• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

7

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. Konsep Dasar Web 2.1.1. Website

Menurut Simarmata (2010:47)” Web adalah sebuah sistem dengan informasi yang disajikan dalam bentuk teks, gambar, suara, dan lain-lain yang tersimpan dalam sebuah Server Web Internet yang disajikan dalam bentuk hiperteks.”

Informasi Web dalam bentuk teks umumnya ditulis dalam format HTML (Hypertext Markup Language). Informasi lainnya disajikan dalam bentuk grafis (dalam format GIF, JPG, PNG), suara (dalam format AU, WAV), dan objek multimedia lainnya (seperti MIDI, Shockwave, Quicktime Movie, 3D World).

2.1.2. Internet 1. Sejarah Internet

Internet pertama kali digunakan sebagai proyek penelitian yang ditemukan

oleh Advanced Research Project Agency (ARPA) Department of Defense (DOD) di Amerika Serikat. Pada dasarnya, Internet digunakan untuk menghubungkan komputer. Versi yang pertama disebut ARPANET. Pada tahun 1972, ARPA berubah menjadi DARPA dengan tetap mempromosikan proyek ARPANET.

Pengembangan Internet dengan jenis peralatan yang berbeda, namun bisa saling berhubungan satu sama lain merupakan tantangan yang besar pada saat itu. Pada tahun 1973-1974, peneliti merancang sebuah Transmission Control Protocol (TCP/IP) dimaksudkan untuk menyediakan dukungan untuk kebutuhan berikut :

(2)

a. Interoperabilitas antar sistem heterogen,

b. Komunikasi end-to-end berbagai jaringan yang berbeda, dan

c. Operasi otomatis dan sempurna di dalam menghadapi terjadinya kegagalan hubungan data.

Pada saat itu, aplikasi yang digunakan masih sangat sederhana dari pada yang digunakan saat ini. Aplikasi yang paling banyak yang digunakan mungkin adalah Telnet untuk login remote dan FTP untuk perpindahan file dan e-mail. Pada awal tahun 1980-an, ARPANET dipecah menjadi dua bagian, yaitu MILNET dan ARPANET karena pertimbangan keamanan. Pihak militer berjalan terus dengan MILNET. Sedangkan penelitian, pengembangan, dan sektor lain tetap memakai ARPANET. Pada pertengahan tahun 1980-an, National Science

Foundation (NSF) di Washington, D.C. mendistribusikan teknologi Internet

kepada beberapa universitas (Berkeley, MIT, Stanford, dan UCLA). Selanjutnya,

Internet pun mulai menyebar di dunia. Pada tahun 1990, DOD memutuskan untuk

membubarkan ARPANET dan menggantikannya dengan pendukung (backbone) NSFNET, bekerja sama dengan agen jaringan lain. Hal inilah yang kemudian menjadi prinsip pendukung jaringan Internet.

2. Pengertian Internet

Menurut Simarmata (2010:47)” Internet adalah kelompok atau kumpulan dari jutaan komputer”. Penggunaan Internet memungkinkan kita untuk mendapatkan informasi dari komputer yang ada di dalam kelompok tersebut dengan asumsi bahwa pemilik komputer memberikan izin akses. Untuk mendapatkan sebuah informasi, sekumpulan protokol harus digunakan, yaitu

(3)

sekumpulan aturan yang menetapkan bagaimana suatu informasi dapat dikirim dan diterima.

2.1.3. Web Browser

Sejarah web browser dimulai pada akhir tahun 80-an, ketika berbagai teknologi baru menjadi dasar pembuatan web browser pertama didunia,

worldwideweb, oleh tim Berners-Lee pada tahun 1991.

Menurut Limantara (2009:1) “Web Browser adalah aplikasi perangkat lunak yang memungkinkan penggunanya untuk berinteraksi dengan teks, image, video, games dan informasi lainnya yang berlokasi pada halaman web pada World

Wide Web (WWW) atau Local Area Network (LAN) “. Teks image pada halaman web dapat berisi hyperlink kehalaman web lain pada website yang sama maupun

berbeda. Dengan web browser, seorang pengguna bisa mengakses informasi yang disediakan pada banyak website secara cepat dan mudah.

