• Tidak ada hasil yang ditemukan

Case Encephalitis

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Case Encephalitis"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

(1)

STATUS PASIEN STATUS PASIEN I. IDENTITAS I. IDENTITAS A. Identitas Pasien A. Identitas Pasien  Nama

 Nama : Mia: Mia Jenis

Jenis Kelamin Kelamin : : PerempuanPerempuan Umur

Umur : : 4 4 ThTh Agama

Agama : : IslamIslam Alamat

Alamat : : Tambun Tambun RT RT 002/03 002/03 Pusaka Pusaka RayaRaya Kecamatan

Kecamatan : : KOJAKOJA Pendidikan

Pendidikan : : -- -- Nomor CM

 Nomor CM : 11-13-51: 11-13-51 Masuk

Masuk tgl tgl : : 21 21 juli juli 20072007

B. Indentitas Orang Tua B. Indentitas Orang Tua

Ayah Ibu

Ayah Ibu

 Nama

 Nama : : Tn.Muhtar Tn.Muhtar Ny. Titin AryatiNy. Titin Aryati Agama

Agama : : Islam Islam IslamIslam Pendidikan

Pendidikan : : SMA SMA SMPSMP Pekerjaan

Pekerjaan : : Pedagang Pedagang IRTIRT Penghasilan

Penghasilan : : Rp.1.000.000 Rp.1.000.000 --Alamat

Alamat : : SDA SDA SDASDA

II.Anamnesis II.Anamnesis

Alloanamnesis dengan ibu pasien tanggal :

Alloanamnesis dengan ibu pasien tanggal : 30 juli 200730 juli 2007

A.

A. KELUHAN KELUHAN UTAMAUTAMA

Kejang >15 menit 1 jam SMRS Kejang >15 menit 1 jam SMRS

(2)

B.Keluhan tambahan : B.Keluhan tambahan : - Panas tinggi - Panas tinggi - Muntah - Muntah

- Pasien tidak sadar  - Pasien tidak sadar 

C.

C. RIWAYAT RIWAYAT PENYAKIT PENYAKIT SEKARANGSEKARANG

Pasien datang dengan keluhan kejang 1 jam sebelum masuk RS Pasien datang dengan keluhan kejang 1 jam sebelum masuk RS KOJA tgl 21 juli 2007, pasien kejang 1 kali dengan lama kejang KOJA tgl 21 juli 2007, pasien kejang 1 kali dengan lama kejang lebih dari 15 menit. Kejang dimulai dari matanya yang mendelik  lebih dari 15 menit. Kejang dimulai dari matanya yang mendelik  keatas kemudian seluruh tubuh. Setelah kejang pasien tidak sadar. keatas kemudian seluruh tubuh. Setelah kejang pasien tidak sadar. 6 hari SMRS timbul bisul pada hidung pasien. Lalu pasien dibawa 6 hari SMRS timbul bisul pada hidung pasien. Lalu pasien dibawa ke puskesmas dan didiagnosis alergi. Pasien diberi obat untuk bisul ke puskesmas dan didiagnosis alergi. Pasien diberi obat untuk bisul dan batuknya. Tetapi tidak membaik malah semakin memburuk  dan batuknya. Tetapi tidak membaik malah semakin memburuk   bahkan

 bahkan sampai sampai wajahnya bengkak.wajahnya bengkak.Dan Dan demam dan demam dan batuknya batuknya tidak tidak  hilang

hilang

2 hari SMRS bengkaknya berkurang tapi kemudian timbul bentol 2 hari SMRS bengkaknya berkurang tapi kemudian timbul bentol  bentol

 bentol kecil kecil diseluruh diseluruh tubuh tubuh disertai disertai gatal-gatal. gatal-gatal. Malamnya Malamnya pasienpasien mulai demam tinggi sampai mengigau. Selama pasien sakit pasien mulai demam tinggi sampai mengigau. Selama pasien sakit pasien tidak mau makan.

tidak mau makan.

1 hari SMRS Pasien masih demam, pasien tidur sepanjang hari, 1 hari SMRS Pasien masih demam, pasien tidur sepanjang hari, dibangunkan tap

dibangunkan tapi tii tidak bangun. dak bangun. Malamnya Malamnya pasien timpasien timbul kejbul kejangang dan dibawa ke IGD RS

dan dibawa ke IGD RS Koja.Koja.

D.Riwayat penyakit dahulu : D.Riwayat penyakit dahulu :

Pasien tidak pernah ada riwayat kejang sebelumnya. Pasien tidak pernah ada riwayat kejang sebelumnya.

(3)

F.Riwayat kehamilan dan persalinan: F.Riwayat kehamilan dan persalinan:

Selama kehamilan,ibu pasien rutin kontrol ke bidan 1x/bulan. Pasien Selama kehamilan,ibu pasien rutin kontrol ke bidan 1x/bulan. Pasien dikandung selama 9 bulan, lahir spontan ditolong oleh bidan.Setelah lahir  dikandung selama 9 bulan, lahir spontan ditolong oleh bidan.Setelah lahir   pasien

 pasien langsung langsung menangis.Berat menangis.Berat badan badan lahir lahir 3000 3000 gram, gram, panjangpanjang  badan:ibu pasien lupa.

 badan:ibu pasien lupa.

Kesan : Riwayat antenatal care baik

Kesan : Riwayat antenatal care baik dan persalinan tanpa penyulit.dan persalinan tanpa penyulit.

G. Riwayat perkembangan dan pertumbuhan G. Riwayat perkembangan dan pertumbuhan

Pertumbuhan gigi pertama sekitar 5 bulan Pertumbuhan gigi pertama sekitar 5 bulan Berdiri sekitar 10 bulan

Berdiri sekitar 10 bulan Berjalan sekitar 18 bulan Berjalan sekitar 18 bulan

Berbicara dengan lancar sekitar 2 tahun Berbicara dengan lancar sekitar 2 tahun

Kesan : riwayat pertumbuhan dan perkembangan baik. Kesan : riwayat pertumbuhan dan perkembangan baik.

H.Riwayat imunisasi H.Riwayat imunisasi

Pasien sudah mendapat imunisasi : Pasien sudah mendapat imunisasi :

BCG, DPT I,II,III, Hepatitis I,II,III, Polio I,II,III, Campak  BCG, DPT I,II,III, Hepatitis I,II,III, Polio I,II,III, Campak  Kesan : imunisasi dasar lengkap.

Kesan : imunisasi dasar lengkap.

I. Perumahan dan Sanitasi Lingkungan I. Perumahan dan Sanitasi Lingkungan

Pasien tinggal bersama kedua orangtuanya, paman dan bibinya serta Pasien tinggal bersama kedua orangtuanya, paman dan bibinya serta adiknya dalam 1 rumah. Rumah pasien berupa rumah sederhana dengan adiknya dalam 1 rumah. Rumah pasien berupa rumah sederhana dengan 3 kamar tidur, ventilasi kurang, sehingga sinar matahari sulit masuk, 3 kamar tidur, ventilasi kurang, sehingga sinar matahari sulit masuk, kebersihan kurang, jarak antar rumah berdekatan, pemukiman padat dan kebersihan kurang, jarak antar rumah berdekatan, pemukiman padat dan lokasinya di bantaran kali. Pasokan air bersih sulit didapat

lokasinya di bantaran kali. Pasokan air bersih sulit didapat Kesan : sanitasi kurang

(4)

III.Pemeriksaan fisik tgl 21 juli 2007 III.Pemeriksaan fisik tgl 21 juli 2007 A.

A. Status generalisStatus generalis

Keadaan

Keadaan umum umum : : LemahLemah Kesadaran

Kesadaran : : Somnolen-sopor Somnolen-sopor  Kesan

Kesan Sakit Sakit : : Sakit Sakit beratberat GCS

GCS : : E1M3V2=6E1M3V2=6

Tanda vital Tanda vital

 Nadi

 Nadi : 140x/menit: 140x/menit Suhu

Suhu : : 39,539,5 Frekuensi

Frekuensi napas napas : : 36x/menit36x/menit

Data antropometri: Data antropometri:

Tinggi

Tinggi Badan Badan : 108 : 108 cmcm Berat

Berat Badan Badan : : 15 15 kgkg Lingkar

Lingkar kepala kepala : : 49 49 cmcm Lingkar

Lingkar lengan lengan atas atas : : 15 15 cmcm

Status gizi: (NCHS) Status gizi: (NCHS)

BB/U

BB/U : : 15 15 kg kg X X 100% 100% = = 88,2% 88,2% (Gizi (Gizi baik)baik) 17 kg

17 kg

TB/U

TB/U : : 108cm 108cm X X 100% 100% = = 104.8 104.8 % % ( ( Normal)Normal) 103cm

103cm

BB/TB

BB/TB : : 15 15 X100% X100% = = 83,3% 83,3% (Gizi (Gizi kurang)kurang) 18

(5)

Status Generalis Status Generalis

Kepala

Kepala : : Normocephali, Normocephali, rambut rambut hitam, hitam, tidak tidak mudah mudah dicabut.dicabut. Mata

Mata : : Pupil Pupil bulat bulat isokor, isokor, RCL RCL +/+, +/+, RCTL RCTL +/+, +/+, CA-/-, CA-/-, SI SI -/- -/-Telinga

Telinga : : Normotia, Normotia, serumen-/-, serumen-/-, membran membran timpani timpani sulit sulit dinilaidinilai Hidung

Hidung : : Bentuk Bentuk normal, normal, Sekret Sekret -/-, -/-, nafas nafas cuping cuping hidunghidung –  –  Bibir

Bibir : : Lembab, Lembab, tidak tidak kering, kering, Cyanosis- Cyanosis-Mulut

Mulut : : Gigi Gigi rata, rata, caries-, caries-, Mukosa Mukosa normal, normal, lidah lidah kotor-, kotor-, lidahlidah

tremor-Leher

Leher : : Kaku Kaku kuduk kuduk +, +, trakea trakea lurus lurus di di tengah, tengah, KGB KGB tidak tidak terabateraba membesar 

membesar  Jantung :

Jantung :

 Inspeksi Inspeksi : : Ictus Ictus cordis cordis tidak tidak terlihatterlihat 

 Palpasi Palpasi : : Ictus Ictus cordis cordis teraba teraba pada pada sela sela iga iga V,1-2 V,1-2 cm cm laterallateral

garis mid clavicularis kiri. garis mid clavicularis kiri.

 Perkusi Perkusi : : Batas Batas jantung jantung ka-ki ka-ki normalnormal 

 Auscultasi Auscultasi : : Bunyi Bunyi jantung jantung 1 1 dan dan 2 reguler, 2 reguler, murmur murmur -, -, gallopgallop –  – 

Paru : Paru :

 Inspeksi Inspeksi : : Gerak Gerak napas napas simetris simetris dikedua dikedua hemitorax, hemitorax, retraksiretraksi

sela iga sela iga

-

 Palpasi Palpasi : : Vocal Vocal fremitus fremitus ki-ka ki-ka simetrissimetris 

 Perkusi Perkusi : : Sonor Sonor dikedua dikedua hemitoraxhemitorax 

 Auscultasi Auscultasi : : SN SN vesiculer,Rh-/-,Wh-/-

vesiculer,Rh-/-,Wh-/-Abdomen : Abdomen :

 Inspeksi Inspeksi : : datar, datar, dilatasi dilatasi venavena –  –  

(6)

 Auskultasi Auskultasi : : Bising Bising usus usus + + NN

Ekstremitas : Ekstremitas :

 Atas Atas :Akral :Akral hangat,edema hangat,edema tidak tidak ada, ada, deformitas deformitas tidak tidak ada.ada. 

 Bawah :Akral hangat,edema tidak ada, deformitas tidak ada.Bawah :Akral hangat,edema tidak ada, deformitas tidak ada.

