• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II IDENTIFIKASI DAN ANALISIS MASALAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II IDENTIFIKASI DAN ANALISIS MASALAH"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

20

BAB II

IDENTIFIKASI DAN ANALISIS MASALAH

2.1 IDENTIFIKASI MASALAH 2.1.1 Data Primer

a. Wawancara

Hasil wawancara dengan bapak Supriyanta selaku Koordinator Promosi dan Pemasaran wisata pantai Gunungkidul dengan bertemu langsung di kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata daerah Gunungkidul pada tanggal 06 Juni 2016 menjelaskan bahwa promosi yang dilakukan sudah melalui media cetak dan media elektronik untuk meningkatkan minat pengunjung ke obyek wisata tersebut, selain itu dinas juga dibantu kelompok masyarakat yang bernama POKDARWIS ( Kelompok Jaringan Sadar Wisata) tujuannya untuk mengembangkan obyek wisata setempat yang dimana masyarakatnya sudah memiliki kesadaran, tanggungjawab serta berperan dalam menggerakkan pariwisatanya, walaupun dinas sudah dibantu dengan kelompok masyarakat dalam bidang promosinya tetapi semua promosi resminya tetap melalui dinas yang terkait. Di bagian promosi sendiri bertugas mengenalkan dan mencari pengunjung dengan cara melalui kerjasama dengan sekolah dan wisatawan itu sendiri, sedangkan konsep untuk pengembangan daerah wisata lebih kepada pemberdayaan masyarakatnya. Di Gunungkidul sendiri masyarakat yang mengembangkan obyek wisatanya terlebih dahulu sebelum dikelola oleh pemerintah baik dari segi pemanduan, penyiapan area dan sebagainya. Dari sanalah berkembang obyek wisata yang dikelola masyarakat sekitar. Setelah berkembang pemeritah menyarankan untuk membentuk Kelompok Jaringan Sadar Wisata yang nantinya terkait dengan perijinan obyek wisata yang akan dikelola. Sedangkan untuk promosi obyek wisata baru maupun lama memang bisa lewat manapun dan oleh siapapun yang artinya bidang pemasaran lah yang bertugas untuk mengenalkan obyek wisata melalui bermacam media yaitu media website, media sosial seperti Instagram, Email dan Facebook atau dengan mengundang biro perjalanan,

(2)

mengadakan program di sekolah dan mahasiswa yang intinya mempromosikan obyek wisata milik pemerintah atau pihak swasta dengan mengajak pelaku wisata itu sendiri dan meliputi semua kegiatan-kegiatan yang ada. Dinas Pariwisata juga mempunyai cara untuk mempromosikan obyek wisata tersebut dengan mengikuti pameran, mengundang pejabat atau mengundang pihak luar untuk ikut serta berperan mengembangkan obyek wisata. Selain dari media website dan media social dinas juga memiliki aplikasi android yang masih dalam tahap penjajakan, ada aplikasi android yang masih bisa ditemui di Googleplay yaitu aplikasi android bernama Dhaksinaga, Dhaksinaga itu sendiri mungkin masih asing banyak orang yang belum mengetahui aplikasi tersebut karena tergantung operator dan harus bekerjasama dengan penyedia jasa satelitnya. Selain Dhasinaga dinas juga sedang berusaha mencari yang terbaik untuk pembuatan aplikasi android yang lebih mudah dan jelas saat digunakan tetapi untuk saat ini belum terwujud. Untuk sementara promosi masih menggunakan media social yang dibuat resmi oleh dinas ataupun yang dibuat oleh mahasiswa.

Sedangkan hasil wawancara dengan bapak Nanang sebagai Koordinator Pengembangan dan Usaha pada tanggal 06 Juni 2016 di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Gunungkidul menjelaskan tentang target pengunjung setiap tahunnya dan pengembangannya. Untuk pengembangan di rencana induk Kabupaten Gunungkidul dibagi 6 kawasan di setiap kawasan memiliki pengelola obyek wisatanya entah itu yang terkenal maupun yang belum terkenal. Selain itu semua wisata yang ada di Gunungkidul tidak semua dikelola oleh pemerintah sebagian dikelola oleh warga sekitar dikarenakan keinginan orang untuk berwisata semakin ramai dan berkembang, oleh sebab itu banyak masyarakat yang melihat potensi wisata yang ada di sekitarnya dan mencoba untuk mengembangkan sendiri.

