• Tidak ada hasil yang ditemukan

KATA PENGANTAR. Ambon, Juli 2019 Kepala Stasiun PSDKP Ambon. Harlym Raya Maharbhakti, S.Pi., M.Si NIP

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KATA PENGANTAR. Ambon, Juli 2019 Kepala Stasiun PSDKP Ambon. Harlym Raya Maharbhakti, S.Pi., M.Si NIP"

Copied!
61
0
0

Teks penuh

(1)

2019

(2)

Pelaksanaan kegiatan pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (SDKP) di Triwulan II Tahun 2019 telah diwarnai oleh sejumlah keberhasilan yang dicerminkan dengan pencapaian indikator kinerja sasaran sesuai target, di samping beberapa capaian indikator yang belum memenuhi target. Informasi kinerja tersebut disajikan dalam sebuah Laporan Kinerja (LKj) Triwulan II Tahun 2019 Unit Pelaksana Teknis Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Ambon.

Informasi kinerja disajikan dalam Laporan Kinerja (LKj) Triwulan II Tahun 2019 Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Ambon (Stasiun PSDKP Ambon). LKj Stasiun PSDKP Ambon Triwulan II Tahun 2019 disusun dalam rangka memenuhi Peraturan Pemerintah Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), yang merupakan wujud pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas sesuai visi dan misi yang dibebankan kepada Stasiun PSDKP Ambon dalam kurun waktu 1 (satu) Triwulan Tahun pada Tahun 2019. Selain itu, laporan ini disusun sebagai sarana pengendalian dan penilaian kinerja dalam rangka mewujudkan penyelenggaraan pemerintah yang baik dan bersih (good governance and clean government) serta sebagai umpan balik dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan ke depan.

Harapan kami, Laporan kinerja Triwulan II Tahun 2019 ini dapat menjadi media pertanggungjawaban kinerja sekaligus tolak ukur peningkatan kinerja bagi seluruh staff UPT Stasiun PSDKP Ambon dan semua pihak yang terkait.

Ambon, Juli 2019

Kepala Stasiun PSDKP Ambon

Harlym Raya Maharbhakti, S.Pi., M.Si NIP. 19800314 200312 1 004

KATA PENGANTAR

(3)

Laporan Kinerja (LKj) UPT Stasiun PSDKP Ambon Triwulan II Tahun 2019 merupakan wujud akuntabilitas pencapaian kinerja dari pelaksanaan Rencana Strategis (RENSTRA) Ditjen. PSDKP Tahun 2015-2019 dan Rencana Kinerja Tahunan 2018 yang telah ditetapkan melalui Perjanjian Kinerja Triwulan II Tahun 2019 dan telah diintegrasikan dengan Balanced Scorecard (BSC). Penyusunan LKj pada hakekatnya merupakan kewajiban dan upaya untuk memberikan penjelasan mengenai akuntabilitas terhadap kinerja yang telah dilakukan selama Triwulan II Tahun bersangkutan.

Sejalan dengan semangat reformasi birokrasi, UPT Stasiun PSDKP Ambon telah menyusun perjanjian kinerja Triwulan II Tahun 2019 secara berjenjang sesuai dengan kedudukan, tugas, dan fungsinya serta menyempurnakannya melalui penerapan sistem pengelolaan kinerja berbasis BSC. Implementasi BSC dalam pengelolaan kinerja di lingkungan UPT Stasiun PSDKP Ambon, selain merupakan pemenuhan amanat kebijakan pengelolaan kinerja yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), juga ditujukan untuk:

1. Menterjemahkan strategi organisasi ke dalam rencana operasional dengan baik, sehingga manajemen kinerja organisasi akan selaras dengan strategi organisasi; 2. Membangun organisasi yang terus menerus melakukan perbaikan (continuous

improvement)

3. Membangun keselarasan antar unit kerja dan meningkatkan efektifitas dan efisiensi organisasi.

Stasiun PSDKP Ambon hanya mengggunakan 3 (tiga) perspektif BSC yaitu Customer Perspective, Internal Process Perspective, dan Learn and Growth Perspective sedangkan untuk Stakeholders Perspective dikarenakan Stasiun PSDKP Ambon merupakan Unit Pelaksana Teknis sebagai unit kerja pendukung yang mengacu pada Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan sebagai unit kerja utama.

Sebagai implikasi penerapan BSC dalam upaya perencanaan Triwulan II

RINGKASAN EKSEKUTIF

(4)

Strategis (SS), yaitu: (1) Terwujudnya Kedaulatan dalam Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan; (2) Terselenggaranya Pengendalian dan Pengawasan SDKP secara profesional dan partisipatif; (3) Tersedianya infrastruktur pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan (4)Tersedianya Aparatur Sipil Negara Stasiun PSDKP Ambon yang kompeten, profesional dan berkepribadian; (5) Tersedianya manajemen pengetahuan yang handal dan mudah diakses (6) Terwujudnya birokrasi Stasiun PSDKP Ambon yang efektif, efisien dan berorientasi pada layanan prima; dan (7) Terkelolanya anggaran Stasiun PSDKP Ambon secara efisien dan akuntabel .

Penilaian terhadap keberhasilan atau kegagalan pencapaian Sasaran Strategis, diukur dengan Indikator Kinerja Utama (IKU). Pada Triwulan II Tahun 2019 sebagai hasil dari implementasi BSC, terdapat 18 IKU pengawasan SDKP yang menjadi komitmen kinerja Stasiun PSDKP Ambon. Pencapaian IKU Triwulan II Tahun 2019, dari 18 IKU level Stasiun PSDKP Ambon terdapat 17 IKU berstatus hijau (persentase pencapaian lebih dari 100% ), dan 1 (dua) IKU berstatus kuning (kurang dari 100%). Capaian kinerja sasaran (outcome) SDKP Triwulan II Tahun 2019 tercermin dari pencapaian Sasaran Strategis dan Indikator Kinerja Utama (IKU) dengan toleransi pengukuran 10% diuraikan sebagai berikut:

(5)

Sumber : Kinerjaku.KKP.go.id

Realisasi anggaran Triwulan II Tahun 2019 yang telah dicapai oleh Stasiun Pengawasan SDKP Ambon sampai bulan Juni 2019 sebesar Rp. 5.232.707.732,- (lima

milyar dua ratus tiga puluh dua juta tujuh ratus tujuh ribu tujuh ratus tiga puluh dua ribu rupiah) atau 33% dari total anggaran yang dialokasikan yaitu Rp.

15.650.209.000,- (lima belas milyar enam ratus lima puluh juta dua ratus sembilan

ribu rupiah).

Melalui Laporan Kinerja Triwulan II Tahun 2019 ini diharapkan dapat menjadi bahan perbaikan kinerja kegiatan selanjutnya sesuai dengan tujuan dan sasaran Perencanaan di Triwulan II Tahun 2019.

(6)

KATA PENGANTAR ... i

RANGKUMAN EKSEKUTIF ... ii

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR TABEL ... vi

DAFTAR GAMBAR ... vii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Maksud dan Tujuan ... 2

C. Isu Aktual Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan……… ... 2

D. Tugas dan Fungsi Stasiun PSDKP Ambon ... 3

E. Sistematika Penyajian Laporan ... 5

BAB II PERJANJIAN KINERJA ... 7

A. Rencana Strategis Ditjen. PSDKP2015–2019 ... 7

B. Perjanjian Kinerja Triwulan II Tahun 2019 ... 9

C. Pengukuran Capaian Triwulan II Tahun 2019 ... 25

BAB IV AKUNTABILITAS KINERJA ... 26

A. Capaian Kinerja Stasiun PSDKP Ambon ... 26

B. Evaluasi dan Analisis Pencapaian Kinerja Stasiun PSDKP Ambon ... 29

1. Sasaran Strategis 1. Terwujudnya Kedaulatan dalam Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan ... 29

2. Sasaran Strategis 2 Terselenggaranya Penggendalian dan Pengawasan SDKP Secara Profesional dan Partisipatif ... 39

3. Sasaran Strattegis 3. Tersedianya infrastruktur pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan ……… 45

4. Sasaran Strategis 4. Tersedianya Aparatur Sipil Negara Stasiun Pengawasan SDKP Ambon yang Kompeten, Profesional, dan Berintegritas ... 46

5. Sasaran Strategis 5. Tersedianya Manajemen Pengetahuan yang Handal dan Mudah Diakses ... 46

6. Sasaran Strategis 6. Terwujudnya Birokrasi Stasiun PSDKP Ambon Yang Efektif, Efisien, dan Berorientasi pada Layanan Prima ... 48

7. Sasaran Strategis 7. Terkelolanya Anggaran Stasiun PSDKP Ambon Secara Efisien ... 50

BAB IV PENUTUP ... 53

A. Kesimpulan ... 53

B. Saran ... 53

DAFTAR ISI

(7)

Tabel

Tabel 3.1. Capaian Sasaran Strategis Stasiun PSDKP Ambon Triwulan II Tahun

2019………... 26 Tabel 3.2. Capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Stasiun PSDKP Ambon

Triwulan II Tahun

2019………... 27 Tabel 3.3. Perbandingan Target dengan Capaian SS-1Triwulan IIII Tahun

2019... 30 Tabel 3.4. Komponen Pembentuk IKU Persentase kepatuhan (compliance) pelaku

usaha kelautan dan perikanan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku... 31 Tabel 3.5. Ketaatan kapal perikanan lingkup Stasiun PSDKP Ambon Triwulan II

Tahun 2019... 32 Tabel 3.6. Ketaatan unit usaha pengolahan hasil perikanan lingkup Stasiun PSDKP

Ambon………... 34 Tabel 3.7. Ketaatan unit usaha budidaya ikan lingkup Stasiun PSDKP Ambon... 35 Tabel 3.8. Ketaatan Distribusi ikan lingkup Stasiun PSDKP Ambon... 36 Tabel 3.9. Perbandingan Target dengan Capaian SS-2 Triwulan II Tahun

