• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

2.1. Konsep Dasar Sistem

Pada dasarnya, sistem secara umum dapat didefinisikan sebagai suatu totalitas himpunan bagian-bagian yang satu sama lain saling berhubungan dan terbentuk sedemikian rupa sehingga menjadi satu kesatuan yang terpadu untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Dalam penulisan tugas akhir ini penulis menggunakan beberapa pengertian dasar secara teoritis yang diambil dari pendapat para ahli maupun buku literatur yang berhubungan dengan judul penelitian adalah sebagai berikut :

2.1.1. Pengertian Sistem

Menurut Kadir dalam Trimahardhika dan Sutinah (2017:249) “Sistem merupakan sekumpulan elemen yang saling terintegrasi dan dimasudkan untuk mencapai suatu tujuan”.

Menurut Mulyadi (2016:1) “Sistem pada dasarnya adalah sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan lainnya, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu”.

Dari definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa sistem adalah kumpulan atau rangkaian kompoanen-komponen yang saling berhubungan dan bekerja sama unutuk mencapai suatu tujuan.

7

(2)

2.1.2. Karakteristik Sistem

Menurut Sutabri (2014:10) menyimpulkan bahwa :

Model umum sebuah sistem adalah input, process, dan output, hal ini merupakan konsep sebuah sistem yang sangat sederhana sebab sebuah sistem dapat mempunyai beberapa masukan dan keluaran. Selain itu, sebuah sistem memiliki karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yang mencirikan bahwa hal tersebut bisa dikatakan sebagai suatu system.

Adapun karakteristik yang dimaksud adalah sebagai berikut : 1. Komponen Sistem (Components)

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan, komponen- komponen sistem atau elemen-elemen sistem tersebut dapat berupa suatu bentuk subsistem. Setiap subsistem memiliki sifat dari sistem yang menjelaskan suatu fungsi tertentu yang mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Suatu sistem dapat mempunyai sistem yang lebih besar, yang disebut “supra sistem”.

2. Batasan Sistem (Boundary)

Ruang lingkup sistem merupakan daerah yang membatasi antara sistem dengan sistem yang lain atau sistem dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan.

3. Lingkungan Luar Sistem (Environtment)

Bentuk apa pun yang ada di luar ruang lingkup atau batasan sistem yang memengaruhi operasi sistem tersebut disebut lingkungan luar sistem.

Lingkungan luar sistem ini dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut. Lingkungan luar yang menguntungkan merupakan energi bagi sistem tersebut. Dengan demikian, lingkungan luar

(3)

tersebut harus tetap dijaga dan dipelihara. Lingkungan luar yang merugikan harus dikendalikan. Kalau tidak, maka akan menggangu kelangsungan hidup sistem tersebut.

4. Penghubung Sistem (Interface)

Media yang menghubungkan sistem dengan subsistem lain disebut penghubung sistem atau interface. Penghubung ini memungkinkan sumber- sumber daya mengalir dar satu subsistem ke subsistem lain. Bentuk keluaran dari satu subsistem akan menjadi masukan untuk subsistem lain melalui penghubungtersebut. Dengan demikian, dapat terjadi suatu integrasi sistem yang membentuk satu kesatuan.

5. Masukan Sistem (Input)

Energi yang dimasukan ke dalam sistem disebut masukan sistem, yang dapat berupa pemeliharaan (main input) dan sinyal (signal input). Contoh, di dalam suatu unit sistem komputer. “Program” adalah maintenance input yang digunakan untuk mengoprasikan komputernya dan “data” adalah sinyal input untuk diolah menjadi informasi.

6. Keluaran Sistem (Output)

Hasil energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna. Keluaran ini merupakan masukan bagi subsistem yang lain.

Contoh, sistem informasi. Keluaran yang dihasilkan adalah informasi.

Informasi ini dapat digunakan sebagai masukan untuk pengambilan keputusan atau hal-hal lain yang menjadi input bagi subsistem lain.

