ZHARFAN A.L
MEMBUAT IA HARUS MENELAN PIL PAHIT KARENA TEMPAT KERJANYA MEMECATNYA KARENA IA TIDAK MEMILIKI IJAZAH SRAJANA. NAMUN SEORANG MANAJER BERNAMA MCFADDEN BERPENDAPAT KETIADAAN GELAR TERSEBUT DIANGGAP SEBAGAI PENGHAMBAT KARIRNYA DI PERUSAHAAN TERSEBUT, SEHINGGA MEREKA MEMUTUSKAN UNTUK
"MERUMAHKAN"NYA. 1
Bryan melakukan pekerjaan seperti biasa yg dilakukannya sehari-hari di kantor.
Ketika jam istirahat siang tiba, ia d panggil oleh
manajemen tempat ia bekerja untuk datang ke ruang rapat. Namun tak seperti biasa, disana ia menemui beberapa orang manajer sekaligus dan membicarakan hal-hal yang serius.
BRYAN
Hi, selamat siang semua. Seperti biasa, hari ini nampak cerah dan semua pekerjaan berjalan lancar. (Membuka pintu ruang rapat dan menyapa para manajer)
MCFADDEN
Hi Bryan, ya nampaknya seperti itu.
(Menjawab dengan suara rendah dan tetap nampak serius)
MANAJER YANG LAIN Duduklah Bryan, ada yang harus kami beritahukan kepadamu.
BRYAN
Ada apa dengan kalian.?
Sepertinya ada masalah serius.? MCFADDEN
Hmm.. Ya, ada beberapa masalah yang hrs kami pertimbangkan, dan itu menyangkut dirimu.
BRYAN
Oke, apa yang ingin anda diskusikan dengan saya?
MANAJER YANG LAIN Ini menyangkut masa depan perusahaan dan dirimu Bryan.
MCFADDEN
Ya, lihatlah kondisi ekonomi saat ini. Kami rasa anda juga dapat
MCFADDEN (cont’d)
dengan perusahaan kita. Sehingga kami pikir harus mengurangi
beberapa karyawan. BRYAN Apa maksud kalian?
(Memotong pembicaraan McFadden)
MANAJER YANG LAIN
Ya, seperti yang telah dikatakan oleh McFadden. Nampaknya kami harus mengurangi karyawan demi berlangsungnya perusahaan kita.
BRYAN
Apa kalian akan memecatku.? Bagaimana bisa.? Lihatlah prestasiku di perusahaan ini!
MANAJER YANG LAIN Memang, anda adalah salah satu pegawai yang paling rajin. Namun itu saja untuk kami belum cukup.
BRYAN
Lalu kenapa saya..Apa saya melakukan kesalahan?
MCFADDEN
Tidak, anda bekerja dengan baik. Namun kami membutuhkan pekerja yang lebih memiliki kompetensi di bidangnya. Lihatlah kami, kami lulus dari perguruan tinggi dan tidak sedikit yang memiliki gelar tinggi.
MANAJER YANG LAIN Dengan pertimbangan ini, kami rasa anda tidak memiliki peluang untuk dipromosikan.
(Bryan tertunduk lesu mendengar keputusan dari manajemen tempatnya bekerja)
PERUBAHAN HIDUP DARI YANG BERKECUKUPAN MENJADI MEMILIKI TANGGUNGAN HIDUP YANG BERAT 2 KEPUTUSAN BRYAN UNTUK MENGAMBIL BANGKU PERGURUAN TINGGI,
WALAU USIANYA YANG HAMPIR PARUH BAYA 2 Walau Bryan belum bisa menerima keputusan dari manajemen, namun ia tidak bisa menolak keputusan tersebut.
Dengan rasa pantang menyerah, mulailah Bryan berkeliling mencari pekerjaan, dari satu perusahaan ke perusahaan yang lain, dari toko satu ke toko yang lain. Namun ia tidak mendapat pekerjaan yang baru. Semakin lama semakin ia putus asa untuk mencari pekerjaan.
