MANUAL PERTANDINGAN LIGA MAHASISWA U21 PIALA MENPORA 2018

15 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

1

MANUAL PERTANDINGAN

LIGA MAHASISWA U21 PIALA MENPORA

2018

KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAHRAGA RI

DEPUTI PEMBUDAYAAN OLAHRAGA

ASDEP OLAHRAGA PENDIDIKAN

FORUM PEMBINA SEKOLAH SEPAKBOLA INDONESIA

(FOPSSI)

(2)

2

PERATURAN PERTANDINGAN KHUSUS LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA

U21 PIALA MENPORA TAHUN 2018

BAB I

| UMUM

Pasal 1

TENTANG LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA

1.

Kompetisi ini di beri Tagline Liga Sepakbola Mahasiswa U21 Piala Menpora 2018

2.

Panitia Pelaksana sesuai dengan tugas pokok dan fungsi nya mempunyai wewenang

untuk memverifikasi dan menentukan peserta yang berhak mengikuti kompetisi ini.

3.

Liga Sepakbola Mahasiswa U21 Piala Menpora 2018 akan di laksanakan dari tingkat

Provinsi sampai dengan Nasional.

4.

Pantia Pelaksana Liga menurut tugas pokok dan fungsinya berhak untuk

menentukan jadwal dan tempat pertandingan

Pasal 2 DASAR

Peraturan Pertandingan khusus LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA ini berdasarkan kepada:

1.

FIFA, Law of The Game 2010;

2.

Statuta PSSI

Pasal 3

MAKSUD DAN TUJUAN

Peraturan Pertandingan Khusus LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA ini diterbitkan dalam

rangka mengatur penyelenggaraan LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA guna terwujudnya

kelancaran jalannya pelaksanaan LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA.

BAB II

| KEPESERTAAN

Pasal 4 PESERTA

1.

Peserta adalah Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia

2.

Peserta membayar biaya pendaftaran yang sudah di tetapkan oleh Panitia Pelaksana

Pasal 5

SYARAT ORGANISASI KEPESERTAAN (1) Persyaratan peserta LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA:

1.

Mengisi form registrasi peserta yang di tanda tangani oleh pihak rektorat

2.

Setiap Universitas/Institut/Akademi di perkenan kan mendaftarkan lebih 1 team

peserta

(3)

3

3. Menanda tangani surat pertanggung jawaban Mutlak sebagai syarat mengikuti Liga Mahasiswa 2018

Pasal 6

SYARAT ADMINISTRASI KEPESERTAAN (1)Setiap Peserta wajib membayarkan dana sebesar :

a. Maksimal Rp. 2.500.000,- sebagai biaya pendaftaran yang harus di lunasi sebelum Tehnikal Meeting.

(2)Setiap Peserta wajib tunduk pada ketentuan tentang pemain LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA, sebagaimana dimaksud Pasal 12 dan 13 Manual Pertandingan LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA ini.

Pasal 7

BERAKHIRNYA KEPESERTAAN (1) Peserta dapat di katakan berahkir seandainya:

a. Peserta melanggar ketentuan-ketentuan yang terdapat dalam Manual Pertandingan LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA ini dan/atau peraturan-peraturan lainnya, baik yang telah dan akan dikeluarkan oleh PSSI dan Panitia Pelaksana LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA yang mengakibatkan sanksi pemberhentian sebagai peserta.

b. Peserta tidak memenuhi kewajibannya sebagai Peserta LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA. c. peserta Melanggar SURAT PERTANGGUNG JAWABAN MUTLAK yang sudah di tanda

tangani di atas materai oleh para pimpinan Universitas tersebut.

d. Sebab-sebab lain yang akan ditentukan dalam Manual Pertandingan dan/atau peraturan tersendiri yang dikeluarkan oleh PSSI dan LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA .

e. peserta mengundurkan diri sebagai peserta LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA.

(3)Sebelum mengambil keputusan tentang pemberian sanksi pemberhentian, Peserta yang bersangkutan diberikan hak untuk melakukan pembelaannya di hadapan KOMITE ETIK LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA.

(4)Keputusan akhir tentang pemberhentian Peserta dilakukan dalam Rapat KOMITE ETIK LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA dan dituangkan dalam Surat Keputusan Panitia Pelaksana LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA.

(4)

4

BAB III

| SISTEM, JADWAL DAN TEMPAT PERTANDINGAN

Pasal 8

SISTEM PERTANDINGAN

1. Babak I Pertandingan LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA dilaksanakan dengan sistem setengah (1/2) kompetisi dimana seluruh pertandingan dilaksanakan di satu tempat pertandingan yang sama.

