• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemeliharaan Infant Incubator

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pemeliharaan Infant Incubator"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Rumah Sakit Rumah Sakit Umum Harapan Ibu Umum Harapan Ibu

PEMELIHARAAN

PEMELIHARAAN INFANT INFANT WARMERWARMER  No. Dokumen

 No. Dokumen No. Revisi No. Revisi HalamanHalaman 1 1 - - 55 Tanggal Terbit Tanggal Terbit STANDAR STANDAR PROSEDUR PROSEDUR OPERASIONAL OPERASIONAL (SPO) (SPO) Ditetapkan Oleh Ditetapkan Oleh

Direktur Rumah Sakit Umum Harapan Direktur Rumah Sakit Umum Harapan

Ibu Ibu

Dr. Hayati Isti Fadah Dr. Hayati Isti Fadah

Pengertian

Pengertian : : Prosedur Prosedur pemeliharaan pemeliharaan preventif preventif Infant Infant Incubator Incubator unitunit adalah untuk

adalah untuk standard mengenai standard mengenai langkah-langkah langkah-langkah teknisteknis yang harus diikuti oleh teknisi elektromedik dalam yang harus diikuti oleh teknisi elektromedik dalam melaksanakan pemeliharaan alat infant incubator. melaksanakan pemeliharaan alat infant incubator. Prosedur ini disusun berdasarkan pada service manual Prosedur ini disusun berdasarkan pada service manual dan petunjuk lain yang terkait dengan urutan kerja dan petunjuk lain yang terkait dengan urutan kerja

Pemantauan fungsi,

Pemantauan fungsi,

 pembersihan,pelumasan,pengencangan,pengecakan  pembersihan,pelumasan,pengencangan,pengecakan

fungsi

fungsi kinerja,aspek kinerja,aspek keselamatan keselamatan dandan  penyetalan/adjustment.

 penyetalan/adjustment. Kesimpulan Kesimpulan hasil hasil pemeliharaanpemeliharaan alat baik atau tidak baik.

alat baik atau tidak baik. Tujuan

Tujuan : : 1..Agar 1..Agar pemeliharaan pemeliharaan alat alat dapat dapat dilakukan dilakukan sesuaisesuai  prosedur yang benar.

 prosedur yang benar.

2. Alat selalu dalam kondisi siap dan

2. Alat selalu dalam kondisi siap dan laik pakai,sehinggalaik pakai,sehingga usia teknis alat dapat tercapai.

usia teknis alat dapat tercapai. Kebijakan

Kebijakan : : Suarat Suarat keputusan keputusan Direktur Direktur Utama Utama Rumah Rumah sakit sakit Dr.Dr. Sardjito tentang tugas dan fungsi IPSRS

Sardjito tentang tugas dan fungsi IPSRS Prasyarat Prasyarat Prosedur Prosedur :: :: 1.Alat I

1.Alat Infant nfant Warmer Warmer berfungsiberfungsi 2.SDM tersertifikasi

2.SDM tersertifikasi

3. Alat kerja dan alat ukur lengkap 3. Alat kerja dan alat ukur lengkap

4. Dokumen teknis,protap pemeliharaan,lembar kerja 4. Dokumen teknis,protap pemeliharaan,lembar kerja

Tersedia Tersedia

5.Bahan pemeliharaan,bahan operasional dan material 5.Bahan pemeliharaan,bahan operasional dan material

 bantu,tersedia  bantu,tersedia

6. Ruang kerja memnuhi ketentuan kondisi lingkungan 6. Ruang kerja memnuhi ketentuan kondisi lingkungan

(2)

I.Peralatan yang digunakan

1. Ground resistance omhmeter

2. Leakage current meter atau safety Analyzer 3. Temperatur probe simulator/waterbath 4. Thermometer 30º s/d 45º C

II. Inpeksi Kualitatif (periode 3 bulan) 1. Chassis/Housing

Cek kondisi kebersihan chassis/housing dan bersihkan  bila kotor, kemudian cek apakah ada mur dan baut yang

kendor.

