• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tata Tulis dan Komunikasi Ilmiah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Tata Tulis dan Komunikasi Ilmiah"

Copied!
43
0
0

Teks penuh

(1)

Tata Tulis dan Komunikasi Ilmiah

Metode Pengumpulan Data

(2)

Materi

• Pendahuluan

• Tipe data berdasarkan sumber

• Mengumpulkan data primer

• Pengukuran fisik

• Metode observasi

• Metode wawancara

• Metode kuisioner

(3)

Pendahuluan

Dalam riset, metode pengumpulan data

merupakan faktor penting demi

keberhasilan riset.

Hal ini berkaitan dengan bagaimana cara

mengumpulkan data, siapa sumbernya,

dan apa alat yang digunakan.

(4)

Pendahuluan

Jenis sumber data

adalah mengenai dari

mana data diperoleh ( sumber langsung

atau tidak langsung ).

Metode Pengumpulan Data

merupakan

teknik atau cara yang dilakukan untuk

mengumpulkan data.

Instrumen Pengumpul Data

merupakan

alat yang digunakan untuk

(5)

Tipe data berdasarkan sumber

1.

Data Primer

Data yang diusahakan/didapat oleh

peneliti

2.

Data Sekunder

Data yang didapat dari orang/instansi

lain

(6)

Tipe data berdasarkan sumber

Data Sekunder

cenderung siap “pakai”,

artinya siap diolah dan dianalisis oleh

peneliti.

Instansi penyedia

data sekunder

:

▫ Biro Pusat Statistik (BPS) ▫ Bank Indonesia

▫ Badan Meteorologi dan Geofisika ▫ Lembaga Konsultan

(7)

Tipe data berdasarkan sumber

Cop yrigh t © 2 00 4 by Th e McGra w -Hill C o mp an ies, I n c. A ll righ ts res erved .

(8)

Mengumpulkan data primer

• Pengumpulan data primer membutuhkan perancangan metode dan instrumen

pengumpulan data.

• Beberapa metode dapat digunakan untuk mengoleksi data primer, yang dapat dipilih berdasar pada tujuan studi, sumber yang tersedia dan ketrampilan peneliti.

(9)

Mengumpulkan data primer

Untuk bidang sosial pemilihan cara harus mempertimbangkan karakteristik

Socio-Economic demographic dari populasi studi.

• Harus dipelajari dulu sejauh mungkin misal

tingkat pendidikan, struktur umur, status sosial ekonomi, latar belakang etnis dsb.

• Hal penting lain yang harus diperhatikan adalah periset harus yakin bahwa responden mengerti secara jelas tujuan dari riset.

(10)
(11)

Mengumpulkan data primer

Metode

1. Pengukuran Fisik 2. Observasi 3. Wawancara 4. Kuesioner

(12)

Mengumpulkan data primer

Semua metode mensyaratkan pencatatan

yang detail, lengkap, teliti dan jelas

Untuk mencapai kelengkapan, ketelitian

dan kejelasan data, pencatatan data harus

dilengkapi dengan:

• Nama pengumpul data

• Tanggal dan waktu pengumpulan data • Lokasi pengumpulan data

• Keterangan-keterangan tambahan data/istilah/responden

(13)

Pengukuran fisik

• Pengukuran adalah memetakan obyek empirik ke obyek angka-angka dengan perubahan yang setara.

• Pengukuran adalah pendefinisian suatu proses dengan angka atau simbol-simbol yang

menjelaskan dengan pasti atribut suatu entiti di dunia nyata sesuai dengan aturan tertentu yang didefinisikan sebelumnya.

(14)

Pengukuran fisik

• Metrologi adalah ilmu yang mempelajari tentang pengukuran dan termasuk di

dalamnya semua aspek, teori dan praktek pada lingkup keilmuan maupun teknologi .

• Kegunaan pengukuran

1. Menaksir (assessment) 2.Memprediksi (prediction)

(15)

Pengukuran fisik

Tipe pengukuran

1. Pengukuran langsung : tidak tergantung pda atribut lainnya, contoh : panjang, lebar.

2. Pengukuran tidak langsung : pengukuran satu atau lebih atribut, mengukur reabilitas

3. Pengukuran Proxy : pengukuran properti dari suatu obyek secara tidak langsung

menggunakan properti lainnya yang lebih mudah didapatkan.

(16)

Pengukuran fisik

Kriteria Pengukuran

1. Obyektif. Pengukuran dilakukan lewat

pendekatan yang obyektif, tidak subyektif menggunakan semua tester yang mungkin dilakukan.

