BAB
III
PENDAHULUAN
pntomologi
Kedokteran
ialah
ilmu
t*ryang
mempelajari
tentang
vektor,kelainan
danpenyakit yang
disebabkanoleh
artropoda. Delapan
puluh
lima
persen
atau
kira-kira
600.000
spesies hewan adalah artropoda.Morfologi
Umum
Artropoda mempunyai
4
tanda mor_fologi
yang jelas, yaitu badan beruas-ruas, umbai-umbai yang juga beruas-ruas, ekso_skelet dan bentuk badan simetris bilateral Sebelah
luar
badan serangga dilapisi olehkitin
yang pada bagian tertentu me_ ngeras dan membentuk eksoskelet. Ekso_ skelet tersebut berfungsi sebagai penguattubuh, pelindung
alat
dalam,
tempat melekat otot, pengatur penguapan air dan penerus rangsang yang berasaldari
luarbadan.
Umbai-umbai tumbuh menurut fungsi_ nya: pada kepala tumbuh menjadi antena dan mandibula, pada toraks menjadi kaki
dan sayap, dan pada abdomen menjadi kaki
pengayuh.
Artropoda
juga
mempunyaisistem
pencemaan, pemapasan (dengantzkea), saraf(otak dan ganglion), peredaran darah (terbuka) dan sistem reproduksi.
Daur
Hidup
Pertumbuhan artropoda dipengaruhi
hormon
juvenile
yang dikeluarkan
olehkelenjar korpora
alata.
Kadar
hormonjuvenile
palingtinggi
padalawa
instar I, selanjufirya kadar hormon berkurang sesuaidengan bertambahnya
umur
dan palingrendah padalawa instar IV. Berkurangnya hormon
juvenile
merupakan petanda bagikelenjar protorak untuk
mengeluarkan hormon ekdison yang berfungsi untuk me_rangsang pengelupasan kulit/eksoskelet.
Eksoskelet
bersifat keras dan
kaku
se_hingga pada saat pertumbuhan eksoskelet
harus dilepaskan
(ekolisis
:
pergantiankulit).
Selama
pertumbuhannya
serangga mengalami perubahan bentuk yang disebutmetamorfosis. Metamorfosis
sempurnamempunyai stadium
telur
-
larva _ pupa- dewasa. Antaratingkat muda dan dewasa terdapat perbedaan
morfologi
yang jelas, disertai perbedaan biologi (tempat hidup dan makanan). Pada metamorfosis tidak sem_puma dijumpai telur-(arva)-nimfa_dewasa.
Morfologi
sertabiologi
bentuk muda dan dewasa hampir sama (Gambar 2g).t--\o oo d o b6 a (€ rl I a cd
r!
ct
.-, C-'r-
.= -a*6
E>
H.iotr
aFl-is
Ecd !a ru 6l cd Ebo to L*=z
ts€
0)e -cg OQ ! a(d .9F L!oa
-9E9 d(J c){' 60 (rl trr-x
cl r:trl!
dg
6)-a
-vGi
l-iiF
=ho (uc Ecs 5 (5L6R
JZ
H-rz
,'; f\Jc
Lo
z
$ o o = o E.eE
.t) =€Ftfltr-
Fo) =o
fi*
\-n
s
r >ii
a'E
o
c
o .oJ
(5 E fF
2.
J.
4.
5.
Menurut besamya peran dalam
ilmu
kedokteran, artropoda
dikelompokkan sebagai berikut:l.
artropodayang
menularkan penyakit(vektor dan hospes perantara)
artropoda yang menyebabkan penyakit
(parasit)
arhopoda yang menimbulkan kelainan karena toksin yang dikeluarkan
artropoda yang menyebabkan alergi artropoda yang menimbulkan entomo-fobia.
Serangga dapat menularkan penyakit
melalui
beberapa cara. penularan secaramekanik
berlangsungdari
penderita kegrang
lain
dengan perantaraan bagianluar
tubuh
serangga.
Misalnya
tilur
cacing,
kista protozoa
danbakteri
usus dapat dipindahkan daritinja
ke makananmelalui
kaki
atau
badan
lalat
rumah.Penularan secara
biologik
dilakukan
se-telah parasit/agen
yang
diisap mengalami prosesbiologik
dalam tubuh vektor.Bila
di
dalam
tubuh vektor, parasit
(virus,bakteri,
spiroket) hanya
membelahdiri
menjadi banyak, penularan disebut
penu-laran propagatif, misalnya yersinia pestis
{1fam
pinjal
tikus
(Xenopsylta chiopis).Bila di
dalam tubuh vektor, parasit (pks-modium, Leishmania, Trypanosoma)ber-ubah bentuk dan membelah
diri
menjadibanyak, disebut penularan
sikliko-propa-gatif,
misalnya Plasmodiumfalcipaium
dalam nyamuk Anopheles.
Bila di
dalamryb"h
vektor, parasif (Wuchereria, Brugia, Onchocerca) hanya berubah bentukmin-jadi
bentuk
infektif,
disebut
penularansiHiko-developmental, misalnya Wchereria
bancrofti dalam badan nyamuk Culex.
Penularan transovarian
terjadi
se-bagai berikut. Vektor yang terinfeksi akan
menularkan
penyebabpenyakit
kepadaketurunannya. Selanjutnya
lawa
infektif
kefurunannya
itulah
yang akanmenular-kan penyakit kepada
manusia,
misalnyaRickettsia
tsutsugamushi
dalam
lawa
infektif
(ci i gger)
Leptotrombid i u m.Serangga
dapat bertindak
sebagaiparasit
dan
dapat
dibagi
berdasarkan habitatrya pada manusia. Endoparasit hidup atau mengembaradi
dalam jaringan tubuh,misalnya law a lalat penyebab miasis dan
p n1 a! (Tun g a p e n e tr ans) penyebab
tungia-sis.
Ektoparasithidup
pada
permukianfubuh
hospes,misalnya tungau,
tuma,pinjal,
nyamuk.Berdasarkan
lamanya
hidup
padaho-spe9, dibedakan parasit p"r-a.r^en yurrg
seluruh atau
sebagianbesar
hidupnyaada pada satu hospes,
misalnya
tungaukudis dan tuma pada manusia,
pinjal
dansengkenit
keras pada binatang.
parasitperiodik berpindah-pindah dari situ hospes
ke
hospes
lain
dalam daur
hidupnya,misalnya nyamuk, sengkenit lunak.
Beberapa serangga dapat memasuk_
kan
toksinnyake
dalam badan manusiadengan cara kontak langsung (ulat), gigit_ an (kelabang, laba-laba), sengatan
ltita_
jengking) atau tusukan (Triatoma).
forcin
serangga dapat menyebabkan
gejala
se_tempat
atau gejalaumum, seperti
gatal,urtikaria, lepuh (ulat, kutu buzuk),
hemo-lisis
(kalajengking),
perdarahan (lebah)dan gangguan saraf (kalajengking).
- Serangga dapat menyebabkan alergi qapa 9_rang yang rentan, misalnya tungau
debu
Q
e rm a t op h a g o i d e s dan m ayfly) dap atmenimbulkan asma dan tusukan nyamuk
dapat menyebabkan gatal-gatal. Seiangga
dapat pula menimbulkan rasa ngeri, rasa takut
karena
bentuk
seranggayang
dilihatnyamengkhayal-248
Parasitolosi Kedokterankan
penyakit yang mungkintimbul. Bila
gangguan
itu
berlangsunglama
disebutentomofobia. Gangguan
akibat
serangannyamuk
dapat
berpengaruh
terhadap kebiasaan hidup sehari-hari.Taksonomi dan
Sistematika
Pembagian filum artopoda didasmkan
pada pentingnya peran artropoda dalam
ilmu
kedokteran dan dibagi menjadi kelas insekta, arachnida, crustacea, chilopodadan kelas diplopoda.