Ia mendatangi seorang tetangganya yang bernama White, yang memiliki sebuah perusahaan lokal untuk mencoba melamar pekerjaan di perusahaannya.
BRYAN
Hi White, bagaimana kabarmu hari ini?
WHITE
Tidak terlalu buruk. Masih
sesiang ini anda sudah di rumah. Apakah hari ini libur bekerja?
BRYAN
Tidak, saya diberhentikan dari perusahaan beberapa hari yang lalu.
WHITE
Oh, I’m sorry to hear that. BRYAN
Ya, apakah di perusahaanmu ada lowongan untuk pegawai baru?
WHITE
Maaf Bryan, perusahaan saya juga terkena dampak krisis ekonomi saat ini. Banyak pegawai yang saya rumahkan juga.
BRYAN
Baiklah kalau begitu, terima kasih.
WHITE
Memang ada apa? Kenapa kamu di berhentikan? Saya dengar anda salah satu pegawai terbaik di perusahaan tersebut.
BRYAN
Ya, saya dinobatkan “Employee of the Month” selama 10x
berturut-turut. Namun latar belakang pendidikan saya yang belum memiliki gelar sarjana yang membuat saya tersingkir dari
WHITE
Saya mengerti masalah anda.
Bagaimana jika anda coba masuk di perguruan tinggi? Siapa tahu
banyak perusahaan yang berminat denganmu kelak.
BRYAN
Baik lah, terima kasih White atas masukannya, akan saya
pertimbangkan.
Bryan pulang ke rumah sambil mulai berpikir bagamana jika ia melanjutkan ke bangku kuliah. Maka keesokan harinya ia memantapkan diri untuk masuk ke perguruan tinggi. Ia
memilih perguruan tinggi terbuka yang ada di daerahnya. Ia berangkat dengan mengendarai mobil kesayangannya. Ia mulai masuk kampus dan mencari informasi jurusan apa yang cocok untuknya. Setelah lama ia berpikir, ada seorang bapak tua bernama Green datang menyapanya.
GREEN
Selamat pagy pak, apakah anda dosen baru di kampus ini?
BRYAN
Oh bukan, saya ingin mendaftar sebagai mahasiswa di kampus ini. Namun saya bingung, program study mana yang cocok untuk saya.
GREEN
Kalau begitu perkenalkan, nama saya Green salah satu dosen di kampus ini. Anda tertarik dalam bidang apa?
BRYAN
Nama saya Bryan, senang
berkenalan dengan anda. Saya pernah bekerja di bagian
personalia. Menurut anda, prodi apa yang cocok untuk saya?
GREEN
Hmm, anda bisa mencoba kelas baru kami "public speaking",kelas ini dapat mengubah hidup anda.
Bagaimana?
BRYAN
Nampaknya cukup menarik, baik saya akan mengambilnya.
GREEN
Baik lah, mari ikut saya kekantor untuk mengisi formulir dan
persyaratan lainnya.
Bryan mengikuti Green ke ruang administrasi untuk mengurus berkas-berkas dan membuat KTA layaknya mahasiswa yang
lain.
DENGAN MASUKNYA BRYAN DI PERGURUAN TINGGI, DIMULAILAH KEHIDUPAN BRYAN YANG BARU 3 PERUBAHAN HIDUP BRYAN YANG LEBIH BERWARNA DENGAN MASUK KE
PERGURUAN TINGGI 3
Di hari pertama, dengan mobilnya ia berangkat dengan tergesa-gesa. Sampai d kampus, ia berlari menuju ruang kelas. Selama Bryan mencari kelasnya, di kelas sudah berdatangan mahasiswa yang lain, dan seorang dosen pun menyusul memasuki kelas.
