• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAILY RESEARCH. Market Preview. Jumat, 19 Desember 2014

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DAILY RESEARCH. Market Preview. Jumat, 19 Desember 2014"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)



Isu pelambatan ekonomi China tahan harga nikel.



Bidik investor baru, BEI perbaharui sistem IPO.



Ekspansi, BHIT gencar private placement.



DEWA akuisisi Cipta Multi Rp 21 miliar.

DAILY RESEARCH

Statistics

Highlight

Opening Today Nikkei AORD

 Change  

 

 

Market Preview

P

asar saham kembali bullish setelah hasil FOMC Meeting

malam sebelumnya tidak

memberikan sinyal percepatan kenaikan tingkat bunga Fed Funds Rate sebagaimana yang menjadi kekhawatiran pasar sebelumnya. Ini tercermin dari menguatnya kembali indeks harga saham global dan kawasan termasuk rally di pasar s a h a m I n d o n e s i a p a d a perdagangan kemarin. IHSG berhasil ditutup di atas level 5100 yakni di 5113,345 atau menguat 77,696 poin (1,54%). Ini merupakan kenaikan harian tertinggi sejak perdagangan 29 Oktober lalu. Saham perbankan, telekomunikasi, jasa konstruksi, konsumsi, dan perkebunan menjadi penopang penguatan IHSG.

Sejalan dengan penguatan IHSG nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kemarin juga menguat 1,2% di Rp12565 dari hari sebelumnya di Rp12720 (kurs JISDOR). Melanjutkan optimisme pasar menyambut hasil FOMC Meeting, Wall Street dan indeks saham Zona Euro melanjutkan rally. Indeks The MSCI All-Country World naik 2% dan indeks MSCI Emerging Market naik 1,9%. Indeks Eurostoxx melonjak 3,33%. Indeks DJIA dan S&P di Wall Street tadi malam naik masing-masing 2,43% dan 2,40% di 17778,15 dan 2061,23. Pasar global kembali memburu aset beresiko setelah The Fed memberi sinyal tidak akan menaikkan tingkat bunga dalam waktu dekat.

Konsensus pasar memperkirakan The Fed baru akan menaikkan tingkat bunganya pada awal paruh kedua tahun depan. Yield obligasi AS tenor 10 tahun naik 17 bp dalam dua hari terakhir, di 2,21% tertinggi sejak Juli 2013. Sedangkan harga minyak mentah di AS kembali drop 3,03% di USD54,76/ barel. Pada perdagangan akhir pekan ini, IHSG akan kembali melanjutkan tren penguatannya, ditopang bullish pasar saham global. Ruang penguatan juga akan didukung peluang penguatan rupiah atas dolar AS.

IHSG diperkirakan akan menguji resisten di 5165 dengan support di 5090. Saham-saham infrastruktur dan pendukungnya, perbankan, properti, dan transportasi yang diuntungkan dengan anjloknya harga minyak dunia akan mendapat momentum penguatan lanjutan. Sebaliknya saham berbasiskan komoditas terutama yang terkait dengan energi cenderung tertekan. IHSG : S1 5090 S2 5065 R1 5140 R2 5165 Index Last Chg % DJIA  17778.15  421.28   2.43   S&P 500  2061.23  48.34   2.40   FTSE 100  6466.00  129.52   2.04   CAC 40  4249.49  137.58   3.35   DAX  9811.06  266.63   2.79   NIKKEI 225  17518.98  301.82   1.75   HANGSENG  22832.21  246.37   1.09   STI  3243.65  16.42   0.51   SHENZHEN  1484.26  (8.68)  (0.58)  SHANGHAI  3057.52  (3.50)  (0.11)  Commodities Price Chg % Oil (US$/barrel)  56.35  (1.24)  (2.15)  CPO (RM/M.T)  2147.00  26.00   1.23   Gold (USD/T.oz)  1197.20  7.60   0.64   Nikel (USD/M.T  15475.00  (775.00)  (4.77)  Timah (USD/M.T)  19475.00  (850.00)  (4.18)  Coal (USD/M.T)  62.95  0.40   0.64   Exchange Rates Chg % IDR/USD  12537.95  (158.55)  (1.25)  USD/EUR  1.228  (0.01)  (0.48)  JPY/USD  118.94  0.18   0.15   IDR/SGD  9535.65  (128.38)  (1.33)  IDR/AUD  10238.99  (76.03)  (0.74)  TLKM USD IDR Chg % TLK.NYSE  45.08  2826  1.58   3.63  

Top Gainers IDR % Chg

BISI  825  25.00   165  MCOR‐W2  25  25.00   5 

MTFN  158  22.50   29  KARW  461  21.30   81  SMMA  3,500  21.10   610 

Top Losers IDR % Chg

ASJT  415  (20.20)  (105)  BRAM  5,600  (15.20)  (1,000)  MCOR‐W  14  (12.50)  (2) 

HOME  387  (7.60)  (32)  DPNS  368  (7.50)  (30) 

Top Value IDR % (miliar)

BBRI  11,600  2.70   587 B  BMRI  10,650  0.50   507 B  SIAP  424  3.70   436 B  CPRO  113  16.50   351 B  BBNI  5,975  1.30   351 B 

Top Volume IDR % (juta)

CPRO  113  16.50   3,255.509  SIAP  424  3.70   1,028.905  APOL  93  4.50   617.760  BUMI  53  (7.00)  547.532  BWPT  399  (1.00)  491.438  IHSG 5,113.35 Change 77.70 Change (%) 1.54 Change (%/ytd) 18.46

