• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengenalan Karakter Taksonomi Untuk Identifikasi Avertebrata

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pengenalan Karakter Taksonomi Untuk Identifikasi Avertebrata"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

PENGENALAN KARAKTER TAKSONOMI UNTUK IDENTIFIKASI PENGENALAN KARAKTER TAKSONOMI UNTUK IDENTIFIKASI

AVERTEBRATA AVERTEBRATA

Oleh : Oleh : N

Naammaa : : RRiizzqqi i NNaahhrriiyyaattii N

NIIMM : : BBAA!!""!!#### R

R$$mm%%$$&&''aa&& : : IIVV K

Keell$$mm(($$)) : : "" A

A**ii**ttee&& : : NN++''rraahha a TTrrii((++ttrraa

LAPORAN PRAKTIKUM SISTEMATIKA ,E-AN I LAPORAN PRAKTIKUM SISTEMATIKA ,E-AN I

KEMENTERIAN RISET. TEKNOLOGI. DAN PENDIDIKAN TINGGI KEMENTERIAN RISET. TEKNOLOGI. DAN PENDIDIKAN TINGGI

UNIVERSITAS /ENDERAL SOEDIRMAN UNIVERSITAS /ENDERAL SOEDIRMAN

FAKULTAS BIOLOGI FAKULTAS BIOLOGI PUR-OKERTO PUR-OKERTO 0!1 0!1

(2)

BAB I2 PENDA,ULUAN A2 Latar Bela)a&'

Pengenalan merupakan identifikasi hewan baik yang sekarang ada maupun yang hidup di bumi dan juga upaya untuk menggolongkan atau mengklasifikasikan ke dalam suatu sistem dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Identifikasi hewan secara garis besar mempelajari tentang bentuk tubuh suatu organisme, dan tubuh tersebut terdapat tiap bagian-bagian yang memiliki fungsi, hal tersebut dinamakan morfologi (Radiopoetro, 11!. "aksonomi berasal dari bahasa #unani, yaitu ta$is yang berarti susunan dan nomos yang berarti aturan (hukum! sehingga dapat diartikan bahwa taksonomi merupakan susunan berdasarkan aturan tertentu. Pengelompokkan spesies ke dalam berbagai takson seringkali berubah-ubah tergantung dari sistem klasifikasi (Permana, %&&'!. ewan memiliki klasifikasi yang dibedakan berdasarkan keberadaan tulang belakang, yaitu terdapat hewan yang memiliki tulang belakang atau disebut hewan )ertebrata dan hewan yang tidak  memiliki tulang belakang disebut hewan a)ertebrata (*urhardi, 1'+!.

*truktur morfologi dan anatomi hewan a)ertebrata lebih sederhana dibandingkan dengan kelompok hewan )ertebrata (ullough, 1&!. ewan tingkat rendah memiliki endoskeleton berupa tulang rawan, sedangkan hewan tinggi endoskeleton berupa tulang keras. *istem peredaran darah pada hewan yang termasuk dalam kelompok ini dilengkapi organ jantung dengan ruangan atrium dan )entrikel. *istem pernafasan )ertebrata dilengkapi dengan organ berupa insang, kulit, dan paru-paru. *istem eksresi dilengkapi organ berupa ginjal. *istem re pr oduksi se ca ra seksual terjadi antara hewan jantan dan betina. rganisme yang termasuk )ertebrata diantaranya Pisces, /)es, Reptilia, /mphibi, dan 0amalia (asin, 1'!.

erdasarkan habitatnya, habitat hewan a)ertebrata dan )ertebrata dapat dikelompokan menjadi hewan akuatik, semi-akuatik, terestrial dan aboreal. ewan akuatik lebih banyak berada di air untuk akti)itas hidupnya dan hewan semi-akuatik   berada di air dan darat dengan perbandingan waktu yang seimbang. ewan terestrial lebih banyak di darat daripada di air, dan hewan aboreal lebih banyak berada di  pepohonan untuk melakukan akti)itasnya (asin, 1'!.