(4)

7. Pengolah Sistem (Proses)

Suatu sistem dapat mempunyai suatu proses yang akan mengubah masukan mejadi keluaran. Contoh, sistem akuntansi. Sistem ini akan mengolah data menjadi laporan-laporan yang dibutuhkan oleh pihak manajemen.

8. Sasaran Sistem (Objective)

Suatu sistem memiliki tujuan dan sasaran yang pasti dan sasaran yang pasti dan bersifat deterministik. Kalau suatu sistem tidak memiliki sasaran, maka operasi sistem tidak ada gunanya. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuan yang telah direncanakan.

2.1.3. Klasifikasi Sistem

Sistem merupakan suatu bentuk integrasi antara satu komponen dengan komonen lainnya. Karena sistem memiliki sasaran yang berbeda untuk setiap kasus yang terjadi yang ada dalam sistem tersebut. Oleh karena itu sistem diklasifikasikan kedalam berdasarkan kriteria tertentu.

(5)

Tabel II.1

Pengklasifikasian Sistem

Kriteria Klasifikasi

Lingkungan Sistem terbuka Sistem tertutup Asal pembuatnya Buatan manusia Buatan allah/alam Keberadaannya Sistem berjalan Sistem konsep

Kesulitan Sulit/komplek Sederhana

Output/kinerjanya Dapat dipastikan Tidak dapat dipastikan Waktu keberadaannya Sementara Selamanya

Wujudnya Abstrak Ada secara phisik

Tingkatannya Sub sistem/Sistem Super sistem

Fleksibilitas Bisa beradaptasi Tidak dapat beradaptasi Sumber : Susanto (2013:30)

Adapun penjelasan lebih detail dan rinci dari tabel pengklasifikasian sistem di atas menurut Susanto (2013:30) adalah sebagai berikut :

1. Sistem Terbuka dan tertutup

Sebuah sistem dikatakan terbuka bila aktivitas didalam sistem tersebut dipengaruhi oleh lingkungannya. Sedangkan suatu sistem dikatakan tertutup bila aktivitas didalam sistem tersebut tidak dipengaruhi oleh perubahan yang terjadi di lingkungannya.

2. Sistem Buatan Manusia dan Tuhan (Allah)

Suatu sistem bila diklasifikasikan berdasarkan pembuat sistem bisa tuhan (sistem alamiah) bisa juga manusia.

(6)

3. Sistem Berjalan dan Konseptual

Suatu sistem yang belum diterapkan disebut sebagai sistem konseptual. Bila kita merancang suatu sistem dan sistem tersebut belum diterapkan maka sistem tersebut hanyalah merupakan angan-angan atau masih berbentuk harapan yang mungkin secara akal sehat (konsep) penyusunnya sistem sudah benar, dibuat berdasarkan kebutuhan dan situasi kondisi yang ada.

Sistem berjalan adalah sistem yang digunakan saat ini. Sistem yang benar adalah sistem yang tepat guna dan dapat digunakan oleh pemakai sistem untuk meningkatkan pengendalian, efeisiensi, dan kecepatan.

4. Sistem Sederhana dan Komplek

Dilihat dari tingkat kesulitannya, sebuah sistem dapat merupakan sebuah sistem yang sederhana atau sistem yang komplek. Sistem sederhana adalah sistem yang memiliki sedikit tingkatan dan subsistem. Sedangkan sistem komplek adalah sistem yang memiliki banyak tingkatan dan subsistem.

5. Kinerjanya Dapat dan Tidak Dapat Dipastikan

Suatu sistem dapat pula diklasifikasikan berdasarkan kepada kinerja yang dihasilkannya. Sebuah sistem yang dapat dipastikan artinya dapat ditentukan pada saar sistem akan dan sedang dibuat. Dilain pihak, sebuah sistem mungkin tidak dapat dipastikan yang artinya tidak dapat ditentukan dari awal tergantung kepada situasi yang dihadapi.

