• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Procurement (Pengadaan)

Procurement (Pengadaan) merupakan kegiatan yang bertanggung jawab untuk mendapatkan semua barang yang dibutuhkan oleh suatu organisasi. Kegiatan ini terdiri dari serangkaian aktivitas yang dibutuhkan untuk memperoleh barang dari supplier ke organisasi. Istilah procurement (pengadaan) seringkali dianggap sama dengan purchasing (pembelian). Procurement biasanya tidak terkait langsung dengan pergerakan barang tersebut, tetapi lebih pada mengorganisir perpindahannya.

Menurut Christopher dan Schooner (2007) procurement atau pengadaan adalah kegiatan untuk mendapatkan barang atau jasa secara transparan, efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhan dan keinginan penggunanya.

Defini lain mengenai pengadaan barang atau jasa yaitu seperti yang diungkapkan Menurut Indra Bastian (2012) pengadaan barang dan jasa yakni perolehan barang, jasa dan pekerjaan perusahaan dengan cara dan waktu tertentu, yang menghasilkan hasil terbaik bagi perusahaan.

Marbun (2012) yaitu pengadaan barang atau jasa adalah upaya mendapatkan barang atau jasa yang diinginkan yang dilakukan atas dasar pemikiran yang logis dan sistematis (the system of thought) mengikuti norma dan etika yang berlaku, berdasarkan metode dan proses pengadaan yang baku. Maka dapat disimpulkan berdasarkan definisi yang telah dikemukakan bahwa pengadaan barang merupakan kegiatan untuk mendapatkan barang atau jasa yang diinginkan berdasarkan peraturan yang berlaku dengan cara dan waktu tertentu serta dilaksanakan oleh pihak-pihak yang memiliki keahlian dalam melakukan proses pengadaan.

2.2 Impor

Impor merupakan kegiatan memasukkan barang ke dalam daerah pabean. Transaksi impor adalah perdaganan dengan cara memasukkan barang dari luar negeri ke dalam daerah pabean Indonesia dengan mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku (Tandjung, 2011).

(2)

Menurut Susilo (2008) impor bisa diartikan sebagai kegiatan memasukkan barang dari suatu negara atau luar negeri ke dalam wilayah pabean negara lain. Pengertian ini memiliki arti bahwa kegiatan impor berarti melibatkan dua negara. Dalam hal ini bisa diwakili oleh kepentingan dua perusahaan antar dua negara tersebut yang berbeda dan pastinya juga peraturan serta bertindak sebagai supplier dan satunya bertindak sebagai negara penerima.

Definisi lain mengenai impor yaitu seperti yang diungkapkan oleh Purnawati (2013) Impor adalah membeli barang-barang dari luar negeri sesuai dengan ketentuan pemerintah yang dibayar dengan menggunankan valuta asing.

Dasar hukum peraturan mengenai Tatalaksana Impor diatur dalam Keputusan Direktur Jendral Bea dan Cukai KEP-07/BC/2003. Tentang petunjuk pelaksanaan Tatalaksana Kepabeanan di bidang impor dan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 453/KMK.04/2002 tentang Tatalaksana Kepabeanan di bidang impor. Komoditi yang dimasukkan ke dalam peredaran bebas di dalam wilayah pabean atau dalam negeri, yang dibawa dari luar wilayah pabean atau luar negeri dikenakan bea masuk kecuali dibebaskan atau diberikan pembebasan. Dengan kata lain seseorang atau badan usaha yang ditetapkan sebagai importir wajib membayar bea masuk dan pajak sebagaimana yang ditetapkan pemerintah(Purba, 1983).

Sehingga dapat disimpulkan bahwa impor yaitu kegiatan perdagangan internasional dengan cara memasukkan barang ke wilayah pabean Indonesia yang dilakukan oleh perorangan atau perusahaan yang bergerak dibidang ekspor impor dengan mematuhi ketentuan peraturan perundangan-undangan yang berlaku yang dikenakan bea masuk.