2019... 37 Tabel 3.10. Komponen pembentuk IKU Jumlah pelaku usaha pengelolaan WP3K

yang taat terhadap ketentuan peraturan perundnag-undangan yang

berlaku………... 38 Tabel 3.11. Ketaatan pelaku usaha pemanfaatan Ruang Laut Nasional (Pencemaran)

lingkup Stasiun PSDKP Ambon……….……... 39 Tabel 3.12. Ketaatan pelaku usaha pemanfaatan Ruang Laut Nasional lingkup

Stasiun PSDKP Ambon……….……... 40 Tabel 3.13. Capaian IKU pada SS-3 “Terselenggaranya Pengawasan Sumber Daya

Kelautan dan Perikanan secara efektif”…... 41 Tabel 3.14 Operasi Kapal Pengawasa HIU 13……….. 42 Tabel 3.15 Lokasi dan ukuran serta kondisi kapal pengawas lingkup Stasiun PSDKP

Ambon……… 42

Tabel 3.16 Penanganan kasus tindak pidana kelautan dan perikanan lingkup Stasiun

PSDKP Ambon……….. 43

Tabel 3.17 Hari Operasi Kapal Pengawas dan speedboat Stasiun PSKDP Ambon……... 43 Tabel 3.18 Jumlah kawasan konservasi perairan yang diawasi sesuai ketentuan

peraturan perundang-undangan………. 44

Tabel 3.19 Jumlah jenis Ikan yang dilindungi dan diawasi sesuai ketentuan

perundang-undangan………. 45

Tabel 3.20 Rincian Penyerapan Anggaran per Kegiatan Stasiun Pengawasan SDKP

DAFTAR TABEL

(8)

Gambar

Gambar 1. Struktur Organisasi Stasiun PSDKP Ambon Triwulan II Tahun 2019…….. 5 Gambar 2. Peta Strategi Stasiun PSDKP Ambon... 10 Gambar 3. Perjanjian Kinerja Lingkup Stasiun PSDKP Ambon Tahun 2019 11 Gambar 4. Capaian IKU Presentase Unit Kerja yang Menerapkan Sistem

Manajemen Pengetahuan yang Terstandar……….. 47 Gambar 5. Capaian IKU Presentase Unit Kerja yang Menerapkan Sistem

Manajemen Pengetahuan yang Terstandar……….. 48 Gambar 6. Nilai Kinerja Anggaran Stasiun PSDKP Ambon………. 52

DAFTAR GAMBAR

(9)

A. Latar Belakang

Berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 33/PERMEN-KP/2016 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Unit Pelaksana Teknis Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan yang selanjutnya disebut UPT PSDKP merupakan unit pelaksana teknis Kementerian Kelautan dan Perikanan di bidang pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan. UPT PSDKP Ambon merupakan UPT baru yang ditetapkan berdasarkan KEPMEN Nomor 33/PERMEN-KP/2016 pada tanggal 28 September 2016. Stasiun PSDKP Ambon membawahi 4 (Empat) Satuan Pengawas (Satwas), yaitu: Seram Bagian Timur, Halmahera Selatan, Ternate, dan Morotai.

UPT Stasiun PSDKP Ambon memiliki tugas melaksanakan pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dalam melaksanakan tugas tersebut, UPT Stasiun PSDKP Ambon menyelanggarakan fungsi: a) penyusunan rencana, program dan anggaran, pemantauan dan evaluasi, serta laporan; b) pelaksanaan operasional pengawasan pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan; c) pelaksanaan penyiapan logistik dan pemeliharaan Kapal Pengawas Perikanan; d) pelaksanaan penanganan pelanggaran pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan; e) pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana pengawasan; dan f) pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga.

Untuk mewujudkan pengawasan SKDP sebagaimana tugas dan fungsi tersebut, maka diperlukan manajemen kinerja yang di dalamnya meliputi aspek perencanaan, pelaksanaan sampai dengan pengukuran dan evaluasi hasil pelaksanaan kegiatan. Sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, maka Stasiun PSDKP Ambon sebagai instansi pemerintah dan unsur penyelenggara negara diwajibkan menetapkan target kinerja

PENDAHULUAN

BAB

(10)

B. Maksud dan Tujuan 1) Maksud

Penyusunan Laporan Kinerja Stasiun PSDKP Ambon Triwulan II Tahun 2019 adalah bentuk pertanggungjawaban kepada Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan atas pengelolaan anggaran dan pelaksanaan program/kegiatan dalam rangka mencapai visi dan misi yang telah ditetapkan. Pelaporan kinerja juga dimaksudkan sebagai media untuk mengkomunikasikan pencapaian kinerja pengawasan SDKP selama Triwulan II dan anggaran, kepada masyarakat dan stakeholders lainnya.

2) Tujuan

Tujuannya adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan dari penerapan manajemen kinerja UPT Stasiun PSDKP Ambon serta memperbaiki kinerja kearah yang lebih baik di masa yang akan datang, dimulai dari proses perencanaan yang benar, pelaksanaan dan evaluasinya. Berdasarkan pengukuran dan evaluasi yang dilakukan pada setiap bulan, akan dirumuskan beberapa rekomendasi sebagai masukan dalam menetapkan kebijakan dan strategi pencapaian target yang lebih baik lagi.

C. Isu Aktual Pengawasan Sumber Daya kelautan dan Perikanan

Isu aktual pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan yang menuntut perlunya dilakukan pengawasan terhadap pemanfaatan SDKP, antara lain:

1. Bidang Perikanan Tangkap

a. Masih maraknya kegiatan illegal fishing di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) baik yang dilakukan oleh Kapal Ikan Indonesia (KII) maupun Kapal Ikan Asing (KIA).

b. Beberapa Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) telah mengalami overfishing dan overcapacity.

c. Masih maraknya penangkapan ikan dengan menggunakan alat tangkap tidak ramah lingkungan serta merusak sumber daya ikan dan lingkungannya.

2. Bidang Perikanan Budidaya

a. Ekstensifikasi budidaya perikanan yang merusak mangrove.

b. Limbah kegiatan budidaya ikan yang menyebabkan pencemaran kawasan pesisir dan laut.

(11)

d. Pengangkutan ikan hidup yang tidak terkontrol dengan baik. e. Budidaya ikan yang berbahaya dan dilarang masuk ke Indonesia. f. Pemanfaatan izin budidaya tidak sesuai dalam pelaksanaannya. 3. Bidang Pengolahan Hasil Perikanan

a. Limbah yang dihasilkan dalam pengolahan ikan perikanan yang menyebabkan pencemaran perairan.

b. Hanya 30-50% dari kapasitas Unit Pengolahan Ikan (UPI) terpasang yang beroperasi, dikarenakan kurangnya pasokan bahan baku;

c. Masih mengimpor sebagian bahan baku pengolahan ikan dari negara tetangga yang notabene luas perairan lautnya jauh lebih kecil dari luas perairan Laut Indonesia.

4. Bidang Pemasaran Hasil Perikanan

a. Perbedaan angka produk perikanan yang diekspor dengan produk perikanan yang diimpor.

b. Ikan berformalin masih ditemui di pasar-pasar tradisional.

c. Ekspor hasil perikanan Indonesia terancam diembargo, karena belum dapat membuktikan dilaksanakannya upaya pengelolaan dan konservasi sumber daya ikan secara benar dan baik, sesuai ketentuan internasional dan regional.

5. Bidang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil

a. Kerusakan terumbu karang akibat penambangan karang dan penggunaan alat tangkap yang merusak habitat ikan, seperti: bom, racun, dan stroom.

b. Eksploitasi mangrove.

c. Kegiatan perikanan yang menyebabkan pencemaran perairan pesisir dan laut. D. Tugas dan Fungsi Stasiun PSDKP Ambon

Sebagaimana penjelasan sebelumnya bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor: 33/PERMEN-KP/2016 tentang organisasi dan tata kerja Unit Pelaksana Teknis Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan , tugas UPT Stasiun PSDKP Ambon adalah melaksanakan pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dalam melaksanakan tugas tersebut, Stasiun PSDKP Ambon menyelenggarakan fungsi :

a. penyusunan rencana, program dan anggaran, pemantauan dan evaluasi, serta laporan;

(12)

b. pelaksanaan operasional pengawasan pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan;

c. pelaksanaan penyiapan logistik dan pemeliharaan Kapal Pengawas Perikanan; d. pelaksanaan penanganan pelanggaran pemanfaatan sumber daya kelautan dan

perikanan;

e. pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana pengawasan; dan f. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga.

Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, Stasiun PSDKP Ambon terdiri dari beberapa bagian, yaitu

a. Subseksi Sarana dan Prasarana;

b. Subseksi Operasional Pengawasan dan Penanganan Pelanggaran; c. Urusan Tata Usaha; dan

d. Kelompok Jabatan Fungsional.

Adapun penjabaran dari tugas masing-masing bagian tersebut adalah: 1. Subseksi Sarana dan Prasarana

Tugas :

Mempunyai tugas melakukan penyiapan logistik, dan pemeliharaan Kapal Pengawas Perikanan, serta pengelolaan sarana dan prasarana pengawasan.

2. Subseksi Operasional Pengawasan Penanganann Pelanggaran Tugas :

Subseksi Operasional Pengawasan dan Penanganan Pelanggaran mempunyai tugas melakukan operasional pengawasan, serta penanganan pelanggaran pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan.

3. Urusan Tata Usaha Tugas :

Urusan Tata Usaha mempunyai Usaha mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan rencana program, anggaran, dokumentasi, kehumasan, pengelolaan urusan administrasi keuangan, barang milik negara, kepegawaian, persuratan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga.

(13)

4. Kelompok Jabatan Fungsional Tugas :

Melaksanakan kegiatan fungsional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Gambar 1. Struktur Organisasi Stasiun PSDKP Ambon Tahun 2019

E. Sistematika Penyajian Laporan

Secara garis besar sistematika penyajian Laporan Kinerja Stasiun PSDKP Ambon Triwulan II Tahun 2019 diuraikan sebagai berikut:

Bab I Pendahuluan

Menguraikan secara ringkas tentang latar belakang, maksud dan tujuan penyusunan Laporan Kinerja.