Minat wisatawan terhadap potensi wisata pantai di Kabupaten Gunungkidul cukup meningkat dikarenakan tempat obyek wisata yang baru dan mereka ingin mengabadikan moment dan membagikannya ke media social yang mereka miliki untuk mengenalkan wisata yang baru. Wisata –

(3)

wisata baru mulai muncul karena masyarakat sekitar dan wisatawan lah yang menemukan wisata tersebut dan memberikan nama-nama yang indah untuk nama wisata itu sendiri. Sedangkan untuk pemandu wisata yang terdapat di semua obyek wisata itu sudah menjalani berbagai pelatihan yang diadakan oleh dinas terkait untuk menghadapi masyarakat ekonomi asean.

Keenam pantai tersebut berada di Kecamatan Tepus Gunungkidul selain masih alami, akses jalan yang mendukung, mempunyai karakteristik dan keunikan yang berbeda-beda tetapi ditahun 2014 mengalami penurunan minat pengunjung, pemerintah tidak berhenti sampai disini pemerintah mencoba untuk mengembangkan lagi promosi agar obyek wisata pantai yang berada di Kecamatan Tepus bisa menjadi destinasi wisata alam di Kabupaten Gunungkidul. Diantara pantai tersebut yaitu Pantai Pulangsawal atau Indrayanti, Siung, Somandeng, Poktunggal, Sadranan dan Nglambor.

Tabel 2.1 Rincian pengunjung di tahun 2012 s/d 2016 Sumber : Dinas Pariwisata Gunungkidul

0 50 100 150 200 250 2012 2013 2014 2015 2016 ( Sampai dengan bulan sept. 16)

Rincian Pengunjung Tahun 2012 s/d 2016

Rincian Pengunjung Tahun 2012 s/d 2016

(4)

2.1.2 Data Produk

a. Jenis Produk

Dari hasil observasi dan wawancara di wisata pantai Kecamatan Tepus untuk saat ini jenis produk yang ditawarkan yaitu wisata pantai di Kecamatan Tepus yang dikelola oleh pemerintah yang menyuguhkan keindahan pantai dengan hamparan pasir putihnya. Selain wisata pantai ada beberapa wisata yang mencakup Kabupaten Gunungkidul yaitu wisata budaya,wisata geopark dan wisata kuliner. Untuk wisata budaya ada macam-macam budaya yang khas dari kabupaten gunungkidul yaitu budaya reog, budaya tayub dan budaya campursari. Budaya reog sendiri memiliki arti sebagai salah satu atraksi kesenian tradisional Gunungkidul yang merupakan jenis kesenian rakyat yang bermuara dari cerita Panji dan biasanya dimainkan oleh ± 10 orang, yang terdiri dari Bancak dan Doyok di Gunungkidul sendiri lebih dikenal dengan sebutan Penthul dan Tembem, prajurit Udeng Gilig, prajurit Kuda Kepang, Penongsong dan para prajurit. Reog juga diiringi oleh musik kendang atau dhodok, bendhe, kecrek, dan angklung. Untuk budaya tayub juga salah satu kesenian tradisional yang menjadi ciri khas Kabupaten Gunungkidul. Tayub terdiri dari penari wanita atau disebut ledek (tulisan Jawa: Ledhek) yang menari diiringi musik gamelan untuk menghibur penonton dengan tarian dan mengajak penonton untuk ikut menari. Tayub disajikan dalam upacara-upacara adat dan Rasulan (Bersih Desa). Salah satu kesenian Tayub yang masih dilestarikan terdapat di Desa Karangrejek, terkenal dengan sebutan Ledhek Janggrung. Ledhek Janggrung terdiri dari 5 sampai 6 penabuh gamelan dan 1 orang janggrung (penari atau ledek ). Sedangkan untuk budaya campursari sendiri merupakan jenis musik asli Gunungkidul. Musik campursari diperkenalkan pertama kali oleh Manthous (Alm), seorang penulis lagu dan penyanyi campursari dari kecamatan Playen dengan grupnya yang terkenal yaitu CSGK "Maju Lancar". Campursari merupakan campuran musik tradisional dan modern, gabungan tangga nada yang berbeda antara pentatonis (karawitan) dan diatonis. Pada awalnya, instrumen musik campursari sebagian besar berupa gamelan dengan alat pendukung organ (keyboard). Namun karena