6. Sementara dan Selamanya.

Suatu sistem mungkin digunakan untuk selamanya atau untuk periode waktu tertentu saja. Sementara artinya sistem hanya digunakan untuk periode waktu tertentu. Sebaliknya jika selamanya yang artinya sistem digunakan

(7)

selama-lamanya untuk waktu yang tidak ditentukan.

7. Ada Secara Phisik dan Abstrak/Non Phisik

Akhirnya sistem dapat dilihat dari wujudnya. Kendaraan bermotor bukan hanyamerupakan sistem buatan manusia akan tetapi juga merupakan sistem yang ada secara phisik. Ada secara phisik artinya disini dapat diraba.

Perusahaan dan perguruan tinggi bukanlah organisasi yang dapat disentuh secara phisik. Kita dapat menyentuh foto, menunjuk apa yang ada difoto seperti mesin atau buku-buku, akan tetapi wujudnya adalah abstrak/non phisik. Abstrak artinya disini tidak dapat diraba.

8. Sistem, Subsistem dan Supersistem

Berdasarkan tingkatannya/hierarki sebuah sistem bisa merupakan komponen dari sistem yang lebih besar. Sistem yang lebih kecil yang ada dalam sebuh sistem disebut sebagai subsistem. Sedangkan sistem yang sangat besar dan komplek adalah supersistem.

9. Bisa Beradaptasi dan Tidak Bisa Beradaptasi

Berdasarkan fleksibilitasnya kita dapat membedakan karakteristik suatu sistem tersebut dapat beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi di lingkungannya atau tidak. Suatu sistem bisa beradaptasi artinya bisa menyesuaikan diri tehadap perubahan lingkungan, sebaliknya jika suatu sistem tidak bisa menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan disebut tidak bisa beradaptasi.

(8)

2.1.4. Informasi

Informasi merupakan salah satu sumber daya terpenting yang dimiliki oleh suatu organisasi. Sumber informasi adalah data. Data adalah kenyataan yang menggambarkan kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Informasi diperoleh dari hasil pengolahan data-data mentah, yang kemudian dibentuk menjadi sesuatu yang lebih berguna bagi keperluan manajemen dalam pengambilan keputusan.

Menurut Sutabri dalam Trimahardhika dan Sutinah (2017:252)

“Informasi merupakan suatu data yang telah diolah, diklasifikasikan dan direpresentasikan serta digunakan dalam proses pengambilan keputusan”.

Sedangkan pengertian informasi menurut Susanto (2013:38)

“Informasi adalah hasil pengolahan data yang memberikan arti dan manfaat”.

Dari kedua kutipan pengertian informasi penulis mengambil kesimpulan bahwa informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang lebih berguna dan bermanfaat bagi yang menerimanya.

2.1.5. Sistem Informasi

Menurut Laudon (2013:52) menyimpulkan bahwa :

Sistem informasi merupakan komponen-komponen yang saling berhubungan dan bekerja sama untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan dan menyebarkan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan, koordinasi, pengendalian, dan untuk memberikan gambaran aktivitas didalam perusahaan.

Menurut Kusrini dalam Nurajizah (2015:1) “Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan sesuatu sasaran yang tertentu”.

(9)

Menurut Ladjamudin (2013:13) Sistem informasi dapat didefinisikan sebagai berikut :

1. Suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari komponen- komponen dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan yaitu menyajikan informasi.

2. Sekumpulan prosedur organisasi yang pada saat dilaksanakan akan memberikan informasi bagi pengambil keputusan dan/atau untuk mengendalikan organisasi.

3. Suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi, mendukung operasi, bersifat manajerial, dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

Dari ketiga kutipan pengertian sistem informasi penulis mengambil kesimpulan bahwa sistem informasi adalah kumpulan dari sub-sub sistem yang saling berhubungan dan bekerja sama untuk mendukung pengambilan keputusan dan untuk mencapai satu tujuan yaitu mengolah data menjadi informasi yang berguna.

