37 3.1. Paradigma Penelitian
Terdapat dua metode penelitian yang selama ini kita kenal yaitu metode penelitian kuantitatif dan kualitatif,dalam metode tersebut masing-masing memiliki paradigma yang berbeda.
Metode kuantitatif merupakan penjabaran dari paradigma positivist yang digunakan oleh para penggagasnya di masa itu untuk memeliti masalah-masalah yang terjadi di sekelilingnya, dalam. Positivisme bersumber dari orientasi ilmu alam yang kajiannya diarahkan pada pengembangan teori, riset seoerti ini mendasarkan pada fakta yang dapat diamati secara langsung dan percaya bahwa membicarakan hanya ada satu realitas tunggal.
Para positivis percaya bahwa setiap riset bebas nilai dalam mempersoalkan tentang hal yang dibahas di dalamnya, dimana antara peneliti dengan yang diteliti itu bersifat independen sehingga terpisah. Terdapat hubungan sebab akibat di dalamnya. Pada umumnya para positivis mengedepankan logika deduktif atau mendasarkan pada hipotesis yang dijabarkan secara logis ayau mendasarkan kajian pada hipotesis teori tertentu.paradigma ini disebut juga scientific inquiry yang bersifat konvergen,tunggal, fragmentasi, independen, dan terfokus pada persamaan untuk dapat digeneralisasikan.
Hubungannya adalah terletak pada asumsi yang mendasari penyusunan metode dalam penelitian kuantitatif, mulai dari paradigma yang membentuk teori
dan diaplikasikan oleh para tokoh-tokoh positivist lalu diwariskan ke generasi berikutnya dan seterusnya sebagai warisan ilmu pengetahuan, lalu sifat-sifat data yang dicari juag mendasari di dalam metode kuantitatif terlihat misalnya pada hal yang menjelaskan bahwa positivist itu mendasarkan pengetahuan pada fakta yang diamati dan dalam metode kuantitatif objek yang diamati adalah yang bersifat nyata atau dapat diamati, hubungan antara peneliti dan yang diteliti juga bersifat independen, dan hamper semua di paradigma positivist menjadi acuan dalam menjalankan penelitian kuantitatif.
Penelitian kuantitatif menggunakan alur pemikiran positivist untuk mengkaji hal-hal yang ditemui dilapangan, tentunya sebelum melakukan penelitian maka kasus atau masalah yang akan diteliti sudah terlebih dahulu digolongkan masuk ke kuantitatif atau kualitatif,sehingga dalam proses selanjutnya peneliti tingggal melakukan riset dengan mngedepankan alur pemikiran yang tepat 33.
Paradigma kuantitatif merupakan satu pendekatan penelitian yang dibangun berdasarkan filsafat positivism 34. Positivisme adalah satu aliran filsafat yang menolak unsur metafisik dan teologik dari realitas sosial. Karena penolakannya terhadap unsur metafisis dan teologis, positivisme kadang-kadang dianggap sebagai sebuah varian dari Materialisme (bila yang terakhir ini dikontraskan dengan Idealisme). Dalam metode kuantitatif, dianut suatu paradigma bahwa dalam setiap event/peristiwa sosial mengandung elemen-elemen tertentu yang berbeda-beda dan dapat berubah. Elemen-elemen dimaksud disebut
33 Slamet, Yulius. Metode Penelitian Sosial. Surakarta: LPP UNS dan UNS Press, 2006, Hal 134 34 Ibid. 135
dengan variabel. Variabel dari setiap even/case, baik yang melekat padanya maupun yang mempengaruhi/dipengaruhinya, cukup banyak, karena itu tidak mungkin menangkap seluruh variabel itu secara keseluruhan. Atas dasar itu, dalam penelitian kuantitatif ditekankan agar obyek penelitian diarahkan pada variabel-variabel tertentu saja yang dinilai paling relevan. Jadi, di sini paradigma kuantitatif cenderung pada pendekatan partikularistis. Jadi hubungannya terletak pada penggunaan paradigm positivis dalam menyusun kerangka penelitian kuantitatif.
