• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN KEUANGAN TRIWULAN I

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN KEUANGAN TRIWULAN I"

Copied!
59
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN KEUANGAN

TRIWULAN I

2016

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk.

JL. PAJAJARAN, GANDASARI, JATIUWUNG TANGERANG 15137

TELP. (62-21) 5919442 (HUNTING)

(2)

TOGETHER WE GROW

P?,fEeflBCI eABg"H e#SfPAtr{}' 3{}f{.

SURAT PERNYATAAN

TENTANG

L.

Nama

Alamat kantor

Alamat domisili sesuai KTP

Nomor telepon

Jabatan

2.

Nama

Alamat kantor

Alamat domisili sesuai KTP

Nomor telepon jabatan

Menyatakan bahwa:

rANGG,NG IAWAB

o'ou'u'ffiffiilJ5H#,:#,Xt?YflPt'

iAN

uNruK PERI,DE rIGA

PT lembo Cable Company Tbk. dan Entitas Anak

Kami yang bertanda tangan di bawah ini:

Head Office and Factory :

!. Paiajam Kel. Gmdasui, Kec. Jatiuwmg, Tmgermg 15137 - lndonesia Phone: +62 21 591 9t142 (Hmting)

Ia | +6221, 5565 0465

Office:

Mega Clodok Kemayoran Office Tower B 6th Floor

!. l\ngkasa Kav. B - 5 Kemayorm JakrLa Pusat - lndonesia

Phone : + 6221" 2937 1a), ,65701517 (Hmting)

Fax : +6221 65701488,65701556 Website : http://wjembo.com DIREKSI

Santoso

|1. Pajajaran, Kel.Gandasari, Kec.latiuwung. Tangerang L5L37 Jl. Karang Anyar Utara No.SRT.007 RW.010,

Kel.KarangAnyar, Kec.Sawah Besar, jakarta Pusat

(021) 2937 LZZZ, 59 L9 + 42 Presiden Direktur

Antonius Benady

Jl. Pajajaran, Kel.Gandasari, Kec.]atiuwung, Tangerang'LS1,37

Jl. Taman Kosambi Timur F 1,/36, RT/RWO05/009 Kel.Duri

Kosambi, Kec.Cengkareng, Jakarta Barat

(021) 2937 LZZZ, 59 1,9 4 42

Direktur

1,.

Bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian

Perusahaan dan Entitas anak;

2.

Laporan keuangan konsolidasian telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar

Akuntansi Keuangan di Indonesia;

3.

a.

Semua informasi dalam laporan keuangan konsolidasian telah dimuat secara lengkap dan benar;

b. Laporan keuangan konsolidasian tidak mengandung informasi atau fakta material

yang tidak benar, dan tidak menghilangkan informasi atau fakta material;

4.

Bertanggung jawab atas sistem pengendalian intern dalam Perusahaan. Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebena

(3)

1 PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAK

LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN

PADA TANGGAL 31 MARET 2016

( Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain )

A S E T

K E T E R A N G A N Catatan 31 Mar 2016 31 Des 2015

31 Des 2014/ 1 Jan 2015

ASET LANCAR

Kas dan setara kas 2c,f, 3 33,116,442 70,944,918 3,411,046 Deposito berjangka 2c,f, 4 - 1,504,562 1,433,451

Piutang usaha : 2c,d,e,g,5

Pihak-pihak berelasi 2d,29 119,534,641 99,619,104 110,871,473 Pihak ketiga-setelah dikurangi cadangan kerugian

penurunan nilai sebesar Rp 6.049.752

(2015 dan 2014 sebesar Rp 2.287.459 ) 516,154,366 364,814,864 362,015,197 Piutang lain-lain – Pihak ketiga 2e, 6 4,008,697 4,655,310 1,012,285 Persediaan 2h,7 315,091,410 341,529,516 376,648,221 Pajak dibayar dimuka 2q,25a 20,459,754 32,788,834 1,279,746 Uang muka 8 6,692,208 10,085,798 15,283,005 Biaya dibayar dimuka 2i,9 1,694,250 1,549,663 1,230,837

Jumlah Aset Lancar 1,016,751,768 927,492,569 873,185,261

ASET TIDAK LANCAR

Taksiran klaim pajak penghasilan 25b 10,148,530 10,148,530 9,754,844 Aset keuangan tersedia untuk dijual 2j, 10 2,880,000 2,200,000 2,250,000 Aset tetap – setelah dikurangi 2j, 11

akumulasi penyusutan sebesar

sebesar Rp 81.300.287 (2015:75.671.177) 2k,l,11 395,499,095 396,189,098 121,782,583 Aset pajak tangguhan 2q,25f - - 14,575,597 Aktiva tidak lancar lainnya 2k, 12 21,203,457 22,433,884 42,580,947

2c,10

Jumlah Aset Tidak Lancar 429,731,082 430,971,512 190,943,971

(4)

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk. DAN ENTITAS ANAK

LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN

PADA TANGGAL 31 MARET 2016

(Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain)

LIABILITAS DAN EKUITAS

K E T E R A N G A N Catatan 31 Mar 2016 31 Des 2015

31 Des 2014/ 1 Jan 2015

LIABILITAS JANGKA PENDEK

Pinjaman bank jangka pendek 2c,m,13 656,269,266 655,410,832 550,111,604

Hutang usaha 2c,m,14

Pihak-pihak berelasi 2d,29 60,190,125 31,747,439 63,485,240 Pihak ketiga 101,933,319 77,435,442 77,045,047 Hutang lain-lain – pihak ketiga 16 38,103,588 58,215,398 97,563,834 Hutang pajak 2q,25c 12,204,087 4,291,098 8,619,360

Uang muka penjualan 2c,17

Pihak-pihak berelasi 2d,29 4,015,438 9,179,887 9,953,849 Pihak ketiga 48,276,039 31,909,172 18,187,457 Biaya yang masih harus dibayar 18 15,019,864 14,238,849 20,295,064 Hutang sewa pembiayaan jangka panjang yang

jatuh tempo dalam waktu satu tahun 2n, 19 640,990 855,891 854,953

Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 936,652,716 883,284,008 846,116,408

LIABILITAS JANGKA PANJANG

Hutang sewa pembiayaan jangka panjang - setelah

bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun 2n,19 1,900,521

1,503,522 1,227,561 Liabilitas pajak tangguhan 54,495,333

54,612,920 - Liabilitas imbalan kerja 2p,28 50,623,955 51,307,372 50,391,544

Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 107,019,809 107,423,814 51,619,105

JUMLAH LIABILITAS 1,043,672,525 990,707,822 897,735,513

E K U I T A S

Modal saham - nilai nominal Rp 500,- per saham Modal dasar - 600.000.000 saham

Modal ditempatkan dan disetor -151.200.000 saham 20 75,600,000 75,600,000 75,600,000

Agio saham 21 3,900,000 3,900,000 3,900,000

Cadangan tersedia untuk dijual 2j,10 2,480,000 1,800,000 1,850,000 Surplus revaluasi asset tetap 207,879,488 207,871,425 -

Saldo laba

Ditentukan penggunaannya 12,774,497 12,774,497 11,774,497 Tidak ditentukan penggunaannya 100,194,160 65,820,092 73,269,051 Ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas

induk 402,828,145 367,766,014 166,393,548

Kepentingan non pengendali (17,820) (9,755) 171

Jumlah Ekuitas 402,810,325 367,756,259 166,393,719

(5)

3 PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk.DAN ENTITAS ANAK

LAPORAN LABA RUGI DAN PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN

UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL 31 MARET 2016 DAN 2015

( Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain )

K E T E R A N G A N Catatan 2016 2015 PENJUALAN BERSIH 2j, 26, 34 522,962,097 335,500,642

BEBAN POKOK PENJUALAN 2j, 27, 28, 34 445,303,732 301,247,334

LABA KOTOR 12.82 77,658,365 34,253,308

Beban penjualan (13,634,404) (6,803,908)

Beban umum dan administrasi (10,283,907) (6,959,212)

Penjualan barang rusak 34 499,961 1,558,842

Penghasilan bunga 3 195,205 42,663

Keuntungan atas penjualan aktiva tetap 199,545 135,454

Penghasilan Investasi - -

Beban bunga pinjaman 2j, 30 (11,446,555) (8,343,905)

Provisi dan administrasi bank (3,640,038) (1,966,371)

Laba (rugi) selisih nilai tukar mata uang asing - bersih 2c, 36 6,429,983 (12,964,078)

Lain - lain bersih (41,050) (257,144)

LABA SEBELUM MANFAAT (BEBAN) PAJAK 45,937,105 (1,304,351)