Kelas dibagi lagi dalam ordo, famili,
genus dan qpesies. Pada Tabel 5 tertera daftar serangga yang termasuk parasit manusia,
baik
sebagaivektor,
hospes perantara,penyebab kelainan
atau
yang
hidupsebagai parasit. Thbel5. FitumArhopoda Contoh n. Tribus Anophelini Tribus Culicini ?lbrzs Toxorhynchitini Phlebotomidae Simulidae Tabanidae Muscidae Calliphoridae Sarcophagidae Culex Aedes Mansonia Coquillettidia Tbxorhynchites Phlebotomus Simulium Tabanus Chrysops Musca Glossina Chrysomyia Wohlfahrtia An. sundaicus An. maculatus An. subpictus An. barbirostris An. vagus Cx. quinquefasciatus Cx. tritamionb,nchus Cx. bitaenionltynchus Cx. anrlulirostris Ae. aegtpti Ae. albopictus Ae. togoi Ma. uniformis Ma. annulifera Ma. indiana Ma. annulata Ma. dives Ma. bonneae Cq. crassipes Tx. amboinensis Tx. splendens Tx. inornatu.g P. papatasii P. longipalpis S. damnosum S. metallicum T. striatus C. dimidiata M. domestica G. morsitans G. palpalis C. bezziana W. magnifca
Thbel
5.FilumArtrcpoda
Arachnida Crustacea Chilopoda Diplopoda Anoplura Hemiptera Dyctioptera Lepidoptera Coleoptera Hymenoptera Scorpionida Aranea Acari (ixodoidea) Acari (sarcoptoidea) Copepoda Decapoda Pediculidae Reduviidae Cimicidae Staphylinidae Ixodidae Argasidae Sarcoptidae Trombiculidae Demodicidae Pyroglyphidae Neopsylla Stivalius Pulex Tunga Ctenocephalides Pediculus Phthirus Triatoma Reduvius Panstrongtlus Rhodnius Cimex Blatella Blatta Periplaneta Lagoa Megalopyge Anaphe Parasa Lytta Tenebrio Paederus Paraponera Centruroides Latrodectus Loxosceles Dermacentor Rhipicephalus Ornithodoros Sarcoptes Leptotrombidium Demodex Dermatophagoides Cyclops Diaptomus Potamon Cqmbqrus Scolopendra Fontaria' N. sondaica S. cognatus P initans T. penetrans C. felis C. canis P. humanus capitis P. humanus corporis P. pubis T. rabrofasciata R. cognatus P. megistus R. prolixus C. hemipterus C. lectularius B. germanica B. orientalis P. americana P. australasiae L: crispata M. opercularis A. infracta P. hilarata L. yesicatoria T. molitor P sabaeus P. clavata C. suffussus L. mactans L. laeta D. andersoni R. sanguineus O. moubata S. scabieiL.
deliensis D. folliculorum D. pteronyssinus S. strenuus D. gracilis P. dehaani C. virilis S. subspinipes F. virginiensisMORFOLOGI, DAUR
HIDUP
DAN
PERILAKU
NYAMUK
NTyamut
termasuk kelas insekta, ordoI \
diptera danfamili
culicidae. Nyamuk dapat mengganggu manusia dan binatangmelalui gigitannya serta berperan sebagai
vektor
penyakit pada manusia danbina-tang yang penyebabnya
terdiri
atasber-bagai macam parasit.
Di
dalam
tubuhnyamuk
parasit penyebabfilariasis
ber-ubah bentuk tanpa
berkembang
biak,sedangkan
Plasmodiun
berkembangbiak,berubah
bentuk
dan
tumbuh
menjadibentuk
infektif
sebelumditularkan
daripenderita kepada orang yang sehat. Virus
dengue berkembang
biak
dalam
tubuhnyamuk
tanpa berubahbentuk
sebelumditularkan ke manusia.
Famili
culicidae dibagi menjadi
3tribus, yaitu tribus anophelini (Anopheles),
tribus
culicini
(Culex, Aedes, Mansonia)dan
fibus
toxorhynchitini (Toxorhynchites).Jumlah
spesiesyang telah
diketahui +
2400.
Nyamuk
dapat
hidup
sampai
ke-tinggian
4200
meterdi
atas permukaanlaut (seperti
di
Kashmir) dan sampai 115meter
di
bawah permukaanlaut
(sepertidi tambang emas di India Selatan). Jumlah
spesies
di
daerahtropik
lebih
banyakdibandingkan
di
daerahdingin
seperti di kutub selatan.Morfologi
Nyamuk
berukurankecil
(4-13 mm)dan rapuh. Kepalanya mempunyai probosis halus dan panjang yang melebihi panjang kepala. Pada nyamuk betina probosis
di-pakai sebagai alat untuk mengisap darah,sedangkan
pada
nyamuk
jantan
untukmengisap bahan-bahan
cair
seperti cairan tumbuh-tumbuhan, buah-buahan dan jugakeringat.
Di
kiri
kanan probosis terdapatpalpus
yang
terdiri
atas5
ruasdan
se-pasang antena yangterdiri
atas 15 ruas.Antena
pada nyamuk
jantan
berambut Iebat (plumose) dan pada nyamuk betinajarang
@ilose).
Sebagianbesar
toraksyang tampak (mesonotum),
drliputi
buluhalus. Bulu tersebut berwama putih/ kuning dan membentuk gambaran yang khas unhrk
masing-masing
spesies.Posterior
darimesonotum terdapat skutelum yang pada anophelini bentuknya melengkung (rounded)
dan pada
culicini
membentuktiga
leng-kungan (trilobus)
(Gambar
29).
Sayap nyamuk panjang dan langsing, mempunyai vena yang permukaannya diturnbuhisisik-sisik
sayap(wing
scales)yang
letaknyamengikuti
vena. Padapinggir
sayap ter-dapat sederetan rambut yang disebut umbai(fringe). Abdomen berbentuk
silinderdan
terdiri
atas 10 ruas. Dua ruas terakhiro L o a. ho d
a
(N ox
! a k I -); C) O€
0) (H dO OI '?5 q)o tcd vF<EE
6c'Zrii
6(EE.9
cr>
L>, cg ho Fl .o -9 o\ -: 61 6 .(B cgd€o.
d!Y r:1 .= v€ C) +r o o (€ € I ,r4 ,o k (E b0 d k -o F \J 0)c
o .Y o o -o=
(E lz c) -Y E '6_ o t L f E o o E6
o-5 f -o I I a a I I a 5 _o-$ o- J..-"6o
I 0)o
'9 ot
ifr
c
o)c
(s E f J lz a o(5'aE
-otr
I
o
f6
o
o (E a G =o
<) l< f E (!z
il mc
o E o E -o(! a a t a E o o -= fo
I a I C0.A-88
oo
-:z P Jril
a (', oc
(U a I IE
o o J f -o (ot
o J ilNyamuk
mempunyai3
pasang kaki(heksapoda)
yang
melekat pada
toraksdan
tiap kaki
terdiri
atas 1 ruas femur, 1ruas tibia dan 5 ruas tarsus.
Daur
Hidup
Nyamuk mengalami
metamorfosis sempurna: telur-
larva-
pupa-
dewasa.Stadium
telur,
larva
danpupa
hidup
di
dalam air sedangkan stadium dewasa hidupdi
daraVudara.Nyamuk
dewasa betinabiasanya mengisap
darah manusia
danbinatang. Telur yang baru diletakkan ber-warna
putih,
tetapi sesudahl-2
jamber-ubah menjadi hitam. Pada genus Anopheles
telur
diletakkan satu
per
satu
terpisahdi
permukaanair.
Pada Aedes telurjuga
diletakkan
satuper
satu terpisah tetapitelur
diletakkan
di
dinding
wadah
air.Pada
genus
Culex
danMansonia
telurdiletakkan
saling
berlekatan
sehingga membentuk rak,tt (rafi). Telur Cul exdiletak-kan
di
ataspermukaan
air,
sedangkantelur Mansonia
dlletakkandi balik
daun tumbuh-tumbuhan air.Setelah
2-4 hair telur
menetasmen-jadi
larva yang
selalu
hidup
di
dalamair. Tempat perindukan (breeding
place)
untuk
masing-masing spesies berlainan,misalnya
rawa, kolam,
sungai,
sawah,comberan dan tempat-tempat yang dapat
digenangi
air
seperti
got,
saluran
air, bekasjejak kaki
binatang, lubang-lubangdi
pohon dan kaleng-kaleng. Lawaterdiri
atas
4
substadium (instar) dan mengambilmakanan
dari
tempat
perindukannya.Pertumbuhan
larva
stadium
I
sampaidengan stadium
IV
berlangsung 6-8 haripada
Culex
dan Aedes, sedangkan padaMansonia
pertumbuhan
memerlukan waktu kira-kira 3 minggu. Kemudian larva berubah menjadi pupa yang tidak makan,tetapi masih
memerlukan oksigen yangdiambilnya melalui
tabung
pernapasan(breathing trumpet). Untuk tumbuh
men-jadi
dewasadiperlukan
waktu
l-3
harisampai
beberapaminggu.
pupa
jantanmenetas
lebih
dahulu. Nyamuk
jantanbiasanya tidak pergi jauh dari tempat
per-indukan, menrnggu nyamuk betina untuk
berkopulasi.