Sedangkan Menurut Oktavian (2010:12), Web Browser adalah program komputer yang digunakan untuk membaca HTML, kemudian menterjemahkan dan menampilkan hasilnya secara visual kelayar komputer “. Anda dapat menggunakan salah satu program web browser, seperti : Mozila FireFox, Internet

Eksplorer (IE), Opera, Safari, Google Chrome, dan sebagainya.

2.1.4. Web Server

Menurut Madcoms (2011:229) Menyatakan bahwa web server dalah suatu program komputer yang mempunyai tanggung jawab atau tugas menerima permintaan HTTP dari komputer klien, yang dikenal dengan nama

browser, dan melayani mereka dengan menyediakan respon HTTP berupa

konten data, biasanya berupa halaman web yang terdiri dari dokumen HTML, dan objek yang terkait seperti gambar, dan lain-lain.

(4)

Untuk dapat menjalankan PHP yang disertai database MySQL dapat digunakan dua jenis web server yaitu Online mode dan Offline mode. Pada Online mode, selain komputer kita harus mempersiapkan domain dan hosting serta koneksi internet yang memadai untuk mengelolanya sehingga harus keluar biaya ekstra terlebih dahulu. Sedangkan pada Offline mode yang kita persiapkan cukup komputer dan beberapa software untuk membuat web server lokal atau localhost. Pada cara kedua ini komputer PC akan dibuat menjadi web server lokal atau

localhost sehingga Anda dapat belajar dan mengelola website secara optimal

sebelum Anda benar-benar meng-upload-nya ke web server internet.

2.1.5. Basis Data (DataBase)

Menurut Madcoms (2011:12) “Database atau sering juga disebut basis data adalah sekumpulan informasi yang disimpan dalam komputer secara sistematik dan merupakan sumber informasi yang dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer”. Database berfungsi untuk menyimpan informasi atau data. Untuk mengelola database diperlukan software yang sering disebut dengan DBMS (Database Management System). Dengan DBMS pengguna atau user dapat membuat, mengelola, mengontrol, dan mengakses database dengan mudah, praktis dan efisien.

Database terdiri dari tabel yang didalamnya terdapat field-field, dan

sebuah database bisa terdiri dari beberapa tabel. Dalam pembuatan database, Bisa perhatikan hal-hal berikut :

1. Setiap tabel dalam database, harus memiliki field (kolom) yang unik disebut dengan Primary Key.

(5)

2. Tabel dalam database tidak boleh ada redudancy data yaitu mengandung

record ganda. Jika terdapat data yang sama, maka perlu dilihat kembali

rancangan tabelnya.

3. Pilih tipe data yang tepat, sehingga ukuran database seminimal mungkin.

2.1.6. Xampp

Menurut Winarno dkk (2014:1)”XAMPP adalah software web server yang bisa dipakai untuk mengakomodasi sistem operasi yang Anda pakai (X), Apache (A), MySQL (M), PHP (P), dan Perl (P)”. Perl adalah bahasa pemrograman lain yang tidak dibahas di buku ini, tapi sering dipakai untuk komunikasi antar bahasa pemrograman.

XAMPP memiliki banyak paket untuk berbagai sistem operasi yang ada di dunia, seperti Windows, Mac OS X atau Linux. Di buku ini akan digunakan sistem operasi Windows, karena sistem operasi ini paling lazim dipakai di Indonesia. Xampp ditujukan untuk pekerjaan pengembangan program lokal saja, dan tidak disarankan untuk tahap produksi, alias dijalankan di internet. Karena walaupun strukturnya sama seperti dikomputer server biasa, tapi kurang secure, sehingga mudah di-hack ketika menjalankan program di tahap produksi dengan menggunakan XAMPP.