MANFAAT (BEBAN) PAJAK 2l, 31

Pajak kini (11,680,623) (216,740)

Pajak tangguhan 117,586 409,123

Beban Pajak - Bersih (11,563,037) 192,383

LABA BERSIH TAHUN BERJALAN 34,374,068 (1,111,968)

PENDAPATAN KOMPREHENSIF LAIN :

Perubahan nilai wajar investasi tersedia untuk dijual 2b, 22 680,000 165,000

JUMLAH LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 35,054,068 (946,968)

Laba yang dapat diatribusikan kepada:

Pemilik entitas induk

34,382,133 (1,112,313) Kepentingan non-pengendali

23 (8,065) 345

J u m l a h 34,374,068 (1,111,968)

Jumlah laba komprehensif yang dapat diatribusikan kepada:

Pemilik entitas induk 35,062,133 (947,313)

Kepentingan non-pengendali (8,065) 345

J u m l a h

35,054,068 (946,968)

LABA (RUGI) PER SAHAM *) 2m, 32 227.34 (7.35)

(6)

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk DAN ENTITAS ANAK

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN

UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL 31 MARET 2016 DAN TAHUN 2015

( Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain )

Saldo laba (rugi)

Jumlah

ekuitas

Disajikan kembali - Catatan 2

yang

diatribusikan

K E T E R A N G A N Modal Agio

Cadanga n

tersedia Surplus Ditentukan

Tidak ditentukan

kepada

pemilik Kepentingan Jumlah

disetor saham

untuk dijual

revaluasi

asset tetap penggunaannya penggunaannya

entitas induk non pengendali Ekuitas Saldo 31 Desember 2014 75,600,000 3,900,000 1,850,000 - 11,774,497 73,269,051 166,393,548 171 166,393,719 Cadangan umum - - - - 1,000,000 (1,000,000) - - - Dividen tunai - - - - - (9,072,000) (9,072,000) - (9,072,000) Laba komprehensif

lainya tahun berjalan

- - (50,000) 207,871,425 - 2,623,041 210,444,466 (9,926) 210,434,540 Saldo 31 Desember 2015 75,600,000 3,900,000 1,800,000 207,871,425 12,774,497 65,820,092 367,766,014 (9,755) 367,756,259 Laba komprehensif lainya

tahun berjalan - - 680,000 - - 34,374,068 35,062,131 (8,065) 35,054.066

Saldo 31 Maret 2016 75,600,000 3,900,000 2,480,000 207,871,425 12,774,497 100,194,160 402,828,145 (17,820) 402,810.325

(7)

5 PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk.DAN ENTITAS ANAK

LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN

UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL 31 MARET 2016 DAN 2015

(Disajikan dalam ribuan rupiah, kecuali dinyatakan lain )

K E T E R A N G A N 2016 2015

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI

Penerimaan kas dari pelanggan 392,909,476 313,185,622

Pembayaran kas kepada pemasok (375,217,237) (301,432,454)

Pembayaran kas kepada karyawan (21,574,664) (19,054,735)

Kas dihasilkan dari operasi (3,882,425) (7,301,567) Pembayaran bunga dan beban operasi (44,760,408) (32,669,960)

Pembayaran pajak 12,263,193 (112,509)

Restitusi pajak penghasilan - -

Selisih Kurs -

Arus kas bersih digunakan dari aktivitas operasi (36,379,640) (40,084,036)

-

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI

Penerimaan bunga 195,205 42,204

Deposito berjangka 1,504,562 (36,131)

Penjualan (perolehan) aset tetap (5,882,782) -

Keuntungan penjualan aset tetap 463,220 (11,656,508)

Kenaikan (pencairan) uang jaminan 1,230,427 2,648,975

Arus kas bersih (digunakan untuk) diperoleh dari (2,489,368) (9,001,460)

aktifitas investasi

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN

Penambahan (pembayaran) hutang bank 1,040,532 49,609,261

Pembayaran dividen - -

Arus kas bersih dihasilkan untuk aktivitas pendanaan 1,040,532 49,609,261

PENURUNAN BERSIH DALAM KAS DAN SETARA KAS (37,828,476) 523,765

KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN 70,944,918 3,411,046

(8)

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk.DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL 31 MARET 2016

1. UMUM

a. Pendirian dan Informasi Umum

PT Jembo Cable Company Tbk (Perusahaan) didirikan dalam rangka Undang-Undang Penanaman Modal Dalam Negeri No. 6 Tahun 1968 juncto undang-undang No. 12 Tahun 1970 berdasarkan akta Notaris No. 51 tanggal 17 April 1973 dari Lody Herlianto, S.H., Notaris di Jakarta. Anggaran dasar beserta perubahannya telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. Y.A.5/ 106/17 tanggal 30 Maret 1974 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 35 tanggal 3 Mei 1983, Tambahan No. 490 dan No. 491. Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, yang terakhir diubah dengan akta Notaris No. 26 tanggal 27 Juni 2008 dari Ati Mulyati, S.H. Notaris di Jakarta mengenai perubahan pengurus Perusahaan dan perubahan seluruh anggaran dasar Perusahaan untuk disesuaikan dengan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Akta perubahan ini telah mendapat persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana penerimaan laporan akta perubahan anggaran dasar perusahaan dengan Surat Keputusan No. AHU-56016.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 27 Agustus 2008 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 17 tanggal 27 Februari 2009, Tambahan No. 6027.

Perusahaan berdomisili di Tangerang, Banten, dengan pabrik berlokasi di Jl. Pajajaran, Keluarahan Gandasari, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang. Kantor perusahaan beralamat di Mega Glodok Kemayoran, Office Tower B Lantai 6, Jl. Angkasa Kav B-6, Kemayoran, Jakarta Pusat – Indonesia.

Sesuai dengan Pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah bergerak dalam bidang usaha industri kabel listrik dan telekomunikasi. Kegiatan usaha komersial Perusahaan dimulai sejak tahun 1974.

Berdasarkan akta Notaris No. 106 tanggal 23 Juni 2014 Sakti Lo, SH., MKn, Notaris di Jakarta telah dilakukan perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan. Pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 adalah sebagai berikut :

2016

Dewan Komisaris

Presiden Komisaris/Komisaris Independen : Drs I Gusti Made Putera Astaman

Komisaris : Hauw Ay Lan

Komisaris Independen : Drs Andreas Soewatjono Soedjianto, MBA

Dewan Direksi

Presiden Direktur : S a n t o s o

Direktur : Nanyang Santoso

Direktur : Antonius Benady

(9)

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk.DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL 31 MARET 2016

7 2015

Dewan Komisaris

Presiden Komisaris/Komisaris Independen : Drs. I Gusti Made Putera Astaman

Komisaris : Hauw Ay Lan

Komisaris Independen : Drs. Andreas Soewatjono Soedjianto, MBA

Dewan Direksi

Presiden Direktur : S a n t o s o

Direktur : Nanyang Santoso

Direktur : Antonius Benady

Direktur : Satoru Yoshikawa

Imbalan yang dibayarkan kepada Komisaris dan Direksi untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2015 sebesar Rp 4.265.873 (2014: Rp 2.466.609). Jumlah karyawan Perusahaan rata-rata selama tahun 2015 sejumlah 697 karyawan (2014: 626 karyawan) (Tidak diaudit). b. Entitas Anak

Perusahaan memiliki penyertaan saham sebesar 99,89% pada PT Jembo Energindo, entitas anaknya yang berkedudukan di Jakarta dengan bidang usaha industri pembangkit tenaga listrik. Entitas anak tersebut mulai berproduksi secara komersial pada tanggal 5 Agustus 2002. Pada tanggal 31 Desember 2015, jumlah aset entitas anaknya sebesar Rp 36.932.837 (2014: Rp 61.314.690). Pada 2014, entitas anaknya mengganti usahanya menjadi produksi tenaga surya.

c. Penawaran Umum Efek

Pada tanggal 9 Oktober 1992, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan

Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan

(Bapepam LK) dengan suratnya No. S-1676/PM/ 1992 untuk melakukan penawaran umum atas 10.000.000 saham Perusahaan kepada masyarakat. Pada tanggal 18 Nopember 1992, saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek. Pada tanggal 31 Desember 2015 dan 2014, seluruh saham atau sejumlah 151.200.000 saham telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (dahulu Bursa Efek Jakarta).

d. Penerbitan Laporan Keuangan konsolidasi

Laporan keuangan konsolidasian telah diotorisasi oleh Dewan Direksi untuk diterbitkan pada tanggal 24 Maret 2016.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN

a. Dasar Penyusunan

Laporan keuangan konsolidasian disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia dan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam –

(10)

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk.DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL 31 MARET 2016

LK) No VIII G.7. tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan yang terdapat dalam Lampiran Keputusan Ketua Bapepam – LK No. KEP-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012. Laporan keuangan konsolidasian disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia.

Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan entitas anaknya telah disusun berdasarkan konsep biaya historis, kecuali sebagaimana diungkapkan di dalam kebijakan akuntansi di bawah ini.

b. Dasar Pengukuran

Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan entitas anaknya telah disusun berdasarkan konsep biaya historis, kecuali sebagaimana diungkapkan di dalam kebijakan akuntansi di bawah ini.

 Instrumen keuangan - nilai wajar melalui laporan laba rugi

 Instrumen keuangan - tersedia untuk dijual

 Kontinjensi

 Revaluasi aset tetap

 Liabilitas imbalan pasti bersih

 Liabilitas pembayaran berbasis saham yang diselesaikan dengan kas

Laporan keuangan konsolidasian disajikan dalam Rupiah yang merupakan mata uang fungsional entitas.

Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

Perubahan Kebijakan Akuntansi

Sejumlah standar, interpretasi dan amandemen baru yang berlaku efektif untuk pertama kali untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2015, telah diadopsi dalam laporan keuangan ini. Sifat dan dampak dari setiap standar, interpretasi dan amandemen baru yang diadopsi oleh Perusahaan dijelaskan sebagai berikut.

PSAK 1(Revisi 2013) Penyajian laporan keuangan PSAK 4 (Revisi 2013) Laporan keuangan Tersendiri

PSAK 15 (Revisi 2013) Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama PSAK 24 (Revisi 2013) Imbalan Kerja

PSAK 46 (Revisi 2014) Pajak Penghasilan PSAK 48 (Revisi 2014) Penurunan Nilai Aset

PSAK 50 (Revisi 2014) Instrumen Keuangan : Penyajian

PSAK 55 (Revisi 2014) Instrumen Keuangan : Pengakuan dan Pengukuran PSAK 60 (Revisi 2014) Instrumen Keuangan : Pengungkapan

(11)

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk.DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL 31 MARET 2016

9

PSAK 65 (Revisi 2014) Laporan Keuangan Konsolidasian PSAK 66 (Revisi 2014) Pengaturan Bersama

PSAK 67 (Revisi 2014) Pengungkapan Kepentingan dalam Entitas lain

PSAK 68 Pengukuran Nilai Wajar

Penundaan

Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia memutuskan untuk menunda berlakunya ISAK 21 “Perjanjian Konstruksi Real Estat” dan PPSAK 7 “Pencabutan PSAK No. 44: Akuntansi Aktivitas Pengembangan Real Estat paragraf 08 (b)”, yang sebelumnya berlaku efektif pada periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2013. Pada tanggal laporan keuangan konsolidasian ini, penundaan tersebut masih berlaku. PSAK 1 (Revisi 2013) - Penyajian Pos-pos Penghasilan Komprehensif Lain - Amandemen PSAK 1

Amandemen ini mensyaratkan pos-pos penghasilan komprehensif lain dikelompokkan ke dalam dua bagian:

- Yang akan atau mungkin direklasifikasi ke laba rugi

- Yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi

Amandemen ini hanya mempengaruhi penyajian laporan keuangan, tidak berpengaruh terhadap laporan posisi keuangan atau kinerja Perusahaan.

PSAK 65 Laporan Keuangan Konsolidasian

PSAK 65 menggantikan PSAK 4 Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri dan ISAK 7 Konsolidasi - Entitas Bertujuan Khusus, dan menetapkan satu ‘model pengendalian’ untuk seluruh entitas, termasuk entitas bertujuan khusus, dimana pengendalian terjadi ketika seluruh kriteria di bawah ini dimiliki:

- Kekuasaan atas investee

- Eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee

- Kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil investor.

Perubahan lain yang ditetapkan dalam PSAK 65 termasuk:

- Konsep pengendalian “defacto” untuk entitas dengan kepemilikan kepentingan kurang dari 50% dalam entitas, namun memiliki kepemilikan saham yang lebih besar daripada pemegang saham lain.

- Hak suara potensial hanya dipertimbangkan dalam menentukan apakah terdapat pengendalian ketika hak suara potensial tersebut substantif (pemegang hak suara memiliki kemampuan praktis untuk menggunakan) dan hak digunakan ketika keputusan terkait dengan aktivitas investee mempengaruhi imbalan investor.

- Panduan spesifik terkait konsep “silo”, dimana kelompok aset (dan liabilitas) dalam satu entitas dipisahkan secara keuangan, dan setiap kelompok dipertimbangkan secara terpisah untuk dikonsolidasi.

(12)

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk.DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL 31 MARET 2016

PSAK 68 Pengukuran Nilai Wajar

PSAK 68 menyatakan suatu kerangka untuk menentukan pengukuran nilai wajar dan pengungkapan informasi terkait pengukuran nilai wajar, ketika pengukuran nilai wajar dan/atau pengungkapannya disyaratkan atau diperkenankan oleh PSAK lain.

Sebagai akibatnya, panduan dan persyaratan yang berkaitan dengan pengukuran nilai wajar yang sebelumnya diatur dalam PSAK lain sekarang telah diatur dalam PSAK 68.

Meskipun terdapat beberapa perubahan pada panduan sebelumnya, terdapat perubahan pada persyaratan pengukuran nilai wajar sebelumnya. Oleh karena itu, PSAK 68 diintensikan untuk memberikan klarifikasi tujuan pengukuran, mengharmonisasikan persyaratan pengungkapan, dan meningkatkan konsistensi dalam penerapan pengukuran nilai wajar.

PSAK 68 tidak secara material mempengaruhi pengukuran nilai wajar aset atau liabilitas Perusahaan, dengan perubahan yang terbatas pada penyajian dan pengungkapan, dan oleh karena itu tidak berdampak pada laporan posisi keuangan atau kinerja Perusahaan.

Sebagai tambahan, PSAK 68 ini diterapkan secara prospektif dan pengungkapan informasi komparatif tidak disajikan.

Lihat Catatan 3 tentang Pertimbangan, Estimasi, dan Asumsi Akuntansi Signifikan untuk lebih rinci terkait dengan pengukuran nilai wajar.

PSAK 24 (Revisi 2013) Imbalan Kerja

Perubahan utama sebagai akibat dari revisian PSAK 24 termasuk:

- Eliminasi pendekatan ‘koridor’ untuk menangguhkan keuntungan/kerugian program manfaat pasti

- Keuntungan/kerugian aktuaris dalam pengukuran kembali atas kewajiban (aset) program manfaat imbalan pasti untuk diakui dalam penghasilan komprehensif lain daripada dalam laba rugi, dan tidak direklasifikasi pada periode berikutnya

- Langsung mengakui biaya jasa lalu dalam laba rugi

- Amendemen periode pengakuan liabilitas untuk pesangon PSAK 24 (Revisi 2013) Imbalan Kerja (Lanjutan)

- Imbalan kerja yang dapat diselesaikan (bukan jatuh tempo untuk diselesaikan) seluruhnya dalam waktu 12 bulan setelah akhir periode pelaporan adalah imbalan jangka pendek dan tidak terdiskonto

- Beban/penghasilan bunga neto yang diperhitungkan sebagai produk liabilitas (aset) imbalan pasti neto yang ditentukan pada awal periode. Dampaknya adalah untuk menghapuskan konsep sebelumnya dari pengakuan imbalan yang diharapkan atas aset. Dampak dari revisi Standar ini terhadap program manfaat pasti Perusahaan dijelaskan dalam Catatan 28.