IV.Pemeriksaan neurologis: tgl 30 juli 2007 IV.Pemeriksaan neurologis: tgl 30 juli 2007

GCS:E:1+M:4+V:2=8 GCS:E:1+M:4+V:2=8

Tanda rangsang meningeal: Tanda rangsang meningeal:

kaku kuduk : positif  kaku kuduk : positif 

Brudzinsky I : kanan-kiri negatif  Brudzinsky I : kanan-kiri negatif  Brudzinsky II : kanan-kiri negatif  Brudzinsky II : kanan-kiri negatif 

kerniq : kanan negatif >135°, kiri negatif >135°, kerniq : kanan negatif >135°, kiri negatif >135°,

Reflek Patologis : Reflek Patologis : Kanan Kiri Kanan Kiri Babinsky Babinsky - - --Oppenheim Oppenheim - - --Chaddock Chaddock - - --Schaeffer Schaeffer - - --V.Pemeriksaan Penunjang: V.Pemeriksaan Penunjang: Laboratorium:

Laboratorium: 21 21 juli juli 2007 2007 jam jam 04:39:1004:39:10

Pemeriksaan

Pemeriksaan Hasil Hasil Nilai Nilai NormalNormal HEMATOLOGI DAN

HEMATOLOGI DAN HEMOSTASIS

(7)

Laboratorium:

Laboratorium: 21 21 juli juli 2007 2007 jam jam 12:56:0512:56:05 KIMIA KIMIA ELEKTROLIT ELEKTROLIT  Na  Na K  K  Cl Cl LAIN-LAIN LAIN-LAIN Astrup Astrup PH PH PCO2 PCO2 PO2 PO2 HCO3 HCO3 P2 Saturasi P2 Saturasi BE BE O2 Saturasi O2 Saturasi 121 121 3,09 3,09 98 98 7,603 7,603 33,0 33,0 135,4 135,4 31,3 31,3 10,3 10,3 99,8 99,8 135-147 135-147 3,5-5,0 3,5-5,0 97-108 97-108 7,38-7,44 7,38-7,44 35,0-45,0 35,0-45,0 95,0-100,0 95,0-100,0 21,0-28,0 21,0-28,0 -2,50-2,50 -2,50-2,50 94,0-100,0 94,0-100,0 GDS GDS 141 141 <180<180 Pemeriksaan

Pemeriksaan Hasil Hasil Nilai Nilai NormalNormal HEMATOLOGI DAN HEMATOLOGI DAN HEMOSTASIS HEMOSTASIS Hemoglobin Hemoglobin Hematokrit Hematokrit Lekosit Lekosit Trombosit Trombosit 9,6 9,6 29 29 8000 8000 196.000 196.000 12,0-14,0 12,0-14,0 37-43 37-43 5000-10000 5000-10000 200.000-500.000 200.000-500.000 KIMIA KIMIA ELEKTROLIT ELEKTROLIT  Na  Na K  K  Cl Cl 133 133 3,29 3,29 102 102 135-147 135-147 3,5-5,0 3,5-5,0 97-108 97-108

(8)

Radiologi CT-Scan otak tgl 25 juli 2007 Radiologi CT-Scan otak tgl 25 juli 2007

Hasil :

Hasil : Terdapat gambaran hipodens didaerah lobus frontalis dextra danTerdapat gambaran hipodens didaerah lobus frontalis dextra dan sinistra. Dan Lobus temporoparietalis dextra

sinistra. Dan Lobus temporoparietalis dextra

Kesan : infark didaerah lobus frontal dextra dan sinistra dan lobus Kesan : infark didaerah lobus frontal dextra dan sinistra dan lobus temporoparietal dextra

temporoparietal dextra

Hasil kultur darah tanggal 10 Agustus 2007 : NEGATIF Hasil kultur darah tanggal 10 Agustus 2007 : NEGATIF

VI.Resume

VI.Resume

Pasien seorang anak perempuan berumur 4 th dengan berat badan Pasien seorang anak perempuan berumur 4 th dengan berat badan 15kg datang dengan keluhan kejang 1 jam sebelum masuk Rumah 15kg datang dengan keluhan kejang 1 jam sebelum masuk Rumah Sakit.Pasien kejang 1 kali dengan lama kejang lebih dari 15 menit. Sakit.Pasien kejang 1 kali dengan lama kejang lebih dari 15 menit. Kejang dimulai dari matanya yang mendelik keatas kemudian Kejang dimulai dari matanya yang mendelik keatas kemudian seluruh tubuh. Setelah kejang pasien tidak sadar. Lengan kiri fleksi seluruh tubuh. Setelah kejang pasien tidak sadar. Lengan kiri fleksi spastic dan kaki kiri extensi spastic.

spastic dan kaki kiri extensi spastic.

Pada pemeriksaan fisik ditemukan : Pada pemeriksaan fisik ditemukan :

Keadaan

Keadaan Umum Umum : : LemahLemah Kesadaran

Kesadaran : : Somnolen-sopor Somnolen-sopor  Kesan

Kesan Sakit Sakit : : Sakit Sakit beratberat GCS

GCS : : E1M3V2=6E1M3V2=6

Tanda vital : Tanda vital :  Nadi

 Nadi : 140x/menit : 140x/menit Suhu : 39,5Suhu : 39,5 Frekuensi

Frekuensi napas napas : : 40x/menit40x/menit

Pada pemeriksaan leher ditemukan kaku kuduk  Pada pemeriksaan leher ditemukan kaku kuduk 

(9)

VII.DIAGNOSIS KERJA VII.DIAGNOSIS KERJA Hiponatremia Hiponatremia Hipokalemia Hipokalemia

Ensefalitis e.c Virus Ensefalitis e.c Virus

VII.DIAGNOSIS BANDING VII.DIAGNOSIS BANDING Meningitis Meningitis VIII.PEMERIKSAAN ANJURAN VIII.PEMERIKSAAN ANJURAN 1 EEG 1 EEG 2. Pemeriksaan LCS 2. Pemeriksaan LCS IX.PENATALAKSANAAN IX.PENATALAKSANAAN

IVFD 2A+kcl 3 meq/kolf 14 tts/mnt IVFD 2A+kcl 3 meq/kolf 14 tts/mnt Dexametason 3x1.5mg Dexametason 3x1.5mg Ranitidin 3x15mg Ranitidin 3x15mg Fosmidex 2x500 mg Fosmidex 2x500 mg Sagestam 2x30mg Sagestam 2x30mg Antrain 2x150 mg Antrain 2x150 mg Aminofusin 150 cc Aminofusin 150 cc

(10)

X.

X. FOLLOW UPFOLLOW UP

Ket 21-07-07 Ket 21-07-07 S:

S: Demam Demam +, +, kejang kejang --O: KU O: KU Kesadaran Kesadaran  Nadi  Nadi RR  RR  Suhu Suhu Kepala Kepala Leher  Leher  Mata Mata Jantung Jantung Paru Paru Abdomen Abdomen Ekstremitas Ekstremitas Sakit berat Sakit berat Apatis-somnolen Apatis-somnolen 100 x/mnt 100 x/mnt 40x/mnt 40x/mnt 39,5 C 39,5 C  Normocephali  Normocephali Kaku kuduk + Kaku kuduk + CA -/-, CA -/-,

SI-/-S1S2 reguler, murmur-, S1S2 reguler, murmur-, gallop-SN vesikuler rh -/-, SN vesikuler rh -/-, wh-/-Datar,Supel, BU + Datar,Supel, BU + Akral hangat Akral hangat Pemeriksaan

Pemeriksaan Hasil Hasil Nilai NormalNilai Normal HEMATOLOGI DAN HEMATOLOGI DAN HEMOSTASIS HEMOSTASIS Hemoglobin Hemoglobin Hematokrit Hematokrit Lekosit Lekosit Trombosit Trombosit 10,0 10,0 30 30 12000 12000 223000 223000 12,0-14,0 12,0-14,0 37-43 37-43 5000-10000 5000-10000 200.000-500.000 200.000-500.000 KIMIA KIMIA ELEKTROLIT ELEKTROLIT  Na  Na K  K  Cl Cl LAIN-LAIN LAIN-LAIN Astrup Astrup PH PH PCO2 PCO2 PO2 PO2 HCO3 HCO3 BE BE 121 121 3,09 3,09 98 98 7,603 7,603 33,0 33,0 135,4 135,4 31,3 31,3 135-147 135-147 3,5-5,0 3,5-5,0 97-108 97-108 7,38-7,44 7,38-7,44 35,0-45,0 35,0-45,0 95,0-100,0 95,0-100,0 21,0-28,0 21,0-28,0

(11)

Ket 22-07-07 Ket 22-07-07 S:

S: Demam +, Demam +, keadaan keadaan umum umum menurunmenurun Konsul Dr.Riza jam 19:30

Konsul Dr.Riza jam 19:30

O: KU O: KU Kesadaran Kesadaran  Nadi  Nadi RR  RR  Suhu Suhu Kepala Kepala Leher  Leher  Mata Mata Jantung Jantung Paru Paru Abdomen Abdomen Ekstremitas Ekstremitas Sakit berat Sakit berat Sopor  Sopor  140 x/mnt 140 x/mnt 40 x/mnt 40 x/mnt 39,8 C 39,8 C  Normocephali  Normocephali Kaku kuduk + Kaku kuduk + CA , SI CA , SI

-/-S1S2 reguler, murmur -, gallop S1S2 reguler, murmur -, gallop –  –  SN vesikuler, rh SN vesikuler, rh -/-,wh-/-Datar,Supel, BU + Datar,Supel, BU + Akral hangat Akral hangat Produksi NGT coklat Produksi NGT coklat A: Encephalitis A: Encephalitis P:

P: IVFD 2A+kcl IVFD 2A+kcl 3 3 meq/kolf meq/kolf 14 14 tts/mnttts/mnt Dexametason 3x1.5mg Dexametason 3x1.5mg Ranitidin 3x15mg Ranitidin 3x15mg Fosmidex 2x500 mg Fosmidex 2x500 mg Sagestan 2x30mg Sagestan 2x30mg Antrain 2x150 mg Antrain 2x150 mg Aminofusin 150 cc Aminofusin 150 cc Pemeriksaan

Pemeriksaan Hasil Hasil Nilai Nilai NormalNormal HEMATOLOGI DAN HEMATOLOGI DAN HEMOSTASIS HEMOSTASIS Hemoglobin Hemoglobin Hematokrit Hematokrit Lekosit Lekosit Trombosit Trombosit 8,4 8,4 25 25 6900 6900 196.000 196.000 12,0-14,0 12,0-14,0 37-43 37-43 5000-10000 5000-10000 200.000-500.000 200.000-500.000

(12)

KIMIA KIMIA ELEKTROLIT ELEKTROLIT  Na  Na K  K  Cl Cl LAIN-LAIN LAIN-LAIN Astrup Astrup PH PH PCO2 PCO2 PO2 PO2 HCO3 HCO3 P2 Saturasi P2 Saturasi BE BE O2 Saturasi O2 Saturasi 139 139 3,81 3,81 100 100 7,454 7,454 20,9 20,9 152,7 152,7 14,7 14,7 -9,1 -9,1 99,4 99,4 135-147 135-147 3,5-5,0 3,5-5,0 97-108 97-108 7,38-7,44 7,38-7,44 35,0-45,0 35,0-45,0 95,0-100,0 95,0-100,0 21,0-28,0 21,0-28,0 -2,50-2,50 -2,50-2,50 94,0-100,0 94,0-100,0 GDS GDS 127 127 <180<180 A: encephalitis A: encephalitis P:

P: -Cek -Cek AGD AGD elektrolit,GDS,H2TL(cyto)-lain-lainelektrolit,GDS,H2TL(cyto)-lain-lain lanjut,notropil 3x150

lanjut,notropil 3x150 mg-Konsul hasil lab

Konsul hasil lab

Transfusi PRC 150 cc prelasix 15 mg Transfusi PRC 150 cc prelasix 15 mg Cek ulang astrap

Cek ulang astrap Dexametason stop Dexametason stop Bilas lambung Bilas lambung

(13)

Ket 25-07-07 Ket 25-07-07 S:

S: Demam Demam +, +, kejang kejang --O: KU O: KU Kesadaran Kesadaran  Nadi  Nadi RR  RR  Suhu Suhu Kepala Kepala Leher  Leher  Mata Mata Jantung Jantung Paru Paru Abdomen Abdomen Ekstremitas Ekstremitas Sakit berat Sakit berat sopor  sopor  100 x/mnt 100 x/mnt 32x/mnt 32x/mnt 37,5 C 37,5 C  Normocephali  Normocephali Kaku kuduk + Kaku kuduk + CA -/-, CA -/-,

