• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Jenis Asam Jeruk dan Perendaman Terhadap Mutu Ikan Mas Naniura

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh Jenis Asam Jeruk dan Perendaman Terhadap Mutu Ikan Mas Naniura"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Latar Belakang

Salah satu bentuk budaya masyarakat adalah makanan tradisional. Makanan tradisional biasanya memanfaatkan bahan baku asli dari suatu daerah, alami, beraroma khas dan bercitarasa serta diyakini mempunyai unsur yang menyehatkan tubuh. Jenis-jenis makanan tradisional yang berasal dari Sumatera Utara sangat beragam antara lain sayur daun ubi tumbuk, bubur pedas, roti jala, ombus-ombus,

dali ni horbo, ikan mas arsik, dan naniura. Pelestarian dan pengembangan makanan khas daerah masih sangat terbatas, apalagi semakin maraknya produk makanan yang berasal dari luar negeri.

Dengke naniura (ikan naniura) merupakan salah satu makanan tradisional etnis Batak dengan bahan dasar ikan segar yang diolah tanpa melalui proses pemasakan ataupun perebusan. Dalam bahasa Batak, dengke naniura berarti ikan yang tidak dimasak. Naniura sangat menyehatkan, dikarenakan dalam pembuatannya tidak ditambahkan dengan bahan-bahan tambahan pangan seperti bahan pengawet, melainkan menggunakan bahan-bahan yang alami dan menyehatkan.

(2)

kunyit, cabai merah, kemiri yang disangrai, garam, serta tidak ketinggalan bahan andalan khas hidangan Tapanuli yang dapat meninggalkan rasa getir di lidah, yaitu andaliman.

Proses pengolahan ikan naniura membutuhkan waktu yang cukup lama, sehingga ikan naniura jarang digunakan sebagai bahan pangan sehari-hari. Ikan

naniura dapat dikembangkan lebih lanjut dengan teknologi dan pengelolaan yang lebih baik. Pengolahan naniura tersebut bertujuan untuk memperbaiki kandungan gizinya, juga untuk menjangkau pasar yang lebih luas di luar konsumen tradisionalnya, sehingga makanan tradisional juga dapat dinikmati di daerah-daerah yang lain.

Resep asli ikan naniura menggunakan jenis ikan Batak (ihan) sebagai bahan baku utama. Ihan (Neolissochillus thienemanni) adalah jenis ikan yang hidup hanya di danau Toba. Pada umumnya, ikan ihan digunakan untuk pesta adat masyarakat Toba. Saat ini ihan sulit untuk diperoleh dan tergolong ke dalam jenis ikan langka, sehingga pada pembuatan ikan naniura masyarakat lebih sering menggunakan jenis ikan air tawar lain seperti ikan mas.

(3)

di tahun 2014 (KKP, 2014). Besarnya produksi ikan mas di Sumatera Utara dan didukung pula dengan tingginya konsumsi ikan per kapita di Indonesia mendorong peneliti untuk menjadikan ikan mas sebagai bahan baku dalam pembuatan ikan

naniura.

Ikan mas segar yang digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan

naniura memiliki kandungan air yang tinggi, pH tubuh ikan mendekati netral, dan daging ikan sangat mudah dicerna oleh enzim autolisis sehingga menjadi media yang baik untuk pertumbuhan bakteri pembusuk. Penambahan sari jeruk dalam pembuatan ikan naniura bertujuan untuk menurunkan nilai pH ikan dan mengurangi pertumbuhan mikroba sehingga naniura aman untuk dikonsumsi.

Jenis asam yang umum digunakan dalam proses pembuatan ikan naniura

adalah jeruk jungga. Beberapa jenis asam lain yang dapat dijadikan sebagai asam alternatif dalam pembuatan ikan naniura, seperti jeruk nipis, jeruk kasturi, dan jeruk purut. Hal ini disebabkan jeruk jungga cukup mahal dan sulit ditemukan di pasaran terutama di perkotaan besar.