(3)

B2 T+3+a&

"ujuan praktikum acara pengenalan karakter taksonomi untuk identifikasi a)ertebrata, antara lain2

1. Praktikan mengetahui pengertian dan beberapa contoh dari karakter taksonomi hewan a)ertebrata.

(4)

BAB II2 TIN/AUAN PUSTAKA

"aksonomi merupakan salah satu cabang ilmu iologi yang mengkaji mengenai penamaan dan pengelompokkan mahluk hidup ke dalam takson atau  jenjang. 3ingkup taksonomi sangat luas mencakup taksonomi 4ryptogamae, taksonomi Phanerogamae, taksonomi 5ertebrata, dan taksonomi In)ertebrata. 3angkah awal untuk dapat memberi nama dan mengelompokkan mahluk hidup ke dalam setiap takson adalah dengan melakukan identifikasi. Identifikasi meliputi  pengamatan pada segi morfologi, anatomi, fisiologi, embriologi, ekologi, bahkan tingkat molekuler pada setiap spesies (/stuti, %&1!. *istematika didefinisikan sebagai kajian keilmuan dari jenis-jenis dan keragaman makhluk hidup serta sebagian atau semua hubungannya yang terjadi diantaranya (*impson, 11!. 6ata taksonomi dan sistematika dalam perkembangannya sering digunakan sebagai  padanan kata dengan pengertian yang sama, padahal taksonomi dan sistematika memiliki perbedaan, yaitu taksonomi hanya membahas suatu spesies ke dalam  penggolongan taksa, sedangkan sistematika membahas sampai karakter pada spesies tersebut seperti habitat, morfologi, fisiologi, dan lain sebagainya, namun pada hakikatnya taksonomi dan sistematika dalam pembelajarannya tidak dapat dipisahkan karena penggolongan suatu spesies diperlukan adanya karakter taksonomi (7ahid, %&1%!.

"aksonomi dari suatu kelompok tertentu dijalankan melalui berbagai tingkat, dan secara informal dinamakan alpha-taksonomi, yaitu tingkat dimana ditetapkan ciri-ciri dari spesies dan begitu pula nama ilmiahnya. "ingkatan kedua adalah beta-taksonomi yang merupakan penggolongan spesies ke dalam kategori yang lebih tinggi. 3alu, tingkatan ketiga merupakan gamma-taksonomi yang bertugas menganalisa )ariasi intraspesifik dan mempelajari e)olusi (urhanuddin, %&18!.

6arakter taksonomi yaitu sifat yang membedakan dari satu anggota takson dengan yang lainnya, dimana takson merupakan unit formal dan nama dalam klasifikasi taksonomi seperti filum, kelas, ordo, famili, genus, dan spesies (9ayer, %&1&!. 4ontoh dari karakter taksonomi, yaitu karakter morfologi yang merupakan  bentuk luar dari organisme dan salah satu ciri yang mudah dilihat dan diingat dalam

mempelajari organisme, bentuk luar yang dimaksud adalah bentuk tubuh serta yang termasuk di dalamnya warna tubuh yang kelihatan dari luar. *elain itu, contoh dari karakter taksonimi meliputi karakter fisiologi karakter anatomi, karakter ekologi, karakter tingkah laku, dan karakter molekuler (:oya, %&1&!.

(5)

/)ertebrata adalah hewan yang tidak bertulang belakang, serta memiliki struktur morfologi dan anatomi lebih sederhana daripada kelompok hewan bertulang  belakang (*uhardi, 1'+!. In)ertebrata yang berhabitat di sungai merupakan komponen yang sangat beragam dalam komunitas perairan dan berperan penting dalam rantai makanan akuatik dengan hubungan antara sumber utama karbon (misal2 detritus, alga! dan konsumen tingkat tinggi termasuk ikan (*tewart et al, %&1+!. ewan a)ertebata dapat dikelompokkan berdasarkan kesimetrian tubuh, struktur atau konstruksi tubuh, jumlah lapisan tubuh, pembentukan anus dan mulut pada awal  perkembangan embrionalnya, kondisi rongga tubuh (asin, 1'!.

erdasarkan konstruksi tubuhnya, struktur tubuh hewan padat berupa konstruksi seluler yang merupakan konstruksi tubuh hewan paling sederhana. *el-sel tersebut tidak membentuk jaringan atau organ sehingga organisme dengan dengan konstruksi tubuh seluler tidak mempunyai mulut, sistem pencernaan, dan sistem  peredaran darah. 6onstruksi jaringan yang merupakan konstruksi tubuh yang lebih kompleks dari konstruksi seluler karena sudah terdapat hubungan kerjasama antar sel untuk membentuk jaringan. 6onstruksi organ yang merupakan konstruksi tubuh yang  paling kompleks. rganisme dengan konstruksi tubuh organ memiliki sistem organ

yang telah terkoordinasi dengan baik (Pratt, 1+8!.