2.3 Metode Pengembangan Sistem

Metode air terjun atau yang sering disebut metode waterfall sering dinamakan siklus hidup klasik (classic life cycle), dimana hal ini menggambarkan pendekatan yang sistematis dan juga berurutan pada pengembangan perangkat lunak, dimulai dengan spesifikasi kebutuhan pengguna lalu berlanjut melalui tahapan-tahapan perencanaan (planning), permodelan (modeling), konstruksi (construction), serta penyerahan sistem ke para pelanggan/pengguna (deployment), yang diakhiri dengan dukungan pada perangkat lunak lengkap yang dihasilkan (Pressman,

(3)

2012). Definis terbaru yang diungkapkan Menurut Pressman (2015:42), model waterfall adalah model klasik yang bersifat sistematis, berurutan dalam membangun perangkat lunak. Dengan tahapan seperti pada gambar berikut :

Gambar 2. 1 waterfall Pressman (R.S Pressman,2015:42)

1. Communication ( Project Initiation & Requirements Gathering )

Tahapan awal sebelum memulai suatu kegiatan, sangat diperlukan adanya komunikasi dengan customer demi memahami dan mencapai tujuan yang ingin dicapai. Hasil dari komunikasi tersebut adalah inisialisasi proyek, seperti menganalisis permasalahan yang dihadapi dan mengumpulkan data-data yang diperlukan, serta membantu mendefinisikan fitur dan fungsi software.

2. Planning ( Estimating, Scheduling, Tracking )

Tahap berikutnya adalah tahapan perencanaan yang menjelaskan tentang estimasi tugas-tugas teknis yang akan dilakukan, resiko-resiko yang dapat terjadi, sumber daya yang diperlukan dalam membuat sistem, produk kerja yang ingin dihasilkan, penjadwalan kerja yang akan dilaksanakan, dan tracking proses pengerjaan sistem.

3. Modeling ( Analysis & Design )

Tahapan ini adalah tahap perancangan dan permodelan arsitektur sistem yang berfokus pada perancangan struktur data, arsitektur software, tampilan interface, dan algoritma program. Tujuannya untuk lebih memahami gambaran besar dari apa yang akan dikerjakan.

(4)

Tahapan Construction ini merupakan proses penerjemahan bentuk desain menjadi kode atau bentuk/bahasa yang dapat dibaca oleh mesin.Setelah pengkodean selesai, dilakukan pengujian terhadap sistem dan juga kode yang sudah dibuat. Tujuannya untuk menemukan kesalahan yang mungkin terjadi untuk nantinya diperbaiki.

5. Deployment ( Delivery, Support, Feedback )

Tahapan Deployment merupakan tahapan implementasi software ke customer, pemeliharaan software secara berkala, perbaikan software, evaluasi software, dan pengembangan software berdasarkan umpan balik yang diberikan agar sistem dapat tetap berjalan dan berkembang sesuai dengan fungsinya. (Pressman, 2015:17)

2.4 Analisi Pieces

Menurut James Wetherbe (2012), PIECES adalah untuk mengoreksi atau memperbaiki sistem informasi bagi pengambil keputusan dalam suatu organisasi. Berikut ini daftar identifikasi masalah yang sesuai dengan yang dihadapi oleh organisasi :

1. Performance :

Masalah organisasi yang terkait dengan performance adalah :

 Produksi – jumlah kerja selama periode waktu tertentu. Pada bagian ini dideskripsikan situasi saat ini tentang jumlah kerja yang dibutuhkan untuk melakukan serangkaian kerja tertentu dalam satuan orang jam, orang hari, atau orang bulan. Misalnya : untuk memperioses berkas yang masuk kepada oraganisasi dibutuhkan berapa orang jam? Kemudian hal ini dianalisis apakah hasil kerja yang demikian ini sudah bagus atau perlu ada peningkatan kerja.

 Waktu respons – penundaan rata-rata antara transaksi atau permintaan dengan respons ketransaksi atau permintaan tersebut. Pada bagian ini dideskripsikan situai saat ini tentang waktu respons yang terjadi ketika ada suatu transaksi yang masuk hingga transaksi tersebut direspons untuk diproses. Penundaan ini bisa jadi karena antrian dalam pemrosesan transaksi-transaksi sebelumnya.

