• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1Gambaran Umum Perusahaan

3.1.1 Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian dilakukan di PT. Electronic Solution Indonesia, di wilayah Jakarta Utara, yaitu store ‘toko’ yang ada di Mall of Indonesia (MOI) Jl. Boulevard Barat Raya Lt. 2, Kelapa Gading, Jakarta Utara 14350.

3.1.2 Sejarah Singkat Perusahaan

Pada tahun 1984 berdiri sebuah perusahaan di Singapura dengan nama TT International yang mulai GO PUBLIC pada bulan Juni 2000. Pada saat itu TT International merupakan leader di pasar perdagangan barang elektronik di Singapura. Di tahun 2001 TT International mulai melirik pasar Indonesia dan mendirikan anak perusahaan bernama TT Indonesia yang dikenal dengan merk ”AKIRA-nya”. Dalam rangka bersaing di dunia retail elektronik, pada tahun 2004 didirikanlah PT. PICK & PAY di wilayah Bekasi yang berbentuk retail modern store dengan luas toko sekitar 600m2. Lalu di tahun 2005 toko di perluas menjadi 2500 m2 dan PT. PICK & PAY berganti nama menjadi PT. Electronic Solution Indonesia. Jadi inilah store ‘toko’ Electronic Solution pertama di Indonesia yang berlokasi di Mega Bekasi Hypermall.

Sebagai perusahaan besar yang sedang berkembang, PT. Electronic Solution Indonesia juga memiliki Visi dan Misi perusahaan.

(2)

VISI

Tetap Bertahan Selalu Menjadi No. 1 (Satu) Sebagai Retail Electronic & Home Furnishing Store terbesar di Indonesia.

MISI

Untuk mencapai visi kedepan tersebut PT. Electronic Solution memiliki 2 misi utama yaitu :

1. Menambah jumlah store yang ada. Target sampai dengan tahun 2014 jumlah store di seluruh Indonesia sebanyak 30 store, tentunya dengan mencari lokasi-lokasi yang terbaik dan strategis.

2. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia melalui ESTA (Electronic Solution Training Academy).

PT. Electronic Solution Indonesia walapun tetap berusaha menambah jumlah store secara kuantitas, tetapi juga bersungguh-sungguh ingin semakin meningkatkan pelayanan kepada konsumennya dengan mendirikan ESTA

(Electronic Solution Training Academy) yang memberikan pelatihan berkualitas

untuk pengembangan kualitas SDM.

3.1.3 Bidang Usaha

Awalnya PT. Electronic Solution Indonesia sebagai perusahaan retail ‘penjualan produk secara langsung’ ke masyarakat untuk produk-produk elektronik. Dengan perkembangan bisnisnya PT. Electronic Solution Indonesia mulai melakukan penjualan juga untuk produk-produk Home Furnishing, seperti matrass, sofa, meja dan kursi makan.

(3)

3.1.4 Struktur Organisasi

Dikarenakan fokus penelitian penulis pada produktivitas wiraniaga, sehingga untuk struktur organisasi yang ditampilkan merupakan struktur organisasi Divisi Operational yang membawahi wiraniaga. Struktur organisasi secara lengkap terlampir.

Adapun mengenai tanggung jawab sebagai wiraniaga di PT. Electronic Solution Indonesia sebagai berikut :

a. Target penjualan bulanan tercapai.

b. Memberikan pelayanan ‘service’ yang terbaik kepada seluruh konsumen. c. Melakukan pendisplayan produk sesuai prosodur display.

d. Melakukan statistik display setiap hari.

e. Melakukan penggantian pricetage sebelum jam 12.00 wib, apabila ada perubahan harga.

f. Menjaga kebersihan dan kerapihan display produk dan area kerja.

3.1.5 Perkembangan Perusahaan

Awalnya PT. Electronic Solution Indonesia hanya memiliki satu store/toko di wilayah Bekasi, yang ada di Mall Giant Bekasi. Pada perkembangannya saat PT. Electronic Solution Indonesia sampai tahun 2011 sudah memiliki cabang di beberapa wilayah di Indonesia, diantaranya :

a. Wilayah Jakarta Pusat, diantaranya ada di Mall Ex-Plaza

b. Wilayah Jakarta Selatan, diantaranya ada di Mall Plaza Semanggi, Mall Pejaten Village, Poin Square Lebak Bulus, dan Mall Gandaria City.

(4)

c. Wilayah Jakarta Barat, diantaranya ada di Mall Taman Anggrek, dan Mall Emporium Pluit.

d. Wilayah Jakarta Utara, diantaranya ada di Mall of Indonesia, dan Mall Kelapa Gading Trade Center.

e. Wilayah Jakarta Timur, diantaranya ada di Mall Cibubur Junction, dan Mall Mitra-10.

f. Wialayah Bekasi, diantaranya ada di Mall Giant Bekasi, dan Mall Lippo Cikarang.

g. Wilayah Tangerang, diantaranya ada di Mall Teraskota, dan Mall Living World.

h. Wilayah Bandung, diantaranya ada di Mall IBCC, Mall BIP, Mall IP, dan Mall City Link.

i. Wilayah Pekanbaru Riau, diantaranya ada di Mall SKA.

j. Wilayah Makassar, diantaranya ada di Mall PNKK, dan Mall Ratu Indah Plaza.

