• Tidak ada hasil yang ditemukan

MOTORIK KASAR OUTBOUND ABSTRAK ABSTRACTT. meloncat. motorik. ini adalah. diperoleh 76% untuk. Dharma. children who. children are stuck.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "MOTORIK KASAR OUTBOUND ABSTRAK ABSTRACTT. meloncat. motorik. ini adalah. diperoleh 76% untuk. Dharma. children who. children are stuck."

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

MEN

OU

Pr

Pen diantaran kelompok meloncat berjalan yang me anak term kasar ana mendapa kegiatan Pen Disetiap ini adalah rincian 1 dan doku Berd diperoleh berhasil Berdasar aktivitas nilai yan kegiatan Wanita K Kata Ku Educa motor sk low , esp bridge ac are stuck keep chil outbound of this stu B Dharm This of four p kinderga of 11 boy qualitativ Base child's ac because this study gross mo achieved skills in c Keyword

NINGKAT

UTBOUND

rogram Stud

ndidikan di T nya adalah pen

k B kemampu t dari ketingg beberapa lang enarik sangat motivasi men ak adalah keg atkan pengalam outbound pad nelitian ini m siklus terdiri h anak kelom 1 anak laki-l umentasi. Ana dasarkan anal h 58% dan ke oleh karena t rkan data pada guru 92%, ak ng diharapkan Outbound da Kwatu Mojoan unci :Kemamp ation in kinde kills . Dharma pecially the ac ctivities many k leg straps . I ldren motivate d activities . C udy was to det ma Wanita Kw study uses ac phases : plan rten children oys and 11 gi ve data using ed on the ana ctivity and gr the target spe y continued to otor skills chil d and expresse children in the ds : gross moto

KAN KEM

PADA AN

di PG-PUAD

Taman Kanak ngembangan uan motorik k gian 30-50 cm gkah dan saat dibutuhkan u ngikuti proses giatan outboun man. Tujuan da anak kelom menggunakan dari 4 tahapan mpok B TK Dh aki dan 11 an alisis data men

lisis data yan emampuan mo target peneliti a siklus I mak ktivitas anak 8 n telah tercap apat meningk nyar Mojokert puan motorik k ergarten inclu a Wanita kind ctivity of walki y children who Interesting le ed to follow t Children learn termine the gr atu Mojoanya ction research nning , implem in group B D irls . Data co descriptive sta lysis of data o ross motor ski ecified study w o cycle 2 . In c ldren 86 % . F ed successfully e kindergarten or ability , Ou

MAMPUAN

NAK KELO

MOJOAN

Wiwik

D, Fakultas

Zainul A

(zain2

k-kanak melip kemampuan m kasarnya mas m. Pada kegia t anak melom untuk meningk s pembelajara nd. Melalui ke penelitian ini mpok B TK Dh penelitian tin n yaitu perenc harma Wanita nak perempua nggunakan sta ng diperoleh otorik kasar a

ian yang dite ka penelitian 83% dan kema ai dan peneli katkan kemam to. kasar, Outbou

A

ude some basic dergarten child ing the plank o fell while wa earning is nee

the learning p n through outb ross motor ski ar Mojokerto . h , which is de mentation , o harma Wanita ollection techn atistics . obtained in th ills children g was 76 % for

cycle 2 the res From the data

y . It can be co n group B Dha utbound .

N MOTOR

OMPOK B

NYAR MOJ

Endang Wij

Ilmu Pendi

Aminin, S.P

278@gmail

ABSTRAK

puti beberapa motorik kasar sih rendah ter atan berjalan d mpat tali bany

katkan kemam an. Salah satu

egiatan outbon i adalah untuk harma Wanita ndakan kelas, canaan, pelak a Kwatu Mojo an. Teknik pe atistik deskript pada siklus I anak diperoleh ntukan adalah ini dilanjutka ampuan motor itian ini dinya mpuan motori und.