(5)

Informasi merupakan komoditas krusial bagi pengguna akhir. Evaluasi terhadap kemampuan sistem informasi dalam menghasilkan informasi yang bermanfaat perlu dilakukan untuk menyikapi peluang dan menangani masalah yang muncul. Dalam hal ini meningkatkan kualitas informasi tidak dengan menambah jumlah informasi, karena terlalu banyak informasi malah akan menimbulkan masalah baru. Situasi yang membutuhkan peningkatan informasi meliputi:

1. Kurangnya informasi mengenai keputusan atau situasi yang sekarang.

2. Kurangnya informasi yang relevan mengenai keputusan atau situasi sekarang.

3. Kurangnya informasi yang tepat waktu. 4. Informasi tidak dalam format yang berguna. 5. Terlalu banyak informasi.

6. Informasi tidak akurat.

Informasi juga dapat merupakan fokus dari suatu batasan atau kebijakan. Sementara analisis informasi memeriksa output sistem, analisis yang tersimpan dalam sebuah sistem. Permasalahan yang meliputi:

 Data tersimpan tidak akurat – pada bagian ini dideskripsikan situasi saat ini tentang data apa saja yang tersimpan tidak akurat (tidak sama dengan kenyataannya), penyebab data yang tersimpan tidak akurat, dan dampak yang ditimbulkan ketika hal tersebut terjadi.

 Data tersimpan tidak akurat – pada bagian ini dideskripsikan situasi saat ini tentang data apa saja yang tersimpan tidak akurat (tidak sama dengan kenyataannya), penyebab data yang tersimpan tidak akurat, dan dampak yang ditimbulkan ketika hal tersebut terjadi.

3. Economics :

Biaya :

 Biaya tidak diketahui – pada bagian ini dideskripsikan situasi saat ini tentang biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi informasi, melakukan proses bisnis, dan mengambil keputusan tidak

(6)

diketahui jumlahnya dan pos pembiayaannya. Selain itu juga dideskripsikan penyebab biaya tidak diketahui, dan dampak yang ditimbulkan ketika hal tersebut terjadi.

 Biaya tidak dapat dilacak ke sumber – pada bagian ini dideskripsikan situasi saat ini tentang biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi informasi, melakukan proses bisnis, dan mengambil keputusan tidak dapat dilacak ke sumbernya sehingga tidak dapat diketahui keakuratan biayanya. Selain itu juga dideskripsikan penyebab biaya tidak dilacak ke sumbernya, dan dampak yang ditimbulkan ketika hal tersebut terjadi.

 Biaya terlalu tinggi – pada bagian ini dideskripsikan situasi saat ini tentang biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi informasi, melakukan proses bisnis, dan mengambil keputusan terlalu tinggi dan banyaknya pos pembiayaan. Selain itu juga dideskripsikan penyebab biaya terlalu tinggi, dan dampak yang ditimbulkan ketika hal tersebut terjadi.

Secara umum keuntungan- keuntungan yang didapat ketika menerapkan sistem informasi, selain yang tersebut dibawah ini masih ada lagi keuntungan – keuntungan yang lain yang secara lebih lengkap diidentifikasikan. Sehingga pada bagian ini dideskripsikan manfaat yang akan didapatkan ketika menerapkan teknologi informasi atau sistem informasi dalam menjalakan proses bisnisnya.

4. Control :

Pada bagian ini dideskripsikan situasi saat ini tentang kendali terhadap aliran data dan informasi ketika keamanan atau kendali terlalu lemah sehingga data dan informasi rentan terhadap pemanfaatan oleh pihak-pihak yang tidak berwenang terhadap pemanfaatan data dan informasi tersebut. Juga ketika keamanan atau kendali terhadap aliran data dan informasi terlalu ketat sehingga sistem menjadi terbebani oleh prosedur keamanan atau kendali tersebut dan juga mengganggu kenyamanan para pengguna dan pengambil manfaat dari data dan informasi yang dihasilkan oleh sistem tersebut.

