• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

6

2.1. Konsep Dasar Program

Sebuah program pada dasarnya kumpulan instruksi yang disusun dan dirangkai menjadi satu kesatuan prosedur yang berupa urutan langkah untuk menyelesaikan masalah yang diimplementasikan dengan menggunakan bahasa pemrograman sehinggan dapat dieksekusi oleh komputer.

2.1.1. Pengertian Program

Menurut Sitorus (2015:3) menyatakan bahwa, “program pada dasarnya berisi rangkaian intruksi yang saling terkait satu dengan yang lainnya (membuat alur proses) dan tersusun secara terstruktur sedemikian hingga apabila program tersebut dijalankan akan dapat menghasilkan ouput yang diharapkan”.

Pada dasarnya didalam suatu pemrograman atau membuat suatu program diharuskan memiliki kerangka dasar pemrograman terlebih dahulu yang terdiri dari tiga tahapan dasar yang disebut siklus pengolahan data yang terdiri dari : 1. Masukan (Input) merupakan proses pemasukan data kedalam komputer melalui

peralatan input (input device)

2. Proses (process) merupakan proses pengolahan data yang sudah dimasukan, seperti proses menghitung, membandingkan dan mencari di dalam media penyimpanan.

3. Keluran (output) merupakan proses yang menghasilkan keluaran dari proses pengelolahan data melalui peralatan output (output device) berupa informasi.

(2)

Dalam membuat program tidak dapat sembarangan dalam mendesain algoritma dan menajemen datanya. Proses pembuatan program bukanlah proses yang sederhana, terutama untuk program yang kompleks.

Tahapan-tahapan dalam membuat program menurut Antonius (2010:41), adalah : 1. Mendefinisikan masalah

Pada tahap ini harus ditentukan masalahnya apa, apa saja yang harus dipecahkan dengan menggunakan komputer dan tentukan input serta output-nya.

2. Menemukan solusi

Jika masalah terlalu kompleks maka ada baiknya jika masalah tersebut dipecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil agar lebih mudah diselesaikan.

3. Memilih algoritma dan struktur data

Pilihlah algoritma yang benar-benar sesuai dan efisien untuk permasalahan tersebut. Pemilihan algoritma sangat berpengaruh terhadap hasil akhir program secara keseluruhan. Selain algoritma, pilihlah struktur data yang sesuia dengan masalah tentu sangat berguna, sehingga proses pembuatan program dapat berjalan lebih cepat.

4. Menulis program

Pilihlah bahasa pemrograman yang mudah dipelajari dan digunakan, dan akan lebih baik lagi jika sudah dikuasai.

5. Menguji program

Setelah program selesai dibuat, silakan uji program tersebut dengan segala macam kemungkinan yang ada, termasuk error-hondling-nya, hingga program tersebut benar-benar handal dan layak digunakan.

(3)

6. Menulis dokumentasi

Menulis dokumentasi sangat penting agar pada suatu saat jika akan melakukan perubahan atau membaca source code program maka kita dapat mengingat-ingat sehingga dapat dengan mudah membacanya.

7. Merawat program

Program yang sudah jadi perlu dirawat untuk mencegah munculnya bug/cacat yang sebelumnya tidak terdeteksi.

2.1.2. Basis data (Database)

Dengan bantuan database diharapkan bahwa sistem informasi yang dibuat dapat terintegrasi antara bagian satu dengan yang lainnya, sehingga pada akhirnya tidak ada pembatas area dalam perusahaan/organisasi.

1. Pengertian Basis Data (Database)

Menurut Yanto (2016:68) menyatakan bahwa, “Database adalah sekumpulan dari file-file yang dilengkapi dengan atribut dan record yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan menghasilkan informasi yang dibutuhkan oleh pihak pengguna”.

Sedangkan menurut Utomo (2009:206) mengemukakan bahwa “Database merupakan kumpulan data yang disimpan dalam bentuk tabel-tabel. Penyimpanan dalam tabel tersebut akan mempermudah kita dalam memodifikasi data di dalamnya seperti memasukan data baru, menghapus, edit data dan sebagainya”.