2.1.7. MySQL (My Structure Query Language)

Menurut Sadeli (2013:10)” MySQL adalah database yang menghubungkan

script php menggunakan perintah query dan escaps character yang sama dengan

php”. MySQL mempunyai tampilan client yang mempermudah dalam mengakses

(6)

Sedangkan menurut Anhar (2010:45)” MySQL (My Structure Query

Language) adalah salah satu Database Management System (DBMS) dari sekian

banyak DBMS seperti oracle, MS SQL, Postagre SQL dan lainnya”. MySQL berfungsi untuk mengolah database menggunakan bahasa SQL. MySQL bersifat

open source sehingga kita bisa menggunakannya secara gratis. Pemrograman PHP

juga sangat mendukung support dengan database MySQL.

2.1.8. CSS (Cascading Style Sheet)

Menurut Jayan (2010:2)” CSS merupakan singkatan dari Cascading Style

Sheet. Kegunaanya adalah untuk mengatur tampilan dokumen HTML, contohnya

seperti pengaturan jarak antar baris, teks, warna dan format border bahkan penampilan file gambar”.

CSS dikembangkan oleh W3C, organisasi yang mengembangkan teknologi internet. Tujuannya tak lain untuk mempermudah proses penataan halaman web. CSS hanyalah berupa kumpulan script yang tujuannya bukan untuk menggantikan

HTML, melainkan pelengkap agar dokumen HTML bisa tampil lebih cantik dan dinamis.

Sejak awal ditemukannya CSS pada awal dekade 90an, CSS terus dikembangkan dan diserap oleh web developer. Hingga saat buku ini ditulis, versi

CSS telah mencapai versi ke-3. Kode CSS bersifat lintas platform, yang berarti script ini dapat dibaca oleh berbagai macam sistem operasi dan browser. Hanya

saja browser seperti Internet Explorer, seringkali salah mengartikan script CSS yang menyebabkan tidak sempurnanya tampilan dokumen HTML. Script CSS perlu dioptimalkan agar tampil maksimal pada browser internet ekplorer.

(7)

2.1.9. Javascript

Menurut Wahana Komputer (2012:2)” Javascript merupakan script yang paling banyak digunakan dalam pemrograman web”. Dengan adanya JavaScript sebuah web akan menjadi lebih hidup, cepat, dan tampil lebih menawan dengan sebuah animasi .

Dikarenakan begitu luasnya penggunaan JavaScript, banyak pengembang yang membangun sebuah library/pustaka JavaScript untuk memudahkan para programmer website. Library/pustaka yang selanjutnya disebut sebagai

framework, yaitu kumpulan fungsi-fungsi JavaScript yang siap digunakan untuk

memanipulasi DOM (Document Object Model). Banyak framework yang telah dikembangkan, antara lain YUI, prototype, mootools, dan JQuery.

2.1.10. Jquery

Menurut Wahana Komputer (2012:2)” JQuery merupakan salah satu dari sekian banyak framework yang digunakan dan memiliki pengguna yang paling banyak”. JQuery merupakan pustaka JavaScript yang dibangun untuk mempercepat dan memperingkas serta menyederhanakan manipulasi dokumen

HTML, penanganan event, animasi, dan interaksi Ajax untuk mempercepat

pengembangan web.

Dengan JQuery, developer akan dimanjakan dengan suatu pemrograman

JavaScript yang sangat sederhana jika dibandingkan dengan native JavaScript.

Sebelum memulai mempelajari JQuery, harus mempunyai pengetahuan dasar mengenai HTML, CSS, dan JavaScript.

(8)

2.1.11. HTML (Hyper Text Markup Language)

Menurut Prayitno (2010:105)“ Hyper Text Markup Language (HTML) adalah sebuah bahasa markup yang digunakan untuk membuat sebuah halaman

web dan menampilkan berbagai informasi di dalam sebuah browser internet”.