ABSTRACT

c skills develo dren in group bridge and ju alking a few s eded to improv process . One bound activitie ills through ou . esigned in the observation , a Kwatu Mojo niques by usi e first cycle d gained 64 % all the observ sults obtained a analysis cycl oncluded that arma Wanita K

RIK KASAR

TK DHAR

JOKERTO

ijiastutik

idikan, Univ

Pd.,M.Pd

l.com)

K

a pengemban r. Di TK Dha rutama aktivit di papan titia yak kaki anak mpuan motor u cara untuk nd anak belaja k mengetahui Kwatu Mojoa yang diranc sanaan, obser oanyar Mojoke engumpulan d tif kualitatif. I dipeoleh ak h 64%. Hal in h 76% untuk an pada siklus

rik kasar anak atakan berhas ik kasar pada

T

opment , one o p B Kwatu pa ump from a he steps and whe ve the gross m way to impro es directly and utbound activ form of a rep and reflection oanyar Mojok ing observatio dipeoleh teach . This sugges ved activity . B d teacher activ le 2 , the expe t the Outbound Kwatu Mojoa

R MELALU

RMA WAN

O

versitas Neg

ngan kemamp arma Wanita K tas berjalan d an banyak ana k yang tersang rik kasar anak meningkatkan ar secara lang kemampuan anyar Mojoke cang dalam b rvasi, dan refle

erto yang berj data dengan m ktivitas guru ni menunjukka k semua aktiv s ke 2. Pada s k 86%. Dari an sil. Maka dap a anak kelomp of which is th rticularly gro eight of 30-50 en children jum motor skills of ove children's

d get more exp ities for childr peating cycle n . The subje kerto totaling 2 on and docum her activity 75 ts the study h Based on the vity 92 % , 83 ected value of d activities ca anyar Mojoker

UI KEGIA

NITA KWA

geri Suraba

puan dasar, s Kwatu khusus di atas papan ak yang terjat gkut tali. Pem k serta memb

n kemampuan gsung dan leb

motorik kasa erto. bentuk siklus eksi. Subyek jumlah 22 ana menggunakan 75%, aktiv an penelitian vitas yang dio siklus 2 diper

nalisis data si pat disimpulka

pok B di TK

e developmen oss motor abil 0 cm . In walk mp rope many f children and s gross motor xperience . Th ren kindergar . In each cycl ects of this st 22 children w mentation . A 5 % , 58 % ob has not been s

data in the fi 3 % and child f this research an improve gr rto .

ATAN

ATU

aya.

salah satu snya anak titian dan tuh ketika mbelajaran bantu agar n motorik ih banyak ar melalui berulang. penelitian ak dengan observasi vitas anak ini belum observasi. oleh hasil iklus ke 2, an bahwa K Dharma nt of gross lity is still the plank y children d helps to skills are e purpose rten group le consists tudy were ith details nalysis of tained the successful rst cycle , d activities h has been ross motor

(2)

PENDAHULAN

Pendidikan taman kanak-kanak (TK) adalah suatu bentuk satuan pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang menyelanggarakan program pendidikan bagi anak usia empat sampai enam tahun. Yang mana anak-anak di TK sebagai bagian dari pendidikanprasekolah telah diatur oleh peraturan pemerintah no. 27 tahun 1990 tentang pendidikan prasekolah Bab 1 pasal 1 ayat (1) dan (2), pendidikan prasekolah adalah pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak didik di luar lingkungan keluarga sebelum memasuki pendidikan dasar, yang diselenggarankan dijalur pendidikan sekolah atau jalur pendidikan luar sekolah (Depdikbud, 1995:1).

Salah satu tujuan pendidikan adalah agar anak mampu mengelolah keterampilan tubuh termasuk gerakan-gerakan yang mengontrol gerak tubuh, gerak halus dan gerak kasar serta menerima rangsangan sensorik (panca indra). Meletakkan dasar-dasar tentang seharusnya belajar, hal ini dilakukan melalui pendekatan belajar yang menyenangkan serta menumbuh kembangkan keterampilan hidup sederhana sedini mungkin, Wijana (2008:1.19).

