• Tidak ada hasil yang ditemukan

BUKU PANDUAN LKM UNIVERSITAS BRAWIJAYA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BUKU PANDUAN LKM UNIVERSITAS BRAWIJAYA"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

i

BUKU PANDUAN LKM

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

BIDANG KEMAHASISWAAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG, 2017

(2)

ii DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ... i DAFTAR ISI ... ii BAB I PENDAHULUAN ... 1 1.1. KONDISI UMUM ... 1

1.2. POTENSI DAN PERMASALAHAN ... 1

BAB II VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN STRATEGIS ... 3

2.1. VISI ... 3

2.2. MISI... 3

2.3. MOTTO ... 3

2.4. RENCANA STRATEGIS ... 3

BAB III CAPAIAN KINERJA DAN KEBIJAKAN STRATEGIS ... 5

3.1. PENDAHULUAN ... 5

3.2. CAPAIAN KINERJA ... 5

3.3. KEBIJAKAN STRATEGIS KEMAHASISWAAN TERKAIT LKM ... 6

BAB IV PROFIL DAN ORGANISASI LKM ... 8

4.1. PENDAHULUAN ... 8

4.2. PEMETAAN UKM ... 8

4.3. STRUKTUR ORGANISASI LKM ... 10

BAB V KEBIJAKAN DAN MANAJEMEN LKM ... 11

5.1. KEBIJAKAN TENTANG LKM DAN KEGIATAN LKM ... 11

5.2. KEBIJAKAN TENTANG MANAJEMEN LKM ... 11

5.2.1. SEKRETARIAT DAN PERALATAN LKM ... 11

5.2.2. PEMBUATAN PROGRAM KERJA LKM ... 12

5.2.3. PEDOMAN EVALUASI KINERJA LKM ... 14

5.2.4. PEMBENTUKAN LKM BARU ... 16

(3)
(4)

iv KATA PENGANTAR

Perkenankan kami mengucap syukur kehadirat Allah swt, bahwa atas rahmat taufiq dan hidayahNya saja buku Panduan LKM (Lembaga Kedaulatan Mahasiswa) ini bisa terselesaikan. Buku ini penting guna diketahui oleh setiap LKM untuk mengetahui dan kemudian menjabarkan kebijakan yang berupa target kinerja bidang kemahasiswaan untuk kemudian ditermahkan menjadi target kinerja setiap LKM.

Kami mengucapkan terima kasih kepada bapak Rektor dan wakil Rektor III yang telah berkenan memberikan motivasi/dorongan, menuturkan kebijakan dan berbagai fasilitasi hingga terselesaikannya buku ini. Kepada bapak kaBiro Akademik dan Kemahasiswa beserta jajarannya yang juga telah memberikan fasilitasi, kepada tim yang terdiri dari perwakilan wakil Dekan III dan LKM, atas segala diskusi dan masukkan terima kasih kami ucapkan.

Akhirnya, semoga buku ini bisa bermanfaat dan segala kritik dan saran akan kami terima guna perbaikan buku ini di masa yang akan datang.

Malang, April 2017 Tim Penyusun

(5)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1. KONDISI UMUM

Kebijakan terkait Lembaga Kedaulatan Mahasiswa (LKM) perlu terus diperbaharui mengikuti dinamika dan perkembangan zaman. Dengan semakin meningkatnya jumlah mahasiswa, seyogyanya berkorelasi positif dengan semakin meningkatnya minat mahasiswa untuk masuk ke salah satu LKM baik di Fakultas atau khususnya di tingkat Universitas. Selaras dengan itu, jumlah prestasi mahasiswa di bidang akademik maupun khususnya non akademik seperti olahraga, seni, dan berbagai lomba prestatif juga diharapkan meningkat. Demikian pula kegiatan mahasiswa yang bersifat seminar, workshop, kuliah tamu, latihan wirausaha, kepemimpinan, pengabdian masyarakat, bakti sosial dsb yang bersifat meningkatkan softskill dan kepedulian sosial juga meningkat.

1.2. POTENSI DAN PERMASALAHAN

Jumlah mahasiswa Universitas Brawijaya sekitar 62.000 adalah terbesar di Indonesia, tentu juga merupakan potensi yang luar biasa. Potensi dimaksud adalah:

1. Potensi untuk memilih mahasiswa berprestasi baik akademik, secara logika akan lebih mudah untuk mendapatkan mahasiswa berprestasi, yaitu mendapatkan IP yang tinggi dan memiliki capaian prestasi di bidang penelaran seperti lomba karya ilmiah di tingkat Nasional maupun Internasional, maupun berbagai lomba debat baik bahasa Indonesia, bahasa Inggris bahkan bahasa Jepang dan Perancis

2. Potensi di bidang non akademik, secara umum dengan jumlah mahasiswa yang banyak dan memiliki jalur non akademik dalam penerimaan mahasiswa, potensi prestasi dalam bidang seni dan olah raga baik di tingkat Nasional dan Internasional juga sangat berpotensi