Bermula dari sebuah bahasa yang sebelumnya banyak digunakan di dunia penerbitan dan percetakan yang disebut dengan SGML (Standard Generalized

Markup Language), HTML adalah sebuah standar yang digunakan secara luas

untuk menampilkan halaman web.

HTML saat ini merupakan standar Internet yang didefinisikan dan

dikendalikan penggunaannya oleh World Wide Web Consortium (W3C). software yang biasa digunakan untuk membuat website statik adalah web application

framework, static page web, web static content, dan software yang biasa

digunakan untuk membuat website browser seperti Skyfire, dan G2Glive.

2.1.12. PHP (PHP Hypertext Preprocessor)

Untuk membuat website yang dinamis dan mudah diupdate setiap saat dari

browser, dibutuhkan sebuah program yang mampu mengolah data dari komputer client atau dari komputer server itu sendiri sehingga mudah dan nyaman untuk

disajikan di browser, untuk melakukan semua itu bisa menggunakan pemrograman PHP.

Menurut Madcoms (2011:11)” PHP (PHP Hypertext Preprocessor) adalah bahasa pemrograman yang berjalan dalam sebuah web server dan berfungsi sebagai pengolah data pada sebuah server”. Dengan menggunakan program PHP, sebuah website akan lebih interaktif dan dinamis. Dalam latihan buku ini

(9)

penulisan script atau program PHP menggunakan program Adobe Dreamweaver

CS5.

2.1.13. Adobe Dreamweaver cs6

Menurut Wahana Komputer (2013:2)” Adobe Dreamweaver CS6 merupakan versi terbaru dari Adobe Dreamweaver CS6 memberikan tampilan yang lebih baik dan tentu saja semakin mudah dalam penggunaannya.” Aplikasi ini mengintegrasikan beragam fitur untuk memenuhi kebutuhan pengembangan

website, termasuk pembuatan halaman web dan pengelolaannya.

Adobe Dreamweaver CS6 menyertakan banyak tool yang berkaitan dengan

pengkodean seperti HTML, CSS, XML, dan pemrograman Client Side, yaitu

JavaScript dengan penggunaan yang sangat mudah dan user friendly. Aplikasi ini

juga mendukung pemrograman Script Server Side seperti PHP, Active Server

Page (ASP), ASP.NET, ASP Java Script, ASP VB Script, Cold Fusion, dan Java Server Page (JSP).

Fasilitas yang ada pada Adobe dreamweaver CS6 memberikan kemudahan kepada user untuk melakukan pengeditan karena ditampilkan secara visual. Penambahan desain dan fungsi pada halaman web tidak harus dituliskan dalam baris kode. Anda tinggal memilih dan menempatkan komponen web dengan melakukan drag ke dalam dokumen web secara langsung dan cepat. Selain itu,

Adobe Dreamweaver CS6 juga dapat meng-import dan menyisipkan image atau movie yang dibuat dari aplikasi lainnya seperti file flash (.SWF) ataupun FLV.

2.1.14. Hosting

Menurut Putratama (2016:194) mengemukakan bahwa “Hosting adalah suatu jasa penyediaan server dan aplikasinya kepada pelanggan-pelanggannya”.

(10)

Satu server ini dipakai untuk banyak client supaya biayanya terjangkau (share

hosting) ada juga yang satu server dipakai oleh sendiri (dedicated). Hosting ini

biasa dipakai untuk keperluan penyimpanan data web yang kita buat atau untuk kebutuhan mail server. Web server bisa dipakai sebagai company profile, product

catalog, gallery, portal komunitas, portal berita, portal perdagangan dan

sebagainya. Mail server dipakai sebagai sarana komunikasi elektronis antara seorang dengan yang lain baik dalam perusahaan yang sama maupun berbeda perusahaan.