2. Peringkat akan di tentukan dari perolehan (POINT, Head To Head, Selisih Gol, Gol Memasukkan)

3. Babak II di laksanakan dengan system Gugur (Fase Knok Out) dimana seandainya terdapat hasil seri / Draw maka langsung di adakan tendangan pinalti sebanyak 3 orang penendang, seandainya masih draw maka langsung di adakan tosh koin untuk menentukan penendang / penjaga gawang.

Pasal 9

JADWAL DAN TEMPAT PERTANDINGAN

(1)Rincian tentang Jadwal dan Tempat Pertandingan akan ditentukan oleh Panitia Pelaksana. (2)Panitia Pelaksana LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA dalam kebijakannya sendiri dapat

melakukan perubahan jadwal dan tempat pelaksanaan.

(3)Peserta tidak di perkenan kan meminta perubahan jadwal pertandingan.

BAB IV

| PENDAFTARAN

Pasal 10

PENDAFTARAN PESERTA

(1)Peserta diwajibkan mengirim surat pemberitahuan kepada Panitia Pelaksana LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA untuk mengikuti LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA 2018.

(2)Pada saat pendaftaran, Peserta wajib menyetor Biaya Pendaftaran LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) dan (2) Manual Pertandingan LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA ini kepada panitia pelaksana LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA.

Pasal 11

PENDAFTARAN PEMAIN

(1) Peserta dapat mendaftarkan maksimal 18 pemain maksimal kelahiran 1 Januari 1997 (KELAHIRAN 1996 DAN SEBELUMNYA TIDAK DI PERKENANKAN).

(2) Khusus MAHASISWA ASING (program pertukaran MAHASISWA ASING) hanya di perboleh kan mendaftarkan 3 orang Mahasiswa ASING.

(3) Daftar pemain sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) Pasal ini wajib diajukan dalam tenggat waktu yang ditentukan oleh panitia pelaksana LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA. (4) Pemain hanya dapat bermain pada LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA setelah mendaftar ke

Panitia Pelaksana dan telah lolos screening yang dilakukan oleh tim screening LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA

(5)

5

Pasal 12

PEMAIN DAN PELATIH

(1)Pemain yang sah adalah pemain yang telah didaftarkan kepada Panitia Pelaksana LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA, dan telah lolos screening dan telah disahkan Panitia Pelaksana LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA.

(2)Pemain yang bertanding di level Liga 1 dan Liga 2 PSSI (asal berstatus mahasiswa dan memenuhi seluruh persyaratan) boleh di daftarkan.

(3)Seandainya terdapat pemalsuan data pemain makan akan di kenakan hukuman sesuai pasal 28 ayat (1) dan (2)

(4) Pelatih wajib mengunakan sepatu dan berpakaian sopan selama berada di area

teknik (Banch Pemain).

(5)Hanya 2 orang official yang di perkenankan berada di area tehnik dan di daftarkan oleh Team Peserta.

(6)Pelatih yang tidak mengunakan sepatu dan berpakaian tidak sopan akan di keluarkan dari area teknik (Banch Pemain).

(7)Pelatih dan ofisial dilarang merokok selama berada di area teknik (Banch Pemain). Pasal 13

PERPINDAHAN PEMAIN

Pemain tidak diperkenankan untuk pindah ke Team lain sesama Peserta LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA selama kompetisi bergulir pada tahun berjalan.

BAB V

| PENANGGUNG JAWAB DAN PANITIA LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA

Pasal 14

PENANGGUNG JAWAB LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA

(1) Penanggung Jawab LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA adalah KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAHRAGA RI

Pasal 15

PANITIA LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA

(1) Penanggung Jawab Kegiatan yang di berikan kewewenangan oleh menunjuk FORUM PEMBINA SEKOLAH SEPAKBOLA INDONESIA (FOPSSI) sebagai pelaksana tehnis di tingkat Provinsi maupun Nasional.

(6)

6

BAB VI

| KEWAJIBAN PESERTA DAN PENYELENGGARA PERTANDINGAN

Pasal 16

KEWAJIBAN PESERTA

(1)Peserta menanggung sendiri biaya perjalanan dari tempat asal ke tempat penyelenggaraan pertandingan pergi – kembali

(2)Tidak ada biaya pegantian dari panitia pelaksana seandainya terdapat pertandingan Tunda Force Majuer

(3) Peserta wajib menanggung sendiri biaya yang timbul seandainya terdapat cidera terhadap pemain nya (Panitia hanya membantu pertolongan pertama (P3K)

BAB VII

| PELAKSANAAN PERTANDINGAN

Pasal 18

PERTEMUAN TEKNIK (Technical Meeting)

(1)Pertemun Teknik wajib dilakukan oleh Panitia LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA.