3. Potensi di bidang lain, sesuai minat misalnya tentang kepedulian sosial seperti pengabdian masyarakat, bakti sosial, penyuluhan tentang bahaya penyalahgunaan obat terlarang, tanggap bencana dan bahkan ekplorasi kekayaan alam Indonesia

Namun dibalik potensi tersebut, permasalahan juga banyak muncul dan tentu saja bukan hanya masalah akademik tetapi juga non akademik. Terkait dengan LKM nampak bahwa minat mahasiswa untuk masuk ke LKM masih harus ditingkatkan, tidak cukup hanya melakukan open house LKM di awal semester, masalah munculnya eksklusifisme LKM, kurang terbuka dalam

(6)

2

menerima anggota termasuk penggolongan menjadi anggota muda, anggota madya dst dengan persyaratan yang ketat sementara kondisi akademik menuntut konsentrasi dan curahan waktu yang tinggi juga. Sekretariat LKM yang tidak selalu buka, kebersihan sekretariatnya dan penggunaan ruang rapat perlu perbaikan manajemen LKM perlu diantisipasi, perlu diatasi sehingga harus ada pegawai dan satpam yang ditugaskan mengelola sekretariat LKM. Buku panduan ini adalah salah satu bentuk respon bidang kemahasiswaan dalam menyikapi dinamika dan perkembangan kegiatan mahasiswa.

(7)

3 BAB II VISI, MISI DAN TUJUAN STRATEGIS

2.1. VISI

Adapun visi yang hendak dicapai melalui kebijakan pengembangan kemahasiswaaan di Universitas Brawijaya adalah “MAHASISWA UNIVERSITAS BRAWIJAYA YANG UNGGUL DALAM PENGUASAAN ILMU DAN TEKNOLOGI SERTA BERDAYA SAING GLOBAL”.

2.2. MISI

Visi tersebut dijabarkan dalam misi sebagai berikut: (1) mengembangkan jiwa dan semangat kebangsaan;

(2) meningkatkan dedikasi dan kepeloporan dalam pembangunan;

(3) meningkatkan semangat belajar untuk menguasai ilmu dan teknologi; (4) mengembangkan kemampuan soft skills melalui proses belajar mengajar

dan kegiatan organisasi kemahasiswaan;

(5) mengembangkan jiwa kepemimpinan dan kepedulian sosial; serta (6) mengembangkan jiwa dan sikap kewirausahaan.

2.3. MOTTO

Motto di bidang kemahasiswaan adalah: “berakhlak mulia, unggul dalam kepemimpinan, dan berjiwa kewirausahaan”.

2.4. RENCANA STRATEGIS

Sebagaimana termaktub dalam isu utama Rencana Strategis Universitas Brawijaya tahun 2016-2020, salah satunya adalah peningkatan daya saing nasional yaitu melalui peningkatan kualitas dari seluruh sumberdaya yang dimiliki universitas khususnya mahasiswa sebagai unsur penting dalam proses regenerasi kepemimpinan bangsa, maka untuk mewujudkan hal tersebut Universitas Brawijaya menjabarkan isu strategis tersebut ke dalam enam bidang kebijakan yang salah satunya adalah bidang pengembangan pendidikan dan kemahasiswaan. Dalam penjabarannya, untuk meningkatkan daya saing lulusan di masyarakat, diperlukan pengembangan soft skills bagi mahasiswa Universitas Brawijaya. Universitas Brawijaya memberikan kesempatan dan keterampilan kepada mahasiswa untuk belajar dan berkembangan dengan optimal; dan memberikan ruang yang cukup bagi pengembangan kepribadian, bakat, minat dan pembinaan diri.

Untuk itu pola pembinaan kemahasiswaan di Universitas Brawijaya diarahkan pada pengembangan budaya kampus yang mengintegrasikan

(8)

4

antara pembinaan intrakurikuler melalui kegiatan proses belajar mengajar dengan pembinaan ekstra kurikuler yang menyangkut pembinaan penalaran, minat bakat dan kesejahteraan mahasiswa. Pengembangan secara sinergi semacam ini memungkinkan terjadinya pembentukan jati diri mahasiswa seutuhnya serta memadukan pengembangan kemampuan intelektual dengan soft-skills. Program pengembangan kemahasiswaan semacam ini akan mendukung pencapaian kompetensi lulusan secara utuh untuk mampu berperan dalam masyarakat secara cerdas, bermartabat dan bertanggungjawab menurut profesinya masing-masing.

(9)

5 BAB III CAPAIAN KINERJA DAN KEBIJAKAN STRATEGIS

3.1. PENDAHULUAN

Rencana strategis (Renstra) Universitas Brawijaya adalah acuan capaian kinerja yang menjadi target keberhasilan dalam bidang kemahasiswaan.Capaian tersebut akan diuraikan, dalam hal ini terkait dengan kegiatan LKM. Ba ini akan menguraikan tentang capaian kinerja yang telah dicanangkan untuk tahun 2017 dan kebijakan strategis khususnya terkait dengan kegiatan LKM.