(13)

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk.DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL 31 MARET 2016

11

PSAK dan ISAK Revisian dan PSAK Baru yang Telah Diterbitkan namun belum diterapkan

Standar dan penyesuaian standar berikut efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2016, dengan penerapan dini diperkenankan yaitu:

 PSAK 5 (Penyesuaian 2015), “Segmen Operasi”,

 PSAK 7 (Penyesuaian 2015), “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi,

 PSAK 13 (Penyesuaian 2015), “Properti Investasi”,

 PSAK 16 (Penyesuaian 2015), “Aset Tetap”,

 PSAK 19 (Penyesuaian 2015), “Aset Takberwujud”,

 PSAK 22 (Penyesuaian 2015), “Kombinasi Bisnis”,

 PSAK 25 (Penyesuaian 2015), “Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan”,

 PSAK 53 (Penyesuaian 2015), “Pembayaran Berbasis Saham” dan

 PSAK 68 (Penyusunan 2015), “Pengukuran Nilai Wajar”

Amandemen standar dan interpretasi berikut efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2016, dengan penerapan secara retrospektif yaitu:

 PSAK 4, “Laporan Keuangan Tersendiri” tentang Metode Ekuitas dalam Laporan Keuangan Tersendiri,

 PSAK 15, “Investasi Pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama” tentang Entitas Investasi: Penerapan Pengecualian Konsolidasi,

 PSAK 24, “Imbalan Kerja” tentang Program Imbalan Pasti: Iuran Pekerja,

 PSAK 65, “Laporan Keuangan Konsolidasian” tentang Entitas Investasi: Penerapan Pengecualian Konsolidasi,

 PSAK 67, “Pengungkapan Kepentingan Dalam Entitas Lain” tentang Entitas Investasi: Penerapan Pengecualian Konsolidasi dan

 ISAK 30, “Pungutan”.

Amandemen standar berikut efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2016, yang diterapkan secara prospektif yaitu:

(14)

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk.DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL 31 MARET 2016

 PSAK 16, “Aset Tetap” tentang Klarifikasi Metode yang Diterima untuk Penyusutan dan Amortisasi,

 PSAK 19, “Aset Takberwujud” tentang Klarifikasi Metode yang Diterima untuk Penyusutan dan Amortisasi dan

 PSAK 66, “Pengaturan Bersama” tentang Akuntansi Akuisisi Kepentingan dalam Operasi Bersama.

Amandemen standar dan interpretasi berikut efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2017, dengan penerapan dini diperkenankan yaitu amandemen

PSAK 1, “Penyajian Laporan Keuangan” tentang Prakarsa Pengungkapan dan ISAK 31, “Interpretasi atas Ruang Lingkup PSAK 13: Properti Investasi”.

Standar dan amandemen standar berikut efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2018, dengan penerapan dini diperkenankan yaitu PSAK 69, “Agrikultur” dan amandemen PSAK 16, “Aset Tetap” tentang Agrikultur: Tanaman Produktif.

c. Dasar Konsolidasian

Apabila perusahaan mengendalikan investee, maka hal tersebut diklasifikasikan sebagai entitas anak. Perusahaan mengendalikan investee jika tiga elemen berikut terpenuhi: kekuasaan atas investee, eksposur atau hak atas imbal hasil variable dari keterlibatannya dengan investee, dan kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil investor. Pengendalian dapat dikaji kembali ketika fakta dan kondisi mengindikasikan bahwa terdapat kemungkinan adanya perubahan pada elemen pengendalian tersebut.

Pengendalian de facto terjadi pada situasi dimana perusahaan memiliki kemampuan praktis untuk mengarahkan aktivitas relevan atas investee tanpa memiliki hak suara mayoritas. Untuk menentukan apakah pengendalian de facto terjadi, maka perusahaan mempertimbangkan beberapa fakta dan keadaan berikut ini:

- Ukuran kepemilikan hak suara entitas relatif terhadap ukuran dan penyebaran kepemilikan pemilik suara lain;

- Hak suara potensial yang substantif yang dimiliki oleh perusahaan dan para pihak lain;

- Pengaturan kontraktual lain;

- Pola historis dalam penggunaan hak suara.

Hasil tersebut dimasukkan dalam laporan penghasilan Laporan keuangan konsolidasian menyajikan hasil perusahaan dan entitas anaknya (“Perusahaan) seolah-olah merupakan satu entitas. Transaksi antar entitas dan saldo antara perusahaan Perusahaan oleh karena

(15)

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk.DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL 31 MARET 2016

13

itu dieliminasi secara penuh.

Laporan keuangan konsolidasian menggabungkan hasil kombinasi bisnis dengan menggunakan metode akuisisi. DaIam laporan posisi keuangan, aset dan liabilitas teridentifikasi, dan liabilitas kontinjensi pada awalnya diakui pada nilai wajar pada tanggal akuisisi. Has komprehensif konsolidasian sejak tanggal pengendalian di peroleh. Hasil tersebut tidak dikonsolidasi sejak pada tanggal pengendalian hilang. d. Kepentingan nonpengendali

Untuk bisnis kombinasi yang terjadi sebelum tanggal 1 Januari 2011, Perusahaan pada awalnya mengakui adanya kepentingan nonpengendali pada pihak yang diakuisisi pada bagian proportional milik kepentingan nonpengendali dari aset net milik pihak yang diakuisisi. Untuk binis kombinasi yang terjadi setelah tanggal 1 Januari 2011, Perusahaan memiliki pilihan, atas dasar transaksi per transaksi, untuk pengakuan awal kepentingan nonpengendali atas pihak yang diakuisisi yang merupakan kepentingan kepemilikan masa kini dan memberikan kepada pemegangnya sebesar bagian proporsional atas aset neto milik entitas ketika dilikuidasi pada baik nilai wajar tanggal akuisisi atau, pada bagian proporsional kepemilikan instrumen masa kini sejumlah aset neto teridentifikasi milik pihak yang diakuisisi. Komponen lain kepentingan nonpengendali seperti opsi saham beredar secara umum diakui pada nilai wajar. Perusahaan tidak memilih untuk menggunakan opsi tersebut untuk menggunakan nilai wajar akuisisi pada tanggal yang ditetapkan.

Sejak tanggal 1 Januari 2011, total penghasilan komprehensif yang tidak sepenuhnya dimiliki oleh entitas anak diatribusikan kepada pemilik dari entitas induk dan kepada kepentingan nonpengendali dalam proporsi sesuai dengan kepentingan kepemilikan. Sebelum tanggal tersebut, kerugian yang tidak terjadi dalam entitas anak diatribusikan seluruhnya kepada Perusahaan. Berdasarkan persyaratan ketentuan transisi dalam PSAK 4 (Revisi 2009): Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Terpisah, nilai tercatat kepentingan nonpengendali pada tanggal efektif amandemen tersebut tidak disajikan kembali.

e. Mata Uang Asing

Transaksi yang terjadi pada entitas Perusahaan dalam mata uang selain mata uang lingkungan ekonomi utama di mana entitas Perusahaan tersebut beroperasi (mata uang fungsional) diakui dengan menggunakan kurs ketika transaksi tersebut terjadi. Aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing ditranslasikan dengan menggunakan kurs pada tanggal pelaporan.

Perbedaan nilai tukar yang terjadi ketika mentranslasikan ulang aset dan liabilitas moneter yang belum diselesaikan diakui langsung dalam laba rugi, kecuali pinjaman dalam mata uang asing yang digunakan sebagai lindung nilai terhadap investasi neto pada operasi luar negeri, yang mana perbedaan nilai tukar ini diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan diakumulasi dalam cadangan nilai tukar asing bersama dengan perbedaan nilai tukar yang terjadi karena pentranslasian ulang operasi luar negeri.

(16)

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk.DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL 31 MARET 2016

moneter tersedia untuk dijual diperlakukan sebagai komponen terpisah dari perubahan nilai wajar dan di akui dalam laba rugi. Keuntungan dan kerugian nilai tukar atas aset keuangan non moneter tersedia untuk di jual membentuk secara keseluruhan keuntungan atau kerugian yang di akui terkait instrument keuangan tersebut.

Ketika di konsolidasi, hasil dari aktivitas usaha di luar negeri ditranslasikan dalam unit mata uang dengan menggunakan kurs yang mendekati saat transaksi tersebut terjadi. Seluruh aset dan liabilitas yang terjadi dari aktivitas usaha di luar negeri, termasuk goodwill yang terjadi karena pengakuisisian operasi tersebut, ditranslasikan dengan menggunakan kurs pada tanggal pelaporan. Perbedaan nilai tukar yang terjadi ketika mentranslasikan aset neto awal pada kurs awal dan hasil operasi usaha luar negeri pada kurs aktual diakui dalam penghasilan komprehensif lain dan diakumulasi dalam cadangan nilai tukar asing.

Keuntungan atau kerugian dari perbedaan nilai tukar di akui dalam laporan keuangan tersendiri milik entitas Perusahaan atas translasian item moneter jangka panjang yang membentuk investasi neto milik Perusahaan pada operasi luar negeri yang direklasifikasikan pada penghasilan komprehensif lain dan diakumulasikan dalam cadangan nilai tukar asing dalam konsolidasi.

Ketika aktivitas usaha luar negri dilepaskan, kumulatif perbedaan nilai tukar di akui dalam cadangan nilai tukar asing terkait dengan operasi tersebut sampai dengan tanggal pelepasan dialihkan dalam laporan penghasilan komprehensif konsolidasi sebagai bagian dari keuntungan atau kerugian pelapasan.

Pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 kurs yang digunakan (angka penuh) adalah sebagai berikut:

Mar-16 2015 1 EUR 15,029.77 15,069.68 1 US $ 13,276.00 13,795.00 1 SG $ 9,830.08 9,751.19 100 JPY 118.18 11,452.42 1 AUD $ 10,162.13 10,064.16 1 GBP 19,057.71 20,451.11 f. Pihak-Pihak Berelasi

Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas yang menyiapkan laporan keuangannya.

i. Orang atau anggota keluarga dekatnya mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut:

(17)

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk.DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL 31 MARET 2016

15

- memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau

- merupakan personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk dari entitas pelapor.

ii. Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu dari kondisi berikut:

- Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari Perusahaan yang sama (artinya entitas induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya saling berelasi dengan entitas lain);

- Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu Perusahaan, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya);

- Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama;

- Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga;

Entitas dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau merupakan personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).

Transaksi tersebut dilakukan berdasarkan persyaratan yang disepakati oleh pihak-pihak. Persyaratan-persyaratan tersebut mungkin tidak sama dengan transaksi-transaksi dengan bukan pihak berelasi.

g. Aset Keuangan

Perusahaan mengklasifikasikan aset keuangannya ke dalam kategori yang di jelaskan di bawah ini, tergantung pada tujuan pengakuisisian aset. Perusahaan tidak mengklasifikasikan aset keuangannya sebagai dimiliki hingga jatuh tempo.

Selain daripada aset keuangan untuk tujuan nilai lindung, kebijakan akuntansi Perusahaan di kategorikan sebagai berikut:

Pinjaman dan Piutang

Aset pinjaman dan piutang merupakan aset keuangan nonderivative dengan pembayaran tetap atau yang telah ditentukan yang tidak memiliki kuotasi di pasar aktif. Aset tersebut pada dasarnya terjadi melalui cadangan barang dan jasa kepada pelanggan (misalnya, piutang dagang), namun juga memasukkan jenis aset moneter kontraktual lain. Pengakuan awal aset tersebut pada nilai wajar ditambahkan dengan biaya transaksi yang langsung diatribusikan pada akuisisi atau penerbitannya, dan selanjutnya dicatat pada biaya amortisasi dengan menggunakan metode tingkat suku bunga efektif, dikurangi dengan cadangan untuk penurunan nilai.

Cadangan penurunan nilai di akui ketika ada bukti objektif (seperti kesulitan keuangan signifikan pada pihak lawan atau gagal bayar atau penundaan pembayaran signifikan) bahwa Perusahaan tidak dapat menagih seluruh jumlah yang jatuh tempo berdasarkan persyaratan piutang, jumlah cadangan berbeda antara jumlah tercatat neto dan nilai kini arus kas masa depan yang diharapkan dari piutang yang mengalami penurunan nilai tersebut. Untuk piutang usaha, yang dilaporkan secara neto, cadangan seperti ini dicatat dalam akun pencadangan terpisah dengan kerugian diakui dalam beban administrasi dalam laporan penghasilan komprehensif konsolidasi. Ketika terkonfirmasi bahwa piutang usaha tidak dapat di tagih, nilai tercatat bruto

(18)

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk.DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL 31 MARET 2016

dari aset tersebut di hapus terhadap cadangannya.

Dari waktu ke waktu, Perusahaan memilih untuk menegosiasi kembali persyaratan jatuh tempo piutang usaha dari pelanggan yang memiliki transaksi historis yang baik. Negosiasi ulang seperti ini dapat mengubah jangka waktu pembayaran daripada perubahan jumlah terutang dan, sebagai akibatnya, arus kas baru yang diharapkan terdiskonto pada tingkat suku bunga efektif dan perbedaan yang dihasilkan untuk nilai wajar diakui dalam laporan penghasilan komprehensif konsolidasi (laba operasi).

Pinjaman dan piutang Perusahaan meliputi piutang usaha dan piutang lainnya dan kas dan setara kas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.

h. Kas dan Setara Kas

Kas dan setara kas terdiri dari kas, deposito jangka pendek, investasi jangka pendek yang tingkat likuidasinya sangat tinggi dengan jatuh tempo dalam waktu kurang dari tiga bulan, dan - untuk tujuan laporan arus kas – rekening giro. Rekening giro disajikan dalam liabilitas jangka pendek dalam laporan posisi keuangan konsolidasi.

Pada laporan arus kas konsolidasian, kas dan setara kas mencakup kas, simpanan yang sewaktu-waktu bisa dicairkan dan investasi likuid jangka pendek lainnya dengan yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dan cerukan. Pada laporan posisi keuangan konsolidasian, cerukan disajikan bersamasebagai pinjaman dalam liabilitas jangka pendek i. Piutang Usaha dan Piutang Non-Usaha

Piutang usaha merupakan jumlah yang terutangdari pelanggan atas penjualan barang dagangan atau jasa dalam kegiatan usaha normal. Jika piutang diperkirakan dapat ditagih dalam waktu satu tahun atau kurang (atau dalam siklus operasi normal jika lebih panjang), piutang

diklasifikasikan sebagai aset lancar. Jika tidak, piutang disajikan sebagai aset tidak lancar. Piutang non-usaha dari pihak berelasi merupakan saldo piutang yang terkait dengan

pinjaman yang diberikan kepada pihak berelasi Perusahaan. Piutang usaha dan piutang non-usaha padaawalnya diakui sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode bunga efektif, apabila dampak pendiskontoan signifikan, dikurangi provisi atas penurunan nilai.

Kolektibilitas piutang usaha dan piutang non-usaha ditinjau secara berkala. Piutang yang diketahui tidak tertagih, dihapuskan dengan secara langsung mengurangi nilai tercatatnya. Akun penyisihan digunakan ketika terdapat bukti yang objektif bahwa Grup tidak dapat

menagih seluruh nilai terutang sesuai dengan persyaratan awal piutang. Kesulitan keuangan signifikan yang dialami debitur, kemungkinan debitur dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan dan gagal bayar atau menunggak pembayaran merupakan indikator yang dianggap dapat menunjukan adanya penurunan nilai piutang. Jumlah penurunan

nilai adalah sebesar selisih antara nilai tercatat aset dan nilai kini dari estimasi arus kas masa depan pada tingkat suku bunga efektif awal. Arus kas terkait dengan piutang jangka pendek tidak didiskontokan apabila efek diskonto tidak material.

Jumlah kerugian penurunan nilai diakui pada laporan laba rugi dan disajikan dalam “beban penurunan nilai”. Ketika piutang usaha dan piutang non-usaha, yang rugi penurunan nilainya telah diakui, tidak dapat ditagih pada periode selanjutnya, maka piutang tersebut

(19)

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk.DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL 31 MARET 2016

17

dihapusbukukan dengan mengurangi akun penyisihan. Jumlah yang selanjutnya dapat ditagih kembali atas piutang yang sebelumnya telah dihapusbukukan, dikreditkan terhadap “beban penurunan nilai” pada laporan laba rugi.

j. Persediaan

Persediaan dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi bersih. Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang.

k. Biaya Dibayar Dimuka

Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus.

l. Aset Tetap

Aset tetap pada awalnya diakui pada biaya. Sama halnya dengan harga pembelan, biaya termasuk yang langsung diatribusikan ke biaya dan perkiraan nilai kini pada biaya yang tidak dapat di hindari di masa depan untuk dibongkar atau dilepas. Liabilitas diakui dalam cadangan.

Sejak tahun 2015 untuk aset tetap Tanah, bangunan dan mesin disajikan sebesar nilai wajar, berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh penilai independen eksternal yang telah terdaftar di OJK, dikurangi penyusutan untuk bangunan. Penilaian atas aset tersebut dilakukan secara berkala untuk memastikan bahwa nilai wajar aset yan direvaluasi tidak berbeda secara material dengan jumlah tercatatnya. Akumulasi penyusutan pada tanggal revaluasi dieliminasi terhadap nilai tercatat bruto aset dan nilai netonya disajikan kembali sebesar jumlah revaluasi aset.

Aset tetap peralatan pabrik, peralatan laboratorium, peralatan kantor dan kendaraan bermotor disajikan sebesar harga perolehan dikurangi dengan penyusutan. Harga perolehan termasuk pengeluaran yang dapat diatribusikan secara langsung atas perolehan aset tersebut.

Tanah tidak di penyusutan. Penyusutan untuk aset dalam konstruksi tidak dapat dilakukan kecuali aset tersebut telah selesai atau siap di gunakan. Penyusutan diterapkan untuk seluruh aset tetap sehingga telah di hapuskan dengan nilai tercatat selama masa manfaat ekonomi yang diharapkan.

