SISTEM KELISTRIKAN
SISTEM KELISTRIKAN
Untuk Sekolah Menengah Kejuruan
Untuk Sekolah Menengah Kejuruan
Bidang Keahlian : Teknik Mesin
Bidang Keahlian : Teknik Mesin
Program Keahlian : Teknik Mekanik Otomotif
Program Keahlian : Teknik Mekanik Otomotif
Berdasarkan Kurikulum SMK yang Disempurnakan
Berdasarkan Kurikulum SMK yang Disempurnakan
(Kurikulum SMK Edisi 1999)
(Kurikulum SMK Edisi 1999)
Penyusun :
Penyusun :
Mohammad Husni, Spd
Mohammad Husni, Spd
Editor :
Editor :
Sasongko Leksono A.P, ST
Sasongko Leksono A.P, ST
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
PUSA
PUSAT T PENGPENGEMBAEMBANGAN NGAN PENAPENATARATARAN N GURU GURU TEKNTEKNOLOGIOLOGI VOCATIO
VOCATIONAL NAL EDUCAEDUCATION TION DEVELODEVELOPMENT PMENT CENTERCENTER
JL. Teluk Mandar, Arjosari, Tromol Pos 5 Malang, 65102, Telp. (0341) 491239, Fax. (0341) 491342 JL. Teluk Mandar, Arjosari, Tromol Pos 5 Malang, 65102, Telp. (0341) 491239, Fax. (0341) 491342
KATA PENGANTAR
KATA PENGANTAR
Mo
Modudul l inini i diditeterbrbititkakan n ununtutuk k memenjnjadadi i babahahan n ajajar ar papada da SMSMK K BiBidadangng Keahlian Teknik Mesin, memenuhi tuntutan pelaksanaan Kurikulum SMK yang Keahlian Teknik Mesin, memenuhi tuntutan pelaksanaan Kurikulum SMK yang disempurnakan (Kurikulum SMK edisi 1999).
disempurnakan (Kurikulum SMK edisi 1999).
Nilai kegunaan modul ini terletak pada pemakaianya, karena itu kepada Nilai kegunaan modul ini terletak pada pemakaianya, karena itu kepada semua organisasi dan manajemen Pendidikan Menengah Kejuruan diharapkan semua organisasi dan manajemen Pendidikan Menengah Kejuruan diharapkan dapat berusaha untuk mengoptimalkan pemakaian modul ini.
dapat berusaha untuk mengoptimalkan pemakaian modul ini.
Dalam pemakaian modul ini, tetap diharapkan berpegang kepada azas Dalam pemakaian modul ini, tetap diharapkan berpegang kepada azas ke
keluluwewesasan, n, azazas as kekesesesusuaiaian an dadan n azazas as keketeterlrlakaksasananaan an sesesusuai ai dedengnganan karakteristik kurikulum SMK yang disempurnakan.
karakteristik kurikulum SMK yang disempurnakan.
Direk
Direktorat torat PendPendidikan idikan MenenMenengah gah KejurKejuruan uan menyamenyampaikampaikan n terima terima kasikasihh dan penghargaan kepada semua pihak yang telah berperan dalam penulisan dan penghargaan kepada semua pihak yang telah berperan dalam penulisan naskah bahan ajar ini.
naskah bahan ajar ini.
Jakarta, Agustus 2000 Jakarta, Agustus 2000 Direktur
Direktur
Pendidikan Menengah Kejuruan Pendidikan Menengah Kejuruan
Dr. Ir.
Dr. Ir. Gatot Hari Gatot Hari PriowPriowiryaniryantoto NIP 130675814
PROGRAM KEAHLIAN MEKANIK OTOMOTIF
PROGRAM KEAHLIAN MEKANIK OTOMOTIF
J J Memeperbaiki Memeperbaiki kerusakan pada kerusakan pada sistem kelistrikan sistem kelistrikan otomotif otomotif J1. J1. Menggunakan Menggunakan dan merawat dan merawat peralatan peralatan perbaikan sistem perbaikan sistem kelistrikan kelistrikan otomotif otomotif J2. J2. Memperbaiki Memperbaiki kerusakan pada kerusakan pada sistem motor sistem motor stater stater J3. J3. Memperbaiki Memperbaiki kerusakan pada kerusakan pada sistem pengisian sistem pengisian baterai baterai J4. J4. Memperbaiki Memperbaiki kerusakan pada kerusakan pada sistem pengapian sistem pengapian konvensional konvensional J5. J5. Memperbaiki Memperbaiki kerusakan pada kerusakan pada sistem sistem penerangan dan penerangan dan tanda belok tanda belok J6. J6. Memperbaiki Memperbaiki kerusakan pada kerusakan pada sistem pembersih sistem pembersih kaca kaca
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI
JUDUL MODUL JUDUL MODUL Kata
Kata pengpengantarantar ... .... ii
Strukt Struktur ur Profil Profil KompeKompetensi tensi TamatTamatanan ... ... iiii
Daftar Isi ... iii
Daftar Isi ... iii
Pendahuluan... iv
Pendahuluan... iv
Tujua Tujuan n umum umum pembpembelajaelajaranran ... ... vv Petun Petunjuk juk pengpenggunaagunaan n modulmodul ... ... vivi Kegiatan Belajar 1, Menggunakan serta merawat kabel penghubung dan Kegiatan Belajar 1, Menggunakan serta merawat kabel penghubung dan lampu lampu testtest ... ... 11 Lemba Lembar r EaluaEaluasisi ... .... 66 Lemba Lembar r JawaJawaban ban ... ... 77 Kegia Kegiatan Belajar 2, tan Belajar 2, MengMenggunakgunakan an dan merawat multi dan merawat multi tester tester ... 8... 8
Lembar Percobaan / Latihan Lembar Percobaan / Latihan Meng Mengukur ukur tegantegangangan... ... 2525 Pengukuran arus ... 26
Pengukuran arus ... 26
Pengukuran tahanan ... 27
Pengukuran tahanan ... 27
Lemba Lembar r EvaluEvaluasiasi ... .. 2828 Lemba Lembar r JawaJawaban ban PercPercobaanobaan ... ... 3030 Lembar Jawaban Evaluasi ... 33
Lembar Jawaban Evaluasi ... 33
Kegiatan Belajar 3, Menggunakan Dwell meter dan Tachometer serta Kegiatan Belajar 3, Menggunakan Dwell meter dan Tachometer serta cara cara merawmerawatnyatnya a ... ... 3636 Lemba Lembar r EvaluEvaluasi asi ... ... 4444 Lemba Lembar r JawaJawaban ban ... ... 4646 Kegia Kegiatan Belajar 4, tan Belajar 4, MengMenggunakgunakan dan an dan merawmerawat Timing at Timing light light ... 48... 48
Lemba Lembar r EvaluEvaluasi asi ... ... 5454 Lemba Lembar r JawaJawaban ban ... ... 5656 Umpan Balik... 58
Umpan Balik... 58 Daftar
Dalam melakukan pekerjaan perbaikan kendaraan, ada beberapa pekerjaan Dalam melakukan pekerjaan perbaikan kendaraan, ada beberapa pekerjaan ya
yang ng dadapapat t didilalakukukakan n dedengngan an mumudadah h dadan n adada a yayang ng susukakar. r. PaPada da umumumumnynyaa unt
untuk uk perpertamtama a kalkali i agagak ak keskesuliulitan tan daldalam am melmelakuakukan kan perperbaibaikan kan padpada a sissistemtem kelistrikan,karena semua peralatan pada system tersebut digerakkan oleh listrik kelistrikan,karena semua peralatan pada system tersebut digerakkan oleh listrik yang tidak dapat dilihat dengan mata manusia. Maka perlu menggunakan alat yang tidak dapat dilihat dengan mata manusia. Maka perlu menggunakan alat bantu untuk perbaikannya.
bantu untuk perbaikannya. Alat
Alat bantu bantu perbaikan perbaikan system system kelistrikan kelistrikan dapat dapat dikelompokkan dikelompokkan dalam dalam duadua kelompok :
kelompok : 1.
1. Alat untuAlat untuk mendiak mendiaknosknosa (menda (mendeteksieteksi).). 2.
2. Alat Alat untuk untuk mensemenservisrvisee Alat
Alat tersebut tersebut kebanyakan kebanyakan memerlukan memerlukan sumber sumber listrik listrik dalamdalam pen
pengopgoperaerasiasiannynnya a DalDalam am modmodul ul ini ini akaakan n dibdibahaahas s bebbeberaerapa pa alaalat t detdetekseksii kerusakan yaitu : kabel penghubung (jumper wire), lampu test (test lamp), kerusakan yaitu : kabel penghubung (jumper wire), lampu test (test lamp), AVO
AVO (Amper (Amper meter, meter, Volt Volt meter, meter, Ohm Ohm meter), meter), dwell dwell tester, tester, dan dan Timing Timing light.light. Dalam pelaksanaanya seorang mekanik dituntut untuk dapat menggunakan Dalam pelaksanaanya seorang mekanik dituntut untuk dapat menggunakan a
allaat t bbaannttu u tteerrsseebbuut t ddiiaattaas s ddeennggaan n bbeennaarr, , kkaarreenna a bbiilla a ssaallaah h ddaallaamm men
menggggunaunakakannynnya a tidtidak ak hanhanya ya kelkeliru iru daldalam am penpengukgukurauran n tettetapi api bisbisa a berberakiakibatbat fatal pada alat bantu tersebut (rusak).
fatal pada alat bantu tersebut (rusak).
Dalam modul ini akan dibahas tentang cara menggunakan alat bantu perbaikan Dalam modul ini akan dibahas tentang cara menggunakan alat bantu perbaikan sistem kelistrikan dan teknik perawatannya. Dimana alat tersebut harus selalu sistem kelistrikan dan teknik perawatannya. Dimana alat tersebut harus selalu siap pakai untuk pekerjaan yang akan datang, maka perawatan pada alat harus siap pakai untuk pekerjaan yang akan datang, maka perawatan pada alat harus selalu dilakukan oleh seorang mekanik.
