• Tidak ada hasil yang ditemukan

Renal Cell Carcinoma

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Renal Cell Carcinoma"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I BAB I PENDAHULUAN PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.1 Latar Belakang Gin

Ginjal jal adaadalah lah orgorgan an utautama ma sissistem tem eksekskrekresi si manmanusiausia, , yanyang g menmengatgatur ur   pembuangan

 pembuangan zat-zat zat-zat sisa sisa yang yang sudah sudah tidak tidak berguna berguna lagi lagi bagi bagi tubuh. tubuh. Selain Selain itu,itu, ginjal juga berperan dalam menjaga homeostasis cairan dalam tubuh.Seperti organ ginjal juga berperan dalam menjaga homeostasis cairan dalam tubuh.Seperti organ tubuh lainnya, ginjal juga bisa mengalami kanker. Jenis kanker ginjal yang paling tubuh lainnya, ginjal juga bisa mengalami kanker. Jenis kanker ginjal yang paling seri

sering ng ditditemuemukan kan adaadalah lah karkarsinsinoma oma sel sel ginginjal jal yayang ng berberasal asal dardariseisel-sel-sel l yayangng melapi

melapisi si tubutubulus lus renalis ginjal. Bahayanya, kanker ginjal renalis ginjal. Bahayanya, kanker ginjal ini biasaini biasanya nya ditemuditemukankan  pada

 pada saat saat kanker kanker ini ini telah telah mengalami mengalami metastasis metastasis dan dan sudah sudah menyebar menyebar ke ke organorgan tubuh lainnya, karena pada stadium dini kanker ini jarang sekali menunjukkan tubuh lainnya, karena pada stadium dini kanker ini jarang sekali menunjukkan ge

gejaljalanyanya. a. GeGejajalanlanyya a babaru ru mumulai lai teterasrasa a papada da ststadadiuium m lanlanjujut, t, yayaititu u teterjarjadidi hematuria (terdapat darah pada air seni). enyakit kanker ginjal merupakan salah hematuria (terdapat darah pada air seni). enyakit kanker ginjal merupakan salah satu

satu penpenyayakit kit yanyang g ditditakuakuti ti oleoleh h bebbeberaperapa a oraorang ng karkarena ena tidatidak k menmenunjunjukkukkanan gejalanya. Sehingga ketika terdeteksi ternyata sudah menyebar ke organ yang lain gejalanya. Sehingga ketika terdeteksi ternyata sudah menyebar ke organ yang lain dan sulit untuk disembuhkan. !ngka kejadian kanker ginjal cenderung meningkat dan sulit untuk disembuhkan. !ngka kejadian kanker ginjal cenderung meningkat  belakangan

 belakangan ini.ini. "ars"arsinoinoma ma sel sel renrenal al adaladalah ah jenjenis is kankanker ker ginginjal jal yanyang g banbanyak yak  dit

ditemuemukan kan padpada a oraorang ng de#de#asa.asa."ira"ira-ki-kira ra $%% $%% kaskasus us terterdiagdiagnosnosa a tiatiap p tahtahun un didi !merika Serikat. &$' ditemukan pada de#asayang normal  $' nya terjadi !merika Serikat. &$' ditemukan pada de#asayang normal  $' nya terjadi dengan kelainan pertumbuhan saat *ase anak-anak. "anker iniresponsi+e dalam dengan kelainan pertumbuhan saat *ase anak-anak. "anker iniresponsi+e dalam terapinya, %' pasien bertahan hidup hingga $ tahun.i !merika Serikat kanker  terapinya, %' pasien bertahan hidup hingga $ tahun.i !merika Serikat kanker  ginjal meliputi ' dari semua kanker, dengan rata-rata kematian/.%%% akibat ginjal meliputi ' dari semua kanker, dengan rata-rata kematian/.%%% akibat kanker ginjal pertahun. "anker ginjal sedikit lebih banyak terjadi pada laki-laki kanker ginjal pertahun. "anker ginjal sedikit lebih banyak terjadi pada laki-laki dibanding #anita (0/) dan umumnya terdiagnosa pada usia antara $% 1 &% tahun, dibanding #anita (0/) dan umumnya terdiagnosa pada usia antara $% 1 &% tahun, tapi dapat terjadi pada usia berapa saja.

tapi dapat terjadi pada usia berapa saja.