3.2. Tipe Penelitian
Menurut Sugiyono bahwa penelitian menurut tingkat eksplanasin ya dapat dikelompokkan menjadi, deskriptif, komparatif, dan asosiatif 35. Tipe penelitian yang digunakan oleh Peneliti untuk menganalisis “ Pengaruh
Personal Branding terhadap citra Gita Wirjawan sebagai peserta konvensi calon
Presiden partai Demokrat periode tahun 2014 sampai tahun 2019 ” adalah penelitian asosiatif karena penelitian asosiatif merupakan jenis penelitian yang digunakan untuk mengetahui pengaruh antar dua variabel atau lebih, dimana variabel bebas (independent variable) mempengaruhi variabel tidak bebas (dependent variable) .
35 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D , cetakan ke 8, Alfabeta, Bandung,
3.3. Metode Penelitian
Metode merupakan prosedur atau cara untuk mengetahui sesuatu. Sedangkan metodologi merupakan suatu pengkajian dalam memperoleh peraturan-peraturan suatu metode. Jadi, metodologi penelitian adalah suatu pengkajian dalam mempelajari peraturan-peraturan yang terdapat dalam penelitian.
Metodelogi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Survey dengan pendekatan kuantitatif.
Metode survey adalah metode dimana didalam metode penelitian ini info atau data dikumpulkan dari responden melalui kuesioner. Selain itu Peneliti juga mendapatkan data sekunder yang diambil dari internet maupun buku-buku tentang
Personal Branding dan Citra..
3.4. Populasi dan Sampel 3.4.1. Populasi
Menurut Sugiyono 36, populasi wilayah generalisasi yng terdiri atas : obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertenu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
Populasi dari penelitian ini adalah semua mahasiswa FIKOM Jurusan
Public Relation Kelas Karyawan Universitas Mercu Buana angkatan tahun
2012 sebanyak 215 orang 37.
36Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D , cetakan ke 8, Alfabeta, Bandung,
2009, hal. 80
n = 2
Nα
1
N
3.4.2. SampelMenurut Sugiyono, sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut 38.
Dalam penelitian ini sampel berjumlah 68 mahasiswa FIKOM Jurusan
Public Relation kelas karyawan Universitas Mercu Buana angkatan tahun
2012. Metode yang digunakan untuk menentukan jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu dengan rumus Slovin.
Adapun rumus Slovin yaitu:
Keterangan : n = jumlah minimal sampel
N = jumlah populasi ( 215 mahasiswa ) α = sampling error (dipilih 10%)
Jadi, minimal sampel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
n = 2
0,10
.
215
1
215
= 68,25 di bulatkan menjadi 68 mahasiswa. 38 Ibid. 813.4.3. Teknik Penarikan Sampel
Menurut Sugiyono 39 pengertian metode Probability Sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Teknik
probability sampling yang digunakan adalah Simple Random Sampling.
Simple Random Sampling yaitu mengambil anggota sampel dari populasi
dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam poulasi itu, cara ini dilakukan bila anggota populasi dianggap homogen 40.
3.5. Definisi Konsep dan operasionalisasi Konsep 3.5.1. Definisi Konsep
Definisi konseptual penelitian ini terdiri dari 2 (dua) variabel, yaitu : a. Variabel X Personal Branding
Menurut Montoya & Vandehey 41 pengertian Personal Branding adalah sesuatu tentang bagaimana mengambil kendali atas penilaian orang lain terhadap anda sebelum ada pertemuan langsung dengan anda. “Personal
Branding is about taking control of how other people perceive you before they
come ” .
39 Ibid. 82 40 Ibid. 82
41 Montoya, Peter & Tim Vandehey, The Brand Called You : Make Your Business Stand Out In a
b. Variabel Y Citra
Menurut Jefkins dalam Soemirat dan Ardianto 42, citra adalah kesan yang diperoleh berdasarkan pengetahuan dan pengertian seseorang tentang fakta-fakta atau kenyataan.