2.1.6. Kualitas Informasi

Berikut ini disampaikan delapan kriteria yang dapat digunakan untuk menentukan nilai dari suatu informasi. Penjelasan tentang kualitas informasi tersebut dipaparkan dibawah ini menurut Lippeveld, Sauborn, dan Bodart dalam Hartono (2013:17) :

(10)

1. Relevansi

Informasi disediakan atau disajikan untuk digunakan. Oleh karena itu, informasi yang bernilai tinggi adalah yang relevan dengan kebutuhan, yaitu untuk apa informasi itu akan digunakan.

2. Kelengkapan dan Keluasan

Informasi akan bernilai semakin tinggi, jika tersaji secara lengkap dalam cakupan yang luas. Informasi yang sepotong-sepotong, apalagi tidak tersusun sistematis, tentu tidak akan banyak artinya. Demikian pun bila informasi itu hanya mencangkup area yang sempit dari suatu permasalahan.

3. Kebenaran

Kebenaran informasi ditentukan oleh validitas atau dapatnya dibuktikan.

Informmasi berasal dari data, dan data fakta. Informasi yang bernilai tinggi adalah informasi yang benar-benar berasal dari fakta, bukan opini atau ilusi.

4. Terukur

Informasi berasal dari data arau hasil pengukuran dan pencacatan terhadap fakta. Jadi, informasi yang bernilai tinggi adalah informasi yang jika dilacak kembali kepada datanya, data tersebut dapat diukur sesuai dengan faktanya.

5. Keakuratan

Informasi berasal dari data arau hasil pengukuran dan pencacatan terhadap fakta. Oleh karena itu kecermatan dalam mengukur dan mencatat fakta akan menentukan keakuratan data dan nilai dari informasi yang dihasilkan.

6. Kejelasan

Informasi dapat disajikan dalam berbagai bentuk teks, tabel, grafik, chart, dan lain-lain. Namun, apa pun bentuk yang dipilih, yang penting adalah

(11)

menjadikan pemakai mudah memahami maknanya. Oleh sebab itu, selain bentuk penyajiannya harus benar, juga harus diperhatikan kemampuan pemakai dalam memahaminya.

7. Keluwesan

Informasi yang baik adalah yang mudah diubah-ubah bentuk penyajiannya sesuai dengan kebutuhan dan situasi yang dihadapi.

8. Ketepatan Waktu

Informasi yang baik adalah informasi yang disajikan tepat pada saat dibutuhkan. Informasi yang terlambat datang menjadi informasi basi yang tidak ada lagi nilainya (misalnya untuk pengambilan keputusan).

2.1.7. Pengerian Netbeans

Menurut Kurniawan dalam kuryanti (2014:3) “Netbeans merupakan sebuah software yang digunakan untuk membuat sebuah aplikasi berbasis java, software ini digunakan sebagai media untuk menjalankan program dan software ini mempermudah kita untuk melihat kesalahan dari program tersebut”.

2.1.8. Pengertian Basis Data (Database)

Menurut Ladjamudin (2013:129) “Database adalah sekumpulan program-program aplikasi umum yang bersifat “batch” yang mengeksekusi dan memproses data secara umum (seperti pencarian, peremajaan, penambahan, dan penghapusan terhadap data”.

(12)

2.1.9. My Structure Query Language (MySQL)

Menurut Anhar dalam Prayitno dan Safitri (2015:3) “MySQL (My Structure Query Language) adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL Database management System atau DBMS dari sekian banyak DBMS seperti Oracle, MS SQL, Postagre SQL dan lainya”.

Menurut Supono (2016:96) “MySQL adalah sistem manajemen database SQL yang bersifat Open Source dan paling populer saat ini”.

2.1.10. XAMPP

Menurut Wahana dalam Prayitno dan Safitri (2015:4) “XAMPP adalah salah satu paket instalasi apache, PHP, dan MySQL secara instant yang dapat digunakan untuk membantuk proses instalasi ketiga produk tersebut”.