Berdasarkan hasil observasi diketahui kondisi motorik kasar anak usia dini kelompok B TK Dharma Wanita kwatu sebanyak 75% masih rendah dan belum maksimal kemapuanya, perlu ditingkatkan terutama ketika pada kegiatan anak disuruh berjalan pada garis lurus masih belok-belok, berjalan dengan berjinjit tangan dan badan kelihatan kaku, berjalan dengan berjinjit anak tidak mau, melompoat kaki anak tidak sampai , maka disesuaikan dengan indikator penelitian berjalan diatas papan titian, beberapa langkah jatuh, berjalan dengan berjinjit sejauh 3 meter, beberapa langkah menampakkan tumitnya kembali, berjalan dengan tumit sambil membawa beban, beberapa langkah menampakkan jari kakinya kembali, meloncat dari ketinggian 30-50 cm, disaat meloncat talinya tersangkut dikaki anak. Aktifitas gerak yang mereka lakukan perlu

mendapat perhatian dan juga bimbingan serta latihan.

Berkaitan dengan per masalahan diatas peneli ti merumuskan:

1. Apakah kegiatan outbound dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak.

2. Bagaimana aktivitas guru dalam kegiatan outbound dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak.

3. Bagaimana aktivitas anak dalam kegiatan

outbounddapat meningkatkan kemampuan motorik kasar pada anak

kelompok B TK Dharma Wanita Kwatu Mojoanyar Mojokerto.

Tujuan Penelitian

Tujan penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui apakah kegiatan outbound dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak pada kelompok B TK Dharma Wanita Mojoanyar Mojokerto tahun ajaran 2013/2014.

2. Mendeskripsikan aktifitas guru melalui kegiatan outbound dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak pada kelompok B TK Dharma Wanita Mojoanyar Mojokerto tahun ajaran 2013/2014.

3. Mendeskripsikan aktifitas anak melalui kegiatan outbound dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar anak pada kelompok B TK Dharma Wanita Mojoanyar Mojokerto tahun ajaran 2013/2014.

Manfaat Penelitian 1. Bagi guru 2. Bagi orang tua

3. Bagi peneliti selanjutnya Definisi Istilah

Motorik kasar

Adalah kemampuan yang membutuhkan koordinasi gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar atau sebagian besar anggota tubuh

(3)

yang dipengaruhi oleh kematangan anak itu sendiri

Outbound

Adalah kegiatan di alam terbuka sebagai metode pengembangan diri melalui kombinasi rangkaian kegiatan yang beraspek psikomotorik, kognitif, dan afektif.

Batasan Masalah

- Penelitian ini hanya terbatas pada upaya meningkatkan kemampuan motorik kasar melalui kegiatan outbound pada anak kelompok

B TK Dharma Wanita Kwatu Mojoanyar Mojokerto

- Subyek penelitian subyeknya anak kelompok B TK Dharma Wanita Kwatu Mojoanyar Mojokerto

Metode Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom Action Research) yang dilakukan langsung oleh guru peneliti berkolaborasi dengan guru Adapun tahapan-tahapan metode yang dilakukan adalah sebagi berikut :

a. Perencanaan b. Pelaksanaan c. Pengamatan d. Refleksi

Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode observasi, yaitu pengamatan meliputi kegiatan pemusatan suatu obyek dengan menggunakan seluruh alat indera (Arikunto,2010:199)

Analisis data guru meneliti sekaligus sebagai pengajar, pengamat yaitu teman sejawat yang ikut mendampingi dalam kelas, memegang lembar observasi berisi aspek-aspek aktivitas guru dan anak.

Hasil Dan Pembahasan Penelitia Pembahasan

Kemampuan motorik kasar melalui kegiatan outbound pada kelompok B TK Dharma Wanita Mojoanyar Mojokerto sebelum dilakukan tindakan relatif rendah, hanya mencapai 25% dari jumlah 22 anaak hanya 6 anak yang mampu melakukan kegiatan berjalan papan titian, berjalan dengan berjinjit, berjalan dengan tumit sambil membawa beban, meloncat dari ketinggian 30-50 cm. Setelah dilakukan tindakan mulai tampak adanya peningkatan yakni perubahan hasil dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I, nilai ketuntasan baik atau 14 anak yang mengikuti pembelajaran dan tealh meningkat kemampuan motorik kasar. Masing-masing indikator juga mendapat skor dibawah target yang ditentukan. Indikator yang pertama berjalan diatas papan titian, berjalan dengan berjinjit, berjalan dengan tumit sambil membawa beban, meloncat dari ketinggian 30-50 cm juga sangat baik. Setelah dilaksanakan siklus I hasil penelitian belum memenuhi standar keberhasilan belajar anak, maka perlu dilakukan perbaikan tindakan lagi pada siklus II. Hasil yang diperoleh dari siklus II, sudah mencapai ketuntasan atau 19 anak memenuhi kriteria untuk dimasukkan dalam kriteria sangat baik.

