• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh keterampilan guru mengajar dan lingkungan sekolah terhadap hasil belajar IPS siswa kelas VIII MTS Nurul Ulum Malang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pengaruh keterampilan guru mengajar dan lingkungan sekolah terhadap hasil belajar IPS siswa kelas VIII MTS Nurul Ulum Malang"

Copied!
181
0
0

Teks penuh

(1)PENGARUH KETERAMPILAN GURU MENGAJAR DAN LINGKUNGAN SEKOLAH TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS VIII MTs NURUL ULUM MALANG. SKRIPSI. Oleh : Susi Susilowati NIM 13130094. PROGAM STUDI PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG 2017. i.

(2) PENGARUH KETERAMPILAN GURU MENGAJAR DAN LINGKUNGAN SEKOLAH TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS VIII MTs NURUL ULUM MALANG. SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Strata Satu Sarjana Pendidikan (S.Pd). Oleh : Susi Susilowati NIM 13130094. PROGAM STUDI PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG 2017. ii.

(3) iii.

(4) iv.

(5) HALAMAN PERSEMBAHAN Teriring do'a dan rasa syukur yang teramat dalam, Dengan ketulusan dan kerendahan hatiku persembahkan karya ini Untuk semua mutiara hati yang memancarkan cinta kasih Yang tak pernah usai dalam mengasihiku setulus hati dan Do’a suci Ayahanda Sumargo dan Ibunda Mamah Maryamah (Almh) Restu kalianlah yang selalu menyertai setiap langkahku dalam menggapai kesuksesan. Serta kasih sayang kalianlah yang tak pernah usai selalu terpancar untukku sebagai motivasi dan semangat terbesarku. (semoga kelak saya bisa menjadi apa yang engkau harapkan). Kakek, Nenek, serta Keluarga di Tasikmalaya dan Ciamis, Jawa Barat Tante Nanik, Om Pur, serta Keluarga yang selalu mendukung Serta seluruh keluarga besarku yang lain terima kasih atas segala dukungan, semangat serta do’a dalam perjalanan studiku selama ini. Seluruh Bapak, Ibu Guru dan Dosen dari TK sampai sekarang yang selalu sudi menuangkan ilmu selama perjalanan saya dalam mencari ilmu Fauqi Ulumil dari Malang, Dina dari Blora, Fitri dan Firly dari Tasikmalaya Teman-teman terbaikku yang banyak membantu menyelesaikan studiku Seluruh keluarga besar KAMAPA “Keluarga Mahasiswa dan Pelajar Jawa Barat” di Malang terima kasih atas semua pengalaman dan kebersamaan yang tak pernah luntur Teh Dessy dari Kuningan, Teh Elia dari Garut, Teh Annisa dari Cirebon, Cahyani dari Ciamis, dan teman-teman lainnya Seseorang yang spesial dan Istimewa yang selalu mengingatkan dan memberiku motivasi calon Imamku kelak yang membimbingku dalam kebaikan Dunia dan Akhirat Teman-temanku Tarbiyah IPS angkatan 2013 “IPS-C” Teman-temanku Kamar ABA 46 Ma’had Sunan Ampel Al-Aly Teman-Temanku KKM 50 Bulululawang Teman-Temanku PKL MAN 2 Kediri Almamaterku tercinta UIN Maliki Malang v.

(6) MOTTO ِ َّ ِ ِ ِ ِ ‫هلل ِب َما‬ َ ُ ‫هلل ا َلذ ي َن اَ َمُنوا مْن ُك ْم َوا لذ ْي َن اُ وا ُتوا َلعْل َم َد َر َجا ٍت َوا‬ ُ ‫يْر َف ِع ا‬... ٌ‫خ ِبير‬ ْ َ ‫َت ْع َمُلو َن‬ Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang berilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan (Al-Mujadillah:11). Penyempurnaan pengabdian dengan ilmu pengetahuan dan olah pikir keprajuritan (Semboyan Resimen Mahasiswa). “Disiplin, Bertanggung Jawab, dan Dapat Dipercaya”. vi.

(7) vii.

(8) viii.

(9) KATA PENGANTAR. Puji syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan taufiq dan hidayah-Nya. Berkat rahmat dan petunjuknya, penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul Pengaruh Keterampilan Guru Mengajar Dan Lingkungan Sekolah Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas VIII MTs Nurul Ulum Malang. Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhamad SAW yang telah membawa petunjuk kebenaran seluruh umat manusia yaitu Agama Islam yang kita harapkan syafa’atnya di Dunia dan di Akhirat. Amin. Penulisan skripsi ini penulis susun dengan harapan bisa memberikan suatu wawasan baru dan menambah khasanah keilmuan dalam bidang Pendidikan Ilmu Sosial serta sebagai salah satu persyaratan dalam menyelesaikan program Strata Satu (S1) Sarjana Pendidikan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Penyelesaian skripsi ini tidak lepas dari peran dan dukungan serta bimbingan dan arahan dari segenap pihak terkait. Dengan ini, penulis menyampaikan rasa hormat dan ucapkan terima kasih kepada: 1.. Prof. Dr. H. Mudjia Raharjo, M.Si., selaku Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.. 2.. Dr. H. Nur Ali, M.Pd., selaku Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.. ix.

(10) 3.. Dr. H. Abdul Bashit, M.Si., selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial.. 4. Dr. H. Wahidmurni, M.Pd, Ak. selaku dosen pembimbing yang senantiasa memberikan bimbingan selama proses menjalankan skripsi. 5.. Seluruh Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maliki Malang yang telah memberikan ilmunya selama kuliah.. 6.. Ayahanda tercinta Sumargo dan Ibunda tersayang Mamah Maryamah (Alm) yang sangat penulis hormati dan sayangi, karena limpahan kasih sayang dan doanya penulis dapat terus menuntut ilmu dan dapat menyelesaikan skripsi ini.. 7.. Seluruh keluarga saya yang banyak membantu serta memberikan dukungan dalam meyelesaikan studi saya.. 8.. Drs. H. Moh. Mungiz kepala Sekolah MTs Nurul Ulum Malang beserta seluruh Guru dan Karyawan yang telah membantu penulis dalam menyusun skripsi ini.. 9. Seluruh teman-teman Jurusan Pendidikan IPS angkatan 2013 yang banyak membantu selama kuliah dari awal sampai akhir perjuangan. 10.. Seluruh sodara dan teman penulis baik yang di Tasikmalaya maupun di Malang, teman Ma’had ABA 46, Keluarga kecil KKM 50 Bululawang, PKL MAN 2 Kediri, serta Sahabat-Sahabat kecil dirumah dan temanteman kos Jln. Joyosuko Metro 41 J2 Merjosari yang banyak membantu penulis selama waktu perkuliahan.. x.

(11) 11.. Semua pihak yang berpartisipasi membantu penulis baik dalam hal moral, maupun spiritual, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Akhirnya dengan memohon ridlo dari Allah SWT, Semoga Allah SWT. melimpahkan Rahmat dan balasan kepada semua pihak yang telah membantu hingga selesainya skripsi ini. Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik dari berbagai pihak sangat penulis harapkan demi terwujudnya karya yang lebih baik untuk masa yang akan datang dan bisa memberikan manfaat bagi kita semua. Amin ya rooal ‘alamin. Malang, 11 Juli 2017. Penulis. xi.

(12) PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB LATIN Penulisan transliterasi Arab-Latin dalam skripsi ini menggunakan pedoman transliterasi berdasarkan keputusan bersama Menteri Agama RI dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 158 tahun 1987 dan No. 0543 b/U/1987 yang secara garis besar dapat diuraikan sebagai berikut: A. Huruf ‫ا‬. =. a. ‫ز‬. =. z. ‫ق‬. =. q. ‫ب‬. =. b. ‫س‬. =. s. ‫ك‬. =. k. ‫ت‬. =. t. ‫ش‬. =. sy. ‫ل‬. =. l. ‫ث‬. =. ts. ‫ص‬. =. sh. ‫م‬. =. m. ‫ج‬. =. j. ‫ض‬. =. dl. ‫ن‬. =. n. ‫ح‬. =. h. ‫ط‬. =. th. ‫و‬. =. w. ‫خ‬. =. kh. ‫ظ‬. =. zh. ‫ه‬. =. h. ‫د‬. =. d. ‫ع‬. =. ‘. ‫ء‬. =. ,. ‫ذ‬. =. dz. ‫غ‬. =. gh. ‫ي‬. =. y. ‫ر‬. =. r. ‫ف‬. =. f. B. Vokal Panjang. C. Vokal Diphthong. Vokal (a) panjang = â Vokal (i) panjang = î Vokal (u) panjang = û. xii. ‫أو‬. =. Aw. ‫أي‬. =. Ay. ‫أو‬. =. û. ‫إي‬. =. î.

(13) DAFTAR TABEL. Tabel 1.1 Penjabaran Variabel, Sub Variabel dan Indikator Penelitian ............. 13 Tabel 1.2 Orisinalitas Penelitian ........................................................................ 20 Tabel 3.1 Jabaran Jumlah Populasi .................................................................... 65 Tabel 3.2 Sumber Data Yang Digunakan Dalam Penelitian .............................. 66 Tabel 3.3 Jabaran Variabel Indikator ................................................................. 68 Tabel 3.4 Hasil Uji Validitas.............................................................................. 74 Tabel 3.5 Kriteria Validitas Data Menurut Arikunto ......................................... 77 Tabel 3.6 Klasifikasi Reliabilitas ....................................................................... 78 Tabel 3.7 Hasil Uji Reliabilitas .......................................................................... 79 Tabel 4.1 Distribusi Keterampilan Guru Mengajar............................................ 93 Tabel 4.2 Distribusi Lingkungan Sekolah .......................................................... 95 Tabel 4.3 Distribusi Hasil Belajar ...................................................................... 96 Tabel 4.4 Hasil Uji Linearitas ........................................................................... 100 Tabel 4.5 Hasil Uji Regresi Berganda................................................................ 104 Tabel 4.6 Hasil Uji F .......................................................................................... 107. xiii.