2.1.11. Pengertian Perpustakaan

Menurut Bafadal (2015:3) menyimpulkan bahwa :

perpustakaan adalah suatu unit kerja dari suatu badan atau lembaga tertentu yang mengelola bahan-bahan pustaka, baik berupa buku-buku maupun bukan berupa buku-buku yang diatur secara sistematis menurut aturan tertentu sehingga dapat digunakan sebagai sumber informasi olleh setiap pemakainya.

Sedangkan pengertian perpustakaan sekolah menurut Bafadal (2015:4)

“perpustakaan sekolah adalah sebuah tempat di lingkungan sekolah yang diselenggarakan guna menunjang program belajar mengajar di lembaga pendidikan formal tingkat sekolah”.

(13)

2.1.12. Pelayanan Perpustakaan

Layanan perpustakaan adalah hal yang utama karena kualitas perpustakaan dilihat dari layanannya terhadap pengguna sebagai jasa pemakai layanan.

Menurut Bafadal (2015:124) “pelayanan perpustakaan merupakan kegiatan pemberian pelayanan kepada pengunjung perpustakaan sekolah dalam menggunakan buku-buku dan bahan-bahan pustaka lainnya”.

Bafadal (2015:149) menyatakan bahwa ada beberapa jenis layanan perpustakaan sekolah adalah sebagai berikut :

1. Pelayanan Sirkulasi

Pelayanan sirkulasi adalah kegiatan melayani peminjaman dan pengembalian buku-buku perpustakaan sekolah. Tugas pokok bagian sirkulasi adalah melayani siswa yang akan meminjam buku-buku perpustakaan sekolah, melayani siswayang akan mengembalikan buku-buku yang telah dipinjam dan membuat statistik pengunjung.

2. Pelayanan Referensi

Selain tugas pelayanan sirkulasi, pelayanan pembaca juga bertugas di bidang pelayanan referensi. Pelayanan sirkulasi berhubungan dengan peminjaman dan pengembalian buku-buku sedangkan pelayanan referensi berhubungan dengan pelayanan pemberian informasi dan pemberian bimbingan belajar.

(14)

3. Tata Tertib Perpustakaan Sekolah

Agar pelayanan sirkulasi dan referensi berjalan dengan lancar dan teratur perlu dibuatkan peraturan berupa tata tertib sehingga dapat dijadikan pegangan yang baik oleh pengunjung maupun pustakawan.

2.1.13. Pengertian Data

Menurut Darmawan (2013:1) mengatakan bahwa “Data adalah fakta atau apapun yang dapat digunakan sebagai input dalam menghasilkan informasi”.

2.2. Teori Pendukung

Dalam penulisan tugas akhir perancangan sistem informasi pada perpustakaan ini, penulis menggunakan teori pendukung sebagai alat bantu dalam menyediakan tugas akhir ini, adapun teori pendukung yang digunakan :

2.2.1. Entity Relationship Diagram (ERD)

Menurut Ladjamudin (2013:142), “Entity Relationship Diagram (ERD) adalah suatu model jaringan yang menggunakan susunan data yang disimpan dalam sistem secara abstrak”. ERD digunakan oleh professional sistem untuk berkomunikasi dengan pemakai eksekutif tingkat tinggi dalam suatu organisasi.

Menurut Fathansyah dalam Mirawati (2015:3) menyimpulkan bahwa

“Entity Relationship Diagram adalah diragram yang digunakan untuk menggambarkan Entity Relationship yang berisi komponen-komponen Himpunan

(15)

Entitas dan Himpunan Relasi yang masing-masing dilengkapi dengan atribut- atributyang merepresentasikan seluruh fakta dari dunia nyata yang kita tinjau”.

1. Entitas

Entitas adalah objek yang menarik di bidang organisasi yang dimodelkan.

Entitas biasanya disebut sebagai kata benda tunggal dan direpresentasikan sebagai persegi panjang dalam diagram entitas hubungan.

2. Hubungan

Suatu hubungan adalah hubungan antara dua jenis entitas dan direpresentasikan sebagai garis lurus yang menghubungkan dua entitas. Derajat yang paling umum pada suatu relationship adalah biner. Jenis-jenis relationship biner terdiri:

a.