Namun dengan kaget, dosen itu melihat jumlah mahasiswa yang hadir di kelasnya. Ia mulai menghitung jumlah
mahasiswa yang ada, ia hitung hanya ada 9 mahasiswa. Ia pun menghitung ulang karena tidak percaya dengan
hitungannya yang pertama. Lalu ia menyapa mahasiswanya dengan nada acuh.
CINTYA
Helo semua, kelas dibubarkan. Karena tidak memenuhi jumlah mahasiswa minimum. Mengerti semua? Bagus!
Semua mahasiswa mendengar dengan rasa heran tanpa sepatah katapun yang terucap. Lalu dosen pun berjalan menuju pintu keluar. Sebelum dosen itupun keluar, datanglah Bryan dr pintu belakang kelas.
BRYAN
Hi semua, apakah ini kelas public speaking?
Mahasiswa yang telah menunggu di kelas pun tersenyum dan menghadap ke dosen tadi. Maka masuklah Bryan kekelas
tersebut dan dosen tersebut tidak jadi meninggalkan kelas. Dengan suara keras dan berjalan menuju kursinya mengajar, ia memperkenalkan diri kepada kelas.
CINTYA
Baik semua, nama saya Cintya. C.I.N.T.Y.A!
Mahasiswa bingung dengan tingkah dosen mereka, yang bersikap cuek dan tanpa ekspresi.
CINTYA
Oke, apa yang ingin kalian pelajari dari kelas saya?
NEIA
Saya mendengar kelas anda masih baru, saya ingin belajar apapun dari anda.
CINTYA
Baiklah kalau begitu, ikuti
perintah dan kerjakan semua tugas yang saya berikan! Ada yang lain?
Bryan mengangkat tangan dengan ragu dengan memandang teman-teman yang da di kelasnya.
BRYAN
Permisi Bu, lalu apa yang akan kita pelajari? CINTYA Siapa namamu? BRYAN Bryan. B.R.Y.A.N. CINTYA
Apa yang membuatmu memilih kelas ini?
BRYAN
Kata Pak Green. Kelas anda dapat merubah hidup saya.
CINTYA
Baik, semuanya dengarkan! 3 hari lagi kita bertemu kembali dan buatlah paper tentang kehidupanmu dan tetangga di sekitarmu. Ok, kelas hari ini selesai!
Semua mahasiswa bubar dan masih terheran dengan dosen mereka. Dosen itupun pergi pulang dengan wajah yang tetap tanpa ekspresi. Sampainya di rumah, ia tak jg disambut oleh suaminya. Namun mereka bertengkar hebat, seperti biasa ia tidak suka melihat suaminya yang tidak bekerja, hanya dirumah melakukan hal yang tidak berguna.
4 KESADARAN BRYAN UNTUK MELAKUKAN PENGHEMATAN BIAYA HIDUP 4 Di sisi lain, Bryan pulang dengan mobil kesayangannya. Di jalan, ia singgah di sebuah pom bensin. Ia mengisi bensin mobilnya begitu lama, lalu di sampingnya ada seseorang yang mengendarai sepeda motor akan mengisi bahan bakar juga. Ia mengamati pria tersebut, dan dilihatnya motor tersebut tidak membutuhkan bahan bakar yang banyak. Lalu
setelah mobilnya penuh, sesegera ia pulang dan mengecek tabungan miliknya.
Bryan berpikir bagaimana kalau ia mengganti kendaraannya dengan sepeda motor untuk mengurangi beban pada ongkos bahan bakar. Lalu ia memutuskan untuk membeli motor tua sebagai kendaraannya sehari-hari.
Pada hari ia berangkat ke kampus, ia bertemu dengan
temannya Neia di tempat parkir. Dan mereka berjalan menuju kelas bersama.
NEIA
Hi tuan, manis sekali motor anda. Begitu antik.
(Sambil memandangi motor Bryan)
BRYAN
Hi Neia, terimakasih. Ini motor baru saya.
NEIA
Pilihan yang tepat Bryan. Nanti setelah perkuliahan usai, apakah anda ada kegiatan?