Total Value (IDR triliun) 6.896 Total Volume (miliar saham) 10.473 Net Foreign Buy (IDR miliar) (808.000) Up: 214 Down: 244 Unchange: 90

(2)

News Update

2



Isu pelambatan ekonomi China tahan harga nikel. Ekonomi China yang terus melambat menjadi sentimen negatif bagi harga nikel. Hingga akhir tahun ini, harga nikel diperkirakan terus menurun ke US$ 15.350 per metrik ton. Mengutip data, Bloomberg, Kamis (18/12), pukul 12.55 waktu Hong Kong, harga nikel pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange (LME) US$ 15.576 per metrik ton (MT) turun 0,3% dibandingkan hari sebelumnya. Sepekan terakhir, harga tergerus 4,3%. Harga nikel dipengaruhi oleh data ekonomi China yang semakin memperlihatkan perlambatan. Misalnya, harga rumah pada bulan November turun 0,4% dibanding Oktober 2014. Perlambatan industri manufaktur di China turut menekan harga nikel. Sebelumnya Pemerintah China kembali mengguyur stimulus ekonomi senilai CNY 250 miliar. Namun upaya ini tidak berefek banyak, mengingat Tiongkok memiliki utang jatuh tempo (pemerintah dan swasta) bernilai total CNY 500 miliar. Pemangkasan suku bunga Bank Sentral China juga tidak mampu menolong negara dari perlambatan ekonomi. Harga nikel juga terus tergerus mengikuti harga minyak mentah yang loyo. (Kontan Online)



Bidik investor baru, BEI perbaharui sistem IPO. Bursa Efek Indonesia (BEI) punya banyak cara untuk menjaring investor baru. Salah satunya adalah dengan mempermudah pembelian saham perdana Initial Public Offering (IPO). BEI tengah mempersiapkan infrastruktur baru yang disebut Primary Market Support System (PMSS). Hoesen Direktur Penilaian Perusahaan BEI mengatakan, dengan sistem ini, proses bookbuilding saham IPO bisa dilakukan secara online. Nantinya, sistem ini akan ditunjang oleh online sistem yang dimiliki broker. Investor yang bukan nasabah agen penjual juga bisa memiliki akses terhadap saham IPO. Investor hanya harus memiliki rekening dana nasabah (SID) untuk bisa menyerap saham IPO tersebut. "Ini memberi akses lebih luas dan partisipasi investor domestik," imbuhnya. Hoesen bilang, aturan mengenai infrastruktur baru ini akan dibuat se-transparan mungkin. Untuk memberi akses lebih terhadap investor ritel domestik, BEI juga tengah mengkaji untuk mengatur alokasi pooling dan fix allotment IPO. "Seharusnya ini memang diatur, minimum berapa yang pooling berapa yang fix," tambahnya. Dia bilang, saat ini BEI masih menggodok aturan tersebut dan diharapkan bisa mulai dioperasikan pada tahun depan. BEI juga akan mengajak para anggota bursa untuk berdiskusi dan memberi masukan terhadap sistem tersebut. (Kontan Online)



Ekspansi, BHIT gencar private placement. PT MNC Investama Tbk (BHIT) gencar menambah modal dengan penerbitan saham baru tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (BHIT). Sampai saat ini jumlah saham biasa BHIT bertambah dari 38,73 miliar menjadi 38,87 miliar. Ini karena baru-baru ini, BHIT mencatatkan saham baru sebanyak 135,25 juta saham dengan harga private placement Rp 400 per saham. BHIT memperoleh dana sebesar Rp 54,1 miliar dari aksi korporasi itu. Darma Putra, Wakil Direktur Utama BHIT mengatakan, investor strategis yang menyerap saham tersebut adalah Marco Prince Corp, perusahaan yang berbasis di British Virgin Island. Dana dari penambahan modal itu juga akan digunakan sebagai modal kerja untuk pengembangan bisnis melalui entitas anaknya. Private placement ini bukan yang pertama kali dilakukan di tahun ini. Pada September lalu, mendapatkan dana sebesar Rp 1,08 triliun dari private placement. Perseroan menerbitkan 2,7 miliar saham di harga Rp 400 per saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Charlton Group Holdings Ltd dan Marco Prince Corp bertindak sebagai pembeli siaga. Dana dari penambahan modal ini digunakan untuk modal kerja BHIT dan partisipasi dalam rights issue yang dilakukan anak usaha BHIT, PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP). BHIT sendiri memang tengah fokus memperkuat bisnisnya terutama di lini bisnis media melalui anak usaha PT Global Mediacom Tbk (BMTR). BMTR sendiri kini tengah berekspansi besar-besaran di bisnis fiber optik. (Kontan Online)



DEWA akuisisi Cipta Multi Rp 21 miliar. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) membeli PT Cipta Multi Prima, perusahaan yang bergerak di bidang jasa, pembangunan, perbengkelan, perdagangan dan pengangkutan darat. Perusahaan tersebut nantinya akan memperkuat bisnis DEWA di bidang jasa kontraktor pertambangan. Thekepat Gopal Sridhar, Direktur DEWA dalam keterbukaan informasi di BEI menjelaskan, nilai pembelian tersebut Rp 21 miliar. DEWA membeli saham Cipta Multi dari dua pemegang saham terdahulu yakni 50% milik Aldi Wijaya dan 49% milik Agung Iman. Sebelumnya, DEWA mengatakan juga akan masuk ke bisnis pembangkit listrik dan minyak dan gas. Sebelumnya manajemen mengatakan tengah melakukan pembicaraan dengan salah satu vendor yang telah memenangkan independent power producer (IPP) di kawasan industri Medan Star, Sumatera Utara dan proyek di bisnis migas. Pada proyek pembangkit listrik DEWA akan masuk dalam tahap persiapan. Seperti persiapan lahan, pembangunan infrastruktur tepi jalan dan earth movement. (Kontan Online)