3.5.2. Operasionalisasi Konsep
Definisi operasional variabel yaitu untuk memberikan batasan dan penjelasan mengenai variabel-variabel yang akan digunakan dalam penelitian. Dalam penelitian ini menggunakan :
a. Variabel Bebas (Independent Variable)/Variabel X
Variabel bebas adalah variabel yang dapat berdiri sendiri dan tidak dipengaruhi oleh variabel lainnya. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah Personal Branding karena Personal Branding merupakan variabel yang mempengaruhi. Dimensi dari variabel X tersebut terdiri dari:
1. Dimensi Memperlihatkan Kompetensi Brand 2. Dimensi Membangun Standar Brand
3. Dimensi Menampilkan Gaya Brand
b. Variabel Terikat (Dependent Variable) / Variabel Y
Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas. Variabel terikat merupakan variabel yang menjadi akibat, karena adanya
42 Soemirat, Soleh dan Elviranto Ardianto, Dasar-Dasar Public Relations, PT Remaja Rosdakarya,
variabel bebas. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel terikat adalah Citra karena Citra merupakan variabel yang di pengaruhi. Dimensi dari variabel Y tersebut terdiri dari:
1. Dimensi Kepercayaan 2. Dimensi Kualitas 3. Dimensi Reality Kerja 4. Dimensi Hubungan Kerjasama
Tabel 3.1
Operasionalisasi Konsep Variabel X dan Variabel Y
Variabel X Dimensi Indikator Skala
Personal Branding
Memperlihatkan kompetensi brand
Indikator Peniruan Gaya
Likert Indikator Peniruan Perilaku
Indikator Penilaian Terhadap Gita Wirjawan
Membangun standar brand
Indikator Ciri Khas Gita Wirjawan Indikator Prestasi Gita Wirjawan Indikator Eksistensi Di dunia Politik
Indikator Keunggulan Gita Wirjawan
Menampilkan gaya brand
Indikator Ucapan
Indikator Profesionalisme Kerja
Variabel Y Dimensi Indikator Skala
Citra
Dimensi Kepercayaan Indikator Reputasi
Likert Indikator Kesan Dimensi Kualitas Indikator Kepuasan Indikator Layanan Dimensi Reality Kerja
Indikator Ketepatan Waktu Indikator Kebenaran Janji
Gita Wirjawan Terhadap
Masyarakat Indikator Kebanggaan Dimensi Hubungan Kerjasama Indikator Harmonis Indikator Baik
Sumber Personal Branding : McNally dan Speak di olah oleh Peneliti. Sumber Citra : McNally dan Speak di olah oleh Peneliti.
3.6 Pengujian Validitas dan Reliabilitas Instrumen 3.6.1 Uji Validitas
Sugiyono menyatakan bahwa valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur 43. Dalam penelitian ini data penelitian menggunakan kuesioner yang terdiri dari butir-butir pernyataan yang akan diuji keabsahannya (validity).
Uji validitas dan reliabilitas dilakukan kepada 20 orang responden dengan
dengan taraf kesalahan 5%, maka r tabel sebesar 0,444. Jika nilai
r hitung > r tabel maka butir–butir pernyataan yang diujicobakan kepada 15
responden terebut dinyatakan valid, sebaliknya jika nilai r hitung < r tabel maka butir–butir pernyataan yang di uji cobakan kepada 20 responden terebut dinyatakan tidak valid.
3.6.2. Uji Reliabilitas
Setelah uji validitas telah dilakukan, maka selanjutnya akan dilakukan uji reliabilitas. Adapun tujuan utama dari pengujian reliabilitas ini adalah untuk mengetahui konsistensi atau keteraturan hasil pengukuran suatu instrumen apabila instrumen tersebut digunakan lagi sebagai alat ukur suatu objek atau responden. Reliabel berarti instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama, akan menghasilkan data yang sama.
43Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, cetakan ke 8, Alfabeta, Bandung,
Menurut Nugroho Cronbach’s Alpha () lebih besar dari 0,600 maka butir butir pernyataan dalam kuesioner tersebut adalah reliabel.
3.7. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk penelitian ini adalah dengan menggunakan kuesioner.
Menurut Sugiyono kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab 44.
1. Data Primer
Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara mengadakan penelitian langsung pada 68 orang mahasiswa FIKOM Jurusan Public Relation Kelas Karyawan Universitas Mercu Buana angkatan tahun 2012. Dalam penelitian ini data primer diperoleh dari menyebarkan angket / kuesioner yang cukup terperinci dan lengkap tentang obyek yang diteliti kepada responden.
2. Data Sekunder
Data sekunder digunakan sebagai informasi. Data sekunder dalam penelitian ini diambil dari internet, buku-buku yang berkaitan dengan
Personal Branding dan Citra.
44 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, cetakan ke 8, Alfabeta, Bandung,
Untuk memperoleh jawaban dari responden, maka dikemukakan pernyataan-pernyataan tentang Personal Branding dan Citra yang jawabannya disediakan berupa SS (Sangat Setuju), S (Setuju), KS (Kurang Setuju), TS (Tidak Setuju), atau STS (Sangat Tidak Setuju) untuk dipilih.