1.2 Rumusan Masalah 1.2 Rumusan Masalah

a.

a. BagBagaimaimana aana anatnatomi domi dan *ian *isiosiologlogi gini ginjal2jal2  b.

 b. !pa de*inisi dari!pa de*inisi dari Renal Cell Ca Renal Cell Ca22 c.

(2)

d. Bagaimana etiologi Renal Cell Ca2 e. Bagaimana pato*isiologi Renal Cell Ca2 *. Bagaimana mani*estasi klinis Renal Cell Ca2

g. !pa saja penggolongan stadium dari Renal Cell Ca2

h. Bagaimana diagnosis dan diagnosis banding Renal Cell Ca2 i. Bagaimana tatalaksana Renal Cell Ca2

 j. Bagaimana prognosis Renal Cell Ca2

1.3 Tujuan

!gar mahasis#a mampu mengetahui dan menjelaskan semua tentang  Renal Cell Ca dan yang berkaitan dengan permasalahan diatas.

(3)

BAB II

TINAUAN PU!TA"A 2.1 Anat#m$ %an &$s$#l#g$ '$njal

Ginjal terletak di dalam rongga abdomen atas pada kedua tepi kolumna +ertebra di belakang peritoneum (retroperitoneal)./ Ginjal kanan terletak lebih

rendah daripada ginjal kiri karena posisi hati di dekat ginjal. Berat ginjal de#asa

sekitar /$% gram. Struktur-struktur yang menyokong ginjal adalah lemak 

 perirenal (tertutup di dalam *asia perirenal), renal +ascular pedicle, abdominal muscle tone, dan +isera abdomen.ada potongan longitudinal dari bagian luar ke

dalam, ginjal terdiri atas korteks, medula, serta pel+is dan kaliks./, "orteks

tampak homogen dan berproyeksi ke dalam pel+is antara papilla dan *orniks yang disebut dengan kolumna Bertin. 3edula terdiri atas banyak piramida yang terbentuk oleh tubulus kolekti+us.

'am(ar 1. Ginjal, ureter, dan kandung kemih dari aspek anterior.

4nit *ungsional dari ginjal adalah ne*ron yang tersusun atas tubulus dengan *ungsi sekretorik dan ekskretorik. Bagian sekretorik ne*ron terutama terletak di dalam korteks dan terdiri atas korpuskel dan tubulus bagian sekretorik.

(4)

Bagian sekretorik dari tubulus terdiri atas tubulus kon+olusi proksimal, lengkung 5enle, dan tubulus kon+olusi distal. Bagian ekskretorik ne*ron adalah tubulus kolekti+us yang akan mengosongkan isinya melalui papilla atau ujung piramida ke dalam kaliks minor.

'am(ar 2. (!) otongan *rontal ginjal kanan menunjukkan struktur internal dan  pembuluhdarah. (B) otongan ginjal menunjukkan beberapa ne*ron./

!dapun aliran darah yang melalui ginjal adalah sebagai berikut. arah dari aorta abdominal memasuki arteri renalis yang bercabang-cabang di dalam ginjal menjadi arteri-arteri berukuran lebih kecil. !rteri terkecil masuk ke arteriola a*eren di dalam korteks. ari arteriola a*eren, darah mengalir ke dalam glomerulus (kapiler), ke arteriola e*eren, ke kapiler peritubular, ke +ena di dalam ginjal, ke +ena renalis, dan akhirnya ke +ena ka+a in*erior./

ersara*an ginjal berasal dari pleksus renalis bersamaan dengan pembuluh darah renalis di sepanjang parenkim ginjal. !liran lim*atik ginjal mengalir ke dalam kelenjar getah bening lumbar.