ASSA genjot bisnis lelang mobil bekas di 2015. Jika pelaku usaha lain mengeluhkan dampak kenaikan suku bunga acuan alias BI rate, tidak demikian dengan PT Adi Sarana Armada Tbk. Perusahaan berkode saham ASSA di Bursa Efek Indonesia justru memprediksi bisnis lelang mobil bekasnya bakal makin moncer di 2015. Prediksi Adi Sarana, kenaikan suku bunga membikin bunga kredit kendaraan bermotor makin tinggi. Dus, potensi konsumen untuk gagal bayar semakin besar. Nah, di sinilah fungsi balai lelang Adi Sarana. Dalam menjalankan bisnis itu, Adi Sarana mengutip biaya 3%-4% dari harga yang terbentuk. Berangkat dari pengalaman perusahaan itu melakoni bisnis lelang sejak Juni 2014, rentang harga lelang adalah Rp 150 juta per mobil. Jadi, perusahaan itu mengantongi pendapatan Rp 4,5 juta–Rp 6 juta per mobil. Jadwal Adi Sarana, lelang dilakukan dua kali dalam sebulan. Jadi, sejak Juni hingga akhir tahun ini sudah terjadi 14 kali lelang. Rata-rata per bulan perusahaan itu melelang 200 unit mobil. Itu berarti, Adi Sarana sudah melelang sekitar 2.800 unit mobil. Sementara tahun depan perusahaan itu memprediksi bisa melelang 5.000 mobil gagal bayar. Masih dengan asumsi biaya lelang yang dikutip sama dengan tahun ini, Adi Sarana berpotensi mengantongi pendapatan dari bisnis lelang sebesar Rp 22,5 miliar–Rp 30 miliar. (Kontan Online)

(3)

Stock Picks

3 ASRI 530-575. Seiring membaiknya kondisi pasar, saham sektor properti kembali menjadi sasaran akumulai beli pelaku

pasar. Kemarin harga saham Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) ditutup Rp535 dan berpeluang melanjutkan penguatan dengan target resisten berikut di Rp575 hingga Rp600 apabila break Rp540. Sedangkan level support saat ini berkisar di Rp520. Dari sisi kinerja sepanjang kuartal tiga tahun ini, perseroan berhasil meningkatkan kinerjanya. Laba bersih hingga 3Q14 tumbuh 1,6% mencapai Rp890 miliar. Padahal hingga 1H14 laba bersih turun 31%. Marjin bersih berhasil meningkat menjadi 31,5% dari 28,81% periode yang sama 2013 dan 24% sepanjang 2013 lalu. Sedangkan penjualan dan pendapatan jasa hingga 3Q14 turun 7,2% seiring melambatnya pertumbuhan sektor properti tahun ini. Tahun lalu penjualan dan pendapatan jasa perseroan bisa tumbuh 51%. Tahun ini perseroan menargetkan marketing sales mencapai Rp5 triliun dimana hingga November lalu telah mencapai Rp4,1 triliun. Sedangkan tahun depan target marketing sales diperkirakan mencapai Rp5,8 triliun atau naik 16% dari tahun ini. Sekitar 60% pendapatan perseroan berasal dari kawasan Alam Sutera Serpong Tangerang. Saat ini perseroan masih memiliki landbank seluas 2300 ha yang tersebar di Tangerang, Jakarta, dan Bali. Baru-baru ini perseroan telah menjual lahan seluas 0,7ha kepada investor Singapura Wing Tai Holding Limited senilai Rp150 miliar. Perseroan juga akan menjual seluas 2 ha ke investor Malaysia yang diperkirakan selesai Januari tahun depan. Selain mengandalkan penjualan lahan dan rumah tapak, perseroan juga akan meningkatkan porsi recurring income yang saat ini relatif masih kecil. Tahun ini porsi dari recurring income masih sekitar 10% atau sekitar Rp250 hingga Rp350 miliar dan akan ditingkatkan tahun depan sekitar 20%. Tahun ini penjualan dan pendapatan jasa perseroan diperkirakan mencapai Rp3,70 triliun hanya naik tipis 0,54%. Sedangkan di bottom line kami perkirakan laba mencapai Rp1,11 triliun atau tumbuh 25% (yoy) dengan EPS diperkirakan Rp56,53. Kemarin di harga Rp535, saham ASRI ditransaksikan relatif murah dengan PBV 1,7x dan PE 9,5x (E/14) dibandingkan rata-rata emiten sektor properti di kelas aset yang sama yang saat ini ditransaksikan dengan PBV 1,9x dan PE 11,3x. Dari pendekatan NAV yang saat ini diperkirakan sebesar Rp1733/saham, harga saham ASRI hanya ditransaksikan dengan diskon NAV 69%. Harga sahamnya berpeluang ditransaksikan dengan diskon NAV 40% atau mencapai Rp1040. Dari pendekatan PBV harga sahamnya berpeluang ditransaksikan dengan PBV 2x atau Rp620. Dari harga saat ini ada ruang penguatan 16%. Maintain Buy, SL 510

(4)

Stock Picks

4

KLBF 1750-1800.