Nyamuk betina
kemudianmengisap darah yang diperlukannya untuk
pembentukan
telur, tetapi
ada beberapaspesies
yang
tidak
memerlukan
darahuntuk pembentukan telur (autogen) misal-nya Tbxorhynchites ambo inens is.
Perilaku Nyamuk
Umur
nyamuk
tidak
sama.
padaumumnya
nyamuk betina hidup
lebihlama dari nyamuk jantan. Biasanya umur
nyamuk
kira-kira
2
minggu, tetapi
adanyamuk
yang
dapat
hidup
sampai 2-3bulan, misalnya Anopheles punctipennis
di Amerika. Hospes yang disukai nyamuk
juga
berbeda, ada yang hanya mengisapdarah manusia
(antropofilik),
ada
pulayang hanya
mengisap
darah
binatang(zoofilik) dan
ada nyamuk
yang
lebihsuka mengisap darah binatang
jika
diban-dingkan dengan darah manusia(antropo-zoofilik). Setelah mengisap darah, nyamuk
tersebut mencari tempat
untuk
istirahat,baik
untuk
menunggu
proses perkem-bangan telur, maupun istirahat sementara,yaitu
pada
waktu
nyamuk masih
aktif
mencari darah. Untuk tempat istirahat ada(endofilik) yaitu dinding rumah, ada pula
yang
memilih
di
luar
rumah (eksofilik)
yaitu tanaman, kandang binatang, tempat-tempat dekat tanah atau di tempat-tempatyangagak tinggi.
Aktivitas
menggigit nyamuk
jugaberlainan. Ada yang mengisap darah pada
malam
hari
(night-biters), ada pula yangmengisap
darah pada siang
hari
(day-biters).Ada yang menggigit di dalam rumah
(endofagik) dan ada
jugayang
menggigitdi luar rumah (eksofagik).
Nyamuk betina
mempunyai jarak
terbang lebih jauh daripada nyamuk jantan.Daya terbang tersebut berbeda-beda
me-nurut spesies. Aedes aegtpti
jarakterbang-nya
pendek,
50-100
m.
Jarak
terbangAedes
vexansdapat mencapai
30
km.Kebanyakan
nyamuk
Anopheles
dapat254
ParasitologiKedokteranVEKTOR
PENYAKIT
PROTOZOA
Vektor
Malaria
\fVamut
anophelini yang berperanse-I \
bagai vektor malaria hanyalah genus Anopheles.Di
seluruhdunia,
genrtsAno-pheles
jmlalnya+
2000 spesies, 60 spesiesdi antaranya sebagai vektor malaria. Junlah
nyamuk
anophelini
di
Indonesia+
80 spesiesdan 16
spesiestelah
dibuktikanberperan sebagai
vektor
malaria,
yangberbeda-beda
dari
satu daerahke
daerahlain
berganfung pada bermacam-macam faktor, seperti penyebaran geografik,iklim
dan tempat perindukan.Morfologi nyamuk anophelini berbeda
jika
dibandingkan denganculicini.
Telur anophelini yang diletakkan satuper
satudi
atas permukaanair
berbentuk sepertiperahu yang bagian bawahnya konveks,
bagian atasnya
konkaf
dan mempunyaisepasang pelampung yang terletak pada sebelah lateral. Larva anophelini tampak
mengapung sejajar dengan
permukaanair,
mempunyai
bagian-bagian
badan yang bentuknya khas, yaitu spirakel pada bagan posterior abdomen, tergal plate pada bagan tengah sebelah dorsal abdomen dan sepasang bulu palma pada bagian lateral abdomen. Pupa mempunyai tabung per-napasan (respiratory trumpet) yangbentuk-nya
lebar
dan pendek; digunakan untukmengambil O, dari udara.
Pada nyamuk dewasa palpus nyamuk
jantan dan
betina mempunyai
panjanghampir
sama dengan panjangprobosis-nya. Perbedaannya adalah pada nyamuk
jantan ruas
palpus
bagian apikal
ber-bentuk gada (club
form),
sedangkan padanyamuk betina ruas
tersebut mengecil.Sayap
pada bagian
pinggir
(kosta
danvena
I)
ditumbuhi
sisik-sisik sayap yang berkelompok membentuk gambaran belang-belang hitam dan putih. Selain itu, bagianujung
sisik
sayap membentuk lengkung(tumpul). Bagian posterior abdomen tidak
seruncing
nyamuk
Aedesdan
tidak
se-tumpul nyamuk Mansonia, tetapi sedikit
melancip.
Daur Hidup
Nyamuk anophelini mengalami
meta-morfosis sempurna.
Telur
menetasmen-jadi
lawa
yang kemudian
melakukanpengelupasan
kulit/eksoskelet
sebanyak4
kali;
lalu
tumbuh menjadi pupa
danakhirnya menjadi nyamuk dewasa jantan
atau betina. Waktu yang diperlukan untuk pertumbuhan sejak telur diletakkan sampai
menjadi
dewasabervariasi
antara
2-5minggu, tergantung pada spesies, makanan
yang
tersediadan
suhu udara.
Tempat perindukan nyamuk anophelinidapat
dibagi
menurut
3
kawasan yaitukawasan pantai, pedalaman,
kaki
gunung dan kawasan gunung.Di
kawasanpantai
dengan tanaman bakau di danau pantai atau lagun (lagoon),rawa
dan empang sepanjangpantai,
di-temukan Anopheles sundaicus.
SelainAn.sundaicus, dapat
juga
ditemukan An.subpictus di tempat perindukan tersebutterutama danau
di
pantai dan
empang.Di
kawasan pedalamanyang
ada sawah,rawa, empang, saluran
irigasi
dan sungai ditemukan An.aconitus, An.barbirostris,An.farauti,
An.bancrofii,
An.subpictus, An.nigewimus dan An. s inens is.Di
kawasankaki
gunung
dengan perkebunan
atau hutan ditemukanI
n. balab acensls, sedang-kan di daerah gunung ditemukanAn.macu-latus. Tempat
perindukan
secara terincidapat dilihat pada Tabel 6.
Perilaku
Anophelini
Aktivitas
nyamukAnophelini
sangat dipenganrhioleh
kelembabanudara
dan suhu. Umumnya anophelinialtif
mengisap darah hospes pada malam hari atau sejaksenja
sampai
dini
hari.
Jarak
terbang anophelini biasanya 0,5-3 km, tetapi dapat mencapai puluhan km karena dipengaruhioleh
transportasi (kendaraan, kereta api,kapal
laut
dan kapal
terbang)dan
ken-cangnya
angin.
Umur
nyamuk
dewasaanophelini
di
alam
bebas
1-2
minggu,tetapi
di
laboratorium dapat mencapai 3-5 minggu. Perilakunyamuk
dewasa secaraterinci dapat
dilihat
pada Tabel 7.Epidemiologi
Penentuan vektor malaria didasarkan
atas penemuan sporozoit malaria di kelenjar
liur
nyamuk anophelini
yang hidup
di alam bebas. Cara yang digunakan adalahpembedahan
nyamuk betina.
Berbagaifaktor yang perlu
diketahui
untukmenentukan vektor di suatu daerah endemi malaria adalah 1) pada pembedahan nyamuk
alam
positif
mengandungsporozoit
2)kebiasaan
nyamuk
anophelini
meng-isap
darah manusia (antropofili$;
-)
umur nyamuk
betina lebih
dari
l0
hari;4)
kepadatanyang
tinggi
dan
mendo_minasi
spesieslain;
5) hasil infeksi
per-cobaan di laboratorium yang menunjukkankemampuan untuk mengembangkan p/as_ modium menjadi stadium sporozoit.
