Tata Tulis dan Komunikasi Ilmiah
Metode Pengumpulan Data
Materi
• Pendahuluan
• Tipe data berdasarkan sumber
• Mengumpulkan data primer
• Pengukuran fisik
• Metode observasi
• Metode wawancara
• Metode kuisioner
Pendahuluan
•
Dalam riset, metode pengumpulan data
merupakan faktor penting demi
keberhasilan riset.
•
Hal ini berkaitan dengan bagaimana cara
mengumpulkan data, siapa sumbernya,
dan apa alat yang digunakan.
Pendahuluan
•
Jenis sumber data
adalah mengenai dari
mana data diperoleh ( sumber langsung
atau tidak langsung ).
•
Metode Pengumpulan Data
merupakan
teknik atau cara yang dilakukan untuk
mengumpulkan data.
•
Instrumen Pengumpul Data
merupakan
alat yang digunakan untuk
Tipe data berdasarkan sumber
1.
Data Primer
Data yang diusahakan/didapat oleh
peneliti
2.
Data Sekunder
Data yang didapat dari orang/instansi
lain
Tipe data berdasarkan sumber
•
Data Sekunder
cenderung siap “pakai”,
artinya siap diolah dan dianalisis oleh
peneliti.
•
Instansi penyedia
data sekunder
:
▫ Biro Pusat Statistik (BPS) ▫ Bank Indonesia
▫ Badan Meteorologi dan Geofisika ▫ Lembaga Konsultan
Tipe data berdasarkan sumber
Cop yrigh t © 2 00 4 by Th e McGra w -Hill C o mp an ies, I n c. A ll righ ts res erved .Mengumpulkan data primer
• Pengumpulan data primer membutuhkan perancangan metode dan instrumen
pengumpulan data.
• Beberapa metode dapat digunakan untuk mengoleksi data primer, yang dapat dipilih berdasar pada tujuan studi, sumber yang tersedia dan ketrampilan peneliti.
Mengumpulkan data primer
• Untuk bidang sosial pemilihan cara harus mempertimbangkan karakteristik
Socio-Economic demographic dari populasi studi.
• Harus dipelajari dulu sejauh mungkin misal
tingkat pendidikan, struktur umur, status sosial ekonomi, latar belakang etnis dsb.
• Hal penting lain yang harus diperhatikan adalah periset harus yakin bahwa responden mengerti secara jelas tujuan dari riset.
Mengumpulkan data primer
Metode
1. Pengukuran Fisik 2. Observasi 3. Wawancara 4. KuesionerMengumpulkan data primer
•
Semua metode mensyaratkan pencatatan
yang detail, lengkap, teliti dan jelas
•
Untuk mencapai kelengkapan, ketelitian
dan kejelasan data, pencatatan data harus
dilengkapi dengan:
• Nama pengumpul data
• Tanggal dan waktu pengumpulan data • Lokasi pengumpulan data
• Keterangan-keterangan tambahan data/istilah/responden
Pengukuran fisik
• Pengukuran adalah memetakan obyek empirik ke obyek angka-angka dengan perubahan yang setara.
• Pengukuran adalah pendefinisian suatu proses dengan angka atau simbol-simbol yang
menjelaskan dengan pasti atribut suatu entiti di dunia nyata sesuai dengan aturan tertentu yang didefinisikan sebelumnya.
Pengukuran fisik
• Metrologi adalah ilmu yang mempelajari tentang pengukuran dan termasuk di
dalamnya semua aspek, teori dan praktek pada lingkup keilmuan maupun teknologi .
• Kegunaan pengukuran
1. Menaksir (assessment) 2.Memprediksi (prediction)
Pengukuran fisik
Tipe pengukuran
1. Pengukuran langsung : tidak tergantung pda atribut lainnya, contoh : panjang, lebar.
2. Pengukuran tidak langsung : pengukuran satu atau lebih atribut, mengukur reabilitas
3. Pengukuran Proxy : pengukuran properti dari suatu obyek secara tidak langsung
menggunakan properti lainnya yang lebih mudah didapatkan.