3.2. CAPAIAN KINERJA

Target capaian menurut renstra UB halaman 31-32 yang terkait dengan kegiatan LKM dapat dijabarkan sebagai berikut:

No Indikator Ukuran Standar Target

2016

Target 2017 1. Peningkatan jumlah penerima

beasiswa

% 30 17 18

2. Peningkatan prestasi

mahasiswa tingkat Nasional dan Internasional

buah Minimal 1/fak

17 20

3 Pencitraan kegiatan

kemahasiswaan dalam lomba inovasi dan kreativitas tingkat Internasional

mhs Minimal 1/fak

7 9

4 Pelatihan pengembangan karir mahasiswa

kali/th 2 kali/th 2 4 5 Pelatihan pembentukan jati diri

mahasiswa

Kali/th 2 kali/th 2 4 6 Peningkatan inovasi dan

kreativitas mahasiswa mhs Min 1 mhs/fak 7 11 7 Peningkatan jiwa kewirausahaan persen 20% yg dilatih 10 15

8 Peningkatan jumlah mahasiswa dalam pertukaran

asing/kegiatan ke LN

mhs Minimal 1 mhs/fak

9 11

9 Peningkatan peran kegiatan lintas budaya dan internasional di UB

Kali/th 1 kali/th 2 2

10 Peningkatan partisipasi mahasiswa dalam asosiasi profesi internasional

mhs 10

mhs/fak

30 40

11 Pembentukan/jumlah UKM buah Sesuai

kebutuhan

34 36

(10)

6 3.3. KEBIJAKAN STRATEGIS KEMAHASISWAAN TERKAIT LKM

Capaian kinerja memang diperuntukkan Fakultas melalui LKM Fakultas dan Universitas melalui LKM Universitas. Dari 11 indikator, yang langsung terkait dengan LKM adalah poin 2, 3, 5, 7, 10 dan 11. Kemahasiswaan merespon target kinerja tersebut dengan menjabarkan sebagai berikut: 1. point 2. dimaknai sebagai peningkatan prestasi di bidang olah raga dan

seni serta penalaran. Terkait prestasi lomba bidang olah raga dan seni tidak semua Fakultas memiliki potensi yang sama dalam bidang ini oleh karena itu perlu didukung keikutsertaan LKM dalam lomba terkait. Termasuk pengadaan lomba MTQ, GFT dan OB adalah mendukung Fakultas mempersiapkan atlitnya. Pembinaan dalam berbagai bidang lomba olah raga dan seni juga cenderung lebih baik di LKM. Walaupun demikian, di Fakultas mungkin juga ada lomba olah raga dan seni Nasional yang hanya khusus misalnya Fakultas Peternakan se Indonesia. Sedangkan terkait prestasi bidang LKTI/penalaran tingkat Nasional mungkin hampir setiap Fakultas memiliki kegiatan, hanya prestasi di setiap Fakultas belum merata sehingga perlu didukung kegiatan LKM dalam lomba Nasional, misalnya dalam Lomba debat Bahasa Inggris biasanya Formasi (Forum Studi Bahasa Inggris) memiliki kontribusi pencapaian prestasi.

2. Point 3 terkait lomba inovasi dan kreativitas tingkat Internasional tidak semua Fakultas memiliki potensi yang sama dalam bidang ini bahkan mungkin juga tidak ada event, oleh karena itu perlu didukung keikutsertaan LKM dalam lomba terkait. Lomba business plan biasanya diikuti lintas Fakultas dan LKM Wirausaha Mahasiswa (MW) memiliki peran dalam memfasilitasi dan membina (karena kadang juga berasal dari LKM MW) sehingga berprestasi.

3. Point 5, dimaknai bahwa pembentukan jati diri dilakukan melalui pembinaan karakter dan latihan kepemimpinan. Pembinaan karakter telah dilakukan oleh bidang kemahasiswaan tetapi tidak spesifik melibatkan LKM tertentu karena dilaksanakan bagi seluruh mahasiswa baru. Pelatihan LKMM (Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa), panduan Belmawa Kemenristekdikti menunjukkan ada 4 level pelatihan dengan total waktu dan kurikulum yang berbeda yaitu: 1. Tingkat pra-dasar untuk semua mahasiswa UB, diimplementasikan

sebagai salah satu materi dalam kegiatan PKKMABA dan Krima (setara 10 jam kegiatan)

2. Tingkat dasar untuk semua anggota LKM baik di Fakultas maupun Universitas. Perlu kebijakan strategis agar bisa berjalan, sehingga pengurus yang terpilih nantinya sudah memiliki 2 sertifikat pelatihan (setara 20 jam kegiatan)

3. Tingkat menengah untuk calon pimpinan LKM baik ditingkat Fakultas maupun Universitas. Perlu kebijakan strategis karena belum berjalan, sehingga pimpinan LKM (ketua, wakil ketua dan

(11)

7

sekretaris) wajib memiliki 3 sertifikat pelatihan (setara 30 jam kegiatan)

4. Tingkat lanjut untuk pimpinan LKM yang sedang menjabat baik di tingkat Fakultas maupun Universitas dengan prosedur mengirimkan perwakilannya ke acara yang diselenggarakan kemenristekdikti (setara dengan 32 jam kegiatan)

Perlu dirumuskan kebijakan terkait LKMM tingkat pra dasar sudah ada di buku panduan PKKMABA dan KRIMA namun perlu disempurnakan terkait kurikulum wajib seperti panduan Kemenristekdikti. Sedangkan untuk tingkat dasar dan menengah perlu dibuat aturan khusus, agar khususnya kurikulum dan alokasi waktu yang digunakan sesuai dengan aturan.