Prevalensi kasus malaria di satu daerah
endemi
malaria dan
di
daerah endemimalaria lainnya
tidak
sama, terganfung pada perilaku spesies nyamuk yang men_jadi
vektor.Di
daerah Cilacap misalnyayang
vektor
malarianya
An.sundaicus,kasus
malaria
ditemukan
lebih
banyakpada musim kemarau,
jika
dibandingkan musim hujan, karena pembenfukan tempat perindukan di muara sungai vrftikAn.sun_daicus meningkat. Sebaliknya untuk daerah Jawa Barat yang vektor malarianya An.aco_ nitus kasus
malaia
meningkat jumlahnyapada musim hujan; karena
di
sawahter-benfuk
tempat-tempat perindukan untukAn.aconitus. Kedua kejadian di atas terjadi akibat kurangnya perhatian terhadap
peng-aturan
air
atautidak
teraturnya saluran256
ParasitologiKedokteranTabel 6. Tempat Perindukan Larvq Tempat Istirahat dan Perilaku Anophetes
Vektor Tempat perindukan larva Perilaku nyamuk dewasa musim kemarau, tambak ikan yang kurang malam
2. An. aconitus 3. An. subpictus 4. An. barbirostris 5. An.balabacensis 6. An. letifer 7. An.farauti 8. An. punctulatus 9. An. koliensis 10. An. ludlowi 11. An. nigerrimus 12. An. sinensis 13. An. fiavirostris 14. An. karwari 15. An. maculatus 16. An. bancrofti 17. An. barbumbrosus
terpelihara, parit di sepanjang pantai
bekas galian yang terisi air payau, tempat
penggaraman (Bali) di air tawar (Kal Tim dan Sum)
Persawahan dengan saluran irigasi, tepi sungai pada musim kemarar.r, kolam ikan
dengan tanaman nmput di tepinya
Kumpulan air yang permanen/ sementara,
celah tanah bekas kaki binatang, tambak ikan
dan bekas galian di pantai (pantai utara pulau
Jawa)
Sawah dan saluran irigasi, kolam, rawa, mata air, sumur dan lainJain
Bekas roda yang tergenang air, bekas jejak kaki binatang pada tanah berlumpur yang berair, tepi sungai pada musim kemaraq kolam
atau kali yang berbatu di hutan atau daerah pedalaman
Air tergenang (tahan hidup di tempat asam)
terutama dataran pinggir pantai)
Kebun kangkung, kolam, genangan air dlm
perahu, genangan air hujan, rawa dan saluran
air
Air di tempat terbuka dan terkena sinar
matalnri, panai (musim hujan), tepi sngai Bekas jejak roda kendaraan, lubang di tanah yang berisi air, saluran, kolam, kebun kangkung dan rawa
Sungai di daerah pegunungan
Sawah, kolam dan rawa yang ada tanaman air
Sawah, kolam dan rawa yang ada tanaman air
Sungai dan mata air terutama yang bagian tepinya berumput
Air tawar yang jemih dan kena sinar matahari, di daerah pegunungan
Mata air dan sungai dengan air jemih yang mengalir lambat di daerah pegunungan, perkebunan teh (di Jawa)
Danau dengan tumbuhan bakung, air tawar
yang tergenang, rawa dengan tumbuhan pakis Di pinggir sungai yang terlindung dengan air yang mengalir lambat dekat hutan di dataran
tinggi
Tit: di dalam dan di luar rumah
Zoofilik > antropofilik
Eksofagik menggigit di waktu senja sampai dini
hari
Tit: di luar rumah
Antropofilik > zoofilik menggigit di waktu
malam
Tit : di dalam dan di luar rumah (di kandang)
Antropofilik (Sul & NT)
Zoofilik (Jawa & Sum)
Eksofagik> endofagik menggigit malam hari
Tit: di luar rumah (pada tanaman) Antropofilik < zoofilik
Endofilik menggigit malam hari
Tit: di luar rumah (di sekitar kandang)
Antropofilik > zoofilik
Tit: bagian bawah atap di luar rumah
Antropofilik > zoofilik
Eksofagik menggigit malam hari
Tit: di dalam dan di luar rumah
Anfiopofilik > zoofilik menggigit malam hari
Tit: di luar rumah
Antropofilik >> zoofilik menggigit malam hari
Tit: di dalam rumah
Anhopofilik >> zoofilik
Zoofilik > antropofilik menggigit senja-malam Tit: di luar rumah (kandang)
Zoofilik > antropofilik menggigit senja-malam Tit: di luar rumah (kandang)
Zoofilik > antropofilik Tit: belum ada laporan
Zoofilik > antropofilik Tit: di luar rumah
Zoofilik > antropofilik menggigit malam
Tit: di luar rumah (sekitar kandang)
Zoofilik > antropofilik Tit: belumjelas
Bionomiknya belum banyak dipelajari
Antropofilik
Pemberantasan malaria dapat dilaku-kan
melalui
berbagai cara,di
antaranya: 1) mengobati penderita malaria;2)
meng-usahakan agartidak
terjadikontak
antannyamuk
anophelinidan
manusi4
yaitudengan memasang kawat kasa di bagian-bagian terbuka di rumah (endela dan pintu) penggunaan
kelambu
danrepellent;
3)mengadakan penyuluhan tentang sanitasi
lingkungan
dan
pendidikan
kesehatankepada masyarakat
yang
berkaitan
de-ngan
upaya memusnahkan tempat-tempatperindukan nyamuk
dan
penempatan kandang ternakdi
antara tempatperindu-kan dan rumah penduduk.
Tabel 7. Penyebaran Geografik Vektor Malaria di Indonesia
Spesies 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. t4. 15. 16. t7. An.sundaicus An.sinensis An.maculatus An.letifer An.nigerrimus An.subpictus An.balabacensis An.aconitus An.barbirostris An.flavirostris An.barbumbrosus An.ludlowi An.farauti An.punctulatus An.koliensis An.karwari Sum Sum Sum Sum Sum Kal Jawa Jawa Jawa
Sul
NT Sul Jawa Jawa Jawa MI MI MI MI MIS"f
-t:t
Y
Sul
NT Sul Sul Sul Kal An.(')
Sum: Sumatra; Sul:
Sulawesi, Kal:
Kalimantan, NT: Nusa Tenggara258
ParasitoloeiKedokteranVektor Tripanosomiasis
Afrika
Vektor tripanosomiasis (penyakit
tidur Afrika
:
African
sleeping sickness) adalahlalat
Tse tse(Glossina)
yang ter-masuk ordo diptera dari kelas insekta. Lalatini
berukuran
6-13
nun,
mengalamimetamorfosis sempuma, bersifat vivipar,
mempunyai
tipe mulut
tusuk
isap.Baik
jantan
maupun betina, keduanyameng-isap
darah
denganaktivitas
menggigitterutama pada pagi hari. Ada dua spesies
yang
berperan sebagaivektor
biologik
tripanosomiasis, antara latn Glossinemor-sitans
yang
menularkan
Trypanosoma rhodesiensedi Afrika
bagiantimur
dan Glossinapalpalis
sebagai vektorTrypano-soma gambiense
di
Afrika
bagian barat(Gambar 30). Habitat dari kedua spesies
ini
juga berbeda, Glossina morsitans menyukaidaerah yang terbuka dengan tanah yang
keras seperti padang
rumput,
sedangkanGlossina
palpalis
lebih menyukai habitat berpasir atau tanahdi
sekitar sungai atau danau yang banyak ditumbuhi pohon.Vektor
Tripanosomiasis
Amerika
Triatoma rubrofasciata dan Rhodnius
prolixus merupakan vektor biologik
Trypa-nos oma cruzi y ang menyebabkan
Tripano-somiasis
Amerika
(penyakit
Chagas),termasuk dalam
ordo
hemiptera
darikelas
insekta. Penularanpenyakit
dapatterjadi
secara
anterior
inokulatif
atauposterior kontaminatif (melalui feses yang
terkontaminasi dengan
bentuk infektif
T.cruzi). Insekta
ini
mempunyai bentukbadan
pipih
dorsoventral,
mempunyai sayap, probosisdilipat di
bagian bawah kepala dan mengalami metamorfosis tidaksempurna.
Stadium
telur, nimfa
dandewasa biasanya berada pada satu habitat yaitu pada celah-celah dinding rumah yang
retak. Selain
berperan
sebagai vektorpenyakit, tusukan Triatoma menimbulkan
luka yang nyeri dan mengeluarkan darah, pada tempat tusukan akan timbul benjolan
merah dan keras dengan diameter
*
2
cm,benjolan
ini
baru
akanhilang
sekitar
1minggu atau lebih.