BRYAN Tidak, ada apa? NEIA
Nanti ikut saya, akan ku perkenalkan dengan dengan teman-teman saya.
BRYAN
Baiklah tidak masalah.
Mereka pun sampai di kelas, berkumpul dengan temannya yang lain dan mempresentasikan apa yang telah mereka buat.
Selesai perkuliahan, Neia mengajak Bryan bertemu dengan teman-temannya di tempat parkir kampus mereka. Ia
memperkenalkan Bryan kepada teman-temannya tersebut. NEIA
Hi semua, saya mengajak teman baru untuk ikut dalam klub kita.
Teman-teman yang ada di klub menyambut Bryan dengan senang hati.
ZHA
Hi, siapa namamu pak? Saya Zha. Selamat datang di club kami.
BRYAN
Hi Zha, namaku Bryan. Teman sekelas Neia. terima kasih atas sambutannya.
BRYAN
Neia, jadi anda memiliki klub motor klasik ternyata?
NEIA
Ya begitulah, selamat datang di dunia kami.
ZHA
Ayo semua, mari kita berkeliling sebentar.
Bryan bersama teman-teman di klub barunya kemudian
berkeliling menunggangi motor antik mereka masing-masing. 5 KEHIDUPAN ASMARA BRYAN YANG MASIH DIPERTANYAKAN 5
Keesokan harinya, Bryan di ajak oleh teman-temanny di klub untuk ikut berkumpul di sebuah rumah makan. Disana Bryan mendapat tawaran pekerjaan paruh waktu untuk menjadi
pelayan restoran. Ini sangat menolong kondisi keuangannya yang semakin memburuk.
ZHA
Hi Bryan, bagaimana kabarmu hari ini?
BRYAN
Ckup baik, nampaknya kalian sedang mengadakan pesta disini?
ZHA
Oh tidak, kami biasa berkumpul disini. Ini adalah restoranku.
BRYAN
Keren, hebat sekali. Kau masih muda sudah memiliki restoran seperti ini.
ZHA
Terimakasih, tapi saya diberitahu Neia nampaknya anda ada masalah dengan pekerjaan lama? Bagaimana jika anda bekerja paruh waktu disini?
BRYAN
Apa anda yakin? Oh, terimakasih sekali Zha.
ZHA
Tentu saja. Banyak teman klub yang bekerja paruh waktu juga di tempat ini.
Tak lama setelah itu, Neia pun datang ke restoran tersebut dan mengajak mereka untuk mengunjungi rumah Bryan.
BRYAN
Ok semua, selamat datang di rumah saya.
ZHA
Owh, bagus sekali rumah dan tamanmu?
BRYAN
Biasa saja Zha, ayo masuk semua. NEIA
Hi Bryan, dimana istrimu? Di dalam rumahmu begitu berantakan?
BRYAN
Saya belum memiliki istri, dulu saya sibug bekerja.
NEIA
Pantas saja. Baik kawan-kawan, ada pekerjaan yang harus kita lakukan.
Neia mengajak teman-teman yang lain untuk membereskan perabotan milik Bryan, sedangkan Bryan kaget karena di ajak keluar mencari pakaian-pakaian baru yang mereka anggap fasion Bryan perlu ada perbuahan.
Di malam harinya Ibu Cintya pulang dari kampus ia mengajar, pada saat itu hujan yang sangat lebat. Ia beristirahat di sebuah restoran, disana ia melihat
suaminya keluar dari mobil dengan wanita lain. Dan membeli makanan di restoran yang sama, ini membuatnya semakin
marah dengan kelakuan suaminya tersebut.
Keesokan harinya Bryan dan teman-teman yang lain berangkat ke kampus, namun seperti biasa dosen mereka tampak tidak perduli dengan keadaan sekitar. Seperti biasa, perkuliahan menjadi tidak menarik hingga jam kuliah usai.
Bryan pulang dengan motor antiknya, namun di jalan ia bertemu dengan dosennya tersebut sedang mengendarai mobilnya untuk bergegas pulang. Dari luar ia mendengar musik dan suara orang berbicara.