*imetri adalah suatu keadaan pada tubuh organisme yang apabila dibagi oleh suatu bidang tertentu maka kedua belahannya yang satu merupakan bayangan cermin dari yang lain (Radiopoetro, 1'+!. *imetri tubuh terdiri atas dua bangun, yaitu simetri radial dan simetri bilateral. *imetri radial adalah suatu tipe simetri pada tubuh yang secara radial mengelilingi suatu sumbu pusat tunggal. "ubuh hewan tidak jelas sisi kanan dan kirinya karena masing-masing busur sisi tubuh, identik terhadap busur  lainnya. /pabila suatu irisan diarahkan ke setiap dua radius yang berlawanan, maka irisan tersebut akan membagi tubuh hewan a)ertebrata simetri radial menjadi dua tengahan yang serupa. 4ontohnya pada hewan 4nidaria dan 4tenophora. ewan dengan simetri bilateral berarti dapat dibelah menjadi dua bagian yang sama sehingga satu bagian adalah bayangan cermin dari yang lain. "ubuh hewan simetri  bilateral, menunjukan pembagian yang jelas antara kepala, thoraks dan abdomen.

4ontoh 2 classis Insecta dari phylum /rthtropoda (7illmer, 1&!.

0enurut Radiopoetro (1'1!, dalam perkembangannya menjadi indi)idu dewasa, hewan akan membentuk lapisan tubuh. erdasarkan jumlah lapisan tubuhnya, hewan dikelompokkan menjadi diploblastik yang merupakan hewan yang

(6)

memiliki dua lapis sel tubuh. 3apisan terluar disebut dengan ektoderma, sedangkan lapisan dalam disebut dengan endoderma. 4ontoh dari hewan diploblastik adalah cnidarian, sedangkan hewan triploblastik merupakan hewan yang memiliki tiga lapis sel tubuh. 3apisan terluar disebut eksoderma, lapisan tengah disebut mesoderma, dan lapisan dalam disebut endoderma. ;ktoderma akan berkembang menjadi epidermis dan sistem saraf, mesoderma akan berkembang menjadi kelenjar pencernaan dan usus, sedangkan endoderma akan berkembang menjadi jaringan otot.

0enurut asin (1'!, hewan bisa dibagi menurut pembentukan embrionya ada dua yaitu protostome dan deurostome. Protostome merupakan hewan tingkat rendah yang terbentuk dahulu mulutnya, contohnya pada arthopoda dan )ermes. <eutrostome merupakan hewan yang dalam pertumbuhannya yang terbentuk dahulu adalah anus, contohnya adalah hewan )ertebrata dan echinodermata.

0enurut kondisi rongga tubuh, hewan a)ertebrata ada yang tidak memiliki rongga tubuh, disebut Aselomata. ewan yang memiliki rongga tubuh semu, yaitu rongga tubuh belum dilengkapi dengan peritonieum (mesoderm! yang disebut Pseudoselomata. ewan yang telah memiliki rongga tubuh yang sempurna, yaitu telah memiliki peritonium di bagian luar dan dalam untuk melindungi saluran  pencernaan disebut  Peritoneum visceralis atau Selomata. eberapa hewan a)ertebrata mengalami proses metamerisme dan tagmatisasi (*uhardi, 1'+!. 0etamer merupakan segmen-segmen yang dimiliki oleh hewan a)ertebrata. *egmen-segmen ini ada yang serupa dari depan ke belakang (anteroposterior!, gejala semacam ini, yaitu tubuh hewan a)ertebrata tersusun oleh suatu rangkaian segmen atau metamer, yang segaris sepanjang sumbu anteroposterior disebut mengalami metamerisme. 0asing-masing metamer penyusun tubuh hewan a)ertebrata ini mirip dalam konstruksi dan fungsinya. =mumnya hewan protostomata bermetamer, masing-masing metamer atau disebut juga somit, dilewati oleh usus. 4ontoh 2 anggota dari phylum /nnelida. /dapula a)ertebrata yang tubuhnya terdiri atas  penyatuan beberapa segmen menyusun kepala, thoraks dan abdomen. Proses  penyatuan beberapa atau banyak segmen dalam beragam kelompok-kelompok fungsi  pada hewan bermetamer ini di disebut mengalami tagmatisasi (asin, 1'!.

(7)

BAB III2 MATERI DAN METODE A2 Materi

/lat>alat yang digunakan pada praktikum acara Pengenalan 6arakter  "aksonomi untuk Identifikasi In)ertebrata adalah bak preparat, pinset, kamera, sarung tangan karet (glo)es!, masker, dan alat tulis.

ahan>bahan yang digunakan pada praktikum acara Pengenalan 6arakter  "aksonomi untuk Identifikasi In)ertebrata adalah beberapa spesimen hewan a)ertebrata dan alkohol ?&@.