Pengukuran fisik
Kriteria Pengukuran
1. Obyektif. Pengukuran dilakukan lewat
pendekatan yang obyektif, tidak subyektif menggunakan semua tester yang mungkin dilakukan.
2. Reliabilitas. Pengukuran realibel (stabil dan presisi) jika dalam pengulangan yang
dilakukan dalam kondisi yang sama, juga didapatkan hasil yang sama.
Pengukuran fisik
Kriteria Pengukuran
4. Validitas, pengukuran valid jika hasil
pengukuran memenuhi karakteristik kualitas.
5. Normalisasi. Normalisasi diperlukan untuk dapat memiliki skala hasil pengukuran dapat direpresentasikan dengan mudah. Ini
berhubungan dengan skalabilitas.
6. Mudah dibandingkan. Pengukuran mudah dibandingkan ketika diatur suatu relasi ke pengukuran lainnya.
Pengukuran fisik
Kriteria Pengukuran
7. Ekonomis. Pengukuran harus memiliki biaya yang rendah. Tergantung pada derajat
otomatisasi dan nilai pengukuran, yang biasanya digunakan untuk pemilihan
penggunaan perangkat bantu jenis tertentu.
8. Berguna. Mudah dibuktikan dengan validitas, dan amat berguna dalam evaluasi kualitas
Metode observasi
• Observasi adalah cara terpilih, berdaya guna dan sistematik untuk mengamati dan mendengarkan suatu interaksi atau fenomena yang sedang
berlangsung.
• Cara ini cocok untuk situasi dimana informasi penuh/menyeluruh atau/dan akurat tidak dapat digantikan dari pertanyaan karena responden
mungkin tidak mau bekerja sama karena alasan-alasan tertentu atau tidak peduli dengan
Metode observasi
• Intinya jika periset lebih tertarik pada tingkah laku dibanding dengan pendapat/persepsi
individual.
• Jika subyek terlalu terlibat di dalam interaksi sehingga sulit memberikan informasi yang objektif tentang hal tersebut, maka observasi adalah cara pendekatan terbaik yang dapat digunakan untuk mendapat informasi yang dibutuhkan.
• Dalam ilmu fisika, dalam suatu eksperimen di laboratorium, observasi merupakan cara yang biasa digunakan.
Metode observasi
• Observasi dapat dilakukan pada 2 kondisi :
▫ Natural jika mengobservasi group pada keadaan biasa tanpa melakukan intervensi apapun.
▫ Controlled jika diberikan stimulus pada group agar group bereaksi terhadap stimulus tersebut untuk di observasi. Misal banyak dilakukan pada bidang fisika di Laboratorium.
• Pengamatan melibatkan semua indera (penglihatan, pendengaran, penciuman, pembau, perasa)
• Pencatatan hasil dapat dilakukan dengan bantuan alat rekam elektronik
Metode observasi
• Dalam ilmu sosial ada 2 jenis observasi :
▫ Participant observation
Periset berpartisipasi dalam aktivitas dari group yang sedang diobservasi seperti halnya anggota dari group tersebut, dengan atau tanpa diketahui bahwa mereka sedang diobservaasi.
▫ Non – Participant observation
Periset tidak melibatkan diri di dalam aktivitas group dan tetap sebagai passive observer,
mengamati dan mendengar aktivitas tersebut serta menggambarkannya / menarik konklusi dari observasi tersebut.
Metode observasi
Beberapa kelemahan dari cara observasi
1. Ada kalanya, individual atau group menjadi awal bahwa dia/mereka sedang diobservasi dan lalu berubah tingkah lakunya( How thorne Effect ).
2. Observasi dalam situasi ini biasanya menimbulkan distorsi, yaitu yang terobservasi tidak mencerminkan tingkah laku yang normal.
3. Selalu ada kemungkinan periset menjadi bias Jika terjadi tidak mudah untuk memisahkan antara
Metode observasi
Beberapa kelemahan dari cara observasi
4. Interpretasi yang ditarik dari observasi dapat berbeda dari satu periset ke periset lainnya.
5. Periset mungkin sangat asik melakukan observasi
namun lupa untuk mencatat atau Sebaliknya bisa saja periset asik mencatat sehingga tertinggal dalam
Metode wawancara
• Wawancara adalah interaksi antara person- to – person antara dua atau lebih individual dengan maksud tujuan tertentu (specific purpose) dalam fikirannya.