SI-/-S1S2 reguler, murmur-, S1S2 reguler, murmur-, gallop-SN vesikuler rh -/-, SN vesikuler rh -/-, wh-/-Datar,Supel, BU + Datar,Supel, BU + Akral hangat Akral hangat HEMATOLOGI DAN HEMATOLOGI DAN HEMOSTASIS HEMOSTASIS Hemoglobin Hemoglobin Hematokrit Hematokrit Lekosit Lekosit Trombosit Trombosit 10,7 10,7 31 31 12.700 12.700 125.000 125.000 12,0-14,0 12,0-14,0 37-43 37-43 5000-10000 5000-10000 200.000-500.000 200.000-500.000 FAAL HATI FAAL HATI Albumin Albumin Globulin Globulin Total protein Total protein SGOT SGOT SGPT SGPT FAAL GINJAL FAAL GINJAL Ureum Ureum Kreatinin Kreatinin 2,55 2,55 2,74 2,74 5,29 5,29 215 215 103 103 20 20 0,6 0,6 4,0-5,2 4,0-5,2 1,3-2,7 1,3-2,7 6-8 6-8 10-31 10-31 9-36 9-36 20-40 20-40 0,7-1,5 0,7-1,5

(14)

A: encephalitis

A: encephalitis

P:

P: - - IVFD IVFD KaENIB+KCl KaENIB+KCl 3 3 meq meq 8 8 tts/mnttts/mnt Antrain3x150 mg IV Antrain3x150 mg IV Tripenem 2x500 mg Tripenem 2x500 mg Garamycin 2x30 mg Garamycin 2x30 mg A: Encephalitis A: Encephalitis P:

P: IVFD 2A+kcl IVFD 2A+kcl 3 3 meq/kolf meq/kolf 14 14 tts/mnttts/mnt Dexametason 3x1.5mg Dexametason 3x1.5mg Ranitidin 3x15mg Ranitidin 3x15mg Fosmidex 2x500 mg Fosmidex 2x500 mg Sagestan 2x30mg Sagestan 2x30mg Antrain 2x150 mg Antrain 2x150 mg Aminofusin 150 cc Aminofusin 150 cc Ket 07-08-07 Ket 07-08-07 S:

S: Demam Demam +,mengeram +,mengeram suara suara lebih lebih jelas&sering, jelas&sering, kedua kedua tangan tangan mulai mulai dapatdapat digerakan sedikit,mulai bisa mendengar 

digerakan sedikit,mulai bisa mendengar  O: KU O: KU Kesadaran Kesadaran  Nadi  Nadi RR  RR  Suhu Suhu Kepala Kepala Leher  Leher  Mata Mata Jantung Jantung Paru Paru Abdomen Abdomen Ekstremitas Ekstremitas Baik  Baik  Apatis-sadar  Apatis-sadar  120 x/mnt 120 x/mnt 30 x/mnt 30 x/mnt 38 C 38 C  Normocephali  Normocephali CA -/-, SI -/- CA -/-, SI -/- ,RCL+/+,RCTL+/+,RCL+/+,RCTL+/+ S1S2 reguler, S1S2 reguler, murmur-,gallop-SN vesikuler, rh , wh SN vesikuler, rh , wh -/-Datar,Supel, BU +N Datar,Supel, BU +N

Akral hangat Akral hangat Akral hangat Akral hangat

Pemeriksaan

Pemeriksaan Hasil Hasil Nilai NormalNilai Normal HEMATOLOGI DAN HEMATOLOGI DAN HEMOSTASIS HEMOSTASIS Hemoglobin Hemoglobin Hematokrit Hematokrit Lekosit Lekosit Trombosit Trombosit 11,1 11,1 30 30 7700 7700 271000 271000 12,0-14,0 12,0-14,0 37-43 37-43 5000-10000 5000-10000 200.000-500.000 200.000-500.000

(15)

Ket 11-08-07 Ket 11-08-07 S:

S: Mencret Mencret >5x >5x warna warna kehitaman,isi kehitaman,isi air+ampas,lendir-, air+ampas,lendir-, panas panas tinggitinggi O: KU O: KU Kesadaran Kesadaran  Nadi  Nadi RR  RR  Suhu Suhu Kepala Kepala Leher  Leher  Mata Mata Jantung Jantung Paru Paru Abdomen Abdomen Ekstremitas Ekstremitas Sakit berat Sakit berat Apatis-somnolen Apatis-somnolen 132 x/mnt 132 x/mnt 58x/mnt 58x/mnt 39 C 39 C  Normocephali  Normocephali Kaku kuduk + Kaku kuduk + CA -/-, CA -/-,

SI-/-S1S2 reguler, murmur-, S1S2 reguler, murmur-, gallop-SN vesikuler rh -/-, SN vesikuler rh -/-, wh-/-Datar,Supel, BU + Datar,Supel, BU + Akral hangat Akral hangat pemeriksaan

pemeriksaan Hasil Hasil Nilai NormalNilai Normal HEMATOLOGI DAN HEMATOLOGI DAN HEMOSTASIS HEMOSTASIS Hemoglobin Hemoglobin Hematokrit Hematokrit Lekosit Lekosit Trombosit Trombosit 10,9 10,9 34 34 13.500 13.500 546.000 546.000 12,0-14,0 12,0-14,0 37-43 37-43 5000-10000 5000-10000 200.000-500.000 200.000-500.000 A:

A: Encephalitis Encephalitis + + perdarahan perdarahan GI GI tracttract P:

P: IVFD IVFD KaEN1B+KCL3meq KaEN1B+KCL3meq 8tpm8tpm Tripenem 2x500mg Tripenem 2x500mg Antrain 3x150mg Antrain 3x150mg Garamycin 2x30mg Garamycin 2x30mg Dexametason 2x 1mg IV Dexametason 2x 1mg IV Rantin 2x15 mg Rantin 2x15 mg

(16)

Ket 12-08-07 Ket 12-08-07 S:

S: BAB BAB cair cair >5x/hari, >5x/hari, warna warna kehitaman kehitaman isi isi air+ampas, air+ampas, lendir-, lendir-, panas panas tinggi,tinggi, keluar darah dari NGT

keluar darah dari NGT O: KU O: KU Kesadaran Kesadaran  Nadi  Nadi RR  RR  Suhu Suhu Kepala Kepala Leher  Leher  Mata Mata Jantung Jantung Paru Paru Abdomen Abdomen Ekstremitas Ekstremitas Sakit berat Sakit berat Apatis-somnolen Apatis-somnolen 155 x/mnt 155 x/mnt 56x/mnt 56x/mnt 39, C 39, C  Normocephali  Normocephali Kaku kuduk + Kaku kuduk + CA -/-, CA -/-,

SI-/-S1S2 reguler, murmur-, S1S2 reguler, murmur-, gallop-SN vesikuler rh -/-, SN vesikuler rh -/-, wh-/-Datar,Supel, BU + Datar,Supel, BU + Akral hangat Akral hangat Pemeriksaan

Pemeriksaan Hasil Hasil Nilai NormalNilai Normal HEMATOLOGI DAN HEMATOLOGI DAN HEMOSTASIS HEMOSTASIS Hemoglobin Hemoglobin Hematokrit Hematokrit Lekosit Lekosit Trombosit Trombosit 10,8 10,8 32 32 12400 12400 316000 316000 12,0-14,0 12,0-14,0 37-43 37-43 5000-10000 5000-10000 200.000-500.000 200.000-500.000 KIMIA KIMIA ELEKTROLIT ELEKTROLIT  Na  Na K  K  Cl Cl FAAL HATI FAAL HATI SGOT SGOT SGPT SGPT 136 136 2,84 2,84 97 97 70 70 33 33 135-147 135-147 3,5-5,0 3,5-5,0 97-108 97-108 10-31 10-31 9-36 9-36

(17)

Jam 06:15 Jam 06:15

-Dobuject 8ttm mikro dievaluasi tiap 15 mnt bila tetap atau turun -Dobuject 8ttm mikro dievaluasi tiap 15 mnt bila tetap atau turun tingkatkan 2tts micro max 20 tts micro

tingkatkan 2tts micro max 20 tts micro -Rx lain teruskan -Rx lain teruskan Jam 07:05 Jam 07:05 TD TD 40/palpasi 40/palpasi N: N: 52 52 RR:32RR:32 -- RL loading 150ccRL loading 150cc A: Encephalitis A: Encephalitis P:

P: IVFD IVFD KaEN KaEN 1B 1B +KCL +KCL 3meq 3meq 14ttm14ttm Dexametason 3x1.5mg Dexametason 3x1.5mg Ranitidin 3x15mg Ranitidin 3x15mg Tripenem 2x500mg Tripenem 2x500mg Garamycin 2x30mg Garamycin 2x30mg Antrain 2x150 mg Antrain 2x150 mg  New diatab puyer 3x1  New diatab puyer 3x1

Ket

Ket 13-8-07 13-8-07 jam jam 04:3004:30 S:

S: Kesadaran Kesadaran menurunmenurun O: KU O: KU Kesadaran Kesadaran  Nadi  Nadi RR  RR  Suhu Suhu Kepala Kepala Leher  Leher  Mata Mata Jantung Jantung Paru Paru Abdomen Abdomen Ekstremitas Ekstremitas Sakit berat Sakit berat sopor-koma sopor-koma 152 152 x/mnt x/mnt TD TD 90/6090/60 43x/mnt 43x/mnt 41 C 41 C  Normocephali  Normocephali Kaku kuduk + Kaku kuduk + CA -/-, CA -/-,

SI-/-S1S2 reguler, murmur-, S1S2 reguler, murmur-, gallop-SN vesikuler rh -/-, SN vesikuler rh -/-, wh-/-Datar,Supel, BU + Datar,Supel, BU + Akral hangat Akral hangat A: Encephalitis A: Encephalitis P:

P: IVFD KaEN IVFD KaEN 1B 1B +KCL +KCL 3meq 3meq 14ttm14ttm O2 3lt

O2 3lt

Suction evaluasi (15-60 menit) Suction evaluasi (15-60 menit) Antrain extra 150mg

(18)

ANALISA KASUS ANALISA KASUS

Dari tinjauan pustaka diketahui bahwa diagnosa ense

Dari tinjauan pustaka diketahui bahwa diagnosa ensefalitis dapatfalitis dapat ditegakkan berdasarkan :

ditegakkan berdasarkan : 1.

1. AnamnesisAnamnesis

Pasien datang dengan keluhan kejang.

Pasien datang dengan keluhan kejang. Kejang dimulai dariKejang dimulai dari matanya yang mendelik keatas lalu kejang tangan

matanya yang mendelik keatas lalu kejang tangan dan kaki. Kejangdan kaki. Kejang 1x selama >15 menit. 4 hari

1x selama >15 menit. 4 hari SMRS pasien mengalami panas tinggiSMRS pasien mengalami panas tinggi dan tidak ada respon saat dibangunkan.

dan tidak ada respon saat dibangunkan.

2.

2. Gejala klinisGejala klinis

-- Gejala klinis tidak spesifik pada ensefalitis, tergantung dariGejala klinis tidak spesifik pada ensefalitis, tergantung dari  penyebab dan luas daerah yang terkena.

 penyebab dan luas daerah yang terkena.

-- Gejala bisa bersifat akut atau kronis perlahan-lahan.Gejala bisa bersifat akut atau kronis perlahan-lahan.

-- Pada pasien ini didapatkan gejala-gejala yang bersifat akut,Pada pasien ini didapatkan gejala-gejala yang bersifat akut, yaitu :

yaitu : a.

a.  panas tinggi mendadak (hiperpireksia) panas tinggi mendadak (hiperpireksia)  b.

 b. kesadaran yang kesadaran yang menurun menurun sampai msampai menjadi sopor enjadi sopor  c.

c. kelainan neurologis : kaku kuduk, kejangkelainan neurologis : kaku kuduk, kejang

Pada penderita ensefalitis kadang-kadang disertai Pada penderita ensefalitis kadang-kadang disertai kaku kuduk apabila infeksi dari virus sudah

kaku kuduk apabila infeksi dari virus sudah mengenai meningen.

mengenai meningen.