(7)

Keamanan atau kontrol terlalu lemah :  Input data tidak diedit dengan cukup  Kejahatan terhadap data

 Etika dilanggar pada data atau informasi – mengacu pada data atau informasi yang mencapai orang-orang yang tidak mempunyai wewenang

 Data tersimpan secara berlebihan tidak konsisten dalam file-file atau database-database yang berbeda

 Peraturan atau panduan privasi dilanggar (atau dapat dilanggar)  Error pemrosesan terjadi (oleh manusia, mesin, atau perangkat

lunak)

 Error pembuatan keputusan terjadi Keamanan atau kontrol berlebihan :

 Red tape (prosedur) birokratis memperlamban sistem  Pengendalian mengganggu para pelanggan atau karyawan  Pengendalian berlebihan menyebabkan penundaan pemrosesan

5. Effisiency :

Efisiensi menyangkut bagaimana menghasilkan output sebanyak-banyaknya dengan input yang sekecil mungkin.

Berikut adalah suatu indikasi bahwa suatu sistem dapat dikatakan tidak efisien:

1. Banyak waktu yang terbuang pada aktivitas sumber daya manusia, mesin, atau komputer.

2. Data dimasukkan atau disalin secara berlebihan. 3. Data diproses secara berlebihan.

4. Informasi dihasilkan secara berlebihan.

5. Usaha yang dibutuhkan untuk tugas-tugas terlalu berlebihan. 6. Material yang dibutuhkan untuk tugas-tugas terlalu berlebihan.

6. Service :

Pada bagian ini dideskripsikan situasi saat ini tentang layanan yang disediakan oleh sistem yang berjalan saat ini. Sederatan kelemahan

(8)

layanan data sistem telah teridentifikasi dibawah ini, berikut ini kelemahan layanan sistem yang teridentifikasi :

1. Sistem menghasilkan produk yang tidak akurat. 2. Sistem menghasilkan produk yang tidak konsisten. 3. Sistem menghasilkan produk yang tidak dipercaya. 4. Sistem tidak mudah dipelajari.

5. Sistem tidak mudah digunakan. 6. Sistem canggung untuk digunakan. 7. Sistem tidak fleksibel.

2.5 Unified Modeling Language

Unified Modeling Language (UML) adalah satu set standar teknik diagram yang memberikan representasi grafis cukup kaya untuk model setiap proyek pengembangan sistem dari analisis melalui implementasi menurut Alan Dennis (2012). Saat ini sebagian besar berorientasi objek analisis sistem dan pendekatan desain menggunakan UML untuk menggambarkan suatu sistem yang berkembang. UML menggunakan satu set yang berbeda diagram untuk menggambarkan berbagai pandangan dari sistem berkembang. Berikut adalah definisi mengenai diagram-diagram UML :

2.5.1 Use Case Diagram

Use Case Diagram merupakan inti fungsionalitas koheren yang diekspresikan sebagai transaksi-transaksi yang terjadi antara actor dan system. Menurut Alan Dennis (2012) Use case diagram merupakan suatu diagram yang menangkap kebutuhan bisnis untuk menggambarkan interaksi antara sistem dengan lingkungannya.

Tabel 2. 1 Simbol Use Case (Alan Dennis, 2012:156)

No Simbol Nama Keterangan

1 Aktor Seseorang atau sesuatu yang

berinteraksi dengan sistem.

2

<<include>>

Include Include memungkinkan Use Case untuk menggunakan fungsional yang di sediakan oleh Use Case

(9)

lainnya. 3

<<Extends>>

Extends Memungkinkan suatu Use Case memiliki kemungkinan

memperluas fungsionalitas yang disediakan oleh use case lainnya.

4 Association

Untuk mendokumentasikan aliran -aliran logika dalam setiap Use Case.

5 System Boundary Merupakan lingkup subjek , misalnya, sistem atau individu proses bisnis.

6 Use case Menggambarkan bagaimana

seseorang akan menggunakan sistem.

