1. KEBIJAKAN K3
2. PERENCANAAN
1) Identifikasi Bahaya dan Pengendalian Resiko Bahaya
1
1. Pekerjaan Persiapan
Papan nama - tangan terkena palu ---> luka ringan - pastikan alat yang digunakan layak pakai
- pergunakan alat keselamatan K3 Pek. Pasang Patok Profil - terkena parang saat memasang tiang - pastikan alat yang digunakan
patok ---> luka sedang layak pakai
- terkena palu saat pemasangan patok - pergunakan alat keselamatan K3 ---> luka ringan
Pek. Memotong Pohon - tangan terkena palu ---> luka ringan - pastikan alat yang digunakan layak pakai
- pergunakan alat keselamatan K3 2. Pekerjaan Tanah & Urugan
Pek. Galian Tanah - Terkena peralatan kerja -> luka - Menggunakan peralatan kerja dan ringan / berat APD yang benar, menggunakan
penyokong yang baik. - jatuh ke lubang galian
Pek. Urugan Kembali Jatuh ke lubang galian ---> Luka Sedang - pastikan alat yang digunakan Terkena alat Tukang ---> Luka Sedang layak pakai
- pergunakan alat keselamatan K3
3. Pek. Pasangan
Pek. Pasangan Batu Tertimpa material > luka sedang Menggunakan metode / cara kerja Terkena peralatan kerja > luka ringan yang benar dan peralatan kerja Terkena adukan semen
Pek. Plesteran 1PC : 4PP Terkena peralatan kerja > luka Menggunakan peralatan kerja yang Terkena adukan semen benar.
Tertimpa material > luka ringan
Pek. Siaran Terkena peralatan kerja > luka Menggunakan peralatan kerja yang
2 3 4
Jampirejo Timur No 351 Temanggung
Disiapkan untuk pekerjaan: Rehabilitasi Jaringan Irigasi Kali Pacar
PRA RENCANA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA KONTRAK
(PRA-RK3K)
CV. KARYA BHAKTI USAHA
Saya selaku direktur CV. KARYA BHAKTI USAHA menytakan bahwa perusahaan kami menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam melaksanakn kegiatan konstruksi yang meliputi struktur organisasi, perencanaan, pelaksanaan dan sumberdaya yang dibutuhkan bagi pengembangan penerapan, pencapaian, pengkajian dan pemeliharaan kebijakan, keselamatan dan kesehatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang selamat, aman.efesien dan produktif.
NO JENIS PEKERJAAN IDENTIFIKASI PENGENDALIAN RESIKO K3 JENIS BAHAYA & RESIKO K3
1 2 3 4
NO JENIS PEKERJAAN IDENTIFIKASI PENGENDALIAN RESIKO K3 JENIS BAHAYA & RESIKO K3
benar.
Pek. Beton - Terkena peralatan kerja > luka Menggunakan peralatan kerja yang benar.
- Kecelakaan/luka pada saat pengoperasian Pengecekan alat sebelum mulaipekerjaan
2) Pemenuhan Perundang-undangan dan Persyaratan Lainnya 1. Undang-undang (UU)
a. UU No 14 Tahun 1969 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok mengenai Tenaga Kerja b. UU No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
c. UU No 4 Tahun 1982 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan hidup d. UU No. 23 Tahun 1992 tentang kesehatan
e. UU No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup f. UU No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi
2. Peraturan Pemerintah (PP)
a. PP No. 20 Tahun 1990 tentang Pengendalian Pencemaran Air b. PP No. 14 Tahun 1993 tentang Progam Jamsostek
c. PP No. 18 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah Berbahaya dan Beracun (B3) d. PP No. 27 Tahun 1999 tentang Analisis Dampak Lingkungan
e. PP No. 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara
f. PP No. 28 Tahun 2000 tentang Usaha dan Peran Masyarakat Jasa Konstruksi g. PP No. 29 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi
3. Keputusan Presiden (Kepres) a.
b. Keppres No. 22 Tahun 1993 tentang Penyakit akibat Kerja c.