Web server dan mail server dan diletakkan di dalam server yang sama,

tetapi bisa juga dipisah menjadi dua buah server. Pemisahan maupun penggabungan tergantung dari kebijakan masing-masing penyedia jasa. Penggabungan memiliki keuntungan mudahnya maintenance, sedangkan pemisahan memiliki keuntungan dalam hal pengaturan bandwidth.

2.1.15. Domain

Menurut Zaenal (2011:17) ”Domain adalah nama atau alamat unik sebuah

website, biasanya diakhiri dengan .com, .net, .biz, .org, .info, .tv, dan lain

sebagainya”. Dulunya sebelum domain lahir, setiap komputer jaringan harus mengcopy versi terbaru setiap file ke dalam sebuah hostingan secara manual. Karenanya fungsi domain adalah menerjemahkan penulisan manual tersebut ke dalam alamat internet protocol (IP). Salah satu keuntungan domain adalah tidak merepotkan karena cukup mengingat nama dan alamat tanpa mengingat-ingat alamat IP. Usahakan nama domain itu mudah diingat dan tidak terlalu panjang.

2.2. Teori Pendukung (Tools Program) 2.2.1. Struktur Navigasi

(11)

Sebelum membuat halaman-halaman pada sebuah website, terlebih dahulu dibuat website map untuk perancangan navigasi situs, digunakan pemetaan situs (website map).

Menurut Simarmata (2010:309) menyatakan bahwa “Navigasi yang ada pada situs Web atau aplikasi Web menunjukkan sesuatu yang penting dan menjadi kata kunci Usabilitas aplikasi”. Navigasi juga menjadi hal yang sangat penting dalam sebuah situs web untuk mencari informasi yang diinginkan secara mudah. Navigasi yang baik mencerminkan situs web yang baik. Bentuk dasar dari peta navigasi seperti struktur linear (satu alur), Hierarchi (bercabang), non-linear (tidak berurut) dan composite (campuran). Bentuk dasar navigasi situs tersebut adalah :

1. Linear

Menurut Binanto (2010:269) mengemukakan bahwa “Pengguna akan melakukan navigasi secara berurutan, dari frame atau byte informasi yang satu ke yang lainnya”.

Sumber : Binanto (2010:269)

Gambar II.1. Struktur Navigasi Linear 2. Hierarchi (Hirarki)

Struktur Hierarchi (bercabang) untuk menampilkan data berdasarkan kriteria tertentu. Informasi pada halaman utama disebut parent dan informasi pada cabangnya disebut child. Menurut Binanto (2010:269) memberikan pengertian

(12)

bahwa “struktur dasar ini disebut juga struktur linear dengan percabangan karena pengguna navigasi di sepanjang cabang pohon struktur yang terbentuk oleh logika isi”.

Sumber : Binanto (2010:269)

Gambar II.2.

Struktur Navigasi Hierarchi 3. Non Linear

Pada struktur ini diperkenankan membuat navigasi bercabang tidak terikat pada jalur yang ditentukan sebelumnya. Percabangan yang dibuat pada struktur

linear ini berbeda dengan percabangan pada struktur hierarki, karena pada

percabangan non linear ini walaupun terdapat percabangan, tetapi tiap-tiap tampilan mempunyai kedudukan yang sama tidak ada halaman utama dan halaman pendukung.

Sumber : Binanto (2010:270)

Gambar II.3.

Struktur Navigasi Non Linear

4. Composite

Struktur Navigasi Composite (campuran) merupakan struktur gabungan dari ketiga struktur sebelumnya yaitu Linier, Hierarchi, dan Non Linier, Struktur ini disebut juga struktur navigasi bebas.

(13)

Sumber : Binanto (2010:270)

Gambar II.4.

Struktur Navigasi Composite

2.2.2. ERD (Entity Relationship Diagram)

Menurut Lubis (2016:37) memberikan pengertian Model data dengan diagram hubungan entitas (entity relationship diagram/ER-D) adalah suatu pemodelan berbasis pada persepsi dunia nyata yang mana terdiri dari kumpulan objek dasar yang disebut dengan entitas (entity) dan hubungan diantara objek-objek tersebut dengan menggunakan perangkat konseptual dalam bentuk diagram.