Contoh Use Case diagram :

(10)

2.5.2 Activity Diagram

Secara grafis digunakan untuk menggambarkan rangkaian aliran aktivitas baik proses bisnis maupun use case. Menurut Alan Dennis (2012) Pegertian diagram activity adalah yang menggambarkan alur kerja bisnis independen dari class, atau desain rinci sebuah metode.

Tabel 2. 2 Simbol Diagram Activity (Alan Dennis, 2012)

No Gambar Nama Fungsi

1 Node Awal Merupakan tanda awal dari sebuah aktivitas.

2 Node Akhir Merupakan tanda berakhirnya sebuah aktivitas.

3 Aktivitas merupakan sebuah gambaran aktivitas yang terjadi.

4 Keputusan Pilihan untuk pengambilan

keputusan.

5 Percabangan Asosiasi ini bisa dugunakan

dalam percabangan menjadi 2 aktiitas

6 Penghubungan Asosiasi ini bisa digunakan

dalam penggabungan dari 2 aktivitas

7 Generalisasi Relasi antar kelas dalam activity diagram

(11)

Contoh activity diagram :

Gambar 2. 3 Activity Diagram (Alan Dennis, 2012:167)

2.5.3 Sequence Diagram

Secara grafis menggambarkan bagaimana objek berinteraksi dengan satu sama lain melalui pesan pada sekuensi sebuah use case atau operasi. Menurut Alan Dennis (2012) Diagram Sequence merupakan urutan model dinamis yang menggambarkan contoh class yang berpartisipasi dalam use case dan pesan yang lewat di antara mereka dari waktu ke waktu.

Tabel 2. 3 Simbol Sequence Diagram (Alan Dennis, 2012)

(12)

1

Object1

Object Objek merupakan instance dari sebuah class dan dituliskan tersusun secara horizontal.

2 Actor Aktor juga dapat berkomunikasi

dengan objek, maka aktor juga dapat diurutkan sebagai kolom.

3 Lifeline Lifeline mengartikan

keberadaan sebuah objek dalam basis waktu.

4 Activation Activation dinotasikan sebagai

sebuah kotak segi panjang yang digambar pada sebuah lifeline, mengindikasikan sebuah obyek yang akan melakukan sebuah aktifitas

5

Message

Message Message dilakukan dengan anak panah horizontal antara activation message mengindikasikan

komunikasi antara objek

(13)

Gambar 2. 4 Squence Diagram (Alan Dennis, 2012:239)

2.5.4 Class Diagram

Menggambarkan struktur object system. Diagram ini menunjukkan class object yang menyusun sistem dan juga hubungan antara class object tersebut. Menurut Alan Dennis (2012:) Diagram kelas adalah model statis yang

menunjukkan kelas dan hubungan di antara kelas yang tetap konstan dalam sistem dari waktu ke waktu.

Tabel 2. 4 Simbol Class Diagram (Alan Dennis, 2012)

Nama Komponen Keterangan Simbol

Class Kelas pada struktur sistem.

Class name +Atribut +Atribut +Method Association Asosiasi merupakan sebuah

relationship paling umum antara 2 class dan dilambangkan oleh sebuah garis yang

menghubungakan antara 2 class. Garis ini bisa melambangkan tipe-tipe relationship (Contoh

(14)

one, one-to-many, many-to-one) Composition Jika sebuah class tidak bisa berdiri

sendiri dan harus menjadi bagian dari class yang lain maka class tersebut memiliki relasi

composition terhadap class tempat dia bergantung tersebut.

Depedency Untuk kondisi tertentu sebuah class menggunkaan class yang lain. Hal ini disebut dependency.