4. Peraturan Menteri (Permen)
a. Permenaker No. 02 Tahun 1970 tentang Pembentukan Panitia Pembina K3 (P2K3). b. Permenaker No. 05 Tahun 1978 tentang K3 pada konstruksi Bangunan
c. Permenaker No. 01 Tahun 1980 tentang K3 Pada Konstruksi Bangunan d.
e.
f Permenaker No. 05 Tahun 1996 tentang Sistem Manajemen K3 (SMK3)
3. SASARAN K3 DAN PROGRAM K3 I. SASARAN K3
1. Tidak ada kecelakaan kerja yang berdampak korban jiwa (Zero Fatal Accident) / 0 % 2. Tingkat penerapan elemen SMK3 minimal 80 %
3. Semua pekerja wajib memakai APD yang sesuai bahaya dan risiko pekerjaannya masing-masing 4. Karyawan kantor dan Proyek 90 % memahami dan mengikuti pelatihan Gawat Darurat
5.
6. Kerusakan barang pesanan sampai ke lokasi proyek 5% 7.
8.
II. PROGRAM K3
1.
2. Melakukan inspeksi secara rutin terhadap kondisi dan cara kerja berbahaya 3. Memastikan semua pekerjaan untuk mematuhi peraturan yang telah ditetapkan
Barang pesanan sampai di lokasi proyek tepat waktu dan sesuai dengan jumlah serta spec yang dipesan dan memenuhi aturan K3
Melaksanakan Rencana K3 dengan menyediakan sumber daya K3 (APD, Rambu-rambu, Spanduk, Poster, pagar pengaman, jaring pengaman dsb) secara konsisten
Keppres No. 51 Tahun 1989 tentang Perubahan Keputusan Presiden No 28/1988 tentang besarnya Jaminan Kecelakaan Kerja dan jaminan Kematian Asuransi Sosial Tenaga Kerja
Keppres No. 2 Tahun 2002 tentang Pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan
Permenaker No. 04 Tahun 1987 tentang Tata cara Pembentukan P2K3 dan Penunjukan Ahli K3
Permenaker No. 02 Tahun 1980 tentang Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja dalam Penyelenggaraan K3
Peralatan kerja termasuk Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan Alat Pelindung Diri (APD) dalam kondisi baik dan layak pakai 80% vendor HYN sudah sadar K3
Pelaksanaan HIRA di tempat kerja setiap 6 bulan dan pelaporan dan penaganan selesai 2 minggu setelah pelaksanaan
4. Membuat dan menempelkan Kebijakan dan Sarasan K3 di kantor dan Proyek 5. Mengadakan audit internal K3 secara teratur
6. Membuat Tata Tertib/aturan proyek 7. Mengadakan Safety Meeting proyek
8. QC mengontrol kedisiplinan pekerja dalam menggunakan alat-alat pelindung diri 9. Membuat petunjuk pemakaian peralatan yang benar
10. Melakukan pengecekan peralatan sebelum digunakan 11. Membuat catatan penggunaan peralatan
12. Melakukan kalibrasi alat ukur secara berkala 13.
14.
15. Memeriksa Aspek K3 pembelian
16. Meminta garansi ke vendor jika ada kerusakan
4. ORGANISASI K3
I. STRUKTUR ORGANISASI K3
II. URAIAN JABATAN DAN TUGAS 1. PENANGGUNG JAWAB K3
a. Uraian tugas dan tanggung jawab
-Memberikan pengarahan dan pelatihan kepada bagian Logistik tentang cara bongkar muat dan pengemasan barang yang aman
Membuat kuesioner dan mengirimakan kepada semua vendor, Kuesioner berisi pertanyaan berhubungan dengan K3
Membuat, melaksanakan dan mengevaluasi rencana pelatihan yang dibutuhkan. Membuat laporan kerja kepada Management Representative dan instansi terkait atas pelaksanaan tugas-tugas dan tanggung-jawab P2K3L
Mengusulkan organisasi Kesiagaan dan Tanggap Darurat beserta personilnya termasuk sarana dan prasarana yang dibutuhkan didalam rangka pelaksanaan tugas-tugas dan tanggung-jawab P2K3L.