4. Point 7, dimaknai meningkatkan jiwa kewirausahaan melalui kegiatan khususnya PMW (Program Mahasiswa Wirausaha) yang implementasinya untuk seluruh mahasiswa UB. Sedangkan kegiatan kewirausahaan yang dikelola LKM UB seperti pasar Brawijaya hingga mengikutkan dalam event KMI (lomba dalam Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia)

5. Point 10, dimaknai dengan membantu pengiriman delegasi asosiasi profesi melalui LKM IAAS dan AISEC dalam bentuk pertukaran mahasiswa asing atau presentasi seminar atau magang

6. Point 11, dimaknai memberi peluang tumbuhnya LKM baru sepanjang dibutuhkan untuk meningkatkan mutu dan reputasi UB

(12)

8 BAB IV PROFIL, ORGANISASI LKM DAN PENYUSUNAN PROGRAM KERJA

4.1. PENDAHULUAN

Dengan semakin maju dan berkembangnya Universitas Brawijaya (UB), semakin banyak dan bervariasinya kegiatan yang diprogramkan oleh masing-masing Lembaga Kedaulatan Mahasiswa (LKM) maka perlu disusun profil LKM dan perkembangan terbaru struktur organisasi LKM serta pola hubungan antara pimpinan bidang kemahasiswaan dengan LKM. Diharapkan dengan demikian sistem kerja dan implementasi program kerja LKM akan berlangsung dengan baik dan harmonis.

Harmonisasi ini diharapkan tidak hanya membawa iklim kegiatan menjadi lebih baik, tetapi juga makin produktif dan prestatif dalam mendukung Universitas Brawijaya menjadi semakin bermutu dan bereputasi. Disadari bahwa kemahasiswaan adalah salah satu komponen dari penilaian dalam pemeringkatan perguruan tinggi. Akan tetapi, kemahasiswaan dan aktifitasnya sangat penting dalam mendukung pengembangan softskill dan kepribadian mahasiswa sebelum lulus. Dibandingkan hardskill, softskill memiliki kontribusi lebih tinggi untuk keberhasilan mahasiswa yang telah lulus nanti dalam bersaing di dunia kerja.

4.2. PEMETAAN UKM

Pemetaan kegiatan LKM penting dilakukan mengingat tidak semua LKM berbasis prestasi. Metode termudah adalah mengelompokkan berdasarkan jenis kegiatan yang prestatif dan yang meningkatkan softskill, kepedulian sosial dan kepedulian sosial dan pertukaran mahasiswa ke luar negeri, sebagai berikut:

1. MINAT BAKAT, kelompok ini membawa konsekwensi pada pemenangan lomba baik di tingkat nasional maupun internasional. Walaupun demikian tetap tidak melupakan pembinaan anggota untuk latihan dalam rangka prestasi dan peningkatan kapasitas anggota sebagai organisator.

2. PENALARAN, kelompok ini juga mirip dengan minat bakat hanya kompetensinya ada pada bidang penalaran, pertukaran mahasiswa ke luar negeri, melakukan edukasi melalui diskusi publik atau melalui publikasi/pers kampus

3. KESEJAHTERAAN MAHASISWA (KESMA), kelompok ini hanya fokus pada kesejahteraan mahasiswa khususnya bidang kerohanian dan berbagai aktivitas terkait kepedulian sosial.

Dari pemetaan ini kemudian akan muncul target dan capaian sebagai landasan dalam melakukan evaluasi LKM.

(13)

9

Lembaga Kedaulatan Mahasiswa Minat bakat Penalaran Kesma

Eksekutif Mahasiswa Universitas √

Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas √

Konggres Mahasiswa Universitas √

UASB (Unit Aktivitas Sepak Bola) UATL (Unit Aktivitas Tenis Lapangan) √ PTM (Persatuan Tenis Meja) √ UABT (Unit Aktivitas Bulu Tangkis) √ UABB (Unit Aktivitas Bola Basket) √ UABV (Unit Aktivitas Bola Voli) √ BCC (Brawijaya Chess Club) √

Bridge √

BSC (Brawijaya Shooting Club/Menembak) √

Renang √ Baseball/Softball Panahan Boomerang ? Tapak Suci Merpati Putih √ Tae Kwon Do √

Institut Karate Do Indonesia (INKAI) √

Perisai Diri √

PSHT (Persatuan Setia Hati Teratai) √

Shorinji Kempo √

Tapak Suci

Paduan Suara Mahasiswa (PSM)

UNITANTRI (Unit Aktivitas Karawitan dan Tari)

√ (UAB) Unit Aktivitas Band √ KUTUB (Komunitas Teater Universitas

Brawijaya)

Marching Band √

Nol Derajat Film ?