(2)Pertemuan Teknik dipimpin oleh Pengawas Pertandingan yang ditunjuk oleh Panitia LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA.

(3)Manajer dan Pelatih tim semua Peserta LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA wajib menghadiri Pertemuan Teknik.

(4)Jadwal dan Pertemuan Teknik ditentukan oleh Panitia Pelaksana LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA.

(5)Dalam Pertemuan Teknik, semua tim wajib membawa contoh seragam pertandingan pemain dan penjaga gawang untuk menghindari kesamaan seragam dengan tim lawannya pada setiap pertandingan LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA.

Pasal 19

WAKTU DAN ATURAN PERTANDINGAN

(1)Pertandingan dilaksanakan di tempat dan jam yang sudah di tentukan Panitia Pelaksana LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA.

(2)Lamanya pertandingan 2 x 40 menit (3)Istirahat diantara Babak selama 5 menit

(4)Batas Waktu menunggu adalah 10 Menit dari jadwal yang sudah di tetapkan lewat dari 10 menit maka team tersebut di nyatakan kalah WO

(5)Pemain yang di daftar kan pada Line Up pemain sebanyak 18 pemain (6) Hanya 5 pemain cadangan yang di perboleh kan turun bertanding

Pasal 20

DAFTAR SUSUNAN PEMAIN

(1) Daftar Susunan Pemain (line up) diserahkan kepada Panitia LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA selambat-lambatnya 20 (dua puluh) menit sebelum kick off.

(2) DSP wajib di tanda tangani oleh Manager Team

(7)

7

Pasal 21

PERTANDINGAN YANG TIDAK TERLAKSANA

(1) Panitia Pelaksana berdasarkan wewenang yang di milikinya berkewajiban menjadwalkan kembali pertandingan yang tidak terlaksana di karenakan force majuer.

(2) Panitia Pelaksana LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA juga akan menentukan tempat dan jadwal pelaksanaan pertandingan pengganti, jika pertandingan tidak dapat terlaksana dikarenakan tidak mendapat ijin pertandingan dari pihak yang berwenang.

Pasal 22

PERTANDINGAN YANG DIHENTIKAN

(1)Pertandingan dapat terhenti atau dihentikan yang disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut: a. Terjadinya keadaan force majeur, termasuk tetapi tidak terbatas pada keadaan seperti

hujan banjir, masuknya penonton ke lapangan pertandingan, dihentikan atas permintaan aparat keamanan dan keadaan-keadaan lainnya yang dalam ketentuan hukum pada umumnya termasuk dalam keadaan force majeur.

b. Terjadinya keributan dan/atau perkelahian antara dua tim yang bertanding yang melibatkan pemain dan/atau official kedua tim, sehingga tidak dimungkinkan untuk dilanjutkannya pertandingan.

c. Wasit yang memimpin pertandingan mengalami atau berada dalam keadaan tidak mampu lagi memimpin pertandingan.

(2)Apabila pertandingan terhenti dikarenakan terjadinya keadaan force majeur, maka jika dimungkinkan, pertandingan dilanjutkan pada sore hari dan atau pagi esok harinya. Namun jika hal tersebut tidak dimungkinkan, Panitia Pelaksana LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA dan/atau Panitia LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA akan menentukan tempat dan jadwal pelaksanaan pertandingan yang terhenti tersebut.

(3)Pertandingan lanjutan atas pertandingan yang terhenti sebelum waktunya dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut:

a. Lamanya pertandingan sesuai dengan sisa waktu pertandingan sebelumnya.

b. Susunan pemain tetap sama dengan susunan pemain pada saat dihentikannya pertandingan sebelumnya, kecuali dapat dibuktikan terdapat pemain yang cedera. c. Skor pertandingan, jumlah kartu kuning dan kartu merah masing-masing tim

dimulai sesuai keadaan pada saat dihentikannya pertandingan sebelumnya.