Ginjal memiliki banyak *ungsi yang dijabarkan seperti di ba#ah ini./

a. embentukan urin mulai dari *iltrasi glomerulus, reabsorpsi tubulus, sekresi tubulus, sampai dengan hormon-hormon yang memengaruhi

(5)

reabsorpsi, yaitu aldosteron, atrial natriuretic peptide, hormon antidiuretik  (antidiuretic hormone, !5), dan hormon paratiroid.

 b. "eseimbangan asam-basa di dalam tubuh.

c. Sekresi renin oleh sel-sel jukstraglomerular ketika tekanan darah menurun. !ngiotensin 66 menyebabkan +asokonstriksi dan meningkatkan sekresi aldosteron.

d. Sekresi eritropoietin sebagai respon terhadap hipoksia dimana terjadi  perangsangan sumsum tulang untuk meningkatkan laju produksi sel darah

merah.

e. !kti+asi +itamin , yaitu mengubah bentuk inakti* menjadi bentuk  akti*nya.

2.2 De)$n$s$

7enal 8ell 8arcinoma atau karsinoma sel ginjal merupakan tumor yang berasal dari epitel tubulus ginjal terutama terletak di korteks.

2.3 E*$%em$#l#g$

"arsinoma sel ginjal membentuk 9%' sampai 9$' dari semua tumor  ganas primer di ginjal, dan  ' sampai  ' kanker pada orang de#asa. 5al ini  berarti sekitar %.%%% kasus pertahun :% ' pasien meninggal akibat penyakit ini. "arsinoma sel ginjal paling sering pada usia dekade keenam sampai ketujuh, dan laki-laki terkena dua kali lebih sering dari pada perempuan.

2.+ Et$#l#g$

enyebab mengganasnya sel-sel ginjal tidak diketahui. ;etapi penelitian telah menemukan *aktor-*aktor tertentu yang tampaknya meningkatkan resiko terjadinya kanker ginjal. 3erokok merupakan *aktor resiko yang paling dekat dengan timbulnya kanker ginjal. <aktor resiko lainnya antara lain0

a. "egemukan

(6)

c. =ingkungan kerja (pekerja perapian arang di pabrik baja memiliki resiko tinggi, juga pekerja yang terpapar oleh asbes)

d. ialisa (penderita gagal ginjal kronis yang menjalani dialisa menahun memiliki resiko tinggi)

e. enyinaran 2., Pat#)$s$#l#g$

alam keadaan normal, sel-sel di dalam saluran kemih tumbuh dan membelah secara #ajar. ;etapi kadang sel-sel mulai membelah diluar kendali dan menghasilkan sel -sel baru meskipun tubuh tidak memerlukannya. 5al ini akan menyebabkan terbentuknya suatu massa yang terdiri jaringan berlebihan, yang dikenal sebagai tumor.;idak semua tumor merupakan kanker (keganasan). ;umor  yang ganas disebut tumor maligna. Sel-sel dari tumor ini menyusup dan merusak   jaringan di sekitarnya. Sel-sel ini juga keluar dari tumor asalnya dan memasuki

aliran darah atau sistem getah bening dan akan terba#a ke bagian tubuh lainnya (proses ini dikenal sebagai metastase tumor). ;anpa penanganan proses lokal ini meluas dengan bertumbuh terus ke dalam jaringan sekelilingnya dan dengan  bermetastasis menyebabkan kematian. rogesi*itasnya berbeda-beda, karena itu  periode sakit total ber+ariasi antara beberapa bulan dan beberapa tahun.>

2.- Man$)estas$ "l$n$s

ada stadium dini, kanker ginjal jarang menimbulkan gejala. Sedangkan  pada stadium lanjut, akan didapatkan tiga tanda trias klasik berupa0 nyeri  pinggang, hematuria dan massa pada pinggang merupakan tanda tumor dalam stadium lanjut. ?yeri terjadi akibat in+asi tumor ke dalam organ lain, sumbatan aliran urin atau massa tumor yang menyebabkan peregangan kapsula *ibrosa ginjal. !dapun gejala yang paling banyak ditemukan adalah hematuria (adanya darah di dalam air kemih). 5ematuria bisa diketahui dari air kemih yang tampak  kemerahan atau diketahui melalui analisa air kemih. Selain itu, juga terjadi tekanan darah tinggi terjadi akibat tidak adekuatnya aliran darah ke beberapa  bagian atau seluruh ginjal, sehingga memicu dilepaskannya zat kimia pemba#a  pesan untuk meningkatkan tekanan darah. olisitemia sekunder terjadi akibat tinggi kadar hormon eritropoietin, yang merangsang sumsum tulang untuk 

(7)

meningkatkan pembentukan sel darah merah. Gejala lainnya yang mungkin terjadi0$,>,&

/. ?yeri pada sisi ginjal yang terkena . enurunan berat badan

. "elelahan

:. demam yang hilang-timbul.