Untuk mengelola data di dalam database, diperlukan bahasa yang dimengerti oleh pengguna dan database yang dikelola. Bahasa structured Query

(4)

Menurut utomo (2009:207) ada dua bagian besar dalam bahasa structured Query

Language SQL yaitu :

1. DML (Data Manipulasi Language)

Bahasa SQL yang digunakan untuk memanipulasi data. Perintah-perintah yang masuk dalam kategori DML antara lain :

a. Insert digunakan untuk memasukan data ke dalam tabel di database. b. Update digunakan untuk mengubah atau mengedit data pada tabel. c. Select digunakan untuk mencari data dalam tabel.

d. Delete digunakan untuk menghapus data yang terdapat pada tabel. 2. DDL (Data Definition Language)

Merupakan bahasa SQL yang digunakan untuk membuat, memanipulasi dan menghapus struktur database. Yang termasuk dalam kelompok perintah DDL antara lain:

a. Create digunakan untuk membuat database seperti data-data, tabel, dan index.

b. Alter digunakan untuk memodifiksi struktur database yang telah ada sebelumnya seperti menambahkan kolom baru dan menghapus kolom. c. Drop digunakan untuk menghapus database secara keseluruhan. 2. Sistem Basis Data (Database)

Sistem basis data adalah sistem yang terdiri dari kumpulan data yang saling berhubungan dan program-program untuk mengakses data tersebut.

Menurut Lubis (2016:3) menyatakan bahwa sistem basis data adalah : Suatu sistem penyusun dan pengelolaan record-record dengan mengunakan komputer, dengan tujuan untuk menyimpan atau merekam serta memelihara data secara lengkap pada sebuah organisasi/perusahaan, sehingga mampu menyediakan informasi yang diperlukan pemakai untuk kepentingan proses pengambilan keputusanaan”.

(5)

Dalam pembuatan dan penggunaan basis data, terdapat 4 komponen dasar sistem basis data menurut Lubis (2016:7), yaitu ;

1. Data, pada sistem basis data mempunyai cirri-ciri sebagai berikut : a. Data disimpan secara terintegrasi (intergrated).

b. Data dapat dipakai bersama-sama (shared).

2. Perangkat keras (Hardware), terdiri dari semua perangkat keras komputer yang digunakan untuk pengelolaan sistem database anatara lain :

a. Peralatan untuk panyimpanan seperti disk, drum. b. Peralatan input dan output.

c. Peralatan komunikasi data.

3. Perangakat lunak (Software), berfungsi sebagai perantara (interface) antara pemakai dengan data fisik pada database, dapat berupa :

a. Database Management System (DBMS).

b. Program-program aplikasi & prosedur-prosedur yang lain, seperti SQL, Mysql.

4. Pemakai (User)

Terbagi menjadi 3 klasifikasi

a. Database Administrator (DBA), yaitu orang/team yang bertugas mengelola sistem database secara keseluruhan.

b. Programmer, yaitu orang membuat program aplikasi yang mengakses

database dengan mengunakan bahasa pemrograman.

c. End user, orang yang mengakses database melalui terminal dengan menguankan query language atau program aplikasi yang dibuat oleh

(6)

3. MySQL

Pada dasarnya database dapat diolah dengan mengunakan suatu software (perangkat lunak). Software yang mengelola dan memanggil query database disebut Database Management System (DBMS).

Menurut Solichin (2010:84) menyatakan bahwa “DBMS merupakan suatu sistem perangkat lunak yang memungkinkan user untuk membuat, memelihara, mengontrol, dan mengakses database seacara praktis dan efisien. Salah satu contoh dari DBMS yaitu Mysql.

Menurut Solichin (2010:85) menyatakan bahwa “Mysql adalah sebuah perangkat lunak sistem manejemen basis data SQL atau DBMS yang multithread,

multi-user”. Salah satu tools yang digunakan dalam mempermudah administrasi

server Mysql adalah PhpMyAdmin.