Jawaban dari pernyataan yang diajukan kepada responden dihitung dengan menggunakan Skala Likert yang mempunyai nilai dari sangat positif sampai negatif, dengan nilai sebagai berikut :
Tabel 3.2
Pengelompokan Berdasarkan Pada Metode Skala Likert
Penilaian Bobot
Sangat Setuju (SS) Bobot nilai 5
Setuju (S) Bobot nilai 4
Kurang Setuju (KS) Bobot nilai 3 Tidak Setuju (TS) Bobot nilai 2 Sangat Tidak Setuju (STS) Bobot nilai 1
Sumber: Sugiyono 45
Setelah terkumpulnya data dari penelitian maka data tersebut nantinya akan masuk proses pengolahan data. Data yang diperoleh Peneliti merupakan data mentah yang harus diolah dengan menggunakan komputerisasi. Peneliti menggunakan bantuan Software SPSS 17. (Statistical Package for the Social
Sciences)
45 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, cetakan ke 8, Alfabeta, Bandung,
3.8. Teknik Analisa Data 3.8.1. Analisis Persentase
Digunakan untuk menghitung persentasi profil responden dalam penelitian ini. Adapun rumus yang digunakan sebagai berikut :
….……….……… Rumus 1 Keterangan :
Fr = Frekuensi relatif (persentase) fr = Frekuensi kelompok
Σf = Jumlah total responden
3.8.2. Analisis Overall Mean Square (OMS)
Peneliti menggunakan rentang skala untuk menentukan posisi tanggapan responden yang dimasukkan ke dalam interval nilai berikut ini:
Interval = ……… Rumus 2
Rentang skala Likert yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1 sampai dengan 5. Maka interval posisi keputusan persepsi dalam rentang skala yang
didapat adalah: Interval = 5 1 -5 = 0,8 Kelas Banyaknya Terendah Nilai tertinggi Nilai Fr =
f fr x 100%Setelah besar interval diketahui, kemudian dibuat rentang skala sehingga diketahui dimana letak rata-rata pendapat responden penelitian terhadap setiap pertanyaan yang diberikan, sebagai berikut:
STS TS KS S SS
1,00 1,80 2,60 3,40 4,2 5,00 Tabel 3.3
Rentang Skala
Penilaian Bobot
1,00 – 1,80 Sangat Tidak Setuju
1,81 – 2,60 Tidak Setuju 2,61 – 3,40 Kurang Setuju 3,41 – 4,20 Setuju 4,21 – 5,00 Sangat Setuju. Sumber: Sugiyono 46
46 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, cetakan ke 8, Alfabeta, Bandung,
3.8.3. Regresi Linier Sederhana
Bentuk persamaan dari “ Pengaruh Personal Branding terhadap citra Gita Wirjawan sebagai peserta konvensi calon Presiden partai Demokrat periode tahun 2014 sampai tahun 2019 ” adalah :
……….… Rumus 3 Di mana:
Y = Citra
X = Personal Branding a = Konstanta regresi
b = Koefisien regresi yaitu besaran yang menyatakan perubahan atas Citra jika Personal Branding berubah satu-satuan.
Gambar 3.1
Daerah Tolak / Terima Pengujian Hipotesis
“ Pengaruh Personal Branding Terhadap Citra Gita Wirjawan Sebagai Peserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat Periode Tahun 2014
Sampai Tahun 2019 ” t tabel 0 t tabel (2,002) Y = a + b. X
Uji t digunakan untuk menguji apakah ada pengaruh koefisien independen dengan dependen. Uji hipotesisnya adalah :
Ho : Tidak ada pengaruh Personal Branding terhadap citra Gita Wirjawan sebagai peserta konvensi calon Presiden partai Demokrat periode tahun 2014 sampai tahun 2019.
Ha : Ada pengaruh Personal Branding terhadap citra Gita Wirjawan sebagai peserta konvensi calon Presiden partai Demokrat periode tahun 2014 sampai tahun 2019.
Kriteria pengambilan keputusan adalah :
1. Menerima H0 jika nilai t hitung lebih kecil atau sama dengan nilai ttabel 2. Menolak H0 atau menerima Ha jika nilai t hitung lebih besar dari nilai ttabel Pengambilan keputusan dari rumus tersebut adalah sebagai berikut :
1. Nilai signifikan <5% (0,05), maka Ho ditolak