Gejala-gejala lainnya adalah anemi karena terjadinya perdarahan intra tumoral. @arikokel akut yang tidak mengecil dengan posisi tidur. @arikokel ini terjadi akibat obstruksi +ena spermatika interna karena terdesak oleh tumor ginjal atau tersumbat oleh trombus sel-sel tumor. 4ntuk mengetahui tanda-tanda metastasis ke paru atau hepar, kita harus menemukan tanda-tanda dari sindroma  paraneoplastik, yang terdiri atas sindroma Stau*er (penurunan *ungsi li+er yang

tidak ada hubungannya dengan metastasis pada hepar dengan disertai nekrosis  pada berbagai area pada li+er), hiperkalsemia (terdapat pada /%' kasus kanker 

ginjal), polisitemia akibat peningkatan produksi eritropoietin oleh tumor, dan hipertensi akibat meningkatnya kadar renin.

2. Penentuan !ta%$um

embagian stadium dari tumor (menurut 7obson) ini dibagi menjadi beberapa stadium yaitu0,:,$

 Stadium / 0 tumor masih terbatas di dalam parenkim ginjal dengan *asia gerota masih utuh

 Stadium 66 0 tumor in+asi ke jaringan lemak perirenal dengan *asia gerota masih utuh

 Stadium 666 0 tumor in+asi ke +ena renalisA +ena ka+a atau lim*onodi regional. Stadium tiga ini dibagi lagi menjadi menjadi beberapa kelas 0

a. 666! 0 tumor menembus *asia gerota dan masuk ke +.renalis  b. 666B 0 kelenjar lim*e regional

c. 6668 0 pembuluh darah local

 Stadium 6@ 0 tumor ekstensi ke organ sekitarnyaA metastasis jauh (usus). Stadium empat ini juga dibagi lagi menjadi 0

a. 6@! 0 dalam organ sekitarnya, selain adrenal  b. 6@B 0 metastasis jauh (Basuki, %%).

(8)

Sedangkan pembagian yang mengacu kepada ;?3 pada ;umor adalah ,:,$0  ;umor primer ( ; )

a. ;/ ;erbatas pada ginjal ,$C,$ cm

 b. ; "eluar ginjal, tidak menembus *asia gerota c. ;a 3asuk adren atau jaringan perine*rik  d. ;b 3asuk +.renalisA +.ka+a

e. ;: 3enembus *asia Gerota

  ?ode "elenjar regionalA hilus, para aorta, para ka+a ( ? ) a. ?% ;idak ada penyebaran

 b. ?/ "elenjar tunggal C$ cm

 3etastasis (;)

a. 3% tidak ada metastasis jauh  b. 3/ ada metastasis jauh

2./ D$agn#s$s %an D$agn#s$s Ban%$ng 2./.1 D$agn#s$s

a. Pemer$ksaan )$s$k 

ada pemeriksaan *isik, kadang bisa dirabaAdirasakan benjolan di  perut. Jika dicurigai kanker ginjal, maka dilakukan 0

(. La(#rat#r$um

ada pemeriksaan urinalisa dapat dijumpai adanya hematuria.  ?amun, harus diingat bah#a tidak adanya hematuria tidaklah dapat

menyingkirkan kemungkinan adanya tumor ganas ginjal. ada  pemeriksaan darah dapat dijumpai anemia, gangguan *ungsi hepar, dan

hiperkalsemia. eninggian laju endap darah juga sering dijumpai.$

0. Ra%$#l#g$

iagnosis karsinoma ginjal terutama mengandalkan pemeriksaan  pencitraan, termasuk 4SG, 8; dan 376, B?D-6@ dan angiogra*i ginjal kiri sudah jarang digunakan, skrining radioisotope terutama digunakan untuk menilai metastasis tulang atau hati. asien hematuria harus berlebih dulu diperiksa dengan 4SG, jika menemukan lesi penempat ruang, harus diperiksa lebih lanjut dengan 8; atau 376 untuk memperjelas diagnosis. "arsinoma asimtomatik de#asa ini sebagian terbesar terdeteksi dengan 4SG. Setahun sekali 4SG ginjal merupakan cara paling sederhana dan e*ekti* untuk menemukan karsinoma ginjal.