3.2Hipotesis

Hipotesis yang dikemukakan berdasarkan perumusan permasalahan yang ada adalah “diduga terdapat pengaruh yang positif antara pelatihan salesmanship wiraniaga terhadap persepsi kinerja wiraniaga”.

(5)

3.3Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode kausal, karena metode ini berguna untuk menganalisis hubungan-hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya atau bagaimana suatu variabel mempengaruhi variabel lainnya, Hasan (2002;33).

3.3.1 Populasi dan Sampel

Data yang digunakan dalam penelitian berupa sampel. Populasi adalah totalitas dari semua objek atau individu yang memiliki karakteristik tertentu , jelas dan lengkap yang akan diteiliti. Sampel adalah bagian dari populasi yang diambil melalui cara-cara tertentu yang juga memiliki karakteristik tertentu, jelas, dan lengkap yang dianggap bisa mewakili populasi, Hasan (2002;58).

Dikarenakan objek penelitian yang hampir homogen atau 100% homogen yaitu wiraniaga PT. Electronic Solution yang kurang lebih berjumlah 1000 orang, maka cukup dengan mengambil sampel untuk mendapatkan data yang diperlukan. Menurut pendapat Bailey, yang dikutip dari buku Metodologi Penelitian, Hasan (2002;60), menyatakan bahwa “untuk penelitian yang akan menggunakan analisis data statistik, ukuran sampel yang paling minimum adalah 30”. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah wiraniaga PT. Electronic Solution Indonesia sebanyak 30 (tiga puluh) orang.

(6)

Untuk keperluan analisis data, maka peneliti memerlukan sejumlah data pendukung yang berasal dari dalam dan luar perusahaan. Penelitian menggunakan dua sumber data :

a. Data Primer

Data primer untuk penelitian ini diperoleh dari : 1) Angket (kuesioner)

Teknik pengumpulan data dengan menyerahkan atau mengirimkan daftar pertanyaan untuk diisi oleh responden. Responden dalam hal ini adalah wiraniaga PT. Electronic Solution diminta mengisi kuesioner yang telah disediakan oleh peneliti.

b. Data Sekunder

Diperoleh berdasarkan data-data PT. Electronic Solution, juga dilakukan dengan membaca atau mempelajari buku-buku teks, catatan kuliah, hasil-hasil penelitian sebelumnya, makalah-makalah, dan lain-lain.

3.3.3 Variabel dan Skala Pengukuran

Variabel yang mempengaruhi atau menjadi penyebab bagi variabel lain disebut variabel bebas (independent variable/variabel X). Sedangkan variabel yang dipengaruhi atau disebabkan oleh variabel lain disebut variabel terikat

(dependent variable/variabel Y).

Dalam penelitian ini digunakan variabel-variabel sebagai berikut : a. Variabel bebas (variabel X) : Pelatihan salesmanship

(7)

Penelitian ini menggunakan skala Likert yang merupakan jenis skala yang digunakan untuk mengukur variable penelitian, seperti sikap, pendapat, dan persepsi sosial seseorang atau sekelompok orang, menurut Hasan (2002;72). Variabel penelitian yang diukur dengan skala Likert dapat dijabarkan menjadi indikator variabel yang kemudian dijadikan sebagai titik tolak penyusunan item-item instrumen, bisa berbentuk pernyataan atau pertanyaan. Jawaban setiap item-item instrumen ini, memiliki gradasi dari tertinggi sampai pada terendah, yang jika dinyatakan dalam bentuk kata-kata dapat berupa :

1. Sangat baik nilai 5

2. Baik nilai 4

3. Cukup Baik nilai 3

4. Kurang nilai 2

5. Tidak baik nilai 1

Adapun indikator untuk membuat pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner adalah sebagai berikut :

Tabel 3.1

Variabel & Indikator Sumber Kuesioner

VARIABEL INDIKATOR 1. Pelatihan 1. Materi program yang dibutuhkan.

2. Prinsip-prinsisp pembelajaran. 3. Ketetapan dan kesesuaian fasilitas.

4. Kemampuan dan preferensi peserta pelatihan. 5. Kemampuan dan preferensi instruktur pelatihan. Sumber : Rivai & Sagala, 2009;226

(8)

Lanjutan Tabel 3.1 VARIABEL INDIKATOR 2. Kinerja 1. Keahlian/kemampuan 2. Perilaku 3. Hasil Sumber : Simamora, 2003;361

3.3.4 Metode Analisa Data

3.3.4.1Analisis deskriptif

  Analisis deskriptif adalah analisis data yang bersifat memberikan keterangan atau penjelasan dari hasil kuesioner yang diperoleh dan dapat digunakan sebagai pedoman dalam memberikan saran.