Sebelum menggambar ER-D, sebaiknya ditentukan tingkat derajat (degree) tiap entitas. Adapun yang dimaksud dengan derajat adalah ukuran yang lain secara kompleks pada hubungan data. Sebuah derajat pada hubungan entitas adalah nomor entitas yang berpartisipasi pada relasi atau hubungan. Sebuah entitas adalah objek yang dibedakan dari objek yang lain oleh himpunan dari atribut (attribute). Misalnya sebuah entitas PRODUK yang dapat dibedakan dengan entitas PELANGGAN. Karena keduanya merupakan kelompok yang berbeda, sedangkan antara keduanya mempunyai ciri yang membedakan. Misalnya PRODUK mempunyai ciri Kd_Produk, Nm_Produk, Hrg_Produk dan Qty_Produk, dan PELANGGAN mempunyai ciri Kd_Pelanggan, Nm_Pelanggan, dan Alamat_Pelanggan. Kedua atribut tersebut dapat dihubungkan karena adanya suatu kejadian, misalnya terjadi transaksi pesan produk. Untuk menghubungkan keduanya, dibutuhkan suatu alat yang disebut ER-D. sehingga kedua atribut tersebut dapat terlihat hubungannya.

(14)

Tabel II.1.

Simbol yang digunakan pada ER-D

Sumber : Lubis (2016:39)

2.2.3. LRS (Logical Record Structure)

Menurut Wulandari (2013:15)” Logical Record Structure dibentuk dengan nomor dari tipe record”. Beberapa tipe record digambarkan oleh kotak empat persegi panjang dan dengan nama yang unik. LRS terdiri dari link-link diantara tipe record, link ini menunjukkan arah dari satu tipe record lainnya. Banyak link dari LRS yang diberi tanda field-field yang kelihatan kepada kedua link tipe

record. Konversi ERD ke LRS sebuah model sistem yang digambarkan dengan

sebuah ERD akan mengikuti pola pemodelan tertentu. Dalam kaitannya dengan

NO Simbol Keterangan Contoh

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Entitas atau obyek data kumpulan obyek atau sesuatu yang dapat dibedakan atau dapat diidentifikasi secara unik.

Manusia: mahasiswa, dosen, pemasok, penjual.

Atribut atau Elemen Data karakteristik dalam entity atau relationship yang mengerjakan penjelasan detail tentang entity atau relationship atau dengan kata lain adalah kumpulan elemen data yang membentuk suatu entitas.

Mahasiswa memiliki nama dan alamat.

Atribut Multivalue atribut yang memiliki nilai lebih dari satu

Atribut multivalue adalah Hobi. Seorang mahasiswa dapat memiliki hobi lebih dari satu seperti sepak bola, renang, karate, membaca, nonton tv, dan lain-lain. Atribut Composite suatu atribut yang terdiri dari

beberapa atribut yang lebih kecil yang mempunyai arti tertentu dan lebih spesifik dalam menjabarkan atribut yang lain.

Pada tabel customer adalah atribut alamat, dimana dapat diuraikan lagi menjadi alamat, kota dan kode_pos.

Week Entity (Entitas Lemah) suatu entity dimana keberadaan dari entity tersebut tergantung dari entity lain.

Entity tanggungan keberadaannya bergantung pada mahasiswa.

Relationship (Hubungan) hubungan yang terjadi antara satu entitas atau lebih. Kumpulan relationship yang sejenis disebut relationship set.

Mahasiswa mendaftar sebagai anggota perpustakaan (KAP), relasinya adalah mendaftar.

Connection (Penghubung) digunakan sebagai penghubung entitas yang membedakan entitas tersebut dengan entitas lainnya.

Entitas satu dihubungkan ke entitas yang lain.

