Assalamu’alaikum wr wb.
Haloo CIMSA! Menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi saya dapat menulis serta
menyapa seluruh teman-teman CIMSA se-Indonesia di Local Guideline perdana ini.
Segala puji bagi tuhan local guideline ini dapat terwujud, semoga seluruh konten yang termuat dalam local guideline dapat menjadi panduan untuk teman-teman CIMSA mempelajari CIMSA lebih dalam dengan cara yang menyenangkan.
Center for Indonesian Medical Students’ Activities (CIMSA) adalah sebuah organisasi independen, non-politik dan non-profit. CIMSA resmi berdiri sejak tahun 2001. CIMSA berafiliasi dengan International Federation of Medical Students’ Associations (IFMSA)
dan terbagi ke dalam enam ruang lingkup kerja yaitu Standing Committee (SC),
bidang kesehatan yang kami lakukan adalah sebagai berikut: Standing Committee on Public Health (SCOPH), Standing Committee on Human Rights and Peace (SCORP), Standing Committee on Medical Education (SCOME), Standing Committee on Reproductive Health including AIDS (SCORA), Standing Committee on Research Exchange (SCORE) dan Standing Committee on Professional Exchange (SCOPE). CIMSA adalah organisasi berbasis project. CIMSA mendorong dan mengakomodasi setiap anggotanya untuk dapat berkontribusi melalui projek yang dilakukan dalam upaya peningkatan kesehatan di Indonesia. Di CIMSA, mahasiswa kedokteran
menjalankan aktivitas mereka dengan dasar A-C-T-I-VE, Activity based, Continuity
based, Technology based, International based dan accommodatiVE. CIMSA memiliki tiga pertemuan nasional yang rutin dilakukan dalam satu tahun kepengurusan, yaitu October Meeting, National Leadership Summit, dan May Meeting.
Sudah 14 tahun CIMSA mengabdi kepada negeri dengan tujuan meningkatkan derajat kesehatan Indonesia. Terdapat 18 lokal aktif yang tersebar di beberapa penjuru Indonesia dengan semangat berjuang untuk mewujudkan satu misi CIMSA, “Empowering Medical Students and Improving Nation’s Health”. Universitas Syiah Kuala, Universitas Maliku Shaleh, Universtitas Islam Sumatera Utara, Universitas Riau, Universitas Andalas, Universitas Pelita Harapan, Universitas Indonesia, Universitas Islam Negeri Jakarta, Universitas Padjajaran, Universitas Brawijaya, Universitas Sultan Agung, Universitas Sebelas Maret, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas
Wacana, Universitas Airlangga dan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya bersatu menyelaraskan visi untuk Indonesia yang lebih baik.
Agar dapat benar-benar memberi impact terhadap peningkatan derajat kesehatan Indonesia, diperlukan kekuatan yang sama besar bahu membahu menyelaraskan pergerakan roda CIMSA. Karena itu, pemahaman mendalam tentang CIMSA dibutuhkan di sini. Itulah tujuan dibuatnya local guideline, menjadi panduan awal bagi teman-teman CIMSA untuk dapat mengetahui dan menggali seluruh informasi yang berkaitan tentang CIMSA. Local guideline ini dibuat semenarik dan se-easy reading mungkin agar dapat memberikan informasi yang mudah diterima oleh teman-teman CIMSA. Enjoy Reading
Aditiya Bagus Wicaksono President CIMSA 2014-2015
Assalamu’alaikum wr wb!
Semangat pagi, CIMSA! Syukur Alhamdulillah CUL-DE-SAC: Local Guideline ini bisa
diselesaikan juga. Mungkin untuk kata sambutan cukuplah sudah tergambarkan
dengan sempurna oleh Pak Presiden kita. Pada bagian ini saya hanya ingin menyampaikan cara penggunaan Local Guideline ini. Here they are:
Buku ini ditujukan untuk seluruh member CIMSA dimanapun ia berada Kamu tidak harus membaca semua hal yang ada disini
Bacalah bagian-bagian yang kamu rasa dibutuhkan, contoh: seorang Local Coordinator harus paham semua konten yang ada disini, maka sebagai seorang Local Coordinator yang baik sangat disarankan untuk mengkhatamkan buku ini
Tidak ada rentang waktu yang wajib bagi kamu untuk menamatkan buku ini, bacalah dikala kamu ada waktu senggang, ketika jadwal tutorialmu membuatmu stress, ketika besoknya OSCE, namun kamu muak dengan persiapan OSCE yang ada, bacalah buku ini.. siapa tau besoknya ditanyakan pas OSCE.
Jika sudah paham ilmu yang dibagikan di buku ini, kamu DIWAJIBKAN untuk menyampaikannya kepada anggota CIMSA yang lain
Jika kamu ingin menyebut buku ini sebagai kitab suci CIMSA.. silakan saja. Tidak ada yang melarang, tapi tanggung jawab sendiri ya, saya ga ikut campur loh..
Tujuan utama buku ini adalah sebagai sarana petunjuk sebuah lokal mencapai “apa itu lokal ideal?
Lokal ideal itu sendiri apa, kakak? Buku ini tidak akan mendefinisikannya. Hanya kamu sendiri yang dapat mendefinisikannya
Tentunya lokal ideal tidak akan didapatkan hanya dengan membaca buku ini.. butuh AKSI!
Buku ini hanyalah standard saja.. Untuk menjadi sesuatu yang lebih, kamu harus memaksimalkan potensi lokalmu juga. Lokalmu adalah jati dirimu. Ia memiliki sesuatu yang spesial yang tidak dimiliki oleh lokal yang lain.
tidak butuh apresiasi dari teman-teman semua. Cukuplah teman-teman memahami apa yang kami sampaikan disini dan membagikan ilmunya kepada teman-teman yang lain.
Kami sangat menerima kritik dan saran dari teman-teman semua, karena buku ini sudah pasti jauh dari kesempurnaan
Terima kasih atas perhatian dan waktu luangnya.. Be ACTIVE with CIMSA!
Renzavaldy Rusly Vice President for Internal Affairs (VPI) CIMSA 2014-2015 as Editor in Chief
Kata Sambutan Presiden ... 2
Pengantar Dari Editor in Chief ... 4
Daftar Isi ... 6
CIMSA IN GENERAL Apa itu CIMSA? ... 9
Visi dan Misi CIMSA ... 10
National Official ... 10
National Meeting ... 11
Local Collaboration ... 12
Local Observer ... 13
Local Officials ... 14
Local Checklist Indicators ... 17
Handover Checklist Guideline ... 19
STANDING COMMITTEES Standing Committee on Medical Education... 22
Standing Committee of Professional Exchange... 25
Standing Committee on Public Health ... 29
Standing Committee of Reproductive Health including HIV/AIDS ... 32
Standing Committee of Research Exchange ... 37
Standing Committee on Human Rights and Peace ... 42
PROJECTS IN CIMSA Proyek CIMSA ... 48
Community Development ... 57
HUMAN RESOURCES DEVELOPMENT Kaderisasi ... 64
EXTERNAL STUFFS
Local Expansion? ... 69
Alumni ... 70
Media & Communications ... 72
Marketing, Campaign, & Advocacy ... 75
International Federation of Medical Students’ Associations ... 79
FINANCIAL GUIDELINES Hak dan Kewajiban Bendahara Lokal ... 85
Alur Koordinasi ... 85
Laporan Keuangan ... 86
Fundraising Guide ... 87
ADMINISTRATIVE STUFFS Standar Proposal CIMSA Dalam Bahasa Indonesia ... 91
Standar Proposal CIMSA Dalam Bahasa Inggris ... 96
Format Notulen CIMSA ... 101
Apa sih CIMSA? CIMSA itu singkatan dari Center for Medical Students Activities, kita adalah organisasi independent, non-politik dan non-profit. CIMSA berdiri sejak tahun 2001 dan memiliki 6 bidang kerja yang kita sebut Standing Committee, ada Standing Committee on Public Health (SCOPH), Standing Committee on Medical Education (SCOME), Standing Committee on Human Rights and Peace (SCORP), Standing Committee on Reproductive Health including AIDS (SCORA), Standing Committee on Research Exchange (SCORE) dan Standing Committee on Professional Exchange (SCOPE).
CIMSA berafiliasi dengan International Federation of Medical Students’ Association
(IFMSA), organisasi mahasiswa kedokteran terbesar di dunia. CIMSA merepresentasikan lebih dari 3500 mahasiswa kedokteran yang tersebar di 18 lokal aktif di Indonesia, yaitu ada:
Universitas Syiah Kuala Universitas Malikussaleh
Universitas Islam Sumatra Utara Universitas Andalas
Universitas Riau
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Universitas Indonesia
Universitas Pelita Harapan Universitas Padjadjaran Universitas Brawijaya
Universitas Islam Sultan Agung Universitas Negeri Sebelas Maret Universitas Muhammadiyah Surakarta Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Universitas Gajah Mada
Universitas Kristen Duta Wacana Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Universitas Airlangga
CIMSA memiliki VISI sebagai berikut:
CIMSA sebagai organisasi mahasiswa kedokteran dengan landasan yang kukuh sehingga memiliki aktivitas yang berkelanjutan dan berdampak serta didukung dengan hubungan profesional baik di tingkat nasional maupun internasional dalam
rangka meningkatan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia.