(4)Apabila pertandingan dihentikan karena terjadinya keributan dan/atau perkelahian antara dua tim yang bertanding, berlaku ketentuan sebagai berikut:

a. Pertandingan tidak akan dilanjutkan.

b. Pengawas Pertandingan akan membuat laporan tentang berbagai kejadian yang terjadi dan melaporkannya kepada Panitia Disiplin.

c. Keputusan final tentang hasil pertandingan dan sanksi-sanksi lainnya yang timbul dari kejadian tersebut dikeluarkan oleh Panitia Disiplin.

d. Panitia Disiplin akan mengeluarkan Keputusan selambat-lambatnya 3 (tiga) hari sejak diterimanya laporan dari Pengawas Pertandingan.

e. Keputusan Panitia Disiplin adalah Keputusan Akhir (final), karenanya tidak diperkenankan adanya upaya Banding atas Keputusan Panitia Disiplin.

(5) Apabila pertandingan terhenti disebabkan Wasit yang memimpin pertandingan mengalami atau berada dalam keadaan tidak mampu lagi memimpin pertandingan, maka pertandingan dilanjutkan dengan dipimpin Wasit pengganti.

(8)

8

(6) Apabila keadaan force majeur terjadi kurang dari 10 menit waktu akhir permainan, maka pertandingan dianggap selesai dengan hasil yang ada pada saat pertandingan dihentikan.

Pasal 23

PENENTUAN NILAI DAN PERINGKAT

(1)Seluruh hasil pertandingan akan terangkum dalam bentuk Klasemen Akhir.

(2)Penentuan peringkat masing-masing tim dalam Klasemen Akhir didasarkan pada perhitungan-perhitungan sebagai berikut:

a. Setiap tim yang menang akan mendapat nilai 3 (tiga).

b. Jika pertandingan berakhir seri/imbang, masing-masing tim akan mendapat nilai 1 (satu).

c. Setiap tim yang kalah tidak mendapat nilai.

d. Jika terdapat 2 (dua) tim yang memiliki nilai yang sama, maka tim yang unggul

head to head akan mendapat peringkat yang lebih baik.

e. Jika terdapat LEBIH DARI 2 (dua) tim yang memiliki nilai dan head to head yang

sama, maka tim yang memiliki selisih gol lebih baik akan mendapat peringkat yang lebih baik.

f. Jika perhitungan pada ayat (e) masih juga sama, maka penentuan peringkat akhir

dilakukan dengan gol memasukkan.

g. Jika point seluruhnya masih sama maka akan di laksanakan undian (tosh koin)

untuk menentukan peringkat, tidak ada pertandingan ulangan.

(3) a. Seandainya jika terdapat tim yang didiskualifikasi akibat melakukan pelanggaran dan sudah melebihi dari 50% dari total jumlah pertandingan maka pointnya tetap di hitung sedangkan lawanya yang belum bertanding di berikan kemenangan 3-0

b. Seandainya jika terdapat tim yang didiskualifikasi akibat melakukan pelanggaran dan sudah kurang dari 50% dari total jumlah pertandingan maka seluruh hasil pertandingan yang telah dijalani oleh tim tersebut dianggap tidak ada.

BAB VII

| LARANGAN BERMAIN

Pasal 24

KARTU KUNING DAN KARTU MERAH

(1) Pemain yang mendapat kartu merah langsung, tidak diperkenankan untuk bermain pada pertandingan berikutnya sebanyak 1 (satu) kali.

Pasal 25

KEPUTUSAN PANITIA DISIPLIN

(1) Keputusan Larangan bertanding juga dapat dikeluarkan oleh Panitia Disiplin.

(2) Apabila setelah mempelajari dan menyelidiki suatu insiden atau kejadian yang dilaporkan oleh Pengawas Pertandingan, ternyata ditemukan suatu tindakan pelanggaran oleh pemain, maka Panitia Disiplin dapat memberikan sanksi larangan bertanding terhadap pemain yang bersangkutan.

(9)

9

BAB VIII | PERLENGKAPAN PEMAIN

Pasal 26

PAKAIAN/SERAGAM PERTANDINGAN

1. Dalam pelaksanaan LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA, setiap tim wajib memiliki sekurang-kurangnya 2 (dua) jenis seragam pertandingan, berwarna TERANG dan GELAP.

2. Baju seragam pertandingan harus memiliki nomor punggung dengan ukuran tinggi 25 (dua puluh lima) cm, dimana no punggung berurut dari 1 sd 30 untuk tiap pemain pada Daftar Pemain yang pertama diserahkan kepada Panitia LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 Manual Pertandingan LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA ini.