Bab II Perjanjian Kinerja

Menguraikan secara ringkas tentang Perencanaan Pengawasan SDKP dan Perjanjian Kinerja Triwulan II Tahun 2019.

(14)

Bab III Akuntabilitas Kinerja

Menguraikan hasil pengukuran kinerja, evaluasi dan analisis capaian kinerja Stasiun PSDKP Ambon Trwiulan II Tahun 2019.

Bab IV Penutup

(15)

Dalam rangka melaksanakan tugas dan fungsinya agar efektif, efisien dan akuntabel, Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Ambon berpedoman pada dokumen perencanaan yang terdiri dari: 1) Rencana Strategis Ditjen. PSDKP Tahun 2019; 2) Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Triwulan II Tahun 2019 dan 3) Perjanjian Kinerja Stasiun PSDKP Ambon Triwulan II Tahun 2019.

A. Rencana Strategis Ditjen. PSDKP 2015-2019

Rencana Strategis (Renstra) Ditjen. PSDKP 2015-2019 merupakan perencanaan jangka menengah yang berisi tentang gambaran sasaran atau kondisi hasil yang akan dicapai dalam kurun waktu 5 (lima) tahun beserta strategi yang akan dilakukan untuk mencapai sasaran sesuai tugas dan fungsi yang diamanatkan. Renstra tersebut disusun selaras dengan arah kebijakan strategis nasional bidang kelautan dan perikanan 2015-2019 sebagaimana tertuang dalam Renstra KKP 2015-2015-2019. Renstra Ditjen. PSDKP ditetapkan melalui Keputusan Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan nomor: 57/KEP.DJ-PSDKP/2015 tentang Rencana Strategis Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Tahun 2016-2019. Secara ringkas substansi Renstra Ditjen. PSDKP hasil revisi diuraikan sebagai berikut:

1. Visi dan Misi

Dalam rangka memberikan arah pandangan kedepan terkait dengan kinerja dan peranan Ditjen. PSDKP serta untuk memberikan gambaran tentang kondisi masa depan yang ingin diwujudkan oleh Ditjen. PSDKP, maka dirumuskan visi yang mencerminkan keadaan yang ingin dicapai pada akhir periode perencanaan.

Visi :

“Perairan Indonesia bebas Illegal, Unreported and Unregulated (IUU) Fishing dan kegiatan yang merusak Sumber Daya Kelautan dan Perikanan untuk mewujudkan

Pemanfaatan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan yang bertanggungjawab”

BAB

(16)

Sejalan dengan visi Ditjen. PSDKP, diperlukan rumusan mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan visi yang akan dicapai. Misi yang dirumuskan menggambarkan tindakan atau upaya sesuai dengan tugas dan fungsi Ditjen. PSDKP.

Misi :

a. Meningkatkan kapasitas dan kapabilitas pengawasan dalam pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan

b. Meningkatkan pencegahan terjadinya pelanggaran pemanfaatan SDKP melalui pengawasan partisipatif

c. Meningkatkan akuntabilitas dan transparansi penanganan pelanggaran Kelautan dan Perikanan

2. Tujuan

Perumusan tujuan menggambarkan hasil-hasil serta manfaat yang akan diberikan oleh Stasiun PSDKP Ambon. Berdasarkan pada hasil analisis lingkungan internal dan eksternal, maka tujuan Stasiun PSDKP Ambon adalah “Meningkatkan Pengawasan Pengelolaan Sumber Daya Kelautan Dan Perikanan”.

3. Sasaran Strategis

Berdasarkan tujuan tersebut, maka ditetapkan sasaran strategis Direktorat Jenderal PSDKP Tahun 2016-2019 melalui pendekatan Balanced Scorecard (BSC) ke dalam 4 perspektif yaitu Stakeholder Perspective, Customer Perspective, internal process

perspective dan learn and grow perspective, sebagai berikut:

a. Stakeholder Customer Perspective:

1) Sasaran strategis (SS): Terwujudnya Kesejahteraan Masyarakat Kelautan dan Perikanaan

b. Customer Perspective:

1) Sasaran strategis (SS): Terwujudnya Kedaulatan dalam Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan

c. Internal Process Perspective:

1) Sasaran strategis (SS): Tersedianya infrastruktur Pengawasan SDKP dan Sistem Informasi dan Komunikasi Pengawasan SDKP;

2) Sasaran strategis (SS): Terselenggaranya Pengendalian dan Pengawasan SDKP secara Profesional dan Partisipatif

(17)

d. Learning and Growth Perspective:

1) Sasaran strategis (SS): Tersedianya Aparatur Sipil Negara Stasiun PSDKP Ambon yang kompeten, profesional dan berintegritas;

2) Sasaran strategis (SS): Tersedianya manajemen pengetahuan yang handal dan mudah diakses;

3) Sasaran strategis (SS): Terwujudnya Birokrasi Stasiun Pengawasan SDKP Ambon yang efektif, efisien dan berorientasi pada layanan prima; dan

4) Sasaran strategis (SS): Terkelolanya anggaran Stasiun PSDKP Ambon secara efisien.

4. Program Kerja Pengawasan SDKP

Program kerja pengawasan SDKP Ambon yang dilaksanakan pada Tahun 2019 terdiri dari 5 (lima) kegiatan, yaitu:

a) Pemantauan dan Operasi Armada;

b) Penanganan Pelanggaran Bidang Kelautan dan Perikanan; c) Pengawasan Pengelolaan Sumber Daya Kelautan;

d) Pengawasan Pengelolaan Sumber Daya Perikanan;

e) Peningkatan Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Direktorat Jenderal PSDKP.

B. Perjanjian Kinerja Triwulan II Tahun 2019

Perjanjian Kinerja pada dasarnya adalah pernyataan komitmen yang merepresentasikan tekad dan janji untuk mencapai kinerja yang jelas dan terukur dalam rentang waktu satu tahun tertentu, dengan mempertimbangkan sumber daya yang dikelola. Tujuan khusus perjanjian kinerja adalah untuk: 1) Meningkatkan akuntabilitas, transparansi, dan kinerja aparatur sebagai wujud nyata komitmen antara penerima amanah dengan pemberi amanah; 2)Sebagai dasar penilaian keberhasilan/kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran organisasi; 3)Menciptakan tolak ukur kinerja sebagai dasar evaluasi kinerja.

Stasiun PSDKP Ambon memiliki Perjanjian Kinerja Tahun 2019 secara berjenjang sesuai dengan kedudukan, tugas, dan fungsinya serta menyempurnakannya melalui penerapan sistem pengelolaan kinerja berbasis BSC. Implementasi BSC ditujukan untuk:

(18)

1. Menterjemahkan strategi organisasi ke dalam rencana operasional dengan baik, sehingga manajemen kinerja organisasi akan selaras dengan strategi organisasi; 2. Membangun organisasi yang terus menerus melakukan perbaikan (continuous

improvement); dan

3. Membangun keselarasan antar unit kerja dan meningkatkan efektifitas dan efisiensi organisasi.

BSC Stasiun PSDKP Ambon mengunakan 3 (tiga) perspektif BSC yaitu Customer

Perspective, Internal Process Perspective, dan Learn and Growth Perspective. Sasaran

Strategis hasil implementasi BSC Tahun 2019 dipetakan dalam Peta Strategi pada Gambar 1 berikut:

Gambar 2. Peta Strategi Stasiun PSDKP Ambon

Customers Perspective berisi ekspektasi dari customer dan apa yang menjadi

ukuran keberhasilan atas pelayanan yang dilaksanakan. Internal Process Perspective berisi proses bisnis seperti apa yang harus dikelola untuk memberikan layanan dan nilai-nilai kepada stakeholder dan customer. Sedangkan Learning and Growth Perspective berisi sumber daya internal yang dimiliki untuk melakukan perbaikan dan perubahan

(19)

sehingga dapat menghasilkan pelayanan yang dihasilkan. Dalam Indikator Kinerja Utama (IKU) berikut targetnya pada setiap Sasaran Strategis (SS) disajikan dalam Perjanjian Kinerja Lingkup Stasiun PSDKP Ambon (Gambar 3) :

(20)
(21)
(22)
(23)
(24)
(25)
(26)
(27)
(28)
(29)
(30)
(31)
(32)
(33)

C. Pengukuran Capaian Kinerja Triwulan II Tahun 2019

Pengukuran tingkat capaian IKU dilakukan dengan berpedoman pada formula penghitungan yang telah ditetapkan dalam Informasi Indikator Kinerja atau Manual IKU BSC. Selanjutnya nilai capaian tersebut dihitung dengan membandingkan antara realisasi capaian dengan target yang telah ditetapkan.

Pengukuran capaian kinerja dilakukan secara berkala melalui penyusunan laporan kinerja triwulanan yang didukung dengan implementasi Aplikasi BSC “Kinerjaku” yang merupakan aplikasi Pengelolaan Kinerja BSC berbasis informasi teknologi.

(34)

A. Capaian Kinerja Stasiun PSDKP Ambon

1. Capaian Sasaran Strategis (SS) Stasiun PSDKP Ambon Triwulan II Tahun 2019 Berdasarkan implementasi BSC dalam pengelolaan kinerja pada Tahun 2019, Capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Stasiun PSDKP Ambon, meliputi 7 Sasaran Strategis (SS) dengan 18 IKU. Nilai Rata-rata Nilai Pencapaian Sasaran Strategis (NPSS) Stasiun PSDKP Ambon Sebesar 111.11%, dengan rincian pada Tabel 3.1.