Jabatan ini bertujuan Untuk memastikan bahwa Visi, Kebijakan HSE dan persyaratan
Menetapkan SOP, IK terdokumentasi sesuai dengan Sistem Manajemen Mutu & K3L Memastikan implementasi Sistem manajemen Mutu & K3L yang berkaitan dengan tugas-tugas dan tanggung-jawab P2K3L
Untuk memastikan bahwa pelaksanaan tugas dan tanggung-jawab P2K3L sesuai dengan Visi, Kebijakan dan Persyaratan perundangan-undangan dan persyaratan terkait lainnya dilaksanakan dengan efektif.
Menyediakan sumber daya yang dibutuhkan didalam pelaksanaan tugas-tugas dan tanggung-jawab P2K3L
Memastikan bahwa organisasi P2K3L melaksanakan tugas dan tanggung-jawabnya sesuai dengan Visi, Kebijakan dan Persyaratan Perundanganundangan dan persyaratan terkait lainnya.
PENANGGUNG JAWAB K3
b. Wewenang
-- Menunjuk Team untuk melaksanakan tanggung-jawab P2K3L
-- Mngusulkan rencana pelatihan personil guna memenuhi kompetensi yang dibutuhkan.
2. KEDARURATAN/EMERGENCY
a. Uraian tugas dan tanggung jawab
-- Melakukan tindakan pencegahan kondisi darurat secara dini - Melakukan pengandalian kondisi darurat jika terjadi kondisi darurat.
- Melakukan investigasi penyebab terjadinya kondisi darurat, jika terkadi kondisi darurat - Melakukan pelatihan dan uji coba penanganan kondisi darurat
- Menetapkan standardisasi metoda dan peralatan penanganan kondisi darurat - Melakukan koordinasi penanganan kondisi darurat dengan pihak-pihak terkait - Melakukan sosialisasi penanganan kondisi darurat kepada seluruh karyawan
-- Membuat dan menyampaikan lapaoran kegiatan Team kepada Ketua P2K3L. - Menetapkan uraian pekerjaan dan spesifikasi Tim Penanganan Kondisi Darurat. - Menempatkan personil tanggap darurat sesuai kompetensinya.
- Melakukan identifikasi potensi kondisi darurat . - Menetapkan metode penanganan kondisi darurat.
- Melakukan sosialisasi penanganan kondisi darurat ke setiap karyawan.
- Melakukan koordinasi penanganan kondisi darurat dengan pihak-pihak terkait.
-- Melakukan investigasi dan penetapan tindakan perbaikan jika terjadi kondisi darurat.
b. Wewenang
- Menetapkan standardisasi metoda dan peralatan penanganan kondisi darurat
-- Mengusulkan perubahan penyempurnaan Sistem.
- Mengusulkan pembelian peralatan penanganan kondisi darurat
- Mengusulkan dan melakusanakan pelatihan dan simulasi penanganan kondisi darurat - Mengusulkan pelatihan dan pengadaan sarana Penanggulangan Kondisi Darurat . - Mengusulkan penambahan personil Team Tanggap Darurat .
3. P3K
a. Uraian tugas dan tanggung jawab
- Memberikan penyuluhan cara hidup sehat kepada seluruh karyawan - Memberikan Pertolongan Pertama kepada korban pada Kondisi Darurat - Mengirim korban ke RS jika membutuhkan pertolongan lanjutan
- Membuat Berita Acara Penanganan Kecelakaan
- Melakukan Analisis penyebab kecelakaan kerja bersama Ketua P2K3L - Melakukan sosialisasi kepada seluruh karyawan
- Melakukan hubungan dan komunikasi dengan instansi terkait ( Dinas Kesehatan ) Jabatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa pelaksanaan tugas-tugas pertolongan pertama pada kecelakaan dilakukan pada saat terjadinya suatu kondisi darurat.