Vektor
Leismaniasis
Phlebotomus longipalpis (lalat pasir
:
sandfly)
termasuk ordo diptera dari kelasinsekta. Lalat ini benrkuran kecil
*
1,5-4 mm, berwama kuning/kelabu dan seluruh badanberbulu
serta mengalami
metamorfosis sempurna dengantipe mulut
tusuk isap,baik
lalat jantan maupun lalat betinake-duanya mengisap
darah
(Gambar
30).Habitat lalat
ini
terutamapada
lubang yang terdapat dionggokan tanah. perananlalat
ini
adalah sebagaivektor biologik
Leishmania donovani, Leishmania tropicadan Leishmania brqsiliense. Selain
me-nularkan flagelata darah lalat ini juga
me-nularkan
virus
penyebab
Phlebotomusfever
dan bakteri penyebab bartonelosis.G/ossrna
palpalis
G/osslna morsitans(Lalat Tse-tse - Afrika
Tengah)
(Lalat Tse{se - Afrika Timur)Musca domestica (lalat rumah)
Gambar 30. Jenis-jenis lalat
Gambar ulang dari Textbook of Clinical Parasitology, David L. Belding, Edisi kedua, tahun 1952
260
ParasitologiKedokteranVEKTOR PENYAKIT
GAGING
(FTLARTASIS)
Vektor Filariasis
Limfatik
(Nyamuk)
yamuk anophelini dan
non-anophe-lini
dapat berperan
sebagai vektor filariasis limfatik pada manusia dan filariasisbinatang.
Di
Indonesia
ditemukan
3jenis parasit nematoda penyebab filariasis
limfatik
pada manusia,yaitu
Wuchereriabancrofti,
Brugia malayi dan
Brugia
timori.
Parasit-parasit
ini
tersebar
diseluruh kepulauan
di
Indonesia
oleh berbagai spesies nyamuk yang termasukdalam
genus Aedes, Anopheles, Culex,Mansonia, Coquilettidia
dan Armigeres.Beberapa spesies Anopheles,
Culex
danAedes
telah
dilaporkan menjadi
vektorfilariasis bancrofti
di
perkotaan
ataudi
pedesaan.Vektor utama
filariasis
di
daerah perkotaan adalah Culexquingue-fasciatus, sedangkan di pedesaan filariasis
bancrofti
dapat ditularkan oleh berbagai spesiesAnopheles seperti
An.aconitus,An.bancrofti, An.farauti,
An.punctulatus dan An.subpictus, atau dapat puladitular-kan oleh nyamuk Aedes
kochi,
Cx.bitae-niorrhynchus, Cx.annulirostris dan
Armi-geres obsturbans. Vektor utama Filariasis malayi ialah berbagai spesies Anopheles, Iu[msonia dan Coquilettidia, sepern Mans onia
Uniftrmis
dan beberapa spesies Mansonialainny4 Coquilettidia crassipes (tipe zoofilik
:
subperiodik nokturna) danAn.barbiros-tris,
An.nigerrimus
(tipe antropofilik
:
periodik noktuma), sedangkan vektor utamafilariasis
timori
ialah
An.barbirostris.Vektor filariasis
dan daerah penyebarandi Indonesia dapat dilihat pada tabel 8.
Morfologi Non-Anophelinil Culicini
Nyamuk non-anophelini dapat dikenal
dari
morfologinya
dengan memperhatikanbagian-bagian badannya. Stadium telur
non-anophelini
yang
diletakkan satuper
satu atau berkelompok membentuk raktt (raft),mempunyai bermacam-macam bentuk. Ada yang berbentuk lonjong dengan kedua ujung
sedikit lancip dan berdinding yang
meng-gambarkan anyaman
kain
kasa (Aedes),ada juga yang menyerupai peluru senapan
(Culex) dan ada pula yang
mirip
duri atau sasaranuntuk
pelemparanbola bowling
(Mansonia).
Stadiumlarva
non-anophe-lini
yang tampak tergantung pada permu-kaan air mempunyai bagian-bagian badanyang
morfologinya
khas:
sifon
yangmengandung
bulu-bulu
sifon
(siphonaltuft)
dan pekten,sisir
atau comb dengangigi-gigi sisr
(comb teeth), segmen anal dengan pelana (saddle). Larva tiap spesiesTabel 7. Penyebaran
Geografik Vektor Filariasis di
Indonesia Brugia malayi periodik An.barbirostris An.nigerrimus Brugia malayi subperiodik Ma.dives Ma.uniformis Ma.annulifera Ma.indiana Ma.annulata Ma.bonnae Cq.crassipes Brugia timori An.borbirostris Wucheria bqncrofti Cx.quinquefasciatus Cx.annulirostris Cx.bitaeniorrhynchus Ae.kochi An.subpictus An.koliensis An.aconitus An.bancrofti An.farauti An.punctulatus Arobturbons Sul SulJawa
Kal-*t--NT
-NT
__Y'
-
Kal Sum Sum Sum Sum Sum Sum Mal Kal Kal Kal Kal Kal Kal Kalria
Irja Irju Irjatd"
Irja IrjaItja
cq:
coquillettidia, Ar = Armigeres, Ae:
Aedes, cx:
culex, An:
Anopheles, Ma:
MansomiaSum: Sumatra, Kal
:
Kalimantan, Sul:
Sulawesi,Mal:
Maluku,Tia:IianJaya,262
Parxitologi Kedokterannyamuk mempunyai
jumlah
dan
bentukbulu sifon, pekten dan gigi sisir yang tidak
sama. Pelana dapat digunakan untuk me-nentukan genus,
misalnya
Culex
mem-punyai
pelanatertutup,
Aedes terbuka. Stadium pupaculicini
mempunyai tabung pernapasanyang
bentuknyasempit
danpanjang,
digunakanuntuk
pengambilanoksigen.
Pada
stadium dewasa nyamukculicini
betina, palpinya lebih
pendekdaripada probosisnya,
sedangkan padanyamuk
culicini jantan, palpinya
me-lebihi panjang probosisnya. Sisik sayapnya ada yang lebar dan asimetris (Mansonia), ada pula yang sempit dan panjang Q4edes, Culex). Kadang-kadang sisik sayap inimem-benflrk kelompok
sisik
yang
sewarna sehingga tampak sisik sayap membentuk bercak-bercak pada sayap berwama putih dankuning
atauputih
dan
coklat, jrrga putih dan hitam (speckled). Ujung abdomen Aedes lancip (pointed), sedangkan ujungabdomen
Mansonia
sepertitumpul
danterpancung (trunc ated).
Daur
Hidup
Seperti
juga
pada nyamuk
anophe-lini,
nyamuk
non-anophelini mengalami metamorfosis sempum a, tetapi waktu yangdiperlukan
untuk
pertumbuhandari
telur sampai menjadi dewasa lebih pendek(1-2
minggu).
Tempat perindukan nyamuknon-anophelini berbeda dari tempat
per-indukan
anophelini. non-anophelini dapat bertelurdi
tempat-tempat perindukan ber-air jemih, maupun berair keruh (polluted). Permukaanair
dapat ditumbuhi olehber-bagai
macam
tanamanat
(Graminea, Ipomoea, Pistia, Salvinia dan Eichornia).Tempat perindukan vektor filariasis secara
rinci terdap at pada tabel 8.
Perilaku Non-Anophelini
Berbeda
dari
nyamuk
anophelini,nyamuk non-anophelini ada yang
mem-punyai kebiasaan mengisap darah hospes
pada malam
hari
saja(Culex),
ada yangpengisapan darahnya dilakukan pada siang dan malam harr (Mansonia) dan ada
juga
yang hanya pada siang hari (Aedes). Jarak terbang culicini biasanya pendek
mencapai jarak rata-rata beberapa puluh
meter saja, walaupun ada yang
jarak
ter-bangnya
jauh
kira-kira
30
ktrt
(Aedesvexans).
Umur
nyamuk
dewasanon-anophe-lini
baikdi
alam maupundi
laboratoriumsama seperti
anophelini,
biasanyakira-krra
2
minggu. Perilaku nyamuk dewasasecara rinci dapat dilihat,pada tabel 9.
Epidemiologi Filariasis
Perilaku nyamuk
sebagai
vektorfilariasis
turut
menentukan
penyebar-luasan
penyakit
filaria
dan
timbulnyadaerah-daerah
endemi
filariasis.
