setuju (STS) 1
3.8 Teknik Analisis Data 3.8.1 Analisis Kuantitatif
Penelitian ini menggunakan analisis bivariat, yaitu analisis yang dilakukan untuk melihat hubungan dua variabel, kedua variabel tersebut merupakan variabel pokok, yaitu variabel pengaruh (bebas) dan variabel terpengaruh (tak bebas). Hubungan antarvariabel ini mempunyai beberapa kemungkinan:
a. Simestris
Ada hubungan tetapi sifat hubungan adalah simestris, yaitu tidak saling mempengaruhi. Perubahan pada variabel satu tidak disebabkan oleh variabel lainnya.
b. Dua variabel mempunyai hubungan dan saling mempengaruhi (timbal – balik) c. Asimetris
Sebuah variabel mempengaruhi variabel yang lain atau sebuah variabel berubah Sebabkan variabel yang lain.
Dalam analisis data kuantitatif dikenal dua macam statistic yaitu statistic deskriptif dan statistic inferensial, namun penelitian ini menggunakanstatistic inferensial. Statistic inferensial digunakan untuk riset eksplanatif yang bertujuan menjelaskan hubungan antara dua atau lebih
variable (Kriyantono, 2006). Dalam melakukan Pengujian analisis data penelitian ini menggunakan aplikasi SPSS 2.1
3.8.2 Uji Validitas
Validitas adalah menunjukkan sejauh mana alat ukur mampu mengukur apa yang ingin diukur ( a valid measure if it successfully measure the phenomenon). Setelah membuat kuestioner (instrument penelitian) langkah selanjutnya yaitu menguji kuestioner tersebut valid atau tidak. Ada beberapa kriteria yang dapat digunakan untuk mengetahui kuestioner yang digunakan sudah tepat untuk mengukur apa yang ingin diukur, yaitu: (Siregar, 2013).
1.Jika koefisiesn korelasi product moment melebihi 0,3
2. Jika koefisien korelasi product moment > r-tabel (∝ ; n-2) n=jumlah sampel
3. Nilah Sig. ≤ ∝
Sebelum menjalankan proses penyebaran kuesioner kepada responden yang telah ditentukan, peneliti melakukan tahap pretest terhadap rancangan kuesioner yang telah dibuat. Pretest ini bertujuan untuk menemukan pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner yang dirasakan tidak dapat mendukung jalannya proses perhitungan dan analisis data. Pretest pada penelitian ini akan disebarkan kepada 30 responden.
3.8.3 Uji Reliabilitas
Realibilitas adalah untuk mengetahui sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten apabila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama dengan menggunakan alat pengukuran yang sama pula. Dalam pengukuran reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan teknik alpa croanbach dengan menggunakan spss dan kriteria suatu instrument penelitian dikatakan reliable dengan menggunakan teknik ini, bila koefisien realibiltas (r11) > 0,6 (Siregar, 2013).
Semakin nilai koefisien Cronbach’s Alpha mendekati satu menunjukan bahwa hasil yang diperoleh memiliki relabilitas yang tinggi. Nilai Cronbach’s Alpha yang diperoleh dianggap terendah namun masih bisa diterima adalah 0,60 hingga 0,799 (Sugiyono, 2009: 68).
3.8.4 Normalitas
Menurut Sarwono “ uji normalitas data digunakan untuk melakukan pengujian data observasi apakah data berdistribusi normal atau tidak (2012: 96). Untuk menguji normalitas data dalam program SPSS maka dapat digunakan beberapa cara, diantaranya dengan menggunakan histogram, maka sebuah data SPSS menunjukkan kurva yang menyerupai bentuk bel, dimana kurva berkonsentrasi di posisi tengah dan menurun di kedua sisi. Sedangkan menguji normalitas dengan menggunakan normal P- Plot, maka sebuah data akan dinyatakan berdistribusi normal apabila grafik olahan SPSS - nya memenuhi kriteria yaitu sebaran datanya berada tidak jauh atau searah dengan garis lurus dari kiri kebawah ke kanan atas.