Setelah selesai mempelajari serta mempraktekkan modul ini diharapkan siswa / Setelah selesai mempelajari serta mempraktekkan modul ini diharapkan siswa / pembaca dapat :
pembaca dapat :
1
1 MenggMenggunakaunakan peran peralatan latan perbaperbaikan Sikan Sistem Kistem Keliselistrikantrikan.. 2
Modul dengan judul “Menggunakan dan Merawat Peralatan Perbaikan Sistem Modul dengan judul “Menggunakan dan Merawat Peralatan Perbaikan Sistem Ke
Keliliststririkakan” n” inini i di di bubuat at ununtutuk k didigugunanakakan n babagi gi sisiswswa a SMSMK K jujurusrusan an MeMekakaninikk Otomotif.
Otomotif. Pr
Prososes es pepembmbelelajajararan an dadalalam m momodudul l inini, i, kikita ta babagi gi dadalalam m bebebeberarapa pa kekegigiatatanan belajar. Mulai kegiatan belajar 1, kegiatan belajar 2, dan seterusnya.
belajar. Mulai kegiatan belajar 1, kegiatan belajar 2, dan seterusnya.
Kegiatan belajar bisa dimulai dari kegiatan belajar 1 dan seterusnya, tetapi bisa Kegiatan belajar bisa dimulai dari kegiatan belajar 1 dan seterusnya, tetapi bisa juga
juga sesuai sesuai kebutuhan, kebutuhan, bagian bagian kegiatan kegiatan belajar belajar mana mana yang yang diinginkan diinginkan (lebih(lebih flek
fleksisibelbel). ). UntUntuk uk memmemperpermudmudah ah proproses ses pempembelbelajaajaranran, , makmaka a daldalam am proprosesses belajar sebaiknya digunakan benda asli (peraga). Karena pembahasan modul belajar sebaiknya digunakan benda asli (peraga). Karena pembahasan modul in
ini i babanynyak ak yayang ng bebersrsifaifat t ababststrarak, k, mamaka ka pepercrcobobaaaan n (D(Demoemonsnstrtrasasi) i) dadalalamm penyampaian materi adalah sangat cocok.
penyampaian materi adalah sangat cocok.
Pembahasan dalam modul ini bersifat teori dan masih dasar, maka diharapkan Pembahasan dalam modul ini bersifat teori dan masih dasar, maka diharapkan untuk kelanjuta
untuk kelanjutannya (praktek) nnya (praktek) bisa bisa bergbergabung dengan abung dengan modulmodul-modu-modul l lain lain yangyang ada hubungannya dengan modul ini.
MENGGUNAKAN SERTA MERAWAT KABEL PENGHUBUNG
MENGGUNAKAN SERTA MERAWAT KABEL PENGHUBUNG
(JUMPER WIRE)
(JUMPER WIRE)
DAN LAMPU TEST (TEST LIGHT)
DAN LAMPU TEST (TEST LIGHT)
1.
1. TujuTujuan Khan Khusus usus PembePembelajaralajarann
Setelah selesai mempelajari modul kegiatan belajar 1 ini diharapkan siswa / Setelah selesai mempelajari modul kegiatan belajar 1 ini diharapkan siswa / pengguna dapat :
pengguna dapat :
-- Mempergunakan kabel penghubung untuk mendiaknosa kerusakan padaMempergunakan kabel penghubung untuk mendiaknosa kerusakan pada salah satu sistem kelistrikan.
salah satu sistem kelistrikan.
-- Mempergunakan test lamp untuk mendiaknosa suatu sambungan.Mempergunakan test lamp untuk mendiaknosa suatu sambungan.
-- Mengerti prinsip-prinsip perawatan jumper wire dan test light.Mengerti prinsip-prinsip perawatan jumper wire dan test light.
2.
2. UraUraian ian MatMaterieri
2.1 Kabel Penghubung (jumper wire) 2.1 Kabel Penghubung (jumper wire)
Sa
Salalah h sasatu tu alalat at dedeteteksksi i dadalalam m peperbrbaiaikakan n SiSiststem em KeKeliliststririkakan n susuatatuu kendaraan yang sangat sederhana dan juga sangat penting adalah kabel kendaraan yang sangat sederhana dan juga sangat penting adalah kabel penghubung (jumper wire). Kabel penghubung dibuat dari kabel dengan penghubung (jumper wire). Kabel penghubung dibuat dari kabel dengan be
bebeberarapa pa ukukururan an papanjnjanang g pependndekeknynya, a, didimamana na kekedudua a ujujunung g kakabebell dipasang penjepit (jepit buaya) .
2.1.1 Cara Penggunaan 2.1.1 Cara Penggunaan
Sam
Sambunbungkgkanlanlah ah salsalah ah satsatu u ujuujung ng kabkabel el papada da kukutub tub pospositiitif f batbateraerai i dandan an
anda da memempmpununyayai i susumbmber er liliststririk k sesebebesasar r 12 12 VoVoltlt. . GuGunanakakan n ununtutuk k bobolala lampu, Motor atau alat-alat yang memerlukan tenaga sebesar 12 V.
lampu, Motor atau alat-alat yang memerlukan tenaga sebesar 12 V.
Gamba
Gambar 1.2 r 1.2 PengePengetesatesan bola lampn bola lampuu
Prinsip kerja dari kabel penghubung, adalah sama dengan pemberian arus Prinsip kerja dari kabel penghubung, adalah sama dengan pemberian arus se
secacara ra lalangngsusung ng lelewawat t kakabebel l pepengnghuhububung ng tetersrsebebut ut atatau au memenynyamambubungng se
secacara ra lalangngsusung ng jajalulur r didianantatara ra kekedudua a ujujunung g jejepipit t bubuayaya a papada da kakabebell penghubung.
penghubung. Bi
Bila la susuatatu u sisirkrkuiuit t sisiststem em kekelilisrsrtrtrikikan an mamati ti atatau au adada a gagangngguguanan, , sesebabagagaii con
contoh toh lamlampu pu padpada a sisistestem m tertersebsebut ut matmati. i. Kita Kita bisbisa a menmenggggunaunakan kan kakabelbel penghubung untuk mencari kerusakan pada sistem tersebut.
penghubung untuk mencari kerusakan pada sistem tersebut.
Lakukanlah pemeriksaan dengan kabel penghubung seperti gambar 1.3 kita Lakukanlah pemeriksaan dengan kabel penghubung seperti gambar 1.3 kita aka
akan n menmendapdapatkatkan an lamlampu pu menmenyalyala a bilbila a adada a gangangggguan uan padpada a kokompomponennen sekring atau saklar.
Gamba
Gambar 1.3 r 1.3 PengePengetesatesan suatu sambunn suatu sambungan.gan.
Unt
Untuk uk leblebih ih detdetailailnya nya andanda a bisbisa a melamelakukkukan an pempemerieriksaksaan an perperkokompomponennen (fuse dan saklar).
(fuse dan saklar).
Teknik yang serupa bisa anda lakukan pada Sistem Kelistrikan jenis yang Teknik yang serupa bisa anda lakukan pada Sistem Kelistrikan jenis yang lain. Misal Sistem Starter, sistem penerangan sistem pengisian dan sistem lain. Misal Sistem Starter, sistem penerangan sistem pengisian dan sistem kelistrikan lain.
kelistrikan lain.
2.1.2 Perawatan Kabel Penghubung. 2.1.2 Perawatan Kabel Penghubung.
Perlu diperhatikan dalam proses penghubungan, bila salah satu ujung kabelPerlu diperhatikan dalam proses penghubungan, bila salah satu ujung kabel
penghubung sudah menempel pada terminal (+) jangan menjatuhkan ujung penghubung sudah menempel pada terminal (+) jangan menjatuhkan ujung kabel penghubung yang lain.
kabel penghubung yang lain. Ka
Karerena na sesemumua a tetempmpat at yayang ng kakamu mu sesentntuh uh papada da memesisin n ataatau u bobody dy adadalalahah merupakan Ground kutub (-) baterai.
merupakan Ground kutub (-) baterai.
Percikan / bunga api besar dan arus listrik yang tinggi akan timbul, yang Percikan / bunga api besar dan arus listrik yang tinggi akan timbul, yang dapat membakar kabel penghubung.
dapat membakar kabel penghubung.
PerPerhathatikaikan n ujuujung ng kabkabel el yayang ng menmenempempel el padpada a jepjepit it buabuayaya, , biabiasansanya ya suksukaa
longgar atau lepas solderannya. longgar atau lepas solderannya.
2.2.Lampu tes (test light) 2.2.Lampu tes (test light)
Lam
Lampu pu tes tes digdigunaunakan kan sebsebagaagai i alaalat t pempemerieriksksa a tegtegangangan an yanyang g digdigunaunakakann pa
pada da kokompmpononenen. . LaLampmpu u tetes s didibubuat at dadari ri tes tes pepen n ununtuk tuk tetegagangngan an PLPLN,N, dimana bagian lampu diganti dengan lampu sofiet interior mobil. Pangkalan dimana bagian lampu diganti dengan lampu sofiet interior mobil. Pangkalan dari pada tes pen disambung kabel dengan ujung diberi jepit buaya.
dari pada tes pen disambung kabel dengan ujung diberi jepit buaya.
2.2.1 Nama bagian dari lampu tes 2.2.1 Nama bagian dari lampu tes
Keterangan. Keterangan. 1
1 tetest st prprobobe.e. 2
2 PegPegas as penpenghaghantantar.r. 3
3 BolBola laa lampu mpu sosofiet fiet 12V 12V / 3 / 3 WaltWalt.. 4
4 KabKabel el penpenghaghantantar.r. 5
5 JeJepipit t bubuayayaa
Gamba
Gambar 1.4 r 1.4 LampLampu Tesu Tes..
2.2.2 Cara penggunaan. 2.2.2 Cara penggunaan.
Lampu tes disambung diantara beberapa jalur kabel atau terminal dan body Lampu tes disambung diantara beberapa jalur kabel atau terminal dan body pada saat saklar rangkaian dalam keadaan ON. Terang atau tidaknya nyala pada saat saklar rangkaian dalam keadaan ON. Terang atau tidaknya nyala lampu, indikator secara kasar menunjukkan tegangan yang digunakan pada lampu, indikator secara kasar menunjukkan tegangan yang digunakan pada rangkaian tersebut.
rangkaian tersebut.