2. Reliabilitas. Pengukuran realibel (stabil dan presisi) jika dalam pengulangan yang

dilakukan dalam kondisi yang sama, juga didapatkan hasil yang sama.

(17)

Pengukuran fisik

Kriteria Pengukuran

4. Validitas, pengukuran valid jika hasil

pengukuran memenuhi karakteristik kualitas.

5. Normalisasi. Normalisasi diperlukan untuk dapat memiliki skala hasil pengukuran dapat direpresentasikan dengan mudah. Ini

berhubungan dengan skalabilitas.

6. Mudah dibandingkan. Pengukuran mudah dibandingkan ketika diatur suatu relasi ke pengukuran lainnya.

(18)

Pengukuran fisik

Kriteria Pengukuran

7. Ekonomis. Pengukuran harus memiliki biaya yang rendah. Tergantung pada derajat

otomatisasi dan nilai pengukuran, yang biasanya digunakan untuk pemilihan

penggunaan perangkat bantu jenis tertentu.

8. Berguna. Mudah dibuktikan dengan validitas, dan amat berguna dalam evaluasi kualitas

(19)

Metode observasi

• Observasi adalah cara terpilih, berdaya guna dan sistematik untuk mengamati dan mendengarkan suatu interaksi atau fenomena yang sedang

berlangsung.

• Cara ini cocok untuk situasi dimana informasi penuh/menyeluruh atau/dan akurat tidak dapat digantikan dari pertanyaan karena responden

mungkin tidak mau bekerja sama karena alasan-alasan tertentu atau tidak peduli dengan

(20)

Metode observasi

• Intinya jika periset lebih tertarik pada tingkah laku dibanding dengan pendapat/persepsi

individual.

• Jika subyek terlalu terlibat di dalam interaksi sehingga sulit memberikan informasi yang objektif tentang hal tersebut, maka observasi adalah cara pendekatan terbaik yang dapat digunakan untuk mendapat informasi yang dibutuhkan.

• Dalam ilmu fisika, dalam suatu eksperimen di laboratorium, observasi merupakan cara yang biasa digunakan.

(21)

Metode observasi

• Observasi dapat dilakukan pada 2 kondisi :

▫ Natural jika mengobservasi group pada keadaan biasa tanpa melakukan intervensi apapun.

▫ Controlled jika diberikan stimulus pada group agar group bereaksi terhadap stimulus tersebut untuk di observasi. Misal banyak dilakukan pada bidang fisika di Laboratorium.

• Pengamatan melibatkan semua indera (penglihatan, pendengaran, penciuman, pembau, perasa)

• Pencatatan hasil dapat dilakukan dengan bantuan alat rekam elektronik

(22)

Metode observasi

• Dalam ilmu sosial ada 2 jenis observasi :

▫ Participant observation

Periset berpartisipasi dalam aktivitas dari group yang sedang diobservasi seperti halnya anggota dari group tersebut, dengan atau tanpa diketahui bahwa mereka sedang diobservaasi.

▫ Non – Participant observation

Periset tidak melibatkan diri di dalam aktivitas group dan tetap sebagai passive observer,

mengamati dan mendengar aktivitas tersebut serta menggambarkannya / menarik konklusi dari observasi tersebut.

(23)

Metode observasi

Beberapa kelemahan dari cara observasi

1. Ada kalanya, individual atau group menjadi awal bahwa dia/mereka sedang diobservasi dan lalu berubah tingkah lakunya( How thorne Effect ).

2. Observasi dalam situasi ini biasanya menimbulkan distorsi, yaitu yang terobservasi tidak mencerminkan tingkah laku yang normal.

3. Selalu ada kemungkinan periset menjadi bias Jika terjadi tidak mudah untuk memisahkan antara

(24)

Metode observasi

Beberapa kelemahan dari cara observasi

4. Interpretasi yang ditarik dari observasi dapat berbeda dari satu periset ke periset lainnya.

5. Periset mungkin sangat asik melakukan observasi

namun lupa untuk mencatat atau Sebaliknya bisa saja periset asik mencatat sehingga tertinggal dalam

(25)

Metode wawancara

• Wawancara adalah interaksi antara person- to – person antara dua atau lebih individual dengan maksud tujuan tertentu (specific purpose) dalam fikirannya.

• Sifat wawancara dapat sangat fleksibel, yaitu jika

pewawancara mempunyai kebebasan untuk bertanya ketika berhadapan dengan issu yang sedang

diinvestigasi.

• Tapi kadang bisa bersifat tidak fleksibel yaitu bila pewawancara berpegang teguh pada pertanyaan-pertanyaan yang telah dibuat sebelumnya.