(5)

perkembangan teknologi, nada-nada gamelan ini bisa diganti dengan bantuan alat musik keyboard atau elektone.

Selain wisata budaya ada wisata geopark yang mencakup wisata Kabupaten Gunungkidul yaitu geopark nglanggeran dan geopark sriten, arti dari geopark adalah kawasan geografis dimana situs-situs warisan geologi menjadi bagian dari konsep perlindungan, pendidikan dan pembangunan yang berkelanjutan. Geopark nglanggeran yang berada di Kabupaten Gunungkidul diresmikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X pada bulan februari 2013. Geopark nglanggeran juga memiliki danau buatan yang cukup luas dan memiliki pemandangan yang menarik untuk berfoto, selain unik nglanggeran memiliki arsitek yang bagu sehingga nampak mempesona, sedangkan untuk geopark sriten memiliki puncak bukit tertinggi dengan pemandangan yang sangat indah wisatawan pun dapat menikmati sunset dan sunrise di atas puncak bukit selain menyajikan telaga buatan dan kebun tempat ini juga dibangun landasan paralayang berskala internasional.

b. Spesifikasi Produk

Wisata pantai di Kecamatan Tepus menawarkan produk yang menyuguhkan keindahan pantai dengan hamparan pasir putihnya.

Gambar 2.1 Sunset pantai Poktunggal di Gunungkidul Sumber : gunungkidulkab.go.id

(6)

Gambar 2.2 Pantai Indrayanti Sumber : gunungkidulkab.go.id

c. Price :

Harga tiket masuk ke pantai senilai Rp 9.500 per-orang berlaku untuk sekali masuk serta asuransi oleh jasa raharja, biaya parkir sepeda motor Rp 2.000 per-unit.

d. Place :

Lokasi obyek wisata pantai di Kecamatan Tepus Kabupaten Gunungkidul. e. Promotion :

Untuk saat ini media promosi yang digunakan wisata pantai Kecamatan Tepus yaitu brosur, flyer, X-banner, tourism maps serta menggunakan web dan media sosial seperti facebook dan instagram sebagai penunjang promosi.

2.1.3 Data Klien

Nama Klien : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab.Gunungkidul Yogyakarta

Alamat : Jalan KH. Agus Salim No.126 Wonosari Gunungkidul DI Yogyakarta.

(7)

Gambar 2.3 Logo Gunungkidul Sumber : DISPAR Gunungkidul

VISI DAN MISI

SASARAN DAN STRATEGI KEBIJAKAN DINAS

Untuk mewujudkan sasaran dan untuk mengambil langkah – langkah untuk mengikuti arah kebijakan pembangunan pariwisata daerah yang terdapat pada RPJU Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Kabupaten Gunungkidul sebagai berikut :

Sasaran :

a. Terwujudnya peningkatan wirausaha kepariwisataan

b. Terwujudnya upaya pelestarian, pengembangan dan pemberdayaan seni budaya yang ada

c. Terwujudnya destinasi pariwisata

d. Tersedianya bahan promosi dan dukungan penyelenggaraan pemasaran pariwisata

e. Pariwisata yang mendorong penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi pada masyarakat sekitar dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Strategi :

a. Meningkatkan kualitas dan kompetensi SDM kebudayaan dan pariwisata b. Meningkatkan sarana dan prasarana kebudayaan dan pariwisata

(8)

c. Mengembangkan Desa Budaya, desa wisata dan wisata lainnya

d. Meningkatkan informasi, promosi dan pengembangan jaringan kerjasama pada kebudayaan dan pariwisata

e. Meningkatkan kualitas dan kuaantitas event budaya sebagai daya tarik wisata.