Seni Religi √

Resimen Mahasiswa ( Menwa )

KSR (Korps Suka Rela) √

Impala (Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam) √

Pramuka √

Tegazs (Tim Penanggulangan

Penyalahgunaan NAPZA dan HIV/AIDS

UAPKM (Unit Aktivitas Pers Kampus)

Formasi (Forum Study Bahasa Inggris) √ Fordi Mapelar (Forum Diskusi Mahasiswa

Pengembang Penalaran)

IAAS (International Association of students in

(14)

10

Agricultural and related Sciences)

R-KIM (Riset & Karya Ilmiah) √

AIESEC (Association internationale des

étudiants en sciences économiques et commerciales)

UAK Kerohanian Islam

UAK Katolik √ UAK Kristen √ UAK Hindhu √ UAK Budha √ MW (Mahasiswa Wirausaha) 4.3. STRUKTUR ORGANISASI LKM

Struktur yang diperoleh dari LKM di bawah ini perlu disempurnakan, seperti posisi IKM (Ikatan Keluarga Mahasiswa kampus Kediri sejajar dengan kongress, adanya 2 kongres dalam struktur, DPK (dewan Pers Mahasiswa) ada diluar UKM, penulisan HMPP yang seharusnya HMPS (Himpunan Mahasiswa Program Studi) jika mengacu pada AD/ART.

KONGRES MAHASISWA UB

EKSEKUTIF MAHASISWA UB

DPMF BEM FAKULTAS

HMJ/HMPP DEWAN PERWAKILAN MAHASISWA UB

DPK MUMF

KONGRES MAHASISWA FAK UNIT KEGIATAN MAHASISWA UB

(15)

11 BAB V KEBIJAKAN DAN MANAJEMEN LKM

5.1. KEBIJAKAN TENTANG LKM DAN KEGIATAN LKM

I. KEBIJAKAN UMUM TENTANG LKM

LKM didirikan dan akan selalu dievaluasi keberadaannya oleh tim yang terdiri dari Wakil Rektor III dan Perwakilan LKM. Kebijakan tentang LKM meliputi:

1. tidak bertentangan dengan Pancasila dan UUD 45

2. mempunyai kepengurusan, struktur organisasi dan uraian tugas pengurus

3. memiliki anggaran dasar dan anggaran rumah tangga 4. memiliki program kerja tahunan

5. memiliki sekretariat dan menjaga kebersihan dan kenyamanannya 6. mempunyai anggota aktif minimal 50, dan meliputi minimal 50% dari

Fakultas yang ada

7. mempunyai nama daftar anggota dan alumni yang terdokumentasi 8. mempunyai daftar prestasi yang telah diraih

II. KEBIJAKAN TENTANG KEGIATAN LKM 1. Kegiatan mendapat izin dari Wakil Rektor III

2. Kegiatan tidak bertentangan dengan Pancasila, UUD 45, norma dan etika

3. Membuat pengajuan proposal sesuai dengan buku panduan pengajuan dan pelaporan kegiatan LKM

5.2. KEBIJAKAN TENTANG MANAJEMEN LKM 5.2.1. SEKRETARIAT DAN PERALATAN LKM

Setiap LKM memiliki sekretariat dan peralatan penunjang sekretariat bagi LKM yang bersangkutan bahkan inventaris alat olahraga dan seni. Namun demikian, beberapa hal yang penting adalah:

1. Sekretariat diusahakan selalu buka pada hari kerja, kecuali saat libur

2. Sekretariat yang karena sedang ada kegiatan dan perlu bekerja lembur, karena ada peraturan pembatasan jam masuk kampus, perlu membuat surat ijin

3. LKM bertanggungjawab terhadap kebersihan, keamanan dan kenyamanan anggota yang akan ke sekretariat

(16)

12 5.2.2. PEMBUATAN PROGRAM KERJA LKM

Keberlangsungan organisasi juga sangat dipengaruhi oleh perencanaan agar menjadikan organisasi tersebut bermutu dan bereputasi. Perencanaan dimaksud dalam bentuk pembuatan program kerja/Proker untuk kegiatan selama setahun. Program kerja dimaksud harus memenuhi kreteria:

a. Program kerja tidak bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945 b. Program kerja tidak bertentangan dengan etik, kesopanan dan budi luhur

bangsa

c. Program kerja bersifat mendukung pemeringkatan UB, misalnya prestasi lomba, mengasah kepedulian kepada sesama mahasiswa maupun masyarakat

Program kerja seyogyanya disusun mulai bulan Januari sampai Nopember setiap tahunnya. Program kerja dibuat tidak terlalu banyak dalam 1 bulan, Kongres Mahasiswa (KM) akan memfasilitasi dengan workshop proker LKM. Program kerja LKM idealnya maksimal hanya 12 dalam setahun, kecuali lomba yang diselenggarakan oleh institusi/universitas di luar UB bisa dipertimbangkan jika akan mengangkat reputasi UB.