PENUTUP Simpulan

Berdasarkan dari hasil kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan dengan menggunakan dua siklus dan berdasarkan seluruh pembahasan serta analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Pembelajaran kemampuan motorik kasar melalui kegiatan outboundmemiliki dampak positif dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar pada anak kelompok B di TK Dharma Wanita Kwatu Mojoanyar Mojokerto. Hal ini dilihat dari peningkatan ketuntasan belajar anak dalam setiap siklus meningkat. Ketuntasan belajar pada siklus I sebesar 86% belum tercapai untuk itu guru terus meningkatkan kemampuan motorik kasar melalui kegiatan outbound. Pada siklus II ketuntasan belajar anak meningkat menjadi 86%. Hal ini terjadi karena guru selalu member imotivasi kepada anak melalui

(4)

kegiatan outbound dan anak-anak sangat senang melakukannya.

2. Dan aktivitas guru dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar melalui kegiatan outbound meningkat dari siklus I sebesar 75% cukup memuaskan, siklus II meningkat menjadi 92% sangat memuaskan, hal ini menjadi salah satu penyebab anak-anak mampu mencapai ketuntasan belajar.

3. Aktivitas anak melalui kegiatan outbound pada siklus I diperoleh sebesar 58% masih dibawah standart, maka dilakukan siklus II terjadi peningkatan menjadi 83%, sehingga kemampuan motorik kasar anak kelompok B TK Dharma Wanita Kwatu Mojoanyar Mojokerto meningkat.

SARAN

Adapun saran untuk penelitian yang diperoleh dar iuraian sebelumnya agar pelaksanaan kegiatan outbound lebih efektif dan bisa memberikan hasil yang optimal bagi anak-anak, maka disampaikan sebagai berikut:

1. Untuk melaksanakan kegiatan outbound memerlukan persiapan yang cukup matang, seperti: tempat pelaksanaan kegiatan, alat permainan, biaya kegiatan, tim instruktur dan juga kondisi kesehatan anak-anak. Agar pelaksanaan kegiatan outbound berjalan lancar

2. Disaat melakukan kegiatan berjalan di atas papan titian anak-anak agak sulit naik karena agak tinggi, berjalan dengan berjinjit tangan anak kaku, berjalan dengan tumit membawa bola, bolanya kebesaran lalu di ganti yang kecil dan meloncati benang karet, kaki anak tersangkut dan lepas benang karetnya. Maka guru harus mampu member solusi dengan mengajak anak-anak senam ceria dan tepuk semangat, agar anak-anak termotivasi dan aktif melakukan kegiatan dengan senang sekali.

3. Dalam rangka meningkatkan kemampuan motorik kasa ranak-anak, guru hendaknya lebih kreatif, memudahkan dan membangkitkan mina tanak dengan mengenalkan berbagai macam alat permainan sehingga anak dapat pengetahuan baru, dan kegiatan outbound lebih bervariasi dan menyenanakan.

4. Perlu adanya penelitian lebih lanjut tentang kegiatan outbound, sehingga kegiatan outbound juga bias dilakukan sejak anak-anak usia dini hingga remaja/dewasa.

5. Kegiatan outbound hendaknya dijadikan kegiatan yang menyenangkan baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat karena banyak manfaa tmenambah keberanian anak, kreativitas anak, anak langsung praktik merasakan gagal atau berhasil, sehingga bias tersimpan dalam memori anak dalam waktu yang lama.

DAFTAR PUSTAKA

.

Aisyah, Siti, dkk. 2010. Perkembangan dan

Konsep Dasar Pengembangan Anak

Usia Dini. Jakarta: Universitas Terbuka.

Asti, Muchlisin. Dkk. 2010. Outbound

Training. Jogjakarta : Diva Press.