(14) DAFTAR GAMBAR. Gambar 2.1 Kerangka Berfikir ........................................................................... 60 Gambar 4.1 Histogram Keterampilan Guru Mengajar ....................................... 93 Gambar 4.2 Lingkungan Sekolah ....................................................................... 95 Gambar 4.3 Hasil Belajar ................................................................................... 96. xiv.

(15) DAFTAR LAMPIRAN Lampiran I. Surat Izin Penelitian dari Fakultas...............................................128. Lampiran II. Surat Bukti Melakukan Penelitian dari MTs Nurul Ulum Malang.....................................................129. Lampiran III Bukti Konsultasi Bimbingan Skripsi...........................................130 Lampiran IV Angket Penelitian.........................................................................131 Lampiran V. Tabulasi Angket...........................................................................136. Lampiran VI Hasil Nilai Siswa.........................................................................147 Lampiran VII Hasil Uji Validitas.......................................................................148 Lampiran VIII Hasil Uji Reliabilitas...................................................................153 Lampiran IX Hasil Uji Asumsi Klasik..............................................................154 Lampiran X. Hasil Regresi Linier Berganda....................................................157. Lampiran XI Biodata Mahasiswa......................................................................160. xv.

(16) DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL ................................................................................. i. HALAMAN PERSETUJUAN ................................................................. ii. HALAMAN PENGESAHAN ................................................................... iii. HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................... iv. HALAMAN MOTTO ............................................................................... v. HALAMAN NOTA DINAS PEMBIMBING ......................................... vi. HALAMAN PERNYATAAN ................................................................... vii. KATA PENGANTAR .............................................................................. viii PEDOMAN TRANSLITERASI .............................................................. xi. DAFTAR TABEL ..................................................................................... xii. DAFTAR GAMBAR ................................................................................ xiii DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................ xiv DAFTAR ISI .............................................................................................. xv. ABSTRAK ................................................................................................ xix BAB I PENDAHULUAN .......................................................................... 1. A. Latar Belakang Masalah .................................................................. 1. B. Rumusan Masalah .......................................................................... 6. C. Tujuan Penelitian ........................................................................... 7. D. Manfaat Penelitian ......................................................................... 8. E. Hipotesis Penelitian ........................................................................ 10. F. Ruang Lingkup Penelitian .............................................................. 11. xvi.

(17) G. Batasan Penelitian ........................................................................... 14. H. Originalitas Penelitian .................................................................... 20. I. Definisi Operasional........................................................................ 22. J. Sistematika Pembahasan ................................................................. 23. BAB II KAJIAN PUSTAKA .................................................................... 25. A. Landasan Teori ............................................................................... 25. 1. Pengertian Keterampilan Guru Mengajar ................................. 25. 2.. Pengertian Lingkungan Sekolah .............................................. 43. 3.. Pengertian Hasil Belajar ........................................................... 50. 4.. Pengaruh Keterampilan Terhadap Hasil .................................. 56. 5.. Pengaruh Lingkungan Terhadap Hasil ..................................... 57. 6.. Pengaruh Keterampilan Dan Lingkungan Terhadap Hasil ...... 59. B. Kerangka Berfikir............................................................................ 60. BAB III METODE PENELITIAN .......................................................... 61. A. Lokasi Penelitian ............................................................................. 61. B. Pendekatan Dan Jenis Penelitian .................................................... 61. C. Variabel Penelitian ......................................................................... 63. D. Subjek Penelitian ............................................................................. 64. E. Data Dan Sumber Data .................................................................... 65. F. Instrumen Penelitian ....................................................................... 67. G. Teknik Pengumpulan Data ........................................................... 71. H. Teknik Analisis Data ...................................................................... 72. I. Prosedur Penelitian ......................................................................... 87 BAB IV HASIL PENELITIAN ................................................................ 90. A. Deskripsi Data ................................................................................ 90. 1. Deskrispi Obyek Penelitian ...................................................... 90. 2. Deskripsi Tingkat Keterampilan Guru Mengajar ..................... 93. 3. Deskripsi Tingkat Lingkungan Sekolah ................................... 94. 4. Deskripsi Tingkat Hasil Belajar ............................................... 96. xvii.

(18) B. Pengujian Hipotesis ......................................................................... 97. 1. Uji Asumsi Klasik .................................................................... 97. 2. Pengaruh Keterampilan Terhadap Hasil ................................. 108 3. Pengaruh Lingkungan Terhadap Hasil .................................... 109 4. Pengaruh Keterampilan Dan Lingkungan Terhadap Hasil ..... 110 BAB V PEMBAHASAN .......................................................................... 112 A. Pengaruh Keterampilan Guru Mengajar Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas VIII MTs Nurul Ulum Malang ....................................... 112 B. Pengaruh Lingkungan Sekolah Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas VIII MTs Nurul Ulum Malang ................................................. 116 C. Pengaruh Keterampilan Dan Lingkungan Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas VIII MTs Nurul Ulum Malang ................................ 119 BAB VI PENUTUP.................................................................................... 121 A. Kesimpulan..................................................................................... 121 B. Saran ............................................................................................... 122 DAFTAR PUSTAKA ......................................................................... 124 LAMPIRAN ........................................................................................ 127. xviii.

(19) ABSTRAK Susilowati, Susi. 2017. Pengaruh Keterampilan Guru Mengajar Dan Lingkungan Sekolah Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas VIII MTs Nurul Ulum Malang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Pembimbing Skripsi: Dr. H. Wahidmurni, M.Pd, Ak. Pendidikan nasional mempunyai fungsi untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia dengan mengoptimalkan potensi yang dimiliki peserta didik. Kualitas pendidikan akan sangat ditentukan untuk pengolahan proses pembelajaran yang dijalankan. Di sinilah peran guru dan lembaga dinilai sangat penting dalam proses pendidikan karena guru adalah komponen yang paling berpengaruh dengan kompetensinya diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Keterampilan guru mengajar dan lingkungan sekolah yang menjadi variabel pada penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk menjelaskan pengaruh keterampilan guru mengajar terhadap hasil belajar IPS siswa kelas VIII MTs Nurul Ulum Malang. (2) Untuk menjelaskan pengaruh lingkungan sekolah terhadap hasil belajar IPS siswa kelas VIII MTs Nurul Ulum Malang. (3) Untuk menjelaskan pengaruh keterampilan guru mengajar dan lingkungan sekolah terhadap hasil belajar IPS siswa kelas VIII MTs Nurul Ulum Malang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket dan nilai siswa di kelas VIII MTs Nurul Ulum Malang. Data dianalisis dengan cara uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik dan uji hipotesis. Selanjutnya di paparkan dan ditarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Secara parsial terdapat pengaruh positif yang signifikan antara variabel keterampilan guru mengajar (X1) dengan tingkat koefisiensi sebesar 0,158. (2) Secara parsial terdapat pengaruh positif yang signifikan antara variabel lingkungan sekolah (X2) dengan tingkat koefisiensi sebesar 0,591. (3) Secara simultan terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel keterampilan guru mengajar dan lingkungan sekolah terhadap hasil belajar IPS siswa kelas VIII di MTs Nurul Ulum Malang dengan tingkat signifikansi sebesar 0,001. Kata Kunci: Keterampilan Guru Mengajar, Lingkungan Sekolah, Hasil Belajar Siswa.. xix.

(20) ABSTRACT Susilowati, Susi. 2017. The Influence of Teaching Teachers Skills and School Environment toward students learning outcomes of classVIII of Islamic Junior High School (MTs) Nurul Ulum Malang. Thesis. Department of Social Sciences Education, Faculty of Tarbiyah and Teaching Sciences, Maulana Malik Ibrahim State Islamic University of Malang. Supervisor: Dr. H. Wahidmurni, M.Pd, Ak. National education has a function to improve and develop the quality of human resources by optimizing the potential of the learners. The quality of education will be determined for the processing of the learning process. The role of teachers and institutions are very important in the educational process because of the most influential component with the competence that is expected to be able to create human resources in accordance with the goals of national education. Teaching Teachers Skills and school environments became variable in this study. The purpose of this study are: (1) determining the the influence of teaching teachers skills toward students learning outcomes of class VIII of Islamic Junior High School (MTs) Nurul Ulum Malang. (2) Determining the the influence of school environment toward students learning outcomes of class VIII of Islamic Junior High School (MTs) Nurul Ulum Malang. (3) The Influence of Teaching Teachers Skills and School Environment toward students learning outcomes of classVIII of Islamic Junior High School (MTs) Nurul Ulum Malang The approach used a quantitative approach with the type of causal and descriptive. The instrument used a questionnaire that was distributed to students of grade VIII MTs Nurul Ulum Malang. Data were analyzed by validity test, reliability test, classical assumption test and hypothesis test. Furthermore, explained and drawn conclusions. The results showed that: (1) Partially there is a significant positive influence of teaching teacher skill variable (X1) with significance level equal coefficient level 0,158. (2) Partially there is significant positive influence of school environment variable (X2) to critical thinking with the level of significance coefficient of 0,591. (3) Simultaneously there is a significant influence between teaching teacher skill variable and school environment toward students learning outcomes of class VIII of Islamic Junior High School (MTs) Nurul Ulum Malang with a significance level of 0.001. Keywords: Teachers Skills, School Environment, Student Learning Outcomes.. xx.