Gamba
Gambar 1.5 r 1.5 PengePengetesatesan sambunn sambungangan dengan lampu tes
dengan lampu tes
Pasang jepit buaya pada massa Pasang jepit buaya pada massa
(-(-) ) dadan n ananda da sisiap ap memendndetetekeksisi su
suatu atu sasambmbunungagan n papada da sisirkrkuiuitt ke
keliliststririkakan n tetersrsebebutut, , dadan n anandada akan
akan dapadapat t menemenentukantukan n kondikondisisi s
suauatu tu sisirkrkuiuit t dedengngan an memelilihahatt nyala lampu.
Gambar 1.6
Gambar 1.6 PengPengetesetesan hubungan hubungan singkaan singkatt dengan lampu tes
dengan lampu tes
L
Laammppu u ttees s bbiissa a jjuuggaa di
diggununakakan an ununtutuk k memencncararii h
huubbuunnggaan n ssiinnggkkaat t ppaaddaa gr
grououndnd, , sesebebelulumnmnya ya bebebabann di
dilelepapas s dadari ri huhububungngan an lalalulu le
letaktakkakan n lalampmpu u tetest st sesepepertrtii g
gaammbbaarr. . BBiilla a llaammppu u tteesstt men
menyayalala, , inindidikakatotor r adadananyaya hubungan singkat.
hubungan singkat. Ma
Masisih h babanynyak ak lalagi gi kekegugunanaan an lalampmpu u tetesst, t, cocobabalalah h teterurus s mamaka ka akakanan ditemukan kreasi-kreasi baru yang sangat menarik.
ditemukan kreasi-kreasi baru yang sangat menarik. Nah selamat mencoba.
Nah selamat mencoba.
2.2.3 Perawatan lampu test. 2.2.3 Perawatan lampu test.
Jangan menggulung kabel lampu test yang bisa merusak atau memutuskanJangan menggulung kabel lampu test yang bisa merusak atau memutuskan
dalamnya kabel atau solderannya. dalamnya kabel atau solderannya.
Perhatikan tegangan pada lampu test harus sama dengan tegangan sumber Perhatikan tegangan pada lampu test harus sama dengan tegangan sumber
baterai. baterai.
Bila lampu test mati, periksa apakah bola lampu sofiet di dalam lampu testBila lampu test mati, periksa apakah bola lampu sofiet di dalam lampu test
putus, atau ada sambungan kabel yang kurang baik (perbaiki). putus, atau ada sambungan kabel yang kurang baik (perbaiki).
Lembar latihan / Evaluasi. Lembar latihan / Evaluasi.
1)
1) Dalam suatu sistem penerDalam suatu sistem penerangaangan n (lamp(lampu kepala), terdapau kepala), terdapat t ganggangguan (lampuguan (lampu d
di i rraassaakkaan n rreedduup p )). . BBaaggaaiimamanna a ccaarra a ppeemmeerriikkssaaaan n ddeennggaan n kkaabbeell penghubung?
penghubung?
2)
2) LakukLakukan pemeriksan pemeriksaan pada sistem klaksoaan pada sistem klakson dibawah dengan lampn dibawah dengan lampu test u test bilabila klakson tidak bunyi.
Lembar jawaban. Lembar jawaban. 1)
1)
Nyalakan salah satu lampu kepala (dekat, jauh), lalu putus hubung kabel Nyalakan salah satu lampu kepala (dekat, jauh), lalu putus hubung kabel penghubung. Bila ada perubahan nyala lampu berarti pada jalur + ke lampu penghubung. Bila ada perubahan nyala lampu berarti pada jalur + ke lampu ke
kepapala la teterdrdapapat at rurugi gi tetegagangngan an teterlrlalalu u bebesasar, r, yayang ng memembmbuauat t lalampu mpu jajadidi redup.
redup.
2)
2) LetakkLetakkan jepit buaya pada masan jepit buaya pada massa, lalu test pada bagisa, lalu test pada bagian negatif klakan negatif klakson. Bilason. Bila lampu nyala kerusakan pada tombol, dan bila lampu mati, berarti kerusakan lampu nyala kerusakan pada tombol, dan bila lampu mati, berarti kerusakan pada klakson atau sekring.
KEGIATAN BELAJAR 2.
KEGIATAN BELAJAR 2.
MENGGUNAKAN DAN MERAWAT MULTI TESTER
MENGGUNAKAN DAN MERAWAT MULTI TESTER
(AMPER METER, VOLT METER, DAN OHM METER)
(AMPER METER, VOLT METER, DAN OHM METER)
1.
1. TujuaTujuan khun khusus psus pembelembelajaranajaran..
Setelah selesai mempelajari modul kegiatan belajar 2 ini diharapkan siswa / Setelah selesai mempelajari modul kegiatan belajar 2 ini diharapkan siswa / pembaca dapat :
pembaca dapat :
Mempergunakan Multi tester untuk mengukur tegangan DC / searah.Mempergunakan Multi tester untuk mengukur tegangan DC / searah.
Mempergunakan Multi tester untuk mengukur tegangan AC / bolak-balik.Mempergunakan Multi tester untuk mengukur tegangan AC / bolak-balik.
Mempergunakan Multi tester untuk mengukur arus DC / searah.Mempergunakan Multi tester untuk mengukur arus DC / searah.
Mempergunakan Multi tester untuk mengukur tahanan.Mempergunakan Multi tester untuk mengukur tahanan.
Mempergunakan Multi tester untuk memeriksa sambungan.Mempergunakan Multi tester untuk memeriksa sambungan.
Mengerti teknik-teknik perawatan.multi tester.Mengerti teknik-teknik perawatan.multi tester.
2.
2. UraUraian ian MatMaterieri..
Multi tester (AVO) adalah salah satu alat untuk mengetes kelistrikan. Multi tester (AVO) adalah salah satu alat untuk mengetes kelistrikan. Pen
Pengguggunaanaannynnya a sansangagat t lualuas s seksekaliali, , untuntuk uk mengmengukukur ur tegtegangangan an baibaik k DCDC mau
maupun pun AC, AC, penpengukgukurauran n aruarus, s, tahtahanaanan n dan dan untuntuk uk memmemerieriksa ksa hubhubungunganan kelistrikan dari suatu komponen.
kelistrikan dari suatu komponen. Pa
Pada da dadasasarnrnya ya adada a 2 2 jejeninis s MuMultlti i teteststerer, , tetestster er momodedel l didigigitatal l didimamanana pen
penunjunjukkukkan an hashasil il pepengungukurkurannannya ya lanlangsgsung ung dendengan gan angangka-ka-angangka, ka, dandan te
testster er momodedel l jajarurum m (j(jararum um ananalalogog) ) hahasisil l pepengngukukururan an diditutunjnjukukkakan n ololeheh sebuah jarum.
sebuah jarum.
Pada modul ini hanya akan dibahas mengenai Multi tester model Analog. Pada modul ini hanya akan dibahas mengenai Multi tester model Analog. M
Muullti ti tetessteter r aannaalloog g bbaannyyaak k mmaaccaammnnyya a ddiippaassaarraann, , tteettaappi i pprriinnssiipp pengoperasiannya hampir sama semua. Maka disini kita ambil satu contoh pengoperasiannya hampir sama semua. Maka disini kita ambil satu contoh merk sanwa type YX 360 TRE.
Ga
Gambmbar ar 22.1 M.1 Mululti ti MMeeteter r AnAnalaloq oq GaGammbabar r 22.2 M.2 Mululti ti MeMetter er DDigigititalal
Nama bagian-bagia
Nama bagian-bagian n Multi testerMulti tester
Gamba
2.2 Pemeriksaan dan penyetelan skala nol (0). 2.2 Pemeriksaan dan penyetelan skala nol (0).
Sebelum menggunakan sirkuit tester anda harus pastikan bahwa jarum Sebelum menggunakan sirkuit tester anda harus pastikan bahwa jarum penunjuk ada dibagian garis ujung sebelah kiri pada skala, bila tidak. penunjuk ada dibagian garis ujung sebelah kiri pada skala, bila tidak. Putarlah skrup penyetel jarum penunjuk dengan sebuah obeng sampai Putarlah skrup penyetel jarum penunjuk dengan sebuah obeng sampai penunjuk tersebut berada tepat pada garis ujung sebelah kiri.
penunjuk tersebut berada tepat pada garis ujung sebelah kiri. Sekali anda melakukan penyetelan pada skala nol (0), anda tidak Sekali anda melakukan penyetelan pada skala nol (0), anda tidak memerlukan pengecekan yang terlalu sering.
memerlukan pengecekan yang terlalu sering.
Gambar 2
Gambar 2.4 .4 PenyPenyetelaetelan Skala non Skala nol (0)l (0)
2.3 Mengukur Tegangan DC. 2.3 Mengukur Tegangan DC.
Daerah pengukuran tegangan DC adalah dari 0 – 1000 Volt. Hubungkan Daerah pengukuran tegangan DC adalah dari 0 – 1000 Volt. Hubungkan kab
kabel el penpengetgetesaesan n (te(test st lealead) d) warwarna na mermerah ah ketketermerminainal l pospositiitif f testester ter dandan kabel warna hitam ke terminal negatif tester. Posisikan range selektor pada kabel warna hitam ke terminal negatif tester. Posisikan range selektor pada salah satu daerah DCV dengan pilihan (0,5, 2,5, 10, 50, 250, 1000, Volt). salah satu daerah DCV dengan pilihan (0,5, 2,5, 10, 50, 250, 1000, Volt). Lihat tebel dibawah.