Di
arftaraperilaku vektor tersebut adalah: 1)
derajat
infeksi
alami
hasil
pembedahannyamuk
alam/haryang tinggi;
2)
sifat antropofilik danzoofilik
yangmeningkat-kan
jumlah
sumber
infeksi;
3)
umurnyamuk
yang panjang sehingga mampumengernbangkan pertumbuhan larva men-capai stadium
infektif
untuk
disebarkan/ditularkan;
4)
dominasi terhadap spesies nyamuk lainnya yang ditunjukkan dengankepadatan
yang tinggi
di
suatu daerahendemi; 5) mudahnya menggunakan
tempat-tempat
pengandungair
sebagai tempatperindukan
yang
sesuaiuntuk
Seperti
juga
pada upayapemberan-tasan
penyakit
malaria,
pemberantasanpenyakit
filariasis
dapatdilakukan
me-lalui
berbagai cara: 1) pengobatan semuapenderita
filariasis;
2)
upaya
pengen-dalian
vektor
dengan cara yang mudahdan
tidak
memerlukanbiaya mahal;
3)Tabel S. Tempat Perindukan Larva, Tempat Istirahat dan Kebiasaan Nyamuk Dewasa Vektor Filariasis
perlindungan/pencegahan terhadap gigitan
vektor;
4)
meningkatkan
pengetahuanmasyarakat mengenai
penyakit
filariasisdan
penularannya, sehingga masyarakat dapat berpartisipasi dalam pemberantasanpenyakit
ini.
An.nigerrimus Ma.uniformis Ma.annulifera Ma.indiaia Ma.annulata Ma.dives Ma.bonnae Cq.crassipes Cx.quinquefasciatus Cx.annulirostris Cx.bitaeniorrhynchus Ae.kochi An.bancrofti An.subpictus An.koliensis An.farauti An.punctulatus An.aconitus Lihat tabel 6Pada akar tanaman air (-) di
rawa
Antropofilik < zoofilikmenggigit
atau
empang
malam > siangTit: di luar rumah (kandang) s.d.a s.d.a s.d.a s.d.a s.d.a s.d.a
Kecomberan- dengan air
keruh
Antropofilik, zoofilik menggigitdan kotor dekat
rumah
malamTit: di dalam rumah atau di luar rumah
(pada benda yang tergantung dan berwarna gelap)
Sawah, daerah pantai dan
rawa
Menggigit malam hariyang berair
payau
Tit: di dalam dan di luar rumahI"-pul
yangmengandung
Antropofilik, zoofilik menggigit lumut dalam air tawar ata.oair
malam hari di dalam dan dliu"ar rumahPayau
Tit: di luar rumahKumpulan air hujan di
sekitar
Menggigit siang hari kadang-kadangrumah
masukkl
dalam rumahTit: di luar rumah
Lihat tabel 6 Lihat tabel 6 Lihat tabel 6 Lihat tabel 6 Lihat tabel 6 Lihat tabel 6
c) salvinia natans, Eichornia
264
ParasitologiKedokteranVektor Filariasis
Non
Limfatik
(Lalat)
Vektor filariasis non-limfatik ialah lalat
yang
termasukdalam ordo diptera
darikelas insekta.
lalat
yang berperan dalammenularkan
filariasis ialah:
genusSimu-lium
dan Chrysops. Simulium (Blackfly)
mempunyai badan berukuran
2-3
mm.Lalat yang mengisap darah biasanya hany a
lalat betina yang
aktif
p ada pagi hari dan sorehari.
Simulium damnosum berperan sebagai vektor biologik onkosersiasis (riverblindness) yang disebabkan oleh nematoda
Onchocerca
volvulus
di
Afrika.
Parasitini
menyebabkan kebutaan dan menjadimasalah kesehatan masyarakat di
Afrika.
Simulium metallicum,
S.ochraceum danS.callidum berperan sebagai vektor Oncho-cerca volvulus
diAmerika.
Chrysops
(horsefiy:
deerfly)
badan-nya sebesar lalat rumah,lalat jantanumum-nya mengisap sari tumbuh-tumbuhanse-bagar makanan, sedangkan
lalat
betinamempunyai tipe mulut
piercing,
sucking dan mengisap darah.Lalat
ini
aktif
me-nyerang manusia
pada pagi dan
sorehari.
Loaiasisdi
Afrika
ditularkan
oleh Chrysops silacea dart C.dimidiafa. Selainkedua
spesies tersebutjuga
dilaporkan bahwa mikrofilaria Loa loa dapat berkem-bang normal dalam Chrysops centurionis,C. longicorms dan C. dis tinctipennis.
Daftar
Pustaka7.
Despomminer DD, Gwadz RW Hotez PJ,
Knirsch CA. Parasitic Disease. 4th ed. New York Apple Tiees Productions LLC,2000. Neva FA, Brown HW. Basic Clinical
Para-sitology. 6'h ed. Prentice Hall International
Editions; 1994.
Smith KGV. Insects and Other Arthropoda
of
Medical Importance. London: BritishMuseum (national history), 1973.
Mattingly PF. The Science
of
Biology, Seriesl.
The Biology of Mosquitoe-Bome Disease. London: George Allen & Unwin, 1969.Herms WB, James MT. Medical Entomology.
kl5. NewYork: The MacMillan Company, 1960
Horsfall WR. Mosquitoes. Their Bionomic and Relation
to
Disease. New York: TheRonald Press Company, 1955.
O'Connor CT, Tine Sopa. (eds). A Checklist
of
the Mosquitoesof
Indonesia.A
specialpublication
of
the
U.S.
Naval MedicalResearch Unit No.2 Jakarta, Indonesia, 1981.
Ramalingam S. A Brief ,Mosquito Survey of
Java,1973. WHO - WHOA/BC/74, 504.Raid
JA. Anopheline Mosquitoes
of
Malaya andBomeo. Govemment of Malaysia, 1968.
Ford J. The Role
of
the trypanosomiasis inAfrican Ecololgy. The Study
of
Tsetse Flyproblem. Oxford: Clarendon Press, 1971.
Lewis DJ. The Biology of Phlebotomidae in
relation to leishmaniasis. Annu Rev Entomol.
1974; 19:363-84.
DalmatHT. The blackflies (Diptera, Simuliidae)
of
Guatemala and their role as vectors ofonchocerciasis. Washington DC: Smithsonian
Institution, 1955.
Usinger RL. The triatominae of North and
Central America and West Indies and their Public health significance. Public Health
BrlJl.1944;288: 1-88.
Buxton PA. Biology of blood sucking bug
Rhodnius prolixus. Trans Entomol Soc Lond.
1930; 78: 227-76.
l.
3. 5. 6. 8. 9. 10 11. 12. 13.VEKTOR PENYAKIT VIRUS,
RIKETSIA,
SPIROKETA DAN BAKTERI
Vektor
Penyakit
Virus
Demam
Berdarah
Dengue
Demam berdarah dengue atau DengueHemorrhagic
Fever
(DIf)
adalahpenyakit
virus
yang
berbahaya karena dapat menyebabkan penderita meninggaldalam
waktu yang
sangat
pendek (beberapahari).
Penyakit
ini
masuk ke Indonesia tahun 1968 melalui pelabuhan Surabaya dan pada tahun 1980 DFIF telah dilaporkan tersebar luasdi
seluruh propinsidi
Indonesia. Gejalaklinis DHF
berupademam
tinggi
yang
berlangsung terusmenerus selama 2-7 harj' dan manifestasi perdarahan yang biasanya didahului dengan
terlihatnya tanda
khas berupa
bintik-bintik
merah (trtetechia) pada badanpen-derita. Penderita dapat mengalami syok
dan meninggal. Sampai sekarang penyakit
ini
masih merupakan masalah kesehatanmasyarakat.
Vektor utama
DIIF
adalahnyamuk kebun yang disebut Aedes aegtpti, sedangkan
vektor
potensialnya
adalah Aedes albopictus.Morfologi
danDaur
Hidup
Aedes aegtpti dewasa berukuran lebih
kecil
jika
dibandingkan dengan ukurannyamuk rumah (Culex quinquefasciatus),
mempunyai warna
dasarhitam
denganbintik-bintik putih terutam a pada kakinya.
Morfologinya
khas
yaitu
mempunyai gambaran fua (lyre-form) yang putih pada punggungnya (mesonotum) . Telw Ae. aegtpti
mempunyai
dinding yang
bergaris-garisdan
menyerupai
gambarankain
kasa.Larva Ae. aeg,tpti mempunyai pelana yang terbuka dan
gigi
sisir yang berduri lateral.Nyamuk
betina meletakkan telurnyadi
dinding tempat perindukannyaI-2
cmdi
atas permukaanair.
