• Tidak ada hasil yang ditemukan

VECO Indonesia. Laporan & Rencana

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "VECO Indonesia. Laporan & Rencana"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

VECO Indonesia

(2)
(3)

Program VECO Indonesia

2015-2016

Meningkatkan

penghidupan para

petani kecil di Indonesia

melalui pengembangan

rantai nilai pertanian

dan pengembangan

bisnis yang inklusif.

(4)

Dasar Hukum

Kerjasama dengan Pemerintah RI

Kerjasama dengan Direktorat Jenderal

Bina Pemerintahan Desa (Ditjen Bina

Pemdes) –

sebelumnya Ditjen PMD - di

bawah koordinasi Kementerian Dalam

Negeri sejak 1998.

MoU selama 3 tahun (2014-2016), telah

diperpanjang pada 16 Januari 2017 untuk

periode 3 tahun berikutnya (2017-2020).

(5)

Strategi Umum

Program

Meningkatkan penghidupan masyarakat pedesaan di Indonesia

melalui Program Pemberdayaan Masyarakat, yaitu:

Pengembangan pasar modern yang

inklusif (

Inclusive Modern Market-IMM

)

Pengembangan sub-sektor beras (

Sub-Sector Development-SSD

)

(6)

18 kabupaten/kota di 9 Provinsi

(7)

Kegiatan Utama

2015-2016

Kegiatan Utama VECO Indonesia:

• Menciptakan organisasi petani yang berorientasi bisnis

• Menerapkan paket teknologi GAP (Praktek Pertanian yang Baik) dan GPP (Praktek Pengolahan yang Baik)

• Mengembangkan pusat-pusat pembelajaran kopi, kakao, beras dan kulit manis

• Memfasilitasi penerapan standar mutu yang ketat yang berstandar nasional dan internasional

• Ujicoba dan pengembangan SRI & Mina Padi

• Mendorong SNI multi-kualitas beras

• Promosikan produksi beras yang berkelanjutan

• Mengembangkan lobi dan jaringan

• Pengembangan rantai nilai yang berkelanjutan

• Penyadaran konsumen tentang pangan sehat

• Mengembangkan kerjasama dengan pemerintah daerah dan pihak ketiga

(8)

Hasil yang Dicapai

1. Petani laki-laki dan perempuan berpendapatan memadai. Pendapatan meningkat; posisi petani menguat; petani mampu beradaptasi terhadap perubahan global; penggunaan SDA dan ketersediaan pangan sehat yang berkelanjutan.

2. Perusahaan menerapkan prinsip inklusif dalam kebijakan/praktik pembelian dari petani.

19 perusahaan yang bekerjasama dengan organisasi petani menunjukkan kebijakan/praktek inklusif.

3. Petani mampu memproduksi beras dengan cara berkelanjutan dan menciptakan pasar yang adil.

3 dari 4 organisasi petani berhasil mendapatkan sertifikasi organik internasional dan 4 dari 5 mendapatkan sertifikasi organik domestik. Penjualan beras

mencapai 439 ton pada tahun 2016.

4. Petani laki-laki maupun perempuan melakukan dan memiliki andil dalam pemasaran bersama.

Rata-rata 50% dari petani yang tergabung dalam sertifikasi/ Sistem Pengawasan Internal telah melakukan pemasaran bersama dengan total penjualan mencapai 3.222 ton (2016).

5. Peningkatan jumlah kebijakan & institusi pembuat kebijakan yang mendukung inklusifitas petani.

8 kebijakan/peraturan baru, diadaptasi atau diperbaiki; lebih dari 40 pelayanan jasa dan program yang disediakan oleh pemerintah dan aktor-aktor swasta.

(9)

Mitra

VECO

Organisasi Mitra:

• Organisasi Petani di Tingkat Lokal dan Nasional

• Organisasi Jaringan

• Pihak Swasta (Aktor dalam Rantai Pertanian)

• LSM lokal

Mitra Strategis:

Pemerintah (Daerah dan Nasional), LSM yang bergerak dalam pemberdayaan masyarakat (Nasional dan Internasional), Universitas, Lembaga penelitian, Lembaga, Donor, dll.