Lihat tebel dibawah. R Raanngge e TTeeggaannggaan n yyaanng g ddaappaat t ddi i uukkuur r 0 0,,5 5 0 0 – – 00,,5 5 VVoolltt.. 2 2,,5 5 00,,5 5 – – 22,,5 5 VVoolltt.. 1 10 0 22,,5 5 – – 110 0 VVoolltt.. 5 50 0 110 0 – – 550 0 VVoolltt.. 2 2550 0 550 0 – – 22550 0 VVoolltt.. 1 100000 0 22550 0 – – 1100000 0 VVoolltt
Pemilihan range sangat menentukan keakuratan dari hasil pengukuran dan Pemilihan range sangat menentukan keakuratan dari hasil pengukuran dan keama
keamanan alat. nan alat. Bila range Bila range tester terlalu besar tester terlalu besar dengdengan an tegantegangan yang gan yang diukudiukur r aka
akan n berberakiakibat bat tidtidak ak akuakurat rat (sa(salah lah pempembacbacaanaan). ). BilBila a ranrange ge terlterlalu alu keckecilil dengan tegangan yang diukur, akan berakibat tester rusak.
dengan tegangan yang diukur, akan berakibat tester rusak.
Maka kita harus bisa memperkirakan seberapa besar tegangan yang akan Maka kita harus bisa memperkirakan seberapa besar tegangan yang akan kita ukur. Baru setelah itu kita posisikan range pada posisi di atas tegangan kita ukur. Baru setelah itu kita posisikan range pada posisi di atas tegangan ya
yang ng didipeperkrkirirakakan an tatadi di (t(tegeganangagan n yayang ng mamau u didiukukurur). ). BiBila la kikita ta titidadak k tatahuhu ber
berapa apa besbesar ar tegtegangangan an yanyang g akaakan n diudiukur kur leblebih ih baibaik k kitkita a posposisiisikan kan ranrangege pada posisi yang besar lalu kalau penunjukkan jarum sedikit (sulit dibaca), pada posisi yang besar lalu kalau penunjukkan jarum sedikit (sulit dibaca), ma
maka ka kikita ta bibissa a memengngururanangi gi poposisisi si rarangnge, e, bebegigitu tu seseteterurusnsnya ya sasampmpaiai penunjukkan jarum dapat dibaca dengan mudah.
penunjukkan jarum dapat dibaca dengan mudah.
Di
Dimanmana a cacara ra pepengngukukururanannynya a didilalakukukakan n dedengngan an memempmpararalalel el alalat at ukukur ur den
dengan gan bebbeban an (te(tegangangan gan bebbeban an yayang ng mau mau diudiukurkur). ). KabKabel el yayang ng berberwawarnarna merah dari terminal positif Multi tester ke terminal positif dari sumber arus merah dari terminal positif Multi tester ke terminal positif dari sumber arus da
dan n kakabebel l pepengngeteetes s beberwrwararna na hihitatam m dadari ri tertermiminanal l nenegagatitif f MuMultlti i tetestster er dih
dihubuubungngkan kan ke ke terterminminal al negnegatiatif f dardari i sumsumber ber aruarus. s. SelSelanjanjutnutnya ya bacbacalaalahh tegangan pada skala DC dengan bantuan tabel dibawah ini.
tegangan pada skala DC dengan bantuan tabel dibawah ini. R
Ranangge e popossititioion n SSkakala la yyanang g didibabacca a HaHassililnynya a kkalalikikan an dedengnganan 0 0,,5 5 V V 550 0 X X 00,,0011 2 2,,5 5 V V 22550 0 X X 00,,0011 1 100 VV 1100 XX 11 5 500 VV 5500 XX 11 2 25500 VV 225500 XX 11 1 100000 0 V V 10 10 X X 110000
Gamba
Gambar 2.5 r 2.5 PosisPosisi range sei range selektor lektor Pada DC Volt
Pada DC Volt
Gambar 2
Gambar 2.6 .6 PembacPembacaan Skaan Skalaala
Contoh Contoh Po
Posisisi si seselelektktor or papada da 5050V V DC DC jajarurum m akakan an menmenununjujukkkkan an poposisisi si 1212V V DCDC seperti terlihat pada gambar.
seperti terlihat pada gambar. Range Position DC Volt Range Position DC Volt
12 Volt 12 Volt
Daerah pembacaan Daerah pembacaan
2.4 Mengukur tegangan AC. 2.4 Mengukur tegangan AC.
Daerah pengukuran tegangan dari 0 – 1000 Volt, cara pembacaan sama Daerah pengukuran tegangan dari 0 – 1000 Volt, cara pembacaan sama dengan pengukuran DC Volt, dan kabel pengetesan (tes lead) bisa dibolak dengan pengukuran DC Volt, dan kabel pengetesan (tes lead) bisa dibolak balik.Tentukan selektor pada posisi AC Volt.
balik.Tentukan selektor pada posisi AC Volt.
Tabel dibawah ini untuk patokan dalam hal pemilihan Range. Tabel dibawah ini untuk patokan dalam hal pemilihan Range.
Ra
Ranngge e TiTingngkakat t kkeaeakkururaatatan n dadan n bbaatatas s mamax x pepengngukukururaann 1 100 VV 00 –– 1100 VV 2 20 0 V V 110 0 – – 550 0 VV.. 2 2550 0 V V 550 0 – – 22550 0 VV 1 100000 0 V V 22550 0 – – 1100000 0 VV
Bila sudah menentukan range pada posisi AC Volt. Kemudian hubungkan Bila sudah menentukan range pada posisi AC Volt. Kemudian hubungkan kabel pengukur (test lead) secara paralel pada bagian yang akan diperiksa kabel pengukur (test lead) secara paralel pada bagian yang akan diperiksa da
dan n babacacalalah h skskalala a VAVAC C (A(ACVCV) ) yayang ng diditutunjnjukukkakan n ololeh eh jajarurum m pepenununjnjukuk dengan bantuan tabel dibawah ini.
dengan bantuan tabel dibawah ini. R
Ranangge e poposisititioon n SkSkalala a yyanang g didibabacca a HaHassililnynya a kakalilikkan an dedengnganan AC
AC 10 10 V V AC AC 10 10 V V 10 10 X X 11 AC
AC 50 50 V V 50 50 X X 11 AC
AC 250 250 V V ACV ACV 250 250 X X 11 AC
AC 1000 1000 V V 10 10 X X 100100
Range Positio
Contoh : Contoh :
Pembacaannya adalah 220 Volt AC, sebab range selektornya di set pada Pembacaannya adalah 220 Volt AC, sebab range selektornya di set pada 250 AC Volt.
250 AC Volt.
220 Volt 220 Volt
2.5 Mengukur arus DC. 2.5 Mengukur arus DC.
Untuk Multi tester type tersebut diatas hanya mempunyai daerah ukur Untuk Multi tester type tersebut diatas hanya mempunyai daerah ukur
0-250 mA jadi maksimum pengukuran 250 mA. Supaya bisa dipakai untuk 0-250 mA jadi maksimum pengukuran 250 mA. Supaya bisa dipakai untuk arus yang lebih tinggi digunakan komponen bantu.
arus yang lebih tinggi digunakan komponen bantu.
2.5.1
2.5.1 MengMengukur aruukur arus DC dari 0-2s DC dari 0-250 mA.50 mA.
Setel selektor ke 250 mA DC kemudian putuskan arus listrik pada titik Setel selektor ke 250 mA DC kemudian putuskan arus listrik pada titik tert
tertententu u padpada a kokompomponen nen yayang ng akaakan n kitkita a ukuukur r (co(contoh ntoh titititik k pospositiitif) f) lallaluu hubungkan secara seri dengan Multi tester dengan cara kabel pengukur hubungkan secara seri dengan Multi tester dengan cara kabel pengukur ya
yang ng beberwrwararna na memerarah h (d(darari i tetermirminanal l poposisititif f testesteter) r) ke ke tertermiminanal l poposisititif f sum
sumber ber aruarus, s, dan dan kakabel bel penpengukgukur ur yanyang g berberwarwarna na hithitam am (da(dari ri terterminminalal positif tester) ke terminal yang kita putus tadi., Skalanya DCA (ADC) yang positif tester) ke terminal yang kita putus tadi., Skalanya DCA (ADC) yang ditunjukkan oleh jarum penunjuk.
ditunjukkan oleh jarum penunjuk.
Gamba
Gambar 2.9 r 2.9 PosisPosisi range sei range selektor lektor DC mA
DC mA
Gamba
Gambar 2.10 r 2.10 PembPembacaan sacaan skalakala DC mA
DC mA Ran
Range Position DC mAge Position DC mA
Daerah pembacaan Daerah pembacaan 50 = 50
Contoh : Contoh :
Nilai pengukurannya adalah 175 mA, sebab selektor disetel pada 250 mA. Nilai pengukurannya adalah 175 mA, sebab selektor disetel pada 250 mA.
2.5.2
2.5.2 MengMengukur Arus Dukur Arus DC Lebih dari bataC Lebih dari batas ukur.s ukur.
Pengertian dasar.Pengertian dasar.
Alat
Alat ukur ukur kumparan kumparan putar putar (Meter (Meter Moving Moving Coil) Coil) dipakai dipakai untuk untuk mengukur mengukur ar
arus us dadan n bebeda da popotetensnsiaial. l. ArArus us yayang ng akakan an didiukukur ur didilelewawatktkan an dadalalamm sebuah kumparan yang ditaruh dalam suatu medan magnet.(lihat gambar sebuah kumparan yang ditaruh dalam suatu medan magnet.(lihat gambar 2)
2). . MaMakikin n bebesasar r ararus us yayang ng lelewawat t kukumpmpararan an mamakikin n babanynyak ak kukumpmpararanan be
berprpututarar. . KuKumpmpararan an akakan an kekembmbalali i ke ke poposisisi si nonol l akakibibat at adadananya ya 2 2 peper r halus
halus, , yang juga yang juga dihudihubungkbungkan an dengdengan an termiterminal-ternal-terminalminal. . SebuaSebuah h jarumjarum pen
penunjunjuk uk dipdipasasangangkakan n padpada a kumkumparparan an putputar. ar. KarKarena ena aruarus s yayang ng lewlewatat kum
kumparparan an berbertamtambah bah makmaka a jarjarum um penpenunjunjuk uk akakan an berbergergerak ak melmelewewatiati ska
skala. la. GerGerakkakkan an penpenununjuk juk dardari i skaskala la nol nol samsampai pai skaskala la penpenuh uh disdisebuebutt simpangan skala penuh (full scale deflection atau fsd) dari meter.
simpangan skala penuh (full scale deflection atau fsd) dari meter.