Tabel 3.1. Capaian Sasaran Strategis Stasiun PSDKP Ambon Tahun 2019

Sumber : SAPK (Kinerjaku.kkp.go.id)

Rata-rata NPSS diperoleh dari akumulasi penghitungan capaian seluruh SS yang telah di tetapkan dan menjadi kontrak kerja antara Kepala Stasiun PSDKP Ambon dengan Direktur Jenderal PSDKP. Adapun Nilai setiap SS merupakan hasil perhitungan atas indikator kinerja utama yang menjadi parameter tercapainya SS. Capaian masing-masing SS dan IKU pembentuk NPSS akan diuraikan lebih lanjut.

BAB

(35)

2. Capaian Indikator Kinerja Utama Pengawasan SDKP Triwulan II Tahun 2019 Capaian Indikator Kinerja Stasiun PSDKP Ambon Triwulan II Tahun 2019 ditabulasikan dibawah ini.

Tabel 3.2. Capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Stasiun PSDKP Ambon Triwulan II Tahun 2019

NO SASARAN

KEGIATAN INDIKATOR KINERJA TARGET TARGET TW II REALISASI CAPAIAN (%) KATEGORI

CUSTOMER PERSPECTIVE 1. Terwujudnya

kedaulatan dalam pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan

1. Jumlah Unit Usaha Perikanan yang diperiksa kepatuhannya sesuai peraturan perundang-undangan 435 325 676 120% 2. Jumlah Pelaku Usaha Pemanfaatan WP3K yang diperiksa kepatuhannya sesuai peraturan perundangan 16 7 15 120%

INTERNAL PROSES PERSPECTIVE 2. Terselenggaranya

pengendalian dan pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan secara profesional dan partisipatif 3. Jumlah hari operasi kapal pengawas lingkup UPT Stasiun PSDKP Ambon (hari) 90 50 40 80% 4. Jumlah hari operasi speed boat pengawas UPT Stasiun PSDKP Ambon (hari) 31 10 12.40 120% 5. Jumlah Kapal Pengawas yang siap beroperasi (unit) 1 1 1 100% 6. Jumlah penyelesaian tindak pidana kelautan dan perikanan yang disidik secara akuntabel lingkup Stasiun PSDKP Ambon 2 0 0 0 7. Jumlah Barang Bukti dan Awak kapal yang selesai ditangani

(36)

NO SASARAN

KEGIATAN INDIKATOR KINERJA TARGET TARGET TW II REALISASI CAPAIAN (%) KATEGORI

lingkup Stasiun PSDKP Ambon 8. Jumlah kawasan konservasi perairan yang diawasi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku (kawasan) 1 1 1 100%

9. Jumlah Jenis ikan yang dilindungi yang diawasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku (jenis ikan) 2 1 1 120% 3. Tersedianya infrastruktur pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan 10. Jumlah pemenuhan infrastruktur pengawasan yang memadai secara akuntabel dan tepat waktu [Unit]

1 0 0 0

LEARN AND GROWTH PERSPECTIVE 4. Terwujudnya ASN UPT. Stasiun PSDKP Ambon yang kompeten, professional dan berkepribadian 11. Indeks profesionalisme ASN lingkup Stasiun PSDKP Ambon 71 0 0 0 5. Tersedianya manajemen pengetahuan UPT. Stasiun PSDKP Ambon yang handal dan mudah diakses

12. Persentase unit kerja yang menerapkan sistem manajemen pengetahuan yang terstandar lingkup Stasiun PSDKP Ambon (%) 80 60 83.61 120% 6. Terwujudnya birokrasi Stasiun Pengawasan SDKP Ambon yang efektif, efisien dan berorientasi pada layanan prima 13. Persentase pemenuhan dokumen Reformasi Birokrasi lingkup Stasiun PSDKP Ambon (%) 100 40 40 100% 14. Level Maturitas SPIP lingkup Stasiun PSDKP Ambon Level 3 0 0 0

(37)

NO SASARAN

KEGIATAN INDIKATOR KINERJA TARGET TARGET TW II REALISASI CAPAIAN (%) KATEGORI

15. Persentase jumlah rekomendasi hasil pengawasan lingkup Stasiun PSDKP Ambon yang dokumen tindak lanjutnya telah dilengkapi dan disampaikan (%) 100 100 100 100% 16. Persentase pemenuhan dokumen AKIP lingkup Stasiun PSDKP Ambon (%) 100 100 100 100% 7. Terkelolanya anggaran Stasiun Pengawasan SDKP Ambon secara efisien dan akuntabel 17. Nilai kinerja anggaran Stasiun PSDKP Ambon Baik [87] 35 81.79 120% 18. Batas tertinggi Persentase nilai temuan LHP BPK atas Laporan Keuangan Stasiun PSDKP Ambon dibandingkan realisasi anggaran Stasiun PSDKP Ambon TA.2018 (%) 1 0 0 0

B. Evaluasi dan Analisis Pencapaian Kinerja Stasiun PSDKP Ambon

Pada Triwulan II Tahun 2019, Stasiun PSDKP Ambon telah melakukan tugas dan fungsinya untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Analisis pencapaian kinerja Stasiun PSDKP Ambon Tahun 2019 diuraikan sebagai berikut:

1. Sasaran Strategis 1. Terwujudnya Kedaulatan dalam Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan

Pencapaian Sasaran Strategis (SS) 1 yaitu “terwujudnya kedaulatan dalam

pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan” diuraikan dalam 2 (satu) IKU yaitu :

1) Jumlah unit usaha perikanan yang diperiksa kepatuhannya sesuai peraturan perundang-undangan, dan 2) Jumlah Pelaku Usaha Pemanfaatan WP3K yang diperiksa kepatuhannya sesuai peraturan perundangan.

(38)

Ukuran keberhasilan IKU 1 Jumlah unit usaha perikanan yang taat terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku tersebut diperoleh dari agregasi 4 Komponen pembentuk IKU Pengawasan Sumber Daya Perikanan yaitu: 1) Kapal perikanan yang laik operasi;

2) Unit usaha pengolahan hasil perikanan yang patuh terhadap peraturan perundang-undangan;

3) Unit usaha budidaya ikan yang patuh terhadap peraturan perundang-undangan; dan

4) Usaha distribusi hasil perikanan yang patuh terhadap peraturan perundang-undangan.

A. IKU I “Jumlah Pelaku Usaha Perikanan Yang diperiksa kepatuhannya terhadap peraturan perundang-undangan”

Pencapaian IKU “Jumlah Pelaku Usaha Perikanan Yang diperiksa kepatuhannya terhadap peraturan perundang-undangan” terealisasi sebesar 676 pelaku usaha melebihi dari target Triwulan II sebesar 325 pelaku usaha. Capaian Triwulan II Tahun 2019 yang telah terelisasi dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3.3. Capaian SS-1 Triwulan II Tahun 2019 IKU Realisasi TW II 2018 2019 Target Target TW II Capaian Realisasi Jumlah Pelaku Usaha

Perikanan Yang diperiksa kepatuhannya terhadap peraturan perundang-undangan 624 435 325 676 120%

Capaian Triwulan II tahun 2019 sebesar 120% dari yang ditargetkan. Jika dilakukan perbandingan dengan realisasi tahun 2018 maka dapat dilihat bahwa, hasil pengawasan yang dilakukan oleh Stasiun PSDKP Ambon cukup signifikan. Berdasarkan perhitungan tahun 2019 batas realisasi 120%, dan jika dilihat dari hasil capaian maka capaian pada Triwulan II tahun 2019 adalah 208%, apabila dibandingkan dengan realisasi Triwulan II tahun 2018, maka terjadi peningkatan sebesar 38.43%.

(39)

Hal ini menunjukan probabilitas pencapaian target yang tinggi sekaligus menjadi masukan bagi kegiatan yang akan dilakukan pada triwulan selanjutnya. Tingginya capaian kinerja pada Triwulan II tahun 2019, menunjukan adanya peningkatan kepatuhan pelaku usaha KP terhadap ketentuan yang berlaku, sebagai dampak pengawasan dan sosialisasi yang dilakukan Stasiun PSDKP Ambon.

Hasil pengukuran 4 Komponen pembentuk IKU yang berkontribusi pada pencapaian IKU “Jumlah unit usaha perikanan yang diperiksa kepatuhannya sesuai peraturan perundang-undangan”, sebagaimana pada tabel berikut:

Tabel 3.4. Komponen Pembentuk IKU Persentase kepatuhan (compliance)

Jumlah Pelaku Usaha Perikanan Yang diperiksa kepatuhannya terhadap peraturan perundang-undangan No Indikator Kegiatan Realisasi TW II 2018 2019 Target 2019 Target TW II Capaian

1 Kapal perikanan yang laik operasi 351 386 209 527

2

Unit Usaha Pengolahan Hasil Perikanan yang Patuh Terhadap Peraturan

Perundang-undangan

13 23 4 16

3

Unit Usaha Budidaya Ikan yang Patuh Terhadap Peraturan Perundang-undangan

8 12 2 11

4

Usaha Distribusi Hasil Perikanan yang Patuh Terhadap Peraturan Perundang-undangan

5 14 3 122

Berdasarkan hasil pencapaian di atas, dapat dilihat bahwa, adanya peningkatan pada Triwulan II tahun 2019 jika dibandingkan dengan Triwulan II tahun 2018. Pencapaian kinerja diperoleh dari agresi 4 Komponen pembentuk IKU pengawasan sumber daya perikanan yaitu : 1) jumlah kapal perikanan yang laik operasi, 2) Ketaatan unit usaha pengolahan hasil perikanan terhadap peraturan perundang-undangan, 3) Ketaatan unit usaha budidaya ikan terhadap peraturan perundang-undangan, dan 4) Ketaatan usaha distribusi hasil perikanan terhadap peraturan perundang-undangan

(40)

a. Pengawasan Kapal Perikanan Yang Laik Operasional

Sampai dengan Tahun 2019, capaian Komponen pembentuk IKU “Kapal Perikanan yang Laik Operasional “ telah tercapai sebanyak 527 unit kapal dari target sebesar 325 unit kapal pada Triwulan II sebagaimana tercantum dalam tabel 5.