B2 Met$4e

0etode yang dilakukan pada praktikum acara Pengenalan 6arakter  "aksonomi untuk Identifikasi In)ertebrata antara lain2

1. 6arakter pada beberapa spesimen hewan yang telah disiapkan diamati.

%. Proses identifikasi dilakukan pada beberapa hewan a)ertebrata yang telah disiapkan berdasarkan karakter morfologi yang diamati. <eskripsi hasil identifikasi hewan dibuat oleh masing-masing praktikan.

+. "abel hasil pengamatan karakter dan identifikasi pada beberapa hewan dilengkapi.

A. 3aporan sementara dari hasil praktikum dibuat.

DAFTAR REFERENSI

/stuti, <. *. %&1. Perhitungan "ingkat 6ekerabatan rdo 3epidoptera (6upu 6upu! di "ahura romo 6aranganyar 0enggunakan Indeks 6esamaan *orensen dan

(8)

  <endogram. Proceeding Biology Education Conference. 1+(1!. pp2 8'-&%. ullough, 7. *. 1&.  Practical Invertebrate Anatomy.  Bew #ork2 *t 0artinCs

Press.

urhanuddin, /. I. %&18.  Ikhtiologi, Ikan dan Segala Aspek ehidupannya. #ogyakarta2 <eepublish.

9ayer, R. %&1&. "a$onomy and *pecies <elimination in 4ryptosporidium. !ournal of  E"perimental Parasitology. 1%A. pp2 &-?.

asin, 0. 1'. Sistematika #e$an %Avertebrata dan &ertebrata' untuk (niversitas. *urabaya2 *inar 7ijaya.

Permana, /. %&&'.  Buku )ingkasan *limpiade Biologi. andung2 "im limpiade andung.

Pratt  *. 1+8. / 0anual of "he 4ommon In)ertebrates /nimals. Bew #ork2 0cDraw ill 4ompany Inc.

Radiopoetro. 1'1. +oologi. akarta2 ;rlangga. Radiopoetro. 1'+. +oologi. akarta2 ;rlangga. Radiopoetro. 11. +oologi. akarta2 ;rlangga.

*impson, D. D. 11.  Principles of Animal a"onom.  Bew #ork2 4olumbia =ni)ersity Press.

*tewart, . /., 4lose, P. D., 4ook, P. /., <a)ies, P. 0. %&1+. =pper thermal tolerances of key ta$onomic groups of stream in)ertebrates. #ydrobiologia. 1-1&.

*uhardi. 1'+. Evolusi Avertebrata. akarta2 =I-Press.

7ahid, /. %&1%. /nalisis 6arakteristik *edimentasi di 7aduk P3"/ akaru.  !urnal  #utan dan -asyarakat, %(%!2 %%-%+.

7illmer, P. D. 1&.  Invertebrate )elationships Patterns in Animal Evolution. 4ambridge2 4ambridge =ni)ersity Press.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan nilai kedalaman bidang gelincir yang telah diperoleh maka disebutkan bahwa litologi bawah permukaan pada lapangan kedua adalah tanah urug dengan keadaan sesuai

Berdasarkan nilai kedalaman bidang gelincir yang telah diperoleh maka disebutkan bahwa litologi bawah permukaan pada lapangan kedua adalah tanah urug dengan keadaan sesuai

Karakterisasi merupakan salah satu tahap yang harus dilakukan dari kegiatan pemuliaan tanaman guna merakit varietas hibrida. Generasi kedua merupakan generasi

Salah satu metode yang dapat mengatasi permasalahan siswa (penanganan perilaku menyimpang) adalah metode pembelajaran berbasis Positive Behaviour Intervention Support (PBIS)

Penghitungan indeks stomata pada satuan bidang pandang dibagi dengan jumlah stomata dan jumlah epidermis menunjukan hasil yang bervariasi, dari tiga aksesi tanaman

Jika korban masih dalam keadaan sadar dan bisa ditenangkan, maka segera tarik (evakuasi) korban dengan cara melingkarkan salah satu tangan penolong pada tubuh korban melewati

SD N Kedunglo merupakan salah satu sekolah yang masih menggunakan metode konvensional (ceramah dan gambar) saat pembelajaran anatomi tubuh pada manusia.Hal ini menjadi

Oleh karena itu, kedua diagonal tersebut terletak pada satu bidang yang melalui sisi AB dari bidang alas ABCD (atau sisi AB dari bidang sisi ABFE) dan sisi HG dari bidang atas EFGH