(21) ‫مستخلص البحث‬ ‫سوسيلواتى‪ ،‬سوسي‪ .2017 .‬تأثير مهارات المعلمين التدريس والبيئة المدرسة على مخرجات‬ ‫التعلم العلوم االجتماعية الطالب الصف الثامن فى مدرسة المتوسطة االسالمية‬ ‫نور العلوم ماالنج‪ .‬البحث الجامعى‪.‬قسم التربية العلوم االجتماعية‪ ،‬كلية العلوم‬ ‫التربية والتعليم‪ ،‬جامعة اإلسالمية الحكومية موالنا مالك إبراهيم ماالنج‪.‬المشرف‪:‬‬ ‫الدكتور وحيد مورنى‪ ،‬الحج الماجستير‬ ‫لديها التربية الوطنية وظيفة لتحسين وتطوير نوعية المصادر البشرية مع تحسين إمكانات‬ ‫المتعلمين‪ .‬وسيتم تحديد نوعية التعليم لتنفيذ عملية التعلم‪ .‬هذا دور المعلم والمؤسسة مهم جدا‬ ‫في العملية التعليمية الن المعلمين يمكنون أن يخلقون الموارد البشرية وفقا لألهداف التعليم‬ ‫الوطنية‪ .‬مهارات المعلمين التدريس والبيئة المدرسة يصبحان المتغيران في هذه الدراسة‪.‬‬ ‫واما الغرض من هذه الدراسة‪ )1( :‬لتحديد تأثير مهارات المعلمين التدريس على مخرجات‬ ‫التعلم العلوم االجتماعية الطالب الصف الثامن فى مدرسة المتوسطة االسالمية نور العلوم‬ ‫ماالنج‪ )2( .‬لتحديد تأثير البيئة المدرسية على مخرجات التعلم العلوم االجتماعية الطالب‬ ‫الصف الثامن فى مدرسة المتوسطة االسالمية نور العلوم ماالنج‪ )3( .‬لتحديد األثر من‬ ‫مهارات المعلمين التدريس والبيئة المدرسة على مخرجات التعلم العلوم االجتماعية الطالب‬ ‫الصف الثامن فى مدرسة المتوسطة االسالمية نور العلوم ماالنج‪.‬‬ ‫النهج في هذه الدراسة المنهج الكمي مع السببية الوصفية‪ .‬وكان األداة المستخدمة في هذه‬ ‫الدراسة يعنى استبيان التى توزع على طالب الصف الثامن فى مدرسة المتوسطة االسالمية‬ ‫نور العلوم ماالنج‪ .‬وقد تم تحليل البيانات عن طريق الصدق‪ ،‬اختبار الفرضيات الكالسيكية‬ ‫واختبار الفرضيات‪ .‬وعالوة على ذلك‪ ،‬تشرح وتستخلص‬ ‫أظهرت النتائج كما يلي‪ )1( :‬هناك تأثير كبير من متغيرة مهارات المعلمين التدريس )‪(X1‬‬ ‫التى ظهرت مع ت حساب ‪ )2( .0,158‬هناك تأثير كبير للمتغير البيئة المدرسية )‪ (X2‬التى‬ ‫ظهرت مع ت حساب ت‪ )3( .0,591‬هناك تأثير كبير بين المتغيرة مهارات المعلمين التدريس‬ ‫والبيئة المدرسة على مخرجات التعلم العلوم االجتماعية الطالب الصف الثامن فى مدرسة‬ ‫المتوسطة االسالمية نور العلوم ماالنج التى ظهرت مع ف حساب ف جدول ‪0,001‬‬ ‫الكلمات الرئيسية‪ :‬مهارات المعلمين التدريس‪ ،‬البيئة المدرسية‪ ،‬مخرجات التعلم الطالب‬. ‫‪xxi‬‬.

(22) BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan di Indonesia masih tertinggal jauh dengan negara-negara lain. Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, pemerintah terus berupaya memperbaiki, baik dari alokasi anggaran maupun mutu pendidikan. Dari segi anggaran, Pemerintah mengalokasikan dari anggaran pendidikan yang diharapkan dapat berimplikasi positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Dari segi mutu, pemerintah terus berupaya untuk memperbaiki sistem pendidikan nasional. Hal ini dapat dilihat dari adanya beberapa peraturan baru untuk melengkapi dan menyempurnakan dalam peraturan yang sudah ada. Dari segi rumusan tujuan pendidikan nasional, mengalami perubahan sesuai dengan tuntunan perkembangan kehidupan masyarakat dan negara. Dalam sebuah proses pendidikan yang mempunyai peran penting untuk menjamin perkembangan dan kelangsungan hidup suatu bangsa, dengan pendidikan yaitu sebagai sarana untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia. Menurut Abdulah Idi “Pendidikan telah menjadi sektor strategis dalam sistem dan program pembangunan suatu bangsa. Banyak negara telah menjadikan sektor pendidikan sebagai leading sector, sektor utama atau unggulan dalam program pembangunan”.1. 1. Abdulah Idi, Sosiologi Pendidikan (Jakarta: Rajawali Press, 2011), hlm. 193.. 1.

(23) 2. Adapun tujuan pendidikan nasional dinyatakan dalam UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) pasal 3 disebutkan bahwa: “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.2 Ditinjau. dari. Undang-Undang. tersebut,. pendidikan. nasional. mempunyai fungsi untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia dengan mengoptimalkan potensi yang dimiliki peserta didik. Untuk mencapai tujuan tersebut, dalam konteks pendidikan formal, perhatian harus ditunjukkan pada penataan sistem sekolah yang baik. Kegiatan utama dalam institusi sekolah adalah kegiatan pembelajaran. Kualitas pendidikan akan sangat ditentukan untuk pengolahan proses belajar mengajar yang dijalankan. Di sinilah peran guru dinilai sangat penting dalam proses pendidikan karena guru adalah komponen yang paling berpengaruh. Guru dengan segala macam kualifikasi dan kompetensinya diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Pencapaian tujuan belajar dalam proses belajar mengajar hasilnya diukur atau ditentukan dengan suatu hasil belajar. Berhasil tidaknya seorang. 2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, hlm. 2..

(24) 3. siswa dalam kegiatan pembelajaran dapat dilihat dari hasil belajar atau sering kita kenal dengan prestasi belajar. Dalam UU No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 1 dinyatakan bahwa: “Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, megarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah”.3 Ditinjau dari undangundang tersebut, guru merupakan suatu jabatan profesional pada jenjang pendidikan usia dini sampai jenjang pendidikan menengah. Demikian terjadi di MTs Nurul Ulum Malang dengan kondisi lingkungan yang berada disekitar yayasan Pondok Pesantren Nurul Ulum Malang untuk menjadi tenaga pendidik yang profesional, seorang guru harus melengkapi dirinya dengan berbagai keterampilan yang diharapkan dapat membantu dalam menjalankan tugasnya dalam interkasi. edukatif.. Keterampilan mengajar merupakan salah satu komponen dalam pembentukan kemampuan profesional seorang guru. Untuk itu, seorang guru wajib menguasai keterampilan mengajar, diharapkan guru dapat mengelola proses pembelajaran dengan baik dan pada akhirnya akan berimplikasi pada peningkatan hasil belajar. Keterampilan mengajar tersebut antara lain; keterampilan bertanya, keterampilan memberi penguatan, keterampilan menggunakan variasi,. 3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, hlm. 2..

(25) 4. keterampilan menjelaskan, keterampilan membukan dan menutup pelajaran, keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan, keterampilan mengelola kelas, keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil.4 Guru merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi hasil prestasi belajar siswa. Menurut Oemar Hamalik, “Proses belajar dan hasil belajar para siswa bukan saja ditentukan oleh sekolah, pola, struktur dan isi kurikulumnya, akan tetapi sebagian besar ditentukan oleh kompetensi guru yang mengajar mereka dan membimbing mereka”.5 Kemampuan guru dalam melaksanakan program pembelajaran yang baik dan menarik, menjadi barometer bagi keberhasilan siswa selama belajar di bangku sekolah. Dalam pendidikan, arti luas lingkungan sekolah adalah segala sesuatu yang berada di luar diri anak dalam alam semesta. Antara lingkungan dan manusia disekitarnya mempunyai pengaruh timbal balik, artinya lingkungan mempengaruhi manusia dan sekitarnya. Sedangkan pengertian sekolah adalah wahana kegiatan dan proses pendidikan berlangsung, di sekolah di adakan kegiatan pendidikan, pembelajaran dan latihan.6 Sekolah yang merupakan sebagai institusi pendidikan pada dasarnya bertujuan untuk mempersiapkan anak didik menghadapi kehidupan masa depan yaitu dengan cara mengembangkan potensi yang dimilikinya secara optimal. Seorang siswa dapat dikatakan mencapai perkembangan secara optimal apabila siswa. 4. Hasibuan dan Moedjiono, Proses Belajar Mengajar, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2012), hlm. 58 5 Hamalik, Proses Belajar Mengajar, (Bandung: Bumi Aksara, 2003), hlm. 36 6 Tulus Tu’u, Peran Disiplin Pada Perilaku Dan Prestasi Siswa, (Jakarta: Rieneka Cipta, 2004).

(26) 5. dapat memperoleh pendidikan dan prestasi belajar yang sesuai dengan potensi dalam bakat, minat, dan kemampuan yang dimilikinya. Perkembangan siswa akan menjadi optimal jika sekolah sebagai pusat belajar formal bagi peserta didik dapat mengembangkan proses belajar mengajar dengan baik beserta seluruh aspek yang mempengaruhinya seperti sarana dan prasarana, situasi atau lingkungan yang kondusif, dan faktor lainnya termasuk keterampilan guru dalam pembelajaran. Jika proses belajar tidak dapat berlangsung dengan baik dan lancar, maka tujuan dari pembelajaran juga tidak dapat berlangsung dengan baik. Hal ini juga akan berdampak pada hasil belajar siswa nantinya merujuk pada kualitas lembaga sekolah dan pada akhirnya pemerintah. Lingkungan sekolah merupakan faktor yang sama-sama berasal dari luar siswa yang biasannya berpengaruh secara tidak langsung terhadap peningkatan prestasi siswa. Akan tetapi tidak terpenuhinya dalam proses pembelajaran yang baik dapat menjadi masalah dan penghambat proses belajar dan pencapain hasil belajar yang baik oleh karena terabaikan ketersediaannya. Pencapaian hasil belajar yang baik menunjukan pola-pola, nilai-nilai, pengertian-pengertian, sikap-sikap, apresiasi dan keterampilan dan dalam pencapaian hasil belajar yang baik menunjukan keberhasilan dalam proses pembelajaran, begitu juga sebaliknya tidak tercapainya keberhasilan dalam belajar. yang baik. pembelajaran.. menunjukan kurang berhasilnya dalam proses. Dengan. demikian. pemenuhan. dan. pengembangan. keterampilan guru mengajar dan lingkungan sekolah yang baik untuk.