(20)

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk.DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL 31 MARET 2016

Tarif berikut digunakan:

Tahun/ Years Bangunan 8 - 20 Instalasi listrik 5 M e s i n 5 - 15 Peralatan pabrik 4 - 15

Peralatan pembangkit listrik 8 - 15

Peralatan laboratorium 4 - 5

Peralatan kantor 4

Kendaraan bermotor 4

Pada pengakuan awal, aset tetap dinilai sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan aset meliputi harga pembelian dan semua biaya yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset tersebut ke suatu kondisi kerja dan kondisi lokasi bagi tujuan penggunaannya. Pada tanggal revaluasi, akumulasi penyusutan atas bangunan yang di revaluasi di eliminasi terhadap jumlah tercatat bruto dari aset dan jumlah neto di sajikan kembali terhadap jumlah revaluasi aset. Selisih penyusutan atas revaluasi bangungan terhadap jumlah yang akan dibebankan pada biaya historikal, di alihkan dari cadangan revaluasi ke saldo laba ketika tanah dan bangunan di bebankan melalui laporan penghasilan komprehensif lain konsolidasi (misalnya melalui penyusutan, penurunan nilai) . Pada pelepasan aset, saldo cadangan revaluasi akan di alihkan ke saldo laba.

Perusahaan dan entitas anaknya menerapkan model biaya di dalam pengakuan selanjutnya bagi aset tetap kecuali tanah, bangunan dan mesin. Perusahaan dan entitas anaknya melakukan perubahan kebijakan akuntansi atas aset tetap tanah, bangunan dan mesin dari model biaya menjadi model revaluasi sejak tanggal 31 Desember 2015. Hal ini dilakukan dengan mengacu kepada PSAK 16 “Aset Tetap” yang menyatakan bahwa “entitas harus memilih menggunakan model biaya atau model revaluasi dalam kebijakan akuntansinya” dan diterapkan secara prospektif. Perusahaan dan entitas anaknya akan melakukan penilaian atas aset tetap tanah dan bangunan setiap tahun yang akan dilakukan oleh penilai independen. m. Penurunan Nilai Aset Non-keuangan (selain persediaan dan aset pajak tangguhan)

Perusahaan menilai pada tiap tanggal pelaporan apakah terdapat indikasi penurunan nilai pada aset. Apabila terdapat indikasi penurunan nilai, atau ketika penilaian penurunan nilai bagi aset secara tahunan disyaratkan, Perusahaan membuat estimasi nilai terpulihkan aset. Suatu nilai terpulihkan aset lebih tinggi dibandingkan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual aset atau Unit Penghasil Kas dan nilai pakainya dan ditentukan sebagai suatu aset individual, kecuali aset tersebut tidak menghasilkan arus kas masuk yang sebagian besar independen dari aset lain. Di dalam menilai nilai pakai, estimasi arus kas yang diharapkan diperoleh dari aset didiskontokan terhadap nilai kininya dengan menggunakan suku bunga diskon sebelum pajak yang mencerminkan penilaian pasar kini terhadap nilai waktu uang dan risiko spesifik aset. Di dalam menilai nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, dibutuhkan model penilaian yang tepat.

Ketika nilai tercatat aset melebihi nilai terpulihkannya, maka aset tersebut dicatat sebesar nilai terpulihkan. Kerugian penurunan nilai diakui di dalam laporan laba rugi komprehensif

(21)

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk.DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL 31 MARET 2016

19

konsolidasian kecuali aset yang relevan dinilai pada jumlah yang direvaluasi, yang dalam hal ini kerugian penurunan nilai diperlakukan sebagai penurunan revaluasi.

Suatu penilaian dilakukan pada setiap tanggal pelaporan sebagaimana apabila terdapat segala indikasi bahwa kerugian penurunan nilai yang diakui sebelumnya sudah tidak ada lagi atau mengalami penurunan. Suatu kerugian penurunan nilai yang diakui sebelumnya, dibalikkan nilainya jika terdapat perubahan estimasi yang digunakan untuk menentukan nilai terpulihkan aset sejak pengakuan terakhir kerugian penurunan nilai. Apabila demikian kondisinya, nilai tercatat aset meningkat pada jumlah terpulihkannya. Kenaikan tersebut tidak dapat melebihi nilai tercatat yang telah ditentukan, penyusutan bersih, tidak ada kerugian penurunan nilai yang diakui sebelumnya. Pembalikkan nilai tersebut diakui di dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian kecuali aset tersebut diukur pada jumlah revaluasian, yang dalam hal ini diperlakukan sebagai kenaikan revaluasi.

n. Liabilitas Keuangan

Perusahaan mengklasifikasikan liabilitas keuangannya ke dalam satu atau dua kategori, tergantung pada tujuan liabilitas tersebut diakuisisi.

Selain daripada liabilitas keuangan untuk tujuan nilai lindung (lihat penjelasan dibawah ini), kebijakan akuntansi milik Perusahaan untuk setiap kategori di jelaskan sebagai berikut: Nilai wajar melalui laba atau rugi

Kategori ini hanya terdiri dari instrumen derivatif out-of-the-money (lihat ‘Aset keuangan’ di dalam derivatif uang). Instrumen tersebut dinilai di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian pada nilai wajar dengan perubahan nilai wajar yang diakui di dalam konsolidasi pendapatan komprehensif lainnya. Perusahaan tidak mempunyai atau mengeluarkan instrumen derivative untuk tujuan spekulasi melaikan untuk tujuan llindung nilai. Selain instrument derivative tersebut, Perusahaan tidak memiliki liabilitas untuk diperdagangkan maupun ditujukan bagi semua liabilitas keuangan yang dikelompokkan sebagai nilai wajar melalui laporan laba rugi.

o. Aset Sewaan

Apabila secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset sewaan telah dialihkan kepada Perusahaan (“sewa pembiayaan”), maka aset tersebut diperlakukan seolah-olah sebagai pembelian biasa. Jumlah awal pengakuan diakui sebagai aset adalah mana yang lebih rendah antara nilai wajar propertI yang disewakan dan nilai kini pembayaran minimum sewa terutang selama masa sewa. Komitmen sewa disajikan sebagai liabilitas. Pembayaran sewa dianalisis antara modal dan bunga. Elemen bunga dibebankan pada laporan penghasilan komprehensif konsolidasi selama masa sewa dan diperhitungkan sehingga mencerminkan proporsi konstan liabilitas sewa. Elemen modal mengurangi saldo terutang lessor.

Apabila secara substansial seluruh risiko dan manfaat terkait kepemilikan aset tidak dialihkan kepada Perusahaan (“sewa operasi”), maka total utang sewa dibebankan dalam laporan penghasilan komprehensif konsolidasi dengan metode garis lurus selama masa sewa. Manfaat

(22)

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk.DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL 31 MARET 2016

agregat insentif sewa diakui sebagai pengurang beban sewa selama masa sewa dengan metode garis lurus.

p. Program Imbalan Pasti

Surplus dan deficit program imbalan pasti diukur pada:

- Nilai wajar dari aset yang direncanakan pada tanggal pelaporan, dikurangi

- Liabilitas yang direncanakan dihitung dengan menggunakan metode projected unit credit yang di diskonto ke nilai kini dengan menggunakan imbal hasil obligasi perusahaan yang berkualitas tinggi yang tersedia yang memiliki tanggal jatuh tempo yang mendekati persyaratan liabilitas; ditambah

- Biaya servis masa lalu yang tidak diakui, di kurangi

Dampak persyaratan pendanaan minimum yang disetujui dengan skema perwakilan.

Pengukuran kembali kewajiban pasti neto diakui langsung dalam ekuitas. Pengukuran kembali tersebut termasuk :

- Keuntungan dan kerugian aktuaris

- Imbalan atas aset (tidak termasuk bunga)

Aset dengan efek batas tertinggi (tidak termasuk bunga)

Biaya servis di akui dalam laba atau rugi, dan termasuk biaya servis saat ini dan masa lalu, serta kurtailmen keuntungan dan kerugian

Beban bunga neto (pendapatan) di akui dalam laba rugi dan dihitung dengan menerapkan tingkat diskonto untuk mengukur kewajiban imbalan pasti (aset) pada awal periode tahunan hingga pembayaran manfaat selama periode.

Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan manfaat skema atau kurtailmen diakui secara langsung dalam laba rugi.

Penyelesaian skema manfaat pasti diakui dalam periode dimana penyelesaian tersebut terjadi.

q. Perpajakan

Beban pajak terdiri dari pajak kini dan pajak tangguhan. Pajak di akui dalam laba rugi, kecuali jika berkaitan dengan item yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain atau secara langsung dalam ekuitas. Dalam kasus ini, pajak di akui dalam penghasilan komprehensif lain atau langsung dalam ekuitas.

Pajak kini

Beban pajak penghasilan kini di hitung dengan dasar hukum pajak yang berlaku pada tanggal pelaporan. Aset atau liabilitas pajak penghasilan kini terdiri dari kewajiban kepada atau klaim dari otoritas pajak yang berhubungan dengan periode pelaporan kini atau sebelumnya, yang

(23)

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk.DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL 31 MARET 2016

21

belum di bayar pada akhir periode tanggal pelaporan. Pajak penghasilan diperhitungkan berdasarkan tarif pajak dan hukum pajak yang berlaku pada periode fiskal terkait, berdasarkan laba kena pajak untuk periode tersebut. Seluruh perubahan pada aset atau liabilitas pajak kini diakui sebagai komponen biaya pajak penghasilan dalam laba atau rugi.

Pajak tangguhan

Aset dan liabilitas pajak tangguhan di akui ketika jumlah tercatat dari aset atau liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasi berbeda dari dasar perpajakannya, kecuali jika perbedaan itu terjadi karena:

- Pengakuan awal goodwill

- Pengakuan awal aset atau liabilitas pada saat transaksi yang bukan merupakan bisnis kombinasi dan pada saat transaksi terjadi tidak mempengaruhi akuntansi atau laba kena pajak, dan

- Investasi pada entitas anak dan pengendalian bersama entitas dimana Perusahaan mampu mengendalikan waktu pembalikan perbedaan dan kemungkinan besar bahwa perbedaan tersebut tidak akan dibalik pada masa yang akan datang.

Pengakuan dari aset pajak tangguhan terbatas pada saat dimana terdapat kemungkinan besar bahwa laba kena pajak akan tersedia terhadap perbedaan yang dapat digunakan.

Dalam hal aset pajak tangguhan yang terjadi karena properti investasi diukur pada nilai wajar, maka asumsi bahwa pemulihan akan terjadi melalui penjualan daripada penggunaan yang masih belum dibantah.

Jumlah aset atau liabilitas di tentukan dengan menggunakan tarif pajak pada saat tanggal pelaporan dan di harapkan akan digunakan ketika liabilitas pajak tangguhan/ (aset) telah diselesaikan/(dipulihkan).

Aset dan liabilitas pajak tangguhan di saling hapus ketika Perusahaan memiliki hak hukum untuk saling hapus aset dan liabilitas pajak kini yang berhubungan dengan pungutan oleh otoritas pajak yang sama atas:

- Perusahaan yang dikenakan pajak adalah sama, atau

Kelompok entitas yang berbeda yang bertujuan untuk menyelesaikan aset pajak kini secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas, pada periode masa depan dimana jumlah aset atau liabilitas pajak tangguhan signifikan diharapkan untuk di selesaikan atau di pulihkan.

r. Pengakuan Pendapatan dan Beban

Penjualan lokal diakui pada saat penyerahan barang kepada pelanggan, sedangkan penjualan ekspor diakui pada saat barang dikapalkan (F.O.B. Shipping Point) dan hak kepemilikan berpindah ke pelanggan.

(24)

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk.DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL 31 MARET 2016

s. Biaya Pinjaman

Bunga yang timbul dari pinjaman bank yang di gunakan untuk membiayai pembangunan kantor pusat baru milik Perusahaan dikapitalisasi sebagai bagian dari biaya, penerimaan bunga neto atas penarikan dibebankan. Perusahaan tidak dikenakan beban bunga lain yang dapat dikapitalisasikan.

t. Laba per saham

Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih residual dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan.

u. Informasi Segmen

Informasi segmen disusun sesuai dengan kebijakan akuntansi yang dianut dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian. Bentuk primer pelaporan segmen adalah segmen usaha sedangkan segmen sekunder adalah segmen geografis.

Segmen usaha adalah komponen perusahaan yang dapat dibedakan dalam menghasilkan produk atau jasa (baik produk atau jasa individual maupun kelompok produk atau jasa terkait) dan komponen itu memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan segmen lain.

Segmen geografis adalah komponen perusahaan yang dapat dibedakan dalam menghasilkan produk atau jasa pada lingkungan (wilayah) ekonomi tertentu dan komponen itu memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan pada komponen yang beroperasi pada lingkungan (wilayah) ekonomi lain.

Aset dan liabilitas yang digunakan bersama dalam satu segmen atau lebih dialokasikan kepada setiap segmen jika, dan hanya jika, pendapatan dan beban yang terkait dengan aset tersebut juga dialokasikan kepada segmen-segmen tersebut.

v. Provisi

Provisi diakui ketika Perusahaan dan entitas anaknya memiliki liabilitas legal maupun konstruktif sebagai hasil peristiwa lalu, yaitu kemungkinan besar arus keluar sumber daya ekonomi diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban dan suatu estimasi terhadap jumlah dapat dilakukan.

Provisi diriview pada akhir tiap periode pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik. Apabila tidak ada lagi kemungkinan arus keluar sumber daya ekonomi diperlukan untuk menyelesaikan liabilitas, maka provisi tersebut dicadangkan.

Apabila dampak nilai waktu uang adalah material, maka provisi didiskontokan dengan menggunakan tarif sebelum pajak, jika lebih tepat, untuk mencerminkan risiko spesifik liabilitas. Ketika pendiskontoan digunakan, kenaikan provisi terkait dengan berlalunya waktu diakui sebagai beban keuangan.

w. Kontinjensi

(25)

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk.DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL 31 MARET 2016

23

kontinjensi diungkapkan di dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian kecuali kemungkinan arus keluar sumber daya ekonomi adalah kecil.

Aset kontinjensi tidak diakui di dalam laporan keuangan konsolidasian, namun diungkapkan di dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian jika terdapat kemungkinan suatu arus masuk manfaat ekonomis mengalir ke dalam entitas.

x. Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan

Aset tidak lancar (atau kelompok lepasan) diklasifikasikan sebagai aset dimiliki untuk dijual ketika nilai tercatatnya akan dipulihkan terutama melalui transaksi penjualan daripada melalui pemakaian berlanjut dan penjualannya sangat mungkin terjadi. Aset ini dicatat pada nilai yang lebih rendah antara jumlah tercatat dan nilai wajar setelah dikurangi biaya untuk untuk menjual, kecuali untuk aset-aset seperti aset pajak tangguhan, aset yang terkait dengan imbalan kerja, aset keuangan dan properti investasi yang dicatat pada nilai wajar, yang secara khusus dikecualikan dari persyaratan ini.

Kerugian penurunan nilai awal atau selanjutnya diakui atas penurunan nilai aset (atau kelompok lepasan) ke nilai wajar dikurangi dengan biaya untuk menjual aset. Keuntungan diakui atas peningkatan nilai wajar biaya untuk menjual aset (atau kelompok lepasan), tetapi tidak boleh melebihi akumulasi rugi penurunan nilai yang telah diakui sebelumnya. Keuntungan atau kerugian yang sebelumnya tidak diakui pada tanggal penjualan aset tidak lancar (atau kelompok lepasan) diakui pada tanggal penghentian pengakuan.

Aset tidak lancar (termasuk yang merupakan bagian dari lepasan) tidak boleh disusutkan atau diamortisasi selama diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual. Bunga dan beban lainnya yang dapat diatribusikan pada liabilitas dari kelompok lepasan yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual tetap diakui.

Aset tidak lancar yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual dan aset dalam kelompok lepasan yang dimiliki untuk dijual disajikan secara terpisah dari aset lainnya dalam laporan posisi keuangan. Liabilitas dalam kelompok lepasan yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual disajikan secara terpisah dari liabilitas lainnya dalam laporan posisi keuangan. y. Peristiwa Setelah Periode Laporan

Peristiwa setelah periode pelaporan menyajikan bukti kondisi yang terjadi pada akhir tahun pelaporan (peristiwa penyesuai) yang dicerminkan di dalam laporan keuangan konsolidasian. Peristiwa setelah periode pelaporan yang bukan merupakan peristiwa penyesuai, diungkapkan di dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian bila material.

3. ESTIMASI DAN ASUMSI AKUNTANSI SIGNIFIKAN

a. Pengukuran Nilai Wajar

Sejumlah aset dan liabilitas yang termasuk dalam laporan keuangan milik Perusahaan mensyaratkan pengukuran pada, dan/atau pengungkapan atas nilai wajar.

Pengukuran nilai wajar aset dan liabilitas keuangan dan non

keuanganmilikPerusahaanmenggunakan input dan data pasar yang dapat diobservasi sejauh mungkin. Input digunakan dalam menentukan pengukuran nilai wajar dikategorikan ke dalam

(26)

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk.DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL 31 MARET 2016

beberapa tingkatyang berbedaberdasarkan pada bagaimana input yang dapat diobservasi tersebut digunakandalam teknik penilaian (‘hirarki nilai wajar’):

- Tingkat 1: Harga kuotasian dalam pasar aktif untuk item yang identik (tidak disesuaikan)

- Tingkat 2: Input yang dapat diobservasi langsung atau tidak langsung selaindaripadainput Tingkat 1

- Tingkat 3: Input yang tidak dapat diobservasi (yaitu tidak berasal data pasar).

Pengklasifikasian item pada tingkat di atas didasarkan pada tingkat terendah dari input yang digunakan yang memiliki efek signifikan dalam pengukuran nilai wajar atas item. Pengalihan item antara tingkatan diakui padaperiode terjadinya.

Perusahaanmengukur sejumlahitem pada nilai wajarnya.

- Tanah dan gedung revaluasian –Aset tetap (Catatan 14)

- Properti investasi (Catatan 12)

- Instrumen keuangan (Catatan 6, 7 dan 43)

Aset dan liabilitas yang diklasifikasikansebagai dimilikiuntuk dijual (Catatan 9) b. Asumsi Skema Imbalan Pasti

Biaya, aset dan liabilitas skema imbalan pasti yang dilakukan oleh Perusahaan ditentukan dengan menggunakan metode yang bergantung pada estimasi dan asumsi aktuarial. Rincian dari asumsi utama terdapat dalam Catatan 28. Perusahaan menjalankan masukan dari aktuaris independen terkait dengan kesesuaian asumsi. Perubahan pada asumsi yang digunakan mungkin memiliki efek yang signifikan pada laporan penghasilan komprehensif konsolidasi dan laporan posisi keuangan konsolidasi.

c. Proses Hukum

Perusahaan meninjau perkembangan kasus hukum yang masih berjalan dalam proses hukum dan pada setiap tanggal pelaporan, guna untuk menilai kebutuhan provisi dan pengungkapan dalam laporan keuangannya. Di antara faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam membuat keputusan provisi litigasi adalah sifat litigasi, klaim atau penilaian, proses hukum dan tingkat potensi kerusakan dijurisdiksi di mana litigasi, klaim atau penilaian tersebut berada, perkembangan dari kasus (termasuk perkembangan setelah tanggal pelaporan keuangan namun sebelum laporan tersebut dikeluarkan), pendapat atau pandangan penasihat hukum, pengalaman dalam kasus serupa dan keputusan dari manajemen Perusahaan tentang bagaimana Perusahaan akan merespon terhadap litigasi, klaim atau penilaian.

d. Pajak Penghasilan

Perusahaan dikenakan pajak penghasilan dan pertimbangan yang signifikan dipersyaratkan dalam menentukan provisi pajak penghasilan. Dalam kegiatan bisnis normal, ada transaksi dan perhitungan yang mana penentuan pajaknya tidak pasti. Sebagai akibatnya, perusahaan mengakui adanya liabilitas pajak berdasarkan estimasi apakah akan ada tambahan pajak dan bunga yang akan jatuh tempo.

Liabilitas pajak ini diakui ketika, meskipun perusahaan berkeyakinan bahwa posisi pengembalian pajak terdukung, perusahaan yakin bahwa posisi tertentu sangat mungkin tertantang dan mungkin tidak dapat dipertahankan setelah ditinjau oleh otoritas pajak. Perusahaan berkeyakinan bahwa akrual untuk liabilitas pajak telah cukup untuk seluruh tahun audit berdasarkan pada penilaian atas banyak faktor termasuk pengalaman masa lalu dan interpretasi atas hukum pajak. Penilaian ini tergantung pada estimasi dan asumsi dan mungkin melibatkan beberapa pertimbangan yang kompleks mengenai kejadian masa depan.

(27)

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk.DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL 31 MARET 2016

25

Bila hasil pajak berbeda dengan jumlah yang dicatat, maka perbedaan ini akan berdampak pada beban pajak penghasilan pada periode saat keputusan tersebut dibuat.

4. KAS DAN SETARA KAS

2016 2015 (Rp'000) (Rp'000) K a s 229,017 276,966 B a n k Pihak ketiga Rupiah Bank Mandiri 11,628,104 9,112,206

Bank Rakyat Indonesia 569,883 426,032

Bank OCBC NISP 351,519 307,492

Bank Papua 91,548 91,547

Bank Central Asia 45,293 5,274,685

Bank MNC 14,280 914,280

Bank Negara Indonesia 12,669 -

12,713,296 16,126,242

Dolar Amerika Serikat

Bank Mandiri 1,806,271 969,511

Bank OCBC NISP 91,797 95,386

1,898,068 1,064,897

Dolar Singapura

Bank Mandiri 38,772 229,701

Bank OCBC NISP 78,129 77,502

116,901 307,203 Euro Bank Mandiri 386,906 15,333 Poundsterling Inggris Bank Mandiri 96,284 103,629 Chinese Yuan

PT Bank Central Asia Tbk. 292,140 1,985,242

Dolar Australia

Bank Mandiri 19,591 21,717

Jumlah bank 15,523,186 19,624,263

Deposit – pihak ketiga

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. 17,364,239 51,043,689

(28)

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk.DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA

TANGGAL 31 MARET 2016

5. DEPOSITO BERJANGKA

2016 2015

(Rp'000) (Rp'000)

Pihak ketiga – Rupiah

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. - 1,504,562

Akun ini merupakan deposito berjangka dengan jangka waktu 6 bulan dan diklasifikasikan sebagai ”aset lancar” Tingkat bunga di atas 5,25% - 6.25%.

6. PIUTANG USAHA

Jumlah piutang usaha berdasarkan pelanggan adalah sebagai berikut :

2016 2015

(Rp'000) (Rp'000)

Pihak ketiga

Pelanggan dalam negeri 478,632,593 353,804,046

Pelanggan luar negeri 43,571,525 13,298,277

Jumlah 522,204,118 367,102,323

Cadangan kerugian (6,049,752) (2,287,459)

Jumlah 516,154,366 364,814,864

Pihak –pihak berelasi (Catatan 29) 119,534,641 99,619,104

J u m l a h 635,689,007 464,433,968

Jumlah piutang usaha berdasarkan umur (hari) adalah sebagai berikut :

2016 2015

(Rp'000) (Rp'000)

Belum jatuh tempo 201,190,598 132,407,613

Lewat jatuh tempo 1 s/d 30 hari 155,383,033 68,926,786

Lewat jatuh tempo 31 s/d 60 hari 81,175,301 46,199,000

Lewat jatuh tempo 61 s/d 90 hari 27,876,255 25,932,924

Lewat jatuh tempo 91 s/d 120 hari 19,138,724 23,348,635

> 120 hari 156,974,848 169,906,469

Jumlah 641,738,759 466,721,427

Cadangan kerugian (6,049,752) (2,287,459)

B e r s i h 635,689,007 464,433,968

Referensi

Dokumen terkait

Sedangkan Informasi keuangan pada tanggal 31 Desember 2021, disusun oleh manajemen Bank sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia, yang telah diaudit oleh kantor

Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) memiliki kewajiban menyusun laporan keuangan dalam 2 versi, yaitu berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang ditetapkan oleh Ikatan

Pelaksanaan program pengabdian ini adalah dengan melakukan pendam- pingan mengenai pencatatan akuntansi berupa penyusunan laporan keuangan sesuai dengan standar

Informasi Keuangan Konsolidasian yang berakhir tanggal 31 Desember 2016 diambil dari Laporan Keuangan per 31 Desember 2016 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Sriyadi

Pendapat ini akan diberikan oleh akuntan apabila ia menilai bahwa laporan keuangan telah disajikan secara wajar dalam arti disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan

Berdasarkan SAK ETAP (Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik) yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia, setiap perusahaan telah

• Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian telah disusun tanpa penyesuaian sehubungan dengan aset tidak lancar ini. • Berdasarkan IAS 27 Laporan Posisi

Dewan Standar Akuntansi Keuangan dan Ikatan Akuntan Indonesia 2020, Exposure Draft Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan PSAK 69 Penyesuaian Tahunan 2020 Agrikultur.. Dewan Standar