1. Promosi Media Cetak

Dalam promosi media cetak. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Gunungkidul menerbitkan beberapa media cetak untuk menunjang kepariwisataan di Kabupaten Gunungkidul. Media cetak tersebut berupa:

a. Brosur “Gunungkidul c. Guide Map Gunungkidul The other side Jogja”

Gambar 2.4 Brosur Gambar 2.5 Guide Map Gunungkidul Gunungkidul the other

Side Jogja

b. Guide Map Gunungkidul d. Gunungkidul Regency

Gambar 2.6 Guide Map Gambar 2.7 Gunungkidul

(9)

e. Buku “Gunungsewu Geoarea Gunungkidul”

Gambar 2.8 “Gunungsewu Geoarea Gunungkidul”

f. Wisata pantai Kecamatan Tepus

(10)

Gambar 2.10 “Wisata Pantai Kecamatan Tepus”

Gambar 2.11 “Wisata Pantai Kecamatan Tepus”

2. Promosi Media Elektronik

Promosi ini menggunakan media elektronik dalam penyampaian informasinya. Promosi yang telah dilakukan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Gunungkidul melalui media elektronik yaitu berupa :

(11)

a.

Website “Wisata.gunungkidulkab.go.id”

Gambar 2.12 Website resmi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Gunungkidul

Sumber : Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Gunungkidul

b.

Aplikasi Android “ Cakrawala Budaya Dhaksinarga”

Gambar 2.13 Tampilan Aplikasi Dhaksinarga

Sumber : Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Gunungkidul

c.

Video Profil Pariwisata Kabupaten Gunungkidul (2016)

Gambar 2.14 Cover DVD Visit Gunungkidul Sumber : Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Gunungkidul

(12)

3. Promosi Melalui Event

Dengan menggelar beberapa event di luar Kabupaten Gunungkidul, merupakan salah satu upaya dinas kebudayaan dan pariwisata untuk melakukan promosi tentang wisata yang ada. Baik skala regional, nasional maupun internasional. Selain menarik wisatawan domestik maupun mancanegara, event yang digelar di luar Kabupaten Gunungkidul juga bertujuan untuk meningkatkan sektor perekonomian Kabupaten Gunungkidul. Event yang di gelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, diantaranya :

a. Promosi Pariwisata melalui pameran di Royal Plaza Surabaya 2016

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Gunungkidul kembali mengikuti pameran pariwisata dengan menghadirkan produk kerajinan dan menampilkan obyek wisata baru.

b. Pameran Pekan Produk Budaya Indonesia 2016

Pameran ini diadakan di Taman Mini Indonesia Indah yang diikuti seluruh Kabupaten Kota se Indonesia. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Gunungkidul juga ikut serta dalam pameran ini yang menampilkan berbagai produk batik khas Gunungkidul dan didukung dengan obyek wisata pantai, gunung dan goa.

c. Pameran ke-184 Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul Tahun 2015

Pameran pariwisata di gelar dalam rangka hari jadi Kabupaten Gunungkidul ke184. Pameran ini di gelar dengan tema “Wisata Keluarga & Petualangan Geopark Gunungsewu”, untuk mengenalkan potensi unggulan Kabupaten Gunungkidul di berbagai sektor dan potensi unggulan pariwisata seperti wisata alam pantai, goa dan air terjun.

d. Promosi Wisata melalui pameran di BTC Bandung 2015

Dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan Dinas Kabupaten Gunungkidul juga mengadakan promosi wisata di BTC Bandung.

e. Pameran Tourism Trade Investment di Plaza Ambarukmo Yogyakarta 2016 Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Gunungkidul mengikuti kembali pameran pariwisata yang diadakan di Plaza Ambarukmo

(13)

Yogyakarta, pameran ini bertujuan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan di Kabupaten Gunungkidul.

