• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Jenis Penelitian

Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode RCM yaitu melakukan identifikasi permasalahan, melakukan observasi lapangan untuk mengetahui sistem – sistem komponen dari mesin, lalu menggunakan metode FMEA bertujuan untuk mengetahui komponen – komponen yang kritis, menggunakan LTA sebagai penentuan pemilihan tindakan perawatan mesin, dan melakukan perhitungan optimal interval pergantian komponen mesin agar dalam menentukan kebijakan perencanaan perawatan mesin pada mesin Hydrolic Shear H-2565 dapat untuk menurunkan downtime dan biaya perawatan.

3.2. Lokasi Penelitian

Penelitian tugas akhir ini dilaksanakan di PT. Industri Kereta Api (INKA) (Persero), Kota Madiun, Jawa Timur, Indonesia

3.3. Objek Penelitian

Objek Penelitian yang akan di amati oleh peneliti adalah komponen kritis pada Mesin Shear Hydraulic Shear H-2565 yang memiliki tingkat kerusakan terbanyak.

(2)

3.4. Flowchart Penelitian

Flowchart ini merupakan langkah – langkah dalam melaksanakan penelitian ini dapat dilihat sebagai berikut :

(3)

Pada Flowchart diatas merupakan suatu gambaran dari proses penelitian dari tahapan – tahapan penyelesaian permasalahan yang ada. Dibawah ini akan dijelaskan penjabaran dari semua tahapan – tahapan kegiatan penelitian ini.

3.5. Tahap Identifikasi dan Pendahuluan

Tahap ini merupakan tahap awal dari dalam penelitian untuk mengetahui langkah – langkah pendahuluan yang dimana terdiri dari studi lapangan, studi pustaka untuk mencari sumber refrensi yang berkaitan dengan metode RCM serta data awal yang diperlukan dan menentukan permasalahan.

3.5.1. Studi Lapangan

Pada studi lapangan merupakan tahapan persiapan penelitian dari penulis yang dimana penulis melakukan wawancara dengan beberapa staff mengenai permasalahan yang terjadi di perusahaan ini yang dapat diangkat untuk dijadikan topik penelitian tugas akhir.

3.5.2. Studi Pustaka

Pada studi pustaka, penulis mengumpulkan dan membaca buku, jurnal , atau penelitian terdahulu yang berkaitan dengan metode Reliability Centered Maintenance, untuk membantu proses pengerjaan penelitian tugas akhir ini.

3.5.3. Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, didapatkan rumusan masalah yaitu “menentukan kebijakan perencanaan perawatan mesin pada mesin Hydrolic Shear H-2565 guna untuk menurunkan downtime dan biaya perawatan”.

3.5.4. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini yaitu : Memperoleh daftar komponen kritis pada mesin Hydraulic Shear H-2565 dengan pertimbangan downtime kerusakan terbanyak, Memperoleh perencanaan intveral waktu maintenance yang optimal merujuk dari metode Reliability Centered Maintenance (RCM), Memperoleh perbandingan perawatan mesin yang dilakukan sekarang dengan perawatan yang diusulkan oleh peneliti.

(4)

3.6. Tahap Pengumpulan Data

Pada tahap ini penulis melakukan pengumpulan data yang diperlukan untuk menunjang penelitian ini dalam pengolahaan data untuk dapat mengidentifikasi permasalahan dan memberikan usulan sesuai dari tujuan awal penelitian ini.

3.6.1. Data Primer

Pengumpulan data primer merupakan pengumpulan data secara langsung, yaitu melalui wawancara dan observasi langsung. Dari hasil pengumpulan data primer ini dapat membantu penulis untuk mengetahui cara kerja mesin Hydrolic Shear H-2565, proes perbaikan dan perawatan pada mesin.