Arikunto, Suharsimi. 1997. Prosedur

Penilaian Suatu pendekatan Praktik.

Jakarta : Rineka Cipta.

_________________2006.

Prosedur

Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.

Jakarta : Rineka Cipta.

Arikunto, Suharsimi. Dkk. 2010. Penelitian

Tindakan

Kelas. Jakarta : Bumi

Aksara.

Depdikbud. 1995. Pedoman Kegiatan Belajar

Mengajar Taman Kanak-kanak. Jakarta :

Depdikbud.

Depdikbud. 1997. Metodik Khusus

Pengembangan Jasmani. Jakarta :

Depdikbud.

Depdiknas. 2004. Kurukulum 2004 Standar

Kompetensi TK dan RA.Jakarta :

Depdiknas.

Gunarti, dkk. 2008. Metode Pengembangan

Perilaku Dan Kemampuan Dasar Anak

Usia Dini. Jakarta : Universitas Terbuka.

Depdiknas. 2007. Bidang Pengembangan

Fisik/Motorik Di Taman Kanak-Kanak.

Jakarta : Depdiknas.

Kurikulum Peraturan Menteri Pendidikan

Nasional Nomor 58 Tahun 2009 tentang

Standar Pendidikan Anak Usia Dini

Musfiroh, Tadkiroatun. 2008. Pengembangan

Kecerdasan Majemuk. Jakarta :

Universitas Terbuka.

Montolalu, dkk. 2008. Bermain Dan

Permainan Anak. Jakarta : Universitas

Terbuka.

Sudijono, 1987. Statistik Pendidikan. Jakarta :

Bumi Aksara

(5)

Sujiono, Bambang. 2008. Metode

Pengembangan Fisik. Jakarta :

Universitas Terbuka.

Susanta, Agustinus. 2010. Outbound

Profesional. Jogyakarta : Andi Offset.

Suhardjono, dkk. 2006.Penelitian Tindakan

Kelas. Jakarta : Bumi Aksara.

Sudikin, dkk.2002.Manajemen Pendidikan

Tindakan Kelas. Jakarta : Insan

Cendaka.

Sugiyono, 2009.Metode Penelitian Pendidikan

Pendekatan Kwantitatif Kualitatif dan R

&D. Bandung : Altabeta.

Wijana, dkk. 2008. Kurikulum Pendidikan

Anak Usia Dini. Jakarta : Universitas

Terbuka.

Wardhani, dkk. 2009. Penelitian Tindakan

Kelas. Jakarta : Bumi Aksara

Yuswanto, Nurhasan. 2008. Outbound Sport.

Unesa Surabaya.

Referensi

Dokumen terkait

Novel Luka Perempuan Asap menunjukan bahwa alih fungsi kawasan hutan menjadi perkebunan sawit di daerah transmigrasi Provinsi Riau menimbulkan kerusakan lingkungan,

C meristem generatif tersebut mampu berkembang dan menginisiasi umbel bunga. Inisiasi umbel bunga meningkat pada tanaman bawang merah dengan aplikasi BAP 37,5 ppm dan

Pengembangan perangkat lunak informasi untuk UKM di lingkungan Kota Palembang di lakukan dengan menggunakan metode Rapid Application Development (RAD), adapun

Beban maksimal pada saat kondisi plastis diperoleh sebesar 95,524 kN atau hanya sebesar 86,89 % dari beban maksimal yang mampu di terima oleh dinding pasangan bata ½

Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan lima varietas lokal lahan rawa pasang surut Kalimantan Selatan yang akan diradiasi untuk mendapatkan mutan yang berumur lebih pendek

- Menimbang bahwa pemberian perihal dari almarhum suami/orangtua para penggugat kepada para ahli waris yang dituangkan dalam “surat keterangan Barang lepas

Conceptual data model pada proses Sistem Informasi Penjadwalan Dosen STIKOM Surabaya merupakan gambaran dari struktur database yang akan digunakan dalam pembuatan

Faktor ± faktor yang mempengaruhi kemenangan Joko Widodo ± Jusuf Kalla pada pemilu presiden tahun 2014 di Kecamatan Pondok Melati inilah yang menjadi objek