3. Nomor Punggung yang telah digunakan oleh salah seorang pemain tidak diperbolehkan digunakan oleh pemain lain

4. Nama pemain tidak wajib dicantumkan di bagian belakang atas seragam pertandingan. 5. Penulisan nama pemain boleh memilih menggunakan nama depan, nama belakang,

atau nama panggilan (apabila telah didaftarkan sebelum LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA dimulai) dan penempatan nama pemain di kostum harus dengan huruf besar.

6. Penempatan logo sponsor Peserta dipasang tepat dibawah logo sponsor LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA dengan ukuran 15x13 cm

7. Celana seragam pertandingan harus memiliki nomor dengan ukuran tinggi 7 (tujuh) cm dan diletakkan di sebelah kanan bagian depan.

8. Untuk setiap pertandingan, setiap tim wajib menggunakan seragam yang telah ditentukan dalam Pertemuan Teknik.

9. Selama pertandingan berlangsung, semua pemain harus memasukkan baju seragam pertandingan yang dipakainya ke dalam bagian celana.

10.Pada saat bertanding, semua pemain cadangan yang berada di bangku cadangan wajib menggunakan rompi.

Pasal 27

SEPATU DAN PELINDUNG KAKI (1) Pemain wajib menggunakan sepatu bola ber studs.

(2) Pemain diwajibkan untuk memakai pelindung/pengaman kaki (shinguard) yang terbuat dari bahan yang layak (karet atau plastik) dan seluruh bagiannya harus dapat ditutupi oleh kaus kaki.

BAB IX

| PELANGGARAN DAN HUKUMAN

Pasal 28

PENGGUNAAN PEMAIN YANG TIDAK SAH

(1)Penggunaan pemain yang tidak sah adalah penggunaan pemain yang memenuhi kriteria sebagai berikut:

a. Belum didaftarkan ke Panitia Pelaksana LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA;

b. Belum disahkan oleh Panitia Pelaksana LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA; (Tidak lolos skrining)

c. Terbukti melakukan pemalsuan / pencurian data pemain. d. Tidak tercantum dalam Daftar Susunan Pemain; dan/atau e. Dalam Status terkena sanksi Larangan Bermain.

(10)

10

(2)Hukuman penggunaan pemain yang tidak sah adalah sebagai berikut:

a. Kemenangan ataupun hasil imbang dibatalkan, tim Peserta yang menggunakan pemain yang tidak sah tersebut dinyatakan kalah dengan skor 0-5; dan

b. Pemain yang terbukti melakukan pemlsuan data pemain di coret dari team tersebut dan tidak di perkenankan mengikuti sisa kompetisi.

c. Nilai Peserta yang menggunakan pemain yang tidak sah dalam Klasemen dikurangi 3 (tiga).

Pasal 29 PENGHINAAN

(1) Penghinaan adalah perbuatan, tindakan, atau ucapan yang menyerang kehormatan dan nama baik serta menuduh dan menistakan terhadap sesama Peserta LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA atau terhadap Panitia LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA, Perangkat Pertandingan, maupun Panitia Disiplin.

(2) Pemain yang melakukan penghinaan terhadap pemain maupun SSB Peserta LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA, dan/atau terhadap peserta maupun Panitia LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA, Perangkat Pertandingan, Panitia Disiplin, Panitia Pelaksana LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA mendapat hukuman larangan bermain di semua kompetisi yang diselenggarakan oleh Panitia Pelaksana LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA selama-lamanya 1 (satu) tahun.

(3) Official atau Pengurus penonton yang melakukan penghinaan terhadap sesama Peserta LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA, mendapat hukuman skorsing selama 3 (tiga) bulan, diluar dan tidak termasuk hukuman yang dikenakan oleh Wasit jika penghinaan dimaksud dilakukan saat berlangsungnya pertandingan.

(4) Official atau Pengurus penonton yang melakukan penghinaan terhadap Panitia LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA dan/atau Perangkat Pertandingan, baik peserta maupun kelembagaannya, mendapat hukuman 6 (enam) bulan skorsing.

(5) Official atau penonton yang melakukan penghinaan terhadap Panitia Pelaksana LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA, mendapat hukuman skorsing selama sisa pertandingan LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA yang sedang berjalan dan 1 (satu) tahun musim LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA tahun berikutnya.

(6) Tim Peserta dapat di Diskualifikasi berdasarkan sidang Panitia Disiplin

seandainya penghinaan yang di lakukan oleh pemain, Official maupun Penonton sudah melebihi atau di luar kepatutan Norma yang berlaku.