3.9Analisis Korelasi
Menurut Siregar, koefisien korelasi adalah bilangan yang menyatakan kekuatan hubungan antara dua variabel atau lebih atau dapat juga dapat menentukan arah dari kedua variabel. Nilai korelasi (-1 ≤ 0 ≤ 1).
Untuk menyatakan kekuatan hubungan, nilai koefisien korelasi berada diatara -1 dan 1, sedangkan untuk arah dinyatakan dalam bentuk positif (+) dan negative (-). Inya Misalnya:
a. Apabila r=-1 artinya korelasi negative sempurna, artinya terjadi hubungan bertolak belakang antara variabel X dan variabel Y, bila variabel X naik, maka variabel Y turun. b. Apabila r=1 artinya korelasi positif, artinya terjadi hubungan searah variabel X dan
variabel Y, bila variabel X naik maka variabel Y naik (Siregar, 2013).
Menurut Kriyantono, analisis hubungan adalah analisis yang menggunakan uji statistic inferensial dengan tujuan untuk melihat derajat hubungan diantara dua atau lebih dari dua variabel. Kekuatan hubungan yang menunjukkan derajat hubungan ini disebut koefisien asosiasi (korelasi). Nilai koefisien korelasi ini adalah
Kurang dari 0,20 Hubungan rendah sekali; lemas sekali
0,20 - 0,39 Hubungan rendah tapi pasti
0,40 – 0,70 Hubungan yang cukup berarti
0,71 – 0,90 Hubungan yang tinggi; kuat
Lebih dari 0,90 Hubungan yang sangat tinggi; kuat sekali; dapat diandalkan.
Dalam penelitian ini menggunakan rumus statistic Pearson’s correlation (product moment), rumus atau tekinik ini digunakan untuk mengetahui koefisien korelasi atau derajat hubungan dan membuktikan hipotesis hubungan antara variabel/data/skala interval dengan interval lainnya. Teknik ini digunakan tanpa melihat apakah suatu variabel tertentu tergantung kepada variabel lainnya. (Kriyantono, 2010).
3.10 Analisis Regresi
Korelasi dan regresi keduanya mempunyai hubungan yang erat.Setiap regresi dipastikan terdapat korelasinya.Tetapi, belum tentu korelasi dilanjutkan dengan regresi.Rumus regresi digunakan untuk meriset apakah memang ada hubungan atau pengaruh yang signifikan atau tidak antara sebab- akibat tersebut. Karenanya bentuk hubungan ini disebut regresi (Kriyantono, 2010).
Salah satu alat yang dapat digunakan untuk mengetahui pengaruh satu variabel bebas (independent) terhadap satu variabel tak bebas (dependent) adalah menggunakan regresi linear.Penelitian ini menggunakan regresi linier sederhana yang digunakan hanya untuk satu variabel bebas (independent) dan satu variabel tak bebas (dependent). Tujuannya adalah untuk meramalkan atau memprediksi besaran nilai variabel tak bebas(dependent) yang dipengaruhi oleh variabel bebas (independent) (Siregar, 2013).
Rumus regresi linier sederhana: Y = a + bX
Keterangan:
a = Parameter regresi yang tidak diketahui nilainya b = Koefisien regresi
X = Variabel bebas (karaktersitik Website)
3.11 Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi (KD) adalah angka yang menyatakan atau digunakan untuk mengetahui kontribusi atau sumbangan yang diberikan oleh sebuah variabel atau lebih X (bebas) terhadap variabel Y (terikat). (Siregar, 2013).
Rumus:
KD = ( r )2x 100%
3.12 Rancangan Uji Hipotesis (Uji t)
Menurut Siregar hipotesis harus mengekspresikan satu fenomena (satu variabel) atau mengekspresikan hubungan/pengaruh antara dua variabel atau lebih, maksudnya dalam merumuskan hipotesis untuk mengekpresikan hubungan/ pengaruh seorang peneliti harus setidak- tidaknya mempunyai dua variabel yang akan dikaji. Kedua variabel tersebut adalah variabel bebas (independent) dan variabel terikat (dependent).