Seekor nyamukbetina
dapat meletakkan rala-rata
100butir
telur tiapkali
bertelur. Setelahkira-kjra
2
hari telur
menetas menjadi larvalalu
mengadakan pengelupasankulit
se-banyak
4kal|
tumbuh menjadi pupa danakhirnya menjadi
dewasa. Pertumbuhandari telur
sampaimenjadi
dewasa me-merlukan waktukira-kira
t
hari.Tempat perindukan utama Ae.aegl,tpti
adalah
tempat-tempatberisi
air
bersihyang berdekatan letaknya dengan rumah
266
ParasitologiKedokteran500 meter dari rumah. Tempatperindukan
tersebut berupa tempat perindukan buatan manusia; seperti tempayanl gentong tempat penyimpanan
air
minum,bak
mandi, pot bunga, kaleng, botol, drum, ban mobil yang terdapatdi
halaman rumah ataudi
kebun yang berisi air hujan,juga
berupa tempat perindukan alamiah; seperti kelopak dauntanaman
(keladi,
pisang),
tempurung kelapa, tonggak bambu dan lubang pohon yang berisi airhujan. Di tempatperindukanAe.aegypti seringkali ditemukan lawa
Ae. alb opictus y ang hidup bersama-sama.
Perilaku Nyamuk Betina
Nyamuk
betina
mengisap
darah manusia pada sianghari
yang dilakukanbaik
di
dalam
rumah
ataupun
di
luarrumah.
Pengisapan
darah
dilakukandari pagi
sampai
petang
dengan
duapuncak
waktu
yaitu
setelah
matahariterbit
(3.00-10.00) dan sebelum matahari terbenam ( 1 5.00- I 7.00). Tempat istirahatAe.aegypti berupa
semak-semak
atautanaman
rendah
termasuk
rerumputanyang terdapat di halaman/kebun/ pekarangan
rumah.
Jugaberupa
benda-benda yangtergantung di dalam rumah seperti pakaian,
srillrlg,
kopiah dan lain sebagainya. Umurnyamuk
dewasabetina
di
alam
bebaskira-kira 10 hari, sedangkan di laboratorium mencapai
dua
bulan.Ae.aegtpti
mamputerbang sejauh
2
kilometer,
walaupunumumnya j arak terbangnya adalah pendek yaitu kurang lebih 40 meter.
Epidemiologi
Ae.aegl,tpti tersebar
luas
di
seluruh Indonesia. Walaupun spesiesini
ditemu-kan
dikota-kotapelabuhanyangpenduduk-nya
padat,nyamuk
ini
juga
ditemukandi
pedesaan.
Penyebaran
Ae.aegtptidari
pelabuhanke
desa disebabkan larvaAe. aegypti terbawa melalui transportasi.
Walaupun umurnya pendek
yaitu
kira-kira sepuluh hari , Ae.aegtpti dapatme-nularkan virus dengue yang masa
inkubasi-nyaantara3-10hari.
Pemberantasan Ae. aegypti
Pada saat
ini
pernberantasan Ae.aeg,ptimerupakan
cara utama
yang
dilakukanunfuk
memberantas
demam
berdarah dengue, karenavaksin untuk
mencegah dan obat untuk membasmi virusnya belum tersedia. Pemberant asan A e. aegtpti
dapatdilakukan terhadap nyamuk dewasa atau
jentiknya.
A.
PemberantasanNyamuk
DewasaPemberantasannyamuk dewasa, dilaku-kan dengan cara penyemprotan (pengasapan
:
foS4ind
dengan inseltisida yaitu:-
Organofosfat misalnya malation,feni-trotion
-
Piretroid sintetik, misalnya lamdasiha-lotrin,
permetrin.-
KarbamatB. Pemberantasan
Jentik
Pemberantasanj
entikl
e. a e gyp t i y angdikenal
dengan
istilah
pemberantasan sarang nyamuk (PSN), dilakukan dengan cata:1.
Kimia:
pemberantasan larva dilalnrkan dengan larvasida yang dikenal denganistilah
abatisasi. Larvasida yang biasa digrrnakan adalah temefos. Formulasi temefos yang digunakan ialah granules(sandgranules). Dosis yang digunakan
I
ppm atau 10 gram(1
1 sendokmakanrata) unhrk
tiap
100liter
air. Abatisasi dengan temefos tersebut mempunyai efek residu 3 bulan.2.
Biologi:
misalnya memelihara
ikanpemakan
jentik
(ikan
kepala timah, ikan guppy)3.
Fisik
caraini
dikenal dengan kegiatan3M
(Menguras, Menutup, Mengubur)yaitu
menguras bak mandi, bak WC,menutup tempat
penampungan
airrumah
tangga (tempayan,drum
danlain-lain),
serta mengubur ataume-musnahkan
barang bekas
(seperti:kaleng, ban, dan lain-lain). Pengurasan
TPA perlu
dilakukan
secara teratur sekurang-kur angnya seminggu sekali agar nyamuktidak
dapat berkembangbiak ditempat itu.
Apabila
PSN
dilaksanakan seluruhmasyarakat
maka
diharapkan
nyamukAe.aegpti dapat terbasmi. Untuk itu
diperlu-kan
usaha penyuluhan
dan
motivasikepada masyarakat secara terus menerus dalam jangka
waktu
lama, karenakeber-adaan
jentik
nyamuk
tersebut berkaitan erat dengan perilaku masyarakat.Pengendalian
Ae.aegtpti
dilakukandengan
berbagai
cara: 1.
perlindunganperseorangan
untuk mencegah
gigitanAe.aegtpti
yaitu
dengan
memasang kawat kasadi
lubang-lubang angindi
atasjendela atau pintu,
tidur
dengan kelambu, penyemprotan dinding rumah dengan insek-tisida dan penggunaan repellent pada saat berkebun; 2. pembuangan atau mengubur benda-benda di pekarangan atau di kebunyang dapat menarnpung air hujan seperti
kaleng, botol, ban mobil dan tempat-tempat
lain
yang menjadi tempat
perindukanAe.aegypti (man made breeding places);
3. mengganti
ak
ataumembersihkan tempat-tempat air secara teratur tiap minggu sekali,pot
bunga, tempayan danbak
mandi; 4. pemberian temefos ke dalam tempat penam-pungan airlpenyimpanan air bersih (abati-sasi); 5. melakukan -foSSinS denganmala-tion
setidak-tidaknya2
kali
denganjarak
waktu 10 hari di daerah yang terkena wabahdi
daerah endemiDHF;
6. pendidikan ke-sehatan masyarakat melalui ceramah agar masyarakat dapat memelihara kebersihanlingkungan dan
turut
secara perseorangan memusnahkan tempat-tempat perindukkanAe. aegtpti di sekitar rumah.
Pemantauan kepadatan
populasiAe.aeg,'pti merupakan
hal
yang pentingsekali untuk meningkatkan kewaspadaan wabah DHF.
Pengukurankepadatanpopulasi
dilaku-kan dengan cara survei lawa. Pada survei
larva
semuatempat atau
bejana
yangdapat
menjadi
tempat
berkembangbiakAe.aegypti diperiksa
untuk
mengetahuiadaltidalnya
lawa. Untuk
memeriksatempat
penampunganatr
(TPA)
yangberukuran
besar
seperti
bak
mandi,tempayan,
drum
danbak
penampunganair
lainnya,jika
pada pandangan(peng-lihatan)
pertamatidak
ditemukanlawa,
tunggu
kira-kira
%-
I
menituntuk
me-mastikan
bahwa
larva
benartidak
ada.Untuk
memeriksatempat
berkembang-biak
yang
kecil
sepertivas bunga
dan botol maka air didalamnya perlu dipindah-kan ke tempat lain, sedangkan untukatau aimya keruh digunakan lampu senter.
Survei
lawa
dapat dilakukan
dengan single larval method atau cara visual. Padasingle
larval
method
survei
dilakukandengan
mengambil satu
larva
di
setiapTPA
lalu diidentifikasi.
Bila
hasilidenti-fikasi
menunjukkan Ae.aegl,tpti
maka seluruh larva yang ada dinyatakan sebagailawa Ae.aegypti. Pada cara visual, survei
cukup dilakukan
dengan
melihat
adaatau
tidaknya
Iarvadi
setiap TPA tanpamengambil lawanya. Dalam
programpemberantasan
DBD
survei
lawa
yang
biasa
digunakan adalah cara
visual.Ukuran yang dipakai unhrk
mengetahuikepadatan law a Ae. ae
g,,pti
ialah:Angka
bebasjentik
dan house index lebih menggambarkan luasnya penyebarannyamuk
di
suatu
wilayah
sedangkan Breteau Index menunjukkan kepadatan danpenyebaran
larva Ae.aegtpti.