(27) 6. kelancaran proses belajar perlu diperhatikan oleh setiap sekolah, Sebab, terpenuhinya hal tersebut dengan baik, dapat meminimalisir kesulitan belajar yang dialami oleh peserta didik. Hal tersebut terjadi di MTs Nurul Ulum Malang yang merupakan salah satu lembaga pendidikan yang mengembangkan pendidikan formal dan informal (pesantren). Tingkat kesulitan belajar yang rendah, menciptakan kelancaran proses belajar sehingga terjadi peningkatan hasil belajar siswa. Hal ini dikarenakan adanya ketakutan pada saat menghadapi ujian yang mana siswa merasa sedikitnya waktu luang yang didapatkan tidak akan bisa mencapai standar pemahamannya pada materi ujian sedangkan materi keilmuan yang harus dipahami sangat banyak. Demikian dengan MTs Nurul Ulum Malang yang senantiasa mendorong siswanya untuk selalu berprestasi yang baik guna menunjang KBM dan juga sangat memperhatikan lingkungan sekitar tempat belajar siswanya sehingga KBM dapat berlangsung dengan lancar dan meningkatkan prestasi belajar siswanya, berdasarkan uraian diatas, maka peneliti tertarik untuk mengkaji lebih dalam dengan mengambil judul “Pengaruh Keterampilan Guru Mengajar Dan Lingkungan Sekolah Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas VIII MTs Nurul Ulum Malang”. B. Rumusan Masalah Perumusan masalah pada suatu penelitian adalah untuk memudahkan dalam menganalisa dan mengevaluasi masalah serta agar dapat lebih terarah.

(28) 7. dan jelas, sehingga diperoleh langkah-langkah pemecahan masalah yang efektif dan efisien dengan dibuat suatu perumusan masalah. Adapun perumusan masalah yang peneliti kemukakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Apakah keterampilan guru mengajar berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa kelas VIII MTs Nurul Ulum Malang? 2. Apakah lingkungan sekolah berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa kelas VIII MTs Nurul Ulum Malang? 3. Apakah keterampilan guru mengajar dan lingkungan sekolah berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa kelas VIII MTs Nurul Ulum Malang? C. Tujuan Penelitian Secara umum penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh keterampilan guru mengajar dan lingkungan sekolah terhadap hasil belajar IPS siswa kelas VIII di MTs Nurul Ulum Malang. Adapun secara khusus tujuan dari penelitian ini yang sesuai dengan rumusan masalah di atas adalah sebagai berikut : 1. Untuk menjelaskan pengaruh antara keterampilan guru mengajar terhadap hasil belajar IPS siswa kelas VIII MTs Nurul Ulum Malang. 2. Untuk menjelaskan pengaruh antara lingkungan sekolah terhadap hasil belajar IPS siswa kelas VIII MTs Nurul Ulum Malang..

(29) 8. 3. Untuk menjelaskan pengaruh antara keterampilan guru mengajar dan lingkungan sekolah terhadap hasil belajar IPS siswa kelas VIII MTs Nurul Ulum Malang. D. Manfaat Penelitian Setiap penelitian pasti mempunyai suatu manfaat atau kegunaan. Adapaun kegunaan atau manfaat dari penelitian adalah: 1. Pengembangan ilmu pengetahuan. Secara umum penelitian ini diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap penelitian sejenis yang telah diadakan sebelumnya. Selain itu hasil dari penelitian diharapkan memperkaya hasil penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan dunia pendidikan pada umumnya dan khususnya dengan masalah peningkatan hasil belajar siswa. 2. Peneliti dan Calon Peneliti Bagi peneliti, penelitian ini digunakan sebagai wahana untuk mengkaji secara ilmiah gejala-gejala proses pendidikan dan mengetahui kondisi sebenarnya tentang keterampilan guru mengajar dan lingkungan sekolah yang akan mempengaruhi hasil belajar siswa di sekolah, sekaligus sebagai bekal pengetahuan saat nanti peneliti terjun kedunia pendidikan. Selain itu, diharapkan agar peneliti dapat meningkatkan profesionalisme di bidang pendidikan dan referensi khususnya bagi peneliti selanjutnya yang akan mengkaji masalah yang relevan dengan masalah yang ada dalam penelitian ini..

(30) 9. 3. Bagi Guru Melalui hasil temuan ini, diharapkan dapat menjadi masukan bagi guru untuk dapat memanfaatkan dengan semaksimal mungkin fasilitas yang ada serta menciptakan suasana yang efektif dan kondusif bagi kegiatan pembelajaran di kelas. Hal ini sangat penting sangat penting sekali dan dimaksudkan agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik sehingga nantinya dapat meningkatkan kualitas pembelajran yang hasilnya dapat dilihat dari peningkatan hasil belajar siswa. Sebab, kegiatan belajar mengajar di kelas merupakan inti dari seluruh kegiatan pembelajaran di sekolah. 4. Bagi Kepala Madrasah Melalui hasil temuan ini, diharapkan dapat menjadi masukan bagi Kepala Madrasah untuk dapat meningkatkan dengan semaksimal mungkin kondisi guru dan lingkungan sekolah. Hal ini sangat penting sangat penting sekali dan dimaksudkan agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik sehingga nantinya dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yang hasilnya dapat dilihat dari peningkatan hasil belajar siswa. 5. Lembaga (MTs Nurul Ulum Malang) Melalui temuan penelitian ini, diharapkan lembaga memperoleh masukan, gambaran, serta informasi yang kongkrit tentang pengaruh keterampilan guru mengajar dan lingkungan sekolah terhadap hasil belajar IPS siswa kelas VIII MTs Nurul Ulum Malang yang nantinya juga dapat dijadikan salah satu indikator yang menunjang peningkatan kualitas lulusan dan lembaga terkait, khususnya MTs Nurul Ulum Malang. Selain itu juga.

(31) 10. diharapkan sekolah dapat menyediakan fasilitas-fasilitas yang sangat menunjang dalam proses kegiatan belajar mengajar disekolah serta menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan kondusif bagi siswa. E. Hipotesis Penelitian Wahidmurni mengemukakan bahwa “Hipotesis penelitian adalah rangkuman dari kesimpulan-kesimpulan teoritis yang diperoleh dari kajian pustaka. Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang secara teoritis dianggap paling mungkin dan paling tinggi tingkat kebenarannya”7 Hipotesis terbagi menjadi dua jenis yaitu hipotesis nol (Ho) yang menyatakan tidak ada pengaruh atau tidak ada hubungan atau tidak ada perbedaan anatra variabel X dan variabel Y. hipotesis alternatif (Ha) yang menunjukan ada pengaruh atau ada hubungan atau ada perbedaan antara variabel X dan variabel Y.8 1. Hipotesis nol (Ho) a. Tidak ada pengaruh positif signifikan dari keterampilan guru mengajar terhadap hasil belajar IPS siswa kelas VIII di MTs Nurul Ulum Malang. b. Tidak ada pengaruh positif signifikan dari lingkungan sekolah terhadap hasil belajar IPS siswa kelas VIII di MTs Nurul Ulum Malang.. 7. Wahidmurni, Cara Mudah Menulis Proposal dan Laporan Penelitian Lapangan, (Malang: UM press, 2008) hlm. 20 8 Ibid, hlm. 21.

(32) 11. c. Tidak ada pengaruh positif signifikan dari keterampilan guru mengajar dan lingkungan sekolah terhadap hasil belajar IPS siswa kelas VIII di MTs Nurul Ulum Malang. 2. Adapun hipotesis alternatif (Ha) a. Ada pengaruh positif signifikan dari keterampilan guru mengajar terhadap hasil belajar IPS siswa kelas VIII di MTs Nurul Ulum Malang. b. Ada pengaruh positif signifikan dari lingkungan sekolah terhadap hasil belajar IPS siswa kelas VIII di MTs Nurul Ulum Malang. c. Ada pengaruh positif signifikan dari keterampilan guru mengajar dan lingkungan sekolah terhadap hasil belajar IPS siswa kelas VIII di MTs Nurul Ulum Malang. F. Ruang Lingkup Penelitian Pada penelitian ruang lingkup ini ditujukan pada siswa kelas VIII mata pelajaran IPS di MTs Nurul Ulum Malang yang mencakup pengaruh keterampilan guru mengajar dan lingkungan sekolah terhadap hasil belajar siswa. 1. Variabel penelitian Dalam penelitian ini terdapat dua variable yang terdiri dari variabel bebas yaitu variabel keterampilan guru mengajar dan variabel lingkungan sekolah, dan variable kedua yakni variabel terikat yaitu variabel hasil belajar..