• Sifat wawancara dapat sangat fleksibel, yaitu jika
pewawancara mempunyai kebebasan untuk bertanya ketika berhadapan dengan issu yang sedang
diinvestigasi.
• Tapi kadang bisa bersifat tidak fleksibel yaitu bila pewawancara berpegang teguh pada pertanyaan-pertanyaan yang telah dibuat sebelumnya.
Metode wawancara
Wawancara tidak terstruktur (in-depth interview)
1. Di sini pewawancara membuat kerangka kerja sebagai panduan wawancara dengan memformulasikan
pertanyaan-pertanyaan spontan saat wawancara tersebut.
2. Kadang wawancara tak terstruktur dapat juga dilakukan sesuai dengan situasi yang ditemui.
3. Pendekatan ini sangat berguna untuk mengumpulkan data yang mendalam/detail atau situasi dimana periset kurang mengetahui situasi lapangan yang ada.
Metode wawancara
Wawancara tidak terstruktur4. Periset mempunyai fleksibilitas yang bisa jadi sangat berguna.
5. Sering juga, seiring dengan pengalaman periset, bentuk pertanyaan saat pertama mungkin akan berubah
dibanding saat/periode berikutnya, sehingga kadang memberikan jawaban yang berbeda untuk kasus yang sama.
6. Kebebasan ini justru bisa memberikan bias pada periset.
Metode wawancara
Wawancara terstruktur1. Pada kategori ini, periset membuat set pertanyaan-pertanyaan awal menggunakan acuan yang telah dispesifikasikan di dalam panduan wawancara.
2. Panduan wawancara ditulis dalam daftar pertanyaan dengan interaksi person-to-person (bisa face-to-face, dengan telepon, ataupun dengan media elektronik
lainnya).
3. Keunggulan cara ini adalah memberikan informasi yang uniform, yang memastikan data yang
Metode wawancara
Keunggulan wawancara :
1. Cocok untuk situasi yang kompleks.
2. Sangat berguna untuk menggali informasi-informasi yang lebih detail dan mendalam.
3. Informasi yang lebih banyak.
4. Pertanyaan dapat diterangkan pada responden secara leluasa
5. Aplikasi dapat lebih luas, pada orang sangat tua, sangat muda, buta huruf dsb.
Metode wawancara
Kekurangan wawancara :
1. Membutuhkan waktu yang lama dan mahal
2. Kualitas data bergantung pada kualitas dari interaksi antara pewawancara dan yang
diwawancarai, suasananya dan sebagainya.
3. Kualitas data bergantung pada pengalaman, ketrampilan dan kesungguhan pewawancara.
4. Kualitas data mungkin sangat bervariasi jika digunakan tambahan pewawancara.
5. Periset bias dalam menata pertanyaan-pertanyaan dan bias juga dalam menginterpretasikan
Metode kuisioner
• Kuisioner adalah daftar pertanyaan tertulis,
yang jawabannya ditulis oleh responden sendiri.
• Dengan cara ini responden membaca
pertanyaan-pertanyaan, menginterpretasikan sendiri dan menuliskan jawabannya.
• Harus dipastikan bahwa pertanyaan-pertanyaan harus ditulis dalam bentuk yang jelas serta
mudah dimengerti.
• Layout dari kuisioner harus mudah dibaca, menarik bagi mata dan urutan pertanyaan harus mudah diikuti.
Metode kuisioner
• Kuisioner harus dibuat dalam cara interaktif sedemikian rupa sehingga semua itu membuat responden seolah sedang berbicara dengan
perisetnya.