Program kerja untuk setiap LKM dapat dibagi menjadi program internal dan program eksternal. Yang dimaksud program internal adalah program yang bermanfaat bagi pengembangan kapasitas anggotanya atau penguatan internal organisasi. Program internal meliputi:

1. Rekruitment anggota/musyawarah anggota 2. Pelatihan administrasi/outbond anggota 3. Dies natalis/silaturahim/buka bersama

Program internal ini bukan merupakan prioritas pendanaan, walaupun merupakan upaya peningkatan kapasitas anggota. Program ini umumnya tidak diperkenankan melibatkan sponsor, bersifat non-komersiil, dan hanya mungkin sumbangan dari donatur. Namun dengan sifat dari program internal ini, yaitu penguatan organisasi, maka pagu untuk kegiatan ini tidak merupakan prioritas bidang kemahasiswaan sehingga hanya mendapat pagu yang rendah selama 1 tahun.

Sedangkan program eksternal adalah program yang dibuat oleh LKM dalam penyelenggaraanya melibatkan mahasiswa diluar anggota LKM (baik lintas fakultas se UB maupun kegiatan mahasiswa lain tingkat Nasional, bahkan dibolehkan kegiatan khususnya lomba tingkat SMA/SMK selama untuk misi pengkaderan anggota baru yang prestatif. Program eksternal pada dasarnya dibagi menjadi:

1. Program yang sifatnya non-lomba, seperti seminar, lokakarya, kuliah tamu, pameran, pentas dan sejenisnya. Program ini juga dibagi menjadi 2, yaitu:

(17)

13

1.a. Program non-komersiil tetapi penonton/peserta mahasiswa UB saja dan harus membeli tiket karena keterbatasan gedung dan mengontrol pertandingan supaya berjalan aman

1.b. Program komersiil, penonton atau peserta ada yang dari luar UB dan harus membayar. Untuk ini panitia diwajibkan membayar sewa gedung 2. Program yang sifatnya lomba

2.a. Program non-komersiil dan hanya diikuti oleh mahasiswa se UB, diperkenankan membayar karena ada hadiah berupa uang

2.b. Program komersiil, diikuti oleh mahasiswa di luar UB dan dikenakan biaya pendaftaran, diperkenankan membayar karena ada hadiah uang dan meningatkatkan reputasi UB

Program eksternal diperkenankan menggunakan sponsor, baik institusi yang ada di dalam kampus, misalnya bank, maupun institusi di luar kampus selama bukan merupakan produk rokok, produk lain yang dilarang/dinyatakan ilegal oleh pemerintah. Dalam berkegiatan, tidak diperkenankan mengundang/melibatkan/memasukkan pedagang kaki lima ke dalam kampus guna menjaga ketertiban, kebersihan dan keamanan.

Kebijakan terkait pendaan adalah bahwa dana kemahasiswaan digunakan untuk membiayai kegiatan LKM dan kegiatan kemahasiswaan lain terutama kegiatan resmi kemenristekdikti. Kebijakan terkait pendanaan LKM adalah sebagai berikut:

1. Kegiatan resmi dari kemenristekdikti akan didanai penuh oleh UB 2. Kegiatan LKM tetapi sifatnya internal, penguatan organisasi akan

mendapatkan pagu dana

3. Kegiatan LKM yang bersifat eksternal dibagi menjadi 2, yaitu: 3.1. Lomba/kegiatan se-UB akan ada pagu

3.2. Lomba/kegiatan Nasional tingkat SMA/SMK dan LKM hanya penyelenggara tidak didanai dan murni dari sponsor

3.3. Lomba/kegiatan Mahasiswa Nasional akan ada bantuan dana dan panitia diharap mencari sponsor

3.4. Lomba/kegiatan internasional akan ada bantuan dan panitia diharap mencari sponsor.

3.5. Lomba internasional yang diikuti oleh LKM, harus diverifikasi dan ada dana bantuan

Besaran dana bantuan akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan anggaran kemahasiswaan.

Program kerja akan perlu didukung oleh anggaran, dimana anggaran penyelenggaraan disesuaikan dengan kegiatan. Prinsip penggunaan anggaran adalah efisiensi dan tepat sasaran.

(18)

14 5.2.3. PEDOMAN EVALUASI KINERJA LKM

Pemeringkatan Universitas atas dasar kegiatan dan prestasi bidang kemahasiswaan, memerlukan dukungan perubahan kebijakan. Kebijakan tersebut pada dasarnya terdiri dari re-strukturisasi organisasi LKM di Universitas Brawijaya. Adapun bentuk kebijakan awal adalah melakukan evaluasi terhadap capaian kegiatan yang sudah dilakukan pada tahun 2016. Lalu akan membentuk tim kecil yang terdiri dari Wadek 3, Bagian Kemahasiswaan (Kabag dan kasubag) dan unsur LKM (ketua Kongress, DPM dan EM). Oleh karena itu, telah disiapkan perangkat format evaluasi dan merumuskan kebijakan terhadap LKM yang aktif kurang aktif.