Tabel 3.5. Ketaatan kapal perikanan lingkup Stasiun PSDKP Ambon Tahun 2019

No Unit Kerja Status Izin

Daerah

Izin

Pusat Total

1 Stasiun PSDKP Ambon Terperiksa 143 35

Tidak Taat - -

∑ Ketaatan Kapal 143 35

2 Satwas SBT Terperiksa 80 32

Tidak Taat - -

∑ Ketaatan Kapal 80 32

3 Satwas Ternate Terperiksa 111 24

Tidak Taat - -

∑ Ketaatan Kapal 111 24 4 Satwas Halmahera Selatan Terperiksa 28 37

Tidak Taat - -

∑ Ketaatan Kapal 28 37

5 Satwas Morotai Terperiksa 25 12

Tidak Taat - -

∑ Ketaatan Kapal 25 12

Rekapitulasi Terperiksa 387 140

Tidak Taat - -

∑ Ketaatan Kapal 387 140 527

Sumber: Bagian Pengawasan Sumber Daya Perikanan Stasiun PSDKP Ambon

Pencapaian ini diupayakan melalui kegiatan: Monitoring dan evaluasi ketaatan kapal melalui Hasil Pemeriksaan Kapal (HPK) dan Surat Laik Operasi (SLO) kapal perikanan yang beroperasi di wilayah kerja Stasiun PSDKP Ambon, monitoring dan evaluasi hasil verifikasi kapal perikanan wilayah kerja Stasiun PSDKP Ambon, dan peningkatan kapasitas pengawas.

Berdasarkan hasil kegiatan pengawas perikanan yang berada di wilayah kerja Stasiun PSDKP Ambon, dari 527 kapal perikanan yang diperiksa di pelabuhan sampai dengan Juni 2019 sebanyak 527 kapal perikanan dinyatakan laik operasional dan

(41)

diterbitkan SLO dan Surat Pengganti SLO. Jumlah ketaatan kapal tertinggi pada Stasiun PSDKP Ambon dengan jumlah sebesar 178 kapal, dan jumlah ketaatan kapal terendah terdapat pada Satwas SDKP Morotai dengan jumlah kapal 37 kapal. Hal ini menunjukan bahwa, para pelaku usaha mulai taat dan sadar terhadap pentingnya penerbitan Surat Laik Operasi sebelum melakukan aktifitas penangkapan ikan, serta peran para pengawas yang berada di lingkup Stasiun PSDKP Ambon dalam melaksanakana seluruh tugas dan tanggungjawab pengawasan dengan baik. Karena, jika ditemui kapal yang tidak taat dalam pelaporan kedatangan ataupun keberangkatan, maka akan ditindak tegas dengan pembuatan surat pernyataan, sehingga para pelaku usaha maupun nahkoda kapal menaati seluruh peraturan yang berlaku.

b. Unit Usaha Pengolahan Hasil Perikanan yang Patuh Terhadap Peraturan Perundang-undangan.

Unit Usaha Pengolahan Hasil Perikanan yang Patuh Terhadap Peraturan Perundang-undangan, sampai dengan Juni 2019 telah tercapai sebesar 16 unit usaha dari total pemeriksaan 21 unit usaha. Dari 21 unit usaha yang diperiksa terdapat 5 (lima) unit usaha yang tidak taat yakni PT. Mina Ambon Abadi karena SKP telah habis masa berlaku tahun 2018 dan sementara dilakukan perpanjangan SKP, yang ke dua adalah PT. Cemerlang Laut Ambon, ketiga adalah PT. Holi Mina Jaya yang masuk dalam kategori tidak taat karena SKP masih dalam proses pengurusan, keempat PT. Sumber Laut Utama yang masuk dalam kategori tidak taat karena dokumen sementara dalam pengurusan izin baru dengan nama perusahaan UD. Samudra, dan yang kelima adalah PT. Mina Usaha Harapan masuk dalam kategori tidak taat karen sementara dalam proses pengurusan SIUP. Untuk 16 unit usaha tergolong dalam kategori Taat, dari target Triwulan II sebesar 10 unit usaha (Tabel 3.6).

Dari 16 UPI tersebut terdiri dari UPI skala besar sebesar 9 (Sembilan)dan UPI skala kecil sebesar 7 (Tujuh) unit. Berdasarkan pencapaian ini, dapat diketahui bahwa para pelaku telah memahami tentang legalitas dokumen perusahaan dan unit pengolahan yang lebih baik. Dan untuk unit usaha yang tidak taat pengawasan memberikan arahan dalam proses pengurusan dokumen untuk segera dilakukan sebelum proses produksi dijalankan.

(42)

Tabel.3.6 Unit Usaha Pengolahan Hasil Perikanan yang Patuh Terhadap Peraturan Perundang-undangan

lingkup Stasiun PSDKP Ambon

No Nama Pelaku Usaha UPI Keterangan

Skala Besar

Skala Kecil 1 PT. Arabikatama Khatulistiwa

Fishing Industry √ Taat

2 PT. Peduli Laut Maluku √ Taat

3 PT. Tuna Kieraha Utama √ Taat

4 PT. Samudera Sakti Sepakat √ Taat

5 CV. Sumber Harta Laut Mas √ Taat

6 PT. Harta Samudra √ Taat

7 PT. Samudera Sakti Sepakat √ Taat

8 PT. Mina Ambon Abadi √ Tidak Taat

9 PT. Patria Perikanan Lestari

Indonesia √ Taat

10 PT. Cemerlang Laut Ambon √ Tidak Taat

11 PT. Maluku Prima Makmur √ Taat

12 Koperasi Nelayan Taruna Selatan √ Taat 13 Pengasapan Ikan Roa Bapak Junaidi √ Taat 14 Koperasi Perikanan Santo Alvin

Pratama √ Taat

15 Thomas Hock √ Taat

16 CV. Fomakududara √ Taat

17 PT. Holi Mina Jaya √ Tidak Taat

18 PT. JAYA SAMUDRA BERSAMA √ Taat

19 PT. SUMBER LAUT UTAMA √ Tidak Taat

20 PT. MINA USAHA HARAPAN √ Tidak Taat

21 CV. DILA JAYA √ Taat

Kegiatan utama yang dilakukan adalah pengawasan terhadap unit usaha pengolahan hasil perikanan. Kegiatan pendukung utama pengawasan usaha pengolahan hasil perikanan meliputi pemeriksaan dokumen usaha serta supervisi pengawasan usaha pengolahan hasil perikanan. Adapun dokumen perijinan meliputi SIUP, SKP, HACCP, dan Health Certificate (HC). Dan ketika ditemukan pelaku usaha yang tidak memiliki kelengkapan aspek legalitas ataupun sedang dalam proses perpanjangan, maka akan dilakukan pengawasan kembali, agar mengetahui progress perusahaan dalam melengkapi aspek legalitas.

c. Unit Usaha Budidaya Ikan yang Patuh Terhadap Peraturan Perundang-undangan

Kegiatan utama yang mendukung pencapaian indikator kinerja adalah kegiatan pengawasan unit usaha budidaya di lingkup Stasiun PSDKP Ambon. Pengawasan yang dilakukan meliputi dokumen perizinan, sarana dan prasarana usaha budidaya, serta

(43)

obat dan pakan ikan yang digunakan. Kegiatan utama yang dilaksanakan, adalah pengawasan terhadap usaha budidaya ikan meliputi dokumen perizinan, obat dan pakan ikan yang digunakan. Sampai dengan Juni 2019, dilakukan pengawasan terhadap 11 unit usaha budidaya dari target 5 (lima) unit usaha budidaya, dimana 11 unit usaha budidaya perikanan ini telah menjalankan kegiatan usahanya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku (tabel 3.7).

Tabel 3.7. Unit usaha budidaya ikan yang patuh terhadap peraturan perundang-undangan lingkup Stasiun PSDKP Ambon

No Bulan Nama Pelaku Usaha Lokasi

Jenis Budidaya Keterangan Air Tawar Air Laut 1 22/02/2019 Pokdakan Marthafons Ambon √ Taat

2 21/02/2019 Pokdakan Lalosi Ambon √ Taat

3 06/03/2019 Pokdakan Waiheru Sehati

Ambon √ Taat

4 26/02/2019 CV. Banda Marine Maluku Tengah

√ Taat

5 11/03/2019 UD. Pulau Mas Halmahera Selatan

√ Taat

6 26/04/2019 Pokdakan Lorsa Ambon √ Taat

7 26/04/2019 Pokdakan Depopan Ambon √ Taat

8 20/06/2019 Anil Aquarium Ambon √ Taat

9 21/06/2019 Pokdakan Bubara Ambon √ Taat

10 22/06/2019 Pokdakan Mekar Ambon √ Taat

11 06/05/019 UD.TELUK LOLODA Ternate √ Taat

Kegiatan pendukung usaha budidaya perikanan meliputi supervisi pengawasan usaha budidaya (dokumen perijinan usaha budidaya, lokasi usaha pembudidayaan ikan, pemakaian obat ikan/bahan kimia/bahan biologis, bahan lain serta penggunaan pakan ikan dan kapal pengangkut hasil budidaya).

Dalam melaksanakan pengawasan budidaya dapat dilihat bahwa Sebelas pelaku usaha tersebut masuk dalam kategori taat. Hal ini tak terlepas dari peran serta

(44)

sehingga pelaku usaha mulai menyadari akan tanggungjawab mereka dalam melakukan sebuah usaha di bidang perikanan.

d. Usaha Distribusi Hasil Perikanan yang Patuh Terhadap Peraturan Perundang-undangan

Pengawasan utama yang dilakukan adalah pengawasan terhadap distribusi impor ikan dan pengawasan ekspor ikan, untuk memastikan kesesuaian dengan ketentuan yang berlaku. Pengendalian kegiatan importasi ikan diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Nomor 15 tahun 2011 tentang Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan yang Masuk ke Dalam Wilayah Negara Republik Indonesia. Di wilayah kerja Stasiun PSDKP Ambon tidak memiliki kegiatan importasi. Stasiun PSDKP Ambon hanya melaksanakan pengawasan distribusi peruntukan ekspor. Sampai dengan Maret 2019, dilakukan pengawasan terhadap 125 unit usaha distribusi ikan berasal dari kapal perikanan yang mengajukan verifikasi. Semua unit usaha distribusi perikanan telah menjalankan kegiatan usahanya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku Tabel 3.8.