Aggregation Aggregation mengindikasikan keseluruhan bagian relationship dan biasanya disebut sebagai relasi

Contoh class diagram :

Gambar 2. 5 Class Diagram (Alan Dennis, 2012:218)

2.6 Hypertext Preprocessor (PHP)

Ardhana (2012:88), PHP merupakan bahasa pemrograman berbasis server-side yang dapat melakukan parsing script php menjadi script web sehingga dari

(15)

sisi client menghasilkan suatu tampilan yang menarik. PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Ledorf pada tahun 1995 yang diberi nama FI (Form Interpreted) dan digunakan untuk mengelola form dan web. Pada perkembanganya, kode tersebut dirilis ke umum sehingga mulai banyak dikembangkan oleh programmer diseluruh dunia. Keunggulan yang dimiliki oleh php adalah sebagai berikut :

1. Open Source

PHP adalah open source, dikembangkan dan diperbaharui oleh komunitas pengembang dari seluruh dunia, yang memastikan bahwa bahasa ini bukan hanya relevan namun juga bisa sinkron dengan tren teknologi terbaru. 2. Kompatibel dengan berbagai OS

PHP bisa berjalan dengan baik di Linux, UNIX, Mac dan Windows, sangat sempurna ketika digabungkan dengan MySQL.

3. Fleksibel dan Dinamis

Bahasa ini menawarkan lebih banyak fleksibilitas dibanding dengan para pesaingnya dan dapat disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan pengembangan web yang sesuai dengan yang diinginkan.

4. Resource besar

Terdapat banyak sekali resource yang bisa dimanfaatkan oleh para pengembang PHP sesuai dengan fungsi dan fiturnya. Mulai dari framework, dependency managers, editor dan alat untuk dokumentasi, PHP memiliki berbagai tool berkealitas yang siap untuk digunakan.

5. User Friendly

PHP sangat sederhana untuk dipahami dibandingkan dengan bahasa pemrograman lainnya. Selain itu PHP juga bahasa yang mudah namun kuat, sudah banyak sekali digunakan untuk membuat aplikasi berbasis web yang membutuhkan fungsionalitas maksimal dengan kode yang minimal. 6. Skalabilitas

Dalam dunia IT, kata skalabilitas seperti emas. Apapun yang Anda lakukan baik itu berurusan database, hosting atau hal lain seperti programming, maka skalabilitas tidak menjadi masalah jika Anda menggunakan PHP, karena Anda dapat dengan mudah meningkatkan

(16)

ukuran cluster Anda misalnya dengan menambah lebih banyak server jika proyek Anda semakin tumbuh besar.

2.7 Java Script

Menurut Sibero (2012:150) javascript adalah suatu bahasa pemograman yang dikembangkan untuk dapat berjalan pada web browser. Javascript memiliki peran untuk memberikan kemampuan tambahan terhadap bahasa pemrograman HTML dengan mengizinkan pengeksekusian perintah-perintah dari sisi user, dengan kata lain javascript adalah bahasa pemrograman dari sisi client-side. Javascript diperkenalkan pertama kali oleh Brendan Eich yang bekerja di Netscape pada tahun 1995. Pada awalnya bahasa ini dinamakan “LiveScript” yang berfungsi sebagai bahasa sederhana untuk browser Netscape Navigator 2. Kemudian sejalan giatnya kerjasama antara Netscape dan Sun pada masa itu, maka Netscape memberikan nama “Javascript” kepada bahasa tersebut pada tanggal 4 desember 1995.

2.8 Cascading Style Sheet

Menurut Saputra dan Agustin (2012:5) Cascanding Style Sheet adalah suatu bahasa pemprograman web yang digunakan untuk mengendalikan dan membangun berbagai komponen dalam web sehingga tampilan web akan lebih rapi, terstruktur, dan seragam. CSS memperkenalkan template yang berupa style untuk membuat dan mempermudah penulisan dari halaman-halaman yang dirancang. Hal ini sangat penting karena halaman yang menggunakan CSS dapat dibaca secara bolak balik dan isinya dapat dilihat oleh pengunjung dari manapun. CSS mampu menciptakan halaman yang tampak sama pada resolusi layar dari pengunjung yang berbeda tanpa memerlukan suatu tabel.

2.9 MySQL

Menurut Sibero (2013:97) MySQL atau dibaca My Sekuel adalah suatu Relational Database Management System yaitu aplikasi sistem yang menjalankan fungsi pengolahan data. MySQL sendiri pertama kali diciptakan dan juga dikembangkan pada tahun 1979, oleh seorang programmer bernama Michael Widenius yang berasal dari Swedia. Pada awalnya, MySQL dibuat dengan nama UNIREG, yang merupakan suatu sistem pengolahan database sederhana. Berdasarkan pendapat yang dikemukakan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa MySQL adalah suatu

(17)

software atau program yang digunakan untuk membuat sebuah database yang bersifat open source.