emeriksaan 4SG umumnya dapat membedakan karsinoma ginjal, angioleiomiolipoma ginjal dan kista ginjal sederhana. =emak 

(9)

menunjukkan hiperekoik, karsinoma sel ginjal tidak mengandung lemak  sehingga 4SG dapat membedakan dengan baik karsinoma ginjal dan angioleiomiolipoma ginjal. ;api angioleiomiolipoma ginjal yang mengandung sedikit lemak mudah didiagnosis keliru sebagai karsinoma ginjal. Skringing 8; harus planar dan kontras, dapat mendiagnosis secara tepat kebanyakan karsinoma ginjal, tapi kista hemoragik mudah terdiagnosis keliru sebagai karsinoma ginjal, dalam hal ini 376 dapat membantu membedakannya, 8; dan 376 sangat membantu dlam menemukan embolus +ena, menentukan lingkup embolus kanker dan stadium klinis.

U!'  ULTRA!N'RAPH4

!pabila terdapat keraguan antara kista atau tumor padat ginjal, maka pemeriksaan tersederhana dan murah adalah pemeriksaan ultrasonogra*i. alam hal ini 4SG hanya dapatmenerangkan bah#a ada massa solid atau kistik 

7eal time

 3endeteksi 9$' massa Ccm, E>%' cm

 5iperekoik (:9'), isoekoik (:') atau hipoekoik (/%') massa ginjal

 oor acoustic transmission, kontur berlobulasi

 ;epi hipoekoik, permukaan irregular antar ginjal yang berdekatan

 "ista 7880

• Septa multiple dengan penebalan septa nodul dan atau kalsi*ikasi • enebalan mural, nodul dan kasi*ikasi

• i*use, massa hipoekoik ( perdarahan dan nekrosis) dengan *luid

(10)

5#l#r D#**ler

 3enilai +askularisasi massa pada ginjal paling menonjol aliran #arna disekeliling tepi massa

 5igh +elocity signal dari arterio+enous shunting 7enal cell carcinoma

(11)

MRI

376 bisa memberikan keterangan tambahan mengenai penyebaran tumor. 376 dapat mengungkapkan adanya in+asi tumor pada +ena renalis dan +ena ca+a tanpa membutuhkan kontras, tetapi kelemahannya adalah kurang sensiti*  mengenali lesi solid yang berukuran kurang dari  cm. 376 juga berman*aat untuk magnetic resonance +enography untuk membantu diagnosis trombus pada +ena renalis. 376 dapat menunjukkan in*ormasi penting untuk menentukan  perluasan tumor di dalam +ena ca+a in*erior termasuk perluasan ke daerah

(12)

Gambar ..:. karsinoma sel renalis sinistra pada pasien dengan penyakit ginjal  polycystic. aksial t/ #eighted contrast enhanced 376.

2./.2 D$agn#s$s (an%$ng a. 7enal Dncocytoma

 Batas tajam, massa homogeny dengan batas halus yang mengelilingi

 Stelatae area pada scar, dapat menstimulasi hemorrhagic dan necrotic 788

 6maging tidak dapat membedakan, diperlukan tindakan bedah  b. 7enal !ngiomyolipoma

 6ntratumoral, massa lemak tanpa kalsi*ikasi sangat jarang pada 788

 Sulit dibedakan dari 788 bila tidak tampak lemak pada 8; c. ;ransitional 8ell 8arcinoma

