• Tidak ada hasil yang ditemukan

Abstract ICPPS IKA A0012

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Abstract ICPPS IKA A0012"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

Self-assessment in the implementation of pharmaceutical care in Indonesian hospitals

Ika Mulyono1*, Yosi Irawati Wibowo1, Adji Prayitno Setiadi1, Susilo Ari Wardani2

1 Centre for Medicine Information and Pharmaceutical Care (CIMPC), Faculty of Pharmacy, Universitas Surabaya, Surabaya - Indonesia.

2 East Java Provincial Health Office, Ministry of Health Republic of Indonesia, Surabaya - Indonesia.

* Corresponding author. Tel.: +62312981170; email: [email protected]

A stra tBackground: Pharmaceutical care is regarded as the process of optimizing the outcome of

a patient’s drug therapy, thus improving the patient’s quality of life. In 2016, the Indonesian Government launched a new regulation of pharmacy services in hospitals which has integrated the concept of pharmaceutical care. Yet, little is known regarding its implementation. Objective: To assess the implementation of pharmaceutical care in Indonesian hospitals. Methods: A self-assessment questionnaire was administered to pharmacists/pharmacy staff invited in a meeting as representatives of 50 hospitals across East Java-Indonesia. The questionnaire consisted of two parts: (1) hospital characteristics, and (2) implementation of pharmaceutical care–that included four areas: hospital policy, pharmaceutical management, clinical pharmacy, and quality evaluation. Descriptive statistics were used to analyze the responses. Results: This study involved 50 hospitals; the mean score for pharmaceutical care implementation was 68.84±18.30 (possible range score 1-100). The mean score per area: hospital policy 26.08±4.65 (0-33), pharmaceutical management 18.29±3.66 (0-25), clinical pharmacy 21.50±8.45 (0-37), and quality evaluation 3.57±1.82 (0-5). Clinical pharmacy areas was the least implemented compared to other areas; of those-dispensing sterile products (e.g. parenteral nutrition dispensing, intravenous admixture, and cytotoxic handling) 0.61±0.84 (0-3), medication reconciliation 0.48±0.86 (0-2), and bedside visits 2.48±2.23 (0-6)-were scored the lowest. Conclusion: Indonesian hospitals generally reported an acceptable baseline of pharmaceutical care implementation; however, supports from the national/professional bodies would be required to optimize the implementation, particularly in the areas of clinical pharmacy.

Referensi

Dokumen terkait

28.. dicapai oleh seseorang setelah melaksanakan usaha-usaha belajar.Perubahan sebagai hasil belajar bersifat menyeluruh.Menurut pandangan ahli jiwa Gestalt, bahwa perubahan

Makalah ini disajikan pada kegiatan “ Penyuluhan Bahaya dan Cara Penanggulangan Narkoba Bagi Siswa SMP.. dan SMA “ di SMA Negeri 1 Sewon, Bantul pada tanggal 19 Juli 2007

Dalam realitanya, pengembangan diri peserta didik secara utuh dan optimal lebih banyak terkait dengan wilayah pembelajaran yang merajutkan pembentukan berbagai dampak

[r]

Data D2 yang tidak masuk D3 dapat dilihat pada menu Data D2 Belum Masuk D3 pada bagian atas halaman ini.. PTU hanya dapat melakukan updating data di PD-DIKTI dan DYS akan masuk ke

Sudah Minutasi : 3 Catatan : Perkara Pidana Anak Januari s/d Juli 2013 berjumlah 34 Berkas, namun penomoran masih bersatu dengan perkara pidana biasa.. PRA

Berdasarkan pokok pemikiran tersebut, pengelolaan perpustakaan yang diatur dalam Peraturan Daerah ini bertujuan untuk : (1) menyediakan pelayanan perpustakaan kepada

Calon Peserta Pelelangan yang berminat wajib menyampaikan Pakta Integritas sesuai dengan Formulir yang terdapat dalam Dokumen Kualifikasi. Hal – hal yang belum jelas dapat