PhpMyAdmin merupakan front-end Mysql berbasis web. PhpMyAdmin mendukung berbagai fitur administrasi Mysql termasuk manipulasi database, tabel, index, dan juga dapat mengeksport data ke dalam berbagai format data. Gambar II.1. merupakan tampilan halaman PhpMyAdmin.

Sumber : Solichin (2010:23)

(7)

2.1.3. Java

Menurut Supriyanto (2010:2) menyatakan bahwa, “Java merupakan sebuah bahasa pemrograman berorientasi objek yang dapat berjalan pada platform yang berbeda, baik di Windows, Linux, serta sistem informasi lainnya”.

Java adalah bahasa pemrograman tingkat tinggi yang berorientasi objek dan pemrograman java tersusun dari bagian yang disebut kelas. Kelas terdiri atas metode-metode yang melakukan pekerjaan dan mengembalikan informasi setelah melakukan tugasnya. Para progammer java banyak mengambil keuntungan dari kumpulan kelas di pustaka kelas java, yang disebut dengan Java Application

Programming Interface (API). Kelas-kelas ini diorganisasikan menjadi

sekelompok yang disebut paket (package).

Java API telah menyediakan fungsionalitas yang memadai untuk menciptakan applet dan aplikasi canggih, Jadi ada dua hal yang harus dipelajari dalam Java, yaitu mempelajari bahasa Java dan bagaimana mempergunakan kelas pada Java API. Kelas merupakan satu-satunya cara menyatakan bagian eksekusi program.

Perangkat lunak digunakan untuk pendukung program adalah sebagai berikut : 1. Netbeans

Menurut Nofriadi (2015:4) menyatakan bahwa “Netbeans merupakan sebuah aplikasi Integrated Develompment Environment (IDE) yang berbasiskan java dari Sun Microsystems yang berjalan di atas swing dan banyak digunakan sekarang sebagai editor untuk berbagai bahasa pemrograman”.

Pada Netbeans, bisa membuat bahasa pemograman java, javaScript, PHP, Python, Ruby, Groovy, C, C++, Scala, Clojure. Swing merupakan teknologi java

(8)

untuk mengembangkan aplikasi desktop yang bisa dijalankan di berbagai sistem operasi, seperti windows, linux, Mac Os X, dan Solaris.

2. XAMPP

XAMPP adalah perangkat lunak bebas, yang mendukung banyak sistem operasi, merupakan kompilasi dari beberapa program. Fungsinya adalah sebagai server yang berdiri sendiri (localhost).

Menurut Kartini (2013:27-26) berpendapat bahwa “Xampp merupakan tool yang menyediakan paket perangkat lunak ke dalam satu buah paket”.

Dalam paketnya sudah terdapat Apache (web server), MySQL (database), PHP (server sidescripting), Perl, FTP server, PhpMyAdmin dan berbagai pustaka bantu lainnya. Dengan menginstall XAMPP maka tidak perlu lagi melakukan instalasi dan konfigurasi web server Apache, PHP dan MySQL secara manual. XAMPP akan menginstalasi dan mengkonfigurasi-kannya secara otomatis. XAMPP adalah sebuah web server. Asal kata dari XAMPP sendiri adalah:

1. (X): Program ini dapat dijalankan dibanyak sistem operasi. 2. (A): Apache merupakan suatu aplikasi web server.

3. (M): MySQL digunakan untuk aplikasi database server. 4. (P): PHP bahasa pemrograman yang dipakai.

5. (P): Perl bahasa pemrograman yang dipakai.

2.1.4. Administrasi

Istilah administrasi berasal dari bahasa latin “ad”dan “ministrate” yang artinya pemberian jasa atau bantuan. “Administation = “To Server” yaitu melayani dengan sebaik-baiknya.

(9)

Berdasarkan pengertian diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa pengertian administrasi adalah proses penyelenggaraan kerja yang dilakukan bersama-sama untuk mencapai tujuan yang tealh ditetapkan.