(33) 12. a. Variabel independen atau variabel bebas (X) yaitu variabel yang merupakan rangsangan untuk mempengaruhi variabel lain, dalam hal ini yang merupakan variabel bebas yaitu: (X1) Keterampilan guru mengajar Indikator yang dapat digunakan yaitu keterampilan guru ketika mengajar di kelas VIII dalam mata pelajaran IPS di MTs Nurul Ulum Malang, seperti dari keterampilan bertanya, keterampilan memberi penguatan, menjelaskan,. keterampilan keterampilan. mengadakan membuka. variasi, dan. keterampilan. menutup. pelajaran,. keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil, keterampilan mengelola kelas, dan keterampilan mengajar perseorangan. (X2) Lingkungan sekolah Indikator yang dapat digunakan yaitu lingkungan sekolah, seperti relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, fasilitas sekolah, metode dalam pembelajaran. b. Variabel dependen atau variabel terikat (Y) yaitu suatu jawaban dari perilaku yang dirangsang. Dalam hal ini yang menjadi variabel dependen adalah: (Y) hasil belajar. Untuk memperjelas mengenai ruang lingkup penelitian ini, maka peneliti membuat dalam bentuk tabel penjabaran variabel, sub variabel dan indikator penelitian sebagai berikut :.

(34) 13. Tabel 1.1 Penjabaran Variabel, Sub Variabel dan Indikator Penelitian No Variabel 1 Keterampilan Guru Mengajar. Sub Variabel Indikator Keterampilan membuka Menarik perhatian siswa dan menutup pelajaran. Menimbulkan motivasi. Sumber: Hasibuan dan Moedjiono, Proses Belajar Mengajar, Keterampilan (Bandung: PT menjelaskan. Remaja Rosdakarya, 2012), hlm.58. Keterampilan bertanya. .. Memberikan acuan Membuat kaitan Mengevaluasi Kejelasan dalam tujuan, bahasa, dan kunci memberi penjelasan. Penggunaan contoh ilustrasi Memberikan penekanan Pengorganisasian Balikan Pengungkapan pertanyaan secara jelas dan singkat Pemberian acuan Penyebaran pertanyaan. Pemberian waktu berpikir Pemberian tuntunan Keterampilan Variasi kesenyapan menggunakan variasi. Variasi gerakan badan dan mimik Variasi perubahan posisi guru Media bahan ajar LCD Media bahan ajar alat peraga Keterampilan memberi Penguatan verbal Penguatan gestural penguatan. Penguatan dengan cara mendekati Penguatan dengan sentuhan Penguatan berupa tanda atau benda Keterampilan mengelola Menunjukkan sikap tanggap kelas. Membagi perhatian Memusatkan perhatian kelompok Menegur Menemukan dan memecahkan masalah Keterampilan Memberikan penguatan supaya membimbing diskusi siswa tidak mengalami frustasi kelompok kecil dan Mendengarkan secara simpati Berusaha mengendalikan situasi perorangan. siswa Memberi orientasi umum . Membentuk kelompok dengan tepat.

(35) 14. 2. 3.. Keterampilan Pemusatan perhatian membimbing diskusi Memperjelas masalah Menganalisa pandangan siswa kelompok kecil Meningkatkan urunan pikiran siswa Menutup diskusi Pengajaran mendidik Dari segi caranya Lingkungan Sekolah Dari segi peranan subjek Dari segi cara pengolahan pesan Sumber: Umar Dari segi pengaturan subjek Tirtaraharja dan La Latihan sasaran pembentukan Sulo, Pengantar keterampilan Pendidikan, (Jakarta: PT Rineka Peningkatan dan Perkembangan pribadi Cipta, 2008), pelaksanaan program hlm.174 bimbingan penyuluhan (BP) Bimbingan karier secara kelompok Pengembangan Penyediaan buku dan sumber belajar perpustakaan sekolah lain yang memadai Penyediaan berbagai perangkat seperti rekaman audio dan video Peningkatan program Ekstrakurikuler sekolah Afektif Sikap Hasil Belajar Kognitif Pengetahuan Sumber: Nana Psikomotorik Keterampilan Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2006), hlm. 22. G. Batasan Penelitian Pada penelitian ini, batasan yang digunakan oleh peneliti yaitu: 1. Hasil Belajar, data hasil belajar di ambil dari nilai ulangan harian semester Ganjil 2016/2017 peneliti menggunakan batasan tersebut dikarenakan dalam pengambilan data untuk hasil belajar pada mata pelajaran IPS hanya di bolehkan mengambil nilai ulangan harian para siswa kelas VIII..

(36) 15. 2. Siswa Kelas VIII, peneliti hanya menggunakan sampel pada siswa kelas VIII saja dikarenakan penelitian ini berfokus pada siswa yang menempuh pembelajaran tidak pada tingkat bawah yang baru masuk dan tidak pada tingkat atas yang akan fokus pada Ujian Nasional di sekolah MTs Nurul Ulum Malang. Oleh sebab itu peneliti hanya membatasi penelitian ini untuk siswa kelas VIII dalam pengambilan data hasil belajar di ambil dari nilai rapot semester Ganjil 2016/2017 . H. Originalitas Penelitian Pada bagian ini, peneliti mengemukakan tentang perbedaan dan persamaan bidang kajian yang diteliti oleh peneliti-peneliti sebelumnya. Bidang kajian yang diteliti tersebut adalah pengaruh keterampilan guru mengajar dan lingkungan sekolah terhadap hasil belajar. Hal ini bertujuan untuk menghindari adanya pengulangan terhadap kajian hal-hal yang sama pada penelitian ini. Berikut ada beberapa peneliti yang sudah mengungkapkan dalam sebuah penelitiannya masing-masing, yaitu: Pertama, dari Fitriyah, Fakhriyatul. 2014. Pengaruh Disiplin Belajar dan Lingkungan Sekolah Terhadap Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Sosiologi Kelas X IPS SMAN 9 Malang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Maliki Malang..

(37) 16. Dalam penelitian ini, mengungkapkan bahwa dalam hasil belajar yang merupakan suatu puncak proses belajar, suatu perubahan tingkah laku untuk menyelesaikan tugas-tugas belajar dengan baik dan mampu melakukan kegiatan dengan baik, sehingga dapat memberikan intervensi positive untuk meningkatkan hasil belajar. Tingkat keberhasilan siswa dapat dilihat dari nilai raport akhir semester. Akan tetapi, pada kenyataannya sering tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, dimana hasil belajar siswa belum tentu dapat dicapai dengan baik walaupun adanya keteraturan dan sarana prasarana yang memadai. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik faktor dari dalam diri manusia (internal) sesuai dengan variabel kebiasaan belajar atau disiplin belajar dan faktor yang dipengaruhi dari luar diri manusia (eksternal) yang sesuai dengan variabel lingkungan sekolah. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui adakah pengaruh disiplin belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran sosiologi kelas X IPS SMAN 9 Malang. (2) Untuk mengetahui adakah pengaruh lingkungan sekolah terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran sosiologi kelas X IPS SMAN 9 Malang. (3) Untuk mengetahui adakah pengaruh disiplin belajar dan lingkungan sekolah terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran sosiologi kelas X IPS SMAN 9 Malang. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Dengan populasi seluruh siswa kelas X IPS pada mata pelajaran Sosiologi angkatan 2013/2014 yang berjumlah 77 siswa. Dengan instrumen yang digunakan adalah dokumentasi dan.

(38) 17. wawancara, untuk mengetahui hasil belajar siswa dan memperkuat hasil temuan di lapangan. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear berganda. Hasil penelitian ini, menunjukkan besarnya pengaruh sebagai berikut: (1) pengaruh variabel disiplin belajar terhadap hasil belajar menunjukkan tidak ada pengaruh yang signifikan tetapi terdapat pengaruh positif yang ditunjukan oleh besarnya nilai thitung < ttabel (0,979) < (1,990). (2) pengaruh variabel lingkungan sekolah terhadap hasil belajar menunjukan tidak ada pengaruh yang signifikan tetapi terdapat pengaruh yang positif ditunjukan oleh besarnya nilai thitung < ttabel (0,194) < (1.990). (3) variabel disiplin belajar dan lingkungan sekolah terhadap hasil belajar menunjukan tidak ada pengaruh yang signifikan tetapi pengaruh positif terhadap hasil belajar ditunjukan oleh besarnya nilai Fhitung > Ftabel (0,514) < (1,99). Kedua, dari Yudha, Intan Shofi. 2013. Pengaruh Lingkungan Belajar dan Kreatifitas Guru Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII Mata Pelajaran IPS Terpadu di SMPN 1 Durenan Kabupaten Trenggalek. Skripsi. Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Maliki Malang. Dalam penelitian ini, mengungkapkan bahwa prestasi belajar oleh siswa setelah melakukan serangkaian aktivitas belajar yang berupa tingkah laku baik berupa kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dengan tingkat keberhasilan siswa dilihat dari nilai ulangan harian. Akan tetapi, pada kenyataannya sering tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, dimana hasil.

(39) 18. belajar siswa belum tentu dapat dicapai dengan baik. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik yang datang dari dalam diri siswa (eksternal) terdapat dua faktor yang menjadi variabel penelitian ini yaitu diantaranya lingkungan belajar dan kreatifitas guru dalam mengajar. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk menganalisis pengaruh lingkungan belajar terhadap prestasi belajar mata pelajaran IPS Terpadu siswa kelas VIII di SMPN 1 Durenan Kabupaten Trenggalek. (2) Untuk menganalisis pengaruh kreatifitas guru terhadap prestasi belajar mata pelajaran IPS Terpadu siswa kelas VIII di SMPN 1 Durenan Kabupaten Trenggalek. (3) Untuk menganalisis pengaruh lingkungan belajar dan kreatifitas guru terhadap prestasi belajar mata pelajaran IPS Terpadu siswa kelas VIII di SMPN 1 Durenan Kabupaten Trenggalek. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Dengan menggunakan jenis penelitian korelasional. Penelitian ini dirancang untuk menentukan besarnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Dengan instrumen yang digunakan adalah kuesioner/angket yang digunakan untuk mengetahui lingkungan belajar siswa dan kreatifitas guru yang dipersepsikan siswa. Instrumen juga yang digunakan adalah dokumen dan wawancara, yaitu untuk mengetahui prestasi belajar dan memperkuat hasil temuan di lapangan. Analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda..