3.3.4.2Uji Validitas

Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kesahihan suatu instrumen. Instrumen yang sahih atau valid, berarti memiliki validitas tinggi, demikian pula sebliknya. Sebuah instrumen dikatakan valid, apabila mampu mengukur apa yang dinginkan atau mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat (Hasan, 2002;79). Dalam penelitian ini, pengujian validitas akan dilakukan dengan bantuan program SPSS. Validitas suatu butir pertanyaan dapat dilihat pada hasil output SPSS.

3.3.4.3Uji Reliabilitas

Reliabilitas adalah tingkat ketepatan, ketelitian atau keakuratan sebuah instrumen. Jadi reliabilitas menunjukkan apakah instrumen tersebut secara

(9)

waktu yang berlainan (Hasan, 2002;77). Dalam penelitian ini, pengujian reliabilitas akan dilakukan dengan bantuan program SPSS. reliabilitas suatu butir pertanyaan dapat dilihat pada hasil output SPSS.

 Uji reliabilitas dilakukan untuk menentukan konsistensi internal alat ukur tersebut, yaitu menguji jawaban responden pada semua item sebagai alat ukur. Jika item-item dalam alat ukur adalah ukuran yang bebas dari konsep yang sama, maka item-item itu akan saling berkolerasi. Uji statistik untuk uji ini menggunakan koefisien korelasi pearson, karena hanya untuk analisis derajat hubungan hanya melibatkan dua variable.

Dengan rumus :

∑ ∑ ∑

∑ ∑ ∑ ∑

Dimana :

koefisien korelasi pearson

variabel bebas

variabel terikat

3.3.4.4Regresi Linear Sederhana

Regresi linear sederhana adalah regresi linear di mana variable yang terlibat di dalamnya hanya dua, yaitu variable terikat, Y dan satu variable bebas, X, dan berpangkat satu (Hasan, 2002;115).

(10)

Rumus Analisa Regresi Sederhana :

∑ ∑

Dimana :

Merupakan variabel independent (variabel bebas) dalam hal ini adalah pelatihan salesmanship

Merupakan variabel dependent (variabel terikat) dalam hal ini adalah persepsi kinerja wiraniaga

Merupakan konstanta

Merupakan koefisien arah regresi

Uji koefisien regresi sederhana (Uji t) (Priyatno, 2010;59)

Keterangan : Koefisien regresi Standar error 3.3.4.5Formulasi Hipotesa a. Menentukan Hipotesis

(11)

Ha : b ≠ 0 pelatihan salesmanship berpengaruh terhadap persepsi kinerja wiraniaga

b. Menentukan Tingkat Signifikansi

Tingkat signifikansi menggunakan α = 5% = 0,05. Signifikansi 0,05 adalah ukuran standar yang sering digunakan dalam penelitian (Priyatno, 2010;59). c. Kesimpulan

Pengambilan keputusan dilakukan dengan cara : Bila statistik thitung < statistik ttabel, maka H0 diterima

Bila statistik thitung > statsistik ttabel, maka H0 ditolak

ttabel 0 ttabel H0 Diterima H0 Ditolak H0 Ditolak

Referensi

Dokumen terkait

Lima faktor yang dapat dipakai sebagai ukuran untuk menetapkan komunikasi berjalan dengan efektif adalah (1) pemahaman terhadap pesan oleh penerima pesan, (2)

Kaitannya dengan pembuatan buku ilustrasi bertemakan lagu-lagu permainan rakyat (masyarakat Sunda) ini, adalah suasana budaya Sunda dan permainan dari lagu-lagu yang akan

Tujuan dilakukan penelitian yaitu untuk merancang alat ukur intensitas cahaya dengan menggunakan komponen LDR sebagai sensor cahaya dan membandingkan alat ukur

Perancangan sistem HMI ini dilakukan dengan merancang sebuah sistem monitoring untuk media mengamati kinerja dan dinamika proses pada plant agar dapat diamati kinerja

Menurut Nasution (Idi, 2009: 63) untuk mempelajari suatu masyarakat lebih jauh kita dapat mempelajari berbagai aspek diantaranya sebagai berikut: (1) demografi:

Dalam sebuah cerita terdapat unsur yang disebut latar, meliputi latar tempat, latar waktu, dan latar suasana3. Amanat/pesan apa yang disampaikan dalam

Berdasarkan fenomena mengenai meningkatnya pelanggan game Among Us pada masa pandemi Covid-19 serta mengalami penurunan di akhir tahun 2020, disisi lain terdapat pelanggan

Sementara itu, tingkat inflasi Swiss pada bulan Juni 2013 sebesar -0,6% dimana mengalami peningkatan dibanding bulan Mei tahun 2013.. Sedangkan, bila dibandingkan dengan