Bentuk pengujiannya adalah:
Ho: apabila probabilitas < 0,05, maka Ho diterima
- Karakteristik website okezone.comtidak mempengaruhi kepuasan kebutuhan informasi Ha: apabila probabilitas > 0,05, maka Ha diterima
- Karakteristik website okezone.commempengaruhi kepuasan kebutuhan informasi
3.13 Operasional Konsep/ Variabel Operasional
Dari berbagai Jenis variabel yang ada penelitian ini hanya menggunakan 2 jenis variable yaitu variable bebas (independent) dan variable tak bebas (dependent).Variable bebas (independent) adalah variable yang menjadi sebab atau merubah/ mempengaruhi variable lain (variable dependent). Sedangkan Variable terikat (dependent) adalah variable yang terpengaruhi atau menjadi akibat karena adanya variable lain/ variable bebas (Kriyantono, p21). Pada
penelitian ini yang akan menjadi variabel bebas yaitu karakteristik website okezone.com (X) dan variabel terikatnya yaitu kepuasan kebutuhan informasi (Y).
Tabel 3.2: Operasional Konsep
VARIABEL DIMENSI INDIKATOR Skala
Pengukuran
Karakteritik website
Desain website - Desain dari website yang ditampilkan dapat menarik pengunjung
- Saat mengakses website, advertaising yang terdapat pada website menganggu pengunjung
Likert
Kecepatan - Penggunjung tidak membutuhkan waktu yang lama dalam mengakses website
-Pengunjung tidak
membutuhkan waktu yang lama dalam mengakses dari suatu berita ke berita lain
Likert
memudahkan pengunjung untuk mencari informasi yang diinginkan
- Penggunaan kanal pada website memudahkan pengguna untuk mencari berita
Penyajian Konten
- konten yang disajikan menarik untuk dibaca pengunjung
- berita yang disajikan bermanfaat agi pengunjung - kebenaran informasi yang dari berita yang disajikan dapat dipercaya
Likert
Jaring Sosial - Pengunjung dapat
menyebarkan informasi yang diinginkan melalui fasilitas jejaring sosial yang
disediakan pada website okezone.com
- fasilitas jejaring yang disediakan pada website okezone.com dapat
bermanfaat bagi pengunjung
Likert
Indeks pencarian - website okezone.com dapat ditemukan melalui mesin pencari popular
- website okezone.com
menjadi media online pertama yang ditemukan saat mencari
berita melalui mesin pencari google
Contact Informasi
- website okezone.com
memberikan contact informasi untuk berbagai kepentingan pengunjung
- contact informasi yang diberikan dapat bermanfaat bagi pengunjung Likert Kepuasan Kebutuhan informasi Kepuasan Informasi
- informasi yang disajikan berkaitan dengan lingkungan masyarakat terdekat
-informasi yang diberikan berkaitan dengan keadaan dunia
-informasi yang diperoleh dapat menyelesaikan permasalahan pengunjung -informasi yang diberikan dapat menambah pengetahuan pengunjung
Likert
Kepuasan identitas pribadi
- informasi dari okezone.com dapat menunjang nilai- nilai yang ada dalm diri
pengunjung
-informasi dari okezone.com memberikan nilai- nilai lebih kepada pengunjung
Likert
Kepuasan integrasi dan Interaksi Sosial
- informasi dari okezone.com membuat mengunjung lebih peduli dengan keadaan sekitar
- informasi dari okezone.com membantu pengunjung dalam mencari topic yang dijadikan sebagai bahan pembicaraan -informasi dari okezone.com membantu pengunjung untuk terkoneksi dengan lingkungan sekitar
Kepuasan Hiburan
- informasi dari okezone.com dapat mengisi waktu luang pengunjung
- pengunjung dapat
memberikan pendapat pada informasi yang ada pada okezone.com
- informasi pada okezone.com dapat menghibur pengunjung -informasi pada okezone.com dapat membantu pengunjung untuk melepaskan diri dari kesibukan