• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN (Studi Kasus Pada Klinik Armina Crystal) ABSTRACK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGARUH PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN (Studi Kasus Pada Klinik Armina Crystal) ABSTRACK"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN

(Studi Kasus Pada Klinik Armina Crystal)

1Dwi Yuliani ABSTRACK

The purpose of this study was to determine the effect of education and training on employee performance at the Armina Crystal Clinic. The number and samples used are 80 respondents from employees of the Armina Crystal Clinic. Methods of data collection using questionnaires and hypothesis testing in this study using analysis of validity test, reliability test, and coefficient of determination (R2).

The results of this study indicate that information is obtained and it can be concluded that the higher the employee's education, the higher the employee's performance and the appropriate training will improve the employee's performance. This proves that education and training simultaneously affect the performance of Armina Crystal Clinic employees.

(2)

PENDAHULUAN

Manajemen sumber daya manusia merupakan salah satu bidang dari manajemen umum yang meliputi segi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian. Proses ini terdapat dalam bidang produksi, pemasaran, keuangan, maupun kekaryawanan. Karena sumber daya manusia dianggap semakin penting perannya dalam pencapaian tujuan suatu organisasi maupun perusahaan, maka berbagai pengalaman dan hasil penelitian dalam bidang SDM dikumpulkan dalam apa yang disebut Manajemen Sumber Daya Manusia (Sinambela, 2016:6).

Persaingan dalam dunia usaha pada masa sekarang dirasakan sangat ketat, karena itu perusahaan diharapkan memiliki kemampuan yang kuat diberbagai bidang seperti bidang keuangan, pemasaran, operasional, dan bidang sumber daya manusia maupun kualitas pelayanan. Berbagai unit usaha harus berlomba - lomba meningkatkan kualitas dan kuantitas yang dimiliki agar mampu bertahan. Salah satu hal yang bisa dilakukan perusahaan agar segala operasional yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan tujuan adalah

dengan menerapkan kompetensi kualitas SDM dan kemampuan organisasi untuk memanfaatkan sumber daya eksternal secara maksimal.

Perusahaan yang telah berdiri dan beroperasi sebaiknya memantau seluruh kegiatan operasional, terutama kinerja karyawan karena kinerja karyawan dipengaruhi berbagai macam faktor, diantaranya kualitas kerja, kuantitas kerja, pelaksanaan tugas dan disiplin kerja.

Agar kinerja karyawan lebih baik maka divisi melakukan sesuatu yang berupa pendidikan dan pelatihan pada karyawan. Karena dengan adanya pendidikan dan pelatihan diyakini akan mendorong karyawan untuk bisa menghasilkan kinerja yang lebih baik demi pencapaian tujuan organisasi.

Pendidikan dan pelatihan

merupakan upaya untuk

mengembangkan sumber daya manusia, terutama untuk mengembangkan kemampuan intelektual dan kepribadian manusia. Didalam suatu perusahaan pendidikan dan pelatihan merupakan suatu proses pengembangan kemampuan ke arah yang diinginkan oleh perusahaan dan menjadi suatu ketrampilan khusus bagi karyawan.

(3)

Peneliti melakukan penelitian di Klinik Armina yang merupakan klinik kesehatan dan kecantikan yang per tanggal 19 Februari 2021 telah membuka cabang baru yaitu Klinik Armina Crystal yang berlokasi di Kota Harapan Indah, Bekasi sebagai cabang ke 11 Armina. Armina Crystal harus berupaya untuk meningkatkan kinerjaanya agar dapat berkembang dan dapat menarik konsumen sebagai sumber omset klinik. Klinik Armina Crystal harus dapat memberikan keyakinan kepada Manajemen Armina sebagai cabang perusahaan yang memiliki kinerja yang baik dan dapat memberikan keuntungan karena pada dasarnya klinik Armina Crsytal memperoleh omset dari pasien atau konsumen sehingga para karyawan klinik harus dapat meningkatkan mutu pelayanan yang diberikan. Karyawan Armina Crystal merupakan nilai dari perusahaan yang sangat penting. Hal ini dikarenakan karyawan sebagai penggerak dan pelaksana setiap perusahaan atau instansi, untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan bersama, bagaimanapun perusahaan tidak akan berjalan dengan baik jika karyawan sebagai pelaksanaannya tidak bekerja dengan baik. Kinerja karyawan

dapat terealisasikan dengan adanya tujuan dari perusahaan sesuai dengan perkembangan zaman dan haruslah di tunjang dengan pendidikan dan pelatihan yang memadai, karena karyawan sebagai suatu sumber daya yang berkualitas yang akan menjadi pelaksana kegiatan pembangunan Armina Crystal di Harapan Indah, maka pendidikan dan pelatihan yang merupakan unsur paling penting dalam pengembangan suatu perusahaan.