(40) 19. Hasil dari penelitiannya, yaitu: (1) pengaruh variabel lingkungan belajar terhadap prestasi belajar menunjukan tidak adanya pengaruh positif signifikan yang ditunjukan oleh besarnya nilai thitung < ttable 1,069<1,991. (2) pengaruh variabel kreatifitas guru terhadap prestasi belajar menunjukan tidak adanya pengaruh positif signifikan yang ditunjukan oleh besarnya nilai thitung < ttabel 1,397 < 1,991. (3) pengaruh variabel lingkungan belajar dan kreatifitas guru terhadap prestasi belajar sebagai variabel terikat secara serentak menunjukan adanya pengaruh positif signifikan yang ditunjukan oleh besarnya nilai (0,044<0,05). Ketiga, dari Hasanah, Nikmatul. 2016. Pengaruh Kreativitas Guru dan Lingkungan Sekolah Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VII Pada Mata Pelajaran IPS Di MTs Al Ma’arif 02 Singosari Malang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Maliki Malang. Dalam penelitian ini, mengungkapkan bahwa hasil belajar merupakan hasil dari proses belajar. Pelaku aktif dalam belajar adalah siswa. Hasil belajar juga proses pembelajaran. Hal ini dapat tercapai apabila siswa sudah memahami belajar dengan diiringi oleh perubahan tingkah laku yang lebih baik lagi. Hasil belajar menurut Gagne dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yang diantaranya yakni kreativitas guru dan lingkungan sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) menjelaskan pengaruh kreativitas guru terhadap hasil belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran IPS MTs Al Ma’arif 02 Singosari (2) menjelaskan pengaruh lingkungan.

(41) 20. sekolah terhadap hasil belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran IPS MTs Al Ma’arif 02 Singosari (3) menjelaskan pengaruh kreativitas guru dan lingkungan sekolah terhadap hasil belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran IPS MTs Al Ma’arif 02 Singosari. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian explanatory research, yaitu penelitian yang bertujuan untuk menguji suatu teori atau hipotesis hasil penelitian yang sudah ada. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner/ angket yang dipersepsikan pada siswa untuk mengetahui kreativitas guru dan lingkungan sekolah. Instrumen yang juga digunakan adalah dokumen yang dipergunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda, uji t, dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kreativitas guru tidak berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas VII pada mata pelajaran IPS MTs Al Ma’arif 02 Singosari yang ditunjukkan dengan thitung < ttable 0,535 < 1,664. (2) lingkungan sekolah terhadap hasil belajar menunjukan tidak adanya pengaruh oleh besarnya nilai thitung < ttabel -0,695 < 1,664. (3) kreatifitas guru dan lingkungan sekolah terhadap hasil belajar sebagai variabel terikat menunjukan tidak adanya pengaruh positif signifikan yang ditunjukan oleh besarnya nilai fhitung < ftabel 0,786 < 0,05. Tabel 1.2 Originalitas Penelitian No. Nama, Tahun, Jenis, Judul.. Metode. Persamaan. Perbedaan.

(42) 21. 1. Fakhriyatul Fitriyah. 2014. Skripsi. Pengaruh Disiplin Belajar dan Lingkungan Sekolah Terhadap Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Sosiologi Kelas X IPS SMAN 9 Malang.. Kuantitatif. 2. Intan Shofi Yudha. 2013. Skripsi. Pengaruh Lingkungan Belajar dan Kreatifitas Guru Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII Mata Pelajaran IPS Terpadu di SMPN 1 Durenan Kabupaten Trenggalek.. Kuantitatif. 3. Nikmatul Hasanah. 2016. Skripsi. Pengaruh Kreativitas Guru dan Lingkungan Sekolah Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VII Pada Mata Pelajaran IPS Di MTs Al Ma’arif 02 Singosari Malang.. Kuantitatif. 1) Variabel independen 1) Variabel (X2) Lingkungan independen sekolah. (X1) Disiplin 2) Variabel dependen belajar. (Y) hasil / prestasi 2) Objek belajar penelitian di 3) Metode penelitian SMAN 9 pendekatan Malang pada kuantitatif. mata pelajaran 4) Instrumen yang Sosiologi digunakan adalah kelas X IPS dokumentasi dan wawancara. Analisis penelitian regresi linear berganda. 1) Variabel dependen 1) Variabel (Y) sebagai prestasi independen belajar. (X1 dan X2) 2) Metode dalam sebagai penelitian ini Lingkungan menggunakan Belajar dan pendekatan Kreatifitas kuantitatif. Guru. 3) Analisis yang 2) Objek digunakan adalah penelitian di regresi linear SMPN 1 berganda. Durenan 4) Instrumen yang Kabupaten digunakan Trenggalek. kuesioner/angket, dokumentasi, dan wawancara. 1) Variabel dependen 1) Variabel (Y) hasil belajar independen siswa. (X1) 2) Metode penelitian Kreativitas pendekatan guru dengan kuantitatif. indikator yang 3) Metode yang berbeda digunakan adalah 2) Objek analisis regresi linear penelitian di berganda. MTs Al Ma’arif 02 Singosari Malang...

(43) 22. I. Definisi Operasional Hal ini dimaksudkan agar tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda tentang konsep atau dasar pemikiran dalam penelitian ini yaitu: 1. Keterampilan guru mengajar, dalam keterampilan menurut Reber (1988) adalah kemampuan melakukan pola-pola tingkah laku yang kompleks dan tersusun rapi secara mulus dan sesuai dengan keadaan untuk mencapai hasil tertentu. Guru menurut McLeod (1989), mengatakan bahwa guru ialah seseorang yang pekerjaannya mengajar orang lain. Mengajar adalah penciptaan sistem lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses belajar. Sistem lingkungan terdiri dari komponen yang saling mempengaruhi, yakni tujuan intruksional yang ingin dicapai, materi yang diajarkan, guru dan siswa yang harus memainkan peranan serta dalam hubungan sosial tertentu, jenis kegiatan yang dilakukan, serta sarana dan prasarana belajar mengajar yang tersedia. 2. Lingkungan sekolah, menurut John Locke adalah salah satu faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya intelegensi anak manusia yang ditentukan oleh lingkungannya (pendidikan dan pengalaman). 3. Hasil Belajar, menurut Menurut Hamalik memberikan pengertian tentang hasil belajar adalah sebagai terjadinya perubahan tingkah laku pada diri seseorang yang dapat diamati dan diukur bentuk pengetahuan, sikap dan keterampilan..

(44) 23. J. Sistematika Pembahasan Untuk mempermudah dan memberikan gamabaran yang lebih jelas secara menyeluruhmengenai penulisan isi penelitian ini, maka dibuat sistematika penulisan sebagai berikut: Bab I, menjelaskan Pendahuluan, yang meliputi latar belakang masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, hipotesis penelitian, ruang lingkup penelitian, originalitas penelitian, batasan penelitian, definisi operasional, dan sistematika pembahasaan. Bab II, menjelaskan Kajian Pustaka, meliputi beberapa teori-teori yang mencakup tentang keterampilan guru mengajar, lingkungan sekolah, hasil belajar, pengaruh keterampilan guru mengajar terhadap hasil belajar, pengaruh lingkungan sekolah terhadap hasil belajar, serta pengaruh keterampilan guru mengajar dan lingkungan sekolah terhadap hasil belajar. BAB III, menjelaskan Metode Penelitian, meliputi metode-metode yang digunakan penelitian yang mencakup, lokasi penelitian, pendekatan dan jenis penelitian, variabel penelitian, populasi dan sampel, data dan sumber data, instrument penelitian, teknik pengumpulan data, uji validitas dan reliabilitas, analisis data, prosedur penelitian. BAB IV, menjelaskan Paparan Data dan Hasil Penelitian, meliputi paparan data dan hasil penelitian dengan deskripsi data penelitian. Melakukan penelitian dengan landasan teori sesuai dengan BAB II dan menggunakan metode sesuai dengan BAB III..

(45) 24. BAB V, menjelaskan Pembahasan, dalam bagian ini peneliti ini peneliti akan membahas hasil temuan untuk menjawab rumusan masalah dan pencapaian tujuan penelitian. Dan BAB VI, menjelaskan Penutup meliputi kesimpulan dan saran..

(46) BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Landasan Teori 1. Keterampilan Guru Mengajar a. Pengertian Keterampilan Guru Mengajar Menurut Reber (1988), keterampilan adalah kemampuan melakukan pola-pola tingkah laku yang kompleks dan tersusun rapi secara mulus dan sesuai dengan keadaan untuk mencapai hasil tertentu. Keterampilan bukan hanya meliputi gerakan motorik melainkan juga pada fungsi mental yang bersifat kognitif. Konotasinya luas sehingga sampai pada mempengaruhi orang lain. Artinya, orang yang mampu mempengaruhi orang lain secara tepat dianggap sebagai orang yang terampil.9 Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi kedua 1991, guru diartikan sebagai orang yang pekerjaannya (mata pencaharian) mengajar. Tapi sesederhana inikah guru? Kata guru dalam bahasa Arab disebut mu’allim, dan dalam bahasa Inggris teacher itu memang memiliki arti sederhana. Menurut McLeod (1989), mengatakan bahwa guru ialah seseorang yang pekerjaannya mengajar orang lain.10 Di dalam proses belajar mengajar, guru tidak pernah menghadapi yang diajar itu dalam keadaan kosong dengan mudah pengetahuan yang diberikan bisa dimasukkan. Dan kenal mengenal merupakan situasi atau kondisi yang. 9. Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2003), .hlm. 119. Ibid, hlm. 222. 10. 25.