(10)

Jumlah

Mitra

Mitra

Jumlah Mitra

2015

2016

Organisasi Petani

18

18

Pihak Swasta

8

19

Org. Jaringan/

Konsorsium

3

3

LSM

12

6

Total

41

46

(11)

Flores; 5,511 Java; 8,185 Jambi; 1,056 Sulawesi 13,070 Flores Java Jambi Sulawesi

Penerima Manfaat

2015-2016

2015: 27.822

Flores; 6,564 Java; 12,345 Jambi; 1,145 Sulawesi; 13,449 Flores Java Jambi Sulawesi

2016: 33.503

(12)

Budget 2015:

Rp.24.627.931.000

Donor 2015:

DGD, FAO, Misereor, SNV, TRDS, DFAT

Budget

2015-2016

Budget 2016:

Rp. 23.291.923.000

Donor 2016:

DGD, DFAT, TRDS, MCA-I, 11.11.11

54% 9% 8% 3% 7% FA Flores FA Jakarta FA Java FA Kerinci FA Sulawesi

(13)
(14)

Program VECO Indonesia

2017-2020

Pengembangan

Sosial Ekonomi

melalui

Peningkatan

Kapasitas

Kelembagaan

Desa

(15)

Tujuan Umum

Program

Meningkatkan kesejahteraan masyarakat

desa di wilayah kerjasama di Indonesia.

Fokus Program:

Fasilitasi pengembangan kapasitas

kelembagaan desa yang berwawasan

sosial dan lingkungan

Penyediaan dukungan teknis bagi

Pemerintah Daerah dalam membangun

ketangguhan sosial ekonomi desa melalui

pelembagaan sistem pangan yang

berkelanjutan dan inklusif

Pengembangan rantai nilai pertanian

berkelanjutan dengan melibatkan

kelembagaan desa

(16)

TOTAL TARGET: 45.000 petani

54.000 konsumen pangan sehat 25 Kabupaten dan 4 Kota di

(17)

Hasil

yang

Diharapkan

Di Tingkat Petani/Masyarakat Desa:

• Peningkatan produksi melalui penerapan teknis pertanian yang inovatif, ramah lingkungan, berkelanjutan, serta menguntungkan petani

• Peningkatan daya saing petani karena adanya jaminan mutu dan nilai tambah

• Peningkatan pendapatan petani melalui pemasaran bersama

• Petani mampu bekerjasama dengan bisnis yang dimiliki oleh kelembagaan desa dan sektor swasta dalam rangka mengembangkan usaha

(18)

Hasil

yang

Diharapkan

Di Tingkat Kelembagaan Desa:

• Peningkatan kemampuan dalam mengelola organisasi berwawasan sosial dan lingkungan

• Peningkatan kemampuan dalam mendorong petani sehingga mampu mengelola bisnis secara profesional di rantai komoditas

• Peningkatan kapasitas agar petani dapat beradaptasi terhadap perubahan global

• Peningkatan kapasitas dalam mengelola penggunaan SDA desa secara berkelanjutan

• Peningkatan kinerja dalam mewujudkan

(19)

Hasil

yang

Diharapkan

Di Tingkat Mitra:

• Peningkatan kapasitas memfasilitasi bisnis antara organisasi petani dan kelembagaan desa dengan pihak swasta

• Peningkatan kapasitas memfasilitasi

kelembagaan desa dalam pengembangan bisnis pertanian

• Peningkatan kapasitas untuk

mempermudah konsumen mengakses dan membeli produk pertanian yang sehat dan berkualitas

(20)

Di Tingkat VECO Indonesia:

• Kontribusi keahlian dalam pengembangan bisnis di sektor pertanian, bekerjasama dengan sektor swasta dan menayangkan publikasi-publikasi yang relevan untuk proses pembelajaran

• Menjalin hubungan kerjasama yang baik dengan Pemerintah Indonesia sehingga kontribusi VECO Indonesia terhadap ekonomi masyarakat desa di wilayah program menjadi lebih baik

• Memanfaatkan jaringan VECO yang kuat dan strategis

(21)

Kegiatan Utama

2017-2020

• Peningkatan kapasitas terkait kelembagaan desa

yang berwawasan sosial, ekonomi dan lingkungan

• Fasilitasi studi banding ke organisasi yang telah sukses dengan program pertanian berkelanjutan