Form evaluasi ini disusun berdasarkan pada 3 hal: 1. Faktor organisasi dan sarananya

2. Faktor aktivitas organisasi 3. Rekomendasi

Diharapkan dengan form evaluasi ini akan didapatkan gambaran global tentang aktivitas LKM di Universitas Brawijaya dan menetapkan kebijakkan yang diperlukan. Form evaluasi tersebut sebagai berikut:

NO UNSUR PENILAIAN KETERANGAN

A UNSUR ORGANISASI DAN SARANANYA

1 Sekretariat:

A. Ada di gedung UKM B. Ada tetapi bukan di gedung UKM c. tidak ada

Tuliskan lokasinya: 2 Kebersihan sekretariat

A. Bersih sekali b. cukup c. Kotor

Sertakan photo 3. Struktur organisasi

A. Ada dan ter-SK-kan b. ada dan belum ter-SK-kan c.Tidak ada Sertakan bukti Sertakan bukti 4. Kepengurusan a. Kurang dari 10 mhs b. Antara 11 – 25 mhs c. Lebih dari 25 mhs 5. Anggota aktif (diluar pengurus)

a. Kurang dari 30 mhs b. Antara 31 – 80 mhs c. Lebih dari 80 mhs

Sertakan daftar

6. Anggota tidak aktif (di luar pengurus) a. Kurang dari 30 mhs

b. Antara 31 – 80 mhs c. Lebih dari 80 mhs

B. UNSUR AKTIVITAS ORGANISASI

7. Frekwensi proses rekruitmen

a. Setahun sekali saat open house

b. Setahun 2 kali atau lebih, sebutkan jika lebih 2x

……… c. Tidak ada

Sertakan bukti

8. Program pembinaan anggota (pelatihan/training/dan sejenisnya), khusus dilakukan untuk anggota (internal)

(19)

15 a. Hanya 1 kali

b. Lebih dari 1 x, sebutkan

……… c. Tidak ada

9. Frekwensi aktifitas menyelenggarakan organisasi yang termasuk dalam bentuk partisipatip seperti workshop, seminar, expedisi, bakti sosial dst

a. Hanya 1 kali dan untuk internal UB saja, sebutkan jumlah pesertanya…………

b. Hanya 1 kali, mengundang internal UB dan peserta dari luar UB, sebutkan jumlah pesertanya ……….

c. Antara 2-4 kali dan untuk internal UB, sebutkan jumlah pesertanya ………..

d. Antara 2-4 kali, mengundang internal UB dan peserta dari luar UB, sebutkan jumlahnya

e. Lebih dari 4 kali dan untuk internal UB saja, sebutkan jumlah pesertanya……..

f. Lebih dari 4 kali dan mengundang internal UB dan peserta dari luar UB, sebutkan jumlah pesertanya……..

Sertakan bukti/publikasi

10. Frekwensi menyelenggarakan aktivitas prestatif, seperti lomba, kompetisi, kejuaraan dll tingkat UB

a. Hanya 1 kali, sebutkan jumlah peserta…….. b. Hanya 2 kali, sebutkan jumlah peserta……… c. Lebih dari 2 kali, sebutkan jumlah pesertanya…….

Sertakan bukti

11. Frekwensi menyelenggarakan aktivitas prestatif, seperti lomba, kompetisi, kejuaraan dll tingkat regional

a. Hanya 1 kali, sebutkan jumlah peserta…….. b. Hanya 2 kali, sebutkan jumlah peserta……… c. Lebih dari 2 kali, sebutkan jumlah pesertanya…….

Sertakan bukti

12. Frekwensi menyelenggarakan aktivitas prestatif, seperti lomba, kompetisi, kejuaraan dll tingkat Nasional

a. Hanya 1 kali, sebutkan jumlah peserta…….. b. Hanya 2 kali, sebutkan jumlah peserta……… c. Lebih dari 2 kali, sebutkan jumlah pesertanya…….

Sertakan bukti

13. Frekwensi menyelenggarakan aktivitas prestatif, seperti lomba, kompetisi, kejuaraan dll tingkat Internasional

a. Hanya 1 kali, sebutkan jumlah peserta…….. b. Hanya 2 kali, sebutkan jumlah peserta……… c. Lebih dari 2 kali, sebutkan jumlah pesertanya…….

Sertakan bukti

14. Frekwensi mengikuti aktivitas prestatif, seperti lomba, kompetisi, kejuaraan dll tingkat regional

d. Hanya 1 kali, sebutkan jumlah medali (emas, perak, perunggu)……..

e. Hanya 2 kali, sebutkan jumlah medali ……

f. Lebih dari 2 kali, sebutkan jumlah medalinya…….