One-to-one relationship (1:1)

Berarti setiap entitas pada suatu himpunan berhubungan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan lainnya, begitupun sebaliknya, contoh:

Sumber: Indrajani (2014:246)

Gambar II.1 One-to-one relationship

b. One-to-many relationship (1:M)

(16)

Berarti setiap entitas pada suatu himpunan berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas lainnya, tetapi tidak sebaliknya, contoh:

Sumber: Indrajani (2014:246)

Gambar II.2 One-to-many relationship

c. Many-to-many relationship (N:M)

Berarti setiap entitas pada suatu himpunan dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan lainnya, dan begitupun sebaliknya, contoh:

Sumber: Indrajani (2014:246)

Gambar II.3

Many-to-many relationship

(17)

3. Atribut

Attribute merupakan karakteristik dari entity atau relationship, yang menyediakan penjelasan detail tentang entity atau relationship tersebut. Dari setiap atribut-atribut entitas terdapat satu atribut yang dijadikan sebagai kunci (key). Adapun macam-macam atribut yaitu:

a. Simple Attribute

Atribut yang terdiri atas satu komponen tunggal dengan keberadaan yang independen dan tidak dapat dibagi menjadi bagian yang lebih kecil lagi, yang disebut juga dengan nama atomic attribute.

b. Composite Attribute

Atribut yang terdiri dari beberapa komponen, dimana masing-masing komponen memiliki keberadaan yang independen.

c. Single-valued Attribute

Atribut yang mempumpunyai nilai tunggal untuk setiap kejadian.

d. Multi-valued Attribute

Atribut yang mempunyai beberapa nilai untuk setiap kejadian.

e. Derived Attribute

Atribut yang memiliki nilai yang dihasilkan dari beberapa atribut lainnya dan tidak harus berasal dari satu entitas.

f. Atribut Key (Attribut Keys)

Satu atau beberapa atribut yang mempunyai nilai unik sehingga dapat digunakan untuk membedakan data pada suatu baris atau record dengan

(18)

baris lain pada suatu entitas.

Ada beberapa jenis Key yaitu : 1) Primary Key

Yaitu sebuah atribut atau 1 set minimal atribut yang tidak hanya mendefinisikan secara unik kejadian spesifik tetapi juga dapat mewakili setiap kejadian dari suatu entitas.

2) Foreign Key

Yaitu non key atribut pada sebuah relasi yang juga menjadi key (primary) atribut pada relasi yang lainnya. foreign key biasanya digunakan sebagai penghubung antara record-record dari kedua relasi tersebut.

3) Secondary Key

Atribut yang digunakan untuk menggantikan primary key, sehingga dapat menghilangkan kemungkinan primary key yang tidak unik.

4) Candidate key

Atribut yang dapat dijadikan calon primary key.

5) Alternate key

Atribut yang tidak terpilih menjadi primary key.

6) Composite key

Primary key yang tidak terbentuk dari beberapa atribut atau field

(minimal 2 field).

(19)

2.2.2. Logical Record Structure (LRS)

Menurut Hasugian dan shidiq dalam Puspitasari (2016:229) “Sebuah model sistem yang digambarkan dengan sebuah diagram-ER akan mengikuti pola/aturan pemodelan tertentu dalam kaitannya dengan konversi ke LRS, maka perubahan yang terjadi adalah mengikuti aturan-aturan berikut, dimana setiap entitas akan diubah kebentuk kotak, sebuah atribut relasi disatukan dalam sebuah kotak bersama entitas jika hubungan yang terjadi pada diagram-ER 1:M (relasi bersatu dengan cardinaliti M) atau tingkatan hubungan 1:1 (relasi membutuhkan referensi), sebuah relasi dipisah dalam sebuah kotak tersendiri (menjadi entitas baru) jika tingkat hubungannya M:M (many to many) dan memilikiforeign key sebagai primary key yang diambil dari kedua entitas yang sebelumnya saling berhubungan”.

