• Tidak ada hasil yang ditemukan

asas asas pendidikan islam

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "asas asas pendidikan islam"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

ASAS-ASAS PENDIDIKAN ISLAM

Makalah disusun guna memenuhi tugas mata kuliah

Ilmu Pengetahuan Islam:

Dosen Pengampu :Asniyah Nailasari,M.Pd.I

Oleh :

1. Drajat Bintoro (143111212)

2. Firdaus Zakki (143111224)

3. Nurul Hesti Anggraeni (143111206)

4. Rinna Irnawati (143111229)

(2)

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN

Bicara pendidikan masa kini, pendidikan di masa modern ini sudah maju dan berkembang. Pendidikan sudah berkembang, di pelosok-pelosok desa sudah ada dan tumbuh secara subur, karena didukung oleh fasilitas-fasilitas yang memadai, apalagi di perkotaan. Saat ini, pendidikan sudah maju, karena memang pendidikan dimanja oleh pemerintah. Ketika pendidikan di Indonesia ini maju, maka SDM (Sumber Daya Manusia) pun akan maju.

Dalam memajukan pendidikan, pendidik harus mengerti teori-teori, asas-asas pendidikan tersebut, karena tanpa teori, pendidik mau dapat dari mana pengetahuan untuk mendidik. Teori merupakan kumpulan konsep-konsep tentang sesuatu, termasuk pendidikan

Pendidikan itu ada tujuannya, tujuan yang ingin dicapai. Salah satu tujuannya adalah agar SDM peserta didik atau para generasi lebih maju. Pendidikan sangat penting, karena tanpa pendidikan, kita tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang jelek dikerjakan, mana yang bermanfaat dan mana yang tidak.

Makalah ini mencoba menjelaskan tentang asas pendidikan, mungkin dengan penjelasan ini, akan lebih faham dan mengerti tentang pendidikan. Sedikit banyak di makalah ini akan dijelaskan tentang pendidikan.

B. Rumusan Masalah

1. Apa saja Asas-asas pendidikan islam?

2. Apa yang di maksud Pendidikan Islam?

(3)

.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Asas-asas Pendidikan Islam

Menurut kamus besar bahasa Indonesia, asas adalah dasar, suatu landasan untuk melakukan sesuatu (Departemen Pendidikan Nasional 2003). Asas juga dapat disebut dengan fondasai (Fundation). Arif rachman (2009) berpendapat, fondasi pendidikan adalah sesuatu yang memberikan dasar atau landasan terhadap penyelenggraan sistem pendidikan yang dilakukan masyarakat. Tentu saja pondasi pendidikan memuat nilai-nilai positif yang diyakini kebenarannya oleh penyelenggara pendidikan agar upaya penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan dapat berjalan sesuai harapan.

Asas pendidikan adalah aqidah islam.Aqidah menjadi dasar kurikulum (Mata ajaran dan Metode pengajaran) yang diberlakukan Negara. Aqidah islam berkonsekuensi ketaatan pada syari’at islam. Ini berarti tujuan, pelaksanaan, dan evaluasi pelaksanaan kurikulum harus terkait dengan ketaatan pada syari’at islam. Pendidikan dianggap tidak berhasil apabila tidak menghasilkan keterkaitan pada syariat islam pada peserta didik, Walaupun mungkin membuat peserta didik menguasai ilmu pengetahuan.

(4)

Asas-asas pendidikan di bagi dalam dua bagian, yaitu asas-asas pendidikan Islam dan asas-asas pendidikan husus di Indonesia. Pertama: Asas-asas pendidikan Islam merupakan asas atau dasar dari pendidikan itu adalah Alquran dan Alhadis (Langgulung, 1988:5). Allah berfirman, artinya: “Tidak Kami luputkan dalam kitab itu segala sesuatu “ (QS. Al-Ana’am:38). Ayat ini menunjukkan bahwa pembahasan Alquran itu mencakup segala aspek kehidupan, termasuk pendidikan juga berasaskan Alquran. Allah menguatkan lagi dengan berfirman, artinya: “dan Kami turunkan kepadamu kitab yang menerangkan setiap sesuatu dan sebagai petunjuk dan rahmat serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri” (QS. Nahl, Tanpa Tahun:89). Abdurrahman Saleh (1994:17-18) berpendapat bahwa segala sesuatu (likulli syaiin) dalam ayat di atas, banyak dipahami oleh para sarjana muslim, kandungan ayat di atas meliputi berbagai cabang ilmu pendidikan, dan mereka mengatakan (para sarjana) bahwa kandungan asas-asas Qurani mampu memberi petunjuk terhadap tingkah laku manusia. Nabi Muhammad juga mengemukakan bahwa pendidikan itu sangatlah penting, dan mewajibkan kepada seluruh umatnya untuk tolabul ‘ilmi (mencari ilmu) ke mana pun. Hal ini, ditegaskan dengan sabda beliau, artinya: Carilah ilmu walaupun ke Negeri Cina (Ma’sum, Tanpa Tahun:15). Banyak pula hadis-hadis nabi yang menjelaskan tentang ilmu dan pendidikan, tapi tidak dapat saya uraikan dalam makalah ini. Kedua: Asas-asas pendidikan husus di Indonesia. Asas pendidikan merupakan sesuatu kebenaran yang menjadi dasar atau tumpuan berpikir, baik pada tahap perancangan maupun pelaksanaan pendidikan. Husus di Indonesia, terdapat beberapa asas pendidikan yang memberi arah dalam merancang dan melaksanakan pendidikan itu. Asas-asas tersebut adalah Asas Tut Wuri Handayani, Asas Belajar Sepanjang Hayat, dan Asas Kemandirian dalam belajar (Tirtarahardja, 2005:19).