CIMSA memiliki MISI sebagai berikut:
Internal :
Menanamkan nilai-nilai ke lokal terkait project berbasis community
development yang terstandard.
Membentuk sistem pemerataan kualitas lokal (member, project, sistem,
trainer, financial, dll).
Menghasilkan project yang memiliki dampak yang terukur.
External:
Mengembangkan branding CIMSA ke pihak external.
Menjaga dan menginisiasi kerjasama dengan pihak external untuk
pengembangan internal CIMSA maupun sebaliknya.
Mengukuhkan posisi CIMSA di IFMSA.
Administrasi:
Sistem informasi yang terstruktur, terdokumentasi, dan aktual.
Finance :
Menjalankan sistem keuangan terintegrasi professional.
Adalah pengurus nasional CIMSA. Mereka lah yang menggerakan organisasi CIMSA secara keseluruhan, dipilih oleh Plennary CIMSA yang berlangsung saat May Meeting. National Officials terdiri dari:
National Officer
National Officer on Reasearch Exchange (NORE), National Exchange Officer Incoming and (NEO), National Officer on Medical Education (NOME),
National Officer on Human Rights and Peace (NORP), National Public Health Officer (NPO), National Officer on Reproductive Health including HIV/AIDS (NORA).
Supporting Division
Media and Communication Director (MCD), Human Resource Development Director (HRDD), Research and Development Director (RnDD), Project Development Director (PDD), Fundrising and Merchendise Director (FnMD), Alumni Director (AD), Marketing Campaign and Advocacy Director (MCAD). Liaisson Officer
Liaison Officer to National Health Institution (LO NHI), Liaison Officer to Kemendiknas (LO Kemendiknas), Liaison Officer to UN Agencies (LO UN Agencies), Liaison Officer for Student Organiations (LO SO).
Supervising Council
Adalah National Meeting pertama awal kepengurusan. Pada October Meeting (OM) akan dipaparkan gambaran CIMSA satu tahun kedepan, fokus seperti apa dan goals apa yang akan diraih. Standing Committee Session lebih ditekankan di OM dengan tujuan untuk memberi bekal kepada member masing-masing SCO untuk setahun ke depan.
Adalah National Meeting CIMSA di pertengahan kepengurusan. Rentang waktu pelaksanaannya adalah Januari hingga Februari. Tujuan utama dari NLS ini adalah membentuk kader-kader penerus di CIMSA melalui training tingkat intermediate dan advance. Selain itu apa yang disebut “Summit” disini adalah keputusan tertinggi di CIMSA, dimana CIMSA akan mendeklarasikan fokus kerja spesifiknya melalui brainstorming member lokalnya.
Adalah National Meeting di akhir kepengurusan. Pada Meeting ini dilakukan pergantian
kepengurusan, dimana akan dipilih official yang baru. Evaluasi dan rekomendasi
dipaparkan untuk kepengurusan mendatang dan untuk CIMSA yang lebih baik.
Kolaborasi antar lokal ini merupakan bentuk kerjasama antar beberapa lokal. Bentuk Local Collaboration ini ada dua di CIMSA:
Region
Local Brotherhood
Region merupakan wilayah kerja di CIMSA yang terdiri atas beberapa lokal yang berada di satu wilayah tertentu. Region di CIMSA ada 7:
Region 1: Unsyiah, Unimal, UISU Region 2: Unand, UR
Region 3: UIN, UI, UPH Region 4: Unpad
Region 5: UMY, UGM, UKDW Region 6: UNS, UMS, Unissula Region 7: UB, UA, UWKS
Sebuah region dipimpin oleh seorang Regional Coordinator yang ditunjuk melalui musyawarah di tingkat region tersebut. Metode pemilihannya adalah dengan sidang
umum, yang dapat berupa pertemuan langsung atau Cyber Meeting (CM) melalui
chat conference media yang dapat didokumentasikan.
Secara umum, tugas seorang RC adalah memantau, mengkaji, menjaga hubungan antar lokal di wilayah yang menjadi tanggung jawabnya, serta memiliki tugas khusus untuk melaksanakan proses ekspansi lokal di sekitar wilayahnya tersebut. Untuk lebih lengkapnya ada di Standard Operating Procedure (SOP) Regional Coordinator (RC).
Local Brotherhood merupakan bentuk kolaborasi antar lokal yang tidak dibatasi oleh region (wilayah) yang terdiri atas lokal-lokal yang berasal dari region berbeda. Sebagai ilustrasi, misalnya: UISU (Region 1), UI (Region 3), dan Unissula (Region 6) tergabung dalam satu Local Brotherhood. Selanjutnya lokal-lokal di Local Brotherhood ini dapat berkolaborasi untuk membentuk project antar lokal, misalnya membentuk karya tulis berupa modul kedokteran yang dapat dipahami orang awam, atau komik, atau thread starter di forum online, dan lain-lain.
Local Brotherhood dipimpin oleh salah seorang RC yang selanjutnya akan disebut dengan LBO (Local Brotherhood Officer) yang berasal dari region berbeda dari lokal-lokal yang dipimpinnya. LBO ini ditunjuk langsung melalui musyawarah antar RC. LBO ini berkoordinasi langsung dengan VLI di masing-masing lokal pada Local Brotherhood yang dipimpinnya.
Local Observer merupakan sebuah cabang CIMSA yang sedang mengajukan diri dan melengkapi persyaratan untuk menjadi Lokal CIMSA yang disahkan pada saat Sidang Umum CIMSA.
Proses mendapatkan local observer hingga terbentuknya sebuah lokal ini merupakan salah satu bentuk ekspansi lokal.
Ada beberapa persyaratan berkas dan keorganisasian yang diperlukan untuk dapat mengajukan diri menjadi observer yang tertera secara lengkap di SOP Local Observer. Sebuah local observer dapat menjadi sebuah lokal minimal dalam rentang waktu satu tahun semenjak sidang umum dimana ia mengajukan diri menjadi local observer. Contoh: FK X mengajukan diri sebagai local observer ketika NLS 2015, maka waktu paling cepat untuk menjadi sebuah lokal resmi(aktif) CIMSA adalah pada saat NLS 2016.
Secara sederhana, struktur organisasi pengurus (official) tingkat lokal CIMSA dapat diilustrasikan sebagai berikut:
Struktur organisasi CIMSA lokal dapat dibilang serupa dengan CIMSA nasional. Namun, untuk bentukan struktur lokal sendiri diberikan hak otonomi kepada lokal untuk menyusun struktur organisasinya.
Seluruh aspek di CIMSA tidak boleh dipisah-pisahkan secara sendiri-sendiri, karena seluruh aspek ini ibarat gerigi mesin yang berputar saling mendukung jalannya organisasi CIMSA ini dengan baik. Sebagai ilustrasi: kita harus mempertimbangkan bahwa sebuah project di CIMSA akan berdampak pada perkembangan kualitas setiap anggota CIMSA. Tentu sebuah project akan jauh lebih sukses jika publikasi ke pihak eksternalnya dilakukan secara besar-besaran dengan baik. Namun jangan lupa hal tersebut memerlukan manajemen keuangan dan administrasi yang baik pula. Project yang dimanajemen dengan baik dapat memberikan manfaat yang besar kepada berbagai pihak, yaitu: anggota CIMSA, stakeholder, pemerintah, masyarakat, dll. Deskripsi kerja official CIMSA ini diatur secara lebih jelas di AD/ART CIMSA lokal. (Jika belum punya, segera dibuat ya.. Selain jauh terlihat lebih professional, akan ada banyak manfaat yang didapatkan)
Executive Board
LOCO Kepala rumah tangga CIMSA, memastikan seluruh aspek di CIMSA berjalan dengan baik dan mampu menunjukkan taringnya di tingkat nasional dan internasional
VLI Wakil LOCO yang memastikan aspek internal CIMSA berjalan dengan baik, baik dari segi sumber daya manusia, proyek, perkembangan, dan
penelitian internal organisasi CIMSA, menggantikan LOCO ketika LOCO berhalangan hadir, dijerat hokum pidana, meninggal dunia, dan kondisi-kondisi lainnya
VLE Wakil LOCO memastikan hubungan CIMSA dengan pihak eksternal berjalan dengan baik dan mampu memberikan manfaat kepada setiap komponen CIMSA dari pihak eksternal tersebut
Secgen Pengurus yang mengatur proses administrasi di CIMSA berjalan dengan baik, memastikan sidang umum berjalan dengan baik, dll
Treasurer Pengurus khusus yang mengatur sistem keuangan di CIMSA berjalan dengan baik, bila perlu memiliki ambisi lebih untuk menjaga dan meningkatkan jumlah uang kas dengan cara yang halal
Supervising Council
Konsil pengawas yang terdiri atas 3-5 orang yang bertugas mengawasi kinerja official CIMSA.
Pembagian kerja Supervising Council ini ada banyak macamnya, misalnya: per fokus kerja, per SCO, dll. tergantung kebutuhan dari kondisi organisasi dan official yang ada.