Koreksi harga saham Kalbe Farma Tbk (KLBF) seiring memburuknya iklim pasar tertahan di

support Rp1725 dan kemarin berhasil rebound ditutup di Rp1775. Dari sisi kinerja, tahun ini pertumbuhan

penjualan neto dan laba bersih mengalami perlambatan dibandingkan tahun lalu menyusul melambatnya

pertumbuhan ekonomi nasional yang diperkirakan hanya tumbuh 5,1% tahun ini dan depresiasi rupiah atas

dolar AS sehingga menekan marjin kotor dari 48,7% menjadi 48% dan di bottom line marjin tertekan dari

12% 11,6%. Namun tahun depan kinerja perseroan diperkirakan akan tumbuh lebih baik dari tahun ini. Hal

ini turut dipicu bullishnya sektor farmasi menyusul mulai diwajibkannya seluruh warga negara untuk

mengikuti BPJS Kesehatan. Tahun ini pertumbuhan penjualan neto perseroan diperkirakan 12% melambat

dari perkiraan awal 16,5%. Penjualan neto 2014 diperkirakan mencapai Rp17,92 triliun dari 2013 sebesar

Rp16 triliun. Sedangkan laba bersih tahun ini diperkirakan tumbuh 10,2% mencapai Rp2,1 triliun sedikit

melambat dari 2013 yang tumbuh 10,67%. EPS tahun ini diperkirakan Rp45,12. Sedangkan tahun depan

penjualan neto diperkirakan tumbuh 17% mencapai Rp20,97 triliun dengan laba diperkirakan bisa tumbuh

21,5% mencapai Rp2,57 triliun. EPS proyeksi tahun depan Rp54,80. Pada harga Rp1775 KLBF ditransaksikan

dengan PE 39,4x (E/14) dan PE 32,3x (E/15). Rata-rata PE industri saat ini 38,3x. Setahun terakhir harga

tertinggi saham KLBF ditransaksikan di Rp1835 dan terendah di Rp1160. Kondisi pasar yang bullish

membuka peluang harga sahamnya ditransaksikan dengan PE 35x atau mencapai target harga Rp1925 atau

punya ruang penguatan 8,4% dari harga saat ini. Secara technical pergerakan harganya membentuk bullish

engulfing mencerminkan bullish continuation dengan peluang penguatan kembali mencapai target resisten

di Rp1800 hingga Rp1830. Sedangkan level support saat ini di kisaran Rp1725 hingga Rp1750. Trading Buy,

SL 1700

(5)

5

Stock Picks

WIKA 3250-3400. Kondisi pasar yang kembali membaik mengangkat harga saham sektoral termasuk sektor jasa konstruksi seperti Wijaya Karya tbk (WIKA) yang kemarin berhasil melanjutkan rebound ditutup di Rp3270, setelah sempat menyentuh Rp3320. Sentimen bullish sektor jasa konstruksi memasuki tahun depan seiring dengan rencana pemerintah menggenjot sejumlah proyek infrastruktur. Beberapa proyek infrastruktur yang akan digarap mulai tahun depan adalah proyek jalan tol trans Sumatra, proyek tol Bitung-Manado, tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi, dan sejumlah proyek dermaga laut, bendungan, bandara, dan pembangkit listrik. Selain bisnis jasa konstruksi, emiten di sektor ini juga melebarkan sayap bisnisnya seperti menggarap sejumlah proyek properti terutama perhotelan, gedung perkantoran, maupun apartemen. Dari sisi kinerja, tahun ini penjualan bersih perseroan diperkirakan hanya mencapai Rp12,73 triliun atau naik 7% (yoy). Sedangkan proyeksi laba bersih tahun ini diperkirakan hanya mencapai Rp586,49 miliar atau tumbuh tipis 2,9% (yoy) dari tahun lalu Rp569,94 miliar. EPS proyeksi tahun ini diperkirakan hanya Rp95,37 turun dari proyeksi sebelumnya Rp111,39. Tahun depan proyeksi penjualan bersih diperkirakan tumbuh 12% mencapai Rp14,24 triliun dan laba bersih diperkirakan Rp656 miliar atau tumbuh 12%. EPS proyeksi 2015 diperkirakan mencapai Rp107,4. Pada harga saat ini di Rp3270 saham WIKA ditransaksikan dengan PE 34,3x (E/14) dan PE 30,4x (E/15). Saat ini rata-rata emiten BUMN Karya ditransaksikan dengan PE 39,5x (E/14). Sedangkan harga saham WIKA setahun terakhir ditransaksikan dengan rata-rata PE 32x dalam kondisi pasar bullish. Pada PE 32x harga saham WIKA berpeluang mencapai Rp3440 atau berpeluang menguat 5% dari harga saat ini di Rp3270. Secara technical harga sahamnya membentuk pola bullish continuation dan berpeluang menuju target resisten di kisaran Rp3350 hingga Rp3400 . Level support saat ini di kisaran Rp3200 hingga Rp3250. Trading Buy, SL 3170

Jumat, 19 Desember 2014

Saham Pilihan

TLKM 2770-2850 TB, SL 2720

AALI 23150-24000 TB, SL 22800

BBRI 11500-11800 TB, SL 11300

UNVR 31300-32200 TB, SL 30700

PTPP 3270-3350 TB, SL 3200

GIAA 555-590 TB, SL 530

CPRO 108-120 TB, SL 99

(6)

Stock View

6

Jumat, 19 Desember 2014

EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV Q1 2014 G (%) EPS Q1 14 G (%) PE

IHSG 

5113.35  5125.72  5138.10  5088.60  5063.86 

               PERKEBUNAN AALI  23300  23,633.33  23,966.67  22,833.33  22,366.67  3,725,866.00  36.80  485.51  114.55  12.00  BWPT  399  408.00  417.00  390.00  381.00                LSIP  1925  1,936.67  1,948.33  1,906.67  1,888.33  1,279,973.00  40.33  32.78  122.48  14.68  SGRO  2065  2,105.00  2,145.00  2,045.00  2,025.00  649,627.93  10.94  29.32  141.04  17.61  SIMP  700  708.33  716.67  693.33  686.67  3,171,052.00  2.40  12.14  92.44  14.41  UNSP  50  50.00  50.00  50.00  50.00  659,213.38  36.97  21.64  ‐571.51  0.58 