Unsur pokok administrasi menurut Ismainar (2013:2), adalah :

1. masukan (Input) dalam administrasi adalah segala sesuatu yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan administrasi.

2. Proses (Process) adalah langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

3. Keluaran (Output) adalah hasil dari suatu pekerjaan administrasi. 4. Sasaran (Target) adalah kepada siapa sasaran ditunjukan.

5. Dampak (Impact) adalah akibat ditimbulkan oleh keluaran.

2.2. Pelaratan Pendukung (Tools Program)

Didalam merancang sebuah program dapat diperlukan suatu peralatan yang dapat mendukung terciptanya sebuah rancangan. Peralatan pendukung merupakan alat yang digunakan untuk menggambarkan bentuk logika model dari suatu sistem dengan menggunakan symbol, lambing, dan diagram yang menunjukan secara tepat arti fisiknya.

2.2.1. UML (Unified Modeling Language)

Menurut Nugroho (2010:6) menyatakan bahwa “UML (Unified Modeling

Language) adalah bahasa pemodelan untuk sistem atau perangkat lunak yang

(10)

Menurut Rosa A.S dan M.Shalahudin (2011:118) mengemukakan bahwa “UML merupakan bahasa visual untuk pemodelan dan komunikasi mengenai sebuah system dengan menggunakan diagram dan teks-teks pendukung”.

Adapun Diagram UML yang dipakai yaitu : 1. Use Case Diagram

Use case diagram merupakan pemodelan untuk kelakuan (behaviour) sistem

informasi yang akan dibuat. Use case mendeskripsikan sebuah interaksi antara satu atau lebih actor dengan sistem iformasi yang akan dibuat.

2. Activity Diagram

Activity Diagram menggambarkan workflow (aliran kerja) atau aktivitas dari

sebuah sistem atau proses bisnis atau menu yang ada pada perangkat lunak.

2.2.2. Entity ReLationship Diagram (ERD)

Menurut Yanto (2016:32) menyatakan bahwa “ERD adalah suatu diagram untuk menggambarkan desain konseptual dari model konseptual suatu basis data relasional”.

ERD juga merupakan gambaran yang merelasikan antara objek yang satu dengan objek yang lain dari objek di dunia nyata yang sering dikenal dangan hubungan antar entitas. ERD terdiri dari 3 komponen utama yaitu :

1. Entitas adalah suatu objek di dunia nyata yang dapat dibedakan dengan objek lainnya. Dilihat dari jenisnya entitas terbagi menjadi dua yaitu :

a. Entitas Kuat adalah entitas yang dapat berdiri sendiri tidak tergangtung pada entitas lainnya.

(11)

2. Atribut merupakan semua informasi yang berkaitan dengan entitas. Atribut digambarkan dalam bentuk lingkaran elips. Macam-macam atribut :

a. Atribut sederhana adalah atribut yang nilainya tidak dapat dibagi lagi menjadi banyak atribut yang lebih kecil.

b. Atribut komposit adalah atribut gabungan yang nilainya dapat dipecah menjadi bagian yang lebih kecil.

c. Atribut bernilai tunggal adalah jenis atribut yang nilainya hanya satu dari suatu entitas.

d. Atribut bernilai banyak adalah jenis atribut yang nilainya lebih dari satu dalam suatu entitas.

e. Atribut turunan adalah jenis atribut yang nilainya diperoleh dari atribut yang lain.

f. Atribut identitas adalah atribut yang dijadikan sebagai kunci pada suatu tabel. Atribut identitas terdiri dari beberapa jenis yaitu :

1) Super key 2) Candidate key 3) Primary key 4) Altenative key 5) Foreign key

3. Relasi (Relasionship) untuk menghubungkan antar entitas. Ada tiga macam relasi menurut derajatnya, yaitu :

a. Unary adalah relasi yang menghubungkan entitas yang sejenis. b. Binary adalah relasi yang menghubungkan entitas yang tidak sejenis.

(12)

c. Ternary adalah relasi yang menghubungkan lebih dari dua entitas yang tidak sejenis.

