Uji Daya Antibakteri Ekstrak Etanol 80 persen Biji Kelor (Moringa oleifera Lmk) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus ATCC25923 Dan Sarcina lutea ATCC9341 Serta Kesetaraannya Dibandingkan Tetrasiklin - Ubaya Repository
Teks penuh
Dokumen terkait
Sehingga tugas akhir yang berjudul “AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI n-HEKSANA DAUN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP Staphylococcus aureus DENGAN METODE BIOAUTOGRAFI ”
L.2.5 Ekstraksi Biji Kelor Moringa oleifera dengan Pelarut NaCl Biji kelor - Sebanyak 1 g serbuk biji kelor diekstrak dalam 100 mL larutan NaCl dengan konsentrasi 1 M -
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) memiliki aktivitas menurunkan kadar
Penelitian ini bertujuan menguji antioksidan ekstrak heksana, etil asetat, etanol, metanol 80% dan air pada daun kelor ( Moringa oleifera, Lamk)..
Adapun penyusunan Skripsi dengan judul “Pengaruh Pemberian Ekstrak Biji Kelor (Moringa oliefera) Untuk Menghambat Bakteri Staphylococcus aureus(S.aureus) ini merupakan salah
daun kelor (Moringa oleifera L.) mempunyai aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan konsentrasi 40% mempunyai daya hambat terbesar [5],
Hasil pengukuran dengan menggunakan jangka sorong menunjukkan zona hambat ekstrak biji kelor ( Moringa oleifera L .) terhadap pertumbuhan Escherichia coli dalam
Perbandingan penelitian lain yang dilakukan oleh Sayeed et al (2012), dengan ekstrak buah kelor ( Moringa oleifera Lmk.) yang sama-sama menggunakan bakteri Shigella