• Untuk pertanyaan yang mungkin bersifat
sensitif atau mungkin responden agak keberatan untuk menjawab, maka pertanyaan hendaknya didahului dengan pernyataan yang interaktif
Metode kuisioner
Cara mengedarkan kuisioner
1. Kuisioner berperangko. Ini dilakukan untuk
responden yang potensial dengan mengirimnya melalui pos yang harus diperhatikan adalah :
▫ Surat pengantar
▫ Prangko balasan yang terbayar (pre-paid) ▫ Amplop dengan alamat yang jelas
▫ Semuanya dilakukan untuk meningkatkan response rate (tingkat kembalinya jawaban)
Metode kuisioner
Cara mengedarkan kuisioner
2. Secara kolektif. Ini merupakan cara yang sangat bagus, dimana populasi riset dapat dikumpulkan dalam suatu ruangan,
dijalankan, mengisi dan langsung dikumpul. Misal pada kelas sekolah, rapat / pertemuan di balai RT / kampung dsb.
3. Pada area publik– Misal kuisioner disebarkan ditempat-tempat umum, mall, sekolah, rumah sakit dsb., kemudian dikumpulkan.
Metode kuisioner
Keunggulan kuisioner
• Biaya ringan – karena tidak melakukan
wawancara, maka waktu, pekerja dan biaya dapat dihemat.
• Memberikan anonymity – tanpa nama karena tidak ada wawancara tatap muka, maka untuk pertanyaan yang sensitif dapat memberikan / mengungkap informasi yang akurat.
Metode kuisioner
Kelemahan kuisioner
1. Aplikasi terbatas.
2. Respon yang lambat – umumnya kembalian kuisioner sebesar 50 %.
3. Self-selecting bias – karena yang kembali sedikit
maka boleh jadi yang kembali tidak mencerminkan populasi.
4. Kekurangan untuk memberikan informasi yang jelas tentang isu jika responden tidak mengerti yang dimaksud dalam kuisioner.
5. Interpretasi seseorang dengan lainnya mungkin beda.
Metode kuisioner
Kelemahan kuisioner
6. Kurang memberikan respon yang spontan, karena memberikan pada responden waktu berfikir.
7. Respon dari satu pertanyaan mungkin terpengaruh oleh respon / jawaban dari
pertanyaan yang lain, setelah responden membaca keseluruhan pertanyaan yang ada.
8. Responden dapat saling berembug, misal untuk riset opini masyarakat, dapat saja masyarakat bersekutu untuk jawabannya sehingga tidak mencerminkan opini sebenarnya.
9. Respon sangat terbatas , periset tidak ada
kesempatan untuk menggali informasi yang lain, selain dari yang tertulis pada pertanyaan.
Metode kuisioner
Bentuk – bentuk Pertanyaan
• Bentuk, kata dan susunan kata pertanyaan sangat penting kalau itu dugunakan sebagai instrumen karena mempengaruhi kualitas dari data yang diperoleh.
• Selalu gunakan bahasa sederhana dan terbiasa dalam kehidupan sehari-hari.
• Karena pertanyaan haruslah : appropriate, relevant, bebas dari “pertanyaan yang masih dipertanyakan”.
Metode kuisioner
Bentuk – bentuk Pertanyaan
1. Open – ended
▫ Tidak memberikan jawaban ‘mungkin’
2. Closed – ended
▫ Closed-ended kemungkinan jawaban dituliskan
pada kuisioner, jadi responden atau periset tinggal melakukan / memberikan tanda centang jawaban yang paling tepat menurut responden.
▫ Kadang bijak juga untuk memberikan ruang guna “jawaban lain atau penjelasan” oleh responden.
Mengumpulkan data sekunder
Sumber data sekunder yang dapat digunakan :
• Publikasi pemerintah atau semi pemerintah
• Riset terdahulu
• Catatan personal
Mengumpulkan data sekunder
Kekurangan data sekunder
• Validitas dan Reliabilitas kadang bervariasi dari satu sumber terhadap sumber lainnya.
• Personal bias, tentu objektivitas dari penulis sumber tidak selalu sama.
• Availability of data : sangat sering bahwa data sesuai dengan maksud peneliti tidak selalu pas atau ada dari sumber sekunder.
• Format, sering bahwa sumber sekunder tidak satu format dengan apa yang dirancang oleh periset.