2.1.4 Data Target Audience

Data target audience yang didapat dari hasil wawancara secara langsung : a. Segmentasi berdasarkan Geografis

Segmentasi berdasarkan geografi, wisata pantai Kecamatan Tepus pengembangan pasarnya akan difokuskan di Kota Yogyakarta dan sekitarnya.

b. Segmentasi berdasarkan Demografis

Segmentasi berdasarkan demografis, wisata pantai di Kecamatan Tepus untuk saat ini ditargetkan untuk usia 17 tahun – 40 tahun.

c. Segmentasi berdasarkan Psikologi

Segmentasi berdasarkan psikologi, wisata pantai Kecamatan Tepus adalah orang yang menyukai traveling, aktivitas luar ruangan, penikmat keindahan alam, menyukai suasana baru serta pecinta fotografi.

2.1.5 Unique Selling Proposition

Keindahan pantai yang memiliki keunikan tersendiri dari kompetitor lainnya seperti pantai yang memiliki pasir putih, memiliki ombak yang tenang karena karang yang dangkal, tebing yang menjulang tinggi dengan keindahannya serta dapat digunakan untuk olahraga snorkeling. Dengan lingkungan yang masih asri dan lokasi yang strategis serta harga tiket masuknya relatif terjangkau bagi pengunjung, dapat meningkatkan minat pengunjung untuk berlama-lama berada di wisata pantai tersebut apalagi tiket masuk hanya satu kali tetapi bisa menjelajah beberapa wisata pantai yang ada.

2.2 Data Sekunder

Data yang diperoleh dari internet dan buku yang dijabarkan sebagai berikut :

(14)

2.2.1 Data Konteks

Promotion :

Cara mempromosikan wisatanya itu sendiri sudah pada jangkauan yang luas. Dan dapat menarik perhatian wisatawan dari berbagai kota untuk menikmati wisata pantai di Kecamatan Tepus Gunungkidul.

2.2.2 Data Kompetitor

Data pesaing dari obyek wisata alam yang serupa dengan obyek wisata alam. Data pesaing didapat dari internet sebagai berikut :

a. Pantai Nampu

Pantai Nampu adalah salah satu obyek wisata pantai yang berada di daerah Wonogiri tepatnya di Desa Dringo, Kelurahan Gunturharjo, Kecamatan Paranggupito, Wonogiri. Jarak tempuh menuju wisata pantai Nampu dari Kota Wonogiri sekitar 2 jam perjalanan dari kota Wonogiri. Obyek wisata pantai Nampu menawarkan keindahan pantai nya dengan hamparan pasir putih dan batu karang yang masih terjaga kealamiannya serta ombak yang beradu dengan batuan karang menjadi salah satu titik keindahan yang dimiliki pantai ini. Pantai Nampu memiliki 3 titik pantai yang dipisahkan dengan gundukan daratan hijau.

Product :

Wisata pantai Nampu adalah destinasi wisata pantai eksotis di Kabupaten Wonogiri. Pantai ini menyuguhkan panorama alam yang sangat indah dan menawan, hamparan pasir putih yang bersih berpadu dengan air laut berwarna kebiru-biruan menambah pesona pantai di wonogiri.

(15)

Gambar 2.15 Pantai Nampu Wonogiri Sumber : www.wonogirikab.go.id

Price :

Harga tiket masuk Pantai Nampu Rp 5.000. Harga tiket berlaku untuk satu kali masuk serta asuransi oleh jasa raharja. Ditambah dengan uang parkir Rp 2.000

Place :

Terletak di Wonogiri tepatnya di Desa Dringo, Kelurahan Gunturharjo, Kecamatan Paranggupito, Wonogiri

Promotion :

Kegiatan promosi secara langsung menggunakan beberapa media seperti media cetak dan media internet dengan memanfaatkan jejaring sosial dengan membuat web yang berisikan informasi obyek wisata.