Multi meter yang mempunyai kemampuan pengukuran arus kecil dengan Multi meter yang mempunyai kemampuan pengukuran arus kecil dengan tambahan rasistor shunt atau resistor paralel dapat dipakai untuk aliran tambahan rasistor shunt atau resistor paralel dapat dipakai untuk aliran ar
arus us yayang ng lelebibih h bebesasar. r. SeSebubuah ah AmAmpeper r memeteter r yayang ng fsfsd-d-nynya a 25250 0 mAmA dengan tambahan resistor shunt akan dapat dipakai untuk arus sampai dengan tambahan resistor shunt akan dapat dipakai untuk arus sampai 2,5 atau bahkan 25 A.
2,5 atau bahkan 25 A.
Gamb
Pikirkan rangkaian yang terlihat dalam gambar 2 12 Pikirkan rangkaian yang terlihat dalam gambar 2 12 Bila fsd meter 250 mA dan kita ingin
Bila fsd meter 250 mA dan kita ingin me
mengngukukuur r araruus s ssamampapai i 225050000 0 mAmA (2
(2,5,5A)A), , mamakka a didibbututuhuhkakan n sesebubuaahh re
ressisistotor r sshuhuntnt. . ArArus us 25250 0 mA mA akakaann melewati meter dan sisa arus 2250 mA melewati meter dan sisa arus 2250 mA (2,25A) akan lewat shunt. Nilai resistor (2,25A) akan lewat shunt. Nilai resistor sh
shununt t akakan an memenjnjadadi i 9 9 kakali li lelebibih h kekecicill dari pada resistor meter, karena shunt dari pada resistor meter, karena shunt membawa arus 9 kali lebih besar dari membawa arus 9 kali lebih besar dari pad
pada a AmpAmper er metmeter. er. MisMisalkalkan an resresististor or dar
dari i Ohm Ohm metmeter er (Mu(Multi lti metmeter) er) adaadalahlah 10
10 , , mamaka ka ninilalai i reresisiststor or shshununtntnyaya adalah adalah 1111,,11 9 9 10 10 P
Peemmbbaaccaaaan n sskkaalla a tteettaap p 22550 0 mmAA (d
(diaiangnggagap p 2,2,5 5 A) A) sisimpmpanangagan n skskalalaa penuhnya tetap 250 mA, supaya dapat penuhnya tetap 250 mA, supaya dapat dibaca sampai 2,5 A. Multi meter harus dibaca sampai 2,5 A. Multi meter harus di
dipapasasang ng papararalelel l dedengngan tahan tahanananan shunt 1,11 Ohm.
shunt 1,11 Ohm.
Gambar 2 12 .Rasistor shunt dengan Gambar 2 12 .Rasistor shunt dengan
Amper
Amper meter.meter.
Gambar 2 13 Multi meter dengan Gambar 2 13 Multi meter dengan
resistor shunt. resistor shunt. Unt
Untuk uk catcatataatan n bahbahwa wa fsd fsd dardari i mulmulti ti metmeter er (oh(ohm m metmeter) er) setsetiap iap jenjenis is berberbedbeda,a, maka resistor shunt hanya bisa dipakai khusus untuk ohm meter yang sudah maka resistor shunt hanya bisa dipakai khusus untuk ohm meter yang sudah diukur fsd nya
diukur fsd nya
pasangan pasangan
Contoh : Contoh :
Pengukurannya adalah 2 A, sebab selektor pada 250mA menggunakan resistor Pengukurannya adalah 2 A, sebab selektor pada 250mA menggunakan resistor shunt (2,5A)
Penting. Penting. Sir
Sirkuikuit t testester ter hanhanya ya memmempunpunyai yai tahatahanan nan diddidalaalamnymnya a (In(Interternal nal resresististor) or) yayangng sangat kecil untuk mengukur arus listrik. Oleh karena itu sirkuit tester jangan sangat kecil untuk mengukur arus listrik. Oleh karena itu sirkuit tester jangan di
dihuhububungngkakan n papararalelel l papada da bebebaban n sasaat at memengngukukur ur ararus us liliststririk, k, kakarerena na dadapapatt merusak multi tester. Begitu juga saat mengukur arus listrik dalam beban besar merusak multi tester. Begitu juga saat mengukur arus listrik dalam beban besar (melebihi batas ukur).
(melebihi batas ukur).
Gamba
2.6 Mengukur Tahanan. 2.6 Mengukur Tahanan. 2.6.1 Kalibrasi.
2.6.1 Kalibrasi.
Sebelum mengukur tahanan, pertama kita harus memutar tombol kalibrasi Sebelum mengukur tahanan, pertama kita harus memutar tombol kalibrasi Oh
Ohm, m, dedengngan an ujujunung g alalat at ukukur ur didibubuat at beberhrhububunungagan n sisingngkakat, t, sasampmpaiai pe
pembmbacacaaaan n jajarurum m pepenununjnjuk uk papada da 0 0 dadalalam m skskalala a OhOhm. m. KaKalilibrbrasasi i ininii diperlukan setiap kali merubah range.
diperlukan setiap kali merubah range.
Gamba
Gambar 2.16 r 2.16 KalibrKalibrasi Ohasi Ohm.m. 2.6.2 Pengukuran
2.6.2 Pengukuran Ada
Ada beberapa beberapa tingkat tingkat (range) (range) untuk untuk mengukur mengukur tahanan tahanan (kemampuan(kemampuan pengukuran alat ukur). Posisi “1K” untuk 1000
pengukuran alat ukur). Posisi “1K” untuk 1000 , dengan demikian 10K, dengan demikian 10K ber
berartarti i 10010000 dan dan sebsebagaagainyinya. a. SebSebagagai ai patpatokaokan n bisbisa a melmelihaihat t tabtabelel dibawah.
dibawah. Range
Range Tingkat tahanan yang dapat diukur (Tingkat tahanan yang dapat diukur ()) X X11. . 0 0 ss//d d 22..00000 0 ((2 2 KK)).. X X1100. . 0 0 ss//d d 2200..00000 0 ((220 0 KK)).. X X110000. . 0 0 ss//d d 22000 0 KK.. X X11KK. . 0 0 ss//d d 2 2 MM.. X X1100K K 0 0 ss//d d 220 0 MM
Gambar 2.17 Posisi range selektor Gambar 2.17 Posisi range selektor
ohm ohm
Gamba
Gambar 2.18 r 2.18 PembaPembacaan skcaan skala ohmala ohm
Set
Setiap iap kalkali i kitkita a menmengesgeset et ranrange ge selselektektor or (ti(tingkngkat)at), , kitkita a harharus us menmengkagkaliblibrasrasii jarum
jarum penunjuk penunjuk (pointer). (pointer). Lepaskan Lepaskan hubungan hubungan tegangan tegangan (arus) (arus) dengan dengan bebanbeban ya
yang ng akaakan n diudiukur kur (ra(rangkngkaiaaian n daldalam am konkondisdisi i off)off), , kekemudmudian ian hubhubungungkan kan kedkeduaua ujung kabel pengetesan (test lead) pada beban. (Dihubungkan secara paralel ujung kabel pengetesan (test lead) pada beban. (Dihubungkan secara paralel dengan beban), lalu baca jarum penunjuk (pointer) pada skala
dengan beban), lalu baca jarum penunjuk (pointer) pada skala dan kalikandan kalikan dengan range (selektor). Kita bisa gunakan tabel dibawah ini.
dengan range (selektor). Kita bisa gunakan tabel dibawah ini. R
Raanngge e ppoossiittiioon n SSkkaalla a yyaanng g ddiibbaacca a HHaassiillnnyya a kkaalliikkaan n ddeennggaann X1. X1. (Ohm).(Ohm). X1. X1. X X1100.. XX1100.. X X110000.. XX110000.. X X11KK.. XX11000000.. X X110 0 KK. . XX1100..000000.. Contoh. Contoh.
Nilai pengukuran adakah 80
2.7 Pengetesan hubungan 2.7 Pengetesan hubungan
Dal
Dalam am pempemerieriksaksaan an hubhubungungan an kelkelististrikrikan, an, kitkita a bisbisa a mengmenggungunakakan an MulMultiti meter dalam Ohm, range selektor pada posisi X1. Kalibrasi skala selalu kita meter dalam Ohm, range selektor pada posisi X1. Kalibrasi skala selalu kita lakukan. Kemudian kita bisa melakukan pengetesan suatu hubungan, yang lakukan. Kemudian kita bisa melakukan pengetesan suatu hubungan, yang berada diantara kabel pengetes (test lead)
berada diantara kabel pengetes (test lead)
Hubungan akan semakin baik bila jarum menunjuk ke kanan ke arah 0 Hubungan akan semakin baik bila jarum menunjuk ke kanan ke arah 0
(s
(sesesuauai i dedengngan an kekeadadaaaan n wawaktktu u kakalilibrbrasasi) i) dadan n sesemamakikin n jajauh uh dedengnganan keadaan waktu kalibrasi (ke kiri), hubungan semakin jelek (ada hambatan). keadaan waktu kalibrasi (ke kiri), hubungan semakin jelek (ada hambatan).
Penting Penting
Da
Dalalam m memengngukukur ur tatahahananan n atatau au pepengngececekekan an huhububungngan an hahanynya a bobolelehh dilakukan bila seluruh hubungan komponen dilepaskan dari arus kelistrikan dilakukan bila seluruh hubungan komponen dilepaskan dari arus kelistrikan (open cirkuit). Bila tidak, arus akan mengalir ke tester dan dapat membakar (open cirkuit). Bila tidak, arus akan mengalir ke tester dan dapat membakar tahanan koil di dalam alat ukur.
tahanan koil di dalam alat ukur.
Gamba
2.8 Perawatan Multi Meter.(AVO) 2.8 Perawatan Multi Meter.(AVO)
Penggantian Baterai.Penggantian Baterai.