Containerindex menggarnbarkan kepadatan nyamuk. Vektor potensial DFIF adalah Ae.albo-pictus. Spesies
ini
tersebar luasdi
seluruh kepulauan di Indonesia. Spesies ini sepintastampak seperti
nyamuk
Ae.aeg1,tpti,yaitu
mempunyai warna dasar
hitamdengan
bintik-bintik putih,
tetapi
pada mesonotumnya terdapat garis tebalputih
vertikal.
Walaupun kadang-kadang larvaAe.albopicrzs
ditemukanhidup
bersamadalam satu tempat perindukan dengan larva Ae.aegtpti namun larva nyamuk
ini
lebihmenyukai
tempat-tempat
perindukan alamiah (trtlant containers); seperti kelopakdaun, tonggak bambu dan
tempurungkelapa
yang
mengandung
air
hujan.Perilaku nyamuk
dewasa Ae.albopictusboleh
dikatakan
sama dengan perilakuAe.aegypti meskipun nyamuk
ini
lebihsuka beristirahat
di
luar rumah.Japonese
B.
encephalitis
Penyakit
ini
ditemukan
di
Asia
Tenggara
yaitu
di
Filipina,
Kamboja,Muangthai, Malaysia dan Singapura.
Di
Indonesia JapaneseB.encepha-litis
belum
banyakdipelajari, tetapi
adakemungkinan besar,
bahwa penyakit ini
juga
adadi
Indonesia karena: 1) banyak kasus meninggal dengan gejalaklinis yang sama dengan Jap.B.encephalitis,2)
ke-padatan
nyarnuk
yang
menjadi
vektor,tinggi
dan telah dapat diisolasi virus Jap. B.encephalitis dari nyamuk yang ditangkapdi
sekitar Jakarta.Gejala
klinis
penyakit
ini
berupa demam, sakit kepala, mual, muntah, lemas,malaise
danmental disorientation.
Ke-matian
terjadi 2-4
hat'' setelah terinfeksivirus Jap. B.encephalitis.
Vektor penyakit
ini
adalah nyamukCulex tritaeniorhlmchus dan
Culu
gelidus. Tempat perindukan Cx. tritaeniorhynchusadalah rawa dan sawah, sedangkan untuk
Cx.gelidus comberan atau empang dekat
sawah.
Kedua
spesiesnyamuk
di
atastempat
perindukannya
dekat
kandangternak seperti kandang kerbau, sapi atau
babi;
kecuali
mengisap darah manusia,juga
mengisap darahbinatang
(kerbau, sapi, babi, burung, bebek) dan pengisapan darah dilakukan pada malam hari baikdi
dalam ataudi
luar rumah.Chikungunyu
Virus
Chikungunyatelah
dapat
di-isolasi dari nyamuk Ae.aeg,,ptidi
Jakorrtn.Gejala klinis penyakit ini mirip gej ala
klinis
Jap. B.encephalitis yang ditandai denganrumah/bangunanyang
x
100%o 2. House index(HI):
Jumlah ryma_h / bangqlan yang ditemukan
jentik
x
fi1vo
Jumlah rumah
I
yangdiperiksa 3. Container index(Cl):
Jumlah
containerberisi
ientlk
x
I00%o Jumlah container yang diperiksa4. Breteau index
(BI):
Jumlah container berisijentik
dalam 100 rumah/ bangunan1. Angka Bebas Jentik (ABJ):
Jumlah rumah
/
demam, sakit kepala seperti influensa dan penderita mengalami kelumpuhan
motorik
yang tidak
pennanen.Vektor
penyakitC h ikun guny
a
adalah A e. ae g,tp t i.Demam
Kuning
Penyakit
ini
belum pemah dilaporkandi
Indonesia, walaupunAe.aegtpti
yangmenjadi veklornya tersebar di seluruh
Indo-nesia.
Di
Amerika
Selatan dandi
Afrika
Selatan penyakitini
telah berpuluh-puluh tahunyang
lalu
dilaporkan,
yaitu
sejak WalterReedpadatahun 1 900diKubamem-buktikan Ae.aeg,pti sebagai vektor penyakit demam kuning. Gejala
klinis
penyakitini
berupa pusing,nyeri
punggung, demamdan muntah. Kematian
terjadi 5-8
harisetelah terinfeksi oleh virus demam kuning.
Vektor utama demam
kuning
adalahAe.aegtpti.
tidak ditemukan entik
Colorado
Tick
Fever
Penyakit
ini
ditemukan
di
daerah pegunungandi
Amerika,Serikat
dandi-sebabkan
oleh virus.
Vektornya
adalahDermocentor andersoni.
Di
dalamseng-kenit virus
berkembangbiak secarapro-pagatif.
Infeksi
terjadi karena
gigitansengkenit.
Fur-Eastern Spring
Summer
Encqhalitis
Penyakit
ini
ditemukan di daerah hutandi
Rusia, Siberia, Korea, Cina, Malaysiadan India.
Penyebabnyaadalah
virus.Vektor yang diketahui
adalah sengkenitDermacentor
pictus,
D.marginatus
danIxodes persulcatus. Virus dalam sengkenit
berkembangbiak secara propagatif. Cara
270
Parasitologi KedokteranPhlebotomus
Fever
(Papatasifever)
Penyakit yang disebabkan oleh virus
ini
ditemukandi
daerahtropik
dansub-tropik
denganmusim
panasyang
lamadan
kering
(daerah sekitarLaut
Tengah, negeri-negeriArab
sampaiBirma,
Chinadan Asia Tengah). Vektor terpenting adalah
P hleb otomus pap at as
ii
dan P. longip alpis,Vektor Penyakit Riketsia
Demam
Semak
Contoh penyakit riketsia yang
vektor-nya
arhopodadan
terdapatdi
Indonesia adalah demam semak (scrub typhus, tsutsu-.gamushi disease,
Deli
kaorts).
Penyakitini
ditemukandi
daerah Sumatra, Jawa,Kalimantan, Sulawesi dan Irian Jaya; penye-babnya ialah Rickettsia tsutsugamushi.
Gejala
klinis
penyakit
ini
berupa kepala pusing (1tost orbital), apati, malaise,limfadenitis
dan escar. Penyakitini
dapatmenyebabkan
kematian penderita
dandilaporkan angka kematian
berkisar
1-60%. Vektor penyakit
ini
adalah tungauLeptotrombidium akamus i, L. deliens
is
danL.fletscheri.
Morfologi
danI)aur Hidup
Leptotrombidium
dewasa berukurankira-kira
I
mm, berkaki 4 pasang,badan-nya
berbulu, hidup
sebagai pemangsaQtredator)
artropodalain
dan
biasanyapemakan tanaman
(vegetable feeder).Hanya stadium larva yang mengisap darah
mamalia
dan manusia.Telur
tungauini
diletakkandi
tanah ataudi
tangkai daun tanaman rendah seperti rerumputan dansemak. Setelah
telur
menetas, keluarlahlawa
Leptotrombidium yang berkaki
3pasang. Lawa
ini
lalu mencari mangsanya untuk mengisap darah yaitu burung, tikus,mamalia
dan
manusia
yang
berada
didekatnya. Setelah kenyang makan, larva
menjatuhkan
diri
ke
tanah dan berubahmenjadi stadium
nimfa
dan
menjadidewasa, kemudian kawin lalu yang betina
bertelur. Sejak
larva
Leptotrombidiummendapatkan
infeksi
Rickettsia
sampaimenjadi larva generasi
berikutrya
masihtetap infektif. Inilah penrilaran yang terjadi
secara
transovarian.
Pertumbuhan daritelur sampai menjadi dewasa memerlukan
waktu1-2bulan.
Epidemiologi
R.tsutsugamushi biasanya
hidup
se-bagai parasit
tikus
ladang,bukan
tikusrumah; larva
tungau
mendapat infeksiRickettsia ketika mengisap darah selama
2-4 hari
pada dauntelinga, hidung
atau pangkal ekor hospes. Pencegahan penularandapat
dilalrukan
dengan
cara
menjagajangan sampai kontak dengan tungau
jika
sedang bekerjadi
ladang ataudi
hutan didaerah endemi scrub typhus yaitu dengan