2. Dudukan /mounted

Jika patien monitor dipasang pada stand atau chart,periksa kondisi keimbangannya, sehingga pada saat alat di dorong tidak jatuh,serta periksa baut dudukan atau pengikatnya

3. Roda dan Brakes

Cek kondisi fisik roda,pergerakan roda lancar dan mudah di kendalikan. Cek kondisi brake/rem berfungsi  baik.

4. AC Plug

Periksa kondisi AC Power plug yakinkan bahwa  bahwa AC plug terpasang dengan baik pada power

cord/kabel power.

5. Line Cord/Kabel Power line

Cek kondisi kabel power apakah ada tanda-tanda kerusakan (cacat), panjang kabel disarankan 10 ft ( 3 m ) 6. Circuit breaker/Fuse

Cek circuit breaker atau fuse bahwa nilainya dan sesuai dengan yang tertulis pada chasis alat (name plate).

7. Cables

Cek kabel (Sensor electrode, remote control) 8. Temperatur Probe

Jika Rumah Sakit memiliki lebih dari satu alat radiant warmer cek bahwa temperature trobe tidak tertukar dengan alat radiant warmer yang lain.

9. System pengkabelan dan konektor.

Cek system pengkabelan seperti patien cable, Cek konektor kabel , kontak-kontak pins harus kecang, dan  bersih. Untuk konektor yang menggunakan kunci  periksa bahwa tidak ada pin yang hilang/kontaknya tidak  baik pada saat dikunci.

10. Filter udara.

Cek kondisi filter udara, bersihkan dan ganti bila perlu. Cek filter O2,bersihkan atau ganti bila perlu.

11. Kontrol dan switch

(3)

semua kontrol/tombol. 12. Indikator/Display

Cek semua kondisi lampu indikator,indikator meter, dan visual display pada alat.Yakinkan semua digital display  berfungsi dengan baik..

13. Alarm/sinyal audio

Cek semua kondisi audible dan visual alarm. Untuk audible alarm/sinyal cek volumenya dan visual alarm harus terdengar jelas.

14. Heater

Cek daya heating element sesuiai tidak degan spesifikasinya, Cek dudukan kondisi heating elemen dan isolasinya.. Jalankan alat incubator dengan variasi  perubahan suhu am ati apakah heater hidup dan mati

sesuai dengan suhu yang di set (atur). 15. Motor /fan

Cek kondisi fisik motor/fan harus bersih,kemudian  jalankan alat periksa apakah motor/fan bekerja halus, tidak noise, jika timbul noise menandakan motor/fan rusak. Dan bila noisenya terlalu tinggi akan mengganggu bayi yang sedang di Incubator.

16. Tube/hose

Cek semua kondisi tube/hose yakinkan tidak ada yang  bocor, terjepit (terlipat),tidak kotor, Yakinkan selang

Oxsigyn bersih dan tidak terkontaminasi material lain. 17. Probe

Periksa kondisi fisik patient probe,Jika rumah sakit memiliki lebih dari satu type alat baby incubator, yakinkan bahwa ada lebel yang jelas untuk masing  probe, untuk menghindari tertukarnya probe.

18. Fluid Levels

Cek level air pada humidifier reservoir, kuras dan  bersihkan humidifier reservoir, kemudian isi dengan air

sesuai dengan intruksi pabrik pembuat alat. 19. Battery/Charger

Cek kondisi fisik battery dan konektornya. Jalankan alat dengan power daya battery beberapa menit cek bahwa  battery dapat bekerja normal. Cek capasitas battery dengan mengaaftifkan fungsi bettery test atau dengan mengukur tegangan battery. Jika menggganti battery tulis tanggal,bulan dan tahun penggantian battery.

20. Self test

Lakukan self test operation jika alat dilengkapi dengan fasilitas self test.