Menurut Lestari (2013:24) “Logical Record Structure dibentuk dengan nomor tipe record, beberapa tipe record digambarkan oleh kotak empat persegi panjang dengan nama yang unik”.

2.2.3. Pengertian Unified Modeling Language (UML)

Unified Modeling Language (UML) adalah salah satu standar bahasa yang banyak digunakan di dunia industri untuk mendefinisikan requirement, membuat analisis dan desain, serta menggambarkan arsitektur dalam pemrograman berorientasi objek. UML merupakan bahasa visual untuk pemodelan dan komunikasi mengenai sebuah sistem dengan menggunakan diagram dan teks-

(20)

teks pendukung.

UML muncul karena adanya kebutuhan pemodelan visual untuk menspesifikasikan, menggambarkan, membangun, dan dokumentasi dari sistem perangkat lunak.

Menurut Sukamto dan M. Shalahudin, (2014:133) “UML hanya berfungsi untuk melakukan pemodelan. Jadi penggunaan UML tidak terbatas pada metodologi tertentu, meskipun pada kenyataannya UML paling banyak digunakan pada metodologi berorientasi objek”.

2.2.4. Diagram Unified Modeling Language (UML)

Menurut Sukamto dan M. Shalahudin (2014:140) “pada UML terdiri dari 13 macam diagram yang dikelompokkan dalam 3 kategori”. Berikut ini penjelasan singkat dari pembagian kategori tersebut :

1. Structure diagram

Yaitu kumpulan diagram yang digunakan untuk menggambarkan suatu struktur statis dari sistem yang dimodelkan. Structure diagram terdiri dari class diagram, object diagram, component diagram, composite structure diagram, package diagram dan deployment diagram.

2. Behavior diagram

Adalah kumpulan diagram yang digunakan untuk menggambarkan kelakuan sistem atau rangkaian perubahan yang terjadi pada sebuah sistem. Behavior diagram terdiri dari Use case diagram, Aktivity diagram, State Machine Syste.

(21)

3. Interaction diagram

Merupakan kumpulan diagram yang digunakan untuk menggambarkan interaksi sistem dengan sistem lain maupun interaksi antar subsistem pada suatu sistem. Interaction diagram terdiri dari Sequence Diagram, Communication Diagram, Timing Diagram.

2.2.5. Use Case Diagram

Sukamto dan M. Shalahuddin (2013:155), “Use case atau diagram use case merupakan pemodelan untuk kelakuan (behavior) sistem informasi yang akan dibuat. Use case mendeskripsikan sebuah interaksi antara satu atau lebih aktor dengan sistem informasi yang akan dibuat”.

Syarat penamaan pada use case adalah nama didefinisikan sesimpel mungkin dan dapat dipahami. Ada dua hal utama pada use case yaitu pendefinisian apa yang disebut aktor dan use case.

1. Aktor

Merupakan orang, proses, atau sistem lain yang berinteraksi dengan sistem informasi yang akan dibuat di luar sistem informasi yang akan dibuat itu sendiri, jadi walaupun simbol dari aktor adalah gambar orang, tapi aktor belum tentu merupakan orang.

2. Use case

Merupakan fungsionalitas yang disediakan sistem sebagai unit-unit yang saling bertukar pesan antar unit atau actor.

(22)

2.2.6. Diagram Aktivitas (Activity Diagram)

Menurut Sukamto dan M. Shalahuddin (2013:161) “Diagram aktivitas atau activity diagram menggambarkan workflow (aliran kerja) atau aktivitas dari sebuah sistem atau proses bisnis atau menu yang ada pada perangkat lunak”.

2.2.7. Diagram Kelas (Class Diagram)

Sukamto dan M. Shalahuddin (2013:141), “Diagram kelas atau class diagram menggambarkan struktur sistem dari segi pendefinisian kelas-kelas yang akan dibuat untuk membangun sistem”. Kelas memiliki apa yang disebut atribut dan metode atau operasi.