Di dalam Multi meter terdapat 2 macam baterai 1,5V X2 (sum – 3) dan 9V Di dalam Multi meter terdapat 2 macam baterai 1,5V X2 (sum – 3) dan 9V (0
(00606P) P) yyanang g didippakakaai i ununtutuk k ppenenggukukururaan n tatahhanananan. . MaMakka a didipeperlrlukukanan penggantian baterai secara berkala. Untuk jelasnya anda bisa memastikan penggantian baterai secara berkala. Untuk jelasnya anda bisa memastikan apakah baterai perlu diganti atau tidak.
apakah baterai perlu diganti atau tidak.
Gamba
Gambar 2.20 r 2.20 BagiaBagian belakn belakang multiang multi tester
tester
CaraCara
Ka
Kalilibrbrasasi i mumulti lti memeteter r papada da skskalalaa 1
1 XX , bila tidak bisa keposisi O, bila tidak bisa keposisi O
maka baterai 1,5V (sum – 3) perlu maka baterai 1,5V (sum – 3) perlu diganti.
diganti. Ka
Kalilibrbrasasi i mumulti lti memeteter r papada da skskalalaa X10K
X10K, bila tidak bisa keposisi O, bila tidak bisa keposisi O
mak
maka a batbateraerai i 9V 9V (00(006P) 6P) wawaktuktunyanya diganti
diganti B
Buukka a bbaauut t yyaanng g bbeerraadda a ppaaddaa b
baaggiiaan n bbeellaakkaanng g mmuulltti i mmeetteer r dengan obeng
dengan obeng , lalu ganti baterai, lalu ganti baterai dan
dan letletakkakkan an sessesuai uai polpolariaritastasnynya.a. Lihat gambar 2.20.
Lihat gambar 2.20.
Penggantian sekring.Penggantian sekring.
Semua multi tester dilengkapi sekring, bila ada kesalahan pengukuran, maka Semua multi tester dilengkapi sekring, bila ada kesalahan pengukuran, maka sekring bisa putus, dengan begitu alat ukur aman. Bila terjadi hal tersebut sekring bisa putus, dengan begitu alat ukur aman. Bila terjadi hal tersebut mak
maka a bubuka ka tutututup p babagigian an bebelalakakang ng MuMultlti i metmeter er lalalu lu gagantnti i sesekrkrining g sesesusuaiai spesifikasi (250V/0,5A). Lokasi sekring bisa lihat gambar 2.20.
Penyimpanan Multi Meter.Penyimpanan Multi Meter.
Bila multi meter selesai dipakai simpan pada posisi range selektor off, bila Bila multi meter selesai dipakai simpan pada posisi range selektor off, bila tidak ada posisi off,
tidak ada posisi off, maka posisikmaka posisikan pada an pada skalskala a AC paling besar.AC paling besar.
Simpan pada tempat khusus jangan dicampur dengan oli, besi, dan Simpan pada tempat khusus jangan dicampur dengan oli, besi, dan benda-benda keras lainnya.
benda keras lainnya.
Jauhkan dari magnet karena bisa mempengaruhi alat ukur. Jauhkan dari magnet karena bisa mempengaruhi alat ukur.
Lembar percobaan / latihan. Lembar percobaan / latihan. 1)
1) PenguPengukurakuran tegn tegangaangan.n.
Lengkapi kalimat dan gambar dibawah.Lengkapi kalimat dan gambar dibawah.
Tegangan diukur dengan ………..dalam satuan………. Tegangan diukur dengan ………..dalam satuan……….
D
Daallaam m ggaammbbaar r ddiibbeerri i ssiimmbbool l VV
Volt meter dihubungkan………terhadap beban Volt meter dihubungkan………terhadap beban
I.
I. PePengngukukururan an tetegagangngan an babateterarai i II. II. PePengngukukururan an tetegagangngan an lalampmpuu
Lakukan percobaan seperti gambar yang anda buat.Lakukan percobaan seperti gambar yang anda buat.
Perbedaan pengukuran I – II disebut……….. Perbedaan pengukuran I – II disebut………..
12 12 VV B
2)
2) PenguPengukurakuran n ArusArus
Lengkapi kalimat dan gambar dibawah. Lengkapi kalimat dan gambar dibawah.
Arus
Arus diukur diukur dengan………dengan………dala………dalam m satuan…………satuan………
Dalam gambar diberi simbol Dalam gambar diberi simbol
Amper
Amper meter meter dihubungkan dengan………dihubungkan dengan………terhadap …terhadap beban.beban.
Gunakan tahanan shunt pada skala 250 mA, lalu coba seperti gambar catatGunakan tahanan shunt pada skala 250 mA, lalu coba seperti gambar catat
besar besar arusnya, dan pindahkan alat ukur setelah lampu. besar besar arusnya, dan pindahkan alat ukur setelah lampu.
Berapa besar arusnya.? Bandingkan dengan pengukuran sebelumnya. Berapa besar arusnya.? Bandingkan dengan pengukuran sebelumnya.
Hasilnya……….. Hasilnya………..
Kenapa
Kenapa begitu…………begitu………....
A A
3.
3. PenguPengukuran kuran tahantahanan.an. Lengkapi kalimat dibawah. Lengkapi kalimat dibawah.
Tahanan diukur dengan………dalam satuan……… Tahanan diukur dengan………dalam satuan……… Dalam gambar diberi simbol………
Dalam gambar diberi simbol………
Ohm meter mengukur tahanan diantara………. Ohm meter mengukur tahanan diantara………. Dengan sirkuit dalam kondisi………
Dengan sirkuit dalam kondisi………
Lakukan pengukuran seperti dibawahLakukan pengukuran seperti dibawah
Pengukuran beban tunggal.Pengukuran beban tunggal.
Hasil ukur………..Hasil ukur………..
Pengukuran Pengukuran beban………beban………
Hasil ukur………..Hasil ukur………..
Pengukuran Pengukuran beban………beban………..………..
Hasil ukur……….Hasil ukur……….
Kesimpulan hasil ukur.Kesimpulan hasil ukur.
………... ………... ………... ………... II II III III II
Lembar Evaluasi Lembar Evaluasi 1)
1) TentukTentukan alat ukur yang mana pada gambar dibaan alat ukur yang mana pada gambar dibawah ini dan besaran lampwah ini dan besaran lampuu yang mana yang diukur oleh alat tersebut.
yang mana yang diukur oleh alat tersebut.
II. . ……… … IIII………
2)
2) TenTentuktukan an alaalat t ukukur ur yayang ada ng ada padpada a gamgambar dibabar dibawah ini wah ini dan besadan besaran lampuran lampu yang mana yang diukur.
yang mana yang diukur.
tiap tahanan. tiap tahanan.
Tentukannlah : tegangan antara titik A dan kutub positif =………V Tentukannlah : tegangan antara titik A dan kutub positif =………V
tegan
tegangan antara titik gan antara titik B B dan kutub positif = dan kutub positif = ………..V…..V tegangan antara titik C dan kutub positif =…………...V tegangan antara titik C dan kutub positif =…………...V 4.
4. TemTempatpatkan alat kan alat ukuukur r bilbila a mau mengumau mengukur rugi kur rugi tegtegangangan an padpada a kakabel positbel positif if (lihat gambar). Tentukan range selektor dan gambarkan posisi jarum multi (lihat gambar). Tentukan range selektor dan gambarkan posisi jarum multi meter pada pengukuran dibawah.
meter pada pengukuran dibawah.
Range selektor :
Lembar jawaban percobaan / latihan. Lembar jawaban percobaan / latihan. 1)
1) PenguPengukurakuran tegn tegangaangan.n.
Lengkapi kalimat dan gambar dibawah.Lengkapi kalimat dan gambar dibawah.
Tegangan diukur dengan …
Tegangan diukur dengan …Volt meter Volt meter …..dalam satuan…..dalam satuan Volt Volt ..
D
Daallaam m ggaammbbaar r ddiibbeerri i ssiimmbbool l VV
Volt meter dihubungkan…
Volt meter dihubungkan…Pararel Pararel ……terhadap beban……terhadap beban
I.
I. PePengngukukururan an tetegagangngan an babateterarai i II. II. PePengngukukururan an tetegagangngan an lalampmpuu
Lakukan percobaan seperti gambar yang anda buat.Lakukan percobaan seperti gambar yang anda buat.
Perbedaan pengukuran I – II disebut
Perbedaan pengukuran I – II disebut Kerugian tegangan ..(teg. Jatuh)Kerugian tegangan (teg. Jatuh)..
12 12 VV
Batas Ukur = .
2)
2) PenguPengukurakuran n ArusArus
Lengkapi kalimat dan gambar dibawah. Lengkapi kalimat dan gambar dibawah.
Arus
Arus diukur diukur dengan…dengan…Amper meter Amper meter …dalam satuan……dalam satuan…Amper Amper ……
Dalam gambar diberi simbol Dalam gambar diberi simbol
Amper
Amper meter meter dihubungkan dengan…dihubungkan dengan…Seri Seri ……terhadap beban.……terhadap beban.
Gunakan tahanan shunt pada skala 250 mA, lalu coba seperti gambar catatGunakan tahanan shunt pada skala 250 mA, lalu coba seperti gambar catat
besar besar arusnya, dan pindahkan alat ukur setelah lampu. besar besar arusnya, dan pindahkan alat ukur setelah lampu.
Berapa besar arusnya.? Bandingkan dengan pengukuran sebelumnya. Berapa besar arusnya.? Bandingkan dengan pengukuran sebelumnya.
Hasilnya…
Hasilnya…Sama besarnya Sama besarnya …..…..
Kenapa begitu
Kenapa begitu Karena amper meter dirangkai secara seri Karena amper meter dirangkai secara seri …..…..
A A
3.
3. PenguPengukuran kuran tahantahanan.an. Lengkapi kalimat dibawah. Lengkapi kalimat dibawah. Tahanan diukur dengan…
Tahanan diukur dengan…Ohm meter Ohm meter …dalam satuan…Ohm……dalam satuan…Ohm…
Dalam gambar diberi simbol…………
Dalam gambar diberi simbol…………
……… Ohm meter mengukur tahanan diantara…Ohm meter mengukur tahanan diantara…Jepitannya Jepitannya ….…. Dengan sirkuit dalam kondisi…
Dengan sirkuit dalam kondisi…Terbuka (tidak ada tegangan)Terbuka (tidak ada tegangan)…………
Lakukan pengukuran seperti dibawahLakukan pengukuran seperti dibawah
Pengukuran beban tunggal.Pengukuran beban tunggal.