Tabel 3.8. Ketaatan Distribusi ikan lingkup Stasiun PSDKP Ambon

No Lingkup Stasiun PSDKP

Ambon

BULAN Jumlah

Capaian

Januari Februari Maret April Mei Juni

1 Ambon 6 1 - - 1 6 14 2 Ternate - - - - 0 3 SBT - 7 7 - - 60 74 4 Halmahera Selatan 28 - - - 6 34 5 Morotai - - - - 0 TOTAL 122

Dalam melakukan pengurusan LVHPI ini kapal diharuskan memiliki HPK Kedatangan, sehingga hal ini juga dapat membantu pengawas dalam mengontrol kapal-kapal yang taat maupun tidak dalam melakukan pelaporan. Jika dibandingan dengan Triwulan II tahun 2018 sebesar 5 unit kapal, maka terdapat kenaikan yang signifikan pada tahun ini dengan jumlah LVHPI yaitu 118 unit kapal. Hal tersebut tak terlepas dari peran serta para pengawas lingkup Stasiun PSDKP Ambon.

B. Jumlah pelaku usaha pemanfaatan WP3K yang diperiksa kepatuhannya sesuai peraturan perundangan

Capaian IKU “Jumlah pelaku usaha pemanfaatan WP3K yang diperiksa kepatuhannya sesuai peraturan perundangan” sampai Triwulan II tahun 2019 telah

(45)

mencapai 15 pelaku usaha dari target di Triwulan II tahun 2019 yaitu 7, hal ini dapat dilihat pada tabel sebagai berikut

Tabel 3.9. Capaian SS-2 “Jumlah pelaku usaha pemanfaatan WP3K yang diperiksa kepatuhannya sesuai peraturan perundangan Triwulan II Tahun 2019

IKU Realisasi TW II 2018 2019 Target 2019 Target TW II Capaian Realisasi Jumlah pelaku usaha

pemanfaatan WP3K yang diperiksa kepatuhannya sesuai peraturan

perundangan

2 16 7 15 120%

Sumber: Subseksi Operasional Pengawasan dan Penanganan Pelanggaran Stasiun PSDKP Ambon

Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa realisasi pada Triwulan II tahun 2019 lebih besar dibandingkan dengan Triwulan II tahun 2018. Hal ini menunjukan tingkat kesadaran pelaku usaha dalam melakukan aktifitas produksi dan aspek legalitas telah sesuai ketentuan perundang-undangan. Capaian pada IKU 2 ini pun, tidak terlepas dari peran para pengawas Stasiun PSDKP Ambon, dalam menjalankan seluruh kegiatan yang telah di targetkan.

Ukuran keberhasilan IKU 2 Jumlah pelaku usaha pengelolaan WP3K yang taat terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku tersebut diperoleh dari agregasi 3 (tiga)Komponen pembentuk IKU Pengawasan Sumber Daya Kelautan yaitu:

1) Pelaku Usaha pemanfaatan Mangrove dan Terumbu Karang terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan;

2) Pelaku Usaha Pemanfaatan Ruang Laut Nasional yang Patuh terhadap Peraturan Perundang-undangan; dan

3) Jumlah Pelaku Usaha yang bebas dari kegiatan destructive fishing.

Hasil pengukuran 3 (tiga) Komponen pembentuk IKU yang berkontribusi pada pencapaian IKU “Jumlah pelaku usaha pengelolaan WP3K yang taat terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku”, sebagaimana pada tabel berikut:

(46)

Tabel 3.10. Komponen pembentuk IKU Jumlah pelaku usaha pengelolaan WP3K yang taat terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku

No Komponen pembentuk IKU

Realisasi TW II Tahun 2018 2019 Target TW II Capaian 1

Jumlah Pelaku Usaha pemanfaatan Mangrove dan Terumbu Karang terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan

-

1 1

2

Pelaku Usaha Pemanfaatan Ruang Laut Nasional yang Patuh terhadap

Peraturan Perundang-Undangan 2 2 2

3 Jumlah Pelaku Usaha yang bebas dari kegiatan destructive fishing - 4 12

Sumber: Subseksi Operasional Pengawasan dan Penanganan Pelanggaran Stasiun PSDKP Ambon

Ketaatan Pelaku Usaha pemanfaatan Mangrove dan Terumbu Karang terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan dan Jumlah Pelaku Usaha yang bebas dari kegiatan

destructive fishing merupakan komponen pembentuk IKU baru di tahun 2019, sehingga kegiatan

ini merupakan tolak ukur awal di tahun 2019. Sebagai kegiatan yang baru dilaksankan pada tahun 2019, telah diperoleh hasil pencapaian bahkan melebihi dari target yang ditentukan dengan capaian terbesar pada Jumlah Pelaku Usaha yang bebas dari kegiatan destructive fishing. Sebagai pembentuk komponen IKU yang baru dilaksanakan dengan pencapaian tersebut (Tabel 3.1) maka pengawas Stasiun PSDKP Ambon, telah dengan penuh tanggungjawab melaksanakan tugas dan tanggungjawab terhadap pencapaian dari target yang telah ditentukan. Berdasarkan Tabel 3.10, berikut penjelasan pencapaian masing-masing IKU-2 SS-1:

a. Ketaatan pelaku usaha pemanfaatan Mangrove dan Terumbu Karang terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan

Kegiatan utama yang mendukung pencapaian indikator kinerja adalah kegiatan pengawasan Mangrove. Pengawasan yang dilakukan meliputi dokumen perizinan, sarana dan prasarana pengelolaan Mangrove. Sampai dengan Maret 2019 telah dilakukan kegiatan pengawasan Mangrove Pada Ekowisata Mangrove Negeri Amahai, Maluku Tengah. Berdasarkan hasil kegiatan tersebut disimpulkan bahwa kegiatan Ekowisata Mangrove Negeri Amahai tergolong sesuai dengan pelaksanaan kegiatan dan tidak berada di dalam kawasan konservasi. Selain itu Ekowisata Mangrove tersebut dikelola langsung oleh Pemerintah Negeri melalui BUM_Neg sehingga tergolong taat.

b. Jumlah Pelaku Usaha yang bebas dari kegiatan destructive fishing

(47)

kapal yang berlokasi di Desa Latuhalat. Daftar nama kapal dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 3.11. Jumlah pelaku usaha yang bebas dari kegiatan destructive fishing lingkup Stasiun PSDKP Ambon

NAMA

KAPAL

ALAT

TANGKAP TANGKAPAN HASIL

NO NO.BPKP PEMILIK GT

1 0004/BPKP-LH/GP.VII/III/2019 Jan Edoard Lekatompessy KM. Edo 1 Pancing Ulur Tuna, Cakalang, 2 0006/BPKP-LH/GP.VII/III/2019 Jefrison Lekatompessy KM. Jepo 1 Pancing Ulur Tuna, Cakalang, 3 0008/BPKP-LH/GP.VII/III/2019 Melianus Lekatompessy KM. Kanu 1 Pancing Ulur Tuna, Cakalang, 4 0009/BPKP-LH/GP.VII/III/2019 Imanuel Lekatompessy KM. Puel 1 Pancing Ulur Tuna, Cakalang, 5 0004/BPKP-LH/GP.VII/III/2019 Jan Edoard Lekatompessy KM. Edo 1 Pancing Ulur Tuna, Cakalang, 6 0006/BPKP-LH/GP.VII/III/2019 Jefrison Lekatompessy KM. Jepo 1 Pancing Ulur Tuna, Cakalang, 7 0008/BPKP-LH/GP.VII/III/2019 Melianus Lekatompessy KM. Kanu 1 Pancing Ulur Tuna, Cakalang, 8 0009/BPKP-LH/GP.VII/III/2019 Imanuel Lekatompessy KM. Puel 1 Pancing Ulur Tuna, Cakalang, 9 007/BPKP-LH/GP.VII/III/2019 Gustaf Adolf Lekatompessy KM. Utha 1 Pancing Ulur Tuna, Cakalang, 10 0010/BPKP-LH/GP.VII/III/2019 Flip Salamor KM.Lip 1 Pancing Ulur Tuna, Cakalang, 11 0005/BPKP-LH/GP.VII/III/2019 Dominggus Lekatompessy KM. Onggo 1 Pancing Ulur Tuna, Cakalang, 12 0003/BPKP-LH/GP.VII/III/2019 Charles Rudy Satumalay KM. Foler 1 Pancing Ulur Tuna, Cakalang, Sumber: Subseksi Operasional Pengawasan dan Penanganan Pelanggaran Stasiun PSDKP Ambon

Realisasi Anggaran SS-1

Alokasi anggaran Tahun 2019 untuk mendukung tercapainya SS-1 ini sebesar Rp. 554.620.000,-, sampai dengan Juni 2019 telah terealisasi sebesar Rp. 140.286.865 atau 25%. Berdasarkan analisis terhadap pencapaian indikator kinerja pada SS-1 dan analisis terhadap realisasi anggaran, dapat disimpulkan bahwa penggunaan anggaran belum telah efisien. Hal ini didasari oleh komponen pendukung indikator kinerja telah tercapai melebihi dari pada yang ditargetkan.