3.6.2. Data Sekunder

Pengumpulan data sekunder merupakan data yang dimiliki oleh perusahaan, dimana penulis melihat dan mencatat dokumen perusahaan seperti data nama komponen mesin, Data frekuensi dan waktu downtime dari kerusakan mesin, Data interval waktu antar kerusakan mesin, Data waktu perbaikan baikan kompnen mesin, Biaya dan jumlah tenaga kerja harga komponen. Untuk detailnya dapat dilihat sebagai berikut :

1. Data frekuensi dan waktu downtime dari kerusakan mesin

Tabel 3.1 Data Frekuensi dan Waktu Downtime No. Nama Komponen

Mesin

Frekuensi Kerusakan Mesin

Total Antar

Kerusakan Mesin Downtime 1

2 3

2. Data interval waktu antar kerusakan mesin

Tabel 3.2 Data Waktu Interval Antar Kerusakan No. Nama Komponen Mesin Frekuensi Kerusakan

1 2

(5)

No. Nama Komponen Mesin Waktu Perbaikan (Jam) 1

2 3

3.7. Tahap Pengolahan Data

Pengolahan data merupakan tahapan dalam mengelola data dan informasi secara sistematis, pada tahapan pengolahan data terdapat beberapa langkah – langkah yaitu : (Penjelasan Detail Langkah – Langkah metode RCM)

3.7.1. Penentuan Komponen Kritis

Pada tahap ini dalam penentuan komponen kritis akan dilihat dari data downtime mesin yang dimana frekuensi kerusakan komponen mesin terbesar menjadi dasar salah satu komponen kritis. Penentuan komponen kritis akan menggunakan diagram pareto. (Detail Kriteria Komponen Kritis)

3.7.2. Rencana Tindakan dengan Metode RCM 1. Pemilihan Sistem dan Informasi

Tujuan dari tahapan ini untuk mengumpulkan informasi yang didapatkan berdasarkan obervasi langsung di lapangan , wawancara, dan beberapa buku refrensi. Informasi yang didapatkan bertujuan untuk mengetahui komponen – komponen mesin serta sistem kerja dari masing – masing komponen mesin Hydrolic Shear H-2565.

2. Definisi Batasan Sistem

Setelah diketahui sistem dan komponen – komponen mesin Hydrolic Shear H-2565, selanjutnya melakukan pendefinisian batasan sistem mesin yang bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara satu sistem dengan sistem lainnya agar tidak terjadi tumpang tindih antara sistem lainnya.

(6)

3. Deskripsi Sistem dan Functional Block Diagram

Setelah itu dilakukan penguraian secara mendetail dari suatu sistem mesin untuk mengetahui komponen – komponen yang berada di mesin Hydrolic Shear H-2565 saat beroperasi. Selanjutnya sistem digambarkan dalam blok diagram fungsi yang menunjukan input dan output dari sistem dan masing – masing komponen.

4. Fungsi Sistem dan Kegagalan Sistem

Pada tahapan ini akan dilakukan penguraian fungsi sistem dan analisis mengenai kegagalan fungsi sistem yang terjadi pada mesin.

Tabel 3.5 Tabel Fungsi dan Kegagal sistem

No. Nama Sistem Fungsi Sistem Deskripsi Kegagalan Sistem 1

2 3

5. Analisis Failure Mode and Effect Analysis (FMEA)

Selanjutnya pada tahapan ini akan melakukan analisis mode kegagalan yang terdiri dari komponen sistem. Selanjutnya memprediksi komponen yang kritis dan memiliki frekuensi kerusakan terbesar pada mesin Hydrolic Shear H-2565. Pada FMEA akan dilakukan perhitungan Risk Priority Number (RPN) yang diperoleh dari hasil nilai Severity, Occurrence dan Detection.