Gambar 2.16

(16)

Gambar 2.17

Media Sosial Instagram “Explore Wonogiri”

Gambar 2.18

Web Pemerintah Kabupaten Wonogiri b. Pantai Samas Bantul

Pantai Samas adalah pantai yang terletak di Desa Srigading, Sanden, Bantul Yogyakarta. Pantai Samas terkenal dengan ombaknya yang besar, delta-delta sungai dan danau air tawar yang membentuk telaga. Dinas Perikanan Propinsi DIY, menjadikan telaga-telaga tersebut untuk pengembangan perikanan, penyu dan udang galah serta untuk lokasi pemancingan. Di pantai ini, sering diadakan ritual keagamaan oleh

(17)

masyarakat Yogyakarta seperti Upacara Kirab Tumuruning Maheso Suro dan Labuhan Sedekah Laut. Pantai Samas berbatasan dengan Pantai Patehan di barat dan Pantai Parangtritis di timur. Seperti halnya wisata pantai lainnya di Yogya, pantai Samas memiliki ciri khas tersendiri selain ombaknya yang besar, pantai Samas terkenal dengan angin lautnya yang kencang dan bibir pantai yang curam serta pantainya yang berpasir putih. Pantai Samas yang sangat bersahabat dengan lingkungan. Dan dari sini lah masyarakat di pantai Samas yang sadar akan lingkungan, menjadikan penyu yang merupakan salah satu dari hewan langka bisa terlindungi dan dilindungi di pantai Samas ini. Product :

Wisata pantai Samas memiliki ciri khas tersendiri selain ombaknya yang besar, pantai Samas terkenal dengan angin lautnya yang kencang dan bibir pantai yang curam serta pantainya yang berpasir putih. Pantai Samas yang sangat bersahabat dengan lingkungan,menjadikan masyarakat di pantai Samas yang sadar akan lingkungan, menjadikan penyu yang merupakan salah satu dari hewan langka bisa terlindungi dan dilindungi di pantai Samas ini.

Gambar 2.19 Pantai Samas Bantul Sumber : jogjajalan.com

(18)

Price :

Harga tiket masuk wisata pantai Samas Rp 4.000 per-orang. Harga tiket berlaku untuk satu kali masuk serta asuransi oleh jasa raharja. Ditambah dengan uang parkir Rp 2.000 untuk sepeda motor, Rp 5.000 untuk mobil.

Place :

Berada di Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Bantul. Promotion :

Kegiatan promosi secara langsung menggunakan beberapa media seperti media internet dengan memanfaatkan jejaring sosial dengan membuat web yang berisikan informasi obyek wisata Pantai Samas agar masyarakat tahu akan informasi yang ada pada wisata pantai Samas tersebut.

Gambar 2.20

(19)

Gambar 2.21

Media sosial tentang wisata bantul

2.3 Analisa SWOT 2.3.1 SWOT

1) Strenght

a. Keindahan pantai yang memiliki keunikan tersendiri seperti pantai yang memiliki pasir putih.

b. Pantai yang memiliki ombak yang tenang karena karang yang dangkal c. Tebing yang menjulang tinggi dengan keindahannya serta dapat

digunakan untuk snorkeling.

d. Harga tiket masuk untuk menikmati pemandangan dengan harga yang terjangkau.

e. Lingkungan kabupaten yang masih hijau, asri dengan jalur transportasi yang dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi.

f. Lokasi yang strategis karena kabupaten gunungkidul terdapat Jalur Lintas Selatan.

2) Weakness

a. Media promosi yang digunakan untuk pemasaran kurang dikelola dengan baik.

(20)

b. Akses jalan menuju lokasi wisata kurang petunjuk arah. 3) Opportunity

a. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul sedang menggalakkan program pariwisata dengan tema exotic gunungkidul.

b. Gunungkidul dapat menjadi salah satu wisata Pesona Indonesia.

c. Pemerintah sedang membenahi seluruh sarana dan prasarana yang menjadikan wisata pantai lebih bermutu dan berkembang.

4) Threath

a. Semakin banyak wisata pantai dengan keindahan alamnya yang memiliki keunikan tersendiri seperti pantai samas bantul dan pantai nampu wonogiri.

b. Banyak wisata pantai yang mulai dikembangkan oleh pemerintah seperti pantai nampu dan pantai samas.

c. Kompetitor atau pesaing memiliki pangsa yang luas dikarenakan promosi nya yang mencakup daerah sekitarnya dengan promosi menggunakan brosur,media sosial,web yang berdampak besar bagi pesaing.