Derajat Kardinalitas merupakan penjabaran dari hubungan antar entitas. Derajat kardinalitas dibagi menjadi 3 bagian yaitu :

1. Derajat kardinalitas One to One terjadi jika satu entitas x hanya berelasi dengan satu entitas y.

2. Derajat kardinalitas One to Many terjadi jika satu entitas x berelasi dengan banyak entitas y .

3. Derajat kardinalitas Many To Many terjadi jika banyak entitas x berelasi dengan banyak entitas y.

Sebagai contoh dapat dilihat pada gambar II.2.

Sumber : Yanto (2016:41)

Gambar II.2. Contoh Derajat Kardinalitas

2.2.3. Logical Record Structure (LRS)

Menurut Hasugian dan Shidiq (2012:608) memberikan batasan bahwa LRS adalah “sebuah model sistem yang digambarkan dengan sebuah diagram-ER akan mengikuti pola atau aturan pemodelan tertentu dalam kaitanya dengan konvensi ke LRS”.

(13)

Perubahan-perubahan yang terjadi mengikuti aturan-aturan sebagai berikut menurut Hasugian dan Shidiq (2012:608) yaitu :

1. Setiap entitas akan diubah ke betuk kotak.

2. Sebuah atribut relasi disatukan dalam sebuah kotak bersama entitas jika hubungan yang terjadi pada diagram-ER 1:M (relasi bersatu dengan cardinality M) atau tingkat hubungan 1:1 (relasi bersatu dengan cardinality yang paling membutuhkan referensi).

3. Sebuah relasi dipisah dalam sebuah kotak tersendiri (menjadi entitas baru) jika tingkat hubunganya M:M (many to many) dan memiliki foreign key sebagai

primary key yang diambil dari kedua entitas yang sebelumnya saling

berhubungan.

2.2.4. Blackbox Testing

Menurut Budiman (2012:4) berpendapat bahwa “Pengujian blackbox merupakan metode perancangan data uji yang didasarkan pada spesifikasi perangkat lunak. Data uji dieksekusi pada perangkat lunak dan kemudian keluaran dari perangkat lunak diuji apakah telah sesuai dengan yang diharapkan.”

Uji coba blackbox berusaha untuk menemukan kesalahan dalam beberapa kategori, diantaranya:

1. Fungsi-fungsi yang salah atau hilang 2. Kesalahan interface

3. Kesalahan dalam struktur data atau akses database eksternal 4. Kesalahan performa

Gambar

Gambar II.1. merupakan tampilan halaman PhpMyAdmin.
Gambar II.2. Contoh Derajat Kardinalitas

Referensi

Dokumen terkait

Menurut Marlinda (2004:1), sistem basis data adalah suatu sistem menyusun dan mengelola record-record menggunakan komputer untuk menyimpan atau merekam serta memelihara

Sedangkan basis data menurut Date (1999, p5) adalah suatu sistem yang pada dasarnya menyimpan record-record di dalam suatu sistem yang dilakukan

Menurut Marlinda (2004:1), sistem basis data adalah suatu sistem menyusun dan mengelola record-record menggunakan komputer untuk menyimpan atau merekam serta memelihara

Sedangkan sistem berbasis data adalah suatu sistem penyusunan dan pengelolaan record-record dengan menggunakan komputer dengan tujuan untuk menyimpan atau merekam

Sistem basis data adalah suatu sistem penyusunan dan pengelolaan record-record dengan menggunakan komputer, dengan tujuan untuk menyimpan atau merekam serta memelihara

Menurut Marlinda (2004), sistem basis data adalah suatu sistem menyusun dan mengelola record-record menggunakan komputer untuk menyimpan atau merekam serta memelihara dan

Menurut Lubis (2016:37) memberikan pengertian Model data dengan diagram hubungan entitas (entity relationship diagram/ER-D) adalah suatu pemodelan berbasis pada persepsi

Secara umum sebuah sistem basis data merupakan sistem yang terdiri atas kumpulan tabel data yang saling berhubungan dalam sebuah basis data di sebuah sistem komputer dan