21. Bassinet/Mattress

(4)

 bawah dan penguncinya bekerja dengan baik. Jika mattess dapat diatur naik dan turun test pergerakaanya dan system penguncinya.

22. Labeling

Cek label sertifikat,label perhatian (warning labels,kartu intruksi dll,masih terpasang dan dalam kondisi baik . III. Inpeksi Kuantitatif

1. Ground Resistance (per 3 bulan)

Menggunakan Ohmmeter, electrical safety analyzer atau digital multimeter yang memiliki resolusi tinggi. Ukur tahanan antara comon ground dengan bagian logam/penghantar pada patien monitor. Nilai maksimum grounding resistance yang di ijinkan 0,5 ohm.

2. Arus bocor pada body (Chassis leakage current)

(per 1 tahun)

Dengan menggunakan electrical safety analyzer ukur Chassis leakkage current pada kondisi patien monitor hidup dan mati. Nilai maksimum chassis leakage current yang diperbolehkan 300 mikroAmpere.

3. Temperatur control (per 3 bulan)

Lakukan pengetesan dengan mode manual dan automatic temperatur control. Untuk mengetes manual control posisikan elektronik termometer 10 Cm ( 4 in ) ditengah-tengah dan diatas mattress, tutup incubator Hood, set temperatur control pada medium range tunggu  bebrapa menit, catat suhu pada display alat bandingkan dengan pembacaan pada elektronik termometer nilai  penyimpangan yang di ijinkan ± 1º C. Untuk mengetes automatic temperatur control celupkan temperatur probe  pada waterbath,atur suhu waterbath amati suhu pada waterbath dan suhu yang ditunjukkan pada temperatur  probe penyimpangan maksimum yang diijinkan ± 0,3 º C. Pada saat melakukan pengetesan temperatur control  baik pada mode manual atau automatic amati kerja heater, pada saat suhu setting tercapai heater harus mati dan pada saat suhu turun dari nilai setting heater hidup lagi.

4.Skin Temperatur Alarm (per 3 bulan)

Jika incubator dilengkapi dengan high dan low skin temperatur alarms, lakukan tes fungsi alarm tersebut, Atur skin temperatur set poin pada 36 º C. Letekkan sensor ke dalam incubator dan biarkan sampai suhu tercapai sesui yang kita set, dan tunggu sampai stabil, kemudian ambil skin probe dari incubator, maka low skin temperatur harus aktif. Untuk mengetes high skin temperatur alarm, letakkan sensor pada waterbath set

(5)

suhu pada 36 º C suhu pada waterbath secara teratur akan naik, catat pada suhu berapa high alarm aktif.

5.Safety Thermostat ( per 1 tahun)

Untuk mengetes safety high temperatur atur suhu pada temperatur control pada posisi maksimum tunggu sampai suhu stabil untuk mempercepat kenaikan suhu  pakai hair dryer kemudian catat suhu pada saat thermostat bekerja (alarm high temperatur bekerja), suhu  pada alat Incubator tidak boleh lebih 39º C.

6.Air tempertur Alarm (per 3 bulan)

Jika alat incubator dilengkapi dengan High dan Low Air temperatur Alarm lakukan pengetesan , atur air temperatur set poin pada posisi 36 ºC dan tunggu sampai stabil, kemudian buka incubator maka suhu akan turun dan low air temperatur alarm akan aktif. Untuk high air temperatur alarm set air temperatur control pada 36 º C dan secara perlahan naikkan air temperatur dengan external heat source ( hair dryer) catat pada suhu berapa high alarm aktif,suhu pada incubator tidak boleh lebih dari 39 ºC

IV. Pemeliharaan preventive ( per 3 bulan ) 1. Membersihkan Alat.

Bersihkan bagian dalam dan luar alat . 2. Pelumasan

Beri pelumas pada fan/blower bila perlu. 3.Adjusment/penyetelan

Lakukan adjustment/penyetelan jika di perlukan 4. Penggantian

Ganti filter dan Battery/Accu jika perlu.

Referensi

Dokumen terkait