2.10 Testing

Menurut Nidhra dan Dondeti (2012:1), pengujian software adalah teknik yang sering digunakan untuk verifikasi dan validasi kualitas suatu software. Pengujian software adalah prosedur untuk eksekusi sebuah program atau sistem dengan tujuan untuk menemukan kesalahan. Kesimpulan yang dapat diambil dari pendapat-pendapat tersebut adalah pengujian software merupakan proses verifikasi dan validasi apakah software memenuhi requirement dan mengidentifikasi kesalahan-kesalahan yang ditemukan saat eksekusi program. 2.10.1 Behavioral (Black Box) Test

Menurut Nidhra dan Dondeti (2012:1), black box testing juga disebut functional testing, sebuah teknik pengujian fungsional yang merancang test case berdasarkan informasi dari spesifikasi. Pengujian Black Box adalah pengujian aspek fundamental sistem tanpa memperhatikan struktur logika internal perangkat lunak. Metode ini digunakan untuk mengetahui apakah perangkat lunak berfungsi dengan benar. Pengujian black box merupakan metode perancangan data uji yang didasarkan pada spesifikasi perangkat lunak. Data uji dieksekusi pada perangk at lunak dan kemudian keluar dari perangkat lunak dicek apakah telah sesuai yang diharapkan.

Pengujian Black Box berusaha menemukan kesalahan dalam kategori : 1. Fungsi-fungsi yang tidak benar atau hilang 2. Kesalahan interface

3. Kesalahan dalam struktur data atau akses database eksternal

4. Kesalahan kinerja

5. Inisialisasi dan kesalahan terminasi 2.11 Penelitian Terdahulu

Penelitian terdahulu ini menjadi salah satu acuan dalam melakukan penelitian sehingga dapat memperkaya teori yang digunakan dalam mengkaji penelitian yang dilakukan. Dari penelitian terdahulu, tidak menemukan penelitian dengan judul yang sama seperti judul penelitian ini. Namun mengangkat beberapa

(18)

penelitian sebagai referensi dalam memperkaya bahan kajian pada penelitian ini. Berikut merupakan penelitian terdahulu berupa beberapa jurnal terkait dengan penelitian yang hampir sama :

 Jurnal oleh Andy Wijaya, Muhammad Arifin, dan Tony Soebijono (2013) dari STMIK STIKOM Surabaya dengan judul “Sistem Informasi Perencanaan Persediaan Barang”. Dalam jurnal ini menjelaskan tentang sebuah perusahaan yang bertindak sebagai distributor barang, dengan masalah yang sering terjadi ketika perusahaan tersebut tidak ada manajemen persediaan yang baik. Masalah tersebut berupa jumlah permintaan pelanggan yang tidak pasti sehingga perusahaan mengalami kesulitan dalam menetukan saham minimal setiap item, menentukan kapan penataan kembali, dan menetukan berapa banyak pesanan yang sesuai. Dan solusi yang diberikan dalam jurnal ini berupa sistem perencanaan persediaan menggunnakan Economic Order Quantity (EOQ). Metode EOQ tersebut dapat menentukan jumlah optimal pemesanan dan meminimalkan biaya penyimpanan serta pemesanan barang. Hasil yang didapat berupa acuan bagi perusahaan dalam order barang. Perbedaan dalam penelitian saya dimulai dari judul yaitu dalam jurnal ini membahas tentang persediaan dan penelitian saya tentang pengadaan. Perbedaan berikutnya penelitian ini menggunakan metode EOQ dalam menyelesaikan masalah dan penelitian saya menggunakan metode PIECES. Dan hasil dari penelitan ini berupa aplikasi desktop dan penetian saya aplikasi web.