 6n*iltrasi ginjal-pembesaran ginjal dan batas irregular tanpa perubahan  bentuk 

 <illing de*ect pada pel+is ginjal, system pengumpul sempit dan irregular 

 Selubung pada system pel+icaliceal 1tumor hipo+ascular 

 Jarang menstimulasi terjadinya 788 d. 7enal 3etastases an =ymphoma

 3etastase (missal0 kanker paru, kanker payudara, kanker colon, malignant melanoma)

• Biasanya hipo+ascular dengan pertumbuhan in*iltrati+e • Bila hiper+ascular mungkin menyebabkan 788

 =ymphoma

• Biasanya multiple atau bilateral dengan pertumbuhan in*iltrati+e

• 5ipoekoik, hipo+askuler, soliter, massa internalFadenopathy bias

menstimulasi 788

(13)

e. 6n*eksi Ginjal

 8ontoh 0 pielone*ritis *okal, abses renal

 3assa nekrotik dengan pembesaran ginjal

 ibedakan berdasarkan ri#ayat klinis dan urinalisis *. 5emoraghic 7enal 8yst

!+askuler 788 dapat menyerupai, dapat digunakan multiphase 8; untuk  membedakan.

2.6 Tatalaksana

asien dengan kanker ginjal dapat diterapi dengan cara operasi, arterial embolisasi, terapi radiasi, terapi biologi, atau kemoterapi. Beberapa juga dengan terapi kombinasi. :,$,&

a. Dperasi

;indakan operasi merupakan pera#atan yang paling umum untuk kanker  ginjal disebut juga terapi lokal. Suatu operasi untuk mengangkat ginjal disebut suatu nephrectomy. !da beberapa tipe dari nephrectomy. ;ipe tersebut tergantung  pada stadium tumor.

  Radical nephrectomy: 3erupakan terapi pilihan apabila tumor belum mele#ati garis tengah dan belum mengin*iltrasi jaringan lain. !hli bedah mengangkat seluruh ginjal bersama dengan kelenjar adrenal dan beberapa  jaringan sekitar ginjal. Beberapa simpul-simpul getah bening di area itu juga

diangkat.

  Simple nephrectomy: suatu tindakan operasi yang hanya mengangkat  bagian ginjal saja. Beberapa pasien dengan kanker ginjal stadium 6

merupakan indikasi simple nephrectomy.

  Partial nephrectomy: Suatu tindakan operasi yang hanya mengangkat  bagian dari ginjal yang mengandung tumor. Jenis tipe operasi ini digunakan  pada pasien yang hanya mempunyai satu ginjal, atau ketika kanker 

mempengaruhi kedua ginjal.  b. !rterial embolization

!rterial embolization adalah suatu tipe terapi lokal yang menyusutkan tumor. ;erapi ini biasanya dilakukan sebelum operasi untuk memudahkan operasi. "etika

(14)

operasi tidak mungkin dilakukan, embolization digunakan untuk membantu menghilangkan gejala-gejala dari kanker ginjal. okter memasukan suatu tabung yang sempit (kateter) kedalam suatu pembuluh darah di kaki. ;abung dile#atkan keatas sampai pada pembuluh besar utama (arteri ginjal) yang menyediakan darah  pada ginjal. okter menyuntikan suatu senya#a kedalam pembuluh darah untuk 

menghalangi aliran darah kedalam ginjal untuk mencegah tumor bermetastasis. c. ;erapi 7adiasi

;erapi radiasi (radioterapi) adalah tipe yang lain dari terapi lokal. ;erapi ini menggunakan sinar bertenaga tinggi untuk membunuh dan mempengaruhi sel-sel kanker hanya di area yang dira#at.

d. ;erapi Biologi

;erapi biologi adalah tipe dari terapi sistemik. ;erapi ini menggunakan senya#a-senya#a yang berjalan melalui aliran darah, mencapai dan mempengaruhi sel-sel di seluruh tubuh. ;erapi biologi menggunakan kemampuan alamiah tubuh (sistim imun) untuk mela#an kanker.ada pasien-pasien dengan kanker ginjal yang metastatis, dokter menyarankan inter*eron alpha atau interleukin- (6=- atau aldesleukin).

e. "emoterapi

"emoterapi juga adalah suatu tipe dari terapi sistemik. Dbat-obat anti kanker   pada kemoterapi memasuki aliran darah dan beredar ke seluruh tubuh. 3eskipun

obat-obat anti kanker ini mempunyai banyak man*aat untuk mengobati kanker-kanker yang lain, obat ini kurang e*ekti* pada kanker-kanker ginjal. Saat ini, para dokter  masih mempelajari obat-obat dengan kombinasi baru yang terbukti lebih  berman*aat.