(4)

KAJIAN PUSTAKA PENDIDIKAN

Harsono (2016:162) mengungkapkan bahwa pendidikan ialah suatu proses mengubah sikap dan tata cara seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.

Menurut Flippo (2000) dalam Garnadia (2017) mengungkapkan bahwa pendidikan ialah segala hal yang berhubungan dan berkaitan dengan peningkatan pengetahuan khusus atau pengetahuan umum dan pemahaman atas lingkungan seorang secara menyeluruh. Rucky (1995) dalan Garnadia (2017) mengartikan pendidikan (education) atau belajar (learning) ialah tindakan yang dilakukan oleh pihak karyawan dalam upaya memiliki, mengusai keterampilan, pengetahuan dansikap tertentu yang mengakibatkan perubahan relatif dan signifikan yang bersifat permanen dalam perilaku kerja mereka dalam organisasi.

Maka, dari beberpa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa Pendidikan ialah usaha untuk belajar dan berproses

bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi yang dimiliki setiap individu baik di sekolah maupun diluar sekolah dengan harapan dapat meningkatkan kualitas seseorang. Indikator.Pendidikan

Menurut pendapat Langeveld (1997)

dalam Tombokan (2017)

mengungkapkan ada beberapa indikator yang mengukur pendidikan, yakni sebagai berikut:

a. Pengetahuan, yaitu kepemilikan pengetahuan karyawan pada tugas dan pekerjaanya

b. Pemahaman, yaitu kepemilikan pemahaman karyawan pada tugas dan pekerjaanya

c. Analitikal, yaitu kemampuan karyawan dalam menganalisis suatu permasalahan dalam pekerjaan

d. Daya Tangkap, yaitu kemampuan karyawan dalam menangani permasalahan.

PELATIHAN

Pelatihan sering dianggap sebagai aktifitas yang paling dapat dilihat dari semua aktifitas kepegawaian. Perusahaan menyokong pelatihan karena melalui pelatihan para

(5)

karyawan akan menjadi lebih terampil dan produktif.

Hasibuan (2017:70) menyatakan bahwa pelatihan adalah suatu proses pendidikan jangka pendek dengan menggunakan prosedur yang sistematis dan terorganisir, sehingga karyawan operasional belajar pengetahuan dan keahlian tujuan tertentu.

Berdasarkan beberapa pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa pelatihan adalah upaya dalam rangka meningkatkan kemampuan setiap individu pegawai untuk mencapai sasaran yang ditentukan.

Indikator pelatihan Menurut Mangkunegara (2017:47) diantaranya adalah 1. Instruktur 2. Peserta 3. Materi 4. Metode 5. Sarana KINERJA

Suatu pekerjaan yang dalam melakukan tugasnya memerlukan teknik dan prosedur ilmiah memiliki dedikasi serta cara menyikapi lapangan pekerjaan yang berorentasi pada

pelayanan yang ahli. Seorang karyawan yang mempunyai tingkat ketrampilan rendah tetapi memiliki sikap yang baik mungkin membutuhkan pelatihan. Suatu strategi motivasi tepat dilakukan dalam tiga kasus, yaitu seorang mempunyai keterampilan tetapi tidak memiliki keinginan, atau dalam kasus lain para karyawan mungkin berbakat dan bermotivasi, tetapi tidak mampu menyelesaikan tugas-tugas mereka karena keterbatasan wewenang atau sumber daya untuk menyelesaikan pekerjaanya.

Setiap pekerjaan akan mempunyai standar tertentu yang telah ditetapkan oleh perusahaan untuk dijadikan dasar penilaian agar karyawan mengetahui apa saja kekurangan yang perlu diperbaiki sebagai acuan untuk meningkatkan hasil kerjanya secara optimal. Oleh karena itu, untuk memudahkan penilaian kinerja karyawan, standar pekerjaan harus dapat diukur dan dipahami secara jelas. Cara pengukuran kinerja menurut Dharma (2003:355) dapat dilihat melalui dimensi sebagai berikut: 1. Kuantitas

(6)

3. Ketepatan waktu Indikator Kinerja 1. Kualitas kerja 2. Produktifitas 3. Pengetahuan pekerjaan 4. Keandalan 5. Kehadiran 6. Kemandirian Hipotesis

Berdasarkan permasalahan dan landasan teori yang telah diuraikan diatas maka hipotesis dapat dirumuskan yaitu :

“Diduga bahwa pendidikan dan pelatihan berpengaruh terhadap kinerja karyawan Klinik Armina Crystal”. JENIS PENELITIAN

Jenis penelitian yang digunakan dalam penyusuan skripsi ini adalah penelitian kuantitatif, metode yang menekankan aspek pengukuran secara obyektif. Hal tersebut berdasarkan pada judul yang diteliti yaitu “Pengaruh Pendidikan dan Pelatihan terhadap Kinerja Karyawan Klinik Armina Crystal”. Penulis ingin mengetahui apakah ada pengaruh antara Pendidikan karyawan, pelatihan karyawan terhadap kinerja karyawan.