PERTAMBANGAN BATU BARA

ADRO  1065  1,075.00  1,085.00  1,055.00  1,045.00  9,632,947.40  33.83  45.68  269.20  5.83  BORN  50  50.00  50.00  50.00  50.00                BRAU  54  56.00  58.00  51.00  48.00                BUMI  53  57.33  61.67  50.33  47.67  9,572,406.53  4.50  191.78  ‐751.57  0.07  DEWA  50  50.00  50.00  50.00  50.00  631,292.51  8.52  ‐0.52  ‐77.95  ‐23.93  HRUM  1720  1,721.67  1,723.33  1,716.67  1,713.33  1,460,386.97  ‐32.82  45.54  81.61  9.44  ITMG  15300  15,550.00  15,800.00  15,050.00  14,800.00  5,742,974.57  5.02  968.54  ‐299.21  3.95  PTBA  13350  13,466.67  13,583.33  13,166.67  12,983.33  3,093,648.00  11.39  232.76  8.74  14.34  PTRO  920  956.67  993.33  901.67  883.33  929,699.70  5.15  23.76  ‐67.39  9.68 

PERTAMBANGAN MINYAK & GAS BUMI

BIPI  120  123.33  126.67  118.33  116.67  999,850.63  1,185.87  4.39  5,114.26  6.83 

ELSA  630  636.67  643.33  621.67  613.33  918,296.00  ‐12.25  7.42  56.06  21.22 

ENRG  98  99.67  101.33  95.67  93.33  2,210,590.04  27.13  4.86  2,610.69  5.04 

ESSA  2870  2,873.33  2,876.67  2,868.33  2,866.67  126,590.83  22.89  42.71  28.12  16.80 

MEDC  3640  3,743.33  3,846.67  3,518.33  3,396.67  2,303,371.50  7.08  122.83  131.12  7.41 

PERTAMBANGAN LOGAM DAN MINERAL LAINNYA

ANTM  965  978.33  991.67  958.33  951.67                INCO  3770  3,858.33  3,946.67  3,723.33  3,676.67  2,430,306.44  ‐3.23  20.62  ‐33.11  45.72  TINS  1190  1,201.67  1,213.33  1,176.67  1,163.33                SEMEN INTP  23675  23,808.33  23,941.67  23,533.33  23,391.67  4,499,774.00  6.65  289.47  ‐7.03  20.45  SMCB  2200  2,210.00  2,220.00  2,190.00  2,180.00  2,356,126.00  9.11  42.23  75.57  13.02  SMGR  15800  15,883.33  15,966.67  15,658.33  15,516.67  6,177,992.74  11.44  219.66  5.39  17.98  LOGAM DAN SEJENISNYA

GDST  110  118.00  126.00  105.00  100.00  333,609.60  28.88  2.97  59.01  9.25  JPRS  253  257.33  261.67  249.33  245.67  158,603.63  98.78  6.50  ‐0.37  9.73  KRAS  466  475.33  484.67  458.33  450.67  5,240,035.36  ‐12.47  ‐33.57  ‐698.77  ‐3.47  PAKAN TERNAK CPIN  3790  3,823.33  3,856.67  3,758.33  3,726.67  6,719,521.00  19.02  40.34  ‐7.84  23.49  JPFA  935  958.33  981.67  923.33  911.67  5,674,518.00  14.33  4.97  ‐72.07  47.07 

OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA

ASII  7200  7,233.33  7,266.67  7,133.33  7,066.67  49,821,000.00  6.73  116.76  9.68  15.42 

GJTL  1400  1,418.33  1,436.67  1,383.33  1,366.67  3,199,668.00  5.32  96.23  ‐2.66  3.64 

INDUSTRI BARANG KONSUMSI

ICBP  12000  12,200.00  12,400.00  11,800.00  11,600.00  7,355,089.00  21.44  0.12  6.96  24.94  INDF  6450  6,508.33  6,566.67  6,358.33  6,266.67  16,365,578.00  27.30  156.42  90.13  10.31  MYOR  21900  22,300.00  22,700.00  21,700.00  21,500.00  3,498,158.85  30.25  133.69  ‐45.72  40.95  ROTI  1375  1,390.00  1,405.00  1,345.00  1,315.00  464,595.48  27.03  12.10  9.45  28.41  GGRM  60700  61,383.34  62,066.67  59,533.34  58,366.67  15,670,252.00  23.99  736.58  35.34  20.60  INAF  329  337.00  345.00  324.00  319.00  155,073.95  25.62  ‐12.39  250.04  ‐6.64  KAEF  1375  1,396.67  1,418.33  1,351.67  1,328.33  867,027.74  8.45  4.21  ‐4.38  81.70  KLBF  1775  1,788.33  1,801.67  1,748.33  1,721.67  4,066,502.64  16.52  10.52  11.04  42.18 

KOSMETIK DAN BARANG KEPERLUAN RUMAH TANGGA

(7)

7

EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV Q1 2014 G (%) EPS Q1 14 G (%) PE