Hasil ukur…Hasil ukur…Sedang Sedang ………..………..
Pengukuran beban…Pengukuran beban…Seri Seri …………
Hasil ukur…Hasil ukur…Besar (lebih besar dari Besar (lebih besar dari yang tunggal)
yang tunggal)…..…..
Pengukuran beban…Pengukuran beban…Pararel Pararel …..…..
HasHasil il ukuukur…r…KeKecicil l (l(lebebih ih kekecicil l dadari ri yang tunggal)
yang tunggal)……….……….
Kesimpulan hasil ukur.Kesimpulan hasil ukur.
Suatu tahanan (beban) bila dihubungkan seri akan semakin besar Suatu tahanan (beban) bila dihubungkan seri akan semakin besar
Suatu tahanan (beban) bila dihubungkan paralel akan semakin kecil Suatu tahanan (beban) bila dihubungkan paralel akan semakin kecil
II II III III II
Lembar Jawaban Evaluasi Lembar Jawaban Evaluasi 1)
1) TentukTentukan alat ukur yang mana pada gambar dibaan alat ukur yang mana pada gambar dibawah ini dan besaran lampwah ini dan besaran lampuu yang mana yang diukur oleh alat tersebut.
yang mana yang diukur oleh alat tersebut.
I.
I. ……Tegangan lampu L1Tegangan lampu L1……… … IIII……Tegangan lampu L2 dan L3 Tegangan lampu L2 dan L3
2)
2) TenTentuktukan an alaalat t ukukur ur yayang ada ng ada padpada a gamgambar dibabar dibawah ini wah ini dan besadan besaran lampuran lampu yang mana yang diukur.
yang mana yang diukur.
I.
tiap tahanan. tiap tahanan.
Tentukannlah : tegangan antara titik A dan kutub positif =……4……V Tentukannlah : tegangan antara titik A dan kutub positif =……4……V
tegan
tegangan antara titik gan antara titik B B dan kutub positif = dan kutub positif = ……8……8…..V…..V tegangan antara titik C dan kutub positif =……0…...V tegangan antara titik C dan kutub positif =……0…...V 4)
4) TemTempatpatkan alat kan alat ukuukur r bilbila a mau mengumau mengukur rugi kur rugi tegtegangangan an padpada a kakabel positbel positif if (lihat gambar). Tentukan range selektor dan gambarkan posisi jarum multi (lihat gambar). Tentukan range selektor dan gambarkan posisi jarum multi meter pada pengukuran dibawah.
meter pada pengukuran dibawah.
Ra
5)
5) BaBagagaimimanana a cacara ra memenenentntukukan an apapakakah ah babateterarai i papada da mumulti lti memeteter r susudadahh waktunya ganti. Jelaskan !
waktunya ganti. Jelaskan ! Jawab
Jawab
Lakukan langkah kalibrasi pada skala 1 X
Lakukan langkah kalibrasi pada skala 1 X , bila tidak mau ke posisi nol , bila tidak mau ke posisi nol maka baterai 1,5 Volt X 2 waktunya ganti (habis).
maka baterai 1,5 Volt X 2 waktunya ganti (habis). Lakukan langkah kalibrasi pada skala 10 K
Lakukan langkah kalibrasi pada skala 10 K , bila tidak mau ke posisi nol , bila tidak mau ke posisi nol maka baterai 9
KEGIATAN BELAJAR 3.
KEGIATAN BELAJAR 3.
MENGGUNAKAN DWELL METER DAN TACHOMETER
MENGGUNAKAN DWELL METER DAN TACHOMETER
SERTA CARA MERAWATNYA
SERTA CARA MERAWATNYA
1
1 TujuaTujuan n khuskhusus us pembpembelajaelajaran.ran. Se
Setetelalah h seselelesasai i memempmpelelajajarari i momodudul l kekegigiatatan an 3 3 inini i didihahararapkpkan an sisiswswa a // pembaca dapat :
pembaca dapat :
Mempergunakan dwell meter untuk mengukur sudut dwell mesin bensin.Mempergunakan dwell meter untuk mengukur sudut dwell mesin bensin.
Mempergunakan tachometer untuk mengukur putaran mesin bensin.Mempergunakan tachometer untuk mengukur putaran mesin bensin.
Mengerti teknik-teknik perawatan dwell dan tachometer.Mengerti teknik-teknik perawatan dwell dan tachometer.
2
2 UrUraiaian an MaMaterteri.i. Dw
Dwell ell metmeter er digdigunaunakakan n untuntuk uk menmengukgukur ur susudut dut dwedwell ll (su(sudut dut menmenutup utup dardarii cam
cam brebreakeaker r poipoint nt / / plaplatinatina), ), untuntuk uk motmotor or dendengan gan penpengapgapia ia KoKonvenvensinsionaonall atau secara umum bisa kita bilang bahwa sudut dwell adalah sudut dimana atau secara umum bisa kita bilang bahwa sudut dwell adalah sudut dimana besarnya atau lamanya arus primer mengalir.
besarnya atau lamanya arus primer mengalir.
Tachometer digunakan untuk mengukur putaran (Rpm) mesin bensin. Tachometer digunakan untuk mengukur putaran (Rpm) mesin bensin. Dw
Dwelell l memeteter r dadan n TaTachchomometeter er bibiasasananya ya didibabangngun un dadalalam m 1 1 ununit it bibissaa di
diggununaakakan n ununtutuk k 2 2 mamaccam am pepengngukukururaan. n. DiDippasasararan an bbananyyaak k sesekkalalii mac
macamnamnya ya tetatetapi pi priprinsnsip ip penpengopgoperaerasiasiannynnya a hamhampir pir samsama a semsemua. ua. DalDalamam modul ini diambil 1 contoh merk “Pocket Motor Tester” dari Bosch bahkan modul ini diambil 1 contoh merk “Pocket Motor Tester” dari Bosch bahkan me
merk rk inini i bibisa sa didigugunanakakan n ununtutuk k 4 4 pepengngukukururan an (p(pututararanan, , susududut t dwdwelell,l,,, te
tegagangnganan, , dadan n tatahahananan)n), , di di sisini ni hahanynya a akakan an didibabahahas s RpRpm m dadalalam m dwdwelelll karena tegangan dan tahanan sudah dibahas di depan (kegiatan belajar 2 ) karena tegangan dan tahanan sudah dibahas di depan (kegiatan belajar 2 ) Da
Dalalam m “P“Pocockeket t MoMotor tor TesTesteter” r” pepengngukukururan an puputatararan n terterdidiri ri dadari ri 2 2 tintingkgkatat pu
putatararan n yayaititu u 0-0-161600 00 RpRpm m dadan n 0-0-808000 00 RpRpm. m. PePengngukukururan an susududut t dwdwelelll bisa sampai 80% dari sudut pengapian.
bisa sampai 80% dari sudut pengapian.
Di sini hanya akan dibahas cara pengoperasian dan cara pembacaan hasil Di sini hanya akan dibahas cara pengoperasian dan cara pembacaan hasil ukur. Untuk
ukur. Untuk mendamendapatkapatkan n pengpengukuraukuran n yanyang g tepat tepat harus membandinharus membandingkangkan den
dengan gan ukuukuran ran yayang ng nomnominainal. l. UkUkurauran n terstersebuebut t dapdapat at kitkita a lihlihat at dardari i bukbukuu manual atau buku data dari mobil tersebut.
2.1 Kontruksi alat ukur. 2.1 Kontruksi alat ukur.
Gambar 3.1 Alat ukur. Gambar 3.1 Alat ukur.
Keterangan. Keterangan.
1
1 KabKabel el penpengetgetes.es.
Jepit kuning (terminal 15 (+) ). Jepit kuning (terminal 15 (+) ). Jepit hijau (terminal 1 (-) ). Jepit hijau (terminal 1 (-) ). 2
2 SkaSkala la penpengukgukurauran.n. 0-8 un
0-8 untuk Rtuk Rpm pm X 100X 1000 dan0 dan %
% X X 1100.. 0-1
0-16 untu6 untuk k Rpm X 10Rpm X 100.0. 3
3 BatBatas as ukuukur dar dan sn sklaklar per peminmindahdah ukuran.
ukuran. 4
4 SkSklalar r pepeminmindadah h ununtutuk jumlk jumlahah silinder.
silinder. 5
5 TabTabel el konkonveversi rsi sudsudut ut dwdwellell (% ke
(% ke oo ).). 6
6 TuTututup p babateterarai.i. 7
7 SkrSkrup up penpenyetyetel el skaskala la nolnol..
2.2 Pemeriksaan dan penyetelan skala nol (0). 2.2 Pemeriksaan dan penyetelan skala nol (0).
Se
Sebebelulum m memengnggugunanakakan n alalat at ukukur ur ananda da haharurus s papaststikikan an babahwhwa a jajarurumm pe
penununjnjuk uk adada a didibabagigian an gagariris s ujujunung g sesebebelalah h kikiri ri papada da skskalala, a, bibila la titidadak.k. Putarlah skrup penyetel jarum penunjuk (gambar 31 bagian no 7) dengan Putarlah skrup penyetel jarum penunjuk (gambar 31 bagian no 7) dengan sebuah obeng sampai jarum penunjuk tepat pada nol (garis ujung sebelah sebuah obeng sampai jarum penunjuk tepat pada nol (garis ujung sebelah kiri).
kiri). Sekal
2.3 Pengukuran putaran mesin (Rpm). 2.3 Pengukuran putaran mesin (Rpm).
Daerah pengukuran putaran ada 2 macam yaitu 0-1600 Rpm dan 0-8000 Rpm. Daerah pengukuran putaran ada 2 macam yaitu 0-1600 Rpm dan 0-8000 Rpm.