Tempat Dan Waktu Penelitian Dalam penelitian ini penulis melakukan objek penelitian pada Klinik Armina Crystal yang berlokasi di Ruko Sentra Niaga SN16 Boulvard Hijau, Kota Harapan Indah, Bekasi – Jawa Barat.

Populasi

Menurut Bintari (2015) Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini ialah seluruh karyawan Klinik Armina Crystal yang berjumlah 80 orang. Sampel

Sample adalah bagian dari jumlah karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut, Bintari (2015). Dalam penelitian ini sample yang digunakan sebanyak 80 responden dengan teknik sample jenuh yang diambil dari Klinik Armina Crystal. Metode Pengumpulan Data

1. Data Primer ialah data yang diperolah melalui penelitian lapangan dimana penelitian tersebut

(7)

dilakukan dengan cara wawancara dan angket (kuesioner).

2. Data sekunder dalam penelitian yang digunakan oleh penulis bersumber dari studi pustaka, website internet guna mendukung data primer.

Hasil Penelitian

Analisa Regresi Linier Berganda Analisis regresi dengan menggunakan bantuan program SPSS menganalisis nilai-nilai pada Tabel Model Unstandardized Coefficients Standardiz ed Coefficien ts t Sig. Collinearity Statistics B Std. Error Beta Toleran ce VIF 1 (Constant) 7.260 1.392 5.216 .000 PENDIDI KAN .225 .100 .243 2.254 .027 .519 1.926 PELATIH AN .464 .092 .542 5.027 .000 .519 1.926 Uji T

Uji t dibuat untuk memutuskan apakah menerima atau menolak hipotesis dengan derajat keyakinan () = 0,05 mengenai pengaruh secara

parsial antara pendidikan dan pelatihan terhadap kinerja.

a. Jika nilai nilai t hitung < T tabel maka ada pengaruh variable bebas (X) terhadap variable terikat (Y) atau hipotesis diterima.

(8)

b. Jika nilai t hitung. > t tabel maka tidak ada pengaruh variable bebas (X) terhadap variable terikat (Y) atau hipotesis ditolak.

t tabel = t (α/2 ; n-k-1) = t (0,05 / 2 ; 80-3 = t (0,025 ; 76)

(9)

KESIMPULAN

Kesimpulan penelitian ini adalah:

1. Pendidikan secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan di Klinik Armina Crystal.

2. Pelatihan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan di Klinik Armina Crystal Pengaruh pelatihan terhadap kinerja karyawan adalah yang terbesar.

Saran

1. Walaupun Klinik Armina Crystal pada dasarnya telah memiliki perhatian yang baik terhadap peningkatkan kinerja karyawan, namun mengingat persaingan yang semakin ketat apalgi di jabodetabek, maka manajemen harus mengembangkan program

pendidikan dan pelatihan terhadap karyawan sebagai upaya memelihara dan meningkatkan

profesionalisme para karyawan. Sehingga diharapkan dapat turut meningkatkan kinerja kerja karyawan agar mampu memberikan kontribusi yang optimal bagi uapaya pencapaian tujuan program pendidikan.

2. Selain program pendidikan dan pelatihan yang diberikan manajemen, maka para karyawan juga perlu meningkatkan kesadaran dan semangat selalu belajar, meningkatkan keahlian secara mandiri melalui berbagai kesempatan sehingga dapat meningaktkan kinerja yang bermanfaat untuk perusahaan serta diri sendiri.

(10)

DAFTAR PUSTAKA

A.A. Anwar

Prabu Mangkunegara. 2017. Manajemen Sumber Daya Manusia. Perusahaan, Bandung:Remaja

Rosdakarya. Performance sebagai hasil kerja atau prestasi kerja,. Menurut Mangkunegara (dalam Yulia nti 2015 904) Afrianti, V. (2014). Pengaruh Pendidikan dan Pelatihan Terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Federal International Finance Group. JPP. Vol 3 No. 9 http://jurnal.untan.ac.id di akses 25/7/2018

Andi Rasma Ayu (2016). jurnal Mirai Managemen; Vol.1 No.2, Oktober 2016.