(21)

2.3.2 Matrix SWOT

Tabel 2.2 Matrix SWOT

“Obyek Wisata Pantai di Kecamatan Tepus

Gunungkidul”

OPPORTUNITIES

1. Pemerintah sedang menggalakkan program pariwisata dengan tema exotic gunungkidul. 2. Gunungkidul dapat

menjadi salah satu wisata Pesona Indonesia.

3. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul sedang membenahi seluruh sarana dan prasarana yang menjadikan wisata pantai lebih bermutu dan berkembang.

TREATH

1. Semakin banyaknya tempat wisata pantai dengan keindahan alamnya yang memiliki keunikan tersendiri 2. Banyak wisata pantai yang mulai dikembangkan oleh pemerintah seperti pantai nampu dan pantai samas. 3. Kompetitor memiliki

pangsa yang luas dikarenakan promosi nya yang mencakup daerah sekitarnya dengan promosi menggunakan brosur,media sosial,web yang berdampak besar bagi pesaing.

STRENGTH

1. Keindahan pantai yang memiliki keunikan tersendiri lainnya seperti pantai yang memiliki pasir putih. 2. Pantai yang memiliki

ombak yang tenang karena karang yang dangkal.

S-O Strategi

1. Memanfaatkan

keindahan pantai yang memiliki keunikan dengan didukung alam yang asri dapat menjadikan gunungkidul sebagai salah satu pariwisata dengan tema exotic gunungkidul. (S1-O1)

S-T strategi

1. Memiliki keunggulan dan keunikan yang dimiliki oleh wisata pantai kecamatan tepus dengan begitu banyak wisata pantai yang juga memiliki keunikan tersendiri seperti pantai nampu dan pantai samas. (S1,T1)

(22)

3. Tebing yang menjulang tinggi dengan keindahannya serta dapat digunakan untuk snorkeling.

4. Harga tiket masuk untuk menikmati pemandangan dengan harga yang terjangkau 5. Lingkungan

kabupaten yang masih hijau, asri dengan jalur transportasi yang dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi. 6. Lokasi yang strategis

karena kabupaten gunungkidul terdapat Jalur Lintas Selatan.

2. Harga tiket yang cukup relatif terjangkau akan membuat pengunjung bisa menikmati lebih lama wisata pantainya sekaligus menjaga keasrian alamnya,dengan begitu gunungkidul dapat menjadi salah satu wisata pesona Indonesia

( S4-O2)

3. Lingkungan yang asri serta dapat membenahi sarana dan prasarana termasuk promosi wisatanya akan membantu pemerintahan agar dapat memperkenalkan wisata pantai yang lebih bermutu dan berkembang. ( S5-O3) 4. Lokasi yang strategis

karena terdapat Jalur Lintas Selatan dengan begitu pemerintah menggalakkan program pariwisata dengan tema exotic gunungkidul. (S6-O1)

2. Harga tiket yang relatif terjangkau dan wisata pantai yang menyuguhkan keindahan alamnya maka pemerintah mulai mengembangkan tempat wisatanya seperti pantai nampu wonogiri dan pantai samas bantul. (S2, T2)

3. Dengan kabupaten yang memiliki kelebihan lokasi yang strategis maka harus bisa diimbangi dengan promosi yang lebih luas dari kompetitor agar minat pengunjung meningkat dari kompetitor lain yang memiliki pangsa pasar luas.(S3-T3)

(23)

WEAKNESS

1. Media promosi yang digunakan untuk pemasaran kurang dikelola dengan baik. 2. Akses jalan menuju

lokasi wisata kurang petunjuk arah.

W-O Strategi

1. Membuat media promosi dengan baik dan jelas akan menunjang minat pengunjung wisata pantai dengan cara menggalakkan program dengan tema exotic gunungkidul. (W1-O1)

2. Perbaikan akses jalan yang cepat akan berdampak pada meningkatnya minat pengunjung wisata pantai agar menjadikan gunungkidul sebagai wisata Pesona Indonesia.(W2-O2)

3. Walaupun wisata pantai yang jauh dari pusat kota Yogyakarta tetapi jika pemerintah segera membenahi sarana dan prasarananya akan menjadikan wisata yang bermutu dan berkembang. (W3-O3)