Pasal 30 PENGANIAYAAN

(1) Penganiayaan adalah perbuatan secara fisik dan dengan sengaja yang menimbulkan rasa tidak enak, sakit, luka maupun merusak kesehatan terhadap Pemain, Official, Pengurus Team, Panitia LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA, Perangkat Pertandingan, Penonton, Pekerja Media (Wartawan) yang dilakukan di dalam maupun di luar lapangan pertandingan.

(2) Pemain yang melakukan penganiayaan terhadap sesama pemain, Perangkat Pertandingan, Official, Pengurus Team, Panitia LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA, Penonton dan/atau Wartawan dijatuhi hukuman larangan bermain yang diselenggarakan oleh Panitia Pelaksana LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA selama-lamanya 2 (dua) tahun dan denda sebesar Rp. 2.000.000,- (Dua juta Rupiah).

(3) Official atau Pengurus Team atau penonton yang melakukan penganiayaan terhadap Perangkat Pertandingan, Pemain dan/atau Official/Pengurus Team lain, Panitia LIGA

(11)

11

SEPAKBOLA MAHASISWA, Penonton dan/atau Wartawan dijatuhi hukuman skorsing selama 2 (dua) tahun dan denda sebesar Rp. 2.000.000,- (Dua juta Rupiah).

(4) Tim Peserta dapat di Diskualifikasi berdasarkan sidang Panitia Disiplin seandainya

penganiayaan yang di lakukan oleh pemain, Official maupun Penonton sudah melebihi atau di luar kepatutan Norma yang berlaku.

(5) Penganiayaan yang dilakukan oleh kelompok suporter dan/atau penonton, penanganannya diserahkan kepada aparat hukum yang berwenang dan akan di lakukan proses Pidana.

Pasal 31

PENGGUNAAN DOPING DAN NARKOBA

(1) Penggunaan doping dan narkoba adalah penggunaan zat-zat adiktif dan/atau kimia, sintentis atau alami yang secara artifisial dapat memperbaiki kondisi fisik dan psikis sebelum atau selama pertandingan, yang bertentangan dengan nilai-nilai sportivitas.

(2) Pemain yang menggunakan obat-obatan terlarang dijatuhi hukuman skorsing selama 2 (dua) tahun dan denda sebesar Rp. 2.000.000,- (Dua juta rupiah).

(3) Insan atau pelaku sepakbola, termasuk akan tetapi tidak terbatas pada Official dan/atau Pengurus Team, yang menyuruh menggunakan atau memasok/menyediakan obat-obatan terlarang tersebut dijatuhi hukuman skorsing 2 (dua) tahun dan denda sebesar Rp. 2.000.000,- (Dua juta rupiah).

(4) Selain hukuman skorsing, tidak menutup kemungkinan bahwa LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA akan meneruskan kasusnya kepada aparat hukum yang berwenang.

Pasal 32 PEMOGOKAN (1)Pengertian pemogokan adalah:

a. Peserta tidak bersedia bertanding sesuai jadwal pertandingan yang telah ditentukan Panitia Liga Mahasiswa

b. Peserta tidak bersedia melanjutkan pertandingan yang berlangsung.

(2)Peserta yang melakukan pemogokan didiskualifikasi dari LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA dan denda sebesar Rp. 2.000.000,- (Dua Juta Rupiah).

(3)Oknum pemain, Official, dan Pengurus Team Peserta yang memerintahkan pemogokan dijatuhi hukuman skorsing selama maksimal 2 (dua) tahun.

Pasal 33 PENGUNDURAN DIRI (1)Pengertian pengunduran diri adalah:

a. Peserta membatalkan pernyataan kesediaannya mengikuti LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA sebelum kompetisi diselenggarakan, namun jadwal pertandingan telah ditetapkan;

b. Peserta mundur saat LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA sudah berjalan;

c. Peserta mundur tersebut tidak akan diikutsertakan pada LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA 2 musim berikutnya.

(2)Terhadap pengunduran diri sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf a Pasal ini, Peserta yang mengundurkan diri tersebut dikenakan denda sebesar Rp. 5.000.000,- ( lima juta rupiah) ditambah dengan hukuman maksimal 2 (tahun) tahun tidak diperbolehkan mengikuti kompetisi yang diselenggarakan di semua strata.