1. Asas Tut Wuri Handayani

(5)
(6)

bisa menciptakan peserta didiknya mandiri, karena dalam pendidikan sudah diajari strategi-strategi dalam menjalankan hidup ini.

2. Asas Belajar Sepanjang Hayat

Asas belajar sepanjang hayat (life long learning) merupakan sudut pandang dari sisi lain terhadap pendidikan seumur hidup (life long education). Menurut Tirtarahardja (2005:20), kurikulum yang dapat merancang dan mengimplementasikan dengan memperhatikan dua dimensi, yaitu: Dimensi vertikal dari kurikulum sekolah meliputi keterkaitan dan kesinambungan antara tingkatan persekolahan dan keterkaitan dengan kehidupan peserta didik di masa depan. Dimensi horisontal dari kurikulum sekolah yaitu katerkaitan antara pengalaman belajar di sekolah dengan pengalaman di luar sekolah. Pendidikan Indonesia bertujuan meningkatkan kecerdasan, harkat, dan martabat bangsa, mewujudkan manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkualitas, mandiri hingga mampu membangun diri sendiri dan masyarakat sekelilingnya, memenuhi kebutuhan pembangunan dan bertanggung jawab atas pembangunan bangsa (Dimas, 2011:2). Kita akan berkualitas, mandiri, cerdas, berharkat dan bertabat, serta bertakwa kepada Allah setelah menjalani pendidikan, dengan pendidikan kita bisa berkualitas dan kita bisa apa saja, karena kita telah punya pengalaman pendidikan.

3. Asas Kemandirian dalam Belajar

(7)

Menurut Hasan Langgulung, Pendidikan itu mempunyai asas-asas tempat ia tegak dalam materi, interaksi, inovasi dan cita-cita. Jadi itu merupakan landasan yang menjadi tumpuan segala yang berada diatasnya. Dalam bukunya Asas-Asas Pendidikan Islam

beliau menuliskan ada 6 asas dalam Pendidikan, diantaranya :

1) Asas-Asas Historis

Asas yang mempersiapkan si pendidik dengan hasil-hasil dan batas dan kekurangan-kekurangannya. Meliputi sebagian ilmu sejarah dan arkeologi. dokumen-dokumen dan benda-benda tertulis yang dapat menolong menafsirkan pendidikan dari segi sejarah dan peradaban.

2) Asas-asas Sosial

Asas yang memberinya kerangka budaya darimana pendidikan itu bertolak dan bergerak: memindah budaya, memilih dan mengembangkan. Meliputi sebagaian ilmu social dan kependudukan, antropoogi dan etnologi yang dapat menafsirkan masyarakat dan kumpulan, penduduk, sosialisasi dan perubahan, dan lain-lain.

3) Asas-asas Ekonomi

Asas yang memberinya persepektif tentang potensi-potensi manusia dan keuangan, materi dan persiapan yang mengatur sumber-sumbernya dan bertanggung jawab terhadap anggaran belanjanya. Misalnya sebagian ilmu ekonomi dan akunting, budgeting dan perencanaan yang dapat menolong dalam investasi yang lebih ideal, keuntungan yang lebih memuaskan dan kemampuan lebih tinggi.

4) Asas-asas Politik dan Administrasi

Asas yang memberinya bingkai ideology dari mana ia bertolak untuk mencapai tujuan yang di cita-citakan dan rencana yang telah di buat. Misalnya sebagian ilmu administrasi dan organisasi, undang-undang dan perundang-undangan yang dapat menafsirkan susunan organisasi pendidikan dan mengarahkan geraknya.

5) Asas-asas Psikologis

(8)

komunikasi yang sesuai untuk memahami pengajaran dan proses belajar, perkembangan, dan pertumbuhan, kematangan, kemampuan, dan kecerdasan, persepsi dan perbedaan-perbedaan perseorangan, minat dan sikap.