Supporting Division Director and Team
FnMD Pengurus khusus yang tugas utamanya menggalang dana untuk CIMSA dengan cara
HRD Pengurus khusus yang tugas utamanya menanamkan rasa memiliki akan CIMSA dan memastikan kualitas setiap anggota CIMSA terjaga dan mengalami peningkatan
PC Pengurus khusus yang tugas utamanya memastikan setiap proyek di CIMSA berjalan dengan baik, mengalami perkembangan dan peningkatan secara kuantitatif dan kualitatif
CDD Pengurus khusus yang tugas utamanya memastikan CIMSA dapat memberdayakan dan mengembangkan masyarakat sekitar melalui proses perkenalan, intervensi, hingga terciptanya komunitas mandiri yang mampu menyejahterakan masyarakatnya sendiri
MCD Pengurus khusus yang tugas utamanya proses komunikasi dan publikasi di CIMSA berjalan dengan baik, identik dengan desain-mendesain dan foto-fotoan
MCAD Pengurus khusus di CIMSA yang memastikan hubungan dengan pihak eksternal berjalan dengan baik, melakukan kampanye acara CIMSA, melakukan advokasi, dan mampu memasarkan nama CIMSA dengan baik kepada pihak luar
AD Pengurus khusus yang mengumpulkan data para alumni serta
menjaga hubungan baik dengan alumni karena ia sadar, hanya dari alumnilah pengalaman tentang masa lalu ke-CIMSA-an dapat didapatkan, ia sadar bahwa pengalaman itu tidak dapat dihargai secara materi
LO (LOME, LEO, LPO, LORA, LORE, LORP)
LO (Local Officer) Pengurus khusus yang memastikan proyek dan kekeluargaan di sebuah Standing Committee berjalan dengan baik dan dinamis, ia sadar bahwa sebenarnya ia merupakan bagian dari pilar-pilar utama di CIMSA yang mampu membawa organisasi ini terlihat lebih keren
Secara umum yang begitulah deskrips kerja mereka-mereka ini, tapi sifat demokratis yang dimiliki oleh CIMSA memberikan keleluasaan kepada lokal untuk menentukan deskripsi kerja pengurusnya masing-masing.
Local (Subordinate) Local (Superordinate) Regional/LB National
LOCO - RC VPI
VLI LOCO LBO -
VLE LOCO RC VPE
Secgen LOCO RC Secgen
Treasurer LOCO RC Treasurer
FnMD Treasurer - FnMD and Team
HROD/HRD VLI - HRD and Team
PC/PDD VLI - PDD and Team
CDD/ComDevDir VLI - PDD and Team
Media Director/MCD VLE - MCD and Team
AD/Alumni Director VLE - AD
MCAD VLE - MCAD and Team
LO (Local Officer) LOCO - NO and NC
Demi mencapai kualitas sebuah lokal ideal, ada beberapa indikator yang harus dicapai sebuah lokal dan hal ini juga menjadi pertimbangan utama secara kuantitatif dan kualitatif untuk penentuan “Best Local”pada tingkat nasional. Berikut adalah indikatornya:
Adanya AD/ART Lokal Adanya Visi dan Misi Lokal
Adanya SOP khusus pada sebuah lokal
Jumlah Supporting Division dan Deskripsi Kerja yang jelas Jumlah Standing Committee pada sebuah lokal
Riwayat pernah melakukan bidding dan host meeting Adanya pendataan milestone lokal
Adanya project berskala nasional dan internasional Jumlah trainer dari lokal
Jumlah project berbasis community development Metode community development yang dilaksanakan Jumlah pendaftar National Committee
Jumlah pendaftar Official Nasional
Jumlah Project Fair dan Project Presentation yang lolos National dan International Meeting selama setahun terakhir
Jumlah penghargaan nasional dan internasional
Memiliki sistem kaderisasi dan regenerasi lokal yang baik Memiliki sistem handover kepengurusan yang baik Kualitas dan kuantitas project sebuah SCO
Publikasi proyek yang dilaksanakan Kerjasama eksternal yang dimiliki
Sistem administrasi dan keuangan yang baik Dan lain-lain.
Handover adalah proses serah terima jabatan pada pengurus CIMSA, proses ini berlangsung setelah Official yang baru terpilih, dan tidak hanya sampai Official yang baru ini secara resmi menjabat, namun hingga akhir kepengurusannya.
Namun sebelum memulai sebuah kepengurusan, alangkah baiknya jika Official pendahulu membagikan ilmu dan pengalaman yang dimiliki terkait jabatannya
tersebut kepada pengurusnya. Berikut adalah checklist yang menjadi pegangan
mendasar oleh Official yang baru terpilih untuk “menagih” informasi dari pendahulunya. Kolom “Discussed” diberi tanda centang jika informasi terkait topic tersebut dirasa sudah cukup memadai oleh kedua pihak.
Topics Discussed
“The big picture”
Visi dan Misi CIMSA+jabatan
Hal yang pasti (jumlah dan aktivitas yang dilakukan) dalam jabatan tersebut
Tujuan dan prioritas yang dilakukan dalam masa kepengurusan Top achievements pada masa kepengurusan
Apa yang harus dilakukan pada masa kepengurusan selanjutnya Your working group
Bagaimana kita telah dapat menangani tugas-tugas yang harus kita kerjakan berkaitan dengan internal jabatan kita
Tips untuk mengetahui orang-orang yang bekerja dengan baik dan yang tidak
Dimana waktu saat orang-orang sangat aktif atau waktu saat mereka ‘menghilang’
You in the Official’s team
Siapa saja yang akan bekerja sama dengan kita dalam jabatan kita, dan sejauh mana hubungan kita
Pembagian kejelasan kerja antara jabatan kita dan yang lain Kewajiban kita sebagai bagian dari Official’s team
E-mailing
Memiliki email pengurus dan bagaimana agar hal tersebut terus terjaga
Bagaimana caranya ketika seseorang tidak membalas Cara penanganan tiap email
Rasa tanggung jawab untuk selalu membuka email pengurus yang akan membawa berbagai informasi di dalamnya
General Assemblies
Waktu meeting dan apa yang harus dilakukan dalam meeting tersebut
Kewajiban dalam meeting tersebut Follow up setelah adanya meeting External relations
Organisasi apa saja yang harus tetap dijaga hubungannya dengan CIMSA
Hubungan dengan siapa saja yang sifatnya eksternal individual yang harus tetap dijaga
Eksternal meeting yang berguna untuk dihadiri oleh penerus kita Informational stuff/personal preparation
Hal apa saja yang telah kita dapatkan selama masa kepengurusan yang dapat berguna untuk pengembangan pribadi kita
Apa saja tantangan terbesar dan kesenangan terbesar Refleksi dari yang telah dikerjakan
Tips untuk personal fundraising
Tanya penerusmu apa yang mereka targetkan dan adakah pertanyaan
Standing Committee On Medical Education - Center for Indonesian Medical Students’ Activities, disingkat SCOME CIMSA, merupakan salah satu bagian standing committee yang bekerja untuk menangani program pengembangan pendidikan kedokteran Indonesia sekaligus wadah bagi mahasiswa kedokteran untuk mengembangkan pengetahuannya dalam bidang kedokteran.
SCOME CIMSA adalah suatu forum mahasiswa -mahasiswa kedokteran di seluruh universitas yang telah menjadi lokal CIMSA.SCOME CIMSA memiliki suatu latar belakang yang sama dengan pembentukan SCOME IFMSA. Dimana kita memperjuangakan suatu peningkatan partisipasi mahasiswa kedokteran dalam pendidikannyasendiri, kitalah yang akan merasakan positive dan negative dari setiap sistem pendidikan yang dijalankan, namun hingga sekarang, mahasiswa kedokteran masih bungkam dan tidak banyak berbicara mengenai pendidikannya sendiri, selain itu, hal ini menyebabkan kurangnya apresiasi kepada pendapat mahasiswa di mata para pengambil keputusan dalam bidang pendidikan kedokteran baik di tingkat nasional maupun fakultas.
SCOME berdiri atas inisiatif kepedulian mahasiswa terhadap pengembangan pendidikan kedokteran Indonesia, perhatian terhadap mutu kualitas kehidupan, penerapan prinsip belajar sepanjang hayat, dan peningkatan pertisipasi mahasiswa dalam pengembangan pendidikan terutama dalam menghadapi era globalisasi. Saat
Saat ini 18 lokal CIMSA sudah mempunyai SCOME dengan jumlah member lebih dari 100 orang/ tahunnya. Setiap member SCOME CIMSA memiliki hak yang sama untuk bersama sama mengembangkan pendidikan kedokteran di masing – masing lokal yang diwujudkan dalam bentuk proyek/ kegiatan
SCOME CIMSA mempunyai 4 ranah kerja yang dapat dikembangkan masing masing lokal dalam bentuk project. Keempat ranah kerja tersebut adalah
Penggalakan reformasi sistem dan kurikulum pendidikan kedokteran untuk mengembangkan pendidikan kedokteran.