(26)

Metode wawancara

Wawancara tidak terstruktur (in-depth interview)

1. Di sini pewawancara membuat kerangka kerja sebagai panduan wawancara dengan memformulasikan

pertanyaan-pertanyaan spontan saat wawancara tersebut.

2. Kadang wawancara tak terstruktur dapat juga dilakukan sesuai dengan situasi yang ditemui.

3. Pendekatan ini sangat berguna untuk mengumpulkan data yang mendalam/detail atau situasi dimana periset kurang mengetahui situasi lapangan yang ada.

(27)

Metode wawancara

Wawancara tidak terstruktur

4. Periset mempunyai fleksibilitas yang bisa jadi sangat berguna.

5. Sering juga, seiring dengan pengalaman periset, bentuk pertanyaan saat pertama mungkin akan berubah

dibanding saat/periode berikutnya, sehingga kadang memberikan jawaban yang berbeda untuk kasus yang sama.

6. Kebebasan ini justru bisa memberikan bias pada periset.

(28)

Metode wawancara

Wawancara terstruktur

1. Pada kategori ini, periset membuat set pertanyaan-pertanyaan awal menggunakan acuan yang telah dispesifikasikan di dalam panduan wawancara.

2. Panduan wawancara ditulis dalam daftar pertanyaan dengan interaksi person-to-person (bisa face-to-face, dengan telepon, ataupun dengan media elektronik

lainnya).

3. Keunggulan cara ini adalah memberikan informasi yang uniform, yang memastikan data yang

(29)
(30)

Metode wawancara

Keunggulan wawancara :

1. Cocok untuk situasi yang kompleks.

2. Sangat berguna untuk menggali informasi-informasi yang lebih detail dan mendalam.

3. Informasi yang lebih banyak.

4. Pertanyaan dapat diterangkan pada responden secara leluasa

5. Aplikasi dapat lebih luas, pada orang sangat tua, sangat muda, buta huruf dsb.

(31)

Metode wawancara

Kekurangan wawancara :

1. Membutuhkan waktu yang lama dan mahal

2. Kualitas data bergantung pada kualitas dari interaksi antara pewawancara dan yang

diwawancarai, suasananya dan sebagainya.

3. Kualitas data bergantung pada pengalaman, ketrampilan dan kesungguhan pewawancara.

4. Kualitas data mungkin sangat bervariasi jika digunakan tambahan pewawancara.

5. Periset bias dalam menata pertanyaan-pertanyaan dan bias juga dalam menginterpretasikan

(32)

Metode kuisioner

• Kuisioner adalah daftar pertanyaan tertulis,

yang jawabannya ditulis oleh responden sendiri.

• Dengan cara ini responden membaca

pertanyaan-pertanyaan, menginterpretasikan sendiri dan menuliskan jawabannya.

• Harus dipastikan bahwa pertanyaan-pertanyaan harus ditulis dalam bentuk yang jelas serta

mudah dimengerti.

• Layout dari kuisioner harus mudah dibaca, menarik bagi mata dan urutan pertanyaan harus mudah diikuti.

(33)

Metode kuisioner

• Kuisioner harus dibuat dalam cara interaktif sedemikian rupa sehingga semua itu membuat responden seolah sedang berbicara dengan

perisetnya.

• Untuk pertanyaan yang mungkin bersifat

sensitif atau mungkin responden agak keberatan untuk menjawab, maka pertanyaan hendaknya didahului dengan pernyataan yang interaktif

(34)

Metode kuisioner

Cara mengedarkan kuisioner

1. Kuisioner berperangko. Ini dilakukan untuk

responden yang potensial dengan mengirimnya melalui pos yang harus diperhatikan adalah :

▫ Surat pengantar

▫ Prangko balasan yang terbayar (pre-paid) ▫ Amplop dengan alamat yang jelas

▫ Semuanya dilakukan untuk meningkatkan response rate (tingkat kembalinya jawaban)

(35)

Metode kuisioner

Cara mengedarkan kuisioner

2. Secara kolektif. Ini merupakan cara yang sangat bagus, dimana populasi riset dapat dikumpulkan dalam suatu ruangan,

dijalankan, mengisi dan langsung dikumpul. Misal pada kelas sekolah, rapat / pertemuan di balai RT / kampung dsb.

3. Pada area publik– Misal kuisioner disebarkan ditempat-tempat umum, mall, sekolah, rumah sakit dsb., kemudian dikumpulkan.