(15)

Banyak *aktor yang mempengaruhi prognosis penyakit ini seperti keadaan klinis, stadium, derajat histologi dan ukuran tumor, laju endap darah, dan kelamin penderita. Secara umum presentasi harapan hidup untuk stadium 6 adalah $', stadium 66 99', stadium 666 $', dan stadium 6@ %'. aska ne*rektomi radikal karsinoma sel ginjal yang terlokalisir memiliki sur+i+al $ tahun 9-:'. "arsinoma sel ginjal yang terlokasisasi berdiameter : cm, paska-operasi memiliki sur+i+al %-/%%', angka rekurensi lokal dalam '. 7ekurensi lokal tanpa metastasis jauh, paska-reseksi lesi rekuren, sur+i+al $ tahun masih mencapi 9%'.

BAB III PENUTUP 3.1 "es$m*ulan

7enal 8ell 8arcinoma atau karsinoma sel ginjal merupakan tumor yang  berasal dari epitel tubulus ginjal terutama terletak di korteks."arsinoma sel ginjal

membentuk 9%' sampai 9$' dari semua tumor ganas primer di ginjal, dan  ' sampai  ' kanker pada orang de#asa dan lebih banyak pada pria dari pada #anita. 5al ini berarti sekitar %.%%% kasus pertahun :% ' pasien meninggal akibat penyakit ini. iagnosa dini dalam penemuan tumor akan meningkatkan  prognosisnya.

(16)

DA&TAR PU!TA"A

/. 8ohen 5erbert ;, 3cGo+ern <rancis J. %%$.  Renal Cell Carcinoma. ? Hngl J 3ed.

. "umar @, 8otran 7.S, dan 7obbins S.=. %%&.  Buku Ajar Patologi Robbin .  Edisi 7 . Jakarta0 HG8.

. rice, Syl+ia !. %%.  Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit  olume ! Edisi. Jakarta0 HG8.

:. 7asad S. %%$. Radiologi "iagnostik. Edisi !. Jakarta0 Balai enerbit <" 46. $. Scanlon @8, Sanders ;. %%&.  Essentials of anatomy and p#ysiology.$t#ed .

hiladelphia0 <.!. a+is 8ompany. p.:/-%.

6. ;anagho H!. %%9.  Anatomy of %#e &enitourinary %ract . 6n0 ;anagho H!,

3c!ninch JI, editors. Smith s general urology. /&th ed. 4S!0 3cGra#-‟

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian ini konsisten dengan penelitian Darminto (2008), Marpaung dan Hadianto (2008) serta Dewi (2008) yang menunjukkan bahwa Profitabilitas berpengaruh positif terhadap

Hasil dari penelitian ini adalah SRPMM yang peruntukannya untuk wilayah gempa sedang, tetap dapat memberikan kinerja cukup baik yang ditunjukkan dengan

Fungsi perlakuan pada pembuatan keju mozarella diantaranya proses pencampuran asam sitrat ke dalam susu yang berguna agar suasana menjadi asam sehingga enzim

Keruing pungguh (Dipterocarpus confertus SLOOT) merupakan tanaman yang termasuk dalam famili Dipterocarpaceae sehingga kemungkinan mempunyai kandungan senyawa dengan

Mereka kemudian menyimpulkan bahwa fibroscan adalah metode yang dapat diandalkan untuk diagnosis sirosis pada pasien dengan penyakit hati kronis, terutama dengan cut-off 14,6

Terdapat kecenderung- an yang meningkat pada kerapatan RE sedang dan tinggi pada stroma dengan derajat perdarahan yang makin berat, walaupun secara statistik menunjuk- kan hubungan

Dengan demikian, instru- men ini diyakini dapat digunakan untuk menggali informasi mengenai kemampuan berpikir tingkat tinggi fisika dengan tepat pada peserta didik