 Jurnal oleh Rif’a Harjanti (2015) dari Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Dian Nuswantoro Semarang dengan judul “Sistem Informasi Ekspor dan Impor Barang pada PT. Wiraprima Samudera Sejahtera”. Dalam jurnal ini menjelaskan kebutuhan bisnis akan jasa ekspedisi ekspor impor yang semakin meningkat sehingga persaingan antara perusahaan ekspedisi menjadi semakin ketat. Penelitian ini diangkat pada PT. Wiraprima Samudera Sejahtera sebagai salah satu perusahaan ekspedisi yang membutuhkan sistem informasi untuk

(19)

proses pengiriman barang agar dapat dilakukan secara terkomputerisasi yang dapat mencatat data-data yang dibutuhkan dan tracking pengiriman serta form invoice. Untuk menjawab kebutuhan bisnis tersebut penelitian ini memberikan solusi berupa sistem pengiriman barang yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja pelayanan dan meningkatkan daya saing baik lokal maupun global. Perbedaan dalam penelitian saya adalah pada jurnal ini membahas tentang pengiriman barang ekspor impor dan penelitian saya membahas tentang pengadaan barang impor. Namun penelitian ini menjawab kebutuhan proses pengadaan barang impor dalam proses pengiriman barang impor.

 Jurnal oleh Ahmad Novel Sahupala dan Uus Rusmawan (2016) dari STMIK Bina Insani Bekasi dengan judul “Sistem Aplikasi Logistik dan Purchasing pada PT. Yanmar Indonesia”. Dalam jurnal ini penelitian dilakukan dalam perusahaan manufaktur yang memerlukan peningkattan kinerja dalam proses pengelolahan data-data logistik dari pembelian barang. Masalah yang ditemukan dalam penelitian tersebut adalah keterlambatan dalam pembuatan laporan dan kesalahan perhitungan data barang. Solusi yang diberikan berupa aplikasi dengan sistem yang dapat mengkontrol proses barang agar dapat memberikan kelancaran dan memudahkan proses pembelian dan pengelolahan data. Perbedaan dengan penelitian saya adalah dalam jurnal ini membahas terntang pembelian barang untuk keperluan barang-barang logistik dan penelitian saya membahas tentang pengadaan barang impor. Namun penelitian ini dapat menjelaskan perbedaan antara procurement dengan purchasing.

Gambar

Gambar 2. 1 waterfall Pressman (R.S Pressman,2015:42)
Tabel 2. 1 Simbol Use Case (Alan Dennis, 2012:156)
Gambar 2. 2 Use Case Diagram (Alan Dennis, 2012:157)
Tabel 2. 2 Simbol Diagram Activity (Alan Dennis, 2012)
+4

Referensi

Dokumen terkait

Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2007 tentang Tata Cara Memperoleh, Kehilangan, Pembatalan dan Memperoleh Kembali Kewarganegaraan RI pada Pasal 31 WNI dengan

Sertifikat Akreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN) Nomor : LPPHPL-013-IDN tanggal 1 September 2009 yang diberikan kepada PT EQUALITY Indonesia sebagai Lembaga

Adapun dasar pertimbangan dikeluarkannya Kepmendiknas tersebut adalah untuk mengetahui hasil belajar peserta didik dan untuk memperoleh keterangan mengenai mutu pendidikan

Masing-masing reaktor berukuran sama dengan penutup ulir serta dimodifikasi dengan dua pipa udara (0.5 inci) dan tiga lubang sampel dengan diameter 2 cm. Pipa dalam

SEPTEMBER 2020.. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, santun, percaya diri, peduli, dan bertanggung jawab

Struktur paru merupakan tempat yang paling sering terjadi metastasis pada pasien dengan penyakit keganasan, dan biasanya rongga thoraks merupakan tempat utama

Simpulan Penelitian: Tidak terdapat perbedaan yang bermakna pada volume dan konsentrasi sperma antara kelompok perokok dan bukan perokok di Klinik Permata Hati

Dengan menerapkan metode pembelajaran yang terintegrasi dengan teknologi komputer (seperti SPC) akan memberikan suatu model yang berbasis unjuk kerja, hal ini