Sertakan bukti

15. Frekwensi mengikuti aktivitas prestatif, seperti lomba, kompetisi, kejuaraan dll tingkat Nasional

g. Hanya 1 kali, sebutkan jumlah medali (emas, perak, perunggu)……..

h. Hanya 2 kali, sebutkan jumlah medali ……

i. Lebih dari 2 kali, sebutkan jumlah medalinya…….

Sertakan bukti

16. Frekwensi mengikuti aktivitas prestatif, seperti lomba, kompetisi, kejuaraan dll tingkat Internasional

j. Hanya 1 kali, sebutkan jumlah medali (emas, perak, perunggu)……..

(20)

16 k. Hanya 2 kali, sebutkan jumlah medali ……

l. Lebih dari 2 kali, sebutkan jumlah medalinya…….

C. HASIL EVALUASI DAN REKOMENDASI

17. Dari hasil evaluasi ini maka disimpulkan bahwa:

a. Organisasi ini aktif dan berkontribusi pada pemeringkatan UB b. Organisasi ini aktif namun tidak ada prestasi yang mendukung

pemeringkatan UB c. Organisasi ini tidak aktif 18. Berdasarkan hasil evaluasi maka:

a. Organisasi ini sehat dan perlu terus disupport

b. Organisasi ini sehat namun perlu dimerger dengan organisasi lain c. Organisasi ini dibekukan

Malang……….. Menyetujui:

Tanda tangan dari semua evaluator

……….. ………. ……… Mengetahui:

Wakil Rektor III (ada stempel)

Prof. Dr. Ir. Arief Prajitno, MS NIP 195502131984031001

5.2.4. PEMBENTUKAN LKM BARU

Sesuai dengan perkembangan zaman dan tuntutan kinerja bidang kemahasiswaan maka dimungkinankan terbentuknya LKM baru. Adapun syarat dari pembentukan LKM baru adalah:

1. Mengajukan permohonan kepada rektor

2. Membuat proposal yang berisi nama LKM, tujuan, manfaat, logo, moto dan alasan terkait pentingnya LKM baru (terutama kontribusi pada pembentukan softskill dan prestasi yang akan mengangkat reputasi UB) 3. Memenuhi syarat tidak memiliki kesamaan bentuk dan program kerja

dengan LKM yang telah ada, telah mempunyai calon anggota sebanyak minimal 50 orang anggota dari minimal 50% Fakultas di UB, dibuktikan dengan tanda tangan dilampiri fotocopi KTM), memiliki rancangan program kerja, usulan tentang pembina dan pelatih LKM

(21)

17

4. Mempresentasikan rencana pembentukan LKM didepan Wakil Rektor III, staf Ahli, Wakil Dekan III dan Perwakilan LKM

5.2.5. REVITALISASI LKM

Revitalisasi bermakna bahwa LKM seyogyanya menyesuaikan kegiatan sesuai dengan kebijakan kemenristekdikti dan UB. Langkah revitalisasi bisa berupa:

1. Perubahan visi, misi, sasaran dan target kinerja LKM

2. Merger 2 atau lebih LKM terkait dengan minimnya kegiatan dan kontribusinya pada capaian kinerja bidang kemahasiswaan

3. Penutupan/pembekuan LKM terkait dengan minimnya kegiatan dan bahkan vakum atau tidak melakukan aktivitas selama minimal 1 tahun Langkah revitalisasi ini juga dapat menjadi rekomendasi tim yang melakukan evaluasi kinerja LKM.

Referensi

Dokumen terkait

Paling lambat 2 (dua) Hari Kerja setelah pelaksanaan PMTHMETD, Perseroan wajib memberitahukan kepada OJK serta masyarakat melalui 1 (satu) surat kabar harian

Tujuan akhir dari Allah memberikan hamba-hamba Tuhan seperti yang sudah diuraikan di atas yaitu jemaat tidak akan terpengaruh oleh pengajaran-pengajaran sesat

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat sebuah sistem informasi kuliner di Kota Purwokerto yang interaktif dengan visualisasi yang menarik sehingga dapat

Kajian ini dilakukan untuk menjelaskan bagaimana diskriminasi terhadap etnis Tionghoa yang terjadi sebelum era reformasi direpresentasikan dalam film Babi Buta yang

Selain dari organism pembawa penyakit, manajemen pemeliharaan yang kurang baik turut berpengaruh pada kesehatan ternak babia. Memiliki pengetahuan tentang penyakit yang lazim atau

Kondisi psikologis yang lain adalah yang berkaitan dengan minat, jika seorang siswa tidak menaruh minat pada suatu mata pelajaran maka hal tersebut juga akan berimbas pada

Tetapi generator yang menggunakan rotor dengan magnet berukuran yang lebih besar (5 x 12 cm) memiliki tegangan output yang paling rendah, karena magnet yang dimensinya

Uji tular untuk induksi kekerdilan dilakukan pada 120 ekor DOC pedaging (Hubbard) yang dibagi dalam 3 kelompok termasuk kontrol, dengan memakai 1 isolat virus CAV yang diisolasi dan