6) Asas-Asas Filsafat

Yaitu asas yang berusaha memberinya kemampuan memilih yang lebih baik, memberi arah suatu system, mengontrolnya, dan memberi arah kepada semua asas-asas yang lain. Misalnya sebagian ilmu etika dan estetika, ideologi, dan logika untuk memberi arah kepada pengajaran dan menyelaraskan interaksi-interaksi masing-masing, menyusun sistem-sistemnya sesudah di teliti dan dikritik dianalisa, dan di buat sintesis.

Demikian penjelasan asas-asas dalam pendidikan Menurut Hasan Langgulung, begitupun dalam pendidikan islam, ada tambahanya yaitu Asas keyakinan (Aqidah). Asas ini menjadi Asas yang Fundamental, karena dalam pandangan dan ajaran islam, aqidah menjadi hal mendasar sebelum lainnya.

B. Pendidikan Islam

(9)
(10)

pendidikan dalam jangka waktu tertentu. Pendidikan ada batas awal (permulaan) dan ada pendidikan yang sesungguhnya dari anak dituntut pengertian bahwa dia harus memahami apa yang dikehendaki oleh pemengang kewajiban, dan menyadari bahwa hal yang diajarkan adalah perlu baginya. Dia mengatakan (Daradjad) bahwa dari segi psikologi, usia 3-4 tahun dikenal sebagai masa pembangkang atau masa krisis. Pada masa itu, menurut hemat saya, adalah masa yang baik untuk mendapat didikan, didikan ke jalan penyadaran diri. Didikan yang membawa ke kesadaran batin yang paling dalam, karena anak didik diusia dini lebih bergantung pada lingkungan sekitarnya. Jadi, lebih mudah mendapat didikan dari orang tua maupun pendidik lainnya.

2. Batas akhir

Seorang anak dalam hal-hal tertentu telah mencapai kematangannya, tetapi dalam hal-hal lai kadang-kadang masih tetap menunjukkan sifat kekanak-kanakan. Pendidikan itu juga mempunyai titik ahir yang bersifat amaliah. Titik ahir itu bersifat principal dan tercapai tercapai bila seorang manusia muda itu dapat berdiri sendiri dan secar mantap mengembangkan derta melaksanakan rencana sesuai dengan pandangan hidupnya (Daradjad, 1995:50). Inilah yang dimaksud batasan ahir dari pendidikan tersebut.

C. Manfaat Pendidikan

(11)
(12)

BAB III

KESIMPULAN

Asas pendidikan adalah aqidah islam. Aqidah menjadi dasar kurikulum (Mata ajaran dan Metode pengajaran) yang diberlakukan Negara. Aqidah islam berkonsekuensi ketaatan pada syari’at islam. Ini berarti tujuan, pelaksanaan, dan evaluasi pelaksanaan kurikulum harus terkait dengan ketaatan pada syari’at islam. Pendidikan dianggap tidak berhasil apabila tidak menghasilkan keterkaitan pada syariat islam pada peserta didik, Walaupun mungkin membuat peserta didik menguasai ilmu pengetahuan.

Asas pendidikan secara umum adalah Alquran dan Alhadis, sedangkan asas pendidikan kalau dipandang secara khusus di Indonesia ada tiga, yaitu: asas tut wuri handayani, asas belajar sepanjang hayat, asas kemandirian dalam belajar. Pendidikan merupakan penyaluran intelektual dari pendidik kepada anak (peserta) didik. Pendidikan adalah bimbingan jasmani dan rohani menuju terbentuk kepribadian utama

(13)

DAFTAR PUSTAKA

Referensi

Dokumen terkait

Adapun tujuan yang akan dicapai melalui penelitian ini adalah untuk: “Mengetahui konsep pendidikan agama Islam terhadap anak dalam keluarga menurut Hasan Langgulung”..

Wujud nyata dalam usaha pengembangan cara pendekatan proses adalah Pola Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) sebagai cara belajar yang memandang siswa sebagai subyek belajar, telah

literer, maka penulis dalam mengkaji konsep pendidikan Islam pemikiran Mohammad Natsir dan Hasan Langgulung dengan menggunakan buku-buku karya kedua tokoh tersebut

Hasan Langgulung berpendapat bahwa lembaga pendidikan adalah suatu sistem peraturan yang bersikap mujarrad, suatu konsepsi yang terdiri dari kode-kode,

Hasan Langgulung merupakan seorang tokoh pendidikan Islam yang memiliki corak pemikiran yang merumuskan definisi pendidikan Islam dengan membaginya kepada tiga

Oleh karena itu diperlukan suatu upaya untuk kembali mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan agama melalui konsep yang ditawarkan oleh Hasan Langgulung yang mana

Berdasarkan beberapa penelitian sebelumnya yang hanya mengfokuskan pada satu aspek kajian dari pemikiran Hasan Langgulung dan Zakiah Darajat, maka dalam penelitian ini akan lebih dikaji

Azra dalam halaman yang sama mengutip Hasan Langgulung bahwa pendidikan Islam itu ialah proses penyiapan generasi muda untuk mengisi peranan, memindahkan pengetahuan dan nilai-nilai