1. Atribut merupakan variabel-variabel yang dimiliki oleh suatu kelas.

2. Operasi atau metode adalah fungsi-fungsi yang dimiliki oleh suatu kelas.

Susunan struktur kelas yang baik pada diagram kelas sebaiknya memiliki jenis-jenis kelas berikut:

1. Kelas main

Kelas yang memiliki fungsi awal dieksekusi ketika sistem dijalankan.

2. Kelas yang menangani tampilan sistem (view)

Kelas yang mendefinisikan dan mengatur tampilan ke pemakai.

3. Kelas yang diambil dari pendefinisian use case (controller)

Kelas yang menangani fungsi-fungsi yang harus ada diambil dari pendefinisian use case, kelas ini biasanya disebut dengan kelas proses yang menangani proses bisnis pada perangkat lunak.

(23)

4. Kelas yang diambil dari pendefinisian data (model)

Kelas yang digunakan untuk memegang atau membungkus data menjadi sebuah kesatuan yang diambil maupun akan disimpan ke basis data.

2.2.8. Diagram Sekuen (Sequence Diagram)

Menurut Sukamto dan M. Shalahuddin (2013:165), “Sequence diagram atau diagram sekuen menggambarkan kelakuan objek pada use case dengan mendeskripsikan waktu hidup objek dan message yang dikirim dan diterima antar objek”.

Banyaknya diagram sekuen yang harus digambar adalah minimal sebanyak pendefinisian use case yang memiliki proses sendiri atau yang penting semua use case yang telah didefinisikan interaksi jalannya pesan sudah dicakup pada diagram sekuen sehingga semakin banyak use case yang didefinisikan maka diagram sekuen yang harus dibuat juga semakin banyak

2.2.9. Kamus Data (Data Dictionary)

Menurut Sukamto dan M. Shalahuddin (2014:73) “kamus data adalah kumpulan daftar elemen data yang mengalir pada sistem perangkat lunak sehingga masukkan (input) dan keluaran (output) dapat dipahami secara umum (memiliki standar cara penulisan)”.

Kamus data memiliki beberapa simbol untuk menjelaskan informasi tambahan sebagai berikut :

(24)

Tabel II.2

Simbol-simbol kamus data

No Simbol keterangan

1. = Disusun atau terdiri dari

2. + Dan

3. [|] Baik…atau…

4. {}n N kali diulang/bernilai banyak

5. ( ) Data optional

6. *…* Batas komentar

Sumber : Sukamto dan M. Shalahuddin (2014:74)

Gambar

Tabel II.1
Gambar II.1 One-to-one relationship
Gambar II.2 One-to-many relationship
Tabel II.2

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan uraian diatas, maka permasalahan yang akan dijawab melalui penelitian ini adalah bagaimana pembelajaran berbasis proyek dengan berbantuan perangkat

Guru SMP Yayasan ‘X’ di Bandung diharuskan untuk menyelesaikan seluruh pekerjaannya, baik tugas utama sebagai guru dan tugas tambahan dari jabatan struktural maupun

Titik daya maksimum MPPT algoritma Incremental Conductance pada saat irradiasi 750 watt/m 2 temperatur 29 o C resistansi beban 50 Ω sebesar 3,02 watt yang berada pada

Menurut (Puspitasari, 2016) Sebuah model sistem yang digambarkan dengan sebuah diagram-ER akan mengikuti pola/ aturan pemodelan tertentu dalam kaitannya dengan

Mode proteksi ini menyediakan perlindungan data level tinggi tanpa mengganggu atau membahayakan ketersediaan dari primary database, mode ini memiliki kesamaan dengan

Menurut Lubis (2016:37) memberikan pengertian Model data dengan diagram hubungan entitas (entity relationship diagram/ER-D) adalah suatu pemodelan berbasis pada persepsi

No Kegiatan Kode RUP Nama Paket Sumber Dana Lokasi Keterangan Pemilihan Penyedia Pagu.

ANOVA digunakan untuk mengetes hipotesa bahwa rata-rata antara 2 atau lebih group apakah sama dengan membandingkan variansi pada tingkat kepercayaan tertentu.Dengan kata lain,