Atribut Derivative yaitu suatu atribut yang dihasilkan dari atribut yang lain.

Atribut umur yang dapat dihasilkan dari atribut tgl_lahir.

Atribut Key (Atribut Kunci) adalah satu atau gabungan dari beberapa atribut yang dapat membedakan semua baris data dalam tabel secara unik.

Tabel pegawai berisi atribut nip, no_ktp,nama,tempat_lahir,tanggal_l ahir, alamat, kota dan atribut kunci disini yaitu nip.

(15)

konversi ke LRS, untuk perubahan yang terjadi adalah mengikuti aturan-aturan berikut :

1. Setiap entitas diubah kebentuk kotak dengan nama entitas, berada diluar kotak dan atribut berada didalam kotak.

2. Sebuah relationship kadang disatukan, dalam sebuah kotak bersama entitas, kadang sebuah kotak bersama-sama dengan entitas, kadang disatukan dalam sebuah kotak tersendiri.

Tabel Raskin (FK) Nomor KTP Perusahaan Ekonomi Kendaraan Tabel_Penduduk (PK) Nomor_KTP Nama_KK Pendidikan Pekerjaan Nama_Istri Pendidikan_Istri Pekerjaan Istri Jumlah_Keluarga Jumlah_Anak Dusun RT RW Jml_Pendatang Perbulan Tabel Pembayaran (FK) Nomor_KTP Penetapan_Beras Harga Total_Harga Dibayar Sisa_uang

Sumber : Suryati dan Bambang Eka Purnama (2010:37) Gambar II.5.

Contoh Logical Record Structure

2.2.4. Pengembangan Perangkat Lunak dengan Model Waterfall

Menurut Rosa dan M. Shalahuddin (2013:28)” Model SDLC air terjun (waterfall) sering juga disebut juga model sekuensial linier (sequential linear) atau alur hidup klasik (classic life cycle)”. Model air terjun menyediakan pendekatan alur hidup perangkat lunak secara sekuensial atau terurut dimulai dari analisis, desain, pengodean, pengujian, dan tahap pendukung (support). Berikut adalah gambar model air terjun :

(16)

Analisis

Analisis DesainDesain PengodeanPengodean PengujianPengujian

Sistem/Reakaya Informasi

Sumber : Rosa (2013:29)

Gambar II.6. Ilustrasi Model Waterfall

1. Analisis Kebutuhan Perangkat Lunak

Proses pengumpulan kebutuhan dilakukan secara intensif untuk mespesifikasikan kebutuhan perangkat lunak agar dapat dipahami perangkat lunak seperti apa yang dibutuhkan oleh user. Spesifikasi kebutuhan perangkat lunak pada tahap ini perlu untuk didokumentasikan.

2. Desain

Desain perangkat lunak adalah proses multi langkah yang fokus pada desain pembuatan program perangkat lunak termasuk struktur data, arsitektur perangkat lunak, refresentasi antar muka, dan prosedur pengodean. Tahap ini mentranslasi kebutuhan perangkat lunak dari tahap analisis kebutuhan ke representasi desain agar dapat diimplementasikan menjadi program pada tahap selanjutnya. Desain perangkat lunak yang dihasilkan pada tahap ini juga perlu didokumentasikan.

3. Pembuatan Kode Program

Desain harus ditranslasikan ke dalam program perangkat lunak. Hasil dari tahap ini adalah program komputer sesuai dengan desain yang telah dibuat pada tahap desain.

(17)

4. Pengujian

Pengujian fokus pada perangkat lunak secara dari segi lojik dan fungsional dan memastikan bahwa semua bagian sudah diuji. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kesalahan (error) dan memastikan keluaran yang dihasilkan sesuai dengan yang diinginkan.