Peningkatan dukungan mahasiswa, masyarakat dan pembuat kebijakan dalam bidang Kedokteran dan pemerintahan untuk kesadaran akan urgensi pengembangan pendidikan Kedokteran
Penguatan jaringan pendukung dan sumber daya bagi mahasiswa Kedokteran untuk memperkuat pembentukan sumber daya manusia Kedokteran yang berkualitas.
Perluasan kesempatan pendidikan dan pelatihan bagi mahasiswa kedokteran untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia kedokteran dalam menghadapi perubahan berskala lokal maupun global.
Pada skala lokal tugas SCOME adalah:
- Menyiapkan pelatihan - pelatihan tambahan yang akan berguna bagi mahasiswa kesehatan
- Memfasilitasi diskusi antara mahasiswa dan fakultas - Ikut dalam proses evaluasi
- Meningkatkan pendidikan kedokteran
IMPROVE ALL THE LOCALS TO JOIN THE MOVEMENT REALLY ACTIVE
SCOPE stands for Standing Committee on Professional Exchange, one out of six standing committees in CIMSA Indonesia that aims for the exchange of medical knowledge and cultural understandings from medical students in more than 100 countries.
Facilitate medical students from all over the world to have the opportunity of gaining more of medical knowledge, understanding a nation's culture and learning about health system of a country as both incoming or outgoing by providing them contract, accommodation and boarding in hospital.
Hosting Hospital Keuangan (Finance) Kesekretariatan (Administration) Penjualan (Merchandising) Local Observer
Standarisasi Seleksi Outgoing (Outgoing Selection Standard)
If a local want to have SCOPE, they need to follow the Standard Operating Procedure on Local Observer and ask for guidance from Vice NEO External.
Exchange Fair
Pre Departure Training Teaching English
Cultural Sharing English Debate
“How to apply for SCOPE exchanges?”
Just wait for an exchange fair in SCOPE local nearest to you and follow the
procedures
“What can we get for accompanying incomings?”
You can get to know different cultures, different lifestyles, to meet and
make friends from around the world, and also improve your ability and confidence in speaking English
“Do I need to be able to speak English if I want to join SCOPE?”
Of course not! As long as you have the will and motivation to improve your
ability, you will always welcome to join us
“ What do we do in professional exchange? Do we work?”
You will do what we call clinical clerkship or clinical rotation (koas) for four
weeks in a hospital in the country you are accepted in “How to do the selection in our local?”
If you already have SCOPE in your local and you are a SCOPEOPLE, ask your
LEO(s) about it and your LEO(s) will answer accordingly to “Panduan Outgoing SCOPE CIMSA”
When your outgoing and incoming give your local so many problems, ask national committees for help and advices.
Sometimes naughty incomings will take some of their clerkship times off without permission. If this happened, LEO needs to give a warning to the incomings and explain that if they do not attend the clerkship with the proper time allocated, they will not get the sertificate
- It’s difficult to start a brand new project. Locals can ask our Project Coordinator for advices and help on how to make a new SCOPE-based project.
Do’s and Don’t’s
DO tell your hardship to national committees
DON’T ever allow outgoing to contact directly to NEO without LEO consulting it first to NEOs
DO open application for exchange for all medical students (terms and conditions apply)
DON’T contact other countries’ NEO(s) without consulting it to your NEOs DO the outgoing selection according to SCOPE CIMSA outgoing standard DO give incomings the best hospitality we have
DON’T ignored incomings when they need our help
DO maintain good relationship with external parties such as Faculty and hospital
DON’T violate rules given by the NEOs and NEC DO become active members of CIMSA
“Empower members to be more active ”
“If you have any difficulties or confusions in making new projects, you can ask our Project Coordinator for some advices”
“Please do tell NEOs or other national exchange committees about problems in your SCOPE local as soon as that problems emerge.”
“ Learn more, do more”
Public Health merupakan sebuah ilmu dan seni memelihara, melindungi dan meningkatkan kesehatan masyarakat melalui usaha-usaha mengoganisir masyarakat. Setiap manusia memiliki keinginan untuk tetap sehat baik fisik maupun mental. Sudah sepantasnya, SCOPHians sebagai Public Health Workers memiliki ilmu yang memadai sebelum terjun ke masyarakat.
Standing Committee on Public Health (SCOPH) merupakan salah satu Standing Committee yang ada di CIMSA (Center for Indonesian Medical Students’ Activities ). SCOPH berfokus pada isu-isu kesehatan penting dalam masyarakat maupun di dunia kedokteran. SCOPH merupakan wadah bagi SCOPHians untuk melatih skills yang dimilikinya, melalui interaksi kepada masyarakat dengan upaya-upaya preventif dan promotif melalui project dan kegiatannya.
Mahasiswa Kedokteran yang tergabung dalam IFMSA membentuk Standing Committee on Students’ Health (SCOSH) pada tahun 1952. Didorong oleh kemauan yang kuat untuk turut aktif dalam upaya pencegahan dan membuat kebijakan mengenai permasalahan kesehatan. Selama tahun-tahun berikutnya, berbagai kegiatan menyebabkan perubahan SCOSH ke menjadi Standing Committee on Health (SCOH) pada 1963. Pada tahun 1983 nama SCOH kemudian berubah menjadi Standing Committee on Public Health (SCOPH). SCOPH CIMSA didirikan pada tahun 1999, di Semarang, Jawa Tengah.
SCOPH Director IFMSA
SCOPH-D dipilih satu tahun sekali oleh tiap NMO (National Member Organizations) pada saat IFMSA General Assembly di bulan Agustus. SCOPH-D dibantu oleh SCOPH Regional Assistants (RAs) dan SCOPH Development Assistants (DAs).
SCOPH – LO IFMSA
Liaison Officer of SCOPH bertanggung jawab terhadap hubungan eksternal SCOPH, seperti WHO, PH, Student Organization dan NGO – NGO lain yang memiliki visi misi sama dengan SCOPH.
National Public Health Officer (NPO)
National Public Health Officer dipilih satu tahun sekali di setiap NMO. NPO CIMSA dipilih pada saat CIMSA May Meeting. NPO bertanggung jawab terhadap koordinasi tiap lokal dan menjaga keberlangsungan aktivitas lokal dan nasional SCOPH di NMO tersebut. NPO CIMSA juga berkoordinasi dengan EB CIMSA dan NPO wajib memberikan laporan pertanggungjawaban kepada SCOPH – D dan SC CIMSA.
National Public Health Committee (NPC)
National Public Health Committee dipilih satu tahun sekali bersamaan dengan dipilihnya NPO. NPC bertugas untuk membantu NPO dalam menjalankan kepengurusan SCOPH selama setahun kedepan. NPC terdiri dari VNI (Vice NPO for Internal Affairs), VNE (Vice NPO for External Affairs), Secretary, Treasurer, MCC (Media Communication Coordinator), PC (Project Coordinator), FnMC (Fundraising and Merchandise Coordinator), dan EOS (Executive Observer and Supervisor).
Local Health Public Officer (LPO)
Local Health Public Officer merupakan ketua SCOPH di tiap lokal SCOPH di masing-masing Fakultas Kedokteran. Tiap LPO berkewajiban menjaga komunikasi dengan NPO serta memberikan laporan tertulis secara berkala.
Saat ini SCOPH-CIMSA memiliki 18 lokal di seluruh Indonesia. Lokal tersebut diantaranya adalah UNSYIAH, UNRI, UNAND,UISU,UPH, UI, UIN Syarif Hidayatullah, UNPAD, UGM, UMY, UKDW, UNS, UMS, UNAIR, UNIBRAW, UNISSULA, UWKS, dan UNIMAL.
Meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Indonesia.
Fasilitator antara masyarakat Indonesia dengan pihak-pihak yang terkait dengan kesehatan sosial masyarakat
Menumbuhkan kepedulian dan kesempatan bagi mahasiswa kedokteran untuk bisa berkarya nyata bagi masyarakat di bidang sosial kesehatan masyarakat.
SCOPH Worlds Day
Untuk menyatukan aksi dari seluruh SCOPHians dari setiap lokal, perayaan hari-hari besar kesehatan yang berpedoman pada WHO World Health Days pun dilakukan. Hari-hari besar kesehatan Ini dipromosikan melalui media komunikasi yang dimilki SCOPH (misalnya
Yahoo-Group, twitter,
facebook) untuk memberikan bimbingan kepada kami lokal-lokal.
October 10TH : World Mental Health Day
November 14th : World Diabetes Day
November 20th : Universal Children’s Day
February 4th : World Cancer Day
March 24th : World Tuberculosis Day
April 7th : World Health Day
April 25th : World Malaria Day
SCORA (Standing Committee on Reproductive Health Including AIDS) merupakan Standing Committee yang bergerak di bidang kesehatan reproduksi, HIV/AIDS, dan berbagai isu terkait lainnya seperti penyakit menular seksual, gender, pendidikan seksual pada remaja, anak dan wanita, serta keluarga berencana. SCORA dalam tiap kegiatannya bertujuan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat akan luasnya permasalahan mengenai kesehatan reproduksi, menyebarkan informasi mengenai HIV/AIDS dan penyakit menular seksual, serta mengurangi stigma negative dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Dalam beraktivitas, SCORA memegang prinsip “The only way of fighting AIDS is through prevention and the only way of prevention is through education”sehingga sejak awal SCORA lebih menitikberatkan kepada kegiatan yang berbasis edukasi. Dimana edukasi ini lebih ditujukan kepada pelajar, mahasiswa, masyarakat umum, dan remaja karena notabene mereka merupakan salah satu golongan beresiko tinggi. Kegiatan – kegiatan tersebut diantaranya adalah seminar, mini lecture, talkshow, training, penyuluhan, berbagai media promosi seperti video, konser amal, leaflet, pamphlet, dan lainnya. Sehingga diharapkan nantinya SCORA – CIMSA dapat mencegah peningkatan resiko dan kejadian seputar kesehatan reproduksi dan AIDS tersebut sedari dini.
Sebagai SCORAngels dan Mahasiswa Kedokteran banyak sekali hal yang bisa kita lakukan. SCORA memiliki fokus dan cakupan kerja yang luas serta menarik. Berbagai issue dan materi – materi terkait SCORA dari yang paling umum seperti HIV/AIDS dan kesehatan reproduksi serta topik lain seperti gender, Sexually Transmitted Infections, Sexually Transmitted Disease, woman’s reproductive chronic disease, maternal and child health, female genital mutilation, teenage pregnancies, abortion, dan banyak lainnya sangat luas untuk dikaji dan diangkatkan berbagai macam project.
Starting point yang dapat dilakukan anggota SCORA diantaranya adalah :
Building Knowledge and Skills
Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan baik bagi anggota SCORA sendiri maupun bagi orang lain. Seperti misalnya mengadakan dan mengikuti seminar, training, mini lectures, diskusi, konseling radio atau media serupa, menulis artikel, dan penyuluhan ke sekolah – sekolah.
Raising Awareness
Menumbuhkan kepedulian terhadap issue – issue terkait SCORA sangatlah penting. Selain menghimbau banyak lapisan masyarakat untuk ikut peduli juga diharapkan dapat menghindari dan mencegah terhadap peningkatan angka kejadian tersebut. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk menumbuhkan kepedulian sesama, seperti membuat poster, pamphlet, leaflet, mengadakan konser amal, membuat stand khusus atau pameran, diskusi terbuka, dll.
Raising support, funds, or material
SCORA Director NORA EB CIMSA SC LORA NCORA SCORA LOAnggota SCORA juga dapat mencari dukungan berbagai pihak dalam segi apapun termasuk kerjasama di segala aspek, dana, dan materi yang nantinya dapat dipergunakan untuk menunjang aktivitas di SCORA sehingga dapat mempermudah keberhasilan dari visi, misi, dan setiap kegiatan di SCORA. Salah satu contoh kegiatannya seperti membuat dan menjual produk – produk terkait SCORA, membuat petisi atau statement, long march, mengadakan donor atau acara amal, dan lainnya.
Promoting and Organizing the Event
Sejak awal sebagai anggota SCORA dan CIMSA yang mengedepankan aktivitas dan aksi
langsung dalam berorganisasi, maka anggota SCORA akan dihadapkan dengan berbagai project dan event – event yang diangkatkan secara berkelanjutan sesuai dengan ruang lingkupnya masing – masing. Sehingga tiap anggota SCORA nantinya akan mendapatkan pengalaman langsung bagaimana memanage sebuah project atau event dengan baik serta sesuai dengan tujuan
SCORA sebagai salah satu wadah aktivitas mahasiswa kedokteran dibidang kesehatan reproduksi dan AIDS tidak hanya menjadi tempat untuk para anggotanya (SCORAngels) beraktivitas, tapi juga menjadi sarana pengembangan diri yang optimal baik di bidang organisasi, ilmu kedokteran, sosial dan kemanusiaan. Bersama SCORA, selain berorganisasi anggotanya juga dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman terhadap konteks kesehatan reproduksi dan AIDS serta berbagai permasalahan yang terkait. Selain itu SCORAngels dengan segala kegiatan nya menjadikan SCORA seperti rumah sendiri baginya dan sesama anggota SCORA layaknya keluarga dekat tempat bertukar cerita, pengalaman, serta berbagi suka dan duka.
Banyak sekali ilmu – ilmu dan pengalaman yang bisa didapat di SCORA seperti menjadi peer educator dan penyuluh yang baik, policy maker, trainer yang handal, public speaker, event organizer, dll. Serta project – project SCORA yang dapat diikuti oleh seluruh anggota dan lokal SCORA seperti WAD, IWD, Mom’s Day, World Youth Day, Peer Education Workshop, dan lainnya ikut menambah dan menjadikan SCORA
World AIDS Day
World AIDS Day diperingati pada tiap tanggal 1 Desember. WAD ini telah diperingati sejak tahun 1988 sebagai bentuk kepedulian dan perlawanan terhadap meningkatnya kasus HIV/AIDS yang kian hari menjadi salah satu penyakit epidemik di seluruh dunia. Di SCORA sendiri setiap tahunnya seluruh anggota SCORA memperingati hari AIDS sedunia ini dengan melakukan berbagai aksi dan mengangkatkan project – project yang bertujuan untuk menghimbau semua elemen masyarakat agar menunjukkan kepedulian dan ikut melakukan aksi mencegah penyebaran penyakit tersebut terutama di Indonesia. Beberapa project yang telah dilaksanakan SCORA CIMSA diantaranya adalah seminar, talkshow, penyuluhan ke sekolah dan kampus, konser amal, dan banyak lagi.
National Peer Education Workshop
Peer Education merupakan salah satu program pemberian edukasi dimana menggunakan pendidik yang masih sebaya dan mempunyai latar belakang yang relatif sama dengan yang di didik. Program peer education ini terbukti lebih efektif terutama ketika membahas topik – topic yang sensitif seperti kesehatan seksual dan kesehatan reproduksi, dimana notabene topik – topic tersebut berhubungan erat dengan banyak project SCORA. Hal ini disebabkan karena pendidik sebaya menggunakan bahasa dan pesan – pesan yang relevan dan mudah dipahami oleh sebayanya. Oleh karena itulah SCORA CIMSA mengangkatkan project National Peer Education Workshop (NPEW) setiap tahunnya. Sehingga selain dapat melatih dan meningkatkan pengetahuan, sikap, serta kemampuan anggota SCORA CIMSA dalam
bidang Kesehatan Reproduksi dan HIV/AIDS, juga dapat memberikan bekal kepada anggota SCORA untuk menjadi pendidik sebaya (peer educator) yang baik sehingga dapat membagi ilmu yang didapat secara menyenangkan dan mudah dimengerti serta siap terjun langsung ke masyarakat.
LPET
LPET (Local Peer Educator Training) merupakan kegiatan lanjutan dari NPEW (National Peer Education Workshop) yang diwajibkan di setiap local setelah NPEW berlangsung. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk melanjutkan efek rantai ilmu yang di dapat oleh semua peserta NPEW di lokalnya masing-masing sehingga dapat membentuk peer educator di lokalnya. Konsep dari acara ini kami bebaskan untuk masing-masing local, yang dimana intinya adalah membentuk peer educator yang tidak terlepas dengan materi-materi yang berkaitan dengan keehatan reproduksi dan HIV/AIDS.
SCORE merupakan satu dari enam Standing Committee di CIMSA, merupakan singkatan dari Standing Committee on Research Exchange. SCORE bergerak di dua hal esensial, yaitu penelitian dan pertukaran mahasiswa kedokteran ke luar negeri.
Menciptakan lingkungan yang kondusif bagi mahasiswa kedokteran Indonesia untuk meningkatkan kemampuannya terutama dalam bidang penelitian. Meningkatkan kualitas mahasiswa kedokteran dalam bidang penelitian sebagai bekal untuk bersaing dalam era globalisasi dan internasionalisasi di bidang kedokteran dan kesehatan.
Melaksanakan program pertukaran mahasiswa kedokteran dalam bidang riset kedokteran.
Membuka mata internasional terhadap riset kedokteran di Indonesia.
SCORE-CIMSA dipimpin oleh seorang National Officer on Research Exchange (NORE).
National Committee on Research Exchange (NCRE) dipimpin oleh seorang National Officer on Research Exchange (NORE)
Local Committee on Research Exchange (LCRE) dipimpin oleh seorang Local Officer on Research Exchange (LORE).
National Committee on Research Exchange terdiri dari:
National Officer on Re National Officer on Research Exchange (NORE) Vice NORE for Internal Affair (VNI)
Vice NORE for External Affair (VNE) Secretary
Treasurer
NORE Assistant for Incoming(NAFI) NORE Assistant for Outgoing (NAFO)
Media and Communication Coordinator (MCC) Fundraising and Merchandise Coordinator (FnMC) Project Coordinator (PC)
Advisory Board (AB)
National Committee on Research Exchange (NCRE) dalam pelaksanaannya akan bekerjasama dan berkoordinasi langsung dengan Local Officer on Research Exchange (LORE) yang berada di LCRE tiap lokal
Cara Mendapatkan Status Anggota
Anggota SCORE-CIMSA adalah perwakilan organisasi Fakultas
Kedokteran yang telah
mengajukan diri secara resmi sebagai Local Committee on Research Exchange (LCRE)
dan memenuhi semua
persyaratan pengajuan diri
sebagai anggota yang
ditetapkan dan disahkan oleh Rapat Nasional.
LCRE adalah kepanitiaan khusus di Fakultas Kedokteran yang melakukan program
Kehilangan Keanggotaan, jika:
Institusinya dibatalkan. Dikeluarkan.
Mengundurkan diri disetujui oleh pimpinan lembaga kemahasiswaan eksekutif dan pimpinan fakultas, serta disahkan oleh Rapat Nasional. Tidak mengajukan permohonan kembali aktif setelah pembekuan kegiatan atas alasan apapun.
SGP (SCORE Goes Public) Level 1 – 4
SGP (SCORE Goes Public) merupakan projek nasional SCORE yang wajib dilaksanakan oleh seluruh lokal SCORE. Melalui projek ini maka anggota SCORE dapat menambah pengetahuan dan melatih kemampuannya dalam bidang riset dan memberikan manfaat bagi CIMSA dan masyarakat sekitar.
SGP (SCORE Goes Public) Extreme
SGP Extreme adalah project yang diinisiasi pada tahun 2013. SGP Extreme merupakan modifikasi SGP Level 4, namun pelaksanaannya meliputi seluruh anggota SCORE di semua lokal SCORE, yang saat ini terdiri dari 12 lokal (fakultas kedokteran). Pada level ini seluruh anggota SCORE se-Indonesia melaksanakan riset dengan mengambil 1 topik yang sama dan dapat bekerja sama dengan pihak eksternal, seperti Dinkes, Puskesmas, dll, serta sebagai feedbacknya hasil riset akan dipublikasikan ataupun disosialisikan. SGP level ini akan dilaksanakan sekali setahun dengan topik riset yang berbeda-beda setiap tahunnya, tergantung isu yang sedang hangat pada saat itu.
T-REX
T-REX merupakan singkatan dari Training of Reseacrh Exchange. Sebuah acara gathering nasional dari SCORE CIMSA yang diadakan sekali setahun. Agenda yang diadakan di T-REX adalah antara lain training, field trip ke lapangan, social program, bonding time, dll
GAP Exchange
GAP Exchange adalah singkatan dari Global Action Project. Untuk tahun ini, project ini direncanakan sebagai project kolaboratif nasional antara Standing Committee on Research Exchange (SCORE) dan Standing Committee on Public Health (SCOPH).
diangkat berupa endemic diseases. Penyakit endemik yang bisa ditemukan di Indonesia adalah neglected tropical diseases (NTDs). Penyakit endemik yang diangkat di lokal penyelenggara merupakan penyakit dengan prevalensi yang cukup tinggi serta dijadikan concern di daerah tempat lokal yang mengadakan project ini. SCORE dan SCOPH di lokal yang menjalankan GAP Exchange akan bekerjasama selama proses research exchange program.
Yang bisa ikutan exchange SCORE siapa saja sih?
Semua mahasiswa kedokteran Indonesia
Masih bingung bedain project SCORE sama project research exchange program...
Project SCORE adalah project yang dirancang oleh NCRE untuk dilaksanakan
oleh lokal-lokal SCORE, serta project yang dirancang langsung oleh lokal SCORE melalui supervise dan pemantauan LORE. Sedangkan project untuk research exchange program adalah project penelitian yang dimiliki oleh dosen/tutor yang bersedia diikutsertakan dalam program exchange SCORE. Jadi saat exchange, nanti mahasiswa bikin penelitian sendiri gitu?
Tidak, mahasiswa akan mengikuti agenda research yang dijalankan oleh
dosen/tutor yang sedang melakukan project penelitian tersebut.
Saat daftar exchange SCORE, apa penilaian paling esensial? Apa penilaian lainnya?
Paling penting adalah Motivation Letter. Penilaian lainnya adalah terdiri dari
CV, Transkrip Nilai, English Proficiency, dan Interview.
Kenapa SCORE ga punya NORE for Incoming dan NORE for Outgoing?
Karena secara filosofinya, SCORE tidak hanya bergerak di bidang exchange.
Tetapi juga memiliki bidang kerja lain, yaitu research. Jadi hanya dibutuhkan satu orang yang mengepalai Standing Committee ini, yaitu NORE dengan 2 asisten (NORE Assistant for Incoming/NAFI dan NORE Assitant for Outgoing/NAFO). Mereka bersama-sama akan bekerja untuk menjalankan tugas di bidang exchange.
SGP Extreme merupakan modifikasi dari SGP level 4, namun disini cakupannya adalah nasional, dimana tiap LCRE akan melaksanakan project SGP Extreme dengan tema yang sama.
GAP Exchange itu bidding apa bisa diadakan oleh lebih dari satu lokal?
Tidak ada bidding untuk GAP Exchange, hanya ada persyaratan yang wajib
suatu lokal CIMSA miliki untuk mengadakan sebuah project GAP Exchange. GAP Exchange dapat dilaksanakan oleh lebih dari satu lokal SCORE aktif.
“We are committed to promoting Human Rights and Peace and as future health care professionals we work towards empowering and improving the health
of refugees and other vulnerable people.”
SCORP CIMSA merupakan standing committee yang berfungsi untuk memfasilitasi para membernya (baik SCORP maupun CIMSA secara general) yang mempunyai kemauan untuk mengetahui isu-isu yang berhubungan dengan hak asasi manusia dan perdamaian di Indonesia ataupun di negara lainnya.
Member dari SCORP CIMSA diharapkan tidak hanya kompeten dibidang medis namun juga pada masalah social yang muncul di sekitarnya, karena kondisi tersebut memiliki pengaruh yang besar terhadap aspek kesehatan.
Dokumen Universal Declaration of Human Rights diadopsi oleh PBB pada 10
Desember 1948. Setelah perang dunia II berakhir dan terbentuknya PBB, dunia internasional bersumpah tidak akan membiarkan kekejaman serupa terjadi kembali. Pemimpin – pemimpin bangsa pada saat itu memutuskan untuk melengkapi UN
Universal health coverage
Kesehatan berperan besar dalam perkembangan ekonomi dan sosial serta pengurangan kemiskinan. Akses terhadap layanan kesehatan menjadi krusial dalam mempertahankan dan meningkatkan kesehatan manusia. Pada saat yang bersamaan, seluruh individu harus dilindungi dari biaya layanan kesehatan yang terlalu mahal dan memiskinkan mereka. UHC memiliki tujuan untuk menjaga kesejahteraan masyarakat dan mencapai equity keadilan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, karena mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak merupakan hak yang dimiliki oleh semua orang secara universal.
Refugee Health Care – Sphere Project
Pengungsi merupakan salah satu kelompok masyarakat yang sangat rentan, terutama dalam hal kesehatan. Dalam manajemen kesehatan pengungsi, ada beberapa aspek atau prosedur yang perlu diperhatikan.
Vulnerable people
Merupakan golongan orang-orang yang hak asasi manusianya sangat rawan untuk dilanggar. Contoh: anak-anak, manula, orang miskin, pengungsi, orang difabel, dll.
Environmental sustainability
Sebagai SCO yang concern tidak hanya kepada HAM dan perdamaian tetapi juga, lingkungan hidup. Karena merupakan hak setiap manusia untuk hidup di lingkungan yang bersih dan menyehatkan.
Standing Committee on Human Rights and Peace (SCORP) di IFMSA dibentuk pada tahun 1983 didasarkan atas mencuatnya masalah-masalah mengenai kesehatan dan kondisi sosial para pengungsi. Misi SCOR adalah meningkatan kesadaran masyarakat dunia akan pentingnya masalah pengungsi dan orang – orang yang rentan terhadap masalah kesehatan dan pelanggaran HAM (Internally Displaced People).
1983: Standing Committee on Refugees (SCOR) 1994: SCORP (Standing Committee on Refugees and Peace) 2005: SCORP (Standing Committee
on Human Rights and Peace)
Setelah berjalan beberapa tahun, SCOR menyadari kegiatan dan usaha yang dilakukan hanya terbatas untuk jangka waktu yang singkat dan bersifat paliatif.
Untuk menanggapi tantangan zaman yang telah berkembang dan untuk menemukan solusi jangka panjang, usaha yang dilakukan harus mengenai akar masalahnya, yaitu pencegahan konflik dan pelanggaran HAM, pada tahun 1994 SCOR berganti nama menjadi SCORP (Standing Committee on Refugees and Peace)
Pada tahun 2005, kata refugees diganti dengan human rights karena masalah global yang dihadapi sekarang adalah mengenai hak-hak asasi manusia, prevensi terjadinya konflik, dan masalah bencana alam.
NCORP (National Committee on Human Rights and Peace) dan LCORP (Local Committee on Human Rights and Peace)
National Committee on Human Rights Peace terdiri dari : National Officer on Human Rights Peace (NORP) Vice NORP for Internal Affairs (VNI)
Vice NORP for External Affairs (VNE) Secretary
Treasurer
Project Coordinator (PC)
Media and Communication Coordinator (MCC) Fundraise and Merchendise Coordinator (FnMC) Advisory Board (AB)
Serta jabatan-jabatan lainnya yang sudah ditetapkan dan dipublikasikan setelah kepengurusan dinyatakan aktif yaitu 1 (satu) bulan setelah serah terima jabatan.
Local Committee on Human Rights and Peace terdiri dari: Local Officer on Human Rights and Peace
Serta jabatan-jabatan lainnya yang sudah ditetapkan dan dipublikasikan setelah kepengurusan dinyatakan aktif.
SCORP CAMP merupakan meeting nasional untuk seluruh member SCORP maupun CIMSA General. Meeting ini difokuskan pada training tentang disaster management, terutama terhadap Refugees atau Internally Displaced People (IDPs). SCORP CAMP telah dilaksanakan sejak tahun 2007.
SCORPenicillin (SCORP Nice and Clean)
Peningkatan kebersihan serta keindahan di kampus kedokteran UR. Project ini dilakukan di lingkungan sekitar kampus dengan tujuan untuk menciptakan lingkungan kampus yang bersih dan indah serta terciptanya kesadaran para SCORPions dan seluruh mahasiswa UR untuk selalu menjaga kebersihan. Tidak hanya sekedar pembagian brosur mengenai pentingnya kebersihan namun project ini juga mengadakan operasi tong sampah yaitu dengan menyediakan 3 jenis tong sampah (organik, anorganik dan kertas) supaya sampah-sampah ini dipilah dengan baik. UR
Patch Adam’s Day
Project ini terinspirasi dari film dengan judul yang sama “Patch Adam” merupakan project garapan SCORP UNPAD, dimana terdapat seorang dokter yang mengajak anak penderita kanker bermain bersama. Project ini dilaksanakan untuk menunjukkan kepedulian kita terhadap anak-anak penderita kanker. UNPAD
Earth Hour Day
Project ini bertujuan untuk memberi edukasi kepada mahasiswa mengenai pentingnya menjaga lingkungan melalui penghematan listrik. Project ini dilaksanakan dengan sangat menarik seperti diadakannya berbagai perlombaan dalam gelap seperti berdandan dalam gelap, berganti baju dalam gelap, dan sebagainya. UKDW
SMASHED (Social Media and Sexual Harassment Education)
Project ini bertujuan untuk menjelaskan mengenai kegunaan dan risiko media sosial bagi anak-anak, pengertian dan batas-baztas pelecehan seksual dan mengorelasikan ancaman pelecehan seksual. Project ini dilaksanan sebagai bukti kepedulian akan adanya pelecehan yang terjadi pada anak-anak. UGM
“Proyek adalah serangkaian kegiatan yang terencana dan dilaksanakan dalam periode tertentu untuk mencapai suatu tujuan.”
Perencanaan
Pelaksanaan
Seluruh proyek CIMSA wajib mengisi form pengajuan project yang diserahkan kepada Project Development Director sebelum pelaksanaan project. Form ini akan digunakan sebagai pendataan proyek-proyek CIMSA.
1. Nama Program 2. Penyelenggara (SCO/lokal) 3. Project Officer Nama Email Nomor HP 4. Kategori Program 5. Latar Belakang Pemaparan Data (Hasil Asesmen Awal)
Identifikasi Masalah Solusi
6. Tujuan Program
Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound
Memiliki unsur “empowering medical students, improving nation’s health”
7. Hasil Akhir (Outcome)
8. Indikator Keberhasilan
9. Sasaran Program
Deskripsi singkat populasi target Alasan pemilihan populasi target Jumlah sasaran 10. Tempat Pelaksanaan 11. Waktu Pelaksanaan 12. Timeline Kerja 13. Durasi Program 14. Konsep Program Metode Intervensi Sumber daya Rundown Metode Follow Up Metode Evaluasi 15. Metode Asesmen 16. Struktur Kepanitiaan Nama Email Nomor HP Diagram kepanitiaan 17. Metode Publikasi 18. Anggaran Pemasukan Pengeluaran 19. Metode fundraising
Seusai pelaksanaan proyek, Project Officer diwajibkan untuk menyusun project report dan menyerahkannya kepada Project Coordinator untuk kemudian diberikan kepada Project Development Director. Project Report ini wajib dikirimkan ke milis
CIMSA-general maksimal H+14 pasca kegiatan. Komponen-komponen dari project
Kata Pembuka Latar belakang Tujuan
Sasaran
Waktu dan tempat Rangkaian Acara Indikator Keberhasilan Budgeting
Evaluasi Pelaksanaan (secara umum) Kerja Sama (Partnership)
Bentuk Publikasi Potensi Keberlanjutan Kritik dan saran Foto Kegiatan Summary
Promagz disusun dalam bentuk softcopy dan dipublikasikan melalui milis, twitter, dan blog project
Promagz akan dirilis pada setiap periode
Artikel dikirimkan dalam bentuk dokumen Microsoft Word dengan nama dokumen mengikuti format: Nama Project – Penyelenggara Project – Penulis, contoh: “Exploring The Unexplored – SCOPE dan SCOME UI – Denisa Widyaputri”
Artikel dikirimkan ke [email protected] dan [email protected]
dengan subject mengikuti format: [Promagz] Nama project dan
penyelenggara, contoh: “[Promagz] Exploring The Unexplored SCOPE-SCOME UI”
Gambar yang berkaitan dengan artikel dikumpulkan dalam bentuk file .JPEG terpisah (tidak dimasukan dalam dokumen Microsoft Word)
Promagz memuat: o Upcoming projects o Project report o Project Update o Comdev Corner o Agenda project o Projectour
o Isu kesehatan nasional dan internasional
Project Fair merupakan sebuah acara "pameran proyek" yang dihadiri oleh peserta national meeting. Pada acara berdurasi 2-3 jam ini, para peserta diperkenankan untuk mengunjungi booth proyek yang telah disediakan. Adapun booth pada Project Fair ini berisi pameran dari proyek-proyek yang telah melalui seleksi aplikasi.
Setiap booth akan dimeriahkan oleh member representatif lokal atau SCO dari
proyek tersebut. Selama acara berlangsung, setiap proyek dapat mempresentasikan proyeknya, membagikan suvenir, maupun melakukan hal-hal promotif terkait
proyeknya. Di penghujung acara, PDD akan mengumumkan best project fair
berdasarkan kriteria penilaian yang telah ditentukan.
Syarat proyek yang dapat diajukan
Proyek CIMSA yang telah berlangsung maksimal dua tahun terakhir
Proyek yang belum ataupun akan dilaksanakan tidak dapat diajukan untuk Project Fair
Setiap booth wajib memiliki
Minimal 1 display yang memuat foto-foto proyek beserta deskripsi singkatnya
Minimal 1 hardcopy berisi laporan pelaksanaan proyek Minimal 1 presentator
Syarat dan Kondisi
Pemasangan properti dan dekorasi booth dapat dilakukan mulai dari 30 menit sebelum dimulainya kegiatan Project Fair
Properti atau dekorasi yang dibawa harap disesuaikan dengan ukuran dan desain booth yang disediakan
Peserta diharapkan dapat mempersiapkan booth projectnya sebaik dan semenarik mungkin
Peserta diharapkan dapat mendukung terciptanya kemeriahan kegiatan Project Fair
Peserta diwajibkan untuk membersihkan dan merapikan booth seusai berakhirnya Project Fair
Project Presentation merupakan suatu sesi di dalam plenary session di mana akan terdapat presentasi dari proyek-proyek terpilih.
Syarat proyek yang dapat diajukan
Proyek CIMSA, baik yang akan dilaksanakan, sedang dilaksanakan, ataupun telah dilaksanakan
Proyek CIMSA yang memiliki konsep atau tema yang sesuai dengan salah satu dari tujuh tema yang dipaparkan di atas
Teknis
Proyek yang didaftarkan dalam Project Presentation ini akan diseleksi berdasarkan tema yang ditentukan
Proyek yang dinyatakan lolos seleksi diwajibkan untuk mengumpulkan presentasi dengan format dan konten sesuai dengan yang akan diberikan kemudian.
Proyek-proyek yang lolos seleksi akan menyusun presentasi bersama dengan proyek-proyek lainnya yang lolos seleksi dalam tema yang sama.
Dalam Project Presentation, hanya akan terdapat maksimal 7 presentasi (karena terdiri dari 7 tema), di mana dalam masing-masing tema, dapat terdiri atas lebih dari 1 proyek.
Contoh kasus
Lokal ITB mendaftarkan project A, B, C untuk tema Mental Health dan project D, E, F untuk tema Medical Education. Sementara lokal ITS mendaftarkan project G, H, I untuk tema Mental Health dan project J, K, L untuk tema Medical Education. Apabila project yang dinyatakan lolos adalah B, E, H, dan K, maka nantinya hanya akan ada dua presentasi, yaitu Mental Health dan Medical Education. Di mana presentasi Mental Health terdiri atas presentasi project B (ITB) dan H (ITS), sementara presentasi Medical Education terdiri dari presentasi proyek E (ITB) dan K (ITS) yang telah dipersiapkan & dikompilasi sebelumnya.
Komponen Skor
1 2 3
Project (75%)
Latar Belakang
Pemaparan fakta tidak berdasarkan pada data-data kuantitatif. Masalah yang dikemukakan
berkaitan erat dengan isu yang terjadi di masyarakat.
Memaparkan fakta berbasis data yang valid dan terperinci. Masalah yang dikemukakan berkaitan erat dengan isu yang terjadi di masyarakat.
Memaparkan fakta berbasis data yang valid dan terperinci. Masalah yang dikemukakan berkaitan erat dengan isu yang terjadi di masyarakat dan memiliki tingkat urgensi yang tinggi.
Tujuan Memenuhi 1-2 poin SMART (Specific, Measurable, Achievable, Realistic, Time-bound) Memenuhi 3-4 poin SMART (Specific, Measurable, Achievable, Realistic, Time-bound)
Memenuhi kelima poin SMART (Specific, Measurable, Achievable, Realistic, Time-bound)
Konsep
Konsep acara yang diajukan memenuhi 1 dari 3 kriteria (aplikatif, efektif, inovatif)
Konsep acara yang diajukan memenuhi 2 dari 3 kriteria (aplikatif, efektif, inovatif)
Konsep acara yang diajukan bersifat aplikatif, efektif, dan inovatif.
Dampak
Project memiliki kebermanfaatan, namun tanpa disertai dengan data-data terukur.
Project memiliki kebermanfaatan yang terukur bagi sasarannya, namun kurang bermanfaat untuk panitia internal.
Project memiliki kebermanfaatan yang terukur bagi sasarannya dan panitia internalnya.
Metode Asesmen
Project memiliki metode asesmen yang praktis
Project memiliki metode asesmen yang praktis dan efektif
Project memiliki metode asesmen yang praktis, efektif, dan valid
Presentasi (25%) Teknik
Presentasi memenuhi 1 dari 3 poin (menarik, komunikatif, dan pesan tersampaikan dengan baik)
Presentasi memenuhi 2 dari 3 poin (menarik, komunikatif, dan pesan tersampaikan dengan baik)
Presentasi dibawakan secara menarik, komunikatif, dan pesan tersampaikan dengan baik
Penyajian
Penyajian presentasi memenuhi 1 dari 3 poin (konten sesuai dengan format yang diberikan, tampilan presentasi menarik, konten mudah dipahami)
Penyajian presentasi memenuhi 2 dari 3 poin (konten sesuai dengan format yang diberikan, tampilan presentasi menarik, konten mudah dipahami)
Media presentasi memiliki konten yang sesuai dengan format yang diberikan, tampilan presentasi menarik, dan konten mudah dipahami
“Pemimpin yang baik bukan di lihat dari seberapa banyak
pengikutnya, dan seberapa lama ia memimpin, tapi terlihat dari
seberapa banyak ia bisa menciptakan pemimpin-pemimpin baru”
Kaderisasi adalah proses pendidikan jangka panjang untuk pengoptimalan potensi-potensi kader dengan cara mentransfer dan menanamkan nilai-nilai tertentu, hingga nantinya akan melahirkan kader-kader yang tangguh.
Peran dalam Kaderisasi suatu organisasi dapat dipetakan menjadi dua peran. Pertama, pelaku kaderisasi (subyek). Dan kedua, sasaran kaderisasi (obyek). Untuk yang pertama, subyek atau pelaku kaderisasi sebuah organisasi adalah individu atau sekelompok orang yang dipersonifikasikan dalam sebuah organisasi untuk melakukan fungsi regenerasi dan kesinambungan tugas-tugas organisasi. Sedangkan yang kedua adalah obyek dari kaderisasi, dengan pengertian lain adalah individu-individu yang dipersiapkan dan dilatih untuk meneruskan visi dan misi organisasi.
Kaderisasi adalah sesuatu yang tidak boleh tidak dilakukan. Karena untuk menghasilkan buah yang enak maka harus dirawat dengan baik, Begitu juga dalam kehidupan berorganisasi, jika ingin roda organisasi terus berjalan dan berkembang menjadi lebih baik, maka para anggotanya harus kita lengkapi dengan kemampuan-kemampuan untuk dapat mengembangkan organisasi tersebut. Kesuksesan sebuah organisasi tergantung kepada kaderisasi, karena di kaderisasi seseorang dibina, diberikan bekal, ditanamkan nilai-nilai agar hasil sesuai dengan yang diinginkan. Ingat, salah satu poin yang harus diingat dalam menjaga keberlanjutan organisasi adalah dengan membentuk kader-kader yang memiliki kapabilitas dan komitmen terhadap dinamika organisasi untuk masa depan.
adalah sekelompok orang yang di pimpin oleh Human Resource Development Lokal dan berada di bawah supervisi EB, khususnya Vice Local Coordinator Internal. Dalam pelaksanaannya, HRD lokal akan di bantu oleh para Trainer yang menjadi ujung tombak dalam sistem ini.
Tahap pertama Kaderisasi di mulai saat para calon anggota tertarik dan ingin tahu lebih mengenai CIMSA, mulai dari sini kita harus bisa mengakomodasi mereka untuk memuaskan keingintahuannya tersebut. Jangan lupa, yang kita persiapkan bukan hanya trainingnya, pada tahap ini, lokal juga harus mempersiapkan sistem dan alur yang baik untuk pendaftaran member. Selain itu, pada tahap awal ini diusahakan supaya member tetap excited dan penasaran terhadap kegiatan-kegiatan yang ada di CIMSA. How? Dengan plotting materi yang strategis dan hubungan interpersonal yang baik antara senior (terlebih para official) dan para anggota baru.
Setelah tahap pengenalan ini, dilakukanlah wawancara untuk melihat seberapa besar motivasi mereka untuk mengikuti CIMSA. Selain itu, wawancara juga sangat berguna dalam penempatan SCO. Metode wawancara yang digunakan sebaiknya, selain melihat minat, juga bisa dikaji melalui aspek psikologis.
Pasca pengesahan member, disinilah sebagian besar tugas kita akan dimulai. Setelah mereka resmi menjadi member, kita harus membekali mereka dengan skill serta nilai-nilai yang dibutuhkan untuk dapat mengembangkan CIMSA. Materi-materi wajib memang sudah disediakan oleh CIMSA nasional, namun alangkah baiknya jika HRD lokal juga melakukan need assesment untuk mengetahui apa yang betul-betul lokalnya butuhkan sehingga materi dapat ditambahkan atau di modifikasi sesuai kebutuhan.
Seperti dituliskan pada bagian sebelumnya, kaderisasi adalah proses pembentukan kader yang akhirnya benar-benar mampu menjalankan visi dan misi organisasi. Pertanyaan yang sering ditanyakan adalah: Kapan kaderisasi berakhir? Jawabannya adalah ketika anggota dalam organisasi telah mampu menjalankan visi dan misi organisasi secara baik. Jika hal itu belum tercapai, maka sistem kaderisasi harus terus dijalankan dan dikembangkan.
Untuk menjalankan kaderisasi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Modul CIMSA nasional di buat berdasarkan need assesment yang telah di isi oleh HRD masing-masing lokal dengan persetujuan Local Coordinator. Dengan ini maka, modul-modul yang tercantum di bawah ini adalah standar minimal materi yang disampaikan kepada anggota:
Modul Pre-Basic: A1. CIMSA-IFMSA A2. SCO-General
Modul Basic: B.1 SCO-S (Specific)*
B.2 Leadership
B.3 English & Writing Skills B.4 Project Management B.5 Think Outside The Box B.6 Community Development 3) Modul Advance: C.1 Research Skills
C.2 Public Speaking
C.3 Advocacy and Marketing C.4 Team Building
Selain modul-modul di atas, perlu dilakukan beberapa langkah personal untuk mendukung tujuan kaderisasi, yaitu:
Beri Kepercayaan
Beri kepercayaan kepada anggota mengenai hal-hal yang perlu dikerjakan, biarkan mereka melakukan apa yang mereka anggap benar, namun arahan strategis/konsep yang matang telah kita berikan. Setelah itu lakukan evaluasi terkait kerja yang telah dia kerjakan tetapi, sifatnya bukan menggurui, namun pembahasan bersama menuju arah yang terbaik bagi organisasi.
Beri Semangat dan Motivasi
Motivasi merupakan hal yang sangat penting dalam organisasi Apabila terdapat beberapa hal yang tidak sejalan dengan pakem-pakem yang telah ditetapkan, berilah feedback (umpan balik / evaluasi) kepada anggota tersebut. Jangan pernah marah-marah, apalagi memaki anggota tersebut, karena hal itu akan membuat dia trauma dan bernyali kecil, dampak negatifnya adalah dia jadi takut untuk mengambil keputusan, karena khawatir dengan resiko yang akan dihadapi.
Menjalin Kedekatan.
Jalinlah kedekatan dengan anggota, secara terbuka dan rileks membahas situasi organisasi dari beberapa aspek (kaderisasi, project, publikasi, dll), sesekali mintai pendapatnya. Kita pun dapat menjabarkan konsep-konsep pemikiran kita dalam