3.

3. Pemeriksaan penunjang :Pemeriksaan penunjang :

-Pada pasien ini telah diperiksa kultur d

-Pada pasien ini telah diperiksa kultur darah dan hasilnyaarah dan hasilnya  NEGATIF artinya penyebab encephaliti

(19)

- Pada pasien ini tidak dilakukan pemeriksaan penunjang yang - Pada pasien ini tidak dilakukan pemeriksaan penunjang yang dapat membantu diagnosis pasien seperti pungsi lumbal untuk  dapat membantu diagnosis pasien seperti pungsi lumbal untuk   pemeriksaan cairan cerebrospinal ataupun EEG.

 pemeriksaan cairan cerebrospinal ataupun EEG. Walaupun bukanWalaupun bukan merupakan diagnosis pasti pada ensefalitis.

merupakan diagnosis pasti pada ensefalitis. Penatalaksanaan

Penatalaksanaan 1.

1. Perawatan ICUPerawatan ICU

Pasien harus mendapatkan perawatan dalam ICU karena keadaan Pasien harus mendapatkan perawatan dalam ICU karena keadaan umumnya yang sakit berat dan kesadaran yang menurun dengan umumnya yang sakit berat dan kesadaran yang menurun dengan disertai dispnoe.

disertai dispnoe. 2.

2. MedikamentosaMedikamentosa

Kausatif : diberikan apabila jenis virus

Kausatif : diberikan apabila jenis virus diketahui, misalnyadiketahui, misalnya ensefalitis herpes simpleks dengan asiklovir 30

ensefalitis herpes simpleks dengan asiklovir 30 mg/kg BB/harimg/kg BB/hari dibagi dalam 3 dosis secara intravena perlahan-lahan diberikan dibagi dalam 3 dosis secara intravena perlahan-lahan diberikan selama 10 hari.

selama 10 hari. 3.

3. Suportif Suportif 

Sebagian besar pengobatan ensefalitis adalah pengobatan non Sebagian besar pengobatan ensefalitis adalah pengobatan non spesifik yang bertujuan untuk mempertahankan fungsi tubuh. spesifik yang bertujuan untuk mempertahankan fungsi tubuh. Metamizol Na (Antrain) untuk mengatasi kejang demamnya. Metamizol Na (Antrain) untuk mengatasi kejang demamnya. Meronem dan garamicin sebagai antibiotic profilaksis.

Meronem dan garamicin sebagai antibiotic profilaksis.

Kortikosteroid (Dexamethason) untuk mengurangi pembengkakan Kortikosteroid (Dexamethason) untuk mengurangi pembengkakan otak. Ranitidin untuk mencegah iritasi/ ulkus pada lambung

otak. Ranitidin untuk mencegah iritasi/ ulkus pada lambung yangyang kosong. kosong. Hasil Lab: Hasil Lab: 1. 1. Hb 9,6Hb 9,6

Hb turun kemungkinan karena pasien kurang mendapat asupan Hb turun kemungkinan karena pasien kurang mendapat asupan

(20)

2.

2.  Na Na2+2+ 121121

Kemungkinan karena pasien sering muntah Kemungkinan karena pasien sering muntah

Koreksi : Nacl 3% dengan tujuan untuk meningkatkan kadar Na Koreksi : Nacl 3% dengan tujuan untuk meningkatkan kadar Na serum menjadi normal

serum menjadi normal 3.

3. K K ++ 3,093,09

Kebutuhan K 

Kebutuhan K ++= 2,5 meqxBB/hari= 2,5 meqxBB/hari Jadi kebutuhan K 

Jadi kebutuhan K ++= 2,5 meqx15= 37,5 meq/hari= 2,5 meqx15= 37,5 meq/hari Koreksi kalium dilakukan per 8jam

Koreksi kalium dilakukan per 8jam K 

K ++= ΔKx0,6xBB= ΔKx0,6xBB K 

K ++== ((4-3,09)x0,6x15= 8,194-3,09)x0,6x15= 8,19 Koreksi 8 jam pertama 8,19

Koreksi 8 jam pertama 8,19 +12,5= 20.69meq/8jam+12,5= 20.69meq/8jam 4. 4. PH 7,603PH 7,603 HCO3 31,8 HCO3 31,8 BE 10,3 BE 10,3 Berdasarkan px Lab p

Berdasarkan px Lab pasien menderita Alkalosis Metabolik asien menderita Alkalosis Metabolik  Koreksi :

(21)

LAIN-LAIN LAIN-LAIN Astrup Astrup PH PH PCO2 PCO2 PO2 PO2 HCO3 HCO3 P2 Saturasi P2 Saturasi BE BE O2 Saturasi O2 Saturasi Eritrosit Eritrosit VER(MCV) VER(MCV) HER(MCH) HER(MCH) KHER(MCHC) KHER(MCHC) Hitung jenis Hitung jenis Basofil Basofil Eusinofil Eusinofil Batang Batang Segmen Segmen Limfosit Limfosit Monosit Monosit LED LED 7,446 7,446 36,5 36,5 136,8 136,8 24,6 24,6 0,5 0,5 98,8 98,8 3,26 3,26 83 83 27 27 33 33 0 0 1 1 1 1 70 70 20 20 8 8 60 60 7,40-7,50 7,40-7,50 35,0-45,0 35,0-45,0 95,0-100,0 95,0-100,0 21,0-28,0 21,0-28,0 -2,50-2,50 -2,50-2,50 85,0-95,0 85,0-95,0 4,0-5,0 4,0-5,0 82-93 82-93 27-31 27-31 32-36 32-36 0-1 0-1 1-3 1-3 2-6 2-6 50-70 50-70 20-40 20-40 2-8 2-8 < 15 < 15 mmHg mmHg mmHg mmHg meq/L meq/L meq/L meq/L % % pemeriksaan

(22)

Laboratorium

Laboratorium :24-Juli-07 :24-Juli-07 jam jam 12:3212:32

HEMATOLOGI DAN HEMATOLOGI DAN HEMOSTASIS HEMOSTASIS Hemoglobin Hemoglobin Hematokrit Hematokrit Lekosit Lekosit Trombosit Trombosit 11,2 11,2 33 33 8.700 8.700 222.000 222.000 12,0-14,0 12,0-14,0 37-43 37-43 5000-10000 5000-10000 200.000-500.000 500.000 g/dl g/dl % % // μLμL URIN LENGKAP URIN LENGKAP Warna Warna Berat jenis Berat jenis PH PH Albumin Albumin Glukosa Glukosa Keton Keton Bilirubin Bilirubin Darah samar  Darah samar   Nitrit  Nitrit Urobilinogen Urobilinogen SEDIMEN : SEDIMEN : Leukosit Leukosit Eritrosit Eritrosit Silinder  Silinder  Epitel Epitel Bakteri Bakteri KRISTAL : KRISTAL : Ca Oksalat Ca Oksalat Karbonat Karbonat Fosfat Fosfat Asam urat Asam urat Amorf  Amorf  Sel ragi Sel ragi Kuning keruh Kuning keruh 1020 1020 7,0 7,0 2+ 2+ --2+ 2+ 1+ 1+ --1,0 1,0 1-2 1-2 0-1 0-1 --1+ 1+ --1,003-1,030 1,003-1,030 4,6-8,5 4,6-8,5 --0,1-1,0 0,1-1,0 < 10 < 10 < 1 < 1

(23)

Laboratorium

Laboratorium : : 25-Juli-07 25-Juli-07 Jam Jam : : 12:47:2212:47:22

Laboratorium

Laboratorium : : 03-Agustus-07 03-Agustus-07 Jam Jam : : 11:52:1411:52:14

Laboratorium

Laboratorium :05-Agustus-07 :05-Agustus-07 Jam Jam 09:23:0509:23:05

HEMATOLOGI DAN HEMATOLOGI DAN HEMOSTASIS HEMOSTASIS Hemoglobin Hemoglobin Hematokrit Hematokrit Lekosit Lekosit Trombosit Trombosit 10,7 10,7 31 31 12.700 12.700 125.000 125.000 12,0-14,0 12,0-14,0 37-43 37-43 5000-10000 5000-10000 200.000-500.000 500.000 g/dl g/dl % % // μLμL FAAL HATI FAAL HATI Albumin Albumin Globulin Globulin Total protein Total protein SGOT SGOT SGPT SGPT FAAL GINJAL FAAL GINJAL Ureum Ureum Kreatinin Kreatinin 2,55 2,55 2,74 2,74 5,29 5,29 215 215 103 103 20 20 0,6 0,6 4,0-5,2 4,0-5,2 1,3-2,7 1,3-2,7 6-8 6-8 10-31 10-31 9-36 9-36 20-40 20-40 0,7-1,5 0,7-1,5 g/dl g/dl g/dl g/dl g/dl g/dl u/l u/l u/l u/l mg/dl mg/dl mg/dl mg/dl pemeriksaan

pemeriksaan Hasil Hasil Nilai Nilai Normal Normal SatuanSatuan IMUNO SEROLOGI

IMUNO SEROLOGI

CRP

(24)

Laboratorium

Laboratorium : : 11-Agustus-07 11-Agustus-07 Jam Jam 10:59:5610:59:56

Laboratorium

Laboratorium 12-agustus-07 12-agustus-07 Jam Jam 12:02:1912:02:19 HEMATOLOGI DAN HEMATOLOGI DAN HEMOSTASIS HEMOSTASIS Hemoglobin Hemoglobin Hematokrit Hematokrit Lekosit Lekosit Trombosit Trombosit 7,2 7,2 72 72 4.900 4.900 81.000 81.000 12,0-14,0 12,0-14,0 37-43 37-43 5000-10000 5000-10000 200.000-500.000 500.000 g/dl g/dl % % // μLμL FAAL HATI FAAL HATI SGOT SGOT SGPT SGPT 62 62 40 40 10-31 10-31 9-36 9-36 u/l u/l u/l u/l pemeriksaan

pemeriksaan Hasil Hasil Nilai Nilai Normal Normal SatuanSatuan HEMATOLOGI DAN HEMATOLOGI DAN HEMOSTASIS HEMOSTASIS Hemoglobin Hemoglobin Hematokrit Hematokrit Lekosit Lekosit Trombosit Trombosit 10,9 10,9 34 34 13.500 13.500 346.000 346.000 12,0-14,0 12,0-14,0 37-43 37-43 5000-10000 5000-10000 200.000-500.000 500.000 g/dl g/dl % % // μLμL

(25)

23-07-07

23-07-07 24-07-07 24-07-07 2525-07-07 -07-07 26-07-0726-07-07 S:

S: Panas+ Panas+ Panas+,tidak BABPanas+,tidak BAB 6hr,Kadang batuk. 6hr,Kadang batuk. Demam +, kejang-, Demam +, kejang-, Belum BAB 7 Belum BAB 7 hr,Batuk kdg-kdg hr,Batuk kdg-kdg Konsul Dr.Riza Konsul Dr.Riza  jam 08:30  jam 08:30 K/U menurun K/U menurun O: O: KU KU Kesadaran Kesadaran  Nadi  Nadi RR  RR  Suhu Suhu Kepala Kepala Mata Mata Jantung Jantung Paru Paru Abdomen Abdomen Ekstremitas Ekstremitas Sakit sedang Sakit sedang cm-Apatis cm-Apatis 128 x/mnt 128 x/mnt 52 x/mnt 52 x/mnt 38 C 38 C  Normocephali  Normocephali CA , SI CA , SI -/-S1S2 reguler, S1S2 reguler, murmur-, murmur-, gallop-SN vesikuler, rh SN vesikuler, rh , wh , wh -/-Datar,Supel, BU+ Datar,Supel, BU+ Akral hangat Akral hangat Sakit sedang Sakit sedang Apatis Apatis 110 x/mnt 110 x/mnt 36 x/mnt 36 x/mnt 36,7 C 36,7 C  Normocephali  Normocephali CA , SI CA , SI -/-S1S2 reguler, S1S2 reguler, murmur-, murmur-, gallop-SN vesikuler, rh -/-, SN vesikuler, rh -/-, wh wh -/-Cekung,Supel, BU + Cekung,Supel, BU + Akral hangat Akral hangat Sakit sedang Sakit sedang Apatis Apatis 100 x/mnt 100 x/mnt 32 x/mnt 32 x/mnt 37,2 C 37,2 C  Normocephali  Normocephali CA , SI CA , SI -/-S1S2 reguler, murmur, S1S2 reguler, murmur, gallop-SN vesikuler, rh -/-, SN vesikuler, rh -/-, wh-/-Datar,Supel, BU + Datar,Supel, BU + Akral hangat Akral hangat Sakit berat Sakit berat Somnolen-Sopor  Somnolen-Sopor  120x/mnt 120x/mnt 30 x/mnt 30 x/mnt 38,8 C 38,8 C  Normocephali  Normocephali CA , SI CA , SI -/-S1S2 reguler, S1S2 reguler, murmur-,gallop-SN vesikuler,rh -/-, SN vesikuler,rh -/-, wh wh -/-Datar,Supel, BU + Datar,Supel, BU + Akral dingin Akral dingin A:

A: encephalitis encephalitis encephalitis encephalitis Encephalitis Encephalitis EncephalitisEncephalitis

HEMATOLOGI DAN HEMATOLOGI DAN HEMOSTASIS HEMOSTASIS Hemoglobin Hemoglobin Hematokrit Hematokrit Lekosit Lekosit Trombosit Trombosit 10,8 10,8 32 32 12.400 12.400 316.000 316.000 12,0-14,0 12,0-14,0 37-43 37-43 5000-10000 5000-10000 200.000-500.000 500.000 g/dl g/dl % % // μLμL FAAL HATI FAAL HATI SGOT SGOT SGPT SGPT ELEKTROLIT ELEKTROLIT  Na  Na K  K  Cl Cl 70 70 33 33 136 136 2,84 2,84 97 97 10-31 10-31 9-36 9-36 135-147 135-147 3,5-5,0 3,5-5,0 97-108 97-108 u/l u/l u/l u/l mmol/l mmol/l mmol/l mmol/l mmol/l mmol/l

(26)

mg IV mg IV Sagestam 2x30mg Sagestam 2x30mg IV IV  Notrofil 3x150 mg  Notrofil 3x150 mg Antrein 2x150 mg Antrein 2x150 mg IV IV Sagestam 2x30 mg Sagestam 2x30 mg Syrup mucin 3xcth Syrup mucin 3xcth Bilas lambung Bilas lambung CT-scan CT-scan Aminofesin 150 cc/2 Aminofesin 150 cc/2 hr  hr  Sagestam 2x30 mg Sagestam 2x30 mg Syrup mucin Syrup mucin 3xcth(viasonde) 3xcth(viasonde) Aminofusin 150 cc/2 Aminofusin 150 cc/2 hr  hr  Antrain3x150 mg IV Antrain3x150 mg IV Ranitidin 3x15 mg IV Ranitidin 3x15 mg IV  Notrofil 3x150 mg IV  Notrofil 3x150 mg IV Luminal 1x30 mg Luminal 1x30 mg Bilas lambung dengan Bilas lambung dengan  NaCl 0,9 Bila jernih  NaCl 0,9 Bila jernih  beri d5%  beri d5% 4x40 cc 4x40 cc Extimon 3x500 mg Extimon 3x500 mg IV IV Sagestam 2x30 mg Sagestam 2x30 mg Syrup mucin Syrup mucin 3xcth(viasonde) 3xcth(viasonde) Aminofusin 150 Aminofusin 150 cc/2 hr  cc/2 hr  Antrain3x150 mg Antrain3x150 mg IV IV Ranitidin 3x15 mg Ranitidin 3x15 mg IV IV  Notrofil 3x150 mg  Notrofil 3x150 mg IV IV Luminal 1x30 mg Luminal 1x30 mg Bilas lambung Bilas lambung dengan NaCl 0,9 dengan NaCl 0,9 Bila jernih beri Bila jernih beri d5% 4x40 cc d5% 4x40 cc Keterangan

Keterangan Baca Baca CT-scanCT-scan

Kesan : terdapat infark  Kesan : terdapat infark  di daerah lobus

di daerah lobus

frontalis kanan kiri,dan frontalis kanan kiri,dan temporoparietalis ka temporoparietalis ka Jawaban konsul Jawaban konsul Dr.Riza loding Dr.Riza loding RL150 cc RL150 cc Antrain Antrain 27-07-07 27-07-07 28-07-07 28-07-07 06-08-07 06-08-07 07-08-0707-08-07 S: Demam S: Demam –  – ,sdh bs,sdh bs  berkata setengah  berkata setengah kata kata Demam↑↓,gerakan Demam↑↓,gerakan mata

mata +, +, adaada  perbaikan,sudah  perbaikan,sudah mulai merintih. mulai merintih. Demam +,Batuk  Demam +,Batuk  +,sesak +,Muntah +,sesak +,Muntah +,mengeram + +,mengeram + Demam Demam +,mengeram suara +,mengeram suara lebih jelas&sering, lebih jelas&sering, kedua tangan kedua tangan mulai dapat mulai dapat digerakan digerakan sedikit,mulai bisa sedikit,mulai bisa mendengar  mendengar  O: O: KU KU Kesadaran Kesadaran  Nadi  Nadi RR  RR  Suhu Suhu Kepala Kepala Mata Mata Sakit sedang Sakit sedang CM CM 120 x/mnt 120 x/mnt 40 x/mnt 40 x/mnt 37 37 CC  Normocephali  Normocephali CA , SI CA , SI -/-,RCL+/+,RCTL+/ ,RCL+/+,RCTL+/ Sakit sedang Sakit sedang CM CM 120 x/mnt 120 x/mnt 40 x/mnt 40 x/mnt 37 37 CC  Normocephali  Normocephali CA , SI CA , SI -/-,RCL+/+,RCTL+/+ ,RCL+/+,RCTL+/+ Sakit sedang Sakit sedang 100 x/mnt 100 x/mnt 52 x/mnt 52 x/mnt 38 C 38 C  Normocephali  Normocephali CA , SI CA , SI -/-,RCL+/+,RCTL+/+ ,RCL+/+,RCTL+/+

(27)

Ekstremitas

Ekstremitas Datar,Supel, Datar,Supel, BU BU ++ ↑ ↑ Akral Akral hangat,spastic,dek  hangat,spastic,dek  ubitus + ubitus + Akral Akral hangat,spastic,dekub hangat,spastic,dekub itus + itus + Akral hangat,spastic. Akral hangat,spastic. A:

A: Encephalitis Encephalitis encephalitis encephalitis encephalitiencephalitiss

P: IVFD P: IVFD KaENIB+KCl 3 KaENIB+KCl 3 meq 10 tts/mnt meq 10 tts/mnt Extimon 3x500 mg Extimon 3x500 mg IV IV Sagestam 2x30 mg Sagestam 2x30 mg Syrup mucin Syrup mucin 3xcth(viasonde) 3xcth(viasonde) Aminofusin 150 Aminofusin 150 cc/2 hr  cc/2 hr  Antrain3x150 mg Antrain3x150 mg IV IV Ranitidin 3x15 mg Ranitidin 3x15 mg IV IV  Notrofil 3x150 mg  Notrofil 3x150 mg IV IV Luminal 1x30 mg Luminal 1x30 mg Bilas lambung Bilas lambung 3x/hari dengan 3x/hari dengan  NaCl 0,9 Bila  NaCl 0,9 Bila  jernih beri d5%  jernih beri d5% 6x50 cc 6x50 cc Fusikom Fusikom IVFD KaENIB+KCl IVFD KaENIB+KCl 3 meq 10 tts/mnt 3 meq 10 tts/mnt Extimon 3x500 mg Extimon 3x500 mg IV IV Sagestam 2x30 mg Sagestam 2x30 mg Syrup mucin Syrup mucin 3xcth(viasonde) 3xcth(viasonde) Aminofusin 150 cc/2 Aminofusin 150 cc/2 hr  hr  Antrain3x150 mg IV Antrain3x150 mg IV Ranitidin oral Ranitidin oral  Notrofil oral  Notrofil oral Luminal 1x30 mg Luminal 1x30 mg Bilas lambung Bilas lambung

3x/hari dengan NaCl 3x/hari dengan NaCl 0,9 Bila jernih beri 0,9 Bila jernih beri d5% 6x50 cc d5% 6x50 cc Fusikom Fusikom IVFD KaENIB+KCl 3 IVFD KaENIB+KCl 3 meq 8 tts/mnt meq 8 tts/mnt Antrain3x150 mg IV Antrain3x150 mg IV Seftazidime 3x500 mg Seftazidime 3x500 mg Garamycin 2x30 mg Garamycin 2x30 mg Keterangan

Keterangan Terpasang Terpasang DC,O2DC,O2  Nasal,Coba  Nasal,Coba minum. minum. Konsul : Konsul : HB 7,2 HB 7,2 HT 22% HT 22% Trombo 81000 Trombo 81000 Leukosit 4900 Leukosit 4900 R/PRC 2X150 mg R/PRC 2X150 mg Prelasix 15 mg Prelasix 15 mg Tripenem 2x500 mg Tripenem 2x500 mg 10-08-07 10-08-07 12-08-07 12-08-07 12-08-07 12-08-07 13-08-07 13-08-07 jam jam 4:304:30 S: S: Demam +↓↑,Demam +↓↑, muntah-,kejang-,batuk -,BAB ,batuk -,BAB

BAB cair lebih dari BAB cair lebih dari 5x/hari,ampas 5x/hari,ampas +,lendir +,lendir -,darah-Konsul jam 11:00 Konsul jam 11:00 Dr.Riza Dr.Riza

Keluar darah dari NGT Keluar darah dari NGT

Kesadaran ↓, Kesadaran ↓,

(28)

digerakan sedikit digerakan sedikit O: O: KU KU Kesadaran Kesadaran  Nadi  Nadi RR  RR  Suhu Suhu Kepala Kepala Mata Mata Jantung Jantung Paru Paru Abdomen Abdomen Ekstremitas Ekstremitas Baik  Baik  Apatis-sadar  Apatis-sadar  152 x/mnt 152 x/mnt 76 x/mnt 76 x/mnt 38,9 C 38,9 C  Normocephali  Normocephali CA , SI CA , SI -/-,RCL+/+,RCTL+/ ,RCL+/+,RCTL+/ + S1S2 reguler, + S1S2 reguler, murmur-, murmur-, gallop-SN vesikuler, rh SN vesikuler, rh , wh , wh -/-Datar,Supel,BU Datar,Supel,BU+ ↑+ ↑ Akral Akral hangat,spastic 9 c hangat,spastic 9 c Lemah Lemah Apatis Apatis 155 x/mnt 155 x/mnt 56 x/mnt 56 x/mnt 39 C 39 C  Normocephali  Normocephali CA , SI CA , SI -/-,RCL+/+,RCTL+/+ ,RCL+/+,RCTL+/+ S1S2 reguler, S1S2 reguler, murmur-, murmur-, gallop-SN vesikuler, rh -/-, SN vesikuler, rh -/-, wh wh -/-Datar,Supel, BU + ↑ Datar,Supel, BU + ↑ Akral hangat,spastic Akral hangat,spastic 9 C 9 C Lemah Lemah Apatis-CM Apatis-CM 165 165 x/mnt x/mnt (lemah)(lemah) 33 x/mnt 33 x/mnt 39,2 C 39,2 C  Normocephali  Normocephali CA , SI CA , SI -/-,RCL+/+,RCTL+/+ ,RCL+/+,RCTL+/+ S1S2 reguler, murmur-, S1S2 reguler, murmur-, gallop-SN vesikuler, rh -/-, wh SN vesikuler, rh -/-, wh -/-Datar,Supel, BU + ↑ Datar,Supel, BU + ↑ Akral hangat,spastic Akral hangat,spastic 9 C 9 C Sakit berat Sakit berat Sofor-koma Sofor-koma 152 x/mnt 152 x/mnt 43 x/mnt 43 x/mnt 41,5 C 41,5 C  Normocephali  Normocephali CA , SI CA , SI -/-,RCL+/+,RCTL+/ ,RCL+/+,RCTL+/ + S1S2 reguler, + S1S2 reguler, murmur-, murmur-, gallop-SN vesikuler, rh SN vesikuler, rh , wh , wh -/-Datar,Supel,BU Datar,Supel,BU+ ↑+ ↑ Akra hangat Akra hangat spastic 9 C spastic 9 C A:

