• Tidak ada hasil yang ditemukan

kd Tasik 1004144 Abstract

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "kd Tasik 1004144 Abstract"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

ii ABSTRAK

Materi pantun merupakan salah satu materi pelajaran yang cukup sulit dikuasai siswa, hal ini dikarenakan pembendaharaan kosa kata siswa yang terbatas, walaupun secara umum sebagian besar siswa mampu menuliskan pantun, namun penggunaan kosa kata yang digunakannya terkadang terlalu memaksakan sehingga secara teoritis sudah tepat namun dalam tataran makna sulit untuk dipahami atau sebaliknya, bahkan beberapa diantaranya menuliskan pantun secara teoritis maupun pemaknaan sulit untuk diidentifikasi sehingga struktur pantun tidak berdasarkan teori-teori yang dikembangkan para peneliti sebelumnya. Untuk itu tujuan penelitian ini dilakukan guna mendeskripsikan struktur pembentuk pantun karya siswa kelas IV SDN Nagarawangi 3 Kota Tasikmalaya. Subjek penelitian ini adalah siswa-siswi kelas IV SDN Nagarawangi 3 Kota Tasikmalaya dengan objek penelitian berupa 35 teks pantun yang dibuat berdasarkan tema “bebas”. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, dimana setiap pantun dideskripsikan satu persatu berdasarkan struktur pantun dari segi bentuk maupun segi isi. Dari segi bentuk hal-hal yang dideskripsikan diantaranya penggunaan jumlah baris, suku kata, dan penggunaan rima, sedangkan dari segi isi meliputi sampiran dan isi pantun yang ditinjau berdasarkan struktur fisik dan struktur batin. Hal-hal yang dideskripsikan dalam struktur fisik diantaranya diksi dan pengimajian, sedangkan hal-hal yang dideskripsikan dalam struktur batin diantaranya penggunaan tema dan amanat pantun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tehnik tes, dokumentasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar mampu membuat pantun berdasarkan struktur pembentuk secara tepat. Mayoritas pantun yang dibuat oleh siswa menggunakan empat baris/ larik dengan jumlah 8-12 suku kata pada setiap baris/ lariknya serta memiliki berima a-b-a-b dan a-a-a-a. Pemilihan struktur kata sederhana, Kesederhanaan kata yang dipilih siswa berdampak pada makna kata, tercatat sebagian besar siswa 88,6% menggunakan kata-kata yang bermakna denotatif sedangkan sebagian kecil siswa 11,4 % menggunakan kata-kata yang bermakna konotatif. Selain itu struktur fisik pantun melalui pengimajian yang timbul dalam pantun ini cukup bervariatif. Lebih dari 42,9 % siswa menggunakan kata yang menimbulkan pengimajian auditif, 37,1% pengimajian visual dan 20% pengimajian taktil. Berdasarkan struktur batin, Tema yang digunakanya dalam setiap pantun karya siswa ini sangat beragam. Mayoritas siswa menentukan tema pantun “nasehat” sehingga jumlah pantun orang tua paling banyak diantara jenis pantun lainnya dengan perolehan presentase 57,1%, sedangkan pantun remaja berjumlah 28,6 % dan 14,3% merupakan pantun anak. Amanat yang disampaikan siswa juga bermacam-macam jika dilihat dari sifat-sifatnya,diantaranya: 60% bersifat menasehati, 5,7% bersifat ajakan, 8,6% bersifat larangan dan 25,7% bersifat menghibur.

Referensi

Dokumen terkait

Kemungkinan yang kedua kemampuan siswa dalam memahami bahasa mengalami kesulitan dikarenakan kurangnya kosa kata yang dikuasai oleh siswa Kemungkinan ketiga yaitu kurangnya sarana

Tujuan dari penelitian ini yaitu unuk mengetahui : (1) Untuk mendeskripsikan proses pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan koneksi matematika materi jajar

empat soal Subyek dari penelitian ini adalah 60 siswa kelas V, yang terdiri dari 30 siswa untuk kelas eksperimen dan 30 siswa untuk kelas kontrol.Pengumpulan data dilakukan melalui

Penilaian yang tepat bagi siswa tidak hanya menunjukkan perilaku siswa yang lengkap, tetapi juga perilaku siswa yang hidup dan nyata yang sesuai dengan potensi

Iconic muncul sebanyak 38 kali iconic ketika guru menjelaskan materi dan memberikan arahan, deictic muncul sebanyak 28 kali, deictic juga digunakan untuk menjelaskan materi dan

Hasil analisis uji coba dalam tahap pengembangan menunjukkan bahwa bahan ajar berbasis pendekatan saintifik yang dikembangkan peneliti dinyatakan valid dan

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematika siswa Sekolah Dasar yang disebabkan oleh kurang terbiasanya siswa dalam

Pedoman Analisis Jumlah Baris, Suku Kata dan Rima.... Pedoman Analisis Struktur Fisik Sampiran dan Isi