W-T Strategi

1. Memperbaiki media informasi ( media cetak atau media online) agar minat pengunjung meningkat dibanding wisata lain yang memiliki keunikan tersendiri seperti pantai nampu dan pantai samas.( W1-T1) 2. Pemerintah mulai

membenahi akses jalan menuju lokasi dan mulai mengembangkan wisata pantai seperti pantai nampu dan pantai samas. (W2-T2) 3. Mempercepat pembangunan

supaya minat pengunjung lebih meningkat dibanding dengan kompetitor yang memiliki pangsa pasar yang luas. ( W3-T3)

(24)

Kesimpulan dari Matrik SWOT tersebut penulis memilih ( S1-O1,S6-O1) sebagai strategi yang paling tepat untuk merancang sarana promosi wisata pantai Kecamatan Tepus yaitu menawarkan keindahan pantai yang memiliki keunikan dengan didukung alam yang asri dapat menjadikan gunungkidul sebagai salah satu pariwisata dengan tema exotic gunungkidul dikarenakan lokasi yang strategis karena terdapat Jalur Lintas Selatan. Jadi hal tersebut dapat diwujudkan melalui strategi (W1,T1) dengan membuat media promosi yang efektif agar masyarakat mengetahui wisata pantai di Kecamatan Tepus dan tertarik untuk mengunjungi lebih lama wisata pantainya.

2.4 Kesimpulan

Berdasarkan fakta-fakta yang ada maka diperoleh suatu solusi untuk merancang sebuah media promosi modern, yaitu media video infografis yang dapat menjelaskan informasi-informasi seputar wisata pantai yang ada di Kecamatan Tepus dan ciri khas yang dimiliki dari masing-masing wisata pantai terhadap pengunjung, sehingga diharapkan dapat meningkatkan minat pengunjung.

Untuk mempublikasikan media promosi kepada masyarakat mengenai Obyek Wisata Pantai di Kecamatan Tepus, maka perlu dibuat perancangan promosi yang efektif serta dapat membantu menginformasikan kepada masyarakat. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan memberikan informasi melalui media video infografis mengenai wisata pantai di Kecamatan Tepus sehingga dengan kunjungan mereka ke wisata pantai di Kecamatan Tepus dapat meningkatkan minat pengunjung.

Gambar

Tabel 2.1 Rincian pengunjung di tahun 2012 s/d 2016  Sumber : Dinas Pariwisata Gunungkidul
Gambar 2.1 Sunset pantai Poktunggal di Gunungkidul Sumber : gunungkidulkab.go.id
Gambar 2.2 Pantai Indrayanti  Sumber : gunungkidulkab.go.id
Gambar 2.3 Logo Gunungkidul  Sumber : DISPAR Gunungkidul
+7

Referensi

Dokumen terkait

MASALAH KELOMPOK MASYARAKAT MENGHADAPI MASALAH LOKASI TERJADI MASALAH FAKTOR YANG MENYEBABKAN TERJADINYA MASALAH UPAYA YANG INGIN MASYARAKAT LAKUKAN UNTUK

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, aparat desa telah mengupayakan adanya pipa-pipa yang dapat mengalirkan air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, namun tidak

Linggoasri adalah sebuah kawasan wisata cagar alam lain yng ada di kabupaten Pekalongan, kawasan ini masih dikelola oleh dinas pariwisata Kota Pekalongan tepatanya desa Tajur

Pengaruh Promosi Dan Dimensi Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Memilih Untuk Kuliah di LP3I Gajah Mada Medan”. 1.2 Perumusan Masalah. Berdasarkan pada latar

Masyarakat sebagai konsumen atau pasar yang dituju oleh industri perbankan memiliki berbagai pertimbangan dalam memilih usaha jasa perbankan yang akan digunakannya, dimana

Dalam industri pariwisata terdapat banyak faktor yang mempengaruhi kepuasan wisatawan yang berkunjung ke daerah tujuan wisata Pantai Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah yang

Sehingga strategi media yang akan dijalankan yaitu menunjukkan bahwa Kabupaten Pati mempunyai wisata unggulan dan menunjukkan betapa menantang wahana jet coaster yang hanya