(3)Terhadap pengunduran diri sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf b Pasal ini, Peserta yang mengundurkan diri tersebut dikenakan denda sebesar Rp. 5.000.000,- (lima

(12)

12

juta rupiah) ditambah dengan hukuman maksimal 2 (tahun) tidak diperbolehkan mengikuti kompetisi yang diselenggarakan di semua strata.

(4)Setelah jangka waktu hukuman berakhir sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dan ayat (3) Pasal ini, Team Peserta yang bersangkutan diperbolehkan kembali mengikuti kompetisi yang diselenggarakan oleh Panitia Pelaksana yang telah terbentuk dari level yang paling bawah.

Pasal 34

MENGGANGGU KETERTIBAN DAN KEAMANAN

(1) Mengganggu ketertiban dan keamanan adalah tindakan yang dilakukan perseorangan atau kelompok yang dapat mengganggu kenyamanan dan keamanan pertandingan.

(2) Terjadinya gangguan, baik yang dilakukan oleh Penonton, Pemain dan/atau Official yang mengakibatkan pertandingan tidak dapat dilaksanakan/dilanjutkan, hukuman akan diputuskan kemudian oleh Panitia Disiplin dan/atau Rapat Panitia Pelaksana LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA.

(3) Tim Peserta dapat di Diskualifikasi berdasarkan sidang Panitia Disiplin seandainya

Pengangguan yang di lakukan oleh pemain, Official maupun Penonton sudah melebihi atau di luar kepatutan Norma yang berlaku.

(4) Terhadap para penonton yang menganggu ketertiban dan keamanan selama LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA berlangsung akan di kenakan sangsi Rp. 2.000.000,- (Dua Juta Rupiah) yang harus di tanggung oleh Team tersebut, dan larangan untuk hadir/menonton pertandingan selama 3 pekan.

Pasal 35

TIDAK HADIR DI TEMPAT PERTANDINGAN (1)Pengertian ketidakhadiran di tempat pertandingan adalah:

a. Tidak hadir karena faktor kesengajaan dikategorikan sebagai pemogokan.

(2)Jika ketidakhadiran tim karena kesengajaan, maka tim tersebut dihukum karena melakukan pemogokan.

(3)Ketidakhadiran di tempat pertandingan hanya ditoleransi sebanyak 1 (satu) kali dan harus dengan alasan yang jelas dan tidak dibuat-buat dan tim tersebut dinyatakan kalah WO (0-3) (4)Ketidakhadiran di tempat pertandingan untuk kedua kalinya dianggap sebagai pemogokan.

Pasal 36

LARANGAN MEMPROTES KEPUTUSAN WASIT

(1)Keputusan Wasit di lapangan adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

(2)Hanya Kapten tim yang diperkenankan mengajukan pertanyaan kepada wasit dengan cara yang sopan dengan posisi kedua tangan harus diletakkan di bagian belakang pinggang. (3)Pemain, baik secara perorangan maupun kelompok, memprotes keputusan Wasit pada saat

pertandingan dengan cara yang tidak terpuji akan dikenakan hukuman skorsing setinggi-tingginya 5 (lima) kali tidak boleh mengikuti pertandingan berikutnya.

(4)Pada saat pertandingan berlangsung Pengurus Team Peserta, Official, dan Pemain Cadangan dilarang melakukan protes terhadap keputusan Wasit.

(5)Hukuman yang sama akan diberikan kepada Pengurus Team Peserta, Official, dan Pemain Cadangan yang melakukan protes terhadap keputusan Wasit dengan cara yang tidak terpuji, dikenakan hukuman skorsing setinggi-tingginya 5 (lima) kali tidak boleh mengikuti pertandingan berikutnya.

(13)

13

Pasal 37 KOMITE ETIK

(1) Komite Etik dibentuk oleh Panitia Pelaksana LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA dan peserta-pesertanya diangkat berdasarkan Surat Keputusan Panitia Pelaksana LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA

(2) Masa kerja Komite Etik sejak dimulainya LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA untuk 1 (satu) tahun musim kompetisi dan berakhir demi hukum 30 (tiga puluh) hari setelah berakhirnya LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA tersebut.