BRYAN Permisi bu.
CINTYA
Hi, kau muridku bukan? BRYAN
Ya bu, saya Bryan. Ngmong-ngomong suara siapa itu di dalam mobil anda? Saya tidak melihat siapapun didalam selain anda yang sedang mendengar music.
CINTYA
Ini suara GPS yang tidak mau diam.
Melalui jendela yang dibuka Bryan memasukkan setegah
badannya untuk menjangkau GPS tersebut lalu mengutak atik mengajarkan dosennya tersebut bagaimana mengontrol GPSnya yang berisik itu.
CINTYA
Bagus, terima kasih Bryan atas bantuannya.
BRYAN
Tidak masalah bu. Itu hal yang mudah.
CINTYA
Aha, ngomong-ngomong dimana rumahmu?
BRYAN
Anda ingin tahu rumah saya? Ayo ikuti saya.
CINTYA
Ada apa dengan mahasiswa ini, bersemangat sekali dia.
Bryan langsung menggeber motornya, dengan asumsi Ibu
Cintya mengikutinya dari belakang. Sedangkan Cintya tidak mengikutinya karena dia hanya sekedar bertanya saja.
6 BRYAN MERASAKAN JATUH CINTA KEPADA ORANG YANG SELAMA INI
DIPERTANYAKAN TINGKAHLAKUNYA 6
Suatu malam Bryan berkeliling dengan klub motornya bersama Zha, Neia, dan teman-teman yang lain. di jalan ia
mendengar suara orang yang sedang bertengkar di dalam mobil. Neia merasa mengenal suara tersebut, sehingga memutuskan untuk mengiktuti mobil tersebut bersama
teman-teman yang lain. Benar saja, dari kejauhan mereka mengikuti mobil tersebut, keluarlah seorang wanita dari mobil itu dan mobil tersebut pergi begitu saja.
Lalu Bryan dan Neia mendekati wanita tersebut yang sudah mereka ikuti dari tadi, tidak lain dosen mereka Cintya. Di
pinggir jalan ia menangis sendiri, diajaklah ia untuk berkeliling bersama mereka. bryan dan Neia membujuknya untuk ikut sehingga iapun mw ikut bersama mereka. Di jalan mereka banyak bercerita mengenai pertengkaran tadi.
NEIA
Maaf bu, siapa orang yang bersama anda di dalam mobil tadi?
CINTYA
Ia adalah suamiku, seperti biasa kami selalu bertengkar. Namun kali ini kemarahan saya sudah mencapai batasnya.
BRYAN
Ya, suara ribut tadi terdengar sampai di luar bu.
CINTYA
Bagaimana lagi, kami sedang bertengkar hebat. Kemarin saya melihat ia sedang bermain dengan wanita lain.
NEIA
Apakah kondisi ini yang membuat ibu serasa tidak peduli dengan kondisi di kelas?
CINTYA
Seperti itulah kira-kira.
Larut malam merekapun kembali kerumah masing-masing, dan Bryan mengantarkan dosennya tersebut pulang terlebih dulu. Namun di jalan mereka melihat ada mobil yang sedang
berhenti diperiksa oleh polisi. CINTYA
Hi, coba lihat di depan.
Nampaknya saya tahu mobil itu, jalanlah perlahan.
BRYAN Oke bu.
Merekapun melewati mobil tersebut secara perlahan dan Cintyapun tau kalau itu adalah mobil suaminya. Ia nampaknya ditahan oleh polisi karena mengemudi dalam keadaan mabuk.