Andrew E. Sikula. 2000. Manajemen Sumber Daya Manusia. Erlangga. Bandung. Arikunto, S. 2002.

Andriani, S., Kesumawati, N., & Kristiawan, M. (2018). The

Influence of The

Transformational Leadership And Work Motivation on Teachers Performance. International Journal of Scientific & Technology Research Volume 7, Issue 7, July 2018

Anwar Prabu Mangkunegara, 2013, Manajemen Sumber Daya Manusia. Perusahaan, Remaja Rosdakarya, Bandung. Hasibuan, Malayu. 2012. Daru Suryantiko. jurnal EMBA,

Vol.6 No.1 Januari 2018. Flippo, Garnadia, 2017. Pengaruh

pendidikan dalam

peningkatan khusus secara menyeluruh.

Harsono. 2011. Etnografi pendidikan sebagai desain penelitian kualitatif. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Irene M. Kakui (2016). The Strategic Journal of Business & Change Management, Vol.3, Iss.3 (19) 2016.

(11)

Langeveld, Tombokan (2017). Indikator Pendidikan. Jurnal EMBA,4(1).

Mantja, W. Etnografi Penelitian Kualitatif Pendidikan dan Manajemen Pendidikan. Malang: Elang Mas.

Maoren Bawell (2016). jurnal EMBA; Vol.4 No.5, September 2016.

(12)

Menurut Rae dalam Sofyandi (2014: 113) mendefinisikan pelatihan adalah suatu usaha untuk meningkatkan pengetahuan

Miranda Diah Ratnasari, jurnal Administrasi Bisnis, Volume 58, Nomor 1, Tahun 2018

Nababan, Y.R. (2016). Pengaruh Pendidikan dan Pelatihan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan PT. PLN (Persero) Area Manado. Jurnal EMBA Vol. 4 No. 3. Rae dalam Sofyandi (2014: 113)

.Pelatihan Kerja, Motivasi Dan Kinerja Karyawan. Jakarta.

Rajib Mulyadi (2018). Jurnal Kinerja, Vol.15 No.1

Renata, R., Kristiawan, M., & Pratami, F. A. R. (2017, December). Perbincangan Pendidikan Karakter. In Prosiding

Seminar Nasional Program

Pascasarjana.

Simamora (2004). Jurnal EMBA Vol.1 No.3 Juni 2013, Hal 10-9. Verra Nitta

Turere, Pengaruh Pendidikan dan Pelatihan.

Sinambela, (2016:6). Pengertian Sumber Daya Manusia. Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen.

Sulaefi (2017). Jurnal manajemen kewirausahaan, Vol.5 No.1, 2017. Sutrisno (2016:68). Manajemen Sumber

Daya Manusia, Kencana Prenada. Media Group, Jakarta.

Sutrisno (2016:68). Manajemen Sumber

Daya Manusia. Jakarta: Bumi

Aksara..

Triwiyanto, 2014. Pengaruh pendiidkan dalam usaha belajar terpogram. Jakarta.

Verra Nitta Turere. Jurnal EMBA. Vol.1 No.3 Juni 2013, Hal 10-19.

Yohanes R. Nababan, Hendra N. Tawas, Jantje Uhing. jurnal ISSN 2303-1174, Vol.4 No.3. September 2016.

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah hubungan pengetahuan, sikap dan praktik/perilaku pengawas minum obat (PMO) dengan kesembuhan penderita

GAMBAR NAMA PRODUK HARGA.. MAIN

Demikian juga xylanase dapat mendegradasi xylan (hemiselulosa) serta enzim amilolitik berupa amilase mampu mendegradasi pati sehingga gula reduksi yang dihasilkan

2.3.2.7 Tatacara rundingan harga seperti di PP/PK7.16 adalah dikecualikan, namun pegawai yang menguruskan perolehan hendaklah berusaha untuk merundingkan harga

sehingga kedepannya dapat menjadi sistem informasi akuntansi penjualan pada. PT.Bayuadji

Diumumkan kepada mahasiswa FK-UII semester II, daftar peserta inhal praktikum Biokimia bisa dilihat di Lab Biokimia mulai hari Jumat, 18 Februari 2011 pukul 15.00 WIB. Demikian

Pada kelompok yang diberi α -tokoferol sebelum stres, sesudah stres ataupun kombinasi keduanya pada jaringan ginjal menunjukkan tingginya aktivitas SOD yang secara statistik

Sedangkan dari hasil wawancara satuan lalu lintas polsek Tellulimpoe, Camat Tellulimpoe, dan Kepala Desa Massaile maka dapat diketahui dalam hal menanggulangi