(3) Untuk musim kompetisi berikutnya Panitia Pelaksana LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA akan membentuk Komite Etik dengan surat keputusan Panitia Pelaksana LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA

(4) Tugas dan wewenang Komite Etik adalah sebagai berikut:

a. Komite Etik bertugas untuk membantu Panitia Pelaksana dalam memutuskan suatu permasalahan yang berhubungan dengan pertandingan.

b. Komite Etik hanya dapat mengambil keputusan setelah mendapat laporan dari Panitia Pelaksana.

c. Sebelum mengambil keputusan, Komite Etik melakukan kajian dan analisa serta melakukan penyelidikan atas segala permasalahan yang dilaporkan oleh Panitia Pelaksana yang berhubungan dengan pertandingan.

d. Terhitung sejak menerima laporan dari Panita Pelaksana, selambat-lambatnya dalam jangka waktu 3 (tiga) hari, Komite Etik harus mengambil keputusan atas permasalahan yang dilaporkan oleh Panitia pelaksana.

e. Dalam mengambil keputusan, Komite Etik harus mengacu pada ketentuan-ketentuan dalam Manual Pertandingan LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA ini dan peraturan-peraturan lain yang telah dikeluarkan oleh PSSI.

f. Semua keputusan yang dikeluarkan Komite Etik adalah final, tidak dapat diajukan upaya banding.

g. Dalam hal Komite Etik tidak mampu untuk mengambil suatu keputusan terhadap permasalahan yang dilaporkan oleh PANITIA PELAKSANA, Komite Etik dapat melimpahkan permasalahan yang dihadapi kepada Panitia Pelaksana LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA. Jika terjadi hal yang demikian, maka keputusan yang diambil untuk masalah yang dilimpahkan tersebut adalah Rapat Panitia Pelaksana LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA.

(14)

14

Pasal 38 SANKSI DENDA

(1) Peserta LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA dikenakan denda Rp 2.000.000,- (dua juta Rupiah) dalam hal melanggar ketentuan Pasal 33 dan Pasal 34 Manual Pertandingan LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA ini.

Pasal 39

PENGAWASAN OLEH PESERTA LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA

(1) Semua Peserta LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA dapat melakukan pengawasan eksternal terhadap pelaksanaan LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA.

(2) Peserta dapat memberi masukan, kritik, dan saran kepada Panitia Pelaksana LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA dan/atau Panitia LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA dalam rangka memperbaiki pelaksanaan LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA.

(3) Mengajukan usul kepada Panitia Pelaksana LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA tentang perlunya perubahan, penambahan, atau perbaikan atas ketentuan-ketentuan tertentu yang telah dan akan dikeluarkan oleh Panitia Pelaksana LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA dengan disertai alasan-alasan yang cukup.

Pasal 40

PENGHARGAAN UNTUK PEMENANG Seri NASIONAL 1. PIALA BERGILIR MENTERI PEMUDA DAN OLAHRAGA RI

2. PIALA TETAP 1 – 4 3. MEDALI 1 – 3

4. PIALA PENCETAK GOL TERBANYAK 5. PIALA PEMAIN TERBAIK

(15)

15

BAB XI | PENUTUP

Pasal 41

PENYELESAIAN HAK DAN KEWAJIBAN

Jika terdapat tim Peserta LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA yang lalai memenuhi kewajiban dalam kepesertaannya dalam LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA, kewajiban yang timbul dalam pelaksanaan pertandingan LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA, maupun kewajibannya terhadap pemain sampai dengan berakhirnya penyelenggaraan LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA, tim tersebut terancam tidak dapat mengikuti LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA musim tahun berikutnya. Penegasan tentang hal tersebut akan dikeluarkan oleh Panitia Pelaksana LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA dalam bentuk adendum.

Pasal 42 LAIN – LAIN

(1)Hal-hal yang belum diatur atau belum cukup diatur dalam Manual Pertandingan LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA ini akan ditetapkan dan disesuaikan oleh Panitia Pelaksana LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA.

(2) Apabila ada tim yang hendak melakukan protes terhadap pemain lawan, maka tim yang melakukan protes wajib membuktikan kepada panitia dalam bentuk menunjukan bukti otentik.

(3) TANPA DATA-DATA TERSEBUT MAKA PROTES DARI TEAM PESERTA AKAN DI ABAIKAN.

(4)Apabila terdapat kekeliruan dalam Manual Pertandingan LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA ini akan diadakan perubahan sebagaimana mestinya.

(5)Panitia Pelaksana LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA dalam kebijakannya sendiri dari waktu ke waktu dapat melakukan perubahan atas hal-hal yang ditentukan dalam Manual Pertandingan LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA ini, dengan ketentuan perubahan dimaksud dilakukan setelah berakhirnya LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA musim tahun tertentu dan sebelum dimulainya LIGA SEPAKBOLA MAHASISWA musim tahun berikutnya.

Jakarta 11 APRIL 2018

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :