• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III PEMBAHASAN. tambahan keuntungan yang disepakati. Dalam bai al-murabahah, penjual harus

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III PEMBAHASAN. tambahan keuntungan yang disepakati. Dalam bai al-murabahah, penjual harus"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Khiyar majlis adalah hak bagi penjual dan pembeli yang melakukan akad jual beli untuk membatalkan atau meneruskan akad jual beli selama mereka masih belum berpisah dari tempat

Dalam produk dengan akad Jual-Beli, bank berperan sebagai penjual dan nasabah berperan sebagai pembeli. Barang yang diperjual belikan merupakan barang milik bank yang

Dari definisi dari berbagai pakar di atas, dapat disimpulkan bahwa murabahah adalah suatu akad jual beli antara pihak penjual(bank) dengan pembeli (nasabah) dengan

Dalam prakteknya di Bank Rakyat Indonesia kantor cabang pembantu syari’ah Gresik pada dasarnya penghitungan yang digunakan dalam akad jual beli pembiayaan murabahah sesudah

Akad yang digunakan oleh BPRS Al-Salaam adalah akad murabahah (jual-beli) dimana BPRS Al-Salaam bertindak sebagai penjual dan anggota sebagai pembeli. Dalam

Jual beli dalam pembiayaan berdasar prinsip murabahah tidak jauh beda dengan jual beli yang ada dalam KUH Perdata dimana kedudukan bank sebagai penjual dan nasabah sebagai pembeli,

Karena pada dasarnya murabahah adalah akad jual beli barang dengan menyatakan harga perolehan dan margin yang telah disepakati oleh penjual dan pembeli bank dan nasabah.1 Jika margin

Murabahah merupakan akad yang menjadi kover atas transaksi jual beli barang dengan menyatakan harga perolehan dan keuntungan margin yang disepakati oleh penjual dan pembeli.. Dengan