• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Keamanan Pada Kombinasi Protokol Secret Sharing Dan Three-Pass

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis Keamanan Pada Kombinasi Protokol Secret Sharing Dan Three-Pass"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Andaikan Alice ingin mengirim sebuah pesan rahasia kepada Bob dan Charlie melalui

sebuah media komunikasi, satu diantara mereka baik itu Bob atau Charlie tidak

dipercaya oleh Alice akan keamanan pesan tersebut sebelum mereka terima. Karena

ketidak percayaan itu, Alice memecah (split) pesan itu sedemikian rupa sehingga Bob

maupun Charlie tidak dapat membaca pesan tersebut, terlebih kepada siapapun yang

mendapatkannya. Dikhawatirkan terjadinya perubahan pada pesan oleh pihak yang

tidak berhak menerima pesan. Karena tak satu pun diantara mereka yang dapat

mengetahui pesan rahasia tersebut, kecuali mereka bekerja sama untuk menyatukan

pesan itu agar dapat mengetahui pesan rahasia dari Alice. Proses pemecahan pesan

kedalam beberapa bagian (shares) itu disebut sebagai secret sharing (Schneier, 1996).

Namun demikian siapapun yang dapat mengetahui shares tersebut, dapat juga

melakukan rekonstruksi pesan (Schneier, 1996). Skenario yang dapat terjadi adalah,

terdapat pihak yang tidak berhak mendapat pesan mengetahui share dari Bob dan

Charlie pada saat mereka melakukan pertukaran share, maka pihak tersebut dapat juga

merekonstruksi pesan.

Maka dari itu, penelitian ini menerapkan pengamanan tambahan dalam proses

pertukaran shares, adapun pengamanan yang diusulkan adalah protokol three-pass.

Protokol three-pass adalah sebuah skema yang memungkinkan masing-masing pihak

dapat melakukan pertukaran pesan rahasia, tanpa memerlukan pertukaran kunci dalam

mengamankan pesan, akan tetapi diperlukan kriptografi simetris (teknik penyandian

pesan yang menggunakan kunci enkripsi dan dekripsi yang sama) dalam mengenkripsi

dan mendekripsi pesan (Schneier, 1996). Kelebihan yang diberikan oleh protokol

three-pass adalah penggunaan kriptografi simetris dalam proses enkripsi dan dekripsi,

dimana kriptogradi simetris memiliki kompleksitas yang rendah dibandingkan dengan

kriptografi asimetris (teknik penyandian pesan yang memiliki kunci publik dan kunci

privat) (Uchôa, et al., 2007).

(2)

2

Sehingga proses pengiriman secret oleh Alice menjadi, Alice memecah pesan

menjadi 2 bagian masing-masing untuk Bob dan Charlie. Untuk dapat merekonstruksi

pesan, Bob melakukan pertukaran share kepada Charlie melalui protokol three-pass,

dimana share tersebut akan disandikan, sehingga dalam pertukaran tersebut share

milik Bob tidak dapat diketahui oleh pihak lain selain Charlie, dan begitu pula

sebaliknya.

1.2. Rumusan Masalah

Pengiriman pesan menggunakan protokol secret sharing sebagai metode pengamanan

pesan, dinilai terdapat kelemahan yang dapat dimanfaatkan sebagai upaya pencurian

informasi. Kelemahan tersebut pada saat pertukaran shares oleh para penerima

sebelum melakukan rekonstruksi pesan. Maka dari itu perlu dilakukan pengamanan

agar pesan tidak mudah direkonstruksi oleh pihak yang tidak berhak menerima pesan.

1.3. Batasan Masalah

Rumusan masalah diatas, dibatasi dengan beberapa hal sebagai berikut :

1. Menggunakan kriptografi simetris untuk proses enkripsi dan dekripsi pesan pada

protokol three-pass.

2. Pesan yang akan dilakukan untuk pengujian adalah pesan teks.

1.4. Tujuan Penelitian

Mengamankan pertukaran shares (pecahan pesan) pada proses rekonstruksi pesan

dalam protokol secret sharing dari upaya pencurian informasi dengan memanfaatkan

protokol three-pass.

1.5. Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Mengetahui keamanan kombinasi Protokol Secret Sharing dan Three-Pass.

2. Mengetahui kompleksitas dari kombinasi Protokol Secret Sharing dan

Three-Pass.

3. Mengetahui manfaat Protokol Three-Pass dalam memberikan keamanan

tambahan didalam Protokol Secret Sharing.

Referensi

Dokumen terkait

Kemudian penerima pesan akan melakukan proses dekoding terhadap pesan tersebut untuk mengetahui apakah terdapat galat pada pesan yang diterima tersebut dan juga untuk memperoleh

Halaman simulasi sistem merupakan halaman yang diguakan untuk melakukan proses enkripsi pesan, dekripsi pesan, kompresi pesan dan dekompresi pesan menggunakan

Pesan awal dalam sistem kriptografi disebut juga sebagai plaintext (disimbolkan dengan P), yaitu pesan asli yang akan disampaikan pengirim kepada penerima pesan.. Sedangkan

Sejalan dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat saat ini maka proses pertukaran data maupun pesan dapat dilakukan dengan mudah dan

Jika pesan tersebut tidak ada balasan maka akan memicu event e1 dimana akan mengulang state Broadcast , sedangkan jika pesan tersebut diterima oleh host, maka akan

Pesan awal dalam sistem kriptografi disebut juga sebagai plaintext (disimbolkan dengan p), yaitu pesan asli yang akan disampaikan pengirim kepada penerima pesan.. Sedangkan

Setelah kedua share image terkumpul, untuk dapat mendapatkan kembali data dan gambar rahasia tersebut dilakukan proses dekripsi dimana akan menghasilkan pesan rahasia

Hal ini terjadi karena pada saat melakukan pengiriman pesan, apabila energi yang dimiliki sudah dibawah 50% maka node pengirim akan melihat level energi dari