(7)

Tabel 3.6 Tabel Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) No Komponen Failure

Mode

Failure

Cause Failure Effect Detection

Method S O D RPN

6. Analisis Logic Tree Analysis (LTA)

Pada tahap ini Logic Tree Analysis bertujuan untuk menentukan prioritas mode kegagalan mesin dan melakukan tinjauan fungsi mesin sehingga mendapatkan status mode kerusakan tiap mesin. Pada penentuan suatu prioritas mode kegagalan dapat diketahui dengan menjawab pertanyaan yang telah di sediakan dalam LTA ini. Untuk menjadi acuan LTA ini dapat dilihat di gambar 2.3 di BAB 2

7. Pemilihan Tindakan

Tahap terakhir ini akan menentukan tindakan yang tepat untuk mode kegagalan masuk dalam kategori tindakan condition directed, finding failure, run failure atau time drected. Untuk kategori time directed maka tindakan selanjutnya menentukan interval waktu perawatan komponen kirits dengan berdasarkan minimum downtime. Untuk melihat Road Map pemilihan tindakan dapat dilihat di gambar 2.4 di BAB 2

3.7.3. Pengujian Pola Distribusi dan Reliability

Setelah mendapatkan komponen – komponen yang masuk dalam kategori time directed, maka data waktu antar kerusakan komponen mesin perlu dilakukan uji distribusi untuk mendapatkan pola distribusi yang tepat dan penentuan parameter distribusinya dilakukan dengan software MiniTab 19.

3.7.4. Perhitungan Optimal Interval dan Pergantian Komponen

Setelah uji distribusi selanjutnya perhitungan Optimal Interval pergantian komponen untuk menentukan waktu terbaik kapan pergantian harus dilakukan guna untuk meminimalkan downtime mesin

(8)

Selanjutnya merupakan perhitungan biaya perawatan. Dalam perhitungan ini terdiri dari biaya tenaga kerja, biaya pemasangan, dan biaya komponen. Untuk perhitungannya dapat dilihat di persamaan (28) di BAB 2.

Setelah melakukan perhitungan biaya perawatan maka akan dibandingkan dengan usulan rencana kebijakan perawatan dan kebijakan yang sudah diterapkan oleh perusahaan.

3.8. Tahap Analisa dan Kesimpulan

Pada Tahap ini akan membahas hasil dari pengolahaan data yang sudah diuraikan secara detail dari hasil pengolahan data yang sudah dilakukan.

3.8.1. Analisa dan Pembahasan

Setelah pengumpulan dan pengolahan data mengenai mesin Hydrolic Shear H-2565 maka akan dilakukan analisis lanjut mengenai Functional Block Diagram, Failure Mode and Effect Analysis, LTA, Pemilihan tindakan dan pergantian komponen.

3.8.2. Kesimpulan

Pada tahap akhir ini penulis mendapatkan hasil dari pengumpulan data, pengolahan data, analisa, sehingga mendapatkan kesimpulan dan saran. Semoga penelitian ini didapatkan usulan perawatan mesin yang optimal untuk mesin Hydraulic Shear H-2565.

Gambar

Tabel 3.1 Data Frekuensi dan Waktu Downtime  No.  Nama Komponen
Tabel 3.5 Tabel Fungsi dan Kegagal sistem
Tabel 3.6 Tabel Failure Mode and Effect Analysis (FMEA)  No  Komponen  Failure

Referensi

Dokumen terkait

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu suatu metode penelitian

Dalam melakukan penelitian ini, peneliti menggunakan metode yakni metode kebijakan yaitu suatu metode penelitian dimana peneliti melakukan pendekatan ke dalam perusahaan dalam

menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan model komparasi. Pendekatan deskriptif kuantitatif yaitu, suatu penelitian yang dituntut untuk.. menggunakan angka, nilai

Pada penelitian ini metode yang dipakai adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif dipakai untuk menganalisis daya tampung beban

Kemudian untuk mengkonfirmasi hasil dari penelitian pertama dengan metode analisis isi kuantitatif, peneliti melakukan penelitian lanjutan dengan menggunakan

Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang merupakan metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada

Selanjutnya pada tahap pelaksanaan penelitian, data diperoleh dengan cara melakukan pengamatan secara langsung ke lapangan (observasi) sesuai dengan acuan pada

Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif, dengan menggunakan pendekatan rancangan cross sectional, metode ini digunakan untuk mengetahui adakah pengaruh