(36)

Metode kuisioner

Keunggulan kuisioner

• Biaya ringan – karena tidak melakukan

wawancara, maka waktu, pekerja dan biaya dapat dihemat.

Memberikan anonymity – tanpa nama karena tidak ada wawancara tatap muka, maka untuk pertanyaan yang sensitif dapat memberikan / mengungkap informasi yang akurat.

(37)

Metode kuisioner

Kelemahan kuisioner

1. Aplikasi terbatas.

2. Respon yang lambat – umumnya kembalian kuisioner sebesar 50 %.

3. Self-selecting bias – karena yang kembali sedikit

maka boleh jadi yang kembali tidak mencerminkan populasi.

4. Kekurangan untuk memberikan informasi yang jelas tentang isu jika responden tidak mengerti yang dimaksud dalam kuisioner.

5. Interpretasi seseorang dengan lainnya mungkin beda.

(38)

Metode kuisioner

Kelemahan kuisioner

6. Kurang memberikan respon yang spontan, karena memberikan pada responden waktu berfikir.

7. Respon dari satu pertanyaan mungkin terpengaruh oleh respon / jawaban dari

pertanyaan yang lain, setelah responden membaca keseluruhan pertanyaan yang ada.

8. Responden dapat saling berembug, misal untuk riset opini masyarakat, dapat saja masyarakat bersekutu untuk jawabannya sehingga tidak mencerminkan opini sebenarnya.

9. Respon sangat terbatas , periset tidak ada

kesempatan untuk menggali informasi yang lain, selain dari yang tertulis pada pertanyaan.

(39)

Metode kuisioner

Bentuk – bentuk Pertanyaan

• Bentuk, kata dan susunan kata pertanyaan sangat penting kalau itu dugunakan sebagai instrumen karena mempengaruhi kualitas dari data yang diperoleh.

• Selalu gunakan bahasa sederhana dan terbiasa dalam kehidupan sehari-hari.

• Karena pertanyaan haruslah : appropriate, relevant, bebas dari “pertanyaan yang masih dipertanyakan”.

(40)

Metode kuisioner

Bentuk – bentuk Pertanyaan

1. Open – ended

▫ Tidak memberikan jawaban ‘mungkin’

2. Closed – ended

▫ Closed-ended kemungkinan jawaban dituliskan

pada kuisioner, jadi responden atau periset tinggal melakukan / memberikan tanda centang jawaban yang paling tepat menurut responden.

▫ Kadang bijak juga untuk memberikan ruang guna “jawaban lain atau penjelasan” oleh responden.

(41)

Mengumpulkan data sekunder

Sumber data sekunder yang dapat digunakan :

• Publikasi pemerintah atau semi pemerintah

• Riset terdahulu

• Catatan personal

(42)

Mengumpulkan data sekunder

Kekurangan data sekunder

• Validitas dan Reliabilitas kadang bervariasi dari satu sumber terhadap sumber lainnya.

• Personal bias, tentu objektivitas dari penulis sumber tidak selalu sama.

• Availability of data : sangat sering bahwa data sesuai dengan maksud peneliti tidak selalu pas atau ada dari sumber sekunder.

• Format, sering bahwa sumber sekunder tidak satu format dengan apa yang dirancang oleh periset.

(43)

Referensi

Referensi

Dokumen terkait

Sehubungan komputer memiliki sebuah server pada jalur 2 yang memiliki protokol SSH dan dapat mengakses internet maka komputer tersebut dapat mengakses internet

Berupa analisis jalannya program dan pemilihan model yang sesuai untuk diimplementasikan pada data masing-masing kriteria. Subsistem ini berperan dalam

Penulis prihatin akan kondisi lalu lintas di Jakarta yang semakin hari semakin tidak beraturan.Setelah diamati secara lebih mendalam penyebab dari kemacetan tersebut sebagian

Apakah petugas kesehatan selalu memberikan dorongan dan motivasi kepada saudara untuk minum obat sampai selesai Apakah petugas kesehatan selalu mengingatkan saudara untuk

Sistem informasi ini digunakan untuk memperlancar proses bisnis organisasi guna mencapai tujuan dan sasaran dari perencanaan strategis bisnis organisasi tersebut

Dengan dilakukan Rancang Bangun Aplikasi Prediksi Semester Kelulusan Mahasiswa Dengan Metode Multiple Regression diharapkan dapat mengatasi permasalahan tersebut dengan

Data yang diperoleh dianalisis secara tabulasi dengan analisis sensitivitas Usahatani Kangkung darat di Kelurahan Guntung Payung Kecamatan Landasan Ulin Kota