Melakukan koordinasi uji coba penanganan kondisi darurat dengan Tim Tanggap Darurat.
Melakukan hubungan dan komunikasi dengan instansi terkait ( Dinas Pemadam Kebakaran, Polisi dan Instansi terkait sesuai dengan kondisi darurat yang ada pada kegiatan Perusahaan)
Memastikan seluruh potensi keadaan darurat telah di-identifikasi dan menetapkan metoda pengendaliannya.
Menyusun struktur organisasi dan Team Tanggap Darurat sesuai dengan identifikasi Kondisi Darurat pada Perusahaan.
Jabatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa perencanaan dan pengendalian kondisi Mengusulkan perubahan dalam organisasi P2K3L dan Team Kesiagaan Tanggap darurat sesuai kebutuhan.
Membentuk, merubah dan membubarkan organisasi P2K3L bila dianggap sudah tidak sesuai atau tidak dibutuhkan lagi.
-- Memberikan penyuluhan cara hidup sehat kepada karyawan. - Memberikan pertolongan pertama pada korban kondisi darurat.
- Menngirim korban ke rumah sakit jika membutuhkan pertolongan lebih lanjut. - Membuat berita acara penanganan kecelakaan.
- Melakukan analisa penyebab kecelakaan kerja bersama Ketua Tim P2K3.
b. Wewenang
- Menetapkan standardisasi metoda, Simbol-simbol dan Peralatan - pembelian sarana P3K
- Mengusulkan pelatihan dan simulasi P3K
- Mengusulkan perubahan penyempurnaan Sistem. - Mengusulkan pembelian sarana P3K .
- Mengusulkan pelatihan dan simulasi P3K.
4. PENANGGULANGAN BENCANA
a. Uraian tugas dan tanggung jawab
- Menetapkan standardisasi metoda, Simbol-simbol dan Peralatan Membuat rambu-rambu dan sarana evakuasi. - Menetapkan standardisasi metoda, Simbol-simbol dan Peralatan Memberikan pelatihan proses evakuasi kepada seluruh karyawan.
- Menetapkan standardisasi metoda, Simbol-simbol dan Peralatan Melakukan evakuasi karyawan dan menyelamatkan aset jika terjadi kondisi darurat. - Menetapkan standardisasi metoda, Simbol-simbol dan Peralatan Memastikan proses evakuasi karyawan dalam kondisi terkendali.
- Menetapkan standardisasi metoda, Simbol-simbol dan Peralatan
- Menetapkan standardisasi metoda, Simbol-simbol dan Peralatan Melakukan uji coba proses evakuasi secara berkala kepada seluruh karyawan.
b. Wewenang
- Menetapkan standardisasi metoda, Simbol-simbol dan Peralatan Mengusulkan pembelian sarana evakuasi . - Menetapkan standardisasi metoda, Simbol-simbol dan Peralatan Mengusulkan pembelian alat pemadam kebakaran - Menetapkan standardisasi metoda, Simbol-simbol dan Peralatan Mengusulkan pelatihan dan simulasi evakuasi.
Temanggung, 30 April 2015
CV. KARYA BHAKTI USAHA
PRAYITNO
Direktur
Membuat dan menyampaikan laporan kegiatan Team kepada Koordinator Tema Tanggap Darurat.
Jabatan ini bertujuan untuk memastikan tugas-tugas evakuasi pekerja proyek dan penyelamatan asset/peralatan proyek, jika terjadi bencana (banjir, tanah longsor, dsb.)
Membuat berita acara pelaksanaan evakuasi dan penyelamatan aset setelah terjadi kondisi darurat.