Cara pengukuran Cara pengukuran
Hubungkan kabel pengetesHubungkan kabel pengetes
(test lead) warna kuning (15) (test lead) warna kuning (15) ke positif coil dan kabel warna ke positif coil dan kabel warna hijau (1) ke negatif coil.
hijau (1) ke negatif coil.
Set jumlah silinder mesin dengan memposisikan sklar jumlah silinder sesuaiSet jumlah silinder mesin dengan memposisikan sklar jumlah silinder sesuai
dengan jumlah silinder mesin tersebut. dengan jumlah silinder mesin tersebut.
Untuk mesin dengan jumlah silinder 4 Untuk mesin dengan jumlah silinder 4
Untuk mesin dengan jumlah silinder 6 Untuk mesin dengan jumlah silinder 6
Untuk mesin dengan jumlah silinder 8 Untuk mesin dengan jumlah silinder 8
Pilih range selektor switch pada posisi dibawah.Pilih range selektor switch pada posisi dibawah.
Posisi pengukuran putaran Posisi pengukuran putaran maksimum 8000 rpm.
maksimum 8000 rpm.
Po
Posisisi si pepengngukukururan an puputatararann maksimum 1600 rpm. maksimum 1600 rpm. Cyl. Cyl. Cyl. Cyl. Cyl. Cyl.
Baca putaran mesin pada skala pengukuran.Baca putaran mesin pada skala pengukuran.
1) Untuk range selektor 8000 Rpm 1) Untuk range selektor 8000 Rpm hasil penunjukan jarum X 1000 . hasil penunjukan jarum X 1000 .
Misal : 6
Misal : 6 Rpm = 6 X 1000 =Rpm = 6 X 1000 =
6000 Rpm 6000 Rpm
2) Untuk range selektor 1600 Rpm 2) Untuk range selektor 1600 Rpm
hasil penujukan jarum X 100. hasil penujukan jarum X 100.
Misal : 14 Misal : 14 Rpm = 14 X 100 =Rpm = 14 X 100 = 1400 Rpm. 1400 Rpm. Contoh Contoh
Putarannya adalah 2500 rpm karena range selektor diset pada 8000 rpm Putarannya adalah 2500 rpm karena range selektor diset pada 8000 rpm
2.4
2.4 PenguPengukurakuran untuk jumlah silindn untuk jumlah silinder dan sistem pengaper dan sistem pengapian lain.ian lain. Un
Untutuk k memesisin n dedengngan an jujumlmlah ah sisililindnder er seselalain in 4,6 4,6 dadan n 8 8 atatau au dedengngan an tytypepe system pengapian lain, bisa juga kita lakukan pengukuran dengan alat ukur system pengapian lain, bisa juga kita lakukan pengukuran dengan alat ukur yang sama
yang sama perhaperhatikan ketertikan keterangaangan dibawah.n dibawah. Da
Tab
Tabel el dibdibawaawah h untuntuk uk banbantuatuan n cacara ra pempembacbacaan aan dan dan pempemiliilihan han sasaklaklar r jumjumlahlah silinder untuk jenis mesin khusus.
silinder untuk jenis mesin khusus.
Ty
Typpe e mmeessiin n SSyysstetem m ppeennggaappiiaann PemakaianPemakaian selektor silinder
selektor silinder PembacaanPembacaan Dua langkah Dua langkah 2 dan 3 2 dan 3 silinder silinder
Tampa distributor dan 1 Tampa distributor dan 1
coil tiap silinder
coil tiap silinder 4 4 CCyyl l 22XX
2 silinder
2 silinder Dengan distributor danDengan distributor dan 1 coil pengapian 1 coil pengapian 4 4 CCyyl l 11XX Empat langkah Empat langkah 2 silinder 2 silinder
Dengan dua coil Dengan dua coil
pengapian
pengapian 4 4 CCyyl l 22XX
2
2 SilindSilinder er Dengan distributor danDengan distributor dan 1 coil pengapian
1 coil pengapian 4 4 CCyyl l 22XX
6 silinder
6 silinder Dengan distributor danDengan distributor dan 2 coil pengapian
2 coil pengapian 6 6 CCyyl l 22XX
Contoh. Contoh.
Mesin 6 silinder memakai distributor dengan 2 koil pengapian Mesin 6 silinder memakai distributor dengan 2 koil pengapian
Pemilihan silinder pada 6 cyl Pemilihan silinder pada 6 cyl
Hasil ukur dikalikan 2 Hasil ukur dikalikan 2 2 ,5 X 1000 = 2500 2 ,5 X 1000 = 2500 2500 X 2 = 5000 Rpm 2500 X 2 = 5000 Rpm Putarannya Putarannya adalah 5000 Rpm adalah 5000 Rpm Cyl Cyl
2.5
2.5 PenguPengukurakuran sudut Dwn sudut Dwell.ell. Da
Daererah ah pepengngukukururan an dadalalam m % % maxmaximuimum m pepengngukukururan an 8080% % dadari ri dederarajajatt pengapian.
pengapian.
Cara penempatan kabel tes sama dengan pengukuran putaran, begitu juga Cara penempatan kabel tes sama dengan pengukuran putaran, begitu juga untuk saklar pemilihan jumlah silinder, hanya anda cukup merubah saklar untuk saklar pemilihan jumlah silinder, hanya anda cukup merubah saklar range pada posisi 80%
range pada posisi 80%
Posisi pengukuran dwell Posisi pengukuran dwell
Pembacaan pengukuran pada 0-8. Pembacaan pengukuran pada 0-8.
H
Haassiil l ppeemmbbaaccaaaan n jjaarruum m X X 1100%% derajat pengapian.
derajat pengapian. Misal :
Misal : terbaca 6
terbaca 6 6 X 10 % = 60% sudut6 X 10 % = 60% sudut pengapian. pengapian.
Bil
Bila a dihdihituitung ng dendengan gan derderajaajat t porporos os camcam. . AndAnda a tintinggggal al menmengkgkonvonversersikaikan n 60%60% tersebut kedalam tabel dibawah ini.
tersebut kedalam tabel dibawah ini.
Tabel tersebut juga terdapat dalam alat ukur. Tabel tersebut juga terdapat dalam alat ukur.
Gamba
Gambar 3.4 r 3.4 Tabel kTabel konveonversi % kersi % ke derajat poros cam derajat poros cam
Contoh : Contoh :
Mesin dengan 4 silinder 4 tak hasil Mesin dengan 4 silinder 4 tak hasil
pengukuran menunjukkan 6 sama dengan pengukuran menunjukkan 6 sama dengan 6 X 10% = 60% sudut pengapian.
6 X 10% = 60% sudut pengapian.
Dijadikan derajat Dijadikan derajat
Lihat 4 Cyl dalam %Lihat 4 Cyl dalam %
60% lurus dengan 54 60% lurus dengan 5400
Maka sudut dwellnya adalah 54
Maka sudut dwellnya adalah 5400Poros CamPoros Cam
Tabel penunjukan 54
2.6
2.6 PerawPerawatan Dwatan Dwell dan Tachell dan Tacho Meter o Meter (Pocket – Motortester)
(Pocket – Motortester)
Dalam Pocket – Motortester ada 4 macam pengukuran.Dalam Pocket – Motortester ada 4 macam pengukuran.
Perhatikan dalam pemilihan batas ukur, karena bila keliru akan merusak alat Perhatikan dalam pemilihan batas ukur, karena bila keliru akan merusak alat ukur pada saat pengukuran.
ukur pada saat pengukuran.
Alat ukur tersebut juga digunakan untuk pengukuran tahanan, makaAlat ukur tersebut juga digunakan untuk pengukuran tahanan, maka
pemeriksaan dan p
pemeriksaan dan penggantian baterai jugenggantian baterai juga diperlukan. a diperlukan. Posisi baterai lihatPosisi baterai lihat gambar.
gambar.
Bila tidak dipakai posisikBila tidak dipakai posisikan alat an alat ukur pada volt ukur pada volt meter atau Rpm meter atau Rpm metemeter.r.
Sering kali permasalahan alat ukur pada kabel yang putus, maka perawatanSering kali permasalahan alat ukur pada kabel yang putus, maka perawatan
dan pemeriksaan kabel harus diperhatikan. dan pemeriksaan kabel harus diperhatikan.
Jauhkan dari bahan-bahan yang mengandung magnet, karena dapatJauhkan dari bahan-bahan yang mengandung magnet, karena dapat
merusak / mengacaukan alat ukur. merusak / mengacaukan alat ukur.
Lembar Evaluasi Lembar Evaluasi 1. B
1. Bagagaiaimamana na tatahahap-p-tatahahap p pepengngukukururan an puputatararan n momototor r bebensnsin in dedengnganan menggunakan Tachometer ( putaran saat idle
menggunakan Tachometer ( putaran saat idle 750 Rpm ) ?750 Rpm ) ?
_________________________________________________________ _________________________________________________________ _________________________________________________________ _________________________________________________________ _________________________________________________________ _________________________________________________________ _________________________________________________________ _________________________________________________________ 2.
2. MeMesisin n dedengngan an puputatararan n 303000 00 RpRpm. m. Di Di mamananakakah h leletatak k pepenununjnjukukkakan n jajarurumm pada alat ukur?
pada alat ukur?
3.
3. SeoraSeorang mekaning mekanik menyetk menyetel sudut dwell mesiel sudut dwell mesin 6 silinder sebesn 6 silinder sebesar 36ar 36 porosporos cam.
4.
4. Mesin denMesin dengan spesgan spesifikaifikasi 4 tak 4 si 4 tak 4 silinsilinder dengder dengan sudut dwean sudut dwell 54ll 54 poros cam.poros cam. Lengkapilah gambar di bawah dengan data-data di atas!
Lengkapilah gambar di bawah dengan data-data di atas!
5.
5. Apa saja yang perlApa saja yang perlu diperhatiu diperhatikan dalakan dalam perawam perawatan alat ukur, jelastan alat ukur, jelaskan !kan !
_________________________________________________________ _________________________________________________________ _________________________________________________________ _________________________________________________________ _________________________________________________________ _________________________________________________________ _________________________________________________________ _________________________________________________________