A: Encephalitis Encephalitis encephalitis encephalitis Encephalitis Encephalitis encephalitisencephalitis

P: IVFD P: IVFD KaENIB+KCl 3 KaENIB+KCl 3 meq 8 tts/mnt meq 8 tts/mnt Antrain3x150 mg Antrain3x150 mg IV IV Tripenem 2x500 Tripenem 2x500 mg mg Garamycin 2x30 Garamycin 2x30 mg mg Dexametason Dexametason 2x1mg 2x1mg Ramitidin 2x15 Ramitidin 2x15 mg mg

Susu ganti dancow Susu ganti dancow 8x150 cc 8x150 cc Cek albumin,CRP Cek albumin,CRP IVFD IVFD KaENIB+KCl 3 meq KaENIB+KCl 3 meq 8 tts/mnt 8 tts/mnt Antrain3x150 mg IV Antrain3x150 mg IV Tripenem 2x500 mg Tripenem 2x500 mg Garamycin 2x30 mg Garamycin 2x30 mg Dexametason Dexametason 2x1mg 2x1mg Ramitidin 2x15 mg Ramitidin 2x15 mg  New diatab puyer   New diatab puyer 

3x1 3x1 IVFD KaENIB+KCl 3 IVFD KaENIB+KCl 3 meq 14 tts/mnt meq 14 tts/mnt Antrain3x150 mg IV Antrain3x150 mg IV Tripenem 2x500 mg Tripenem 2x500 mg Garamycin 2x30 mg Garamycin 2x30 mg Ramitidin 2x15 mg Ramitidin 2x15 mg  New diatab puyer 3x1  New diatab puyer 3x1 Dexametason Dexametason 2x1mg-STOP STOP Aminofusin pedriatic Aminofusin pedriatic 150 cc 150 cc Puasa,periksa H2TL Puasa,periksa H2TL ,SGOT ,SGOT SGPT. SGPT. O2 3-4liter  O2 3-4liter  Suction /evaluasi Suction /evaluasi slim(15-60 menit) slim(15-60 menit) Antrein 150 mg Antrein 150 mg Dobuject 8 tts Dobuject 8 tts micro dievaluasi micro dievaluasi tiao 15 menit,bila tiao 15 menit,bila tetap/turun tetap/turun tingkatkan 2 tts tingkatkan 2 tts micro max dosis micro max dosis 20 tts micro. 20 tts micro.

terapi lain teruskan terapi lain teruskan

Keterangan

Keterangan Lab Lab :: HB 11,1 HB 11,1 HT 33 % HT 33 % Leukosit 7700 Leukosit 7700 Trombo 271000 Trombo 271000 Hasil

Hasil kultur kultur

--Lab : Lab : Leukosit 13500 Leukosit 13500 Trombo 140000 Trombo 140000 HT 34 % HT 34 % HB 10,9 HB 10,9 Lab : Lab : HB 10,8 HB 10,8 Leukosit 12400 Leukosit 12400 Trombo 316000 Trombo 316000 HT 32 % HT 32 % SGOT 70 SGOT 70 SGPT 33 SGPT 33 Jam Jam 7:05 7:05 :: TD : 40/Palpasi TD : 40/Palpasi  N 92  N 92 R 32 R 32 Terapi : Terapi : RL 150 tts/mnt RL 150 tts/mnt Loading Loading Terapi lain di Terapi lain di teruskan teruskan Jam 08:55 : Jam 08:55 :

(29)

Pemeriksaan neurologis : ( 30 juli 2007 ) Pemeriksaan neurologis : ( 30 juli 2007 )

Pemeriksaan neurologis: Pemeriksaan neurologis: Tanda rangsang meningeal: Tanda rangsang meningeal: kaku kuduk : positif 

kaku kuduk : positif 

Brudzinsky I : kanan-kiri negatif  Brudzinsky I : kanan-kiri negatif  Brudzinsky II : kanan-kiri negatif  Brudzinsky II : kanan-kiri negatif  Refleks patologis Refleks patologis Kanan Kiri Kanan Kiri Babinsky Babinsky - - --Oppenheim Oppenheim - - --Achilles Achilles - - --ANALISA KASUS ANALISA KASUS

Dari tinjauan pustaka diketahui bahwa diagnosa ensefalitis dapat Dari tinjauan pustaka diketahui bahwa diagnosa ensefalitis dapat ditegakkan berdasarkan :

ditegakkan berdasarkan : Anamnesis

Anamnesis

kejang

kejang sampai sampai 3 3 kali kali dengan dengan lama lama kejang kejang kurang kurang dari dari 1515 menit. kejang dimulai dari matanya yang mendelik keatas yang menit. kejang dimulai dari matanya yang mendelik keatas yang kemudian kejang seluruh tubuh.

kemudian kejang seluruh tubuh. kesadaran pasien menurun.

kesadaran pasien menurun.

Panas tinggi mulai terjadi 3 jam sebelum masuk Panas tinggi mulai terjadi 3 jam sebelum masuk RS.RS.

Dari pasien ini diduga penyebab encephalitis adalah bakteri dari riwayat Dari pasien ini diduga penyebab encephalitis adalah bakteri dari riwayat

 pasien  pasien

(30)

Gejala klinis Gejala klinis

Gejala klinis tidak spesifik pada ensefalitis, tergantung dari penyebab dan Gejala klinis tidak spesifik pada ensefalitis, tergantung dari penyebab dan luas daerah yang terkena.

luas daerah yang terkena.

Gejala bisa bersifat akut atau kronis perlahan-lahan. Gejala bisa bersifat akut atau kronis perlahan-lahan. Pada pasien ini didapatkan gejala-gejala

Pada pasien ini didapatkan gejala-gejala yang bersifat akut, yaitu :yang bersifat akut, yaitu :  panas tinggi (hiperpireksia)

 panas tinggi (hiperpireksia) kesadaran yang

kesadaran yang menurun menurun sampai msampai menjadi sopor enjadi sopor  kelainan neurologis : kaku kuduk, kejang

kelainan neurologis : kaku kuduk, kejang

Tanda rangsang meningeal positif sehingga menunjukkan kerusakan Tanda rangsang meningeal positif sehingga menunjukkan kerusakan sudah mencapai meningen sehingga bias juga disebut sebagai sudah mencapai meningen sehingga bias juga disebut sebagai meningoencefalitis

meningoencefalitis

Pemeriksaan penunjang : Pemeriksaan penunjang :

Pada pasien ini terdapat peningkatan leukosit pada pemeriksaan darah Pada pasien ini terdapat peningkatan leukosit pada pemeriksaan darah lengkap yang bisa menunjukkan adanya proses infeksi.

lengkap yang bisa menunjukkan adanya proses infeksi.

Pada pasien ini tidak dilakukan pemeriksaan penunjang yang dapat Pada pasien ini tidak dilakukan pemeriksaan penunjang yang dapat membantu diagnosis pasien seperti pungsi lumbal untuk pemeriksaan membantu diagnosis pasien seperti pungsi lumbal untuk pemeriksaan cairan cerebrospinal ataupun EEG. Walaupun bukan merupakan cairan cerebrospinal ataupun EEG. Walaupun bukan merupakan diagnosis pasti pada Meningoensefalitis.

(31)

TINJAUAN PUSTAKA TINJAUAN PUSTAKA ENSEFALITIS ENSEFALITIS PENDAHULUAN PENDAHULUAN

Ensefalitis adalah suatu infeksi jaringan otak oleh berbagai macam Ensefalitis adalah suatu infeksi jaringan otak oleh berbagai macam mikro-organisme. Misalnya bakteria, protozoa, cacing, jamur, spirokaeta mikro-organisme. Misalnya bakteria, protozoa, cacing, jamur, spirokaeta dan virus.Penyebab yang terpenting dan tersering adalah virus. Berbagai dan virus.Penyebab yang terpenting dan tersering adalah virus. Berbagai  jenis

 jenis virus virus dapat dapat menimbulkan menimbulkan ensefalitis, ensefalitis, meskipun meskipun gejala gejala klinisnyaklinisnya sama. Sesuai dengan jenis virus dan epidemiologinya, diketahui berbagai sama. Sesuai dengan jenis virus dan epidemiologinya, diketahui berbagai macam ensefalitis virus. Dari beberapa jenis virus yang dapat macam ensefalitis virus. Dari beberapa jenis virus yang dapat menyebabkan ensefalitis, satu yang paling sering dan berbahaya adalah menyebabkan ensefalitis, satu yang paling sering dan berbahaya adalah Virus Herpes Simpleks (VHS). Infeksi Herpes Simpleks pada susunan Virus Herpes Simpleks (VHS). Infeksi Herpes Simpleks pada susunan saraf pusat sering berakibat fatal.encefalitis yang menunjukkan gejala saraf pusat sering berakibat fatal.encefalitis yang menunjukkan gejala tanda rangsang meningeal positif bisa disebut sebagai meninoencefalitis tanda rangsang meningeal positif bisa disebut sebagai meninoencefalitis karena kerusakan telah mengenai meningen.

karena kerusakan telah mengenai meningen.

EPIDEMIOLOGI EPIDEMIOLOGI

Virus Herpes Simpleks Virus Herpes Simpleks

Angka kejadian di Amerika Serikat 1 dalam 250.000-500.000 per tahun. Angka kejadian di Amerika Serikat 1 dalam 250.000-500.000 per tahun. Virus Herpes Simpleks terdiri dari 2 tipe, yaitu VHS tipe 1 dan VHS tipe Virus Herpes Simpleks terdiri dari 2 tipe, yaitu VHS tipe 1 dan VHS tipe 2. VHS tipe 1 menyebabkan ensefalitis terutama pada anak, sedangkan 2. VHS tipe 1 menyebabkan ensefalitis terutama pada anak, sedangkan VHS tipe 2 menyebabkan infeksi pada neonatus.

VHS tipe 2 menyebabkan infeksi pada neonatus. Angka kejadiannya berkisar 1 per1000.

(32)

ETIOLOGI ETIOLOGI

Klasifikasi ensefalitis berdasarkan cara virus tersebut menginfeksi otak : Klasifikasi ensefalitis berdasarkan cara virus tersebut menginfeksi otak : Ensefalitis Primer 

Ensefalitis Primer 

 Infeksi virus yang bersifat epidemik Infeksi virus yang bersifat epidemik 

Golongan enterovirus : Poliomyelitis, virus Coxsackie, virus

Golongan enterovirus : Poliomyelitis, virus Coxsackie, virus ECHO.ECHO. Golongan virus ARBO :

Golongan virus ARBO : Western equine encephalitis, St. LouisWestern equine encephalitis, St. Louis encephalitis, Eastern equine encephalitis, Japanese B encephalitis, encephalitis, Eastern equine encephalitis, Japanese B encephalitis,  Russian spring summer encephalitis, M

 Russian spring summer encephalitis, Murray valley encephalitis.urray valley encephalitis.

 Infeksi virus yang bersifat sporadik Infeksi virus yang bersifat sporadik 

Rabies, Herpes simpleks, Herpes zoster, Limfogranuloma, Mumps, Rabies, Herpes simpleks, Herpes zoster, Limfogranuloma, Mumps, Lymphocytic choriomeningitis dan jenis lain yang dianggap disebabkan Lymphocytic choriomeningitis dan jenis lain yang dianggap disebabkan oleh virus tetapi belum jelas.

oleh virus tetapi belum jelas.

Ensefalitis Sekunder (Ensefalitis pasca-infeksi) Ensefalitis Sekunder (Ensefalitis pasca-infeksi)

Pasca-morbili, varisela, rubela, vaksinia, Pasca-morbili, varisela, rubela, vaksinia, pasca-mononukleosis infeksious dan jenis-jenis yang mengikuti infeksi traktus mononukleosis infeksious dan jenis-jenis yang mengikuti infeksi traktus respiratorius yang tidak spesifik.

respiratorius yang tidak spesifik.