2. Sasaran Strategis 2. Terselenggaranya pengendalian dan pengawasan SDKP secara profesional dan partisipatif

Dalam rangka pencapaian SS-2 “Terselenggaranya pengendalian dan pengawasan SDKP secara profesional dan partisipatif”, Stasiun PSDKP Ambon telah mengidentifikasikan 9 IKU, yaitu : 1) Jumlah hari operasi kapal pengawas lingkup UPT

(48)

Stasiun PSDKP Ambon (hari), 3) Jumlah kapal pengawas yang siap beroperasi (unit), 4) Jumlah awak kapal pengawas yang mumpuni, 5) Jumlah penyelesaian tindak pidana kelautan dan perikanan yang disidik secara akuntabel lingkup Stasiun PSDKP Ambon, 6) Jumlah Barang Bukti dan Awak kapal yang selesai ditangani secara akuntabel lingkup Stasiun PSDKP Ambon, 7) Jumlah kawasan konservasi perairan yang diawasi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku (kawasan), 8) Jumlah Jenis ikan yang dilindungi yang diawasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku (jenis ikan) sebagaimana dapat dilihat pada Tabel 3.12.

Tabel 3.12. Capaian IKU pada SS-3 “Terselenggaranya pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan secara efektif”

NO INDIKATOR KINERJA UTAMA

Realisasi TW II

2018 2019

TARGET

2019 TARGET TW II CAPAIAN 1 Jumlah hari operasi kapal

pengawas lingkup UPT Stasiun PSDKP Ambon (hari)

35 90 50 40

2 Jumlah hari operasi speed boat pengawas UPT Stasiun PSDKP Ambon (hari)

13 31 10 12.40

3 Jumlah kapal pengawas yang siap beroperasi (unit)

1 1 1 1

4 Jumlah penyelesaian tindak pidana kelautan dan perikanan yang disidik secara akuntabel lingkup Stasiun PSDKP Ambon

0 2 0 0

5 Jumlah Barang Bukti dan Awak kapal yang selesai ditangani secara akuntabel lingkup Stasiun PSDKP Ambon

- 2 0 0

6 Jumlah kawasan konservasi perairan yang diawasi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku (kawasan)

1 1 1 1

7 Jumlah Jenis ikan yang dilindungi yang diawasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku (jenis ikan)

2 2 1 1

(49)

Dalam mendukung SS-2 “Terselenggaranya pengendalian dan pengawasan SDKP secara profesional dan partisipatif” terdapat 1 (satu) IKU baru yakni “Jumlah Barang Bukti dan Awak kapal yang selesai ditangani secara akuntabel lingkup Stasiun PSDKP Ambon” dan 6 (enam) IKU lama yang telah berproses di tahun 2018. Berikut ini merupakan penjelasan dari IKU pendukung tercapainya SS-2 :

a. Jumlah hari operasi kapal pengawas lingkup UPT Stasiun PSDKP Ambon (hari. Jumlah hari operasi kapal pengawas HIU 13 yang telah tercapai sampai dengan Juni 2019 adalah 40 hari operasi dari target yang ditentukan pada Triwulan II sebesar 50 hari operasi (tabel 3.13). Jumlah kapal yang diperiksa adalah 47 kapal dengan kategori 45 dokumen kapal lengkap dan 2 dokumen kapal tidak lengkap.

Tabel 3.13. Operasi Kapal Pengawas HIU 13 Kapal Pengawas KAPAL DIPERIKSA (DOKUMEN) HARI OPERASI KETERANGAN LENGKAP TIDAK

HIU 13 45 kapal 2 Kapal 40 hari

2 Rumpon di tarik ke Stasiun PSDKP Ambon

Hari operasi kapal pengawas pada Triwulan II tahun 2019 ini meningkat 21% jika dibandingkan dengan Triwulan II tahun 2018. Pada Triwulan II ini hari operasi kapal pengawas tidak memenuhi target hari operasi Triwulan II yakni hanya 80% dari target yang ditetapka. Hal ini menjadi tolak ukur pencapaian pada pencapaian Triwulan selanjutnya agar dapat lebih memaksimalkan pencapaian hari operasi yan telah disepakati bersama.

b. Jumlah hari operasi speed boat pengawas UPT Stasiun PSDKP Ambon (hari) Kegiatan operasi pengawasan dan pengendalian sumberdaya perikanan di Lingkup Stasiun PSDKP Ambon juga didukung dengan speedboat dengan ukuran yang berbeda-beda sesuai dengan yang terdapat di unit pelaksana teknis, adapun speed

boat yang digunakan di Stasiun PSDKP Ambon selama Triwulan II Tahun 2019 dapat

(50)

Tabel 3.14 Ukuran speed boat pengawas lingkup Stasiun PSDKP Ambon No Unit Kerja Spesifikasi Kapal Kondisi Nama Kapal/ Speed boat Ukuran Panjang Kapal

1 Stasiun PSDKP Ambon Tenggiri 8 M Baik 2 Satwas Seram Bagian

Timur

Napoleon 051 12 M Baik 3 Satwas Halmahera

Selatan Napoleon 040 12 M Baik

4 Satwas Ternate Dolphin 011 8 M Baik 5 Satwas Morotai Napoleon 055 12 M Baik

Jumlah hari operasi Speed boat yang telah tercapai sampai dengan Juni 2019 adalah 12.40 hari operasi dari target yang ditentukan pada Triwulan II sebesar 10 hari operasi. Hasil tersebut merupakan rata-rata capaian dari hari operasi Speedboat lingkup Stasiun PSDKP Ambon. Jumlah kapal yang diperiksa selama operasi dilakukan adalah 38 kapal yang terperiksa.

Tabel 3.15 Pelaksanaan Gelar Operasi Lingkup Stasiun PSDKP Ambon

No UPT/SATWAS

KAPAL DIPERIKSA

(DOKUMEN) HARI OPERASI

LENGKAP TIDAK

1 Stasiun PSDKP Ambon (Tenggiri) 18 19 hari

2 Satwas SBT (Napoleon 051) 5 9 hari

3 Satwas Halmahera Selatan (Napoleon 040)

15 16 hari

4 Satwas Ternate (Dolphin 011) - 6 hari 5 Satwas Morotai (Napoleon 055) - 12 hari

Berdasarkan hasil operasi pada triwulan II, hari operasi Speed boat lingkup Stasiun PSDKP telah melebih target yang ditentukan. Hal ini dapat menjadi tolak ukur bagi pencapaian hari operasi pada triwulan berikutnya, agar hari operasi dapat capai bahkan diharapkan melebihi target yang ditentukan. Hari operasi terbanyak telah dilakukan oleh Speed boat tenggiri di Ambon dan hari operasi terkecil adalah Dolphin 011 milik ternate, hal ini diakibatkan oleh kondisi Speed boat yang masih dalam perbaikan, dan diharakan pada triwulan III dapat dimaksimalkan dengan baik. c. Jumlah Kapal Pengawas yang siap operasi.

Kegiatan Operasional Kapal Pengawas merupakan salah satu kegiatan Pengawasan di laut yang dilaksanakan oleh Stasiun Pengawasan SDKP Ambon dan

(51)

Satwas SDKP di bawahnya. Pelaksanaan kegiatan ini didukung oleh Kapal Pengawas Hiu 13, adapun spesifikasi Kapal Pengawas Hiu 13 sebagai berikut:

Tabel 3.16. Ukuran kapal pengawas lingkup Stasiun PSDKP Ambon

Nama Kapal

Pengawas Spesifikasi Satuan

KP. Hiu 13 Kelas C Panjang 32,1 Meter Lebar 6,35 Meter Tinggi 3,25 Meter Kapasitas Tangki BBM 7000 Liter Kecepatan Jelajah 21 Knot

Jumlah AKP 12 Orang

Daya Mesin 2 x 10.100 HP dan 2 x 60 KVA

Material Perkins Alumunium

Sumber: Subseksi Sarana dan Prasarana Stasiun PSDKP Ambon

KP. HIU. 13 diserahkan dari Direktorat Pemantauan dan Operasi Armada kepada Stasiun PSDKP Ambon melalui Berita Acara Serah Terima Barang Milik Negara Nomor: BA.09855/PSDKP.1/PL.430/III/2017.

d. Jumlah penyelesaian tindak pidana kelautan dan perikanan yang disidik secara akuntabel lingkup Stasiun PSDKP Ambon

Kegiatan IKU ini adalah penyelesaian tindak pidana kelautan dan perikanan yang dapat disidik dan dapat dipertanggung jawabkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk selanjutnya diserahkan kepada pengadilan untuk diproses hukum lebih lanjut. Tindak pidana yang disidik sampai dengan Triwulan IIII tahun 2019 jumlah kasus yang disidik adalah sebanyak 1 (satu) kasus (Tabel 17).

Tabel 3.17. Penanganan kasus tindak pidana kelautan dan perikanan lingkup Stasiun PSDKP Ambon

No

Nama Kapal/Perusahaan/

Perorangan

Dugaan Pelanggaran Lokasi

Penyidikan

Tahap Proses Penyidikan

1 Wasu

Ikan Napoleon di dalam coolbox sebanyak 3 (tiga) ekor, dengan rincian 2 (dua) ekor masih utuh dengan berat masing – masing 23 kg

(52)

ekor sudah dipotong dengan berat 12 kg dan total keseluruhan adalah 70 kg,

Kasus ini telah masuk pada tahap SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan), berdasarkan Surat dari Plt. Direktur Penanganan Pelanggaran Nomor. 07284/PSDKP.4.1/PW.500/III/2019 tanggal 15 Maret 2019 perihal pemenuhan petunjuk jaksa penuntut umum.

e. Kawasan konservasi yang dikelola sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan (kawasan)

Jumlah kawasan konservasi perairan yang diawasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan (kawasan). Tercapai 1 kawasan dari target 1 kawasan dengan persentase sebesar 100%. Kawasan konservasi yang diawasi tercantum pada tabel berikut :

Tabel 3.18. Jumlah kawasan konservasi perairan yang diawasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan

No Kawasan Konservasi Lokasi

1 Kawasan konservasi Taman Wisata Perairan (TWP) Laut

Banda Seram Bagian Timur Banda,

Sumber: Subseksi Operasional Pengawasan dan Penanganan Pelanggaran Stasiun PSDKP Ambon

Pengawasan terhadap kawasan konservasi Taman Wisata Perairan (TWP) Laut Banda telah dilakukan sebanyak 1 (satu) kali pada tanggal 28 Maret 2019. Ketika dilakukan pengawasan terdapat beberapa masyarakat lokal melakukan aktivitas penangkapan ikan dan juga terdapat beberapa rumpon yang berada di dalam zona perikanan berkelanjutan.

Berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilakukan, maka Stasiun PSDKP Ambon melakukan perencanaan untuk kedepannya akan dilakukan tindak lanjut terhadap rumpon-rumpon yang berada pada kawasan konservasi dengan bekerjasama dengan instansi terkait.

Realisasi Anggaran

Alokasi anggaran Tahun 2019 untuk mendukung tercapainya IKU ini sebesar Rp. 50.000.000,-, sampai dengan Juni 2019 telah terealisasi sebesar Rp. 1.000.000,- atau 2%. Berdasarkan analisis terhadap pencapaian indikator kinerja pada IKU dan analisis terhadap realisasi anggaran, dapat disimpulkan bahwa penggunaan anggaran belum efisien tetapi kegiatan telah memenuhi target karena dilaksankan oleh Satwas Seram Bagian Timur.

(53)

f. Jenis Ikan yang dilindungi dan dikelola sesuai ketentuan perundang-undangan (jenis ikan)

Jumlah jenis Ikan yang dilindungi dan diawasi sesuai ketentuan perundang-undangan (jenis ikan). Total dari IKU ini telah tercapai 1 jenis ikan. Kegiatan utama IKU ini adalah pengawasan terhadap jenis ikan yang dilindungi dan diawasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Capaian kegiatan ini tercantum pada tabel berikut :

Tabel 3.19. Jumlah jenis Ikan yang dilindungi dan diawasi sesuai ketentuan perundang-undangan

No Jenis Ikan Lokasi Keterangan

1. Hiu Martil Ambon Berdasarkan laporan dari Loka PSPL Sorong Satker Ambon

Sumber: Subseksi Operasional Pengawasan dan Penanganan Pelanggaran Stasiun PSDKP Ambon Realisasi Anggaran SS-2

Alokasi anggaran Tahun 2019 untuk mendukung tercapainya IKU ini sebesar Rp. 55.000.000,-, sampai dengan Juni 2019 telah terealisasi sebesar Rp. 6.620.000,- atau 12,03%. Berdasarkan analisis terhadap pencapaian indikator kinerja pada IKU ini dan analisis terhadap realisasi anggaran, dapat disimpulkan bahwa penggunaan anggaran telah efisien. Hal ini didasari oleh komponen pendukung indikator kinerja telah sesuai dengan target yang di tetapkan. Berdasarkan hasil capaian tersebut maka perlu upaya peningkatan pelaksanaan kegiatan utama yang diupayakan untuk mencapai realisasi kegiatan dan anggaran pada triwulan III.

3. Sasaran Strategis 3. Tersedianya infrastruktur pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan.

Jumlah unit sarana dan prasarana pengawasan yang diadakan sesuai kebutuhan dan berdasarkan ketentuan perundangundangan dengan alokasi yang tersedia.

1. Sarana: Kapal Pengawas, Speed Boat Pengawas

2. Prasarana: Kantor Pengawas, Bangunan Operator, Penampungan Sementara ABK Non Yustisia dan Shelter AKP, Bangunan Pengawasan Lainnya.

Untuk kegiatan IKU yang menunjang kegiatan ini adalah “Jumlah pemenuhan infrastruktur pengawasan yang memadai secara akuntabel dan tepat waktu”. Dalam perwujudan pelaksanaan IKU ini, Stasiun PSDKP Ambon sementara melakukan Pengadaan bangunan PSDKP Ambon yaitu pengerjaan renovasi bangunan fungsional

(54)

Stasiun PSDKP Ambon. Kegiatan IKU ini telah sampai pada tahap pengadaan untuk Jasa Konsultasi, dan Jasa Pelaksanaan tender pada Jasa Konstruksi.

Realisasi Anggaran SS-3

Alokasi anggaran Tahun 2019 untuk mendukung tercapainya SS-3 ini sebesar Rp. 707.704.000,-, sampai dengan Maret 2019 telah terealisasi sebesar Rp. 46.527.800,- atau 7%. Berdasarkan analisis terhadap pencapaian indikator kinerja pada SS-3 dan analisis terhadap realisasi anggaran, dapat disimpulkan bahwa penggunaan anggaran efisien. Hal ini didasari oleh kegiatan ini belum ditargetkan pada Triwulan III, tetapi telah terlihat progress yang dilakukan.

4. Sasaran Strategis 4. Terwujudnya ASN UPT. Stasiun PSDKP Ambon yang kompeten, professional dan berkepribadian

Pengembangan SDM sebagai sumber daya pengawasan SDKP, menekankan manusia sebagai pelaku pengawasan yang memiliki etos kerja produktif, terampil, kreativitas, disiplin, profesional, loyalitas serta memiliki kemampuan memanfatkan, mengembangkan, dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi maupun kemampuan manajemen. Hal ini harus terus dikembangkan baik secara kualitas maupun kuantitas guna keberhasilan pengawasan SDKP.

IKU yang digunakan untuk memenuhi SS-3 adalah “Indeks profesionalisme ASN lingkup Stasiun PSDKP Ambon”. Pengukuran capaian indikator kinerja ini menggunakan 4 variabel, yaitu : Kualifikasi (25%), Kompetensi (40%), Kinerja (30%) dan Disiplin (5%). Nilai capaian IKU ini akan didapat pada Triwulan IV Tahun 2019.  Realisasi Anggaran SS-4

Alokasi anggaran Tahun 2019 untuk mendukung tercapainya SS-4 ini sebesar Rp. 70.800.000,-, sampai dengan Juni 2019 telah terealisasi sebesar Rp. 15.255.300,- atau 21.69%. Berdasarkan analisis terhadap pencapaian indikator kinerja pada SS-4 dan analisis terhadap realisasi anggaran, dapat disimpulkan bahwa penggunaan anggaran efisien. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu adanya peningkatan realisasi anggaran pada triwulan III, agar di akhir tahun nantinya anggaran akan terserap dengan baik dan lebih efisien.

5. Sasaran Strategis 5. Tersedianya Manajemen Pengetahuan yang Handal dan Mudah Diakses

(55)

yang terstandar”. Persepsi user terhadap kemudahan akses informasi adalah tingkat kepuasan pengguna terhadap layanan aksesibilitas informasi yang disediakan di lingkungan Stasiun PSDKP Ambon. Stasiun PSDKP Ambon sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) dalam penyediaan data informasi pengawasan, Stasiun Pengawasan SDKP Ambon telah memiliki sistem informasi berbasis website yang dapat diakses dengan mudah oleh publik.

Metode perhitungan dengan menggunakan aplikasi bitrix, yang merupakan aplikasi untuk mengukur Manajemen Pengetahuan yang mudah diterapkan, yaitu dengan prinsip melihat seberapa banyak unit kerja yang menerima informasi-informasi yang disampaikan. Berdasarkan matriks capaian IKU Manajemen Pengetahuan yang terstandar (Bitriks) capaian Stasiun PSDKP Ambon adalah 83.61% (gambar 3). Berdasarkan hasil tersebut maka capaian pada IKU ini telah melebihi target yang ditentukan yakni 60% pada triwulan II.

Gambar 4. Capaian IKU Presentase Unit Kerja yang Menerapkan Sistem Manajemen

Pengetahuan yang Terstandar

Selain pengukuran terhadap capaian Manajemen Pengetahuan yang terstandar (Bitriks) Stasiun PSDKP Ambon, diukur juga pencapaian terhadap Eseleon V lingkup Stasiun PSDKP Ambon, dengan hasil sebagai berikut (Gambar 4) :

Gambar

Gambar 1. Struktur Organisasi Stasiun PSDKP Ambon Tahun 2019
Gambar 2. Peta Strategi Stasiun PSDKP Ambon
Gambar 3. Perjanjian Kinerja Lingkup Stasiun PSDKP Ambon Tahun 2019
Tabel 3.1. Capaian Sasaran Strategis Stasiun PSDKP Ambon Tahun 2019
+7

Referensi

Dokumen terkait

Setelah dievaluasi lebih lanjut, maka diusulkan bahwa kandidat satu (Solusi Pengembangan Sistem Penelusuran Alumni berbasis web) untuk diusulkan pada Pengembangan

 Business Process : Dalam upaya menciptakan nilai bagi Pelanggan (customer value), peran dari pendefinisian proses bisnis yang efisien, transparan dan berorientasi kepada

Penentuan datum dengan cara modern berdasarkan pada titik titik yang sudah terdefinisi biasanya menggunakan beberapa titik yang kemudian digunakan untuk

berfungsi untuk memilih bilangan prima (P dan Q) secara random kemudian dan bilangan prima tersebut diperoleh pasangan kunci publik dan kunci privat. Dalam pemilihan bilangan

Kerajinan perak adalah kegiatan wirausaha yang didasarkan pada kreatifitas pengrajinnya. Kerajinan perak dapat diolah menjadi barang-barang yang memiliki nilai jual

Kendala lain yang dihadapi dalam pembenihan kelapa adalah buah yang memiliki sifat rekalsitran, yaitu tidak dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama dikarenakan biji

Pangkalan PSDKP Lampulo senantiasa berkomitmen dalam agenda memerangi IUU Fishing sambil terus mengembangkan secara simultan indikator-indikator yang esensial dan

Selain itu, produk informasi Meteorolgi Maritim yang dikeluarkan oleh Stasiun Meteorologi Maritim Ambon juga berupa Prakiraan Cuaca Pelabuhan yang terdiri dari prakiraan cuaca,