Raut wajah Cintya yang tadinya muram langsung berubah ceria stelah melihat suaminya ditangkap polisi. Sepanjang jalan ia tertawa lepas, tidak bisa menyembunyikan
kebahagiaannya. Bryan berpikir nampaknya Cintya ini juga sedang mabuk walau hanya sedikit, karena tidak bisa
Sampainya di rumah, Cintya pun masih berteriak kegirangan. Hingga di depan pintu rumah Bryan menuntunnya, tanpa
melihat sekitar Cintya pun mencium Bryan dengan muka yang sangat bahagia. Dengan malu Bryanpun lalu menjauhkan
Cintya untuk menyuruhnya masuk ke dalam rumah.
Setelah Cintya masuk kedalam rumah, Bryan meluapkan
ekspresi senangnya dengan tanpa mengeluarkan suara. Tidak tahu di dalam Cintya bisa melihat tingkahnya di luar.
CINTYA
Hi Bryan, saya masih disini. BRYAN
Oh, maaf bu. Saya segera pergi.
Dengan wajah malu dah senang, ia bergegas pulang. Keesokan paginya suami Cintya pulang kerumah kaget melihat
barang-barangnya sudah ada diluar rumah semua, dengan kata lain istrinya mengusirnya dari rumah.
7 PERJUANGAN KARIR BRYAN YANG DIBANGUN DARI AWAL 7 Semakin lama suasana kelaspun semakin kondusif, Ibu Cintya kini menjadi lebih perduli dengan lingkungan kelasnya. Semakin lama tidak terasa sudah sampai akhir masa kuliah, Ibu Cintya pun senang bisa berpisah dengan suaminya, bisa semakin dekat dengan salah seorang muridnya, dan dapat mengantar mahasiswa-mahasiswanya lulus dengan baik, terutama Bryan dan Neia.
CINTYA
Hi semua, apa yang akan kalian lakukan setelah lulus ini?
NEIA
Saya akan mencoba bergabung dengan perusahaan-perusahaan besar yang ada. Lalu apa yang akan kalian lakukan?
BRYAN Apa maksunya?
NEIA
Sudah lah, semua teman-teman juga sudah tau tentang kedekatan
kalian.
Mereka tertawa lepas dengan kelulusan itu. Mulailah lagi Bryan mencoba mencari pekerjaan dengan pendidikannya sekarang, ia berharap mendapatkan yang lebih baik dari pekerjaannya yang lalu. Namun tidak juga ada
perusahaan-perusahaan besar yang mau menerimanya. Bryan mencoba mendatangi Cintya, orang yang sekarang
paling dekat dengannya. Mencoba untuk meminta solusi atas masalahny sekarang.
BRYAN
Hi Cintya, apa kabarmu hari ini? CINTYA
Hi Bryan, seperti biasa tidak ada masalah. Ada apa denganmu, kenapa nampak murung?
BRYAN
Dengan gelar saya sekarang, saya sudah mencoba melamar di
perusahaan-prusahaan yang besar. namun kenapa tidak ada yang
tertarik dengan saya? CINTYA
Baiklah, masih banyak jalan untuk berhasil. Kenapa kamu tidak
mencoba membuat usahamu sendiri? BRYAN
Hmm, ide yang hebat. Baiklah akan saya pertimbangkan apa yang cocok dengan kemampuanku.
Kemudian Bryan mencoba membangun sebuah perusahaan
miliknya sendiri. Melalui mulut-kemulut, tak lepas juga dari promosi teman-teman di klub motornya, juga lewat web dan media masa.
8 MEMETIK KESUKSESAN DALAM KARIR DAN ASMARA 8 Semakin lama perusahaannya berkembang pesat dan menjelma menjadi salah satu yang terbaik di bidangnya. Namun tak semudah itu, perusahaannya yang dulu tempat ia bekerja mencoba menjatuhkan usahanya. Bryan berjuang untuk tetap menjadi yang terbaik. Cintya yang melihat kegigihan Bryan membuatnya semakin tertarik dengannya.
Bersamaan dengan semakin besar perusahaannya maka ia
memantapkan diri untuk mencari pasangan yang selama ini ia hanya berkonsentrasi dengan pekerjaan. Tak lama kemudian ia menggandeng Cintya yang tak lain ialah gurunya,