PROPERTI DAN REAL ESTAT

APLN  332  336.67  341.33  328.67  325.33  1,165,134.03  1.99  14.43  20.67  5.75  ASRI  535  546.67  558.33  526.67  518.33  871,134.65  ‐3.40  15.77  ‐23.45  8.48  BKSL  106  109.33  112.67  104.33  102.67                BSDE  1840  1,858.33  1,876.67  1,803.33  1,766.67  1,254,119.10  ‐39.62  27.93  ‐60.73  16.47  COWL  620  625.00  630.00  615.00  610.00  64,709.78  ‐6.38  1.59  ‐30.99  97.22  CTRA  1235  1,251.67  1,268.33  1,226.67  1,218.33  1,202,303.51  ‐10.35  15.01  5.45  20.57  CTRP  815  828.33  841.67  803.33  791.67  251,211.60  ‐58.80  4.89  ‐84.29  41.65  CTRS  2740  2,786.67  2,833.33  2,701.67  2,663.33  347,893.21  27.73  66.20  25.74  10.35  ELTY  50  50.00  50.00  50.00  50.00                KIJA  290  295.33  300.67  287.33  284.67  725,835.40  ‐3.64  15.03  51.33  4.82  MDLN  496  499.00  502.00  494.00  492.00                KONSTRUKSI BANGUNAN ADHI  2970  2,991.67  3,013.33  2,941.67  2,913.33  1,439,602.33  5.83  9.01  40.67  82.38  DGIK  178  181.67  185.33  174.67  171.33  480,924.22  52.77  1.81  ‐44.42  24.59  PTPP  3300  3,333.33  3,366.67  3,248.33  3,196.67  1,999,368.48  55.72  12.69  44.39  65.03  SSIA  1030  1,043.33  1,056.67  1,013.33  996.67  918,070.21  ‐17.06  2.64  ‐93.80  97.60  TOTL  1070  1,090.00  1,110.00  1,050.00  1,030.00  547,807.36  ‐6.30  11.12  ‐20.80  24.05  WIKA  3270  3,315.00  3,360.00  3,230.00  3,190.00  2,791,666.54  6.24  27.28  6.78  29.96 

INFRASTRUKTUR, UTILITAS DAN TRANSPORTASI

PGAS  5850  5,875.00  5,900.00  5,825.00  5,800.00               

JALAN TOL, PELABUHAN, BANDARA DAN SEJENISNYA

CMNP  3010  3,096.67  3,183.33  2,966.67  2,923.33  262,850.17  17.13  53.83  8.63  13.98  JSMR  6950  6,983.33  7,016.67  6,883.33  6,816.67  2,079,705.80  ‐13.14  55.30  16.71  31.42  TELEKOMUNIKASI BTEL  50  50.00  50.00  50.00  50.00  471,133.26  ‐31.12  6.89  ‐316.19  1.81  EXCL  4800  4,831.67  4,863.33  4,776.67  4,753.33  5,512,751.00  9.78  44.41  20.12  27.02  ISAT  4165  4,203.33  4,241.67  4,108.33  4,051.67  5,773,177.00  ‐0.26  147.24  ‐1,224.62  7.07  TLKM  2800  2,815.00  2,830.00  2,775.00  2,750.00  21,250,000.00  8.71  36.20  4.95  19.34  TRANSPORTASI GIAA  565  575.00  585.00  555.00  545.00  9,206,681.81  17.35  ‐82.55  469.78  ‐1.71  MBSS  965  973.33  981.67  958.33  951.67  435,871.55  21.78  59.94  3.87  4.03  WINS  905  956.67  1,008.33  876.67  848.33  518,942.64  36.32  23.63  53.05  9.58 

KONSTRUKSI NON BANGUNAN

INDY  520  530.00  540.00  510.00  500.00  2,753,426.38  52.84  17.64  3.30  7.37  BANK BBCA  12975  13,041.67  13,108.33  12,916.67  12,858.33  10,261,849.00  32.93  148.65  26.73  21.82  BBKP  745  753.33  761.67  738.33  731.67  1,641,517.00  15.99  27.33  9.08  6.82  BBNI  5975  6,016.67  6,058.33  5,916.67  5,858.33  7,526,634.00  26.65  128.30  15.63  11.64  BBRI  11600  11,666.67  11,733.33  11,466.67  11,333.33  17,099,293.00  28.06  240.57  16.71  12.05  BBTN  1210  1,221.67  1,233.33  1,196.67  1,183.33  3,123,112.00  28.06  32.29  2.24  9.37  BDMN  4310  4,316.67  4,323.33  4,296.67  4,283.33  5,612,922.00  17.40  91.25  ‐13.01  11.81  BJBR  750  755.00  760.00  745.00  740.00  2,124,681.00  12.48  33.55  ‐12.29  5.59  BMRI  10650  10,750.00  10,850.00  10,575.00  10,500.00  14,313,290.00  25.54  211.05  10.27  12.62  BNGA  865  870.00  875.00  860.00  855.00  4,883,839.00  15.02  43.71  4.22  4.95 

PERDAGANGAN BESAR BRANG PRODUKSI

AKRA  4330  4,445.00  4,560.00  4,265.00  4,200.00  5,630,170.96  3.52  46.44  14.36  23.31  INTA  262  264.67  267.33  260.67  259.33  398,931.00  ‐48.89  37.27  87.86  1.76  UNTR  17300  17,466.67  17,633.33  17,166.67  17,033.33  13,901,385.00  11.66  42.26  39.66  102.34  PERDAGANGAN ECERAN MAPI  5050  5,183.33  5,316.67  4,983.33  4,916.67  2,675,101.00  26.32  27.42  ‐27.88  46.05  RALS  730  738.33  746.67  723.33  716.67  1,184,904.00  9.45  5.73  ‐2.88  31.87 