Pemanfaatan jeruk nipis, jeruk purut, dan jeruk kasturi di Indonesia sangat terbatas. Jeruk nipis dan jeruk purut dalam skala rumah tangga umumnya digunakan sebagai penetral bau amis daging atau ikan, sedangkan jeruk kasturi biasa digunakan sebagai penyegar minuman. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh jenis asam yang dapat dimanfaatkan sebagai asam jeruk alternatif dalam pembuatan naniura. Asam sitrat yang terkandung pada buah genus Citrus

(4)

Jenis asam dominan dalam sari jeruk adalah asam sitrat, dengan pH 2,2-2,5, dapat menghambat pertumbuhan atau membunuh bakteri dengan cara merusak sel bakteri sehingga dapat mengurangi pertumbuhan mikroba terutama mikroba patogen. Daging ikan yang direndam dalam perasan sari jeruk atau asam memiliki pH hingga 4 yang kemungkinan besar tidak akan ditumbuhi oleh bakteri, sehingga ikan menjadi aman untuk dikonsumsi (Panjaitan, 1996).

Prinsip utama dalam pembuatan ikan naniura adalah perendaman dalam asam. Lama proses perendaman menjadi salah satu faktor penting dalam proses pembuatan naniura. Lama perendaman berkaitan dengan waktu penetrasi asam ke dalam daging ikan mas segar. Proses perendaman ikan dalam asam dapat mempengaruhi komponen gizi pada ikan mas sebagai bahan baku utama dalam pembuatan naniura. Selama perendaman juga akan terjadi perubahan fisik baik dari segi warna, aroma, rasa, dan tekstur ikan mas.

Pada penelitian ini proses pengolahan ikan mas naniura dilakukan dengan cara pemberian perlakuan perendaman ikan dalam asam yaitu jeruk nipis, jeruk jungga, jeruk kasturi, dan jeruk purut. Proses perendaman dalam asam tersebut dilakukan dengan waktu yang bervariasi. Pengembangan produk ikan mas naniura

ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan nilai ekonomis dari bahan pangan lokal, serta untuk memperoleh jenis asam serta waktu perendaman yang optimal sehingga menghasilkan ikan mas naniura dengan mutu terbaik dari segi mikrobiologi, kimia, dan sensori.

Tujuan Penelitian

(5)

mas naniura dengan sifat kimia dan mikrobiologi yang baik dan secara organoleptik disukai oleh konsumen, serta untuk mengetahui cara pembuatan ikan mas naniura.

Kegunaan Penelitian

Sebagai sumber data dalam penyusunan skripsi di Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan. Selain itu sebagai informasi ilmiah bagi masyarakat dalam pembuatan ikan mas naniura

dengan mutu yang baik, serta bahan rujukan bagi penelitian selanjutnya.

Hipotesis Penelitian

Referensi

Dokumen terkait

The government and Bank Indonesia (BI) targets regional inflation control teams (TPID) to be formed across Indonesia’s regions in 2018. Only 21 regions out of 541 districts,

1 Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat. P ekerjaan itu belum selesai. 2 Huruf kapital dipakai sebegai huruf pertama petikan

Kualitas air digambarkan dalam bentuk visual dengan ploting beberapa parameter yang

(5) Menteri  menerbitkan  atau  menolak  permohonan  izin  injeksi  air  limbah  sebagaimana  dimaksud pada  ayat  (1)  paling  lama  90  (sembilan  puluh) hari 

[r]

· Pelaksanaan kegiatan riset dengan cara individu/kemitraan merupakan pelaksanaan litbang oleh satu lembaga tempat peneliti utama bernaung. · Proposal yang diusulkan

Raflessia No.01, S.Agung, Kemiling,

 Pelaksanaan kegiatan riset dengan cara individu/kemitraan merupakan pelaksanaan litbang oleh satu lembaga tempat peneliti utama bernaung.  Proposal yang diusulkan