5. Pendukung (support) atau Pemeliharaan (maintenance)

Tidak menutup kemungkinan sebuah perangkat lunak mengalami perubahan ketika sudah dikirimkan ke user. Perubahan bisa terjadi karena adanya kesalahan yang muncul dan tidak terdeteksi saat pengujian atau perangkat lunak harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Tahap pendukung atau pemeliharaan dapat mengulangi proses pengembangan mulai dari analisis spesifikasi untuk perubahan perangkat lunak yang sudah ada, tapi tidak untuk membuat perangkat lunak baru.

2.2.5. Blackbox Testing

Menurut Rosa dan M. Shalahuddin (2013:275)”yaitu menguji perangkat lunak dari segi spesifikasi fungsional tanpa menguji desain dan kode program”. Pengujian dimaksudkan untuk mengetahui apakah fungsi-fungsi, masukan, dan keluaran dari perangkat lunak sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan.

Pengujian kotak hitam dilakukan dengan membuat kasus uji yang bersifat mencoba semua fungsi dengan memakai perangkat lunak apakah sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Kasus uji yang dibuat untuk melakukan pengujian kotak hitam harus dibuat dengan kasus benar dan kasus salah, misalkan untuk kasus proses login maka kasus uji yang dibuat adalah :

(18)

1. Jika user memasukkan nama pemakai (username) dan kata sandi (password) yang benar.

2. Jika user memasukkan nama pemakai (username) dan kata sandi (password) yang salah, misalnya nama pemakai benar tapi kata sandi salah, atau sebaliknya, atau keduanya salah.

Tabel II.2.

Contoh Pengujian Blackbox Testing

Sumber : Tenia Wahyunningrum(2015:57-66)

Kasus dan Hasil Uji Coba Pada Form Akunku

Data

Masukan Yang diharapkan Hasil Pengamatan Kesimpulan

Nama depan, Nama belakang

Sistem mampu melakukan validasi data, apabila nama depan dan nama belakang kurang dari 2 karakter maka muncul notifikasi kesalahan.

Notifikasi kesalahan muncul OK

Password

Sistem mampu melakukan validasi data, apabila password yang dimasukkan kurang dari 5 karakter maka muncul notifikasi kesalahan.

Notifikasi kesalahan muncul OK

Alamat Email

Sistem mampu melakukan validasi data, Alamat e-mail kurang dari 6 karakter atau penulisan email kurang tepat, maka muncul notifikasi kesalahan.

Gambar

Gambar II.1.
Gambar II.3.
Gambar II.4.
Tabel II.1.
+4

Referensi

Dokumen terkait

Menurut Hasugian dan shidiq dalam Puspitasari (2016:229) “Sebuah model sistem yang digambarkan dengan sebuah diagram-ER akan mengikuti pola/aturan pemodelan

Menurut Puspitasari (2016:229) mengemukakan bahwa: “Sebuah model sistem yang digambarkan dengan sebuah diagram-ER akan mengikuti pola/ aturan pemodelan tertentu dalam

Sebuah atribut relasi disatukan dalam sebuah kotak bersama entitas jika hubungan yang terjadi pada diagram ER 1:M (relasi bersatu dengan cardinality M ) atau

Sebuah model sistem yang digambarkan dengan sebuah diagram-ER akan mengikuti pola / aturan pemodelan tertentu dalam kaitannya dengan konversi ke LRS, maka perubahan

Menurut Puspitasari (2016:229) mengemukakan bahwa “LRS merupakan sebuah model sistem yang digambarkan dengan sebuah diagram-ER akan mengikuti pola atau aturan

Menurut Indrajani dalam Nugraha dan Octasia (2016) mengemukakan bahwa “Entity Relationship Diagram (ERD) adalah sebuah pendekatan top- bottom dalam perancangan basis

Menurut Fathansyah “Model Entity-Relationship yang berisi komponen- komponen Himpunan Entitas dan Himpunan relasi yang masing-masing dilengkapi dengan

Dari kedua definisi diatas dapat disimpulkan bahwa ERD (Entity Relationship Diagram) adalah suatu teknik dokumentasi yang digunakan untuk menyajikan relasi antar entitas dalam