• Pengembangan pusat-pusat pembelajaran kopi, kakao, beras dan kulit manis

• Pengembangan model bisnis kopi, kakao, kulit manis dan beras yang inklusif dan transparan antara perusahaan dengan petani produsen

• Perbaikan lingkungan (institusional) agar kondusif bagi inklusi petani di dalam pasar modern

• Peningkatan kapasitas bisnis dari organisasi petani

• Promosi produksi beras sehat yang berkelanjutan

• Pengembangan lobi dan jaringan

(22)

Mitra

Kerja:

Organisasi Petani

JAWA BARAT

Simpatik

JAWA TENGAH

APPOLI

APOB

SULAWESI

Benteng Alla

PPKT

AMANAH

Cahaya Sehati

MASAGENA

NTT

ASNIKOM

MPIG-AFB

JANTAN

SIKAP

Petani kakao Sikka

Petani kakao Sumba

SUMATERA

(23)

Mitra

Kerja:

LSM/Organisasi Jaringan

NASIONAL

API

YLKI

SCOPI

CSP

JAWA

PIB

Gita Pertiwi

SULAWESI

Wasiat

NTT

Tananua

Donders

Caritas

(24)

Mitra

Kerja:

Sektor Swasta

JAWA:

PT Bloom Agro, Javara, UD Tamajaya, PT Gasol

SULAWESI:

PT Sulatco, Toarco Jaya, PT Indokom, MTC, PT Megah

Putra, PT Mars, Cocoa Future, KJM

NTT:

PT Comextra Mayora, POD Chocolate, PT Suryaning Galang

Kangin, PT Indokom, MTC,

(25)

Mitra

Kerja

Strategis

Pemerintah:

Pemerintah tingkat pusat, provinsi dan

kabupaten dimana program VECO

dijalankan

Lembaga studi/penelitian:

ICCRI, Universitas

dalam dan luar negeri

Lembaga jaringan dan inisiatif

regional dan internasional:

AgriProFocus, Global Coffee Platform,

Sustainable Rice Platform, Food Smart City

for Development

(26)

Penerima Manfaat

2017-2020

Penerima

Manfaat

2017

2018

2019

Jumlah Petani 35.000 40.000 45.000

Jumlah

konsumen

pangan sehat

20.000 35.000 54.000

(27)

Biaya

Program

Kantor Regional; 2.633 ; 27% Flores; 3.498 ; 35% Sulawesi; 1.562 ;16% Jawa; 1.880; 19% Kerinci; 343 ; 3%

(28)

Terima kasih!

VECO Indonesia

Jalan Badak Agung X No. 22 Sumerta Kelod, Denpasar Bali 80234, INDONESIA

www.vecoindonesia.or.id

T: +62 361 842 1411

E:[email protected]

Facebook: VECO Indonesia Instagram: vecoindonesia

Referensi

Dokumen terkait

Adanya hubungan kerja yang baik antara kepala sekolah dalam menjalin. kerjasama dengan peserta sosial masyarakat, menunjukkan bahwa

Public Relations PT Indonesia Comnets Plus (ICON+) menjalin hubungan yang baik dengan publik eksternal yaitu dengan melakukan publikasi seperti menulis press

Pada Tahun 2012 Pemerintah Kabupaten Ngawi melakukan upaya peningkatan kerjasama baik kerjasama antar Pemerintah Daerah maupun kerjasama dengan pihak swasta dan masyarakat

Mengesahkan Persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Mali mengenai Kerjasama Ekonomi dan Teknik, yang telah ditandatangani Pemerintah Republik

Konsistensi kebijakan yang ditempuh, baik oleh Bank Indonesia, Pemerintah, dan otoritas lain, direspons dengan baik oleh pelaku ekonomi seperti yang tercermin pada mulai

Terdapat tiga model pendekatan yang dilakukan LSM dalam hal menjalin hubungan dengan pemerintah Indonesia, yang pertama “Kerjasama tingkat tinggi

untuk menjalin hubungan (0.321), kepercayaan untuk menjalin kerjasama (0.351), kepercayaan bahwa kerjasama yang terjalin akan menguntungkan baik bagi peningkatan pendapatan

Indonesia telah menjalin hubungan kerjasama internasional dengan Amerika Serikat, hubungan kerjasama Indonesia dan Amerika Serikat telah berlangsung cukup lama, kerjasama kedua negara