PENULARAN PENULARAN

Radang otak sendiri tidak menular, tetapi virus yang menyebabkan Radang otak sendiri tidak menular, tetapi virus yang menyebabkan ensefalitis dapat menyebar. Tentu saja, bila seorang anak terinfeksi virus ensefalitis dapat menyebar. Tentu saja, bila seorang anak terinfeksi virus  belum

(33)

PATOGENESIS PATOGENESIS

Virus dapat masuk tubuh pasien melalui kulit, saluran nafas, dan saluran Virus dapat masuk tubuh pasien melalui kulit, saluran nafas, dan saluran cerna. Setelah masuk ke dalam tubuh, virus akan menyebar ke seluruh cerna. Setelah masuk ke dalam tubuh, virus akan menyebar ke seluruh tubuh dengan beberapa cara :

tubuh dengan beberapa cara :

 Setempat : virus hanya terbatas menginfeksi selaput lendir Setempat : virus hanya terbatas menginfeksi selaput lendir 

 permukaan atau organ tertentu.  permukaan atau organ tertentu.

 Penyebaran hematogen primer : virus masuk ke dalam darahPenyebaran hematogen primer : virus masuk ke dalam darah

kemudian menyebar ke organ dan berkembangbiak di organ kemudian menyebar ke organ dan berkembangbiak di organ tersebut.

tersebut.

 Penyebaran hematogen sekunder : virus berkembang biak diPenyebaran hematogen sekunder : virus berkembang biak di

daerah pertama kali masuk (permukaan selaput lendir) daerah pertama kali masuk (permukaan selaput lendir) kemudian menyebar ke organ lain.

kemudian menyebar ke organ lain.

 Penyebaran melalui saraf : virus berkembangbiak di permukaanPenyebaran melalui saraf : virus berkembangbiak di permukaan

selaput lendir dan menyebar melalui sistem saraf. selaput lendir dan menyebar melalui sistem saraf.

Pada keadaan permulaan timbul demam, tetapi belum ada kelainan Pada keadaan permulaan timbul demam, tetapi belum ada kelainan neurologis. Virus akan terus berkembangbiak, kemudian menyerang neurologis. Virus akan terus berkembangbiak, kemudian menyerang susunan saraf pusat dan akhirnya diikuti kelainan neurologis.

susunan saraf pusat dan akhirnya diikuti kelainan neurologis. Kelainan neurologis pada ensefalitis dapat disebabkan

Kelainan neurologis pada ensefalitis dapat disebabkan oleh :oleh :

 Invasi dan perusakan langsung pada jaringan otak oleh virusInvasi dan perusakan langsung pada jaringan otak oleh virus

yang sedang berkembangbiak. yang sedang berkembangbiak.

(34)

Sedangkan virusnya sendiri sudah tidak ada dalam jaringan Sedangkan virusnya sendiri sudah tidak ada dalam jaringan otak.

otak.

 Reaksi aktivasi virus neurotropik yang bersifat laten.Reaksi aktivasi virus neurotropik yang bersifat laten. 

 Lesi korteks biasanya asimetri.Lesi korteks biasanya asimetri.

Otopsi menunjukkan nekrosis korteks lobus temporal dengan perdarahan Otopsi menunjukkan nekrosis korteks lobus temporal dengan perdarahan  ptekial,

 ptekial, edema edema otak, otak, serta serta pelebaran pelebaran pembuluh pembuluh darah darah korteks. korteks. TerlihatTerlihat  pula

 pula hyperemia hyperemia serta serta infiltrasi infiltrasi perivaskular perivaskular oleh oleh sel sel mononuklear,mononuklear, makrofag dan sel plasma pada korteks serebri. Dapat pula ditemukan makrofag dan sel plasma pada korteks serebri. Dapat pula ditemukan herniasi unkus dan serebelum sebagai komplikasi peninggian tekanan herniasi unkus dan serebelum sebagai komplikasi peninggian tekanan intrakranial.

intrakranial.

Korteks serebri terutama lobus temporalis, sering terkena oleh virus Korteks serebri terutama lobus temporalis, sering terkena oleh virus herpes simpleks. Virus ARBO cenderung mengenai seluruh otak. herpes simpleks. Virus ARBO cenderung mengenai seluruh otak. Keterlibatan medulla spinalis, radiks saraf dan saraf perifer sangat Keterlibatan medulla spinalis, radiks saraf dan saraf perifer sangat  bervariasi.

 bervariasi.

MANIFESTASI KLINIS MANIFESTASI KLINIS

Meskipun penyebabnya berbeda-beda, gejala ensefalitis lebih kurang Meskipun penyebabnya berbeda-beda, gejala ensefalitis lebih kurang sama dan khas sehingga dapat digunakan sebagai kriteria diagnosis.

sama dan khas sehingga dapat digunakan sebagai kriteria diagnosis.

Masa prodromal berlangsung antara 1-7 hari.Umumnya didapatkan suhu Masa prodromal berlangsung antara 1-7 hari.Umumnya didapatkan suhu yang mendadak naik, seringkali ditemukan hiperpireksia.

yang mendadak naik, seringkali ditemukan hiperpireksia.

Pada bayi lebih sulit untuk mendeteksi beberapa gejala, tetapi dapat Pada bayi lebih sulit untuk mendeteksi beberapa gejala, tetapi dapat dilihat tanda penting yang tampak, seperti muntah, penonjolan ubun-ubun dilihat tanda penting yang tampak, seperti muntah, penonjolan ubun-ubun  besar, menangis yang tidak berhenti-henti atau kekak

 besar, menangis yang tidak berhenti-henti atau kekakuan pada tubuh.uan pada tubuh.

Pada anak yang lebih besar, sebelum kesadaran menurun; sering Pada anak yang lebih besar, sebelum kesadaran menurun; sering mengeluh nyeri kepala, pusing. Muntah juga sering ditemukan. Nyeri mengeluh nyeri kepala, pusing. Muntah juga sering ditemukan. Nyeri tenggorokan, malaise, nyeri ekstremitas, dan pucat. Ruam kulit kadang tenggorokan, malaise, nyeri ekstremitas, dan pucat. Ruam kulit kadang

(35)

Kemudian diikuti tanda ensefalitis yang berat ringannya tergantung dari Kemudian diikuti tanda ensefalitis yang berat ringannya tergantung dari distribusi dan luas lesi pada neuron. Gejala tersebut berupa gelisah, distribusi dan luas lesi pada neuron. Gejala tersebut berupa gelisah, iritabel, screaming attack, perubahan perilaku atau disorientasi, iritabel, screaming attack, perubahan perilaku atau disorientasi, kehilangan sensasi rasa, gangguan bicara dan pendengaran, penglihatan kehilangan sensasi rasa, gangguan bicara dan pendengaran, penglihatan ganda, halusinasi, gangguan daya ingat, sukar menggerakkan ekstremitas, ganda, halusinasi, gangguan daya ingat, sukar menggerakkan ekstremitas, gerakan-gerakan yang

gerakan-gerakan yang tidak tidak disadari disadari dan dan kejang. kejang. Kejang-kejang dapatKejang-kejang dapat  bersifat

 bersifat umum umum atau atau fokal fokal atau atau hanya hanya twitching twitching saja. saja. Kejang Kejang dapatdapat  berlangsung berjam-jam.

 berlangsung berjam-jam.

Serta anak dapat mengalami penurunan kesadaran dengan cepat sampai Serta anak dapat mengalami penurunan kesadaran dengan cepat sampai koma dan letargi.

koma dan letargi. Koma adalah faktor Koma adalah faktor prognosis yang buruk. prognosis yang buruk. Anak yangAnak yang mengalami koma seringkali meninggal atau sembuh dengan gejala sisa mengalami koma seringkali meninggal atau sembuh dengan gejala sisa yang berat. Kematian biasanya terjadi dalam 2

yang berat. Kematian biasanya terjadi dalam 2 minggu pertama.minggu pertama.

Gejala serebrum yang beraneka ragam dapat timbul sendiri-sendiri atau Gejala serebrum yang beraneka ragam dapat timbul sendiri-sendiri atau  bersama-sama,

 bersama-sama, misalnya misalnya hemiparesis hemiparesis atau atau paralisis, paralisis, hemiplegi, hemiplegi, afasia,afasia, ataksia, paralisis saraf otak, gangguan sistem autonom seperti kehilangan ataksia, paralisis saraf otak, gangguan sistem autonom seperti kehilangan kendali usus dan kandung kencing, papil edema, dan sebagainya. Tanda kendali usus dan kandung kencing, papil edema, dan sebagainya. Tanda rangsang meningeal dapat terjadi bila peradangan mencapai meningen rangsang meningeal dapat terjadi bila peradangan mencapai meningen (meningoensefalitis) seperti kaku kuduk.

(meningoensefalitis) seperti kaku kuduk.

Pada ensefalitis pasca-infeksi, gejala penyakit primer sendiri dapat Pada ensefalitis pasca-infeksi, gejala penyakit primer sendiri dapat membantu diagnosis. membantu diagnosis. PEMERIKSAAN PENUNJANG PEMERIKSAAN PENUNJANG Pemeriksaan laboratorium Pemeriksaan laboratorium

Pemeriksaan darah tepi rutin pada ensefalitis tidak efektif. Hanya Pemeriksaan darah tepi rutin pada ensefalitis tidak efektif. Hanya menunjukkan adanya leukositosis seperti infeksi pada

menunjukkan adanya leukositosis seperti infeksi pada umumnya.umumnya.

Cairan serebrospinal dapat dipertimbangkan meskipun tidak begitu Cairan serebrospinal dapat dipertimbangkan meskipun tidak begitu membantu. Cairan serebrospinal sering dalam batas normal, membantu. Cairan serebrospinal sering dalam batas normal,

(36)

kadang-sel per millimeter kubik. Biasanya berwarna jernih, jumlah kadang-sel 50-200 sel per millimeter kubik. Biasanya berwarna jernih, jumlah sel 50-200 dengan dominasi limfosit. Pada awal penyakit, selnya sering dengan dominasi limfosit. Pada awal penyakit, selnya sering  polimorfonuklear

 polimorfonuklear kemudian kemudian sel sel didominasi didominasi oleh oleh mononuklear. mononuklear. Kadar Kadar   protein

 protein pada pada cairan cairan cerebrospinal cerebrospinal cenderung cenderung normal, normal, kadang-kadangkadang-kadang sedikit meningkat. Tetapi kadar mungkin amat tinggi jika kehancuran sedikit meningkat. Tetapi kadar mungkin amat tinggi jika kehancuran otak luas. Sedangkan kadar glukosa masih dalam batas normal, walaupun otak luas. Sedangkan kadar glukosa masih dalam batas normal, walaupun  pada

 pada virus virus tertentu tertentu misalnya misalnya parotitis, parotitis, penurunan penurunan kadar kadar glukosa glukosa cairancairan serebrospinal yang besar sering terjadi.

serebrospinal yang besar sering terjadi.

Cairan serebrospinal harus dibiakkan untuk virus, bakteri, jamur dan Cairan serebrospinal harus dibiakkan untuk virus, bakteri, jamur dan mikobakteria. Pada beberapa keadaan pemeriksaan khusus terindikasi mikobakteria. Pada beberapa keadaan pemeriksaan khusus terindikasi untuk protozoa, mikoplasma dan patogen lain. Keberhasilan mengisolasi untuk protozoa, mikoplasma dan patogen lain. Keberhasilan mengisolasi virus dari cairan serebrospinal penderita ensefalitis ditentukan oleh waktu virus dari cairan serebrospinal penderita ensefalitis ditentukan oleh waktu  pengambilan

 pengambilan sampel sampel pada pada perjalanan perjalanan klinis, klinis, agen agen etiologi etiologi spesifik spesifik dandan ketrampilan laboratorium diagnostik.

ketrampilan laboratorium diagnostik.

Agar menambah kemungkinan mengenali dugaan patogen virus, Agar menambah kemungkinan mengenali dugaan patogen virus, spesimen untuk biakan juga harus diambil dari usapan nasofaring, tinja spesimen untuk biakan juga harus diambil dari usapan nasofaring, tinja dan urin. Spesimen serum juga harus diambil pada awal perjalanan dan urin. Spesimen serum juga harus diambil pada awal perjalanan  penyakit

 penyakit dan dan jika jika biakan biakan virus virus tidak tidak diagnostik, ddiagnostik, diambil lagi iambil lagi 2-3 2-3 mingguminggu kemudian untuk pemeriksaan serologis.

kemudian untuk pemeriksaan serologis.

Pemeriksaan Serologis Pemeriksaan Serologis

Isolasi virus dalam cairan serebrospinal secara rutin tidak dilakukan Isolasi virus dalam cairan serebrospinal secara rutin tidak dilakukan karena sangat jarang menunjukkan hasil yang positif. Titer antibodi karena sangat jarang menunjukkan hasil yang positif. Titer antibodi terhadap VHS dapat diperiksa dalam serum dan cairan serebrospinal. terhadap VHS dapat diperiksa dalam serum dan cairan serebrospinal. Pada infeksi primer, antibodi dalam serum menjadi positif setelah 1 Pada infeksi primer, antibodi dalam serum menjadi positif setelah 1 sampai beberapa minggu. Sedangkan pada infeksi rekuren dapat sampai beberapa minggu. Sedangkan pada infeksi rekuren dapat

(37)

Kenaikan titer 4 kali lipat pada fase rekonvalesen merupakan tanda Kenaikan titer 4 kali lipat pada fase rekonvalesen merupakan tanda  bahwa infeksi

 bahwa infeksi VHS sedang VHS sedang aktif. Harus aktif. Harus diingat bahwa peningkatan diingat bahwa peningkatan kadar kadar  antibodi serum belum membuktikan bahwa ensefalitis disebabkan oleh antibodi serum belum membuktikan bahwa ensefalitis disebabkan oleh VHS.

VHS.

Titer antibodi dalam cairan serebrospinal merupakan indikator yang lebih Titer antibodi dalam cairan serebrospinal merupakan indikator yang lebih  baik,

 baik, karena karena hanya hanya diproduksi diproduksi bila bila terjadi terjadi kerusakan kerusakan sawar sawar darah darah otak.otak. Sayang sekali kemunculan antibodi dalam cairan serebrospinal sering Sayang sekali kemunculan antibodi dalam cairan serebrospinal sering terlambat dan baru dapat dideteksi pada hari 10-12 setelah permulaan terlambat dan baru dapat dideteksi pada hari 10-12 setelah permulaan sakit. Hal ini merupakan kendala terbesar dalam menegakkan diagnosis sakit. Hal ini merupakan kendala terbesar dalam menegakkan diagnosis ensefalitis herpes simpleks.

ensefalitis herpes simpleks.

Elektroensefalografi (EEG) Elektroensefalografi (EEG)

Elektroensefalografi (EEG) digunakan untuk mendeteksi gelombang otak  Elektroensefalografi (EEG) digunakan untuk mendeteksi gelombang otak  abnormal. EEG sering menunjukkan aktifitas listrik yang merendah yang abnormal. EEG sering menunjukkan aktifitas listrik yang merendah yang sesuai dengan kesadaran yang menurun. EEG sangat membantu diagnosis sesuai dengan kesadaran yang menurun. EEG sangat membantu diagnosis  bila

 bila ditemukan ditemukan gambaran gambaran periodic periodic lateralizinglateralizing epileptiform dischargeepileptiform discharge atau perlambatan fokal di daerah temporal atau fronto-temporal. Lebih atau perlambatan fokal di daerah temporal atau fronto-temporal. Lebih sering EEG hanya memperlihatkan perlambatan umum yang sering EEG hanya memperlihatkan perlambatan umum yang menunjukkan disfungsi otak menyeluruh (proses inflamasi difus => menunjukkan disfungsi otak menyeluruh (proses inflamasi difus => aktivitas lambat bilateral). Sensitivitas EEG kira-kira 84%, tetapi aktivitas lambat bilateral). Sensitivitas EEG kira-kira 84%, tetapi spesifitasnya hanya 32,5%.

spesifitasnya hanya 32,5%.

Pencitraan (CT Scan, MRI) Pencitraan (CT Scan, MRI)

Pemeriksaan pencitraan yang dapat membantu menegakkan diagnosis Pemeriksaan pencitraan yang dapat membantu menegakkan diagnosis ensefalitis adalah pemeriksaan CT-Scan dan MRI kepala. Gambaran yang ensefalitis adalah pemeriksaan CT-Scan dan MRI kepala. Gambaran yang agak khas pada CT-Scan terlihat pada 50-75% yang merupakan infeksi agak khas pada CT-Scan terlihat pada 50-75% yang merupakan infeksi virus herpes simpleks. Berupa gambaran daerah hipodens di lobus virus herpes simpleks. Berupa gambaran daerah hipodens di lobus

(38)

otak. Gambar khas CT-Scan baru terlihat setelah minggu pertama. MRI otak. Gambar khas CT-Scan baru terlihat setelah minggu pertama. MRI lebih sensitive dan memperlihatkan hasil lebih awal dibandingkan lebih sensitive dan memperlihatkan hasil lebih awal dibandingkan CT-Scan.

Scan.

Biopsi Otak  Biopsi Otak 

Bila terdapat tanda klinis fokal yang ditunjang dengan gambaran EEG Bila terdapat tanda klinis fokal yang ditunjang dengan gambaran EEG atau CT scan, dapat dilakukan biopsi otak di daerah yang bersangkutan. atau CT scan, dapat dilakukan biopsi otak di daerah yang bersangkutan. Bila tidak ada tanda klinis fokal, biopsi dapat dilakukan pada daerah Bila tidak ada tanda klinis fokal, biopsi dapat dilakukan pada daerah lobus temporalis yang biasanya menjadi predileksi virus

lobus temporalis yang biasanya menjadi predileksi virus  Herpes Herpes Simpleks

Simpleks..

Dalam mendiagnosis ensefalitis herpes simpleks yang baku untuk  Dalam mendiagnosis ensefalitis herpes simpleks yang baku untuk  dilakukan adalah biopsi otak dan isolasi virus dari jaringan otak. Tetapi dilakukan adalah biopsi otak dan isolasi virus dari jaringan otak. Tetapi  banyak

 banyak pusat pusat penelitian penelitian tidak tidak ingin ingin mengerjakan mengerjakan prosedur prosedur ini ini karenakarena  berbahaya

 berbahaya dan dan kurangnya kurangnya fasilitas fasilitas untuk untuk isolasi isolasi virus. virus. Kelemahan Kelemahan lainlain dari prosedur ini adalah kemungkinan ditemukannya hasil negative palsu dari prosedur ini adalah kemungkinan ditemukannya hasil negative palsu karena biopsy dilakukan bukan pada tempat yang tepat.

karena biopsy dilakukan bukan pada tempat yang tepat.

Pemeriksaan PCR  Pemeriksaan PCR 

Pemeriksaan PCR pada cairan serebrospinal biasanya positif lebah awal Pemeriksaan PCR pada cairan serebrospinal biasanya positif lebah awal dibandingkan titer antibodi. Pemeriksaan PCR mempunyai sensitivitas dibandingkan titer antibodi. Pemeriksaan PCR mempunyai sensitivitas 75% dan spesifitas 100%. Pemeriksaan PCR lebih cepat dapat dilakukan 75% dan spesifitas 100%. Pemeriksaan PCR lebih cepat dapat dilakukan dan resikonya lebih kecil.

(39)

Diagnosis etiologis dapat ditegakkan dengan : Diagnosis etiologis dapat ditegakkan dengan :

1.

1. Biakan : dari darah, viremia berlangsung hanya sebentar sajaBiakan : dari darah, viremia berlangsung hanya sebentar saja sehingga sukar untuk mendapatkan hasil yang positif; dari cairan sehingga sukar untuk mendapatkan hasil yang positif; dari cairan serebrospinal atau jaringan otak (hasil nekropsi); dari feses untuk  serebrospinal atau jaringan otak (hasil nekropsi); dari feses untuk   jenis enterovirus sering didapat hasil y

 jenis enterovirus sering didapat hasil yang positif.ang positif. 2.

2. Pemeriksaan serologis : uji fiksasi komplemen, uji inhibisiPemeriksaan serologis : uji fiksasi komplemen, uji inhibisi hemaglutinasi dan uji neutralisasi.

hemaglutinasi dan uji neutralisasi. 3.

3. Pemeriksaan patologi anatomis post mortem.Pemeriksaan patologi anatomis post mortem.

Hasil pemeriksaan ini juga tidak dapat memastikan diagnosis. Telah Hasil pemeriksaan ini juga tidak dapat memastikan diagnosis. Telah diketahui bahwa satu macam virus dengan gejala-gejala yang sama dapat diketahui bahwa satu macam virus dengan gejala-gejala yang sama dapat menimbulkan gambaran yang berbeda. Bahkan pada beberapa kasus yang menimbulkan gambaran yang berbeda. Bahkan pada beberapa kasus yang  jelas

 jelas disebabkan disebabkan virus virus tidak tidak ditemukan ditemukan sama sama sekali sekali tanda tanda radang radang yangyang khas. Pada beberapa penyakit yang mempunyai predileksi tertentu, khas. Pada beberapa penyakit yang mempunyai predileksi tertentu, misalnya poliomyelitis, gambaran patologi anatomis dapat menyokong misalnya poliomyelitis, gambaran patologi anatomis dapat menyokong diagnosa. diagnosa. DIAGNOSIS BANDING DIAGNOSIS BANDING Meningitis Bakterialis Meningitis Bakterialis

Meningitis Bakterialis merupakan salah satu jenis penyakit infeksi pada Meningitis Bakterialis merupakan salah satu jenis penyakit infeksi pada selaput pembungkus otak atau meningen serta cairan yang mengisi ruang selaput pembungkus otak atau meningen serta cairan yang mengisi ruang subarakhnoid. Meningitis sebagian besar disebabkan oleh bakteri seperti subarakhnoid. Meningitis sebagian besar disebabkan oleh bakteri seperti Haemophillus influenzae, Streptococcus pneumoniae, Neisseria Haemophillus influenzae, Streptococcus pneumoniae, Neisseria meningitides. Dan selebihnya disebabkan oleh virus, parasit serta jamur. meningitides. Dan selebihnya disebabkan oleh virus, parasit serta jamur. Gejalanya bersifat akut dengan

tanda-Gejalanya bersifat akut dengan tanda-tanda khas “trias klasik” yangtanda khas “trias klasik” yang  berupa

 berupa demam, demam, penurunan penurunan kesadaran, kesadaran, dan dan tanda tanda rangsang rangsang meningealmeningeal seperti kaku kuduk.

Referensi

Dokumen terkait

Temuan pada penelitian ini mengindikasikan adanya pemulihan motilitas usus yang lebih awal pada pasien yang menjalani operasi ginekologi dibandingkan dengan operasi

Perjanjian kinerja merupakan komitmen dan janji rencana kinerja yang akan dicapai pada tahun 2013 antara Kepala Balai Litbang P2B2 Banjarnegara sebagai pihak yang

Teknik pencerita “akuan” tak sertaan digunakan bila pencerita tidak terlibat langsung dalam cerita walaupun ia berada didalamnya. Contohnya, tokoh Nick Carraway yang

Kendala yang ditemukan dalam penerapan green construction yaitu yaitu tidak adanya guideline, kurang sosialisasi dari pemerintah, procedural, peraturan, alternatif

Pengarah Eksekutif Kanannya, Wan Heng Choon, berkata GST juga adalah lebih telus dan seragam berbanding cukai jualan dan perkhidmatan (SST) yang dikenakan ketika ini yang

Pendekatan Importance Performance Analysis digunakan untuk menjawab masalah mengenai sejauh mana tingkat kepuasan pengunjung dibandingkan dengan pelayanan yang

Kegiatan ini juga antisipasi agar tidak mengulangi kesalahan-kesalahan atau ketidaktahuan dalam pengelolaan arsip di masa lalu, yaitu dengan melakukan inventarisasi jenis arsip yang

Bagi perusahaan terkait, peneliti sungguh berharap penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar acuan penggunaaan strategi public relations melalui kegiatan special event