ADVERTISING, PRINTING DAN MEDIA

MNCN  2480  2,496.67  2,513.33  2,451.67  2,423.33  1,496,466.00  9.55  27.61  ‐7.99  22.46 

PERUSAHAAN INVESTASI

BRMS  268  280.33  292.67  255.33  242.67  55,860.54  ‐9.06  ‐5.88  94.31  ‐11.40 

(8)

Corporate Action

8

RUPS EMITEN JENIS TANGGAL TEMPAT

BBNI   Bank Negara Indonesia 

(Persero) Tbk.   AGM   06/03/2014   The Ballroom ‐ Four Season Hotel Jakarta   

MTFN   Capitalinc Investment Tbk.   EGM   10/03/2014     

SRIL   Sri Rejeki Isman Tbk   EGM   10/03/2014   Gd. Serbaguna ‐ Diamond Hotel, Jl. Slamet Riyadi No. 392  Solo   

BNII   Bank Internasional Indonesia 

Tbk.   EGM   12/03/2014  

Function Room ‐ Sentral Senayan III Lt. 28, Jl. Asia Afrika No.  8 Senayan Gelora Bung Karno Jakarta 10270    ADHI   Adhi Karya (Persero) Tbk.   AGM   14/03/2014   Ruang Rapat PT. Adhi Karya Tbk, Jl. Raya Pasar Minggu Km. 

18, Jakarta selatan   

ARNA   Arwana Citramulia Tbk.   AGM   14/03/2014   Plant 2 ‐ PT Arwana Citramulia Tbk., Jl. Raya Gorda RT 004  RW 003 Kibin ‐ Cikande, Serang 42186   

WSKT   Waskita Karya (Persero) Tbk   AGM   18/03/2014   Ruang Serbaguna Gd. Waskita Lt. 11, Jl. MT Haryono Kav. 10  Jakarta   

CNKO   Exploitasi Energi Indonesia 

Tbk   EGM   19/03/2014   Hotel Redtop ‐ Pecenongan   

BLTA   Berlian Laju Tanker Tbk   AGM   19/03/2014   Ruang Seminar I‐II, Gedung BEI Tower II Lantai I, Jl. Jend.  Sudirman Kav. 52‐53, Jakarta   

BTPN   Bank Tabungan Pensiunan 

Nasional Tbk.   AGM   20/03/2014     

GIAA   Garuda Indonesia (Persero) 

Tbk   EGM   24/03/2014     

MITI   Mitra Investindo Tbk.   EGM   24/03/2014   Ruang Serbaguna BEI    BBRM   Pelayarang Nasional Bina  Buana Raya Tbk   AGM   25/03/2014      BBRM   Pelayarang Nasional Bina  Buana Raya Tbk   EGM   25/03/2014      BJBR   Bank Pembangunan Daerah  Jawa Barat dan B   AGM   26/03/2014   Ballroom Hotel Hilton, Jl. HOS Tjokroaminoto No. 41‐43  Bandung    BJBR   Bank Pembangunan Daerah  Jawa Barat dan B   EGM   26/03/2014   Ballroom Hotel Hilton, Jl. HOS Tjokroaminoto No. 41‐43  Bandung    BJTM   Bank Pembangunan Daerah 

Jawa Timur Tbk   AGM   26/03/2014   Isyana Ballroom Hotel Bumi Surabaya    BBRI   Bank Rakyat Indonesia 

(Persero) Tbk.   AGM   26/03/2014     

INAF   Indofarma Tbk.   AGM   26/03/2014     

ITMA   Sumber Energi Andalan Tbk   EGM   27/03/2014     

WIKA   Wijaya Karya (Persero) Tbk.   AGM   27/03/2014   Gd. WIKA ‐ Ruang Serbaguna Lt. 11, Jl. DI Panjaitan Kav. 9  Jakarta Timur   

BNGA   Bank CIMB Niaga Tbk   AGM   27/03/2014   Soehanna Hall ‐ The Energy Building Lt. 2, Jl. Jend Sudirman  Kav. 52‐53 SCBD Lot 11 A, Jakarta   

AGRO   Bank Rakyat Indonesia 

Agroniaga Tbk   AGM   27/03/2014     

DEWA   Darma Henwa Tbk   AGM   28/03/2014   Ballroom 2 Lt. 1 ‐ JS Luwansa Hotel, Jl. HR Rasuna Said Kav. C ‐22 Jakarta 12940   

DEWA   Darma Henwa Tbk   EGM   28/03/2014   Ballroom 2 Lt. 1 ‐ JS Luwansa Hotel, Jl. HR Rasuna Said Kav. C ‐22 Jakarta 12940   

IGAR   Champion Pacific Indonesia 

Tbk   AGM   28/03/2014   Gd. Pasadenia, Jl. Pacuan Kuda Raya No. 27 Jakarta   

Jumat, 19 Desember 2014

(9)