(47) 26. memudahkan dalam proses belajar mengajar. Istilah mengajar adalah “mengajak (memotivasi) orang lain untuk memiliki suatu persepsi dan perilaku yang telah ditentukan atau direncanakan secara normatif sebelumnya, sehingga orang lain dapat mengikutinya”.11 Mengajar adalah penciptaan sistem lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses belajar. Sistem lingkungan terdiri dari komponen yang saling mempengaruhi, yakni tujuan intruksional yang ingin dicapai, materi yang diajarkan, guru dan siswa yang harus memainkan peranan serta dalam hubungan sosial tertentu, jenis kegiatan yang dilakukan, serta sarana dan prasarana belajar mengajar yang tersedia. Guru yang efektif adalah mereka yang mampu membawa siswanya dengan berhasil mencapai tujuan belajar. Jadi ada dua tolak ukur mengenai efektivitas mengajar, yakni tercapainya tujuan dan hasil belajar yang tinggi. Untuk mencapai tingkat efektivitas mengajar yang tinggi guru harus menguasai perbuatan mengajar kompleks, dan perbuatan yang kompleks tidak dapat dikuasai secara langsung. Demikian dengan menguasai keterampilan mengajar yang kompleks, calon guru perlu menguasai keterampilan mengajar secara terpisah. Melalui latihan dengan pendekatan pengajaran mikro, keterampilan yang sifatnya terbatas dipahami dan dilatihkan. Banyak kesulitan belajar berasal dari kurangnya penguasaan dasar atas pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang seharusnya dimiliki terlebih dahulu.12. 11. Bohar Suharto, Pendekatan dan Teknik Dalam Proses Belajar Mengajar (Bandung: PT Tarsito, 1997), hlm. 5. 12 Hasibuan dan Moedjiono, Proses Belajar Mengajar (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2012), hlm. 43..

(48) 27. b. Macam-Macam Keterampilan Mengajar Menurut Bahan Penataran Wawasan Kependidikan Guru Agama Islam SMTP/SMTA 1985 yang diterbitkan Depdikbud RI, dijelaskan bahwa ada beberapa komponen keterampilan mengajar yang dapat diobservasikan dalam sebuah pengajaran mikro, yaitu:13 1) Keterampilan Memberi Penguatan Pengertian Memberi penguatan diartikan dengan tingkah laku guru dalam merespon secara positif suatu tingkah laku tertentu siswa yang memungkinkan tingkah laku tersebut timbul kembali. Tujuan Dengan beberapa tujuan dalam memberi penguatan tersebut, yaitu; untuk meningkatkan perhatian siswa, mempermudah proses belajar, membangkitkan motivasi belajar, mengontrol sikap yang menganggu ke arah tingkah laku belajar produktif, mengembangkan diri sendiri dalam belajar, dan mengarahkan cara berpikir yang baik dan inisiatif pribadi. Hal-Hal Perlu Diperhatikan Dengan perhatian objek tertentu (guru, siswa, kawan, lainnya), tingkah laku belajar, penyelesaian hasil pekerjaan (PR), kualitas. 13. Ibid, hlm. 58..

(49) 28. pekerjaan (kerapihan, keindahan), penyempurnaan tugas, tugas mandiri. Prinsip Penguatan Yaitu dengan penuh kehangatan dan antusias, menghindari penggunaan respon negatif, bermakna bagi siswa, bersifat pribadi atau kelompok. Komponen Penguatan Dalam komponen ini harus bersifat selektif, hati-hati, disesuaikan dengan usia siswa, tingkat kemampuan, kebutuhan, latar belakang pada tujuan dan sifat tugas. a) Penguatan Verbal Penguatan verbal dapat berupa kata-kata atau kalimat dari guru. Contoh, “baik”, “bagus”, “tepat”, “saya sangat menghargai pendapatmu”, “Jawabanmu sangat cerdas”, dan lainnya. b) Penguatan Gestural Penguatan ini diberikan dalam bentuk mimik, gerakan wajah, atau anggota badan. Contoh, tersenyum, kelingan mata, tepuk tangan, anggukan tanda setuju, menaikkan jari jempolan. c) Penguatan Cara Mendekati Sebagai perhatian guru terhadap pekerjaan, tingkah laku, pemikiran, atau penampilan siswa. Contoh, guru duduk dalam kelompok diskusi, berdiri di samping siswa..

(50) 29. d) Penguatan Cara Sentuhan Guru dapat menyatakan penghargaan kepada siswa dengan menepuk pundak, menjabat tangan, mengusap kepala siswa. e) Penguatan Memberi Kegiatan Menyenangkan Dengan meminta siswa membantu temannya bila ia selesai mengerjakan pekerjaan terlebih dulu dengan cepat dan tepat, siswa diminta mempin kegiatan. f) Penguatan Berupa Tanda atau Benda Usaha guru dalam menggunakan bermacam simbol penguatan, antara lain: komentar tertulis pada buku pekerjaan, pemberian perangko, pemberian alat tulis, pemberian buku, bintang, permen/ makanan lainnya. Dalam menggunakan komponen tersebut harus bervariasi, dilakukan dengan langsung dan segera. Oleh karena itu, latihan-latihan yang intensif perlu dilakukan oleh seorang guru. 2) Keterampilan Bertanya Pengertian Mengajukan pertanyaan dengan baik adalah mengajar yang baik. Oleh karena itu, kita dalam bertanya adalah kita dalam membimbing siswa belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya guru tidak berhasil menggunakan teknik bertanya yang efektif. Keterampilan bertanya ini menjadi penting jika dihubungkan dengan pendapat yang mengatakan bahwa berpikir itu sendiri adalah bertanya..

(51) 30. Maka, bertanya dapat dikatakan bahwa suatu ucapan verbal yang meminta respon dari seseorang yang dikenai. Respons yang diberikan dapat berupa pengetahuan sampai dengan hal-hal yanh hasil pertimbangan. Jadi bertanya merupakan stimulus efektif yang mendorong kemampuan berpikir. Tujuan Dengan beberapa tujuan dalam memberi penguatan tersebut, yaitu; merangsang kemampuan berpikir siswa, membantu dalam proses belajar, mengarahkan siswa pada tingkat interaksi belajar mandiri, meningkatkan kemampuan berpikir siswa dari kemampuan berpikir tingkat rendah kepada yang lebih tinggi, dan membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran. Hal-Hal Perlu Diperhatikan Menjawab pertanyaan sendiri, mengulang jawaban siswa, mengulang pertanyaan sendiri, dan mengajukan pertanyaan yang memberi jawaban serentak. 3) Keterampilan Menggunakan Variasi Pengertian Faktor kebosanan yang disebabkan oleh adanya penyajian kegiatan belajar yang begitu saja akan mengakibatkan perhatian, motivasi, dan minat siswa terhadap pelajaran, guru, dan sekolah menurun. Untuk itu diperlukan adanya keanekaragaman dalam penyajian kegiatan belajar. Menggunakan variasi diartikan sebagai.

(52) 31. perbuatan guru dalam konteks proses belajar mengajar yang bertujuan mengatasi kebosanan siswa, sehingga dalam proses belajarnya siswa senantiasa menunjukkan ketekunan, keantusiasan, serta berperan secara aktif. Tujuan Memelihara dan meningkatkan perhatian siswa terhadap hal-hal yang berkaitan dengan aspek belajar, meningkatkan kemungkinan berfungsinya motivasi rasa ingin tahu melalui kegiatan investigasi dan eksplorasi, membentuk sikap positif terhadap guru dan sekolah, kemungkinan dilayani siswa secara individual sehingga memberi kemudahan belajar, dan mendorong aktifitas belajar dengan cara melibatkan siswa dengan berbagai kegiatan belajar yang menarik dan berguna dalam berbagai tingkat kognitif. Hal-Hal Perlu Diperhatikan Perubahan yang digunakan harus bersifat efektif, penggunaan teknik variasi harus lancar dan tepat, penggunaan komponen variasi harus benar terstruktur dan terencanakan sebelumnya, penggunaan variasi harus luwes dan spontan..

(53) 32. 4) Keterampilan Menjelaskan Pengertian Memberi penjelasan merupakan salah satu aspek yang penting dalam perbuatan guru. Menjelaskan berarti menyajikan informasi lisan yang diorganisasikan secara sistematis dengan tujuan menunjukkan hubungan. Penekanan memberikan penjelasan adalah proses penalaran siswa, dan bukan doktrinisasi. Hal-Hal Perlu Diperhatikan a) Penjelasan dapat diberikan di awal, di tengah, atau di akhir jam pertemuan, tergantung kepada keperluan. b) Penjelasan dapat diselingi tanya jawab. c) Penjelasan harus relevan dengan tujuan pelajaran. d) Penjelasan dapat diberikan bila ada pertanyaan dari siswa atau direncanakan oleh guru. e) Materi penjelasan harus bermakna bagi siswa. f) Penjelasan harus sesuai dengan latar belakang dan kemampuan siswa. 5) Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran Pengertian Setelah melakukan tugas rutin seperti menenangkan kelas, mengisi daftar hadir, menyuruh siswa menyiapkan alat-alat pelajaran,.

(54) 33. guru langsung saja masuk ke inti pelajaran usai guru berkata, “Anakanak, karena waktunya sudah habis, pelajaran saya akhiri sampai di sini. Selamat siang.” Prosedur semacam itu tidak memungkinkan siswa siap mental untuk memasuki bahan yang akan dibicarakan, dan pada akhirnya dia tidak dapat merangkum apa isi pelajaran yang telah diberikan. Tingkah laku guru seperti itu disebut di depan tidak menggambarkan kegiatan membuka dan menutup pelajaran. Diartikan bahwa perbuatan guru untuk menciptakan suasana mental dan menimbulkan perhatian siswa agar terpusat kepada apa yang akan dipelajari. Menutup pelajaran adalah kegiatan guru untuk mengakhiri kegiatan inti pelajaran. Maksudnya adalah memberikan gambaran menyeluruh tentang apa yang telah dipelajari siswa, mengetahui tingkat pencapaian siswa, dan tingkat keberhasilan guru dalam proses pengajaran. Tujuan a) Menimbulkan perhatian dan motivasi siswa terhadap tugas-tugas yang akan dihadapi. b) Memungkinkan siswa mengetahui batas-batas tugasnya yang akan dikerjakan. c) Siswa dapat mengetahui pendekatan yang akan digunakan dalam mempelajari bagian-bagian pelajaran. d) Memungkinkan siswa mengetahui hubungan antara pengalaman yang dikuasai dengan hal-hal baru yang akan dia pelajarai..

