• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hukum Perdata Indonesia dan id

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Hukum Perdata Indonesia dan id"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Cara Mudah Daur Ulang Kertas

bekas

15 02 2008

Alat dan Bahan

Membuat kertas daur ulang ini tidaklah sesulit yang kita bayangkan. Alat dan bahannya bisa diperoleh dengan mudah dari lingkungan di sekitar kita. Alat yang kita butuhkan hanyalah dua buah ember besar, blender untuk menghancurkan kertas, satu atau lebih cetakan kertas yang tersebut dari dua buah bingkai kayu dan spons untuk menyerap air. Untuk mencetak kertas kita membutuhkan satu bingkai kayu dengan saringan kawat dan satu bingkai tanpa saringan. Saringian kawat ini bisa dibuat dari kain kassa. Ukuran bingkai kayu untuk cetakan kertas ini kita sesuaikan dengan ukuran kertas yang

diinginkan, misalnya ukuran folio, atau double polio. Jangan lupakan pula selembar kain bekas yang panjangnya cukup untuk alas menjemur kertas yang sudah jadi. Di sini kita bisa memanfaatkan kain bekas spanduk. Bahan untuk membuat kertas daur ulang ini adalah air, kertas-kertas, bekas pakai serta daun-daun atau bunga-bunga kering untuk hiasan.

Cara Membuat

Cara membuatnya juga sangat mudah. Pertama kita hancurkan kertas-kertas bekas itu dengan cara menyobek-nyobeknya hingga berbentuk serpihan-serpihan kecil. Semakin kecil dan semakin halus sobekan kerta itu akan semakin bagus. Kemudian sobekan-sobekan kerta ini kita rendam dalam seember air selama minimal dua malam. Semakin lama merendam semakin baik. Untuk membantu proses pelarutan tinta dalam kerta bekas, maka rendaman kertas ini bisa kita rebut selama satu atau dua jam. Setelah rebusan kerta ini mendingin, kita blender rebusan ini sampai benar-benar hancur, hingga menjadi bubur kertas. Bubur kertas yang kental ini kemudian kita larutkan sedikit demi sedikit dalam seember air, dengan perbandingan kurang lebih 1:10, atau kita perkirakan sesuai dengan ketebalan kertas yang kita inginkan. Semakin tebal kertas yang kita inginkan, semakin kentallah campuran yang harus kita buang. Campur bubur kertas dengan air hingga benar-benar larut. Kertas pun siap kita cetak dengan memakai cetakan kertas yang telah disediakan.

Mencetak kertas daur ulang ini juga memerlukan trik khusus agar hasilnya baik. Ember yang dipakai untuk mencampur bubur kertas dengan air itu, haruslah yang berukuran besar, agar cetakan kertas bisa masuk seluruhnya ke dalam ember. untuk mencetak, kita lekatkan dua buah bingkai kayu sebagai cetakan kertas. Bingkai kayu yang tak memiliki saringan kawat ditempelkan pada sisi bingkai kayu yang ada saringan kawatnya.

(2)

Berhati-hatilah agar kertas yang dicetak tidak robek. Peras dan keringkan spons kemudian gunakan kembali untuk menyerap air dalam kertas. Ulangi hingga air di atas kertas habis, kemudian angkat cetakan kertas dengan hati-hati. Jemur hingga kertas mengering.

Untuk variasi, kertas daur ulang ini kita bisa kita warnai sesuai dengan keinginan kita. Sebagai pewarna alami, kita bisa memakai daun pandan atau daun-daun yang lain untuk warna hijau. Untuk warna kuning kita bisa memakai kunyit, dan untuk warna merah, kita bisa memakai daun jati yang ditambuk atau kayu secang yang telah direbus terlebih dahulu. Caranya, tumbuk atau parut bahan pewarna alami yang kita inginkan, peras dan saring, ambil airnya untuk mewarnai. Pewarna alami ini bisa kita campurkan pada waktu kita mencetak kertas. Selain itu kita juga bisa menambahkan hiasan berupa serpihan daun-daun atau bunga, agar kertas daur ulang kita terlihat lebih artistik. Penambahan hiasan bisa dilakukan dengan mencampurkan serpihan bunga dan daun pada bubur kertas atau dengan menghiaskannya pada waktu kertas baru usai dicetak.

Dalam proses selanjutnya, kertas daur ulang ini bisa kita olah menjadi beragam souvenir atau barang-barang keperluan sehari-hari. Kotak pensil, block note, kotak perhiasan dan kertas surat merupakan beberapa contoh barang yang bisa dibuat dari kerta daur ulang. Nah, tunggu apalagi, Anda bisa mempraktekkannya bersama-sama dengan anak-anak Anda. Baik untuk sekedar sebagai kegiatan mengisi waktu luang ataupun jika ditekuni, membuat kertas daur ulang ini bisa menjadi suatu usaha sampingan yang cukup

menjanjikan.Semoga berguna danbermanfaat.( taken from balipost.co.id)

Edukasi

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Orok Menes

Orok Menes adalah praktisi dan pemerhati pendidikan.

Difusi Inovasi Pendidikan - Contoh Konkritnya Seperti

Apa?

OPINI | 05 December 2009 | 10:16 2837 0 Nihil

Sebelumnya, saya telah menulis tentang konsep dasar difusi inovasi. Jimmy, minta contoh konkrit penerapan difusi inovasi itu seperti apa? Karena untuk mempermudah konsep difusi inovasi sebagai bagian dari perkuliahan, maka dengan senang hati saya coba paparkan disini.

(3)

tersebut diperkenalkan, kepada siapa, dalam jangka waktu tertentu. Begitulah kira-kira singkatnya.

Lantas contohnya apa? Buanyak sekali. Contoh yang fenomenal adalah keberhasilan Pemerintah Orde Baru dalam melaksanakan program Keluarga Berencana (KB). Dalam program tersebut, suatu inovasi yang bernama Keluarga Berencana, dikomunikasikan melalui berbagai saluran komunikasi baik saluran interpersonal maupun saluran komunikasi yang berupa media massa, kepada suatu sistem sosial yaitu seluruh masyarakat Indonesia. Dan itu terjadi dalam kurun waktu tertentu agar inovasi yang bernama Keluarga Berencana Tersebut dapat dimengerti, dipahami, diterima, dan diimplementasikan (diadopsi) oleh masyarakat Indonesia. Program Keluarga Berencana di Indonesia dilaksanakan dengan menerapkan prinsip difusi inovasi. Ini adalah contoh difusi inovasi, dimana inovasinya adalah suatu ide atau program kegiatan, bukan produk. Contoh lain adalah strategi percepatan adopsi inovasi teknologi pertanian. Silakan Anda baca. Dan hampir semua inovasi, apakah berupa ide atau produk, memerlukan proses difusi seperti dijelaskan di atas agar bisa diadopsi. Contoh, traktor agar petani bisa berpindah dari pola tradisional ke pola pertanian modern. Metode pembelajaran aktif agar guru berpindah dari metode pendidikan tradisional ke metode pendidikan modern. Apa lagi? Kompor gas, agar para ibu rumah tangga, bahkan di pedesaan dapat berpindah dari pola kompor minyak atau kayu ke kompor gas. Semuanya membutuhkan proses difusi yang melibatkan teknik komunikasi tertentu agar dapat diterima oleh suatu sistem sosial tertentu. Semua inovasi, memiliki karakteristik yang berbeda baik dari sisi inovasinya itu sendiri maupun sistem sosial dimana inovasi tersebut akan diberlakukan. Oleh karena itu, pendekatan komunikasi yang harus digunakan juga akan berbeda satu sama lain.

Disinilah tantangannya bagi agen pemasaran produk dan jasa (inovasi) tertentu.

Nah, terakhir, untuk lebih memperjelas Anda tentang bagaimana proses difusi inovasi terjadi dalam suatu sistem sosial tertentu silakan baca dan download disini: Model

Pendidikan dengan Sistem Belajar Mandiri. Tulisan tersebut menjelaskan bagaimana

suatu inovasi, yaitu Model Pendidikan dengan Sistem Belajar Mandiri diadopsi oleh suatu sistem sosial tertentu yaitu Departemen Agama untuk meningkatkan kualifikasi guru-guru Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah.

Referensi

Dokumen terkait

Dari penelitian-penelitian yang Penggunaan jangka pendek dari ibuprofen tidak signifikan meningkatkan risiko kerusakan ginjal pada sukarelawan sehat atau pada anak

Dengan kelebihan seperti pengoperasian yang mudah, masa operasi yang singkat, penjanaan enap cemar yang rendah serta bebas penggunaan bahan kimia (Mouedhen et

Nilai rata-rata kadar lemak (%) daging ikan gabus, KPI gabus dan donat penambahan konsentrat protein ikan gabus dapat dilihat pada Tabel 12. Nilai rata-rata kadar

Berdasarkan hasil-hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model diklat partisipatif-kolaboratif yang dapat meningkatkan kompetensi Guru Biologi SMA adalah pada tahap

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadiran ALLAH SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan berkat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir yang berjudul

Bertitik tolak dari berbagai teori yang telah dikemukakan dan pendalaman masalah yang ada, model penelitian mengenai persepsi pemakai laporan keuangan, auditor,

Ketiga subjek yaitu FK, AR, FH masih memiliki self regulated learning yang baik seperti memiliki target dan tujuan pada akademiknya, masih memiliki jadwal belajar

Pnt : Saudaraku, dengan terus meyakini bahwa Kristus telah melakukan karya bagi keselamatan dunia ini, maka mari kita mengakui iman percaya kita, dengan mengatakan