Corporate Action

9

EMITEN

JUMLAH

DIVIDEN

CUM DIVIDEN RECORDING DATE

PEMBAYARAN

DIVIDEN

KETERANGAN

NELLY  4  01/09/2014  02/09/2014  18/09/2014     ACST  40  29/08/2014  01/09/2014  17/09/2014     JAWA  2  29/08/2014  01/09/2014  17/09/2014     RDTX  105  22/08/2014  25/08/2014  10/09/2014     DGIK  3  12/08/2014  15/08/2014  22/08/2014     RUIS  8  12/08/2014  13/08/2014  29/08/2014     KIAS  2  12/08/2014  13/08/2014  29/08/2014     SMAR  5  08/08/2014  11/08/2014  27/08/2014     TPMA  11  07/08/2014  08/08/2014  26/08/2014     GGRM  800  06/08/2014  07/08/2014  25/08/2014     LMSH  200  06/08/2014  07/08/2014  25/08/2014     LION  400  06/08/2014  07/08/2014  25/08/2014     DART  28  06/08/2014  07/08/2014  25/08/2014     MDRN  2  04/08/2014  05/08/2014  21/08/2014     ETWA  2  04/08/2014  05/08/2014  21/08/2014     GEMA  7  04/08/2014  05/08/2014  21/08/2014     DPNS  20  04/08/2014  05/08/2014  21/08/2014     PANR  8  04/08/2014  05/08/2014  21/08/2014     MASA  1  25/07/2014  04/08/2014  20/08/2014     BFIN  0  02/07/2014  02/07/2014  02/07/2014  1(satu) saham akan memperoleh  Rp.122.21 Rasio Final akan di informa‐ sikan pada saat Recording Date  TSPC  75  24/07/2014  25/07/2014  19/08/2014     ASBI  25  23/07/2014  24/07/2014  19/08/2014     PEGE  10  22/07/2014  23/07/2014  15/08/2014     ASDM  57  18/07/2014  21/07/2014  12/08/2014     ULTJ  12  18/07/2014  02/07/2014  02/07/2014     ALDO  2  17/07/2014  18/07/2014  12/08/2014     FORU  10  17/07/2014  18/07/2014  12/08/2014     PWON  5  17/08/2014  18/07/2014  22/08/2014     CLPI  0  17/07/2014  18/07/2014  12/08/2014  USD0.0018  GPRA  2  17/07/2014  18/07/2014  12/08/2014     FAST  30  15/07/2014  16/07/2014  05/08/2014     INDF  142  14/07/2014  15/07/2014  07/08/2014     MFIN  20  14/07/2014  15/07/2014  07/08/2014     DYAN  3  14/07/2014  15/07/2014  06/08/2014     AMFG  80  11/07/2014  14/07/2014  24/07/2014     KBLI  4  10/07/2014  11/07/2014  25/07/2014    

(10)

Disclaimer : Laporan ini dibuat dari opini analis hanya sebagai informasi untuk membantu investor dalam memahami pasar saham Indonesia dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian PT. First Asia Capital tidak menjamin dan bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini.

Branch Office

Jakarta: Thamrin

Gedung Jaya Lt. 2 Suite L02-05 Jl. M. H. Thamrin No. 12

Jakarta 10340 Phone : +62 21 3193 1811

Taman Palem

Ruko Mall Taman Palem No.32 Jl. Kamal Raya, Outer Ring Road Cengkareng

Jakarta 11730 Phone : +62 21 5437 6266

Latumenten

Jl.Terusan Bandengan Utara No.89F Jakarta 14450

Phone : +62 21 662 9496

Pantai Indah Kapuk

The Centro Metro Broadway Blok A No. 28 Lt. 2 Jl. Pantai Indah Utara 2

Jakarta 14460 Phone : +62 21 3001 0315 Serpong: Ruko Golden 8 Blok F No.6 Jl. Ki Hadjar Dewantara Gading Serpong - Tangerang

Banten 15810 Phone : +62 21 2923 8930

Yogyakarta:

Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta Jl. Kusumanegara 121 - Yogyakarta 55165 Phone : 0274-543944 Solo: Jl. Dr. Radjiman No. 314 Q Surakarta 57141 Phone : +62 271 743 498 Makasar :

Jl. Gunung Bawakareng No. 71 Makassar 90157 Phone : +62 411 361 3122

Sampit :

Universitas Darwan Ali Jl. Batu Berlian No. 10 Kalimantan Tengah 74322

Phone : +62 531 31992

Panin Bank Centre

3rd Floor Jl. Jend. Sudirman No. 1

Jakarta 10270, Indonesia

Phone

: +62 21 726 3969

Fax

: +62 21 571 0895

CS

: +62 21 726 2757

Web

: www.firstasiacapital.com

E-mail :

[email protected]

First Asia Research Team :

Ivan Kurniawan ([email protected])

David Nathanael ([email protected])

Referensi

Dokumen terkait

Namun, dengan balutan cerita, pesan, dan adegan film yang menarik banyak terdapat pesan-pesan dominasi kharismatik yang menarik yang ingin menanamkan ideologi

Penelitian terkait dengan ukuran pemerintahan daerahyang didasarkan pada total pendapatan dimana pemerintah daerah dengan total pendapatan yang lebih besar dapat memberikan

diuraikan di atas, waktu cerita Sang Pencerah bisa dilihat sebagai surat dari masa lalu yang mengingatkan bahwa telah terjadi penyimpangan luar biasa dari rasionalitas

Berdasarkan penelitian awal yang dilakukan ditemukan fenomena berkaitan dengan pengaruh pemahaman standar akuntansi pemerintahan (SAP), transparansi dan pelatihan terhadap

Hasil penelitian menunjukkan perilaku positif yang berhubungan dengan kejadian schistosomiasis yaitu perilaku buang air besar di jamban keluarga (p=0,001) dan menggunakan

Koleksi rujukan dapat diartikan sebagai bahan bacaan yang disusun dengan sistem tertentu untuk mendapatkan informasi yang lebih khusus, makin lengkap rujukan yang

Dengan dikeluarkannya aturan baru yaitu mengenai Peraturan bersama Ketua Mahkamah Agung, Menteri Hukum dan HAM, Menteri Kesehatan, Menteri Sosial, Jaksa Agung, Kapolri dan BNN

SUMBER INFORMASI SERTA PELIMPAHAN HAK CIPTA Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi berjudul Prevalensi Koksidiosis pada Sapi Perah di Kelompok Ternak Tirta Kencana