(55) 34. e) Memberikan kemungkinan kepada siswa untuk menggabungkan fakta-fakta, keterampilan, konsep yang tercakup dalam suatu peristiwa. f) Memungkinkan siswa dapat mengetahui tingkat keberhasilan dalam pelajaran. Prinsip-prinsip Penggunaan Dalam usaha menarik perhatian siswa atau memotivasi siswa seorang guru harus memilih cara yang relevan dengan isi dan tujuan pelajaran, aktivitas yang ditempuh guru dalam merangkum dan mengenalkan pokok penting pelajaran hendaknya bagian yang utuh dengan bagian lain dengan pengalaman siswa harus jelas. 6) Keterampilan Mengajar Kelompok Kecil dan Perorangan Pengertian Dalam usaha meningkatakan mutu pendidikan, perlu suatu perbuatan yang bersifat manusiawikan pendidikan. Perbuatan ini berarti bahwa perbedaan individual siswa perlu mendapatkan perhatian yang memadai. Dalam pengajaran klasikal pada dasarnya kebutuhan masingmasing siswa tidak dapat dilayani oleh guru karena semua anak diperlakukan sama. Supaya setiap anak lebih mendapatkan perhatian serta hubungan yang lebih akrab antara guru dan siswa , perlu direncanakan bentuk pengajaran kelompok kecil dan perorangan. Maka diartikan bahwa perbuatan guru dalam konteks mengajar yang hanya.

(56) 35. melayani 3 sampai 8 siswa untuk kelompok kecil, dan hanya seorang untuk perorangan. Pada dasarnya bentuk pengajaran ini dapat dikerjakan dengan bagi kelas dalam kelompok yang lebih kecil. Tujuan Guru berperan sebagai organisator kegiatan belajar mengajar, sumber informasi bagi siswa, pendorong bagi siswa untuk belajar, penyedia materi dan kesempatan belajar siswa. Hal-Hal Perlu Diperhatikan Pelaksanaannya: a) Kelas besar – kelompok kecil + perorangan – kelas besar. b) Kelas besar – kelompok kecil + kelompok kecil – kelas besar. c) Kelas besar – perorangan + perorangan – kelompok kecil – kelas besar. d) Kelas besar – perorangan + perorangan – kelas besar. 7) Keterampilan Mengelola Kelas Pengertian Tugas guru di dalam kelas sebagian besar adalah membelajarkan siswa dengan menyediakan kondisi belajar yang optimal. Dalam kondisi seperti itu dapat dicapai jika guru mampu mengatur siswa dan sarana. pengajaran. serta. mengendalikannya. salam. suasana. menyenangkan untuk mencapai tujuan pelajaran. Pengaturan berkaitan.

(57) 36. dengan penyampaian pesan pengajaran, atau dapat berkaitan dengan penyediaan kondisi belajar. Bila pengaturan kondisi dapat dikerjakan optimal, maka proses belajar berlangsung secara optimal pula. Tetapi bila tidak dapat disediakan. secara optimal tentu saja alkan. menimbulkan gangguan terhadap belajar mengajar. Maka keterampilan ini untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya dalam kondisi yang optial jika terjadi gangguan, baik dengan cara mendisiplinkannya atau melakuakn remedial. Hal-Hal Perlu Diperhatikan a) Kehangatan dan antusias. b) Penggunaan bahan yang menantang akan meningkatkan gairah belajar siswa. c) Dipertimbangkan penggunaan variasi media, gaya mengajar, dan pola interaksi. d) Keluwesan tingkah laku guru dalam mengubah strategi mengajar. e) Penekanan hal positif dan menghindari pada hal negatif. 8) Keterampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil Pengertian Adanya proses yang teratur dengan melibatkan sekelompok siswa dalam interaksi tatap muka kooperatif yang optimal dengan tujuan.

(58) 37. berbagai informasi atau pengalaman, mengambil keputusan atau memecahkan suatu masalah. Hal-Hal Perlu Diperhatikan a) Diskusi hendaknya berlangsung dalam iklim bebas dan penuh keterbukaan. b) Perencanaan yang matang; memilih topik atau masalah, perencanaan dan persiapan bahan pengait, penyiapan diri sebaik mungkin, penetapan besarnya kelompok, dan pengaturan tempat duduk yang menyenangkan. Menurut Dianne Lapp, dkk. 1975 mengemukakan bahwa gaya mengajar yang dimiliki seorang guru mencerminkan pada cara melaksanakan pengajarannya, sesuai dengan pandangannya sendiri. Misalnya seorang guru berpandangan bahwa mengajar itu adalah menyampaikan bahan pelajaran, maka perilaku mengajar yang tampak adalah guru itu seolah-olah menganggap bahwa siswanya hanya sekedar bejana kosong yang harus diisi ilmu pengetahuan. Maka dapat diketahui gaya mengajar menurut Lapp, yaitu:14 1) Gaya Mengajar Klasik Proses pengajaran seperti ini berupaya untuk memelihara dan menyampaikan nilai-nilai lama dari generasi terdahulu ke generasi. 14. Muhammad Ali, Guru Dalam Proses Belajar Mengajar (Bandung: CV Sinar Baru, 1987), hlm. 59..

(59) 38. berikutnya. Isi pelajaran berupa sejumlah informasi dan ide yang paling populer dan dipilih dari dunia yang diketahui anak. Oleh karenanya, isi pelajaran bersifat objektif, jelas dan diorganisasi secara sistematis dan logis. Proses penyampaian bahan tidak didasarkan atas minat anak, melainkan pada urutan tertentu. Peran guru ini sangat dominan, karena ia harus menyampaikan bahan pembelajaran. Maka guru harus ahli (expert) tentang pelajaran yang dipegangnya. Dengan demikian proses pengajaran bersifat pasif, yakni siswa diberi pelajaran. 2) Gaya Mengajar Teknologis Fokus gaya mengajar ini pada kompetensi siswa secara individual. Bahan pelajaran disesuaikan dengan tingkat kesiapan anak. Peranan isi pelajaran adalah dominan. Oleh karena itu, bahan disusun oleh ahlinya masing-masing. Bahan itu bertalian dengan data objektif dan keterampilan yang dapat menuntun kompetensi vokasional (bersangkutan) siswa. Peranan siswa di sini ialah belajar dengan menggunakan perangkat atau media. Dengan hanya merespon apa yang diajukan kepadanya melalui perangkat itu, siswa dapat mempelajari apa yang dapat bermanfaat bagi dirinya dalam kehidupan. Peranan guru hanya sebagai pemandu (guide), pengarah (director), atau pemberi kemudahan (fasilitator) dalam mengajar, karena pelajaran sudah diprogram sedemikian rupa dalam perangkat baik software ataupun hardware..

(60) 39. 3) Gaya Mengajar Personalisasi Pengajaran personalisasi dilakukan berdasarkan atas minat, pengalaman dan pola perkembangan mental siswa. Dominasi pengajaran ada di tangan siswa. Dalam hal ini, siswa dipandang sebagai suatu pribadi. Perkembangan emosional dan penyesuaian diri dalam lingkungan sosial merupakan suatu. yang vital, sebagaimana. perkembangan kecerdasannya. Peranan guru adalah menuntun dan membantu perkembangan melalui pengalaman belajar. Oleh karena itu, guru harus mempunyai kemampuan dalam mengasuh, ahli dalam psikologi dan metodologi, serta bertindak sebagai narasumber. Adapun bahan pelajaran disusun dan muncul berdasarkan atas minat dan kebutuhan siswa secara individual. 4) Gaya Mengajar Interaksional Peranan guru dan siswa sama-sama dominan. Guru dan siswa berupaya untuk memodifikasi berbagai ide atau ilmu pengetahuan yang dipelajari untuk mencari bentuk baru berdasarkan kajian yang bersifat radikal. Guru dalam hal ini menciptakan iklim saling ketergantungan dan timbulnya dialog antar siswa. Dan siswa belajar melalui hubungan dialogis.. Dengan. mengemukakan. pandangan. tentang. realita,. mendengarkan pandangan siswa lain. Maka dapat ditemukan pandangan baru hasil pertukaran fikiran tentang apa yang dipelajari..

Referensi

Dokumen terkait

diperoleh hasil penelitian yang menunjukkan ada pengaruh yang positif persepsi siswa tentang kemampuan guru dalam mengajar dan motivasi belajar terhadap hasil belajar

Berdasarkan penelitian dan analisis yang telah dilakukan mengenai pengaruh persepsi siswa tentang kemampuan guru dalam mengajar dan motivasi belajar terhadap hasil belajar IPS

: Tidak ada pengaruh positif yang signifikan antara kompetensi sosial guru dan motivasi belajar dengan hasil belajar mata pelajaran Bahasa Inggris siswa di MTs Babussalam

Penelitian terdahulu yang pertama adalah penelitian yang dilakukan oleh KhilyatulA‟immah dalam penelitian yang berjudul “ Pengaruh pola asuh orangtua dan motivasi belajar terhadap

lingkungan sekolah terhadap hasil belajar siswa.10 Kemudian penelitian yang dilakukan oleh Edi Waluyo mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta, hasil penelitiannya menunjukkan

Tujuan penelitian ini adalah untuk : 1 menjelaskan pengaruh kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar mata